cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6285223361182
Journal Mail Official
mimbaragribisnis@unigal.ac.id
Editorial Address
Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis
Published by Universitas Galuh
ISSN : 24604321     EISSN : 25798340     DOI : 10.25157/ma
Core Subject : Agriculture,
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil penelitian sosial ekonomi pertanian. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi dalam konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam ilmu sosial ekonomi pertanian. Ruang lingkup Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis meliputi: Ekonomi Pertanian Sosiologi pertanian Kebijakan pertanian Pembangunan pertanian Penyuluhan pertanian Komunikasi pertanian Kelembagaan pertanian Usahatani dan pascapanen Agroindustri Perdagangan internasional Ketahanan pangan Manajemen agribisnis Manajemen produksi Manajemen operasi Manajemen pemasaran Pembiayaan agribisnis Rantai pasok Perencanaan wilayah pertanian Ekonomi sumberdaya alam.
Articles 1,668 Documents
KAJIAN PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PERKEBUNAN POLA SISTEM INTEGRASI SAPI DAN KELAPA SAWIT (SISKA) DENGAN PERKEBUNAN TANPA POLA SISKA DI KABUPATEN SIAK Susy Edwina; Jum'atri Yusri; Evi Maharani
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.702 KB) | DOI: 10.25157/ma.v5i1.1708

Abstract

Oil palm plantation is a sector that significantly contributes to the economy of the people in Riau Province. Along with the development of oil palm industry, various technologies that aim to increase production and income of oil palm farmers have been introduced to the society. One of these technologies is Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA). The aim of SISKA is to increase the income of smallholder oil palm farmers. Farmers' income is expected to increase with business efficiency through the use of waste from livestock as fertilizer in oil palm plantations and new sources of income are emerging as a result of livestock business. This study aims to examine the comparison of productivity and income of plantation using SISKA and without using SISKA in Siak Regency. The study was conducted using a survey method in two representative locations, namely Sialang Palas Village, Lubuk Dalam District and Teluk Merbau Village, Dayun District. The research data are the primary data gathered by purposive sampling technique. The results showed that the productivity of plantations with SISKA that use organic fertilizer 18,899.93 kg/ha/year relatively higher than the productivity of plantations without SISKA that not use organic fertilizer 17,039.73/ha/year (significant at a 15%). The income of oil palm plantations using SISKA Rp 22,906,136.7/ha/year relatively higher than the income of the plantations without SISKA Rp 21,294,583.00/ha/year, however the difference is not statistically significant, because using SISKA increase the production cost.
PENENENTUAN KAWASAN UNGGULAN AGRIBISNIS TERNAK DOMBA DI JAWA BARAT Achmad Firman; Linda Herlina; Maman Paturochman; M Munandar Sulaeman
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.691 KB) | DOI: 10.25157/ma.v4i1.869

Abstract

Perkembangan ternak domba di wilayah Jawa Barat tidak terlepas dari dukungan potensi wilayah dan kultur beternak masyarakat. Terdapat beberapa wilayah di Jawa Barat sebagai sentra pengembangan ternak domba. Namun, apakah sentra-sentra tersebut telah sesuai dengan daya tampung dan menjadi wilayah unggulan ternak domba. Oleh karena itu penelitian ini ditujukkan untuk melihat daya tampung wilayah terhadap ternak domba, wilayah unggulan ternak domba, dan wilayah pengembangan ternak domba di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Lokasi yang dijadikan tempat studi adalah Provinsi Jawa Barat. Adapun hasil penelitiannya menunjukkan bahwa wilayah-wilayah di Jawa Barat yang memiliki Indeks Daya Dukung (IDD) hijauan berkateogri aman sebanyak 22 kabupaten/kota. Sedangkan wilayah-wilayah yang masuk kategori ternak domba sebagai ternak unggulan (LQ > 1) ada sebanyak 13 kabupaten/kota. Akan tetapi, berdasarkan hasil 2 analisis, yaitu IDD dan LQ menunjukkan hanya 8 kabupaten dan 3 perkotaan (Kota Bogor, Kota Sukabumi, dan Kota Cirebon) yang berpotensi untuk pengembangan ternak domba ke depan.Kata Kunci: Wilayah, Pengembangan, Domba, Daya Tampung, Komoditas Unggulan 
KERAGAAN LEMBAGA KEUANGAN DI KECAMATAN PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG Annida Aisah; Eliana Wulandari
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.549 KB) | DOI: 10.25157/ma.v6i1.3158

