cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Need Assessment Desa Wisata Menuju Ecotourism Studi Kasus : Kecamatan Gunungpati Dyah Maya Nihayah; Eko Teguh Utomo; Eni Kusrini
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang selama ini dikenal sebagai kota industri dan bisnis, tapi bukan berarti Kota Semarang tidak memiliki tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Kecenderungan perkembangan dunia pariwisata mulai meninggalkan konsep pariwisata massal dan mengarah kepada konsep pariwisata lingkungan. Pemanfaatan jasa lingkungan untuk kepentingan wisata alam, perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata alam yakni konservasi, edukasi, ekonomi, rekreasi dan peran / partisipasi masyarakat. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengidentifikasi potensi wisata dan melakukan need assessment desa wisata untuk mewujudkan Kecamatan Gunungpati sebagai daerah Ecotourism. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini ada 2 cara, yaitu dengan teknik penelitian lapangan (field research) ,observasi dan wawancara dengan wisatawan di kawasan wisata. Data yang diperoleh akan diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif dilengkapi dengan literatur dan tulisan yang terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukan pengambangan desa wisata di Kecamatan Gunungpati sudah didukung dengan adanya potensi desa wista dan obyek wisata alam. Terdapat 5 desa wisata yang berada di kecamatan Gunungpati yang dikelola oleh kearifan lokal masyarakat dengan pendampingan Pemda Kota Semarang. Hal ini dapat dilihat dari tersedianya sarana prasarana yang memadai di tempat wisata seperti tempat parkir, toilet dan tempat sampah yang mampu menambah kenyaman bagi pengunjung. Kelompok-kelompok masayarakat di sekitar waduk Jatibarang terus berinovasi dalam menciptakan atraksi wisata. Hal ini bertujuan untuk mendukung potensi obyek wisata yang sudah ada dan menciptakan kegiatan wisata yang berinteraksi serta bertanggung jawab dengan alam atau sering disebut ecotourism.Kata Kunci : desa, wisata, need assessment, ecotourism
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN MAJAPAHIT KOTA SEMARANG (STUDI KASUS: SEGMEN JALAN DEPAN KANTOR PEGADAIAN SAMPAI JEMBATAN TOL GAYAMSARI) Rachmat Mudiyono; Nina Anindyawati
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak     Dalam sistem transportasi perkotaan wilayah Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas. Hal ini juga ditambah dengan adanya hambatan samping, seperti kendaraan keluar masuk, kendaraan henti, parkir di pinggir jalan, pejalan kaki, maupun penyeberang jalan. Ruas Jalan Majapahit merupakan salah satu jalan penghubung antarkota. Dengan demikian jalan ini sangat berperan penting dalam melayani arus lalu lintas yang cukup besar. Sehingga pada ruas Jalan Majapahit ini sering mengalami kemacetan yang terjadi tidak hanya pada jam-jam tertentu saja, karena pada ruas jalan ini kemacetan juga diakibatkan oleh adanya kawasan pusat perbelanjaan, pendidikan, dan pertokoan. Peranan penting Jalan Majapahit mengakibatkan terjadinya antrian kendaraan dan tundaan lalu lintas, penumpukan kendaraan, tundaan waktu tempuh (delay), dan tingkat pelayanan jalan menurun.               Analisis kinerja ruas jalan perkotaan, dengan indikator kinerja yaitu arus lalu lintas (Q), kapasitas (C), derajat kejenuhan/ Degree of Saturation (DS), kecepatan arus bebas yang dilaksanakan dengan berbagai indikator kinerja yaitu kecepatan arus bebas (Free Flow Speed/FV), serta menganalisis tingkat pelayanan (Level of Service/LOS) pada ruas jalan tersebut.Dari hasil perhitungan dan analisis segmen jalan tersebut pada bulan April tahun 2017 memiliki nilai arus lalu lintas (Q) = 4924,2 smp/jam, nilai kapasitas (C) = 5559,84, derajat kejenuhan (DS) = 0,88 yang mendekati nilai 1. Nilai ini tidak memenuhi kondisi yang seharusnya, kecepatan arus bebas (FV) = 47,79 km/jam, serta tingkat pelayanan (Level Of Service/LOS) dikategorikan tingkat E. Berdasarkan hasil perhitungan yang terjadi pada tahun 2017, perlu mencari solusi/alternatif – alternatif untuk menurunkan nilai derajat kejenuhan (DS) dengan cara meningkatkan nilai kapasitas. Kata kunci: Jalan Majapahit, Kinerja Ruas Jalan, Level of Service.
PENGARUH JALAN LINGKAR LUAR TERHADAP PERKEMBANGAN WILAYAH DI KOTA PALANGKARAYA DI TINJAU DARI TATA GUNA TANAH Andri Yulianto; Pratikso .; Kartono Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan kota mempunyai tujuan untuk keselarasan sosial dan ekonomi bagi kepentingan publik dan pribadi. Perencanaan kota yang baik, mengalokasikan sumber daya lahan dengan efisien. Keterpaduan rencana pembangunan jalan lingkar luar terhadap tata guna lahan pada koridor penataan ruang Kota Palangka Raya dapat memberikan manfaat, terciptanya sistem transportasi dan jaringan infrastruktur sebagai prasyarat utama yang harus diperhatikan.Tujuan penelitian ini untuk Mengidentifikasi potensi, kendala dan pengembangan wilayah untuk mendorong perkembangan Kawasan Jalan lingkar luar ditinjau dari Tata Guna Tanah dan Merencanakan pengembangan Pemetaan lahan di Kawasan Jalan Lingkar luar dalam kaitannya dengan keberadaan jalan lintas selatan poros Kalimantan ditinjau dari Tata Guna tanah. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian korelasional. Penelitian korelasional merupakan tipe penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan korelasional antara dua variable atau lebih. Populasi dari penelitian ini adalah penduduk yang tinggal dan menetap di Kota Palangkaraya dengan jumlah populasi penduduk 252.102 jiwa dengan sampel sebanyak 100 responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi dengan bantuan SPSS v.20.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa faktor-faktor wilayah yang mempengaruhi pembangunan jalan lingkar luar pada ruas jalan Simpang Runtu-Kujan adalah variabel fisik, sosial, ekonomi dan aksesibilitas. Besarnya nilai koefisien regresi masing-masing variable yaitu variabel fisik sebesar 0,127, variabel sosial sebesar 0,231, variabel ekonomi sebesar 0,325, dan variabel aksesibilitas sebesar 0,284.. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh terhadap pembangunan jalan lingkar luar pada ruas jalan Simpang Runtu-Kujan adalah adalah variabel ekonomi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,325. Kata kunci: Pembangunan Jalan,Pengaruh fisik sosial ekonomi, Uji Statistik
Skala Prioritas Pemeliharaan Jalan Provinsi Jawa Tengah Studi Kasus : Ruas Jalan Di Wilayah Bakorwil ( Badan Koordinasi Wilayah) I Agus Pamungkas; Slamet Imam Wahyudi; Djoko Susilo Adhy
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKWilayah Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah) I memiliki kondisi infrastruktur jalan yang cukup memprihatinkan. Untuk memperbaiki maupun mempertahankan kondisi baik jalan, memerlukan biaya yang besar, pada kenyataannya hal tersebut tidak diikuti dengan tersedianya alokasi anggaran infrastruktur jalan yang mencukupi sehingga dengan terbatasnya anggaran diperlukan strategi pemeliharaan jalan yang tepat, efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendapatkan faktor yang mempengaruhi penentuan skala prioritas pemeliharaan jalan, mengetahui faktor yang paling dominan dalam penentuan pemeliharaan suatu ruas jalan provinsi dan mendapatkan urutan skala prioritas pemeliharaan jalan provinsi di wilayah Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah) I. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Metode pengumpulan data diperoleh  dari hasil wawancara dan kuesioner.  Responden penelitian terdiri dari pegawai di lingkungan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Bappeda Provinsi Jawa Tengah serta Konsultan Perencana dengan tingkat pendidikan minimal S1 dan pengalaman kerja minimal 10 tahun di bidangnya. Variabel pada penelitian ini menggunakan variabel Faktor Kondisi Jalan, Faktor Aksesibilitas, Faktor Kondisi Geografis, Faktor Kebijakan dan Faktor Ketersediaan Sumber Daya yang masing- masing variabel mempunyai sub variabel. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan pengujian validitas dan realibilitas variabel dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences(SPSS)serta penentuan strategi pemeliharaan jalan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi penetuan skala prioritas pemeliharaa jalan adalah Kondisi Jalan dengan bobot 0,295 (29,5%), Kebijakan dengan bobot 0,202 (20,2%) ; Aksesibilitas dengan bobot 0,195 (19,5%), Kondisi Geografis dengan bobot 0,179 (17,9%) serta Ketersediaan Sumbaer Daya dengan bobot 0,129 (12,9%). Sedangkan urutan pemeliharaan jalan yang menjadi prioritas pertama adalah ruas jalan Kuwu-Galeh/ Bts. Kab. Sragen dan prioritas terakhir adalah ruas jalan Mr. Iskandar (Pati). Kata Kunci :Pemeliharaan jalan, Analitycal Hierarchy Process(AHP), Skala Prioritas
Inovasi Dalam Pengembangan Smart City Yang Berwawasan Lingkungan Kabