cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
UJI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN BETON DAUR ULANG DENGAN BAHAN TAMBAH ABU TERBANG (FLY ASH) DAN SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Punusingon, Meri Apsari; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material daur ulang merupakan salah satu usaha memanfaatkan limbah yang ada sekaligus meminimalkan jumlah limbah konstruksi dan limbah batubara. Tujuan penelitian untuk mendapatkan berapa proporsi yang tepat serta mengetahui nilai kuat tekan beton yang optimum dengan penambahan fly ash dan serbuk kaca sebagai substitusi parsial semen pada campuran beton. Jumlah benda uji 36 buah silinder berukuran diameter 10 cm dan tinggi 20 cm dengan 3 benda uji untuk setiap variasi. 5 variasi untuk Fly ash terdiri dari 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. 7 variasi untuk serbuk kaca yaitu 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10.5%, 12.5%, dan 15%. Perencanaan campuran beton menggunakan Metode ACI 211.1-91 yang dimodifikasi. Pengujian kuat tekan diuji pada umur beton 28 hari. Hasil pemeriksaan agregat dari pecahan limbah beton didapat keausan agregat kasar 34.4% dengan absobsi sebesar 8.52% dan 12.74% untuk agregat halus. Beton dengan menggunakan agregat buatan dari pecahan limbah beton tergolong beton normal dengan berat volume beton berkisar 2021.23 kg/  - 2061.57 kg/ . Kuat tekan optimum pada fly ash 20% sebesar 18.61 MPa. Variasi C dengan proporsi 20% fly ash dan 5% serbuk kaca menghasilkan nilai kuat tekan optimum sebesar 16.93 MPa. Dengan adanya penambahan serbuk kaca 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5% dan 15% kuat tekan beton meningkat sampai penambahan 5% serbuk kaca. Namun kuat tekan menurun seiring dengan penambahan serbuk kaca 7.5%, 10%, dan 12.5% kemudian naik pada 15% serbuk kaca.Kata kunci: beton daur ulang, fly ash, serbuk kaca, kuat tekan.
PERHITUNGAN SIMPANGAN STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT (STUDI KOMPARASI MODEL PEMBALOKAN ARAH RADIAL DAN GRID) Dewayanti, Oryza; Kumaat, Ellen J.; Dapas, Servie O.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pembalokan pada bangunan berbentuk dasar lingkaran lebih variatif dibandingkan dengan bangunan dengan bentuk dasar lainnya. Contoh dari sistem pembalokan pada bangunan berbentuk dasar lingkaran adalah sistem pembalokan dengan arah radial dan arah grid. Kedua sistem pembalokan ini diaplikasikan pada struktur gedung beton bertulang dengan beban dinamis yang digunakan adalah beban akibat gempa. Penelitian dilakukan untuk membandingkan besarnya simpangan horizontal yang dihasilkan dari struktur bangunan bertingkat berbentuk lingkaran dengan pembalokan arah radial dan grid.Pemodelan struktur yang dianalisis berupa bangunan dengan diameter 30 m, bertingkat 20 lantai, dengan tinggi tiap lantai sebesar 4 m. Analisa struktur dilakukan dengan menggunakan software ETABS.Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa struktur dengan pembalokan arah radial memiliki simpangan horizontal yang lebih kecil daripada simpangan horizontal yang dihasilkan oleh struktur dengan pembalokan arah grid.Kata kunci : bangunan lingkaran, pembalokan, beban gempa, simpangan, ETABS.
ANALISIS STABILITAS TANAH RAWA TERHADAP EMBANKMENT JALAN TOL MANADO BITUNG DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN YANG DIPADUKAN DENGAN ABU TERBANG (FLY ASH) Gunawan, Wiliam Nico; Manoppo, Fabian J.; Sarajar, Alva N.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya dalam stabilisasi Tanah dilakukan dengan metode kompaksi atau penambahan material seperti semen dan abu terbang (fly ash). Dalam penelitian ini dilakukan stabilisasi terhadap Tanah rawa dengan menggunakan semen yang dipadukan dengan abu terbang (fly ash). semen merupakan material hasil dari industri yang biasanya digunakan dalam pelaksanaan konstruksi beton sedangkan abu terbang (fly ash) merupakan material dari limbah industri pembakaran batubara dan dapat mencemarkan lingkungan jika tidak dipergunakan secara bijak. semen dan abu terbang, keduanya dapat digunakan untuk perbaikan sifat mekanik dari tanah, karena keduanya memiliki sifat sebagai perekat yang baik. Penelitian ini mengambil tanah rawa yang berada pada pembuatan jalan tol Manado-Bitung dengan menggunakan 4% campuran semen dari berat sampel dan divariasikan dengan 4%, 8%, 12%, 16% dan 20% abu terbang (fly ash). Hasil dari penelitian ini menunjukkan peningkatan daya dukung tanah dan dapat menahan beban embankment dan jalan tol Manado-Bitung.Kata kunci: stabilisasi, abu terbang (fly ash), semen, tanah rawa
PERENCANAAN PENGEMBANGAN BANDAR UDARA RENDANI DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT Tumbelaka, Hanna; Jansen, Freddy; Lintong, Elisabeth
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Manokwari merupakan salah satu daerah yang strategis dalam kaitannya dengan pembangunan di Provinsi Papua Barat. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang maka bandar udara Rendani perlu diadakan pengembangan. Penelitian yang dilakukan untuk penulisan ini menggunakan data sekunder, yaitu data klimatologi, topografi, arus lalulintas udara, serta data penduduk yang dijadikan acuan sebagai dasar dari perencanaan pengembangan bandar udara Rendani. Dalam perencanaan pengembangan bandar udara Rendani, yang direncanakan yaitu Runway, Taxiway, Apron dengan menggunakan pesawat standar Boeing 737-900ER dan mengacu pada standar ICAO. Untuk perencanaan perkerasan mengacu pada standar FAA dan PCA, dengan data tanah diambil dari data tanah setempat. Perencanaan terminal area yang meliputi terminal penumpang, gudang dan areal parkir kendaraan yang dianalisa menggunakan analisa regresi linier. Dari analisa akan didapat hasil pergerakan pesawat, penumpang, bagasi, dan kargo serta pergerakan pesawat dan penumpang pada jam sibuk untuk masa yang akan datang. Panjang runway yang dibutuhkan adalah 2.936m yang terbentang pada azimut 170-350, untuk perkerasan runway dan taxiway didapat tebal 86 cm, luas apron 85m x 285m, setelah dilakukan pengembangan untuk parkir 5 pesawat, luas yang dipakai untuk apron adalah 98m x 342m, tebal perkerasan rigid pada apron 43 cm (metode PCA) dan 37cm (metode FAA), luas gedung terminal 183.048 m², luas gudang 800 m² dan luas pelataran parkir adalah 30.752 m².   Kata kunci :     Bandar Udara Manokwari, Perencanaan Pengembangan Bandar Udara, Runway, Taxiway, Apron, Terminal Penumpang.
ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI TEMBRAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA Nadia, Kivani; Mananoma, Tiny; Tangkudung, Hanny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tembran di Kabupaten Minahasa Utara, melewati Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat. Sungai Tembran juga melintasi kawasan pembangunan jembatan yang merupakan bagian dari jalan Tol Manado-Bitung, sehingga diperlukan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang nantinya akan diperlukan pada perencanaan struktur jembatan tersebut.Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari dua pos hujan, yaitu pos hujan Kaleosan dan pos hujan Talawaan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun, yaitu dari tahun 2008 s/d 2017. Setelah diperoleh besaran curah hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Dalam kalibrasi ini, parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukkan nilai 0,852. Analisis debit banjir dilakukan dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Tembran yang ditinjau masih mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Tembran, Debit Banjir, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS.
ALTERNATIF PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH UNTUK ZONA PELAYANAN IPA SEA KOTA MANADO Dasir, Fandy Rayyan; Halim, Fuad; Kawet, Lingkan; Jasin, Muhammad I.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zona pelayanan IPA Sea yang terletak di Kecamatan Malalayang merupakan zona pelayanan yang dimiliki oleh PT. Air Manado. Pada zona ini masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses pelayanan distribusi air bersih selayaknya. Hal ini disebabkan karena kapasitas penyadapan oleh IPA Sea tidak cukup untuk melayani masyarakat saat ini yang semakin hari semakin bertambah. Untuk itu diperlukan pengembangan sistem penyediaan air bersih sehingga dapat memenuhikebutuhan air bersih di zona pelayanan IPA Sea.Sistem penyediaan air bersih direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah studi sampai tahun 2032. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk yang pertumbuhannya dianalisis dengan menggunakan analisa regresi linier. Untuk mendesain sistem penyediaan air bersih digunakan software EPANET 2.0.Dari hasil perhitungan analisis kebutuhan air bersih untuk zona pelayanan IPA Sea pada tahun 2032 dengan pelayanan 80% mencapai 11,36 liter/detik. Kapasitas penyadapan ditambah menjadi 50% dari debit Sungai Sea atau sebesar 12,5 liter/detik dimana sistem yang lama akan diganti dengan sistem yang baru. Pengembangan sistem penyediaan air bersih terdiri dari intake, pipa transmisi air baku Ø200mm dan panjang (L) = 78,21m, unit pengolahan (IPA), pipa transmisi air bersih Ø150mm dan panjang (L) = 52,21m, resevoar distribusi tipe ground reservoar berukuran 13,90m x 10,80m x 2,70m, pipa distribusi Ø25mm s/d Ø125mm.Kata kunci: IPA Sea, Sistem Penyediaan, Kebutuhan air
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KETERLAMBATAN PEKERJAAN DI KANTOR KECAMATAN MORI ATAS KABUPATEN MORI UTARA SULAWESI TENGAH Langgeroni, Reni; Tjakra, Jermias; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis faktor keterlambatan di proyek ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti faktor yang sangat berpengaruh dalam keterlambatan perkerjaan di proyek. Serta untuk kedepannya dapat meminimalisir keterlambatan di berbagai proyek baik yang sudah berlangsung maupun proyek yang akan berlangsung.Analisis faktor keterlambatan di proyek digunakan sebagai salah satu acuan untuk meminimalisir keterlambatan di proyek. Tolak ukur dan landasan untuk melakukan analisis ini adalah data kuisioner, data lapangan dalam hal ini wawancara yang dilakukan pada para pekerja lapangan. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan dari analisis yang dilakukan dengan menggunakan SPSS, rangking 1 adalah dengan faktor keterlambatan (jadwal pekerjaan tidak berjalan sesuai dengan kontrak kerja) dengan kinerja waktu sedikit terlambat dari jadwal antara 4 sampai 8 minggu. Rangking 2 dengan faktor keterlambatan (jadwal pengadaan material tidak tepat waktu), (kurangnya pengawasan dari pemerintah dalam berjalannya proyek) dengan kinerja waktu terlambat lebih dari 8 minggu.  Kata kunci: analisis, SPSS, factor keterlambatan,proyek, Kec Mori
ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN DI SUNGAI AIR KOLONGAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Sumardi, Mirza Arrazy; Hendratta, Liany A.; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Air Kolongan, adalah anak sungai yang mengalir melewati daerah Kolongan, Kawangkoan, Suwaan dan bermuara di sungai Tondano. Sungai Air Kolongan merupakan anak sungai yang bermuara langsung di Sungai Tondano dan diperkirakan akan mengangkut sejumlah sedimen ke Sungai Tondano yang selanjutnya akan terbawa masuk ke daerah waduk Kuwil dan dapat berdampak terhadap kapasitas waduk tersebut. Oleh karena itu, untuk menanggulangi masalah tersebut, di perlukan analisis mengenai besarnya angkutan sedimen di daerah ini.Untuk menghitung angkutan sedimen di sungai Air Kolongan dititik kontrol daerah Suwaan, di gunakan metode Van Rijn dan Einstein, yang akan dianalisis terhadap data debit aliran sungai selama 10 tahun. Data debit air sungai selama 10 tahun dilakukan dengan pendekatan dengan metode NRECA, untuk analisis tersebut, diperlukan data curah hujan selama 10 tahun dan data klimatologi, seperti: temperatur, kelembaban, kecepatan angin, dan durasi penyinaran matahari.Dari hasil perhitungan, diperoleh angkutan sedimen total berdasarkan debit andalan sungai selama 10 tahun. Debit andalan terbesar pada bulan Januari sebesar 0,682 m3/det, diperoleh hasil total angkutan sedimen dengan metode Van Rijn sebesar 0,1920 kg/det dan untuk metode Einstein dengan debit yang sama diperoleh hasil total angkutan sedimen sebesar 0,1092 kg/det. Hasil analisis angkutan sedimen diperoleh bahwa persamaan Van Rijn menghasilkan nilai angkutan sedimen yang terbesar, sehingga metode Van Rijn lebih direkomendasikan untuk menganalisis angkutan sedimen di sungai Air Kolongan. Akibat debit terbesar di bulan januari terjadi kenaikan dasar sungai sebesar 0,628 m/tahun untuk metode Van Rijn dan 0,360m/tahun untuk metode Einstein. Kata kunci : Sedimen total, Sedimentasi, Sungai Air Kolongan
ANALISIS PENGARUH JARAK DAN KONFIGURASI TIANG PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP DEFLEKSI TIANG PANCANG KELOMPOK AKIBAT BEBAN LATERAL Lamansari, Faizal S.; Balamba, Sjachrul; Manaroinsong, Lanny D. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi tiang merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang digunakan untuk menerima dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah keras yang terletak pada kedalaman tertentu.Penelitian ini dilakukan untuk melihat besar defleksi yang terjadi akibat jarak dan konfigurasi tiang terhadap defleksi tiang pancang kelompok akibat beban lateral. Penelitian ini merupakan penelitian skala kecil uji model laboratorium yang dilakukan dengan uji pembebanan (Load Test) secara lateral pada tanah lempung berpasir terhadap pondasi tiang kelompok ujung tertutup yang mana model tiang pancang berbentuk bulat, jarak tiang 3D, 4D, 5D, 6D dan konfigurasi tiang persegi, segitiga, dan jajar genjang yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan perhitungan manual.Dari penelitian ini diketahui bahwa, model tiang persegi (empat tiang), segitiga (tiga tiang) dan Jajar Genjang (empat tiang), Jarak 3D terjadi defleksi yang lebih besar di bandingkan dengan model tiang dengan jarak 4D, 5D dan 6D, dan model tiang persegi (empat tiang) memiliki defleksi yang lebih kecil akibat konfigurasi tiang dibandingkan dengan model tiang segitiga (tiga tiang) dan model tiang jajar genjang (empat tiang). Didapatkan juga defleksi akibat variasi beban bahwa semakin besar beban yang diberikan maka semakin besar defleksi yang terjadi. Dari perbandingan hasil laboratorium dan hasil analitis secara umum didapatkan perbedaan sebesar ± 45 % dan model tiang segitiga (tiga tiang) memiliki defleksi yang lebih besar dibandingkan dengan model tiang persegi (empat tiang) dan jajar genjang (empat tiang). Kata Kunci : Pondasi Tiang Pancang, Jarak, Konfigurasi, Defleksi Lateral
PERENCANAAN PENGEMBANGAN BANDAR UDARA PITU KABUPATEN PULAU MOROTAI PROVINSI MALUKU UTARA Tambengi, Angelica L. D.; Lintong, Elisabeth; Jansen, Freddy
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Morotai adalah kabupaten definitif baru yang terletak di kepulauan Halmahera, Kepulauan Maluku, Indonesia. Sebagai bagian dari Provinsi Maluku Utara, pulau ini menjadi salah satu pulau paling utara di Indonesia. Pulau Morotai merupakan 1 dari 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia. Pulau Morotai juga sangat strategis sebagai jalur perdangangan di Indonesia Timur. Bandar Udara Pitu terletak di ibu kota kabupaten dan saat ini tergolong sebagai bandar udara perintis dengan jenis pesawat yang beroperasi ATR 72-500/600 sehingga dianggap perlu untuk dilakukan pengembangan agar wisatawan dapat menjangkau pulau ini lebih cepat. Perencanaan pengembangan suatu lapangan terbang harus memperkirakan arus lalu lintas dimasa yang akan datang. Dengan menganalisa data tiga tahun pergerakan pesawat, jumlah penumpang, bagasi dan cargo menggunakan analisa regresi dapat diramalkan arus lalu lintas dimasa yang akan datang sehingga pengembangan bandar udara dianggap perlu dilakukan atau tidak. Untuk data-data sekunder yang diperoleh dari bandara seperti data klimatologi, data frekwensi pesawat, data penumpang, data bagasi, dan data CBR digunakan sebagai acuan merencanakan pengembangan bandar udara.Rencana pengembangan bandar udara Pitu Morotai antara lain: Runway, Taxiway, Apron, Perkerasan landasan, Termial penumpang, Gudang, Area parkir, Marking landasan, dan Perlampuan.Hasil perhitungan mengacu pada standar International Civil Aviation Organitation (ICAO) dengan pesawat rencana B 737-900 ER, diperoleh ukuran runway 2.800 x 45 meter, taxiway 175 x 25 meter, dan luas apron 285 x 98 meter = 27.930 m2. Tebal perkerasan lentur dengan menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) adalah 31 inch, dan tebal perkerasan kaku yang diperoleh dengan menggunakan metode Portland Cement Afiation (PCA) adalah 14,5 inch. Luas total gedung terminal 56.250 m2 (sudah termasuk dengan fasilitas pendukung), luas gudang 70 m2, dan luas area parkir 22.500 m2. Kata kunci: Pulau Morotai, Pengembangan Bandar Udara, B 737-900 ER.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue