cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 1,131 Documents
ISOLASI DAN UJI ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT DARI TUMBUHAN MANGROVE Soneratia alba DI PESISIR KOTA MANADO Nelsyani Pasappa; Johanis J. Pelealu; Agustina Monalisa Tangapo
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41732

Abstract

ABSTRACTSymbiosis of endophytic fungi mutualism with plant tissue is able to produce secondary metabolite compounds similar to their host. The study aimed to isolate, characterize and test the antibacterial effectiveness of endophytic fungi isolates isolated from S. alba mangroves. Methods used include planting explants in isolation and testing antibacterial effectiveness with the modified Kirby-Bauer method. The results of the study obtained five endophytic fungi isolates isolated from mangrove S. alba with characteristics of fungi isolated macroscopic both color, shape, texture and speed of growth and microscopically with the discovery of hyphae that is blocked, branched and transparent and some isolates with spreading spores. Antibacterial testing showed all five endophytic fungi isolates positively inhibited the test bacteria. The highest Sone 3 isolate inhibited E. coli growth by 26.67 mm and the Sone 9 isolate provided the highest resistance to S. aures bacteria by 32.33 mm and against P. aeruginosa by 32.33 mm. This suggests all five fungal isolates have antibacterial compounds. Keywords: Antibacterial, Endophytic fungi, Secondary metabolite, Soneratia alba.    ABSTRAK Simbiosis mutualisme jamur endofit dengan jaringan tumbuhan mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang mirip dengan inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi dan menguji efektivitas antibakteri isolat jamur endofit yang diisolasi dari mangrove S. alba. Metode yang digunakan meliputi tanam eksplan dalam isolasi dan  uji efektivitas antibakteri dengan metode Kirby-Bauer yang dimodifikasi. Hasil penelitian diperoleh lima isolat jamur endofit yang diisolasi dari mangrove S. alba dengan karakteristik isolat jamur yang berbeda secara makroskopis baik warna, bentuk, tekstur serta kecepatan pertumbuhannya dan secara mikroskopis dengan ditemukannya hifa yang bersekat, bercabang dan transparan serta beberapa isolat dengan spora yang menyebar. Pengujian antibakteri menunjukkan kelima isolat jamur endofit positif menghambat bakteri uji. Isolat Sone 3 paling tinggi menghambat pertumbuhan E.coli sebesar 26,67 mm dan isolat Sone 9 memberikan hambatan tertinggi terhadap bakteri S.aures sebesar 32,33 mm dan terhadap P. aeruginosa sebesar 32,33 mm. Hal ini menunjukkan kelima isolat jamur memiliki senyawa antibakteri.Kata kunci: Antibakteri, Jamur endofit, Metabolit sekunder, Soneratia alba.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN ARA (Ficus Carica L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aures PENYEBAB INFEKSI KULIT Putri Margaretha Glaudy Pani; Christhalia Iewanda Rumalutur; Amanda Putri Pratikto; I Dewa Ayu Accyuta Kirana; Gusti Ayu Wulandar; Elli Juliana Suoth
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41733

Abstract

ABSTRACTStaphylococcus aureus is one of the bacteria that causes infection which must be treated with antibiotics. The use of therapy that is not in accordance with the dose can cause resistance. Another alternative that can be done to deal with this resistance is to use herbal ingredients as the basis for therapy. The fig plant has been known by the public as a useful medicinal plant. Both the leaves and fruit of the fig plant contain many secondary metabolic compounds that are good for health. This study aims to find an appropriate cream formulation based on natural ingredients and to develop fig leaf extract which has been analyzed for its benefits as an antibacterial that inhibits the growth of Staphylococcus aureus bacteria in the form of a cream preparation so that it is easy to use. This research is an experimental laboratory research using the modified agar diffusion method, Kirby and Baeur diffusion, by means of wells. The results of the antibacterial effectiveness test showed fig leaf extract cream (Ficus carica L.) with a concentration of 15% had a larger diameter of the inhibition zone against Staphylococcus aureus with an average diameter of 10 cm on each bacterial medium. Fig leaf extract cream (Ficus carica L.) with a concentration of 15% has a soft texture even though it is stored at room temperature, hot or cold temperatures, the pH of the preparation of fig leaf extract cream (Ficus carica L.) is in accordance with skin pH (Ph = 6 ) so that it can be applied to the skin, the dispersion of the preparation is better than the other concentrations, namely free 250 grams with a diameter of 6 cm, and good adhesion, which is 5 seconds.Keywords: Antibiotic-Resistant Bacteria, Green gedi, Bioactive compounds, Molecular docking.  ABSTRAKStaphylococcus aures merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi yang harus diterapi dengan antibiotik. Penggunaan terapi yang tidak sesuai dosis dapat menyebabkan terjadinya resistensi. Adapun alternatif lain yang dapat dilakukan untuk menangani reseistensi tersebut ialah dengan menggunakan bahan herbal sebagai bahan dasar terapi. Tanaman ara sudah dikenal oleh masyarakat sebagai tanaman obat yang bermanfaat. Baik daun dan buah tanaman ara mengandung banyak senyawa metabolic sekunder yang baik bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan suatu formulasi krim yang tepat berbasis bahan alam dan mengembangkan ekstrak daun ara yang telah dianalisis manfaatnya sebagai antibakteri yang menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aures dalam bentuk sediaan krim sehingga memudahkan dalam penggunaannya. Penelitian merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan metode difusi agar, difusi Kirby dan baeur yang dimodifikasi, dengan cara sumuran. Hasil pengujian efektivitas antibakteri menunjukkan krim ekstrak daun ara (Ficus carica L.) dengan konsentrasi 15% memiliki diameter zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang lebih besar dengan rata-rata diameter 10 cm pada setiap media bakteri. Krim ekstrak daun ara (Ficus carica L.) dengan konsentrasi 15% memiliki tekstur yang lembut meskipun disimpan dalam suhu ruang, suhu panas maupun suhu dingin, pH sediaan krim ekstrak daun ara (Ficus carica L.) sesuai dengan pH kulit (Ph = 6) sehingga dapat diaplikasikan untuk kulit, daya sebar sediaan lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi yang lain yaitu bebas 250 gram dengan diameter 6 cm, serta daya lekat yang baik yaitu 5 detik.Kata kunci: Staphylococcus aures, Daun ara, Efektivitas antibakteri, Krim ekstrak daun ara.
EFEKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA SAYAT GEL EKSTRAK ALGA TURBINARIA ORNATA PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Ravael Kurnia Kolibu; Paulina V. Y. Yamlean; Jainer Pasca Siampa
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41734

Abstract

ABSTRACT Turbinaria ornata algae is a type of algae that has known activity as antibacterial, anti-inflammatory, antioxidant activity which is in line with the mechanism of wound healing. Alga Turbinaria ornata is also one of the brown algae that contains alginate and neophytadiene compounds and has been shown to have wound healing activity. This study aimed to test the effectiveness of the ethanolic extract gel of Turbinaria ornata on wound healing in white rats. Algae extract gel of Turbinaria ornata was tested on 5 groups of rats, consisting of 3 rats in each treatment group, namely negative control, positive control, ethanolic extract gel of Algae Turbinaria ornata 5%, 10% and 15%. Observations were made until day 14. Data were tested using ANOVA (Analysis of Variant). The results of statistical tests showed that there was no significant difference in the duration of wound healing in male white rats. However, the preparation with a concentration of 15% showed faster healing data among the Turbinaria ornata algae extract gel preparations at a concentration of 5% and 10% with brand x gel and gel base. Keywords: Gel, Turbinaria ornata, White Rat, Cuts  ABSTRAK Alga Turbinaria ornate merupakan jenis alga yang meliki aktivitas yang telah diketahui sebagai antibakteri, antiinflamasi, antioksidan merupakan aktivitas yang sejalan dengan mekanisme penyembuhan suatu luka. Alga Turbinaria ornata juga merupakan salah satu alga coklat yang mengandung alginat dan senyawa neophytadiene dan telah terbukti memiliki aktivitas penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas gel ekstrak etanol Turbinaria ornata terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih. Gel ekstrak Alga Turbinaria ornata diujikan pada hewan uji tikus sebanyak 5 kelompok yang terdiri dari 3 ekor tikus disetiap kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, gel ekstrak etanol Alga Turbinaria ornata 5%, 10% dan 15%. Pengamatan dilakukan sampai hari ke 14. Data diuji dengan menggunakan ANOVA (Analisis Of Variant). Hasil uji statistik menunjukan tidak adanya perbedaan yang signifikan terhadap lamanya penyembuhan luka pada tikus putih jantan. Meskipun, pada sedian dengan konsentrasi 15% menunjukan data penyembuhan yang lebih cepat di antara sediaan gel ekstrak alga Turbinaria ornata pada konentrasi 5% dan 10% dengan gel merek x dan basis gel. Kata Kunci: Gel, Turbinaria ornata, Tikus Putih, Luka sayat
GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS RANOMUUT KOTA MANADO Nikita Thalia Ayu Jati; Widya Astuty Lolo; Elly Juliana Suoth
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41735

