cover
Contact Name
Netty Ermawati
Contact Email
netty@polije.ac.id
Phone
+62331-333532
Journal Mail Official
agriprima@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po.Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121 - Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences
ISSN : 25492934     EISSN : 25492942     DOI : https://doi.org/10.25047/agriprima
Agriprima merupakan jurnal ilmiah pertanian terapan yang mencakup berbagai topik di bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian di bidang pemuliaan dan genetika tanaman, bioteknologi tanaman, teknologi perbenihan, perlindungan tanaman, ilmu tanah, nutrisi tanaman, teknologi panen dan pasca panen, serta inovasi yang relevan dan prospektif untuk kemajuan pertanian dan produksi tanaman. Jurnal ini diterbitkan enam bulanan pada bulan Maret dan September. Semua makalah yang dikirimkan sepenuhnya ditinjau sejawat oleh reviewer yang berkualifikasi dengan keahlian di bidang yang sesuai untuk artikel tersebut.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER" : 9 Documents clear
Peran Biochar dan Biofertilizer untuk Meningkatkan Kemampuan Tanah Menahan Air dan Ketersediaan Forfor pada Tanah Ultisol Perdana, Andrian; Sidik Yunedi; Eka Lupitasari
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.703

Abstract

Tanah ultisol merupakan tanah suboptimal dengan drainase buruk yang memiliki kemampuan menahan air dan ketersediaan fosfor yang rendah. Tanah ultisol mendominasi 25% dari total luas daratan Indonesia, sehingga perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pemberian biochar diharapkan mampu mengatasi permasalahan kemampuan menahan air, sedangkan biofertilizer pelarut fosfat mampu meningkatkan ketersediaan P di tanah ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemberian biochar dan biofertilizer pelarut fosfat terhadap peningkatan kemampuan tanah menahan air dan ketersediaan P pada tanah ultisol. Penelitan ini merupakan eksperimen faktorial 4×3 yang disusun menurut rancangan acak lengkap. Faktor I merupakan jenis biochar: C0 (tanpa biochar), C1 (biochar sekam padi), C2 (biochar tempurung kelapa), dan C3 (biochar cangkang kelapa sawit). Faktor II, yaitu jenis biofertilizer yang terdiri dari tiga taraf: F0 (tanpa biofertilizer), F1 (biofertilizer dari B. subtilis), dan F2 (biofertilizer dari P. fluorescens). Data hasil analisis ragam diuji lanjut dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar dan biofertilizer pelarut fosfat mampu meningkatkan kemampuan tanah menahan air, P-tersedia, dan C-organik tanah, serta mampu meningkatkan performa keragaan tanaman kedelai. Biochar dari sekam padi dan biofertilizer dari B. subtilis lebih efektif untuk memperbaiki sifat tanah dan keragaan tanaman dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun terhadap Tingkat Ketebalan Mulsa Organik Jerami Padi Djami Adi, Defiyanto; Choirunnisa, Jessyca Putri; Samul, Kristina Novera; Nongko , Marianus Veri; Ajud, Valentina Ernawati; Darling, Ardianus Rahmat; Nagut, Yohanes Krispianus
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.718

Abstract

Bawang daun merupakan salah satu jenis komoditas hortikultura yang potensial dan memegang peran strategis dalam pembangunan sektor pertanian. Produksi bawang daun di Indonesia tidak stabil di beberapa tahun terakhir. Ketidakstabilan ini berpengaruh pada ketersediaan bawang daun segar sesuai dengan permintaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organik jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi bawang daun. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelompok Tani Spirit Soverdia (KWT) La’o, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai pada bulan Desember 2024-April 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat taraf perlakuan dan diulang sebanyak enam kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 = tanpa mulsa jerami padi; P1 = ketebalan mulsa jerami padi 1 cm; P2 = ketebalan mulsa jerami padi 3 cm; P3 = ketebalan mulsa jerami padi 4,5 cm. Perlakuan ketebalan mulsa jerami padi tidak berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang akar, dan berat segar. Perlakuan tingkat ketebalan mulsa 3 cm berbeda nyata pada parameter jumlah anakan umur 6 minggu setelah tanam (MST). Rata-rata parameter pengamatan dengan perlakuan tingkat ketebalan mulsa tidak berbeda nyata, namun memberikan dampak positif pada jumlah anakan tanaman bawang daun. Perlakuan terbaik pada penelitian ini terdapat pada tingkat ketebalan mulsa jerami padi 3 cm.
Inovasi Pupuk Organik Cair Berbahan Whey Tahu dan Limbah Rumah Tangga serta Uji Aplikatif pada Perkecambahan Kacang Hijau Nicky, Dhea; Bintari, Siti Harnina
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.727

Abstract

Pupuk organik cair (POC) merupakan alternatif ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang berdampak negatif pada ekosistem dan keberlanjutan pertanian. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas POC berbahan dasar limbah rumah tangga berupa whey tahu, kulit pisang, blotong, dan kulit telur. Metode yang digunakan adalah fermentasi dua tahap, yaitu fermentasi terpisah masing-masing bahan selama tujuh hari, kemudian pencampuran seluruh bahan dengan penambahan molase dan EM4, dilanjutkan fermentasi lanjutan selama 21 hari dalam kondisi anaerob. Parameter pengamatan meliputi karakteristik fisik larutan seperti warna, aroma, kejernihan, pH, dan endapan. Uji aplikatif dilakukan pada benih kacang hijau untuk mengukur efektivitas POC terhadap panjang rata-rata kecambah. Hasil menunjukkan bahwa POC yang dihasilkan memiliki warna cokelat pekat, aroma asam ringan, pH netral hingga sedikit asam, serta stabil secara visual dan sensorik. Uji efektivitas menunjukkan bahwa rata-rata panjang kecambah pada perlakuan POC adalah 7,84 cm, sedangkan kontrol hanya 6,10 cm. Selisih panjang kecambah (1,74 cm) melebihi nilai BNT 5% (0,93 cm), yang menunjukkan adanya perbedaan nyata antarperlakuan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa formulasi POC dari limbah organik rumah tangga melalui fermentasi dua tahap mampu menghasilkan pupuk cair yang efektif mendukung pertumbuhan awal tanaman dan memiliki potensi besar sebagai solusi pemupukan berkelanjutan.
Respons Fisiologis dan Anatomi Padi Aromatik (Oryza sativa L.) terhadap Cekaman Kekeringan melalui Analisis Klorofil, Prolin, dan Kerapatan Stomata Mudhor, Mohammad Ali; Nurmala Sari, Eka; Susilowati, Erlin
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.757

Abstract

Padi aromatik varietas Sintanur memiliki nilai jual tinggi karena aroma khas dan kualitas beras premium, namun rentan terhadap cekaman kekeringan akibat perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh cekaman kekeringan terhadap kandungan klorofil, prolin, dan kerapatan stomata sebagai indikator fisiologis toleransi kekeringan pada padi aromatik Sintanur. Penelitian dilakukan di Greenhouse Program Studi Agronomi dan Laboratorium CDAST Universitas Jember dengan rancangan acak lengkap non-faktorial, lima taraf perlakuan kapasitas lapang (kontrol, 100%, 80%, 60%, 40%), enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi kandungan klorofil menggunakan SPAD-10, prolin dengan metode Bates (1973), dan kerapatan stomata melalui cetakan cat kuku. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan kandungan klorofil menurun signifikan seiring meningkatnya cekaman kekeringan, terutama pada taraf 80%, 60%, dan 40% kapasitas lapang. Sebaliknya, kandungan prolin meningkat, berperan sebagai osmoprotektan dan penetral radikal bebas, menjaga turgor sel di bawah kondisi stres. Kerapatan stomata juga menurun pada cekaman berat sebagai mekanisme adaptasi untuk mengurangi kehilangan air, meskipun varietas Sintanur menunjukkan kerapatan stabil pada kapasitas lapang 100%. Ketiga parameter ini menjadi indikator penting dalam seleksi varietas padi aromatik toleran kekeringan. Sintanur menunjukkan respons adaptif pada cekaman sedang, namun performanya menurun drastis pada kekeringan berat, sehingga diperlukan program pemuliaan lanjutan.
Pengaruh Bunga Baby Blue (Nemophila menziesii) sebagai Tanaman Refugia terhadap Keanekaragaman Artropoda pada Lahan Cabai Rawit Monokultur dan Polikultur Fadhilah, Kirana; Anton Meilus Putra
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.765

Abstract

Tanaman cabai rawit merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan masyarakat. Salah satu penyebab rendahnya produksi tanaman cabai rawit di Indonesia adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) terutama hama. Pengendalian hama yang dilakukan petani masih kurang tepat seperti penggunaan insektisida sintetik yang sehingga diperlukan pengendalian yang dapat mengurangi residu bahan kimia dan ramah lingkungan seperti penerapan pola tanam yang tepat dan penggunaan tanaman refugia. Penerapan pola tanam diduga berpengaruh pada keanekaragaman hama dan penggunaan tanaman refugia bunga baby blue (Nemophila menziesii) dapat menarik artropoda hama, musuh alami, dan pollinator (serangga lain). Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh bunga baby blue terhadap keanekaragaman artropoda dengan berbagai peran (hama, musuh alami, dan serangga lain) pada lahan cabai rawit dengan pola tanam monokultur dan polikultur. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah observasi lapang dan pengumpulan data. Hasil penelitian menyatakan bahwa bunga baby blue tidak mempengaruhi keanekaragaman artropoda yang ada pada lahan cabai rawit monokultur dan polikultur, namun bunga baby blue mempengaruhi kelimpahan artropoda. Hal tersebut disebabkan persamaan jenis tanaman utama yang digunakan, kemudian untuk kelimpahannya dipengaruhi oleh banyaknya jenis dan jumlah tanaman dari masing-masing lahan. Adapun artropoda yang ditemukan pada bunga baby blue berjumlah 14 jenis dengan peran hama, 13 jenis dengan peran musuh alami, 2 jenis dengan peran pollinator, dan 2 jenis dengan peran serangga lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bunga baby blue tidak mempengaruhi keanekaragaman, namun lebih berpengaruh pada kelimpahan artropoda.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa) terhadap Aplikasi Pupuk Hayati Bio-P60 dan Bio-T10 Wilujeng Hidayati; Saparso; Sevirasari, Nindy
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.770

Abstract

Hidroponik menjadi teknik budidaya yang banyak digunakan dalam praktik pertanian perkotaan karena mudah penerapannya dan cocok untuk wilayah minim lahan. Pemilihan sistem hidroponik penting dipertimbangkan menyesuaikan karakteristik sumber daya. Namun dalam budidaya hidroponik terkadang ditemui kendala karena kurang nutrisi maupun adanya serangan penyakit busuk akar. Pupuk hayati menjadi salah satu solusi mengatasi hal terebut dengan memanfaatkan mikroorganisme yang dapat bersimbiosis dengan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan sistem hidroponik dan jenis pupuk hayati yang menghasilkan selada terbaik. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu sistem hidroponik (Wick dan NFT) dan pupuk hayati (tanpa pupuk hayati, Bio-P60 dan Bio-T10) sehingga didapatkan 6 kombinasi perlakuan. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (α=5%) dan jika beda nyata data dianalisis lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (α=5%). Hasil menunjukkan bahwa sistem hidroponik tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot ekonomis selada. Namun, pupuk hayati Bio-T10 menghasilkan luas daun tertinggi. Aplikasi Bio-T10 dan Bio-P60 meningkatkan bobot biologis dan bobot ekonomis selada dibandingkan tanpa perlakuan pupuk hayati. Hasil terbaik yang disarankan untuk praktik pertanian perkotaan adalah penggunaan sistem Wick sederhana yang dikombinasikan dengan aplikasi Bio-T10.
Studi Pengaplikasian Pupuk Kasgot BSF pada Tanaman Pakcoy pada Media Tanah Berpasir Shofiyatun Nisa; Erick Yuhardi; Sinar Suryawati; Beauty Laras Setia Pertiwi
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.775

Abstract

Produksi pakcoy di Indonesia, khusunya di Jawa Timur mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini mengindikasikan adanya tantangan dalam stabilitas produksi pakcoy yang perlu segera diatasi guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.  Upaya dalam mengatasinya dengan memperbaiki karakteristik tanah melalui penambahan bahan organik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk kasgot BSF dari bahan baku berbedapada lahan berpasir terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di Greenhouse dan Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura pada bulan September 2024 -Februari 2025. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial yang terdiri atas 5 perlakuan dengan pengulangan 4 kali. P0 = tanpa perlakuan pupuk kasgot (0 g/polybag); P1 = pupuk kasgot nasi basi (125 g/polybag); P2 = pupuk kasgot sampah buah (125 g/polybag); P3 = pupuk kasgot ampas tahu (125 g/polybag); P4 = pupuk kasgot campuran (nasi basi, sampah buah, dan ampas tahu) (125 g/ polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kasgot berpengaruh nyata terhadap berat basah pakcoy sebesar 56,94 g dibandingkan dengan kontrol dan berat kering pakcoy sebesar 3,94 g dibandingkan dengan kontrol.
Aplikasi Jenis ZPT dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Setek 1 Ruas Lada (Piper ningrum L.) Varietas Nyelungkup Lestari, Tri; Deni Pratama; Waldi Romadhon; Ana Feronika
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.778

Abstract

Rendahnya produksi tanaman lada putih di Bangka Belitung disebabkan oleh degradasi lahan akibat aktivitas penambangan timah. Perbanyakan lada melalui setek merupakan solusi untuk mengatasi ketersediaan bibit secara cepat mendukung peningkatan produksi tanaman lada. Keberhasilan setek ditentukan oleh kemampuan pembentukan akar dan tunas yang dapat dioptimalkan melalui aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT) dan pemupukan NPK yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi jenis zat pengatur tumbuh (ZPT) dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit lada (Piper nigrum L.) varietas Nyelungkup. Penelitian dilaksanakan di Penangkaran Bibit Desa Pusuk, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Rancangan lingkungan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama adalah jenis ZPT yaitu ZPT alami (air kelapa 25%) dan ZPT sintetik (Rootone F 0.5 g). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK mulai dari 0, 5, 10 hingga 20 g/polybag. Data hasil pengamatan di uji Anova dan uji rerata DMRT pada taraf 95%. Hasil menunjukkan bahwa jenis ZPT berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit lada. ZPT sintetik memberikan hasil terbaik pada diameter batang, sedangkan ZPT alami optimal untuk luas daun. Pupuk NPK dengan dosis 20 g/polybag memberikan hasil terbaik pada seluruh parameter pertumbuhan yaitu waktu muncul tunas, panjang tunas, jumlah daun, diameter tunas, luas daun, dan panjang akar. Kombinasi ZPT sintetik dengan pupuk NPK 20 g/polybag menghasilkan interaksi terbaik untuk waktu muncul tunas, panjang tunas, dan diameter tunas.
Evaluation of the Insecticidal Activity of Essential Oil Extracted by SteamDistillation from Fresh Leaves of Melaleuca leucadendronon Sitophiluszeamais, a Pest of Maize Stocks DIOUF, El Hadji Gorgui; Adama Faye; Ababacar Diouf; Alioune Diouf; Mamadou Latyr Ndour; Mamadou Kébé; Talibouya Ndior; Alioune Ndiaye
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.779

Abstract

Post-harvest losses due to insect pests represent a major challenge for cereal conservation in sub-Saharan Africa, particularly for maize storage. Conventional chemical insecticides, although effective, present risks of toxicity, environmental pollution, and the development of insect resistance. As a result, research has increasingly focused on natural, sustainable alternatives derived from aromatic plants. This study evaluates the insecticidal activity of essential oil extracted by steam distillation from fresh Melaleuca leucadendron leaves against Sitophilus zeamais, the main pest affecting maize stocks in Senegal. The extractions yielded an average of 0.75%, and GC-MS analysis revealed a composition dominated by sesquiterpenes, mainly γ-gurjunene (35.47%), nerolidol (17.47%), and farnesol (15.51%), indicating a high content of bioactive compounds. Maize grains were treated with different doses of oil (25 to 100 μL) and exposed to insects for 36 days, with adult mortality and the emergence of new generations being monitored and analyzed by ANOVA. The results show that mortality is highly dose-and time-dependent, with high doses causing total mortality on the first day, while lower doses induce a slower but longer-lasting residual effect. The emergence of new generations is significantly reduced, especially at high concentrations, and the efficacy is attributed mainly to sesquiterpenes, possibly enhanced by the synergistic effect of minor compounds. These observations suggest that M. leucadendron essential oil is a promising natural alternative to chemical insecticides for maize preservation, although further research is needed to optimize its formulation and stability and to assess its impact on grain quality.

Page 1 of 1 | Total Record : 9