cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PLATAX
ISSN : 23023589     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Mencakup Penulisan yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian yang dilakukan secara mandiri, atau kelompok, dan berdasarkan Ruang Lingkup Pengelolaan Wilayah Pesisir, Konservasi, Ekowisata, dan Keanekaragaman Hayati Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Economic Value of Tourism in Bunaken Island based on Travel Cost Method Lalenoh, Anna Maria; Pratasik, Silverter B.; Rembet, Unstain N. W. J.; Suhaeni, Siti; Moningkey, Ruddy D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.32466

Abstract

The objective of the study was to obtain the economic value of tourism in Bunaken Island. It employed Travel Cost Method (TCM), the expenses spent by the visitors from their house to Bunaken Island and during their stay on the island. Questioneers were used as a data collection tool. There were 100 respodents selected using accidental sampling and purposssive sampling. Data analysis applied travel costs of the visitors to Bunaken Island. Results revealed that total economic value based on the total travel costs of IDR. 147.875.000 with an average of IDR. 1.478.750/pers. was IDR. 257.262.425.875. This value is expected to be able to give significant contribution to the social-economic development to Bunaken Island communities, Manado, North Sulawesi.Keywords:  Tourism; expense; economic contribution; community. AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mendapatkan nilai ekonomi wisata di Pulau Bunaken. Penelitian ini menggunakan Travel Cost Method (TCM), yaitu biaya yang dikeluarkan oleh pengunjung dari tempat tinggal dan selama berada di Pulau Buanken. Kuesioner digunakan sebagai alat pengumpul. Data 100 orang responden yang dipilih menggunakan accidental sampling dan purpossive sampling. Pengolahan data menggunakan biaya perjalanan responden ke Pulau Bunaken. Hasil menujukkan bahwa total nilai ekonomi berdasarkan total biaya perjalanan sebesar Rp. 147.875.000 dengan rata-rata biaya perjalanan sebesar Rp. 1.478.750/orang, sehingga total nilai ekonomi Pulau Bunaken adalah sebesar Rp. 257.262.425.875. Nilai ini diharapkan akan memberikan efek yang signifikan bagi pertumbuhan sosial ekonomi khususnya masyarakat Pulau Bunaken, masyarakat Kota Manado dan provinsi Sulawesi Utara.Kata kunci: Pariwisata; biaya; kontribusi ekonomi; masyarakat.
Analysis Of Upwelling Event Based On Satellite Imagery In Fishery Management Area (FMA) 716 Nickyta Laurensis Setiadi; Joshian Nicolas W. Schaduw; Alfret Luasunaung; Ferdinand F. Tilaar; Lefrand Manoppo; Reiny A. Tumbol; Deiske A. Sumilat
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 2 (2020): ISSUE JULY-DECEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.2.2020.31213

Abstract

Oceanographic parameters are very important to analyze for determining fishing ground, it is related to upwelling. The aim of the study was to see the analysis of chlorophyll-a concentration at the time of upwelling at Fisheries Management Area (FMA) 716, then verify with the fisheries catch data. The research method is descriptive-analytical and statistical, which aims to describe or provide an overview of chlorophyll-a results from ASCAT imagery on the MetOp and NOAA satellites, and sea surface temperature results from MODIS imagery on the Aqua satellite. Then they processed for statistical correlation using the Pearson correlation method. The results showed that based on spatial and temporal analysis, the parameters that affect the upwelling in FMA 716 are sea surface temperature, so that the water mass moves from west to east, and increase the chlorophyll-a concentration. Pearson correlation shows that the correlation value of chlorophyll-a is higher than the sea surface temperature parameter with a value of 0.72. The fish catches data of yellowfin tuna (Thunnus albacares) appears a positive effect with a correlation value of 0.75. AbstrakKonsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut merupakan parameter yang dapat dijadikan indikator tingkat kesuburan di suatu perairan, yang berkaitan dengan kejadian upwelling. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis konsentrasi klorofil-a pada saat kejadian upwelling di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 716, dengan output berupa tabel dan grafik, kemudian diverfikasi dengan data hasil tangkapan. Metode penelitian adalah deskriptif analitis, dan statistik, yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap data parameter klorofil-a hasil pencitraan ASCAT pada satelit MetOp dan NOAA, dan suhu permukaan laut hasil pencitraan MODIS pada satelit Aqua. Kemudian diolah dan diuji korelasinya secara statistik dengan menggunakan metode korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis spasial dan temporal parameter yang mempengaruhi kejadian upwelling pada WPP 716 adalah suhu permukaan laut, sehingga massa air bergerak dari arah barat menuju timur, dan meningkatkan konsentrasi klorofil-a. Korelasi pearson menunjukkan nilai korelasi klorofil-a lebih tinggi dibandingkan parameter suhu permukaan laut dengan nilai sebesar 0,72. Hasil tangkapan ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) tampak berpengaruh positif dengan nilai korelasi sebesar 0,75.Kata kunci: upwelling, klorofil-a, suhu permukaan laut, Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares), WPP 716
Histological Observation Of Milkfish Organs With Stunting Phenomenon Aris, Muhammad; Malan, Sudirto
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.31649

Abstract

Milkfish (Chanos chanos) is an important economic fish. Milkfish is widely consumed because it has high nutritional value. Milkfish is also used as live bait for fishing. In the milkfish cultivation system, increasing production is a very important factor. One of the efforts to increase production in fish farming systems is the application of high stocking density. Constraints to the application of the high stocking density cause the growth of milkfish to be non-uniform, some of them even experience stunting, which is a condition in which the fish experience slow growth. This study aims to observe the condition of the milkfish tissue with normal growth and stunted fish. Milkfish (Chanos chanos) used are fish that have been reared for 6 months. Fish organs that were sampled for observation were stunted and normal (non-stunting) fish. The organs observed were the gills, muscles, and intestines. The results showed that stunted milkfish (Chanos chanos) affected the condition of the gill tissue, muscles, and intestines. The gills are edema and necrosis. Muscles undergo edema, degeneration of muscle fibers, and necrosis. The intestine experiences necrosis or cell death.Keywords: Milkfish; Stunting; Histology.AbstrakIkan Bandeng (Chanos chanos) merupakan ikan bernilai ekonomis penting. Ikan Bandeng banyak dikonsumsi karena mempunyai nilai gizi yang tinggi. Ikan bandeng juga dimanfaatkan sebagai umpan hidup untuk penangkapan ikan. Pada sistem budidaya ikan Bandeng peningkatan produksi menjadi faktor yang sangat penting. Salah satu upaya peningkatan produksi pada sistem budidaya ikan adalah dengan aplikasi padat tebar yang tinggi. Kendala penerapan padat penebaran yang tinggi menyebabkan pertumbuhan ikan Bandeng tidak seragam, bahkan beberapa diantaranya mengalami stunting yang merupakan suatu kondisi dimana ikan mengalami lambatnya pertumbuhan. Penelitian ini, bertujuan untuk mengamati kondisi jaringan ikan bandeng dengan pertumbuhan normal dan ikan yang mengalami stunting. Ikan Bandeng (Chanos chanos) yang digunakan adalah ikan yang telah dipelihara selama 6 bulan. Organ ikan yang menjadi sampel pengamatan adalah ikan yang mengalami stunting dan normal (non-stunting). Organ yang diamati adalah insang, otot, dan usus. Hasil penelitian menunjukan ikan Bandeng (Chanos chanos) yang mengalami stunting mempengaruhi kondisi jaringan insang, otot dan usus. Insang mengalami edema dan necrosis. Otot mengamali edema, degenerasi serabut otot, dan necrosis. Usus mengalami necrosis atau kematian sel.Kata kunci: Ikan Bandeng, Stunting, Histologi
Phytoplankton bioindeks in Bunaken Island Waters Kathrin Natania Ropa; Joice Rimper; Veibe Warouw; Frans Lumoindong; Agung Windarto; Adnan S. Wantasen; Medy Ompi
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 2 (2020): ISSUE JULY-DECEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.2.2020.29971

Abstract

Bunaken Island is one of the a tourism object located in North Sulawesi Province.  This area is also a conservation area and a strategic place for developing marine potential.  All forms of activities carried out in these waters, need to be balanced by knowing the marine waters quality surrounding the Bunaken Island. The purpose of this study are to determine the value of abundance and biological indices, to know the ecological conditions of the waters and to see phytoplankton diversity among stations.  The results show that two classes of phytoplankton were found. Those were Bacillariophyceae (diatom) and Dinophyceae (dinoflagelate). There were 33 genera from both two classes, where 22 genera from the Bacillariophyceae and another 11 genera from the Dinophyceae. The phytoplankton abudance was high in station 2 (23, 184 Cell / L), while low abudance was recorded at the station 1 (10,602 Cell / L). Biological index show as follows: the average diversity value at three stations was 0,61, uniformity was 0,2 and dominance was 0,8.  Keywords: Phytoplankton, Bunaken Island Waters, Abudance, Bioindex.AbstrakPulau Bunaken merupakan salah satu objek wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Daerah ini juga merupakan kawasan konservasi serta tempat yang strategis dalam upaya pengembangan potensi kelautan. Segala bentuk aktivitas yang dilakukan di perairan ini, perlu diimbangi dengan mengetahui kondisi kualitas perairan yang ada di Pulau Bunaken. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai kelimpahan dan indeks biologi,dapat mengetahui kondisi ekologi perairan serta melihat apakah ada perbedaan signifikan antara keanekaragaman fitoplankton di masing-masing perbandingan stasiun penelitian. Hasil identifikasi fitoplankton terdiri dari kelas Bacillariophyceae (diatom) dan Dinophyceae (dinoflagelata). Genus yang di temukan pada dua kelas tersebut ada sebanyak 33 genera dengan 22 genera dari kelas Bacillariophyceae dan 11 genera dari kelas Dinophyceae. Hasil analisis data kelimpahan tertinggi ada pada stasiun kedua (23 184 Sel/L) dan nilai kelimpahan terendah ada pada stasiun pertama (10 602 Sel/L). Hasil analisis indeks biologi yang diperoleh adalah sebagai berikut: nilai keanekaragaman rata-rata pada tiga stasiun 0,61, keseragaman 0,2 dan dominasi bernilai 0,8.Kata Kunci : Fitoplankton, Perairan Pulau Bunaken, Kelimpahan, Bioindeks.
Antibacterial potential of marine fungus Aspergillus nomius isolated from green algae Bornetella sp Sumilat, Deiske Adeliene; Lintang, Rosita A. J.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.33781

Abstract

Isolation of marine fungi symbiont of green algae Bornetella sp as a producer of antibacterial compounds has been carried out. This study aims to obtain symbiont fungi from green algae Bornetella sp which produces antibacterial compounds. The symbiont fungus was isolated using the direct planting method. Screening for the antibacterial activity of pure symbiont fungi isolates against Escheriscia coli and Staphylococcus aureus, and was carried out by the agar diffusion method. The isolation results obtained 4 isolates, but the one with the most potential to inhibit the growth of the tested bacteria was MFALM2. Molecular characterization showed that the MFALM2 isolate was identified as Aspergillus nomius with a 100% closeness level. Keywords: isolation; marine fungi; Aspergillus nomius; green alga; Bornetella sp. AbstrakIsolasi jamur laut yang bersimbion dengan alga hijau Bornetella sp sebagai penghasil senyawa antibakteri telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jamur simbion dari alga hijau Bornetella sp yang menghasilkan senyawa antibakteri. Isolasi jamur simbion dilakukan dengan metode direct planting. Skrining aktivitas antibakteri isolat murni jamur simbion terhadap bakteri uji Escheriscia coli dan Staphylococcus aureus dilakukan dengan metode difusi agar.  Hasil isolasi diperoleh 4 isolat, namun yang paling berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri uji adalah MFALM2. Karakterisasi molekuler menunjukkan bahwa isolat MFALM2 teridentifikasi sebagai Aspergillus nomius dengan tingkat keeratan sebesar 100%.Kata kunci: isolasi; jamur lau; Aspergillus nomius; alga hijau; Bornetella sp.
Land Suitability and Capability For Mariculture Utilization of Coastal Area of Manado Tua Island Adnan S. Wantasen; Wilmy. E. Pelle; Alex D. Kambey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 2 (2020): ISSUE JULY-DECEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.2.2020.31272

Abstract

The concept of land suitability and carrying capacity in utilizing the coastal land area of Manado Tua Island is a long-term goal in the study of sustainable coastal and small island management. Meanwhile, alternative livelihoods for sustainable aquaculture food sources are a special target. The potential of freshwater supply becomes a limiting factor for small islands, in addition to land availability. The special objective is the use of aquatic land as aquaculture land which has an impact on alternative livelihoods and the availability of food sources. The land suitability analysis is carried out in the following stages: (1) preparing a map of the Manado Tua Island area, (2) creating a matrix for the suitability of aquaculture activities, (3) providing weighting and scoring, and (4) conducting spatial analysis. The biogeophysical conditions of the coastal waters of Manado Tua Island are classified as normal for mariculture cultivation activities. Geographically the island is located at coordinates 01º 37 '57 "North Latitude and 124º 41" 56 "East Longitude. The very suitable location I was 44.03 m2, while the suitable land was 34.25 m2, and the conditionally suitable land was 17.13 m2. For location II, the area that fully meets the requirements is 70.50 m2, and those that meet the appropriate requirements are 49.86 m2, and those that meet the conditionally are 27.51 m2. The land area of Manado Tua Island is 1,056.02 ha. The condition of freshwater sources has not yet the potential to meet the needs of the community and visiting tourists.Keywords: land suitability, aquaculture, freshwater utilization, Manado Tua IslandAbstrakKonsep kesesuaian lahan dan daya dukung dalam memanfaatkan areal lahan pesisir  Pulau Manado Tua merupakan tujuan jangka panjang dalam studi pengelolaan pesisir dan pulau kecil secara berkelanjutan. Sedangkan alternatif mata pencaharian untuk sumber pangan hasil budidaya perairan secara berkelanjutan menjadi target khusus. Potensi sediaan air tawar menjadi faktor pembatas pulau kecil, disamping ketersediaan lahan. Adapun tujuan khusus adalah pemanfaatan lahan perairan sebagai lahan budidaya perikanan yang berdampak pada alternatif mata pencaharian serta ketersediaan sumber bahan pangan. Analisis kesesuian lahan dilakukan dalam tahapan: (1) penyusunan peta kawasan Pulau Manado Tua, (2) membuat matriks kesesuaian kegiatan budidaya perikanan, (3) memberikan pembobotan dan pengharkatan, dan (4) melakukan analisis spasial. Kondisi biogeofisik perairan pantai Pulau Manado Tua tergolong normal untuk kegiatan budidaya matrikultur. Secara geografi Pulau terletak pada koordinat 01º 37’ 57” LU dan 124º 41’ 56” BT. Pada lokasi I yang sangat sesuai seluas 44,03 m2, sedangkan lahan yang sesuai seluas 34,25 m2 dan lahan yang sesuai bersyarat seluas 17,13 m2.  Untuk lokasi II  areal yang sangat memenuhi syarat adalah seluas 70.50 m2, dan yang memenuhi syarat sesuai adalah seluas 49,86 m2, dan yang memenuhi sesuai bersyarat seluas 27,51 m2. Luas daratan Pulau Manado Tua 1.056,02 ha . Kondisi sumber air tawar di belum berpotensi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.Kata kunci: kesesuaian lahan, budidaya perikanan, pemanfaatan air tawar, Pulau Manado Tua
Diversity Of Crustacean Isopod In Bangka Island Of North Sulawesi Manikmayang Annisaqois; Gustaf Mamangkey; Rose O.S.E. Mantiri; Markus T. Lasut; Farnis B. Boneka; Reiny Tumbol; Deiske Sumilat; Wolfgang Wägele
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 2 (2020): ISSUE JULY-DECEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.2.2020.29688

Abstract

Information about marine isopods in Indonesian water is scarce. This research aimed to inventory isopods in nearshore habitats of Northern Sulawesi using a morphological approach to identify the species. Sampling was done in several spots in Bangka Island considering three different habitats: coral rubble, mangrove roots, and seagrass beds. These habitats are known to be suitable for isopods to feed, reproduce, and hide from bigger predators. There is 7 group of Isopod found in totals, such as Anthuridea, Asellota, Bopyridae, Cirolanidae, Gnathiidae, Limnoriidea, and Sphaeromatidea. In the family of Anthuridae, there are 2 suspected new species and required further identification.Keywords: Marine Isopod, Ecology, Bangka Island, North Sulawesi.AbstrakInformasi mengenai isopoda laut di perairan Indonesia masih sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi isopoda di habitat dekat pantai Sulawesi Utara menggunakan pendekatan morfologi untuk mengidentifikasi spesies. Pengambilan sampel dilakukan di beberapa titik di Pulau Bangka dengan pertimbangan tiga jenis habitat berbeda: serpihan karang, akar mangrove, dan padang lamun. Habitat tersebut merupakan tempat isopoda mencari makan, bereproduksi, dan bersembunyi dari predator. Dari hasil identifikasi ditemukan 7 kelompok isopoda, yakni  Anthuridea, Asellota, Bopyridae, Cirolanidae, Gnathiidae, Limnoriidea, dan Sphaeromatidea. Diduga ada 2 species yang baru di kelompok Anthuridae yang masih perlu penelitian lebih lanjut.Kata kunci: Isopoda Laut,  Ekologi, Pulau Bangka, Sulawesi Utara.
Molecular Phylogenetic of Cerithidea anticipata (Iredale, 1929) (Mollusk: Gastropod) Saleky, Dandi; Merly, Sendy Lely
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.32422

Abstract

Species identification is very important and an important part of bioecological studies, so phylogenetic studies of Cerithidea anticipata (Iredale, 1929) was conducted in September 2020 to identify C. anticipata (Iredale, 1929) based on DNA barcoding techniques. Samples of C. anticipata (Iredale, 1929) were collected from the mangrove ecosystem of Payum Merauke Beach Papua (Indonesia), where the genes used were primary COI Gene forward LCO1490 and reverse HCO2198. The result of DNA amplification obtained DNA sequence length of 660 bp, then based on the identification of Basic Local Alignment Search Tools (BLAST) obtained a similarity level of 98.42% and phylogenetic reconstruction showed the existence of grouping based on the degree of similarity and genetic distance between populations.Keywords: Cerithidea anticipata; COI genes; DNA barcoding; phylogeneticsAbstrakIdentifikasi spesies sangat penting dilakukan dan menjadi bagian penting dalam studi bioekologi, sehingga kajian filogenetik Cerithidea anticipata (Iredale, 1929) telah dilakukan pada bulan September 2020 dengan tujuan untuk mengidentifikasi C. anticipata (Iredale, 1929) berdasarkan teknik DNA barcoding. Sampel C. anticipata (Iredale, 1929) dikoleksi dari ekosistem mangrove Pantai Payum Merauke Papua (Indonesia), dimana gen yang digunakan adalah Gen COI primer forward LCO1490 dan reverse HCO2198. Hasil dari amplifikasi DNA diperoleh panjang sekuen DNA 660 bp, kemudian berdasarkan identifikasi Basic Local Alignment Search Tools (BLAST) diperoleh tingkat kemiripannya 98.42% dan rekonstruksi filogenetiknya memperlihatkan adanya pengelompokan berdasarkan tingkat kemiripan maupun jarak genetik antar populasi.Kata kunci: Cerithidea anticipata; Gen COI; DNA barcoding; filogenetik
Comparison of CYB Gene Sequence for Species Identification of Tuna Fish Beivy Jonathan Kolondam
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 2 (2020): ISSUE JULY-DECEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.2.2020.31189

Abstract

DNA barcoding is a reliable tool for species identification, especially for authentication of processed fish products. In the process of authentication of tuna fish products, this tool is needed due to its small sample requirement for species identification. This research aimed to conduct an assessment for the use of the Cytochrome B (CYB) gene sequence for tuna fish identification through DNA barcoding. The same set of mitochondrial DNA genomes were used for the previous COI gene for in silico comparison of tuna fish species. Group comparison of the CYB gene between Bluefin tuna (five species), Yellowfin tuna (three species), and other groups of tuna (five species) showed that this gene is reliable to differentiate all of the specimens of each species. The result displayed by the multiple sequence alignment indicated enough resolution for accurate identification. The problem in the differentiation of Thunnus orientalis dan T. thynnus by the COI gene in the previous study was finally resolved by the CYB gene. From 1141 bp of nucleotides compared in all specimens, there were 248 differentiation sites. All of the members of Thunnus were differentiated for other genera (Auxis, Euthynnus, and Katsuwonus) in 40 differentiation sites. Keywords: DNA barcoding; CYB gene; tuna fishAbstrakDNA barcoding merupakan perangkat yang dapat diandalkan untuk identifikasi spesies ikan, terutama untuk kepentingan autentifikasi produk-produk olahan hasil perikanan. Dalam proses autentifikasi produk hasil olahan ikan tuna memerlukan metode ini karena hanya membutuhkan sampel yang sangat sedikit untuk identifikasi spesies. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan asesmen terhadap penggunaan sekuens gen sitokrom B (CYB) untuk identifikasi ikan tuna lewat DNA barcoding. Genom DNA mitokondria yang sama dengan penelitian gen COI sebelumnya digunakan untuk perbandingan secara in silico spesies-spesies ikan tuna. Perbandingan sekuens gen CYB pada kelompok ikan tuna Bluefin (lima spesies), kelompok ikan tuna Yellowfin (tiga spesies), dan kelompok ikan tuna jenis lain (lima spesies) menunjukkan bahwa gen ini mampu membedakan semua spesies yang dibandingkan. Hasil yang digambarkan dari penjajaran sekuens menunjukkan resolusi yang cukup untuk identifikasi secara akurat. Spesies Thunnus orientalis dan T. thynnus yang memiliki variasi sekuens yang identik di gen COI berdasarkan penelitian sebelumnya ternyata bisa dibedakan melalui gen CYB ini. Dari 1.141 bp nukleotida yang dibandingkan, terdapat 248 titik perbedaan. Semua anggota dari genus Thunnus berbeda dengan spesimen dari genus-henus lainnya (Auxis, Euthynnus, dan Katsuwonus) di 40 titik nukleotida.Kata kunci: DNA barcoding; gen CYB; ikan tuna
Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) Potential As Bioaccumulator Of Tributyltin Contamination In The Waters Of Bitung Bulfrit Berstian Rajagukguk; Nego E. Bataragoa; Inneke F. M. Rumengan; Wilmy E. Pelle; Suria Darwisito; Deiske A. Sumilat
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 2 (2020): ISSUE JULY-DECEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.2.2020.29713

Abstract

At this time there have been no nekton organisms used as a bioaccumulator of the Tributyltin (TBT) pollution and mercury in tropical waters. This research aims to assess the concentration of TBT and mercury in the Pterapogon kauderni, sediment, and water in the waters of Bitung also suspect the factors that are the cause of pollution of TBT and mercury against P. Kauderni, sediment, and water in the waters of Bitung.  The concentration of TBT compounds on all samples analyzed using the Gas Chromatography-Mass Spectrometer (GC-MS) tool. The results of the analysis showed that the high concentration of TBT was found in sediment (0.22 – 6.98 μg/g w.w) compared with fish ranging from 0,003-0,066 μg/g and seawater < 0.0005 μg/g (below detection of TBT limit analysis). TBT interceptions in the waters of Bitung come from a port activity and sea transportation.Keywords: Pterapogon kauderni, TributyltinAbstrakPada saat ini belum ada organisme nekton yang digunakan sebagai bioakumulator pencemaran Tributyltin (TBT) di perairan tropis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai konsentrasi TBT pada Pterapogon kauderni, sedimen, dan air di perairan Bitung juga menduga faktor-faktor yang menjadi penyebab pencemaran TBT terhadap P. kauderni, sedimen, dan air di perairan Bitung. Konsentrasi senyawa TBT pada semua sampel dianalisis mengunakan alat Gas Chromatografy-Mass Spectrometer (GC-MS). Hasil analisis menunjukan bahwa konsentrasi TBT paling tinggi terdapat pada sedimen (0,22 – 6,98 µg/g w.w) dibandingkan dengan ikan yang berkisar 0,003-0,066 µg/g dan air laut <0,0005 µg/g (dibawah deteksi limit analisis TBT). Pencemaran TBT yang terdapat di perairan Bitung berasal dari aktivitas pelabuhan dan transportasi laut.Kata kunci: Pterapogon kauderni, Tributyltin.

Filter by Year

2012 2025