Abstract

ABSTRACTDrug storage is a regulatory activity for pharmaceutical preparations that are received so that they are safe, avoid physical and chemical damage and their quality is guaranteed in accordance with the stipulated requirements. This study aims to see the description of drug storage at Ranomuut Health Center. This research is descriptive in nature to obtain information on how the description of drug storage in the Pharmacy Installation of the Ranomuut Health Center is. Data collection techniques used in this study were observation, interviews. Based on the results of research on drug storage at the Pharmacy Installation of the Ranomuut Health Center, it is in the very good category with an average percentage of 88.89%. The description of drug storage through drug storage method was obtained 100% (very good), 66,67% (good) spatial arrangement and 100% (very good) stock card recording. Drug storage at the Ranomuut Health Center in Manado City is very good. Keywords: Drug storage, Public Health Center ABSTRAKPenyimpanan obat merupakan kegiatan pengaturan terhadap sediaan farmasi yang diterima agar aman, terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penyimpanan obat di Puskesmas Ranomuut. Penelitian ini bersifat deskriptif untuk mendapat informasi bagaimana gambaran penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Ranomuut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara. Berdasarkan hasil penelitian terhadap penyimpanan obat di Puskesmas Ranomuut termasuk kategori sangat baik dengan persentase rata-rata 88,89%. Gambaran penyimpanan obat melalui cara penyimpanan obat diperoleh 100% (sangat baik), pengaturan tata ruang 66,67% (baik), dan pencatatan kartu stok 100% (sangat baik). Penyimpanan obat di Puskesmas Ranomuut Kota Manado adalah sangat baik. Kata kunci: Penyimpanan Obat, Puskesmas
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PANIKI BAWAH KOTA MANADO Chelsi Stelin; Widya Astuty Lolo; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41736

Abstract

ABSTRACTPatient satisfaction is the result of health services received by each patient.  The better the service received by the patient, the greater the patient satisfaction. The purpose of this study was to determine satisfaction level of patients who are participating in the National Health Insurance on pharmaceutical services at Paniki Bawah Public Health Center, Manado City. This research was a descriptive study using a non-probability sampling method with a purposive sampling technique. The parameters used were the dimensions of tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The study was conducted by distributing questionnaires to 283 respondents who met the inclusion and exclusion criteria.  The results of the study obtained an average patient satisfaction of (0.03), so it can be concluded that the satisfaction level of National Health Insurance patients at Paniki Bawah Public Health Center Manado City is in the positive range, which means that the patients are satisfied with the services provided. Keywords: Public Health Center, National Health Insurance, Satisfaction Level.  ABSTRAKKepuasan pasien adalah hasil dari pelayanan kesehatan yang diterima oleh setiap pasien. Semakin baik pelayanan yang diterima pasien, maka kepuasan pasien akan semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Paniki Bawah, Kota Manado. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan metode non-probability sampling dengan Teknik purposive sampling. Parameter yang digunakan adalah dimensi sarana fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Penelitian dilakukan dengan membagikan lembar kuesioner kepada 283 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kepuasan pasien sebesar (0,03) sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado berada pada rentang positif yang artinya pasien puas dengan pelayanan yang diberikan. Kata Kunci: Puskesmas, Jaminan Kesehatan Nasional, Tingkat Kepuasan.
EVALUASI KETERSEDIAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Septi C. F. Hitto; Gayatri Citraningtyas; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41737

Abstract

ABSTRACTAccess to medicine is a human right. One of the determinants of drug access is the availability of drugs in health care facilities. The availability of drugs needs to be maintained to meet the demand or need for drugs. Determining the need for pharmaceutical supplies is a formidable challenge that must be faced by pharmacists who work in hospitals. The study is aimed at recognizing the availability of drugs in patients at the Weda pharmaceuticals installation, Halmahera district, in August 2021, based on formulating a public hospital hospital database in 2021/2022. This study is a prospectional cross-sectional study. According to a study conducted at the rsud weda pharmaceutical installation, Halmahera district has a total of 302 prescription sheets with an average number of prescription items prescribed by 816 and a total of 784 submitted to a 784 percentage of drug availability in August 2021 of 96. According to research, availability of drugs at the Weda pharmaceutical installation, which is measured by comparing the amount of drugs submitted and the amount prescribed, results from an evaluation with a high level of drug availability to 96. Keywords:  Availability Of Drugs, Pharmaceuticals Installation, Weda Hospital. ABSTRAKAkses terhadap obat merupakan hak asasi manusia. Salah satu faktor penentu akses obat adalah ketersediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan. Ketersediaan obat perlu dijaga untuk memenuhi permintaan atau kebutuhan obat. Menentukan kebutuhan perbekalan farmasi merupakan tantangan yang berat yang harus dihadapi oleh tenaga farmasi yang bekerja di Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan obat pada pasien di Instalasi Farmasi RSUD Weda, Kabupaten Halmahera Tengah periode Agustus 2021 berdasarkan Formularium Rumah Sakit Umum Daerah Weda 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode prospektif. Berdasarkan hasi penelitian yang telah dilakukan di Instalasi Farmasi RSUD Weda, Kabupaten Halmahera Tengah terdapat 302 lembar resep dengan total jumlah item obat yang diresepkan sebanyak 816 dan jumlah item obat yang diserahkan sebanyak 784 sehingga diperoleh presentase total ketersediaan obat pada bulan Agustus tahun 2021 sebesar 96. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ketersediaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Weda yang diukur dengan membandingkan jumlah obat yang diserahkan dan jumlah obat yang diresepkan maka diperoleh hasil evaluasi dengan tingkat ketersediaan obat dengan kategori baik dengan nilai persentase ketersediaan obat yaitu 96. Kata Kunci: Ketersediaan Obat, Instalasi Farmasi, RSUD Weda
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI SALEP EKSTRAK BUAH CENGKEH (Syzygium aromaticum L) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Firmansyah Bayu Putra Paputungan; Edwin de Queljoe; Olvie Syenni Datu
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41738

Abstract

ABSTRACTFruit Cloves (Syzygium aromaticum L) contain substances as an anti-inflammatory. Content oil essential fruit clove dominated by eugenol with composition eugenol (81.20 %), trans-β- caryophyllene (3.92%), - humulene (0.45%), eugenol acetate (12.43%), caryophyllene oxide (0.25%) and trimetoxy acetophenone (0.53%). Study this aim for knowing existence effect anti-inflammatory on ointment extract fruit clove with 3 concentrations different I.e 10%, 20%, and 40% views from measurement with use period digital shove reduction in edema diameter on back induced mice _ 3% carrageenan as much as 0.2 ml. from results study and observation show ointment extract fruit clove (Syzygium aromaticum L) can reduce the diameter of edema. Ointment fruit cloves (Syzygium aromaticum L) with concentrations of 10%, 20%, and 40% have difference no mean with Control positive because (ρ 0.05). The conclusion from the study this, ointment extract fruit clove (Syzygium aromaticum L) has proven its activity anti-inflammatory. ointment extract fruit clove (Syzygium aromaticum L) with the most optimal 40% concentration which is almost the same with ointment hydrocortisone 2.5% Keywords: Ointment, Clove Fruit (Syzygium aromaticum L), anti-inflammatory  ABSTRAKBuah Cengkeh (Syzygium aromaticumL) mengandung zat-zat sebagai antiinflamasi. Kandungan minyak atsiri buah cengkeh didominasi oleh eugenol dengan komposisi eugenol (81,20%), trans-β-kariofilen (3,92%), α-humulene(0,45%), eugenol asetat (12,43%), kariofilen oksida (0,25%) dan trimetoksi asetofenon (0,53%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek antiinfalamasi pada salep ekstrak buah cengkeh dengan 3 konsentrasi berbeda yaitu 10%, 20%, dan 40%dilihat dari penurunan diameter udem pada punggung tikus yang diinduksi karagenan 3% sebanyak 0,2 ml. dari hasil penelitian dan pengamatan menunjukkan salep ekstrak buah cengkeh (Syzygium aromaticum L) dapat menurunkan diameter udem. Salep buah cengkeh (Syzygium aromaticum L) dengan konsentrasi 10%, 20% dan 40% memilikiperbedaan tidak bermakna dengan Kontrol positif karena (ρ ≥ 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini, salep ekstrak buah cengkeh (Syzygium aromaticum L) terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi. Salep ekstrak buah cengkeh (Syzygium aromaticum L) dengan konsentrasi 40% paling optimal yang hampir sama dengan salep hidrokortison 2,5% Kata Kunci: Salep, Buah Cengkeh (Syzygium aromaticum L), antiiflamasi 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT JAMUR ENDOFIT DARI DAUN INSULIN (Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Robb) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Faridah Faridah; Afghani Jayuska; Puji Ardiningsih
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41739

Abstract

ABSTRACTEndophytic fungi from the Insulin plant (Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Robb) produce secondary metabolites that can be used as drugs such as anticancer, antiviral, antifungal and antibacterial. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of endophytic fungi extract from Insulin leaves (S. sonchifolius) against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The study was conducted starting with the production of endophytic fungi, maceration and testing of antibacterial activity against bacteria E. coli and S. aureus using well diffusion. Endophytic fungal extract at concentrations of 100 and 50 µg/well. Showedhas strong antibacterial activities against both tested bacteria. The inhibition zone diameter for E coli was 12.87 and 10.37 mm respectively, whereas  for S. aureus  13 and 10.12 mm respectively. However, at a concentration of 25 µg/well, it had moderate antibacterial activity against S. aureus with an inhibition zone diameter of 8.12 mm and not active in inhibiting the growth of bacteria E. coli. Tetracycline positive control has a strong zone of inhibition against bacteria E. coli with an inhibition zone diameter of 15.75 mm and a very strong inhibition zone against bacteria S. aureus with an inhibition zone diameter of 21.5 mm while the ethyl acetate negative control did not have an inhibition zone against bacteria E. coli and S. aureus. Keywords: Insulin leaf (Smallanthus sonchifolius), Endophytic Fungus, antibacterial  ABSTRAKJamur endofit dari tanaman Insulin (Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Robb) menghasilkan metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai obat seperti antikanker, antivirus, antifungi dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak jamur endofit dari daun Insulin (S. sonchifolius) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan diawali dengan produksi jamur endofit, maserasi dan uji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode sumuran. Ekstrak jamur endofit pada konsentrasi 100 dan 50 µg/well. memiliki aktivitas antibakteri kuat baik terhadap bakteri E. coli dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 12,87 dan 10,37 mm dan sebesar 13 dan 10,12 mm terhadap bakteri S. aureus. Namun pada konsentrasi 25 µg/well memiliki aktivitas antibakteri sedang terhadap bakteri S. aureus dengan nilai diameter zona hambat sebesar 8,12mm dan sebaliknya tidak aktif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli.Kontrol positif tetrasiklin memiliki aktivitas hambat yang kuat terhadap bakteri E. coli dengan diameter zona hambat sebesar 15,75 mm dan sebesar 21,5 mm terhadap bakteri S. aureus sedangkan kontrol negatif etil asetat tidak memiliki zona hambat terhadap bakteri E. coli maupun S. aureus. Kata kunci: Daun Insulin (Smallanthus sonchifolius), Jamur Endofit, Antibakteri
PERKEMBANGAN DAN DASAR BIOLOGIS VIRUS WEST NILE Axl Laurens Lukas Windah; Elly Suoth; Fatimawali Fatimwali; Trina Tallei
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41740

Abstract

ABSTRACTWest Nile virus is a neurotropic pathogen that can cause West Nile fever or encephalitis. The expansion of west nile virus is strongly influenced by mosquitoes, especially with the type of culex sp and aedes sp. The virus has a single-stranded RNA genome that is believed to have very rapid adaptation and spread. Mutations in west nile virus can occur in both structural proteins and non-structural proteins. In previous studies, it was explained that mutations in the structural protein west nile virus are beneficial because they can reduce mortility by up to 50% in invivo test. However, antiviral drugs and vaccines in humans specific to west nile virus are still being temporarily developed. This review discusses more about the development, biological basis and diagnosis of therapy and prevention of the spread of west nile virus.Keywords: West nile virus, Evolution, Biological Basis, Diagnosis, Treatment and Pevention ABSTRAKVirus West Nile merupakan patogen yang bersifat neurotropik yang dapat menyebabkan demam west nile maupun ensefalitis. Perluasan dari virus west nile ini sangat dipengaruhi oleh nyamuk terutama dengan jenis culex sp dan aedes sp. Virus ini memiliki genom single-stranded RNA yang dipercaya memiliki adaptasi dan penyebaran yang sangat cepat. Mutasi pada virus west nile dapat terjadi baik pada protein struktural maupun protein non-struktural. Pada penelitian sebelumnya dijelaskan bahwa mutasi pada protein structural virus west nile bersifat menguntungkan dikarenakan mampu menurunkan mortilitas hingga 50% pada hewan uji. Namun, Obat antiviral dan vaksin pada manusia yang spesifik terhadap virus west nile ini masih sementara dikembangkan. Ulasan ini membahas lebih lanjut mengenai perkembangan, dasar biologis serta diagnosis terapi dan pencegahan dari penyebaran virus west nile.Kata kunci: Virus west nile, Perkembangan, Dasar Biologis, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan
REVIEW – PERKEMBANGAN VIRUS ZIKA Rizky Ramadhan Maulana; Irma Antasionasti; Fatimawali Fatimwali; Trina Tallei
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41742

Abstract

ABSTRACTZika virus (ZIKV) is a virus of the genus Flavivirus (family Flaviviridae) that is capable of infecting humans. This virus poses a risk to human health. The main vector for the spread of ZIKV is the bite of the Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. To date, there is no approved specific treatment for ZIKV infection, the recommended therapy is supportive to treat symptoms. Vaccine development continues to be carried out as a concrete step to overcome the global spread of the virus. This article discusses the genome structure, epidemiology, viral transmission, clinical manifestations, vaccine development, and prevention and treatment of ZIKV infection. Keywords: Zika Virus, Epidemiology, Transmission, Vaccines. ABSTRAKVirus Zika (ZIKV) merupakan virus dari genus Flavivirus (famili Flaviviridae) yang mampu menginfeksi manusia. Virus Zika dapat menjadi ancaman bagi kesehatan manusia.Vektor utama penyebaran ZIKV adalah gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Sampai saat ini, belum ada pengobatan spesifik yang disetujui untuk infeksi ZIKV, terapi yang dianjurkan bersifat suportif untuk mengobati gejala.Pengembangan vaksin terus dilakukan sebagai langkah kongkrit untuk mengatasi penyebaran virussecara global.Artikel ini membahas mengenai struktur genom, epidemiologi, transmisi virus, manifestasi klinis, pengembangan vaksin serta pencegahan dan pengobatan dari infeksi ZIKV. Kata Kunci: Virus Zika, Epidemiologi, Transmisi, Vaksin

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): PHARMACON Vol. 13 No. 3 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon Vol 7, No 4 (2018): Pharmacon Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon Vol 7, No 2 (2018): Pharmacon Vol 7, No 1 (2018): Pharmacon Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon Vol 5, No 3 (2016): Pharmacon Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon Vol 4, No 1 (2015): pharmacon Vol 3, No 4 (2014): pharmacon Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013): pharmacon Vol 2, No 2 (2013): pharmacon Vol 2, No 1 (2013): pharmacon Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue