cover
Contact Name
Muhammad `Ainul Yaqin
Contact Email
ayaqin28@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalalqodiri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
ISSN : 22524371     EISSN : 25988735     DOI : -
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jember. Jurnal ini memuat kajian-kajian pendidikan, Sosial dan Keagamaan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 7000-9000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari.
Arjuna Subject : -
Articles 516 Documents
Analisis Pendekatan Kajian Keislaman Pendidikan Tinggi Berbasis Pesantren (Studi di IAI Al-Qodiri Berbasis Pondok Pesantren Al-Qodiri Di Kabupaten Jember) Arifin, Zainal; Zainuddin
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.797-807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan analisis pendekatan kajian keislaman pendidikan tinggi berbasis pesantren di IAI Al-Qodiri Jember. Di dalam penelitian ini, metode penelitiannya menggunakan metode kualitatif dengan jenis studikasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). ada tiga pendekatan dalam pengembangan kurikulum yaitu a). pendekatan monodisipliner,b) interdisipliner, dan c).atau multidisipliner. 2). IAI Al-Qodiri Jember memiliki mata kuliah khusus yaitu Tarbiyatul Manaqib dan Ke Aswaja an” 3). kajian keislaman dengan menggunakan mazhab Islamisasi ilmu dan ilmuisasi Islam. Kata Kunci: keislaman, integrasi, kurikulum.
Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Polis Asuransi Terhadap Pencabutan Izin Usaha Asuransi Zainudin, Ahmad
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.808-818

Abstract

Penelitian hukum terhadap perlindungan hukum bagi pemegang polis terhadap pencabutan izin usaha asuransi perlu di lakukan secara serius sebagai suatu langkah pemenuhan atas hak-hak dari pemegang polis yang merupakan dampak dari pencabutan izin usaha asuransi yang dilakukan oleh menteri keuangan berdasarkan pasal 18 Undang-Undang No. 20 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian. Oleh karena itu untuk memberikan perlindungan hukum bagi pemegang polis maka berdasarkan pasal 20 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian. dimana hak pemegang polis tersebut harus didahukukan pembayaranya untuk itu maka harus dilakukan likuidasi untuk memenuhi hak-hak pemegang polis langkah hukum yang dilakukan adalah melakukan pembubaran pada perusahaan asuransi tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan likuidasi yang dilakukan likuidator untuk melakukan pencatatan dan pemberesan harta kekayaan perusahaan berdasarkan pasal 149 ayat (1) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Setelah dilakukan pencatatan dan pemberesan maka likuidator menggumumkan rencana pembagian harta kekayaan perusahaan berdasarkan pasal 149 ayat (1) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas kepada pemegang polis. Pemegang polis mendapatkan pilihan pembayaran dengan adanya likuidasi ini, setuju dengan rencana pembagian kekayaan perusahaan tersebut dan menunggu pembayaran dari likuidator apabila tidak setuju pemegang polis dapat melakukan keberatan kepada likuidator berdasarkan pasal 149 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas jika keberatan tersebut ditolak maka pemegang polis dapat melakukan gugatan kepada likuidator sebagaimana telah diamanatkan oleh pasal 149 ayat (4) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas. Kata kunci: perlindungan hukum, pencabutan izin, pembubaran, likuidasi, pemenuhan hak, kepastian hukum.
Tanggung Jawab Notaris Dalam Pembuatan Akta Yang Tidak Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 Jo. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris Gue Mitenage, Krissyner Emanuel
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 2 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/al qodiri.v19i2.4567

Abstract

Munculnya persoalan yang melibatkan jabatan Notaris menunjukkan bahwa Notaris selaku pejabat publik yang berwenang membuat akta otentik, belum mampu bekerja secara profesional sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Menurut ketentuan Pasal 16 ayat (1) huruf l Undang-Undang Jabatan Notaris disebutkan bahwa dalam menjalankan hadap dengan dihadiri oleh paling sedikit 2 (dua) orang saksi dan ditandatangani pada saat itu juga oleh penghadap, saksi dan Notaris. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Bagaimanakah tanggung jawab perdata bagi Notaris yang dalam pembuatan aktanya tidak memenuhi ketentuan Pasal 16 ayat (1) huruf l dan ayat (7) Undang-undang Jabatan Notaris ? Bagaimana pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dalam perkara yang melibatkan Notaris sebagai tergugat ? Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif (normative legal research). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai permasalahan yang akan diteliti dan dilihat dari sifatnya, dapat dikatakan sebagai penelitian yang bersifat deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila ketentuan dalam Pasal 39 dan Pasal 40 tidak dipenuhi, akta tersebut hanya mempunyai kekuatan pembuktian sebagai akta di bawah tangan dan Notaris bertanggung jawab untuk membayar ganti kerugian kepada para pihak yang merasa dirugikan sebagai akibat akta yang batal demi hukum karena kesalahan dari notaris yang bersangkutan. Pertimbangan hakim pengadilan negeri dalam perkara yang melibatkan Notaris sebagai tergugat, berdasarkan putusan Perkara Nomor: 174/Pdt.G/2009/PN.SMG tidak menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Notaris di Semarang dalam menerbitkan Akta Nomor: 3 tertanggal 22 Juni 2004 mengenai Berita Acara RUPS dengan agenda rapat perubahan anggaran dasar perseroan dan Akta Nomor: 7 tertanggal 21 Juli 2005 mengenai Berita Acara RUPS dengan agenda rapat persetujuan untuk pengalihan saham. Kata Kunci: Tanggung Jawab, Jabatan Notaris, Akta Otentik.
Perlindungan Hukum Bagi Ahli Waris Yang Dikesampingkan Oleh Anak Angkat Purwadana, Lanang Alit
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 2 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2021.19.2.641-649

Abstract

Abstrak–Hibah merupakan suatu pemberian secara cuma-cuma dari seseorang kepada orang lain yang berlaku pada saat itu juga. Meskipun demikian agar hibah di dalam hukum Islam tersebut sah, maka orang yang menghibahkan telah berumur sekurang-kurangnya 21 tahun, berakal sehat, tanpa adanya paksaan, dapat menghibahkan sebanyak-banyaknya 1/3 harta bendanya kepada orang lain atau lembaga, di hadapan dua orang saksi, untuk dimiliki, dan harta benda yang dihibahkan harus merupakan hak dari penghibah sebagaimana Pasal 210 Kompilasi Hukum Islam dimana pemberian harta benda secara suka rela atau pemberian tanpa ganti rugi dari seseorang kepada orang lain itu dibagi dua. Hibah diberikan kepada anak angkat hukum Islam mengenal pengangkatan anak sebagaimana pasal 171 huruf g KHI yang menentukan bahwa : “Anak angkat adalah anak yang dalam pemeliharaan untuk hidupnya sehari-hari, biaya pendidikan dan sebagainya beralih tanggung jawabnya dari orang tua asal kepada orang tua angkatnya berdasarkan putusan Pengadilan.” Hasil penelitian menunjukan dalam kasus ini gugatan Nuri Sahani dan Mirta kepada Evi Mulyasari atas pembatalan hibah dapat dibenarkan dan sah karena rumah yang merupakan seluruh harta dari H. Madsari dan Hj. Asih telah dihibahkan seluruhnya kepada Evi Mulyasari yang tidak sesuai dengan ketentuan dari Pasal 210 KHI bahwa hibah kepada orang lain hanya boleh sebanyak-banyaknya adalah 1/3. Nuri Sahani dan Mirta merupakan salah satu ahli waris yang masih ada, dan H. Madsari dan Hj. Asih tidak meninggalkan ayah atau anak (pasal 182 KHI), sedangkan istriya sudah meninggal dunia, maka yang berhak adalah saudara-saudara dari pewaris baik itu saudara perempuan maupun saudara laki-laki. Sedangkan kedudukan Evi Mulyasari sebagai anak angkat hanya diperbolehkan menerima bagian maksimal 1/3 dari harta warisan orang tua angkatnya berdasarkan wasiat wajibah. Nuri Sahani dan Mirta berhak atas pembatalan hibah atas rumah tersebut dan dianggap sah dikarenakan masih mempunyai hubungan darah dengan H. Madsari serta beragama Islam dan tidak terhalang hukum untuk menjadi ahli waris. Apabila rumah tersebut dikuasai sepenuhnya oleh Evi Mulyasari, maka Nuri Sahani dan Mirta berhak untuk memintanya kembali, karena Nuri Sahani dan Mirta sebagai ahli waris dari H. Madsari bersama-sama dengan Mirta dimana keduanya merupakan ahli waris ashabah bilghairi, yaitu ahli waris yang mendapatkan sisa harta warisan pewaris setelah harta warisan tersebut dibagikan kepada golongan ahli waris pertama, akan tetapi apabila tidak ada ahli waris yang termasuk golongan pertama tersebut maka ahli waris golongan Ashabah akan mendapatkan seluruh harta waris yang ditinggalkan pewaris. Hal ini sesuai dengan pasal 181 KHI dan 182 KHI. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Ahli Waris, Hukum Islam
Tanggung Gugat Bank X Atas Terhadap Nasabah Yang Mendapatkan Uang Palsu Dari Tarikan Tunai Zakaria, Mochamad Singgih
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/al qodiri.v19i3.4569

Abstract

Abstrak–Kitab Undang-undang Hukum Perdata mengatur tentang perbuatan melawan hukum. Nasabah menemukan uang palsu dari tarikan tunai dengan tarikan Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah). Dari dua kali tarikan itu ditemukan dua lembar uang palsunya. Lembaran uang palsu itu diketahui ketika uang yang diambil tersebut mau ditransfer ke bank lain. Mendapati itu, nasabah langsung melaporkan itu kepada pihak bank tempat dia mengambil uang, tetapi pihak bank menolak mendengar keluh kesah nasabah serta malah menyalahkan sang nasabah.Karena merasa dirugikan, nasabah segera melaporkan kasus itu kepada Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen. Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen mengaku telah menerima begitu banyak pengaduan dari masyarakat selaku konsumen atas beredarnya uang alsu di ATM. Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen menuturkan dalam kasus tersebut ada kelalaian perbankan dengan tidak menyortir terlebih dahulu uang yang akan dimasukkan ke dalam mesin ATM. Berdasarkan Kitab undang-undang Hukum Perdata, adanya hubungan sebab akibat antara perbuatan dan kerugian dapat dikatakan perbuatan melawan hukum. Kata Kunci: Tarikan Tunai, Perbuatan Melawan Hukum, Ganti Rugi
Kedudukan Kreditur Preferen Dalam Sengketa Obyek Jaminan Ganda Novia Kunda, Kathrina
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.827-836

Abstract

Tujuan pembangunan nasional adalah mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat di negeri kita dipengaruhi oleh adanya persaingan baik itu persaingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun persaingan dalam dunia usaha. Personal guarantee yang terwujud dalam perjanjian penanggungan tidak menetapkan syarat khusus yang mengharuskan agar penjamin menyerahkan sesuatu yang berwujud yang nantinya dapat mempermudah kreditor dalam mengambil tindakan jika debitor wanprestasi dan penjamin ingkar janji, hal inilah yang membuat perjanjian penanggungan menjadi kurang begitu bermakna atau berarti dalam fungsinya sebagai jaminan yang terwujud dalam akta tersendiri, personal guarantee seakan-akan hanya merupakan kewajiban moral saja. Kata kunci: kreditur, jaminan, sengketa
Language Games On Students To Upgrade Arabic Vocabulary Proficiency Mishbahuddin, Mohamad; Hidayah, Zia Haninatul
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 2 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2021.19.2.650-660

Abstract

Among the various problems in learning Arabic at the school is the difficulty in creating an atmosphere of learning Arabic by teachers how to motivate students to learn Arabic. This condition is of course impact on learning Arabic held in class, especially when traced how the learning outcomes that will be generated. In connection with the problem, so in this paper put forward an alternative learning are expected to be more motivating to students in learning Arabic, which is through the use of various games in learning Arabic. With increasing student motivation to learn Arabic subjects, it is expected that ongoing learning will be more qualified. One reason for using of games in learning process is will adding to recreational game and also has a charge of education. With the game, someone will feel compelled to engage and overcome difficulties and solve problem. Keywords: Language, games, vocabulary.
The Relation Between Education And The Types of Foundations Mishbahuddin, Mohamad; Hidayah, Zia Haninatul
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.837-845

Abstract

Education has an important role in the life of societies and peoples. Interaction and coordination with the surrounding community to contribute effectively, and hence education has occupied many researchers and scholars throughout the ages, and had a considerable amount of study and analysis. Education has a variety of foundations, including cultural, social, historical, religious, economic, scientific and technological, philosophical, political, psychological, and educational. Fundamentals of Education The importance comes with the philosophy of education and sociological education and psychological education and the rest of the branches after it. Given this branches that they are the state, movement and human capacity is focused on education, because they are a field that reflects the applications of education in educational systems and then comes the rest of the educational materials that apply the findings of the foundations of education. Either the relationship between education and culture, or the relationship with religion, or economic and other. Keywords: Relationship, Education, Foundation Of Education
Integrating Religious Culture In Growing Islam Rahmatan Lil 'Alamin At SMP Negeri 1 Sumbermalang Situbondo Efendi, Ridwan
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 1 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2022.20.1.60-71

Abstract

This study aims to describe the process of integrating religious culture in growing Islam rahmatan lil 'alamin students at SMP Negeri 1 Sumbermalang. In this study, the research approach uses descriptive qualitative. The results of the research show that the pattern of implementing integralistic education at SMP Negeri 1 Sumbermalang is to integrate Islamic values ​​in each subject with efforts to read prayers and sholawat nariyah which are required to be read in every activity in the school. The number of readings of sholawat nariyah is 3 times with the aim of hoping for intercession to the Prophet Muhammad SAW so that students can be given convenience in carrying out the learning process in the classroom and the knowledge that has been obtained can be practiced in everyday life.
Islamic Boarding School Discourse: Analysis Of Kiai's Attribution To Muslim Woman Wahidah, Finadatul
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 1 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2022.20.1.28-45

Abstract

Muslim women in this study are the clothes they wear. Muslim women's clothes continues to develop, many new trends emerge. Fashion show activities, artists involved in Muslim fashion trends, to shopping centers that provide various models of Muslim clothing. The diversity of Muslim styles is a new phenomenon that requires specific Islamic studies to provide objective observations to enlighten Muslims in living life. Islamic studies, one of which was born from the role and contribution of pesantren. Pesantren is the oldest Islamic educational institution in Indonesia, and Kiai, through his pesantren, always takes part in setting policies in pesantren. The movement and role of the Kiai are not only given to the pesantren he leads but also to the phenomena that occur in the community outside the pesantren. For example, the trend of Muslim fashion among women. The focus of this research is 1) What is the process of forming the kiai’s attribution to Women's Clothes?; 2) What is the model of the kiai’s attribution to Women's Clothes?. And as for the purpose of this study is to analyze the process of forming the kiai’s attribution to Women's Clothes; To analyze the attribution model of the kiai’s attribution to Women's Clothes. The research method used is a qualitative research method, and the type of research used is phenomenology. This research uses interview, observation, and documentation research techniques. The results of this study are the kiai's attribution to women's clothing is the kiai's perception of the phenomenon of Muslim Women's Clothes. 1) The process of forming the kiai's attribution, starting with the phenomena that occurred in Jember, was then interpreted based on the yellow book. The attribution of the Kiai states that there is a standard to cover the aurat. They agree on the obligation to cover the genitals (Satrul Aura); 2) The kiai's attribution model regarding Women's Clothes is moderate and pivots on the principle of covering aurat and not rejecting current fashions and trends. Tolerance attitude. The kiai's attribution model is based on sources of the Islamic law that form a collective agreement and form a sub-culture. The most important principle underlying the kiai's attribution is to live in harmony and mutual respect—tolerance between those who wear hijab and those who do not become the concentration of the Kiai. Keywords: Kiai’s Attribution, Muslim Women

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 3 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan (In Progress) Vol. 23 No. 3 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan (In Progress) Vol. 23 No. 2 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 23 No. 1 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 3 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 2 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 1 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 3 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 2 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 1 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 3 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 2 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 1 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 2 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 1 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 3 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 2 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 17 No. 2 (2019): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2019): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 2 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 1 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 13 No. 2 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 12 No 1 (2017): April Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 11 No. 2 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 10 No. 1 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2015): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 8 No. 1 (2015): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 7 No. 2 (2014): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 6 No. 1 (2014): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 5 No. 2 (2013): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2013): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2012): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2012): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 1 No. 1 (2011): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan More Issue