cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 1,131 Documents
Uji Potensi Antibakteri Ekstrak Spons Stylissa carteri dari Perairan Poopoh Minahasa Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.: Antibacterial Potential Test Of Stylissa Carteri Sponge Extract From Poopoh Minahasa Waters Against Staphylococcus aureus And Pseudomonas aeruginosa Bacteria. Chelinda Tumundo; Defny Silvia Wewengkang; Jumriadi Jumriadi
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49697

Abstract

Kejadian resistensi antibiotik berdampak pada kegagalan pengobatan penyakit infeksi yang dapat berujung pada kematian. Dengan adanya kegagalan pada pengobatan infeksi maka pemilihan terapi akan terbatas, sehingga diperlukan penelusuran terhadap senyawa baru yang berpotensi sebagai antibakteri. Indonesia memiliki biota laut yang sangat melimpah salah satunya spons yang kaya akan senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan dalam bidang pengobatan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi antibakteri dari ekstrak spons Stylissa carteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Proses maserasi menggunakan etanol 95% sebagai pelarut. Hasil maserat selanjutnya di evaporasi menggunakan suhu 40°C. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar (Disc Diffusion Kirby Bauer Method). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran rata-rata diameter zona hambat dari ekstrak spons Stylissa carteri pada bakteri Staphylococcus aureus adalah 7,75 mm dan pada bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan nilai sebesar 7,25 mm. Dari hasil pengujian aktivitas antibakteri ekstrak spons Stylissa carteri menunjukkan adanya aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri uji. Kata Kunci : Spons Stylissa carteri, Antibakteri, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa.
UJI AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG EKSTRAK TANAMAN GEDI Abelmoschus Manihot (L) SEBAGAI IMUNOMODULATOR Ciptanti Prakarsa; Widdhi Bodhi; Olvie Syenni Datu
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49698

Abstract

Gedi plant (Abelmoschus manihot L.) is one of the plants that contain flavonoids which have not been made into preparations for medicinal purposes. The purpose of this study was to determine the effectiveness of gedi plant extract as an immunomodulator. By looking at the activity and capacity of mouse macrophages (Rattus norvegicus) with Staphylococcus auereus bacteria in vitro. The results showed that gedi leaf extract had a significant effect on the activity and capacity of macrophages P(<0.05) which stated that gedi leaf extract had effectiveness as an immunostimulant. At a concentration of gedi plant extract of 1000 ppm, the activity and phagocytosis capacity showed the highest values, namely 87.66% and 4.23.   
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian di RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano Cesya Nelwan; Widya Astuty Lolo; Gerald Rundengan
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49715

Abstract

Pelayanan kefarmasian menjadi kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menyelesaikan masalah terkait obat. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian yang tertuang dalam Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016 di RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskripstif kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode wawancara dan observasi. Berdasarkan observasi dan wawancara dalam pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai di RSUD Dr. Sam Ratulangi diperoleh hasil sebagai berikut: pemilihan 100%, perencanaan 100%, pengadaan 71%, penerimaan 100%, penyimpanan 57%, pendistribusian 100%, pemusnahan dan penarikan 100%, pengendalian 100%, dan administrasi 100%. Pelayanan kefarmasian di rumah sakit ini dikategorikan sangat baik dengan skor persentase kesesuaian 92% dan telah memenuhi standar pelayanan kefarmasian yang tertuang dalam Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016.
Pengaruh Pelayanan Kefarmasian terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien Rawat Jalan di Instalasi Farmasi RSUD X Nia Rahmania Potabuga; Gayatri Citraningtyas; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49940

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh tenaga kesehatan sangat penting dalam upaya meningkatkan kepuasan dan loyalitas pada pasien. Pelayanan kefarmasian yang baik dapat meningkatkan kepuasan pada pasien yang kemudian akan mengciptakan loyalitas pasien yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan dan loyalitas pasien di Instlasi Farmasi RSUD X, serta melihat apakah ada pengaruh dari pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan dan loyalitas pasien di Instalasi Farmasi RSUD X. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan 75% pasien di Instalasi Farmasi menyatakan puas dan 22,7% menyatakan cukup puas dengan pelayanan kefarmasian. 45,5% pasien menyatakan loyal dan 47,7% meyatakan cukup loyal terhadap Instalasi Farmasi di RSUD X. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelayanan kefarmasian memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas pasien di Instalasi Farmasi RSUD X. Kata kunci: Pelayanan kefarmasian, kepuasan, loyalitas
Identifikasi Medication Discrepancies Pada Proses Rekonsiliasi Obat Di Instalasi Rawat Inap Bedah Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Clarencia Kojongian; Surya Sumantri Abdullah; Weny Indayany Wiyono
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.50017

Abstract

Rekonsiliasi merupakan proses yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan pengobatan berdasarkan hasil rekonsiliasi obat pada 56 pasien periode penelitian Januari – Maret 2020. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif dengan pengambilan data secara prospektif di Instalasi Rawat Inap Bedah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien menunjukkan mayoritas pasien adalah laki-laki yaitu sebanyak 43 pasien (76,79%) dan jumlah pasien terbanyak pada kelompok usia dewasa (18-44) sebanyak 26 pasien (46,43%). Berdasarkan karakteristik jumlah obat pada data BPMH (Best Possible Medication History) menunjukan bahwa mayoritas pasien mengkonsumsi <5 jenis obat sebanyak 55 pasien (98,21%), di IGD sebagian besar mengkonsumsi <5jenis obat yaitu sebanyak 45 pasien (80,36%), pada karakteristik jumlah obat di instalasi mayoritas mengkonsumsi <5 jenis obat (53,57%) dan saat keluar rumah sakit mayoritas pasien diberikan <5 jenis obat yaitu 46 pasien (82,14%). Persentase Medication Discrepancies yaitu Incomplete prescription sebesar (28,57%), Omission medication (14,29%), dan perbedaan yang disengaja (100%). Kata Kunci : Rekonsiliasi obat, medication discrepancies.
STUDI PENGETAHUAN TENTANG POLA SWAMEDIKASI MASYARAKAT DALAM MENGATASI GEJALA BATUK DI PERUMAHAN ALLANDREW KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Jeremy Mamonto; Weny Indayany Wiyono; Deby Afriani Mpila
PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.50123

Abstract

Self-medication for cough symptoms is an act of treating all cough complaints/symptoms in oneself using simple medicines that are obtained without a doctor's advice. This research was conducted using a descriptive analytic survey method with a cross sectional design by distributing questionnaires to the Allandrew Housing community. The purpose of this study was to determine the level of public knowledge about self-medication for cough symptoms and to find out the pattern of self-medication in the Allandrew Housing community. Based on research on 92 respondents, it showed that 90.22% of respondents were in the good category regarding knowledge about what self-medication was, the level of knowledge with the category was lacking in knowing the difference between expectorant and intuitive drugs with a proportion of 45.65% and the good category in distinguishing the types of cough medicines consumed with the proportion of 73.91%. The pattern of self-medication in this study is that people directly buy drugs at pharmacies with a proportion of 51.09% and choose chemical drugs for self-medication with a proportion of 56.52%. Key words: Self-medication, Cough, Community.
Formulasi dan Efek Antibakteri Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Etanol Daun Jagung (Zea mays L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermis sebagai Antijerawat. susan mogi; Hosea Jaya Edy; Jainer Pasca Siampa
PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.50158

Abstract

Daun Jagung (Zea mays L.) memiliki kandungan flavonoid dan saponin yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji antibakteri sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun Jagung terhadap bakteri Staphylococcus epidermis serta membuktikan sediaan yang berkualitas berdasarkan parameter uji sifat fisik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, formula sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun Jagung dibuat dengan variasi konsentrasi 2, 4, dan 6%. Ekstrak daun Jagung diperoleh dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pada pengujian antibakteri menggunakan metode sumuran. Diameter zona hambat paling besar yang ditimbulkan oleh sediaan masker gel peel-off pada konsentrasi 6% dengan diameter zona hambat sebesar 2,83 mm dan kemampuan daya hambat dikategorikan lemah. Pada uji fisik sediaan memenuhi persyaratan uji. Dapat disimpulkan bahwa sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun jagung memenuhi parameter uji fisik dan memiliki aktivitas antibakteri yang lemah.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DENGAN METODE EOQ DAN ROP DI RSUD KOTAMOBAGU Ninta Paputungan; Gayatri Citraningtyas; Gerald Edward Rundengan
PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.54784

Abstract

Instalasi Farmasi RSUD Kotamobagu sering terjadi kekosongan obat dikarenakan pemesanan obat yang dilakukan instalasi hanya mengikuti jumlah pesanan 3 bulan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pemesanan optimum dan waktu pemesanan kembali obat dengan perhitungan EOQ dan ROP di Instalasi Farmasi RSUD Kotamobagu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan petugas instalasi farmasi dan data sekunder berupa data obat fast moving yang ada di instalasi farmasi RSUD Kotamobagu selama bulan Januari-Desember 2023. Hasil penelitian dari perhitungan EOQ dan ROP dari 22 obat mendapatkan hasil yang bervariasi tergantung tingkat pemakaian, dan biaya penyimpananya.Dari 22 jenis obat fast moving jumlah pemesanan optimum mulai dari 36-7.071 unit untuk sekali pemesanan. Titik pemesanan kembali atau waktu pemesanan kembali dengan mempertimbangkan safety stock mulai dari 40-7.326 unit jumlah tersebut adalah titik untuk dilakukannya pemesanan kembali agar terhindar dari kekurangan stok. Kata Kunci: Pengendalian persediaan obat, Economic order quantity (EOQ), Reorder Point (ROP)
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Spons Aaptos aaptos yang diperoleh dari Pantai Parentek Kabupaten Minahasa Shalomyta Monangin; Adithya Yudistira; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.55063

Abstract

Spons Aaptos aaptos merupakan biota laut yang memiliki kemampuan menghasilkan senyawa bioaktif yang berpotensi tinggi sebagai sumber antioksidan alami. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas sehingga tidak mengganggu metabolisme tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan spons Aaptos aaptos. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan pengujian terhadap ekstrak etanol spons Aaptos aaptos menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Hasil analisis data nilai % inhibisi adalah 54,04% (2,5 ppm), 56,46% (5 ppm), 59,52% (10 ppm), 76,92 % (15 ppm), dan 78,25% (20 ppm). Aktivitas antioksidan tertinggi dicapai pada konsentrasi 20 ppm dengan nilai % inhibisi sebesar 78,25%. Hal ini menunjukan bahwa sampel spons Aaptos aaptos yang diperoleh dari Pantai Parentek Kabupaten Minahasa memiliki aktivitas antioksidan dan efektif sebagai antioksidan.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Lissoclinum patella Yang Diperoleh Dari Pantai Parentek Kabupaten Minahasa Pricillia Esterlita Mintadoa; Adithya Yudistira; Yuanita Amalia Hariyanto
PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.55065

Abstract

Tunicates are one of the marine organisms that have the potential to produce secondary metabolite compounds that have many benefits. One of the functions of secondary metabolites is as antioxidants. Antioxidants are compounds that can inhibit the oxidation process caused by free radicals. This study aims to determine the antioxidant activity of ethanol extract produced by Lissoclinum patella using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method obtained from Parentek Beach, Minahasa Regency. This research is a laboratory experiment with maceration method using 95% ethanol solvent. Antioxidant testing using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method with 5 series of sample concentrations (20, 40, 60, 80, 100 ppm) measured using UV-Vis spectrophotometer with absorbance value measured at 517 nm wavelength. The results of the study obtained the average percent inhibition value obtained at concentrations of 20, 40, 60, 80, 100 ppm respectively were 48.06%, 56.52%, 62.27%, 63.80%, 68.03%. This study concludes that Lissoclinum patella tunicata extract has antioxidant activity at concentrations of 20, 40, 60, 80, 100 ppm.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): PHARMACON Vol. 13 No. 3 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon Vol 7, No 4 (2018): Pharmacon Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon Vol 7, No 2 (2018): Pharmacon Vol 7, No 1 (2018): Pharmacon Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon Vol 5, No 3 (2016): Pharmacon Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon Vol 4, No 1 (2015): pharmacon Vol 3, No 4 (2014): pharmacon Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013): pharmacon Vol 2, No 2 (2013): pharmacon Vol 2, No 1 (2013): pharmacon Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue