Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jember. Jurnal ini memuat kajian-kajian pendidikan, Sosial dan Keagamaan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Agustus.
Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 7000-9000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari.
Articles
516 Documents
Penjatuhan Pidana Mati Terhadap Ms Atas Pembunuhan Berencana Dan Pemerkosaan Ditinjau Dari Kitab Undang Undang Hukum Pidana
Megasari, Yuliana
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.609-620
Tujuan penulisan ini sebagai suatu syarat untuk kelulusan dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Surabaya. Tujuan praktis yaitu apakah tepat penjatuhan pidana mati terhadap MS atas pembunuhan berencana dan pemerkosaan ditinjau dari KUHP. Hasil penelitian menunjukan bahwa putusan pidana mati terhadap MS tidak tepat, karena; Perbuatan yang dilakukan oleh MS tidak memenuhi sebagian unsur-unsur dalam Pasal 340 KUHP, yaitu: dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu. Dan Pasal 285 KUHP, yaitu: kekerasaan atau ancaman kekerasan, memaksa, dan seorang wanita bersetubuh dengan dia diluar perkawinan.; Perbuatan yang dilakukan oleh MS tidak memenuhi sebagian unsur-unsur kesalahan dalam pertanggungjawaban pidana, yaitu: perbuatan melawan hukum (perbuatan pidana), memiliki salah satu bentuk kesalahan yaitu sengaja (dolus) dan lalai (culpa), serta tidak boleh ada alasan pemaaf, maka MS tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana; Adanya kesaksian tertulis yang ditulis oleh AS yang menerangkan bahwa MS dan keluarganya tidak terlibat dalam pembunuhan terhadap AP dan keluarganya. Hal ini dikuatkan ketika AS memberikan keterangan dalam pemeriksaan perkara banding atas Putusan PN Makale No.62/Pid.B/2006/PN Makales atas nama terdakwa BS bahwa AS lah pelaku tunggal pembunuhan AP dan sekeluarga tanpa perencanaan sebelumnya dan dibantu oleh siapapun. Dan keterangan tersebut, telah dijadikan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Makassar, sebagai suatu fakta materiil dalam pertimbangan hukumnya yang dijadikan salah satu dasar untuk membebaskan Terdakwa BS. Kata Kunci: Penjatuhan Pidana Mati, Pelaku Pembunuhan Berencana dan Perkosaan
Eksistensi Upicc Sebagai Instrumen Soft Law Dalam Praktik Perdagangan Internasional
Valentina Gea, Gita Venolita
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.621-635
International trade practice is based on international treaties or agreements. Treaties in international law paradigm on its development now distinguished on the form of hard law or soft law. Soft law is identical with its characteristic as a legal instrument that has no juridical binding power. UPICC as a legal instrument on international trade sector tries to harmonize the international trade law but it has the nature of soft law. This paper aims to examine the purpose of UPICC existence on its effort of harmonizing the diversity of international trade law while its characteristic is defined as a soft law. Based on this research that was conducted by juridical-normative method, it is understood that the characteristic of UPICC as a soft law makes it as legal instrument that is able to adapt with the development of international trade law also to become the reference on reforming the international trade law. Key Words: UPICC, soft law, international trade.
Kekuatan Eksekutorial Sertifikat Hak Tanggungan Terhadap Debitur Wanprestasi
Purwanto, Bambang
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.636-642
Salah satu ciri hak tanggungan menurut undang-undang adalah mudah dan pasti dalam pelaksanaan eksekusinya jika debitur cidera janji. Namun pada prakteknya ternyata terdapat banyak hambatan dalam pelaksanaannya. Pihak yang berhutang/debitor dapat melakukan bantahan kepada pengadilanatas eksekus yang dilakukan oleh pihak yang berpiutang yaitu kreditor. Dengan adanya bantahan tersebut maka pihak kreditor yang piutangnya telah dijamin oleh hak tanggungan menjadi tertunda dalam melaksanakan hak eksekutorial sesuai yang diberikan oleh Undang-Undang. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang kekuatan eksekutorial dari sertifikat hak tanggungan terhadap debitor wanprestasi berkaitan dengan pemenuhan hak-hak para pihak yang terikat dalam jaminan hak tanggungan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan penedekatan yuridis normatif. Data pada penelitian ini diperoleh melalui penelitian kepustakaaan. Kata kunci: Hak Eksekutorial, Hak Tanggungan, Wanperstasi, Cidera Janji.
Pembatalan Akta Jual Beli Oleh Ahli Waris
Wiyono, Felinsia
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.643-650
Tujuan penulisan artikel adalah sebagai suatu syarat untuk kelulusan dan mendapatkan gelar Magister Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Surabaya. Tujuan praktis yaitu untuk mengetahui dan menganalisis putusan BPN dapat dimohonkan pembatalan ditinjau dari analisis putusan MA Nomor 63 K/TUN/2011. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa putusan MA Nomor 63 K/ TUN/2011 yang membatalkan akta jual beli antara T. Mulyanto dan Hioe (Sioe) Lie Njin adalah tidak tepat, karena, Bidang tanah seluas 6808 m2 atas nama almarhum Timin, merupakan harta warisan yang belum dibagi dua ahli warisnya yaitu Tantyo dan T Mulyanto, masing-masing mempunyai hak yang sama atas harta warisan. Bidang tanah tersebut dijual oleh Tantyo kepada PT Jagad Pertala Nusantara tanpa bukti sertifikat, karena sertifikat masih dipegang oleh T. Mulyanto yang dijual kepada Hioe (Sioe) Lie Njin. Adapun saran yang dikemukanan dalam skripsi ini Hendaknya dengan meninggalnya pewaris, para ahli waris sesegera melakukan pembagian harta waris melalui Akta Pembagian Hak Bersama (APHB) di hadapan notaris yang berwenang. APHB dibuat manakala ada sebidang tanah yang kepemilikannya adalah milik bersama dari beberapa orang, kemudian akan dibuat menjadi milik satu orang atau lebih yang nantinya jadi pemilik HAT tersebut. Kata Kunci: Pembatalan, Akta Jual Beli
Tinjauan Teori Check And Balances Lembaga Pertanahan Menghadapi Era Digitalisasi Dimasa Pandemi Covid-19
Kusuma Dinata, Yuda Permadi;
Hwian Christianto
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.651-659
Konsep trias politica yang dicetuskan oleh De Baron Montesquieu, dalam sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia sebelum dan sesudah perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Tidak sepenuhnya bersifat absolut, namun melainkan bersifat check and balances, yaitu adanya pembagian dan pemisahan kekuasaan antar lembaga tinggi negara dalam menjalankan tugas kenegaraan yang saling kontrol dan seimbang, konsep Trias Politica yang digunakan oleh negara Indonesia tidak bersifat absolut. Penerapan checks and balances antar lembaga negara di Indonesia pada sistem pembagian dan pemisahan kekuasaan dibagi menjadi 2 (dua) yaitu pembagian kekuasaan yang bersifat vertikal dan pembagian kekuasaan yang bersifat horizontal, cheks and balances berdasarkan pada karakteristik sistem pemerintahan Negara Indonesia. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini dilakukan secara komparatif dan koprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah Yuridis Normatif dan Conceptual Approach, spesifikasi penelitian deskriptif teoritis analisis, metode pengumpulan bahan hukum dengan melakukan penelitian kepustakaan, metode analisis hukum menggunakan kualitatif. Indonesia menerapkan prinsip Trias Politica secara implisit. Hal-hal mengenai peraturan pemisahan dan pembagian kekuasaan telah diatur oleh Undang-Undang Dasar 1945 (sesudah perubahan) secara implisit sebagai landasan konstitusi. Indonesia masih menganut prinsip distribusi kekuasaan secara klasik dengan menerapkan cheks and balances. Penerapan sistem Trias Politica yang dianut oleh negara Indonesia tidak bersifat absolut. Pemisahan dan pembagian kekuasaan mengikuti perkembangan yang ada dimasyarakat Keyword: Cheks and Balances, Lembaga Pertanahan, Era Digitalisasi dan Pandemi Covid-19
Strategi Komunikasi Antarbudaya Pasangan Suami Istri Kawin Campur Eropa - Indonesia Di Kota Makassar
Maesurah, Sitti
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.660-670
Mixed marriages are a result of intercultural interaction. This sacred process not only binds two individuals but also brings together two very different cultures. Therefore, an effective intercultural adaptation is needed as an effort to understand life partners, so that misunderstandings that lead to disharmony and conflicts can be avoided. This study is to analyze the intercultural adaptation process carried out by the wife who is an Indonesian citizen and the husband who comes from various countries in the Continent of Europe who are involved in mixed marriages in Makassar City. This research uses descriptive qualitative method with a case study approach. The results showed that there were four stages of adaptation carried out by mixed European-Indonesian married couples. In addition, it was found that intercultural adaptation plays a major role in maintaining the harmony of mixed marriages. Keywords: Intercultural Adaptation, Married Couples, Mixed Marriage
Benturan Peradaban Samuel P. Huntington (Sebuah Analisis Perang Pemikiran Barat - Islam Dalam Tinjauan Komunikasi)
Klau, Stanis
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.671-685
Perang pemikiran dalam studi komunikasi dikenal juga dengan propaganda. Propaganda mempunyai kajian pokok “How to influence and to control the mind’s of men’’, Bagaimana mempengaruhi dan menguasai pikiran manusia. Tindakan ini sebagai bagian dari upaya membujuk orang lain agar mengikuti atau melakukan sesuai keinginan propagandis telah dilakukan pada awal pen- ciptaan manusia (Kisah Adam dan Hawa pada Catatan). Sebagai suatu peristilahan, penggunaan kata propaganda diawali pada lingkungan agama Roma Katolik ketika Paus Gregorius XV mendirikan lembaga Sacra Congregatio de Propaganda Fide pada awal abad ke-17. Jadi istilah propaganda lahir dalam upaya penyebaran suatu keyakinan/agama. Namun, pada abad berikutnya propaganda justru lebih banyak digunakan dalam tujuan politik, sehingga propa- ganda lebih berkembang di bidang politik. Kebangkitan Islam merupakan hal yang sangat dikwatirkan oleh kalangan Barat. Saat ini Islam mulai bangkit kembali dalam satu semangat budaya yang dan memiliki potensi jumlah penganut yang besar, serta memiliki kemampuan untuk memobilisasi penganutnya secara massal. Islam juga seringkali digambarkan sebagai ancaman lipat tiga: ancaman politik, ancaman peradaban dan ancaman demografi (Esposito, 1987: 195). Cina ± atau Asia pada umumnya juga dianggap sebagai ancaman karena memiliki kekuatan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. Secara umum, menurut Huntington, setidaknya terdapat tiga hal kecenderungan yang akan terjadi di masa depan, yaitu: 1) Era dominasi Barat yang semakin surut, 2) Berkembangnya kekuatan besar baru yang menolak nilai-nilai Barat karena menggunakan norma-norma mereka sendiri, 3) Perbedaan peradaban yang semakin jelas karena pengaruh pasar dan media (Stephen M. Walt, 1997: 179). Tesis Huntington yang kontroversial ini kurang lebih hanya merupakan propaganda hitam yang membawa dunia pada kondisi saling berbenturan. Tesis Huntington tidak memiliki argumentasi filosofis yang kuat dan hanya berupa serapan laterlek terhadap fenomena yang ada tanpa analisis lebih detail. Dialog antarperadaban (dialogue of civilizations) sebagai alternatif nampaknya layak untuk dipertimbangkan daripada prediksi Huntington tentang benturan antarperadaban (clash of civilizations). Kata kunci: Benturan, Peradaban, Samuel P. Huntington.
Homo Digital Fenomena Anomali Komunikasi Di Era Revoluasi Informasi
Maesurah, Sitti;
Hafied Cangara;
Hasrullah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.686-700
Homo Digital merupakan subjek yang unik. Dalam kondisi yang serba mudah dan praktis dalam berkomunikasi di era digital probadi homo digital dihadapkan pada pilihan eksentrik yang disebut anomali komunikasi. Penerapan komunikasi digital, khususnya dalam politik dan demokrasi, tidak menghasilkan kondisi seperti dibayangkan, sehingga sulit untuk tidak bersikap skeptis terhadapnya. Dewasa ini manusia dikacaukan dengan satu fenomena baru, yaitu kontes hoaks. Manusia komunikasi modern atau homo digital memanfaatkan kecanggihan alat komunikasi modern untuk mencari pembenaran bukan kebenaran. Kotens hoaks merebak secara meluas tidak hanya dalam satu negara tapi mendunia sehingga bisa disebut pandemi hoaks yang telah meracuni seantero manusia jagat raya ini. Negara hukum berdiri tegak dan kelihatannya kokoh, tetapi perubahan yang sangat cepat sedang menggerogoti De mortalis ini dari dalam. Tidak ada darah yang tumpah, tak ada bau mesin. Yang terjadi adalah suatu pandemi hoaks dengan plintiran kebencian yang memicu konflik horizontal. Demagogi rasis dan orasi kebencian kepada agama lain, suku lain, etnis lain seperti selama Pemilu Presiden 2019, dilolongkan kencang-kencang dari revolusi digital yang hanya kelihatannya senyap itu. Dari klik pada gawai dipiculah kekacauan baru, digital state of nature. Kata Kunci: Homo Digital Fenomena Anomali Komunikasi
Pembinaan Pecandu Narkoba Melalui Tazkiyatun Nafs Di Pondok Pesantren Al-Qodir Cangkringan Sleman Yogyakarta
Muwefik, Muhammad
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.701-717
Pondok pesantren menjadi lembaga yang menarik untuk diteliti, terlebih saat ini pondok pesantren menjadi tempat pelaksanaan tazkiyatun nafs atau purifikasi jiwa bagi para pecandu narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui alasan pondok pesantren al-Qodir membimbing para pecandu narkoba melalui tazkiyatun nafs atau purifikasi jiwa; 2) Mengetahui pelaksanaan Tazkiyah An-Nafs atau purifikasi jiwa di Pondok Pesantren Al-Qodir Cangkringan Sleman dalam membina pecandu narkoba; 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam membimbing para pecandu narkoba melalui Tazkiyah An-Nafs atau purifikasi jiwa di pondok pesantren Al-Qodir Cangkringan Sleman. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Pondok Pesantren Al-Qodir Cangkringan, Sleman Yogyakarta. Kemudian teknik pengumpulan data memakai tiga teknik, yaitu observasi berperan serta (participant obsevation), wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah 1) pondok pesantren al-qodir sebagai tempat penyucian jiwa karena merespon terhadap faktor eksternal dan karena faktor internal pondok pesantren al-Qodir dengan pendekatan religiusnya yang berupa tazkiyatun nafs atau purifikasi jiwa; 2) Bimbingan tazkiyatun nafs atau purifikasi jiwa bagi para pecandu narkoba ialah pertama, menetapkan pondasi awal bimbingan bagi pecandu narkoba, kedua sarana-sarana takiyatun nafs, ketiga, output tazkiyatun nafs adalah akhlak yang baik; 3) Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan bimbingan tazkityatun nafs adalah pertama, faktor pendukungnya ialah motivasi dan kerjasama keluarga serta lingkungan; kedua, faktor penghambatnya adalah, keluarga kurang koperatif, diri sendiri yang malas, bertemu teman lama. Keywords: Pecandu Narkoba, Pondok Pesantren Al-Qodir, Tazkiyatun Nafs.
دراسة تقويمية لواقع تعليم اللغة العربية ÙÙŠ المدارس الثانوية (من ناØÙŠØ© الكتاب المدرسي المستخدم والتقويم)
Faedurrohman
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53515/qodiri.2022.19.3.765-780
ينطلق هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« من مشكلة التي يواجهها معلّمي اللغة العربية ÙÙŠ المدرسة الثانوية من ØÙŠØ« الكتاب المدرسي المستخدمة والتقويم. يهد٠هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« لتØÙ„يل واقع تعليم اللغة العربية من ناØÙŠØ© الكتاب المدرسي المستخدم وتقويمه. المدخل المستخدم ÙÙŠ هذا Ø§Ù„Ø¨ØØ« هو المدخل الكيÙÙŠ. واستخدم Ø§Ù„Ø¨Ø§ØØ« طريقة جمع البيانات بالوثائق والمقابلة. وأما تØÙ„يل بياناتها ÙØ¨ØªØÙ„يل البيانات Ø§Ù„ØªÙØ§Ø¹Ù„ية لمليس وهوبرمان، وسالدانا. ÙˆÙ„ØµØØ© البيانات، قام Ø§Ù„Ø¨Ø§ØØ« بالمنهج التثليثي، وهو تثليث البيانات والتثليث بالنظرية. واستنتج Ø§Ù„Ø¨ØØ«: الأول، من جانب Ø§Ù„Ù…ØØªÙˆÙ‰ عامة هذا الكتاب قد ناسب بمؤشر تقييم استØÙ‚اق Ù…ØØªÙˆÙ‰ الكتاب المدرسي، لأنه يعدّل ملاءمة Ø§Ù„ÙƒÙØ§Ø¡Ø§Øª الرئيسية ÙˆØ§Ù„ÙƒÙØ§Ø¡Ø§Øª الأساسية بين المناهج الدراسية والدرس المتعلقة بها، ودقة وعمق المادة. والثاني، Ùيما يتعلق باجراءات الاختيار والتدرج والتقديم والتعود استناداً إلى نظرية ويليام ÙØ±Ø§Ù†Ø³ÙŠØ³ ماكي أنّ هذا الكتاب يلبي معايير كتاب جيد ويتضمن دقة المادة ومادة الداعم. الكلمات Ø§Ù„Ù…ÙØªØ§ØÙŠØ©: التقويم، الكتاب المدرسي، تعليم اللغة العربية