Abstract

Pangalengan Sub District is one of the largest potato production centers in West Java. Lack of capital of farmers, uncertain yields and very high production input prices cause farmers need to access credit from financial institutions, both bank and non-bank financial institutions. Agriculture sector is a high-risk sector, financial institutions especially banks are less interested in financing the agricultural business. This research applies descriptive analysis using primary and secondary data. The results showed that the difficulty of farmers' access to financial institutions was due to requirements that could not be fulfilled by some farmers in Pangalengan Sub District.
ANALISIS KEUNGGULAN KOMPETITIF BEBERAPA TANAMAN PANGAN UTAMA DI KABUPATEN CIAMIS Tito Hardiyanto; Cecep Pardani
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.932 KB) | DOI: 10.25157/ma.v3i1.77

Abstract

Kabupaten Ciamis telah mengembangkan komoditas pangan utama dalam kerangka agribisnis dengan komoditas pangan utamanya adalah padi, jagung, dan kedelai, produktivitas tiga komoditas pangan utama di Kabupaten Ciamis tersebut lebih tinggi dibandingkan produktivitas di Provinsi Jawa Barat maupun Nasional. Namun sayangnya, belum dapat diketahui keunggulan kompetitifnya, karena pada dasarnya komoditas pangan utama yang diusahakan Kabupaten Ciamis sama dengan komoditas di kabupaten lain seperti Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Majalengka, ditambah lagi sebagian komoditas pangan dari Provinsi Jawa Tengah juga dipasarkan di Kabupaten Ciamis.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) Keunggulan kompetitif dari tanaman pangan utama di Kabupaten Ciamis, (2) Efisiensi usahatani dari tanaman pangan utama di Kabupaten Ciamis.Metode penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survai yang berlokasi pada 2 kecamatan yaitu Kecamatan Cijeungjing dan Kecamatan Banjarsari, dengan pertimbangan bahwa dua kecamatan tersebut memiliki produktivitas tertinggi dari salah satu pangan utama (padi, jagung, kedelai) di Kabupaten Ciamis.  Penentuan petani responden dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) sebanyak 62 orang petani.Alat analisis untuk mengetahui tingkat keunggulan kompetitif dari tanaman pangan utama di Kabupaten Ciamis dilakukan melalui pendekatan produktivitas, karena menurut Ramli dan Swastika (2005), Analisis keunggulan kompetitif pada dasarnya analog dengan penentuan tingkat produktivitas minimal dari suatu komoditas agar kompetitif terhadap usahatani komoditas lain. Sedangkan untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani dilakukan dengan cara membandingkan nilai R/C dari tiga komoditas pangan utama.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (1) Kedelai memiliki nilai R/C lebih besar dibanding komoditas padi sawah dan jagung, oleh karena itu usahatani kedelai lebih efisien dibandingkan usahatani padi sawah dan jagung. (2) Produktivitas minimum padi agar kompetitif terhadap kedelai adalah 4.099 ton/ha sedangkan produktivitas minimum jagung agar kompetitif terhadap kedelai adalah 2.722 ton/ha. (3) Harga minimum padi agar kompetitif terhadap kedelai adalah Rp. 3.425 per kilogram sedangkan harga minimum jagung agar kompetitif terhadap kedelai adalah Rp. 3.734 per kilogram.
PENDAPATAN USAHATANI MANGGA DIKAITKAN DENGAN KEMITRAAN DAN KARAKTERISTIK PETANI MANGGA (Kasus pada Petani Mangga di Kecamatan Sindang Kasih, Kabupaten Majalengka yang Bermitra dengan UD Wulan) Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; Yudistira Haikal Arisyi; Rani Andriani Budi Kusumo; Yayat Sukayat
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.015 KB) | DOI: 10.25157/ma.v6i2.3628

Abstract

Mango farmers in Sindang Kasih Subdistrict have been in partnership with UD Wulan Jaya for quite a long time so that there should have been an impact obtained by farmers, especially related to their farming income. This study aims to analyze the relationship between the farmers' income of mango farmers who do mango partnerships with the characteristics of farmers and farmers' perceptions about aspects of the partnership. This research uses a quantitative research design by conducting a survey. The sample withdrawal technique used is a simple random sampling technique such that it is obtained 38 farmer respondents in partnership with UD Wulan Jaya. The data analysis technique used is crosstabulation analysis. The results found that the characteristics of farmers who tend to be relate to the farmer income are age, farming experience, land area and productivity per tree. Meanwhile, the aspect of partnership tends to relate to the income of mango farmers are the completeness of planning, dependence on price determination, increase in income, price guarantee, quality of production results, and mastery of technology.
KOMODITAS POTENSIAL TANAMAN PALAWIJA DI KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH Agus Yuniawan Isyanto; Sudrajat Sudrajat; Muhamad Nurdin Yusuf; Ane Novianty; Beniidzar M. Andrie; Wulan Priantika; Nurlina Harli; Saepul Aziz
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.798 KB) | DOI: 10.25157/ma.v5i2.2399

Abstract

Identification of potential commodities needs to be done in the context of the economic development of a region. This research was carried out with the aim of identifying potential commodities of secondary crops in Blora District, Central Java Province. Data analysis was carried out using the Location Quotient (LQ) method. The results showed that corn was a base commodity for Randublatung, Kradenan, Sambong, Jiken, Bogorejo, Jepon, Banjarejo, and Tunjungan Subdistricts and Blora City. Soybean is a base commodity for Jati, Kedungtuban, Japah and Kunduran Subdistricts. Peanuts are the base commodity for Kedungtuban, Cepu, Japah and Todanan Subdistricts. Mung beans are a basic commodity for Jati, Cepu, Sambong, Japah, Ngawen and Kunduran Subdistricts. Sweet potato is a base commodity for Kradenan, Sambong, Tunjungan and Ngawen Subdistricts, and Blora City. Cassava is a commodity base for the Kradenan, Sambong, Jiken, Banjarejo, Japah and Ngawen Districts
PROFITABILITAS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS Mochamad Ramdan
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.448 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.33

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya dan penerimaan pada usahatani cabai merah (2) profitabilitas dan R/C pada usahatani cabai merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan mengambil lokasi secara purposif di Desa Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Penarikan sampel dalam penelitian ini adalah secara contoh acak kelompok (cluster random sampling). Dari jumlah populasi di sepuluh kelompoktani yang ada di lima desa di Kecamatan Panjalu diambil sebanyak 34 orang responden dari  170 orang yang melakukan usahatani cabai merah atau sebanyak 20 persen dari setiap anggota kelompok tani. Data dari responden ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan : (1) Besarnya biaya produksi total (TC) pada usahatani cabai merah di Kecamatan Panjalu sebesar Rp 34.718.273,25 per hektar per musim tanam, dengan penerimaan sebesar Rp. 147.699.443,41 per hektar per musim tanam; (2) Besarnya profitabiltas usahatani cabai merah per hektar per musim tanam di Kecamatan Panjalu sebesar Rp. 112.981.170,16 dengan R/C 4,25.
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN KENTANG (Solanum tuberosum) DI KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT Qisthy Arinal Haq; Eliana Wulandari
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.785 KB) | DOI: 10.25157/ma.v6i2.3261

Abstract

The number of potato processors in Cikajang Sub-district Garut District is still relatively small, while Cikajang Sub-district Garut District is one of the production centers of potato commodities, which means the availability of abundant raw materials and has potential to be processed into other products to create added value. This problem can be caused by lack of information regarding the amount of added value that can be obtained from the processing. Therefore, the purpose of this study is to analyze the business efficiency and added value of potato processing. This study uses a quantitative research design with a questionnaire as a research instrument to 11 potato processors in Cikajang Sub-district, Garut District using the census method in September – November 2019. Data sources used are primary and secondary data. The data collected was processed using the business efficiency analysis method (RC ratio) and Hayami method. The results showed that the efficiency of processing potatoes into potato chips in Cikajang Sub-district was 1.8 and the added value obtained was Rp 10,647.4 / kg of potato raw material with a value-added ratio of 48.04%.
KELEMBAGAAN TATANIAGA DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI MANGGA MEMILIH SISTEM TEBASAN Dini Rochdiani
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.803 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.52

Abstract

Seiring dengan terjadinya perubahan pada pertanian global saat ini telah memaksa petani mangga untuk memproduksi komoditas secara kontinyu dan bernilai tinggi (melalui berbagai upaya peningkatan nilai tambah). Salah satu upaya petani untuk memenuhi tujuan tersebut adalah dengan melakukan sistem tebasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelembagaan tataniaga petani mangga yang melakukan sistem tebasan dan mengidentifikasi faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi petani mangga dalam melakukan sistem tebasan. Regresi multivariate digunakan sebagai alat analisis utama dalam mengolah data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dengan 30 orang petani di Desa Pasirmuncang, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh temuan penting, yaitu: (1) Dalam kelembagaan tataniaga mangga dengan sistem tebasan terdapat beberapa lembaga yang turut mengalirkan mangga dari produsen ke konsumen akhir, yaitu pedagang pengumpul tingkat Desa/Kecamatan, pedagang besar, para pedagang di pasar tradisional (lokal), eksportir, suplayer dan supermarket. Dalam pemasaran, buah mangga dikelompokan kedalam dua grade, yaitu grade AB merupakan grade utama, dipasarkan secara luas melalui empat saluran dan grade C (non grade) disalurkan ke pasar-pasar tradisional lokal melalui satu saluran pemasaran. Margin pemasaran paling besar terjadi pada saluran pemasaran yang pelaku-pelaku pasarnya melakukan penanganan hasil lebih intensif seperti suplayer dan supermarket dengan sasaran konsumen kelas ekonomi menengah ke atas. Pada seluruh saluran pemasaran grade AB, pedagang agen selalu mendapatkan marjin keuntungan paling besar, yaitu Rp.2.500,-/kg karena mereka merupakan pihak yang paling besar dalam pengeluaran biaya pemasaran dan juga resiko diakibatkan oleh fluktuasi harga jual mangga. Pengembangan produksi mangga masih perlu kerjasama dengan pelaku agribisnis, petani mendapatkan bantuan permodalan dan bimbingan praktek budidaya yang benai sementara pelaku agribisnis dapat memperoleh hasil mangga yang berkualitas, menciptakan peluang pasar baru dar mendirikan industri pengolah mangga segar untuk menjembatani kelebihan produksi pada waktu panen raya.Rata-rata petani mangga bersifat risk averse (penghindar risiko). (2) Secara serempak, faktor umur, pendidikan, pengalaman, luas lahan, biaya produksi, ketersediaan tenaga kerja dalam keluarga, kemampuan petani menanggung risiko, pendapatan petani dari mangga, dan pendapatan petani dari pekerjaan lainnya) mempengaruhi petani mangga untuk memilih sitem tebasan. Secara parsial, faktor umur petani dan faktor memiliki pekerjaan di luar usahatani mangga mempengaruhi secara negatif terhadap pemilihan sistem tebasan oleh petani mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem tebasan di mangga merupakan salah satu alternatif untuk peningkatan keuntungan dan pendapatan bagi petani mangga.
POLA PERGESERAN NILAI KEARIFAN LOKAL SISTEM LADANG BERPINDAH PADA MASYARAKAT ARFAK Yuliana Ataribaba; Iwan Setiawan; Trisna Insan Noor
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.84 KB) | DOI: 10.25157/ma.v6i2.3570

Abstract

Shifting cultivation is a form of traditional agricultural system that has been institutionalized and entrenched in the Arfak tribe. As a local wisdom, a shifting cultivation system is important to maintain in order to protec of local food security. The purpose of this study is to describe shifting cultivation patterns, identify local wisdom values (Igya Ser Hanjob); and analyze the factors that influence the shift of local wisdom values. For this reason, using a quantitative design and survey method. Primary data collected from interviews with 78 respondence using questionnaires instument, were analyzed using descriptive statistics. The results of the study revealed that shifting cultivation patterns had undergone a shift. Shifts occur at the time of planting and the range (area) of farming. Regarding shifting fields, the Arfak tribe has a value of hereditary local wisdom called Igya Ser Hanjob (especially dear to customary land and protecting forests). The shift was influenced by population pressure, oil palm plantations, family gardens, other clan estates, transmigrants and expansion of infrastructure. The recommendation is to protect community land and local wisdom together, through the integration of formal regulations with local (custom) agreements.

Page 6 of 167 | Total Record : 1668