cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 1,131 Documents
Kesesuaian Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan afrilia saputri badu; Widya Lolo; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang diterapkan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama masih sering dijumpai ketidaksesuaian dengan standar yang terdapat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penerapan pelayanan kefarmasian di puskesmas Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif.  Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner pada 4 (Empat) puskesmas di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang terdiri dari puskesmas Momalia, puskesmas Milangodaa, puskesmas Duminanga dan puskesmas Pinolosian. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan persentase kesesuaian penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sebesar 75,11% dan dikategorikan dalam kategori baik.
Testing of Bacterial Resistance in Urine of UTI Patients to Levofloxacin and Ciprofloxacin Antibiotics in Makassar Prodia Clinic Laboratory” Asmawiah Rame; Vector Stephen Dewangga
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTUrinary tract infection (UTI) is a clinical condition due to the proliferation of microorganisms that cause inflammation in the urinary tract and cause bacteriuria. Bacterial resistance to antibiotics continues to change, so research is carried out on the level of resistance to certain antibiotics in order to facilitate the treatment of UTI. Urine culture examination includes culturing the suspect bacteria, identifying and testing the antibiotics ciprofloxacin and levofloxacin. This study uses a descriptive research design. The sample of this study was 27 samples taken from patients who had been diagnosed with UTI and underwent therapy from a doctor. The results of the study of bacteria causing UTI resistance to the antibiotic levofloxacin 41%, and to the antibiotic ciprofloxacin 44%. Streptococcus agalactiae bacteria were found to be antibiotic resistant to levofloxacin and ciprofloxacin 37.5%, Escherichia coli was found to be antibiotic resistant to levofloxacin and ciprofloxacin 50%, Staphylococcus aureus was to be antibiotic resistant to levofloxacin 0% and ciprofloxacin 25%, and to floxacin to the antibiotic floxacin 25%, to be antibiotic resistant to floxacin. Streptococcus pyeogenes was found to be 0% resistant to levofloxacin and ciprofloxacin antibiotics, and to Klebsiella oxytoca and Enterococcus faecalis were found to be 100% resistant.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DARI SPONS (MYCALE VANSOESTI) YANG DIPEROLEH DARI PULAU MANADO TUA Ira Handayani Puspita Prins; Adithya Yudistira; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang berperan dalam mencegah dampak negatif radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu biota laut yang berpotensi memiliki senyawa bioaktif seperti antioksidan adalah Spons Mycale vansoesti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi dari spons Mycale vansoesti yang diperoleh dari Pulau Manado Tua. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 517 nm dengan metode penghambatan radikal bebas DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) terhadap ekstrak dan fraksi pada konsentrasi 100 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi kloroform, dan fraksi metanol memiliki aktivitas antioksidan dengan persen inhibisi yang masing-masing diperoleh adalah 62.31 %, 62.40 %, 49.42 %, dan 56.51 %. Kesimpulan yang didapat yaitu ekstrak dan fraksi spons Mycale vansoesti terbukti memiliki aktivitas antioksidan dengan persen inhibisi tertinggi terdapat pada fraksi n-heksana sebesar 62.40 % dengan konsentrasi 100 ppm. 
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DARI Callyspongia aerizusa YANG DIPEROLEH DARI PULAU MANADO TUA Melisa Oktafiani Makalunsenge; Adithya Yudistira; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak dan fraksi Callyspongia aerizusa yang diperoleh dari pulau Manado Tua. Sampel Callyspongia aerizusa diekstraksi dengan etanol sebagai pelarut dan difraksinasi dengan menggunakan tiga pelarut yaitu methanol, n-heksan, dan kloroform. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazil) dan diukur menggunakan alat Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi Callyspongia aerizusa memiliki aktivitas antioksidan pada konsentrasi ekstrak etanol 100 ppm dengan nilai rata-rata 64,8%, konsentrasi fraksi n-heksan 100 ppm dengan nilai rata-rata 66,8%, konsentrasi kloroform 100 ppm dengan nilai rata-rata 60,4%, dan konsentrasi fraksi methanol 100 ppm dengan nilai rata-rata 67,3%. Kadar antioksidan tertinggi terdapat pada fraksi methanol yaitu mencapai 67,3%.
EVALUASI PERESEPAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO) DI PUSKESMAS TELING ATAS meliska debora saibaka; Widya Lolo; Karlah Mansauda
PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTIrrational prescription can cause polypharmacy, resistance, and medication interactions, thus, evaluation of prescription medication should be compulsory. This study aimed to determine the appropriate percentage of prescription medication at Community Health Centre in Teling Atas in comparison with prescription indicators of WHO. Data gathering methods was carried out using random sampling. The study finding indicated that the average of medication in each prescription is 2.49, prescription with generic names is 97.06%, antibiotic prescription is 24.80%, the use of injection preparation is 0%, and the item percentage of drugs prescribed according to National Formulary is 81.97%. Based on the finding acquired, it was concluded that the percentage of prescription with generic names and the percentage of injection preparation are consistent, however, the item average of drugs in each prescription, the percentage of antibiotic prescription, and the percentage of national formulary drugs are not.    Keywords: Prescription, WHO Indicator, Community Health Centre.  ABSTRAKPeresepan yang tidak rasional dapat menyebabkan polifarmasi, resistensi dan terjadinya interaksi obat, untuk itu diperlukan evaluasi peresepan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesesuaian peresepan obat di Puskesmas Teling Atas dibandingkan dengan indikator peresepan WHO. Metode pengumpulan data dilakukan dengan random sampling. Hasil yang diperoleh yaitu rata-rata item obat tiap lembar resep sebesar 2,49 rata-rata item, peresepan dengan nama generik 97,06%, peresepan antibiotik 24,80%, penggunaan sediaan injeksi sebesar 0% dan persentase item obat yang diresepkan sesuai dengan Formularium Nasional 81,97%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa persentase peresepan dengan nama generik dan persetase peresepan sediaan injeksi sudah sesuai sedangkan rata-rata item obat tiap lembar resep, persentase peresepan obat antibiotik dan persentase item obat formularium nasional tidak sesuai. Kata Kunci: Resep, Indikator WHO, Puskesmas.
THE POTENCY OF Mycale vansoesti SPONGE EXTRACT AND FRACTIONS FROM MANADO TUA ISLAND WATERS AGAINST THE GROWTH OF Staphylococcus aureus AND Escherichia coli Komang Ayu May Widyani; Defny Wewengkang; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sponges are one of the coral reefs components that have the potential to produce secondary metabolites with antibacterial, antifungal, and anticancer properties that have not been widely used. This study aims to determine the antibacterial activity of the extract and fractions of Mycale vansoesti sponge obtained from Manado Tua Island waters against the growth of Staphylococcus aureus as Gram-positive representatives and Escherichia coli bacteria as Gram-negative representatives. Samples were extracted using the maceration method with 95% ethanol solvent and fractionated with the liquid-liquid method using 3 types of solvents with different polarities, namely n-hexane, chloroform, and methanol. Antibacterial activity test using the Kirby-Bauer disc diffusion method. The test results showed that ethanol extract, n-hexane fraction, chloroform fraction and methanol fraction from Mycale vansoesti sponge sample obtained from Manado Tua Island waters have antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli with moderate bacterial inhibitory power.
Evaluasi Kepatuhan Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Simpang Raya, Banggai. Ni Made Novi Trisnayanti; Weny Wiyono; Deby Mpila
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NI MADE NOVI TRISNAYANTI. Evaluasi Kepatuhan Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Simpang Raya, Banggai Di bawah bimbingan WENY I. WIYONO sebagai ketua dan DEBY A. MPILA sebagai anggotaHipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Kepatuhan terhadap penggunaan antihipertensi diperlukan untuk menjaga agar tekanan darah tetap terkontrol dan mencegah terjadinya komplikasi yang berujung pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam menggunakan antihipertensi di Puskesmas Simpang Raya, Banggai. Penelitian ini menggunakan kueisioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 57 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan tingkat kepatuhan tinggi sebesar 21,05%, tingkat kepatuhan sedang sebesar 31,58%, dan tingkat kepatuhan rendah sebesar 47,37%. Dengan demikian tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Simpang Raya Banggai termasuk dalam kategori rendah.Kata kunci:    Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, MMAS-8.
THE EFFECT OF EXTRACTION METHODS ON BANDOTAN LEAF’S (Ageratum conyzoides L) ANTIBACTERIAL ACTIVITY Aliyah Purwanti
PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandotan leaves (Argentum conizoydes L.) are often called nuisance plants. They grow wild in yards, plantation and fields. The chemical compound in bandotan leaves are potential as an antibacterial agent. The aims are to determine the effect of extraction method, by maceration and soxhletation, on the chemical compounds and antibacterial activity of bandotan leaf extract (Ageratum conizoydes L). Both are using 96% of ethanol. The phytochemical screening showed that both extracts contain alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids, respectively. The photometric analysis showed the average concentration of flavonoids and tannins in bandotan leaf extract resulting from soxhletation, was 177,98 mg/g and 61,13 mg/g, higher than that of maceration, 133,67 mg/g and 47,75 mg/g. The antibacterial activity of extract from soxhletation had a greater inhibitory power 7.524 mm±1.457 compared to the extract from maceration 4.749 mm±2.142. It showed that the extraction method affected the concentration of chemical compounds and antibacterial activity.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DARI SPONS (Liosina paradoxa) YANG DIPEROLEH DARI PULAU MANADO TUA Evans Handayani Slat Tatuhe; Adithya Yudistira; Olvie Datu
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK EVANS HANDAYANI SLAT TATUHE. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi dari spons Liosina paradoxa yang diperoleh dari pulau Manado Tua. Dibawah bimbingan ADITHYA YUDISTIRA sebagai ketua dan OLVIE SYENNI DATU sebagai anggota. Antioksidan adalah zat yang bisa memberi perlindungan endogen dan tekanan oksidatif eksogen dengan menangkap radikal bebas dan merupakan molekul yang mampu menghambat oksidasi molekul lain. Spons mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan seperti alkaloid, steroid/triterpenoid dan flavonoid yang memiliki bioaktivitas yang kuat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari biota laut ekstrak dan fraksi spons Liosina paradoxa. Penelitian ini yakni ekstrak dengan cara maserasi dan fraksinasi menggunakan metode DPPH [1,1-difenil-2-pikrilhidrazil] untuk menganalisis aktivitas antioksidan pada alat uji spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517nm. Hasil penelitian yang didapatkan dari spons Liosina paradoxa di pulau Manado Tua memiliki aktivitas antioksidan tertinggi adalah  metanol sebesar 67,2% pada konsentrasi 100 ppm. Kata kunci: Liosina paradoxa, Antioksidan, DPPH [1,1-difenil-2-pikrilhidrazil]
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA MERAH (COLEUS HYBRIDUS) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Laurencia Diva Bernadette Artantyo; Fatimawali Fatimawali; Olvie Datu
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Coleus hybridus digunakan masyarakat Indonesia untuk mengobati batuk, asma, diare dan membantu pemulihan setelah melahirkan. Beberapa penelitian melaporkan tanaman Coleus berpotensi sebagai obat kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi kandungan metabolit sekunder dari daun Coleus hybridus dan menentukan nilai LC50 dari uji toksisitas ekstrak daun Coleus hybridus terhadap larva Artemia salina Leach. Daun Coleus hybridus dimaserasi menggunakan etanol, maserat dipekatkan menggunakan oven sehingga diperoleh ekstrak kental. Pengujian fitokimia meliputi uji alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid. Ekstrak diuji toksisitasnya  dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol yang digunakan konsentrasi 1000 μg/mL, 500 μg/mL, 250 μg/mL, 125 μg/mL, 62,5 μg/mL, 31,25 μg/mL dan 0 μg/mL (kontrol), kemudian diamati selama 24 jam. Efek toksisitas ekstrak dianalisis dengan analisis probit menggunakan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Coleus hybridus memiliki kandungan flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Hasil uji toksisitas diperoleh nilai LC50 sebesar 323,225 μg/mL, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Coleus hybridus masuk kategori kurang toksik (low toxic).

Page 99 of 114 | Total Record : 1131


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): PHARMACON Vol. 13 No. 3 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020) Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon Vol 7, No 4 (2018): Pharmacon Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon Vol 7, No 2 (2018): Pharmacon Vol 7, No 1 (2018): Pharmacon Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon Vol 5, No 3 (2016): Pharmacon Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon Vol 4, No 1 (2015): pharmacon Vol 3, No 4 (2014): pharmacon Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013): pharmacon Vol 2, No 2 (2013): pharmacon Vol 2, No 1 (2013): pharmacon Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue