cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PLATAX
ISSN : 23023589     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Mencakup Penulisan yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian yang dilakukan secara mandiri, atau kelompok, dan berdasarkan Ruang Lingkup Pengelolaan Wilayah Pesisir, Konservasi, Ekowisata, dan Keanekaragaman Hayati Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Structure Of The Mangrove Community In Meras Beach, Bunaken District, Manado City, North Sulawesi Situmorang, Ezra Monika; Kambey, Alex D.; Salaki, Meiske Sofie; Lasabuda, Ridwan; Sangari, Joudy R. R.; Djamaluddin, Rignolda
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.2.2021.35323

Abstract

Meras is one of the sub-districts with high potential for coastal areas, located in Bunaken District, is the largest sub-district in Manado city, North Sulawesi, has a variety of complete coastal ecosystems such as mangrove forests. The potential of mangrove forests along the Meras coast in the northern part of Bunaken National Park has an important role in terms of ecology and economy as well as an important asset to be maintained and preserved. This study aims to determine the structure of the mangrove community and the current mangrove area. This research was conducted on May 29, 2021, carried out using the quadratic method. The results showed that the highest species density was Sonneratia alba with a value of 900 trees/ha with a relative density of 61.4%, while the lowest species density was Rhizophora mucronata (33 ind/ha) with a relative density of 2.3%. Furthermore, the highest frequency was found in the species Sonneratia alba and Avicenia marina with the same relative frequency value of 38%. Meanwhile, the species with the highest dominance value was Nypa fruticant, with a relative dominance value of 39.9%, and the species with the lowest value, Bruguiera gymnorhiza, with a relative dominance value of 4.6%. The results of the calculation of the mangrove area on the Meras beach are 53.9 hectares.Keywords: Meras Beach; Mangrove; Community StructureAbstrakHutan mangrove merupakan tipe hutan tropika dan subtropika yang khas, tumbuh di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Kelurahan Meras adalah salah satu Kelurahan dengan potensi wilayah pesisir yang tinggi, terletak di Kecamatan Bunaken, merupakan wilayah kecamatan terluas di kota Manado Sulawesi Utara yang memiliki beranekaragam ekosistem pesisir yang lengkap yang salah satunya adalah hutan mangrove. Potensi  hutan  mangrove yang terdapat  di sepanjang  pesisir pantai Meras wilayah Taman Nasional Bunaken bagian utara yang masih menyimpan hutan mangrove, memiliki peran penting baik itu dari segi ekologi maupun ekonomi yang merupakan salah satu aset yang penting untuk  dijaga dan dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur komunitas mangrove dan berapa luasan mangrove yang tersisa saat ini. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2021, dilakukan di kawasan mangrove Pantai Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara. Metode yang di gunakan yaitu metode kuadrat (quadrat methods) untuk mengetahui struktur komunitas mangrove. Berdasarkan hasil dari ke-3 zona menunjukkan  bahwa kerapatan jenis tertinggi dimiliki oleh Sonneratia alba dengan nilai 900 pohon/ha dengan kerapatan relatif jenis 61,4%, sedangkan kerapatan spesies terendah yaitu spesies Rhizophora mucronata (33 ind/ha) dengan nilai kerapatan relatif spesies yaitu 2,3%. Selanjutnya frekuensi tertinggi terdapat pada spesies Sonneratia alba dan Avicenia marina  dengan nilai frekuensi relatif yang sama sebesar 38%. Sedangkan  spesies yang memiliki nilai dominasi paling tinggi Nypa fruticant yaitu dengan nilai dominasi relatif 39,9% dan spesies yang yang memiliki nilai paling rendah Bruguiera gymnorhiza yaitu dengan nilai dominasi relatif 4,6%. Hasil perhitungan luas mangrove di pantai Meras 53,9 hektar.Kata kunci: Pantai Meras, Mangrove, Struktur Komunitas
The Effect Of Supervision Performance On Fishing Ship Obedience In North Minahasa Ilham Syah, Bahrul Yusuf Nasruddin; Budiman, Johnny -; Manoppo, Lefrand -; Kaparang, Frangky Erens; Modaso, Vivanda O.J; Sumilat, Deiske Adeline
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervision of fishing vessels is one of the efforts to prevent violations in the fishery. The level of compliance of fishing vessels in accordance with the laws and regulations is influenced by the performance of fishery supervisors who act as the spearhead of surveillance activities because of their authority in issuing operational letters. The purpose of this study is to optimize the supervision of marine resources and fisheries in North Minahasa so that it is expected that the level of violations that occur can decrease and state losses can be prevented. The methodology used is (1) Descriptive analysis and calculation of the average weighting of the value of each factor that affects the performance of supervisors; (2) Spearman Rank Analysis to determine the level of relationship of each factor that affects the supervisor's performance level; (3) Analytical Hierarchy Process (PHA) method to improve the performance of fishery ship supervisors in North Minahasa which can also be applied in supervisory units or other regional working areas. From the results of this study can be stated the level of performance of fisheries supervisors in North Minahasa is good. Improving the performance of fishery boat supervisors in North Minahasa can be done by improving the seriousness of performance that can be done by awarding; improved proficiency that affects the quality of inspection results and improvement of facilities and infrastructure that is able to improve the speed of inspection results.Keywords:  Ship obedience; Supervisory performance; StrategyAbstrakPengawasan kapal perikanan merupakan salah satu upaya mencegah terjadinya pelanggaran bidang perikanan. Tingkat ketaatan kapal perikanan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dipengaruhi oleh kinerja pengawas perikanan yang berperan sebagai ujung tombak kegiatan pengawasan karena wewenangnya dalam mengeluarkan surat laik operasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan di Minahasa Utara sehingga di harapkan tingkat pelanggaran yang terjadi dapat menurun dan kerugian negara dapat tercegah.  Metodologi  yang digunakan  adalah  : (1) Analisis deskriptif   dan   perhitungan   rata-rata   bobot   nilai   masing-masing  faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pengawas; (2) Analisis Rank Spearman  untuk mengetahui  tingkat hubungan dari masing-masing  faktor yang berpengaruh  terhadap  tingkat  kinerja  pengawas; (3) metode Proses Hierarki Analitik (PHA) untuk meningkatkan kinerja pengawas kapal perikanan di Minahasa Utara yang juga bisa diterapkan di Satuan Pengawas atau Wilayah Kerja daerah lain. Dari hasil penelitian ini dapat dinyatakan tingkat kinerja dari pengawas perikanan di Minahasa Utara adalah baik. Peningkatan kinerja pengawas kapal perikanan di Minahasa Utara dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kesungguhan kinerja yang bisa dilakukan dengan pemberian penghargaan; peningkatan kecakapan yang berpengaruh terhadap kualitas hasil pemeriksaan dan peningkatan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan kecepatan hasil pemeriksaan.KATA KUNCI: Ketaatan kapal; Kinerja pengawas; Faktor Internal dan Eksternal 
Characteristics of Marine Debris in Malalayang Coastal Area, Manado City, North Sulawesi Province Schaduw, Joshian Nicolas William; Bachmid, Fihri; Ronoko, Stephen; Legi, Kunio; Oroh, Dannie; Gedoan, Verdinand; Kainde, Henry Valentino Florensius; Pantouw, Toar; Tungka, Amelia
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.34309

Abstract

This study aims to determine the characteristics of marine debris at Malalayang Beach, Manado City, North Sulawesi Province, the marine debris collected comes from underwater and the intertidal zone. Underwater waste is collected through Scuba Dive divers, while intertidal marine debris is collected by combing along the shoreline. The method used in this study is a cruising survey with depth limits and quadrant sampling locations. The waste obtained is then sorted and weighed to obtain data for each group of waste. The condition of the marine debris on the land is much more where there are 9 groups of marine debris with an average weight value of 5.16 kg, while in the sea there are only 7 groups of marine debris with an average weight of 2.34 kg. The total weight of marine debris on the land side is still much higher at 72.30 kg, while in the sea it is only 32.70 kg.Keywords: Marine Debris; Coastal; MalalayangAbstrakKajian ini bertujuan untuk megetahui karakterisitik sampah laut pada daerah pesisir Pantai Malalayang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Sampah yang dikumpulkan berasal dari bawah air dan zona intertidal. Untuk sampah yang ada dibawah air dikumpulkan melalui penyelam Scuba Dive, sedangkan sampah daerah intertidal dikumpulkan dengan cara meyisir sepanjang garis pantai. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah survei jelajah dengan batasan kedalaman dan kuadran lokasi sampling. Sampah yang didapatkan kemudian dipilah dan ditimbang untuk mendapatkan data masing-masing kelompok sampah. Kondisi sampah pada bagian darat jauh lebih banyak dimana terdapats 9 kelompok sampah dengan nilai rata-rata berat sampah sebesar 5,16 kg, sedangkan pada bagian laut hanya ditemukan 7 kelompok sampah dengan rata-rata berat sebesar 2,34 kg. Total berat sampah pada bagian darat masih jauh lebih tinggi yaitu sebesar 72,30 kg, sedangkan pada bagian laut hanya sebesar 32,70 kg.Kata kunci: Sampah Laut; Pesisir; Malalayang
Hard Coral Cover and Coral Fish Density in Pantai Pall Waters,Tanjung Pulisan, East Likupang, North Minahasa Regency Maxs, Marten; Manembu, Indri S.; Mamangkey, Noldy G. F.; Boneka, Farnis; Manengkey, Hermanto W. K.; Manopo, Victoria E. N.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.2.2021.35331

Abstract

Tanjung Pulisan area in Likupang has been designated as part of the Likupang Special Economic Zone (SEZ), as one of five super-priority tourist destinations. To support this program, it is urgent to have an assessment based on coral reef and fish ecology that can be destined as a tourism target. Thus, the purpose of this study is to provide information on the percentage of hard coral cover, the percentage of hard coral genera, as well as the density of reef fish in the waters of Tanjung Pulisan. The author uses the Line Intercept Transect and Underwater Visual Census methods at three stations which are combined synergistically to obtain data on corals and target reef fish effectively. Data were analyzed using the Microsoft Excel program. The results of the analysis showed that the percentage of live coral cover in Tanjung Pulisan waters was categorized as moderate with an average percentage of 47.04%, consisting of 30.28% hard coral and 16.76% soft coral. In these waters, 32 genera of hard corals were found, and Porites as the most dominant genus, with an average percentage of 23.01 %. In addition, the total average density of target reef fish in this location was 0.185 ind/m2, with the most dominant family being Acanthuridae with an average density value of 0.096 ind/m2.Keywords: Hard coral; Likupang; Reef fish; Tanjung PulisanAbstrakKawasan Tanjung Pulisan, Likupang telah ditetapkan menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, satu dari lima destinasi wisata super prioritas. Guna menunjang program ini, perlu dilakukan analisis berbasis ekologi karang dan ikan karang yang bisa dijadikan sebagai target wisata. Berdasarkan ini maka dilakukan riset tutupan karang keras, persentase genera karang keras, juga kepadatan ikan karang di lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah Line Intercept Transect dan Sensus Visual Bawah Air pada tiga stasiun yang dipadukan secara sinergis untuk memperoleh data karang dan ikan karang target secara efektif. Data dianalisis menggunakan program Microsoft Excel. Hasil analisis menunjukan bahwa persentase tutupan karang hidup di perairan Tanjung Pulisan terkategorikan sedang dengan persentase rata-rata sebesar 47,04 %, yang terdiri dari 30,28 % karang keras dan 16,76 % karang lunak. Di perairan ini ditemukan 32 genera karang keras, dengan genus yang paling dominan yaitu Porites dengan persentase rata-rata sebesar 23,01 %. Selain itu, total kepadatan rata-rata ikan karang target di lokasi ini adalah 0,185 ind/m2, dengan Famili yang paling dominan adalah Acanthuridae dengan nilai kepadatan rata-rata sebesar 0,096 ind/m2.Kata kunci:   Ikan karang; Karang keras; Likupang; Tanjung Pulisan
Macroalgae Community Structure in Tanjung Merah Waters, Bitung City Achmad, Febrio V.; Kepel, Rene Ch.; Mandagi, Stephanus Vianny; Tilaar, Ferdinand F.; Tombokan, John L.; Ngangi, Edwin L. A.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.34427

Abstract

Seaweed is a component of coastal ecosystems that makes a major contribution to the Indonesian economy. This marine plant is a potential food source and industrial raw materials that can be used to improve people's welfare as these marine macroalgae are widely distributed in Indonesian waters. This study was carried out because of its important role for the ecosystems and the economy of the country. The purpose of this research is to determine the community structure of this macroalgae in the waters of Tanjung Merah Village of Matuari District of Bitung City. The data were collected from January 2021 to March 2021 using a transect of 1 x 1 m2 which was placed along a 100 m line transect with 5 m intervals. The macroalgae found were 6 species consisting of 2 types of Chlorophyta class and 4 species of Rhodophyta class. The macroalgae diversity index of around is 1.06 categorized as moderate diversity; the index of dominant is 0.44 moderate and the evenness index is 1.79 or low.Keywords: Macroalgae; Community; Diversity.AbstrakRumput laut merupakkan komponen ekosistem wilayah pesisir yang memberikkan kontribusi yang besar bagi ekonomi Indonesia. Potensi sumberdaya hayati laut Sulawesi Utara, khususnya Kota Bitung yang cukup potensial untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan bahan baku industri guna peningkatan kesejahteran masyarakatkarena makroalga termasuk salah satu sumberdaya hayati laut yang banyak terdapat di perairan Indonesia. Makroalga memiliki potensi besar untuk dikembangkan, karena memiliki peranan penting baik dari aspek ekologi dan memiliki nilai ekonomi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makroalga yang ada di perairan Kelurahan Tanjung Merah Kecamatan Matuari Kota Bitung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2021 sampai Maret 2021. Data dikumpulkan dengan cara di sampling menggunakan kuadrat berukuran 1x 1 m2 yang diletakkan pada garis transek sepanjang 100 m dengan interval 5 m. Makroalga yang ditemukan 6 spesies yang terdiri atas Kelas Chlorophyta berjumlah 2 jenis, dan kelas Rhodophyta 4 jenis. Indeks keanekaragaman makroalga sekitar 1.06 dikategorikan sedang, indeks dominasi 0.44 dikategorikan rendah dan untuk indeks kemerataan 1,79 dikategorikkan rendah.Kata kunci: Makroalga; Komunitas; Keanekaragaman
Potential of Natural Regeneration Mangrove Seedling on The Coast of Davi Village Biak Numfor Regency, Papua Manan, Jemmy; Manumpil, Abraham W.; Asaribab, Pilipus Y.; Saleky, Dandi
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.2.2021.34876

Abstract

Mangrove ecosystem is an important ecosystem in coastal areas which is a habitat for various types of organisms. The existence of mangrove ecosystems in nature is strongly influenced by the availability of mangrove seedlings and seedlings because they are closely related to the secondary succession process in natural habitats. This research was conducted to analyze the potential for regeneration of mangrove seedlings in the coastal area of Dafi Village, Biak Numfor Regency, Papua. Data collection on the potential for regeneration of mangrove seedlings was carried out using the belt transect method. Analysis of species composition and structure of mangrove vegetation at the seedling level used analysis of species density, relative density, species frequency, relative frequency, and important value index. A total of seven mangrove species were found in the coastal area of Dafi Village, Biak Numfor Regency, consisting of Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica, Ceriops Tagal, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora Stylosa, and Lumnitzera racemoza. The highest species density and relative density values were found in Bruguiera gymnorrizha and Cerops tagal, while the lowest was Rhizophora mucronata and Lumnitzera racemoza. The highest value of species frequency and relative frequency was Bruguiera gymnorrizha, while the lowest was Rhizophora mucronata. The highest Importance Value Index (INP) of mangrove seedlings was found in Ceriops tagal and Bruguiera gymnorrizha, while Rhizophora mucronata had the lowest INP compared to other species.Keywords: Mangrove Ecosystem; Mangrove Regeneration; Important Value Index AbstrakEkosistem mangrove merupakan ekosistem penting di wilayah pesisir yang menjadi habitat bagi berbagai jenis organisme. Keberadaan ekosistem mangrove dialam sangat dipengaruhi oleh ketersediaan anakan dan semai mangrove, karena sangat berkaitan erat dengan proses suksesi sekunder pada habitat alami. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis potensi regenerasi semai mangrove di Pesisir Kampung Dafi Kabupaten Biak Numfor Papua. Pengumpulan data potensi regenerasi semai mangrove dilakukan dengan menggunakan metode belt transek. Analisis komposisi jenis dan struktur vegetasi mangrove tingkat semai menggunakan analisis kerapatan jenis, kerapatan relatif, frekuensi jenis, frekuensi relatif, dan  indeks nilai penting. Total tujuh jenis mangrove ditemukan di Pesisir Kampung Dafi Kabupaten Biak Numfor yang terdiri atas jenis Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica, Ceriops Tagal, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora Stylosa, dan Lumnitzera racemoza. Nilai kerapatan jenis dan kerapatan relatif tertinggi ditemukan pada jenis Bruguiera gymnorrizha dan Cerops tagal, sedangkan terrendah adalah jenis Rhizophora mucronata dan Lumnitzera racemoza. Nilai frekuensi jenis dan frekuensi relatif tertinggi adalah jenis Bruguiera gymnorrizha sedangkan yang terendah adalah jenis Rhizophora mucronata. Indeks Nilai Penting (INP) semai mangrove tertinggi ditemukan pada  jenis Ceriops tagal dan Bruguiera gymnorrizha sedangkan jenis Rhizophora mucronata  memiliki INP terrendah dibanding jenis lainnya.Kata kunci: Ekosistem Mangrove; Regenerasi Mangrove; Indeks Nilai Penting
Macroalgae Biodiversity in Ondong Coastal Waters. Kandati, Feibe R. S.; Kepel, Rene Charles; Rangan, Jety Kornela; Gerung, Grevo S.; Salaki, Meiske Sofie; Lasabuda, Ridwan
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.34136

Abstract

This research was conducted in the coastal waters of Ondong, West Siau District, Siau Islands Regency Tagulandang Biaro with the aim of knowing the composition of macroalgae taxa through a morphological approach. Data retrieval is done by using the Line Transect quadratic method. The results of the study found 15 species consisting of 3 divisions, 3 classes, 10 orders, 12 families, and 12 genera.AbstrakPenelitian ini dilakukan di perairan pesisir pantai Ondong, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dengan tujuan untuk mengetahui komposisi taksa makroalga melalui pendekatan morfologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Line Transect kuadrat. Hasil penelitian menemukan 15 spesies yang terdiri dari 3 divisi, 3 kelas, 10 ordo, 12 famili, dan 12 genera.
Sediment Granulometry of the Beach at the Kalasey’s Groynes Simboh, Reyvalentin; Rampengan, Royke M; Manengkey, Hermanto W.K.; Djamaluddin, Rignolda; Opa, Esry T; Sinyal, Hengky J
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.2.2021.34778

Abstract

Coastal areas have the potential to be developed and utilized for various purposes. However, the intensity of coastal use can result in the degradation of the coastal environment. Therefore, management of the coastal areas is often carried out by building shore protective structures, including groynes. The placement of a structure in the form of a groynes is primarily intended to block littoral flow in moving sediment out of certain places in the shore. Therefore, the placement of groynes on the shore needs to be followed by a study to find out the effectiveness of the groynes. The effectiveness of groynes can be determined, among others, by a study on the granulometry of sediments on the beach. This study was conducted to describe the composition of the sediment and to analyze granulometry distribution in several places at the beach around the groynes on the shore of Kalasey. The study of the physical sediments around the Kalasey groynes was carried out through a study of the sediment samples from October 30, 2020, to April 27, 2021. Sediment sampling was carried out at 6 stations which have been determined on the surface of the beach formed around the groynes. The results obtained through this research showed that the composition of the sediments in the beach around the Kalasey groynes consisted of size classes as follows: very fine sand, fine sand, medium sand, coarse sand, very coarse sand, granule, and pebble. Fine-sized materials at the beach which is located in the groynes on further east have increased in composition. Based on the granulometric analysis of the sediment, it is indicated that the erosion and deposition processes occur alternately in the beaches formed around the groynes.Keywords: Beach; Kalasey Groynes; Sediment Composition; Granulometric AnalysisAbstrakWilayah pantai memiliki potensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.  Walaupun demikian, intensivitas pemanfaatan pantai dapat mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan pantai.  Oleh karena itu, dalam rangka pengelolaan pantai seringkali dilakukan dengan cara membangun struktur pelindung pantai, diantaranya berupa groin. Penempatan struktur berupa groin di kawasan pantai, dimaksudkan utamanya untuk menghadang aliran litoral dalam memindahkan sedimen keluar dari tempat tertentu di kawasan pantai.  Oleh karena itu, penempatan groin di pantai perlu diikuti dengan kajian untuk melihat efektivitas fungsi groin pada kawasan pantai tersebut.  Salah satu cara untuk melihat efektivitas kerja groin di pantai adalah melalui kajian menyangkut granulometri sedimen gisik yang terhampar di sekitar groin yang ditempatkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan komposisi sedimen dan menganalisis distribusi granulometri di beberapa tempat pada gisik sekitar groin di pantai Kalasey.  Kajian terhadap sedimen gisik sekitar groin Kalasey dilakukan melalui telaah terhadap sampel sedimen yang dicuplik mulai 30 Oktober 2020 sampai dengan 27 April 2021.  Pencuplikan sedimen dilaksanakan di 6 stasiun yang ditetapkan pada permukaan gisik yang terbentuk di sekitar groin Kalasey. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini adalah komposisi sedimen pada gisik di sekitar groin Kalasey terdiri dari kelas ukuran berupa pasir sangat halus, pasir halus, pasir sedang, pasir kasar, pasir sangat kasar, granul, dan kerakal.  Gisik yang terletak pada kawasan groin semakin ke arah Timur pada kawasan ini, komposisi sedimennya mengalami peningkatan jumlah material sedimen yang berukuran halus.  Berdasarkan analisis granulometri sedimen terindikasi bahwa proses erosi dan deposisi terjadi secara bergantian pada gisik-gisik yang terbentuk di sekitar groin.Kata kunci: Gisik; Groin Kalasey; Komposisi Sedimen; Analisis Granulometri
Estimation of Carbon Stored Mangrove Vegetation in Small Islands Bunaken National Park Schaduw, Joshian Nicolas William
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v9i2.35746

Abstract

Mangrove ecosystems have many roles in maintaining balance in coastal areas and on small islands because they are very productive and contribute as a source of organic carbon and other nutrients, and can absorb carbon in the atmosphere and store it in biomass and sediments so that mangroves play a very important role in mitigating global climate change. The purpose of this study is to find out how much potential carbon stock is stored in mangrove vegetation in Bunaken National Park North Minahasa Region (Mantehage Island and Nain Island). This study uses the line transect method for sampling plots in data collection, where at each research station 3 plots measuring 10x10 m2 are made with a distance that adjusts to the condition of the mangroves. Each individual in the plot was recorded for the type, number, and circumference of the tree trunk. Calculation of the biomass of mangrove trees using the allometric equation Komiyama et al., (2005) and estimating the amount of carbon (C) stored using the Brown (1997) and IPCC (2006) equations. The results of the estimation of the total carbon stored in mangrove vegetation in KDP National Park Bunaken North Minahasa Region (Mantehage Island and Nain Island) the total potential of biomass and carbon stored in mangrove vegetation in KDP TNB North Minahasa Region (Mantehage Island and Nain Island) amounted to 75.91 tons /ha or the equivalent of 35.68 tons C/ha.Keywords: Small islands; Mangrove; Biomass; CarbonAbstrakEkosistem mangrove memiliki banyak peranan dalam menjaga keseimbangan di wilayah pesisir maupun pada pulau-pulau kecil karena sangat produktif dan berkontribusi sebagai sumber karbon organik dan nutrien lainnya, serta dapat menyerap karbon di atmosfer dan menyimpannya dalam biomassa dan sedimen, sehingga mangrove sangat berperan dalam mitigasi perubahan iklim global. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui seberapa besar potensi stok karbon tersimpan pada vegetasi mangrove di PPK Wilayah Minahasa Utara (Pulau Mantehage dan Pulau Nain). Penelitian ini menggunakan metode garis transek petak contoh dalam pengambilan data, dimana pada setiap stasiun penelitian dibuat 3 plot berukuran 10x10 m2 dengan jarak menyesuaikan keadaan mangrove. Setiap individu yang terdapat dalam plot dicatat jenis, jumlah, dan keliling lingkar batang pohon. Perhitungan biomassa tegakan pohon mangrove menggunakan persamaan allometrik Komiyama et al., (2005) dan mengestimasi jumlah karbon (C) tersimpan menggunakan persamaan Brown (1997) dan IPCC (2006). Hasil estimasi total karbon tersimpan pada vegetasi mangrove di PPK Taman Nasional Bunaken Wilayah Minahasa Utara (Pulau Mantehage dan Pulau Nain) total potensi biomassa dan karbon tersimpan vegetasi mangrove di PPK TNB Wilayah Minahasa Utara (Pulau Mantehage dan Pulau Nain) yakni sebesar 75,91 ton/ha atau setara 35,68 ton C/ha.Kata Kunci: Pulau-Pulau Kecil (PPK); Mangrove; Biomassa; Karbon
Analysis Of Types Of Carotenoid Pigments In Crab Sesarmops sp From Manado By Coast Adrian, Melinda Margareta; Paransa, Darus S. J; Paulus, James J. H; Kawung, Nickson J.; Bara, Robert A.; Kepel, Rene Ch.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.2.2021.35127

Abstract

Carotenoid pigments are a group of pigments that are yellow, orange, and red-orange in color. Pigments are natural dyes found in plants and animals, extracts of carotenoid pigments can be separated by chromatographic methods where the common chromatographic methods in determining the type of pigment are Column Chromatography (CC) and Thin Layer Chromatography (TLC). The purpose of this study was to determine the types of pigments contained in the carapace extract of the male crab Sesarmops sp. The Sesarmops sp crab has a brown dorsal carapace with blackish-brown leg spots known as mangrove crabs. Crabs in the Sesarmidae family have a carapace formation and wide legs, do not have swimming legs, and have a pair of claws that are faded purple, the presence of these colors can be identified as containing carotenoid pigments. The results of this study obtained the content of carotenoid pigment 25.2 g/gr and the value of the concentration of carotenoid pigment in the male crab extract Sesarmops sp 10.99 g. The results of the separation of the total pigment extract using column chromatography obtained the types of pigments -carotene, Ekinenon, Zeaxanthin, and Astaxanthin. Keywords: Column Chromatography (CC); Carotenoids; Sesarmops sp                                                                       AbstrakPigmen karotenoid adalah sekelompok pigmen yang berwarna kuning, oranye dan merah oranye. Pigmen adalah zat warna alami yang terdapat pada tumbuhan  dan hewan, ekstrak pigmen karotenoid dapat dipisahkan dengan metode kromatografi yang dimana metode kromatografi umum dalam menentukan jenis pigmen adalah Kromatografi Kolom (KK) dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis pigmen apa saja yang terdapar pada ekstrak karapas kepiting jantan Sesarmops sp. Kepiting Sesarmops sp memiliki karapas dorsal bewarna coklat dengan bintik kaki coklat kehitaman yang dikenal sebagai kepiting mangrove. Kepiting dalam keluarga sesarmidae memiliki bentukan karapas dan kaki yang lebar tidak memiliki kaki renang serta memiliki sepasang capit berwarna ungu pudar, adanya warna tersebut kepiting dapat diidentikasikan mengandung jenis pigmen karotenoid.  Dari hasil penelitian ini mendapatkan kandungan pigmen karotenoid 25,2 dan nilai konsentrasi pigmen karotenoid pada ekstrak kepiting jantan Sesarmops sp 10,99 . Hasil pemisahan dari ekstrak pigmen total menggunakan kromatografi kolom didapatkan jenis pigmen β-karoten, Ekinenon, Zeaxantin dan Astaxantin

Filter by Year

2012 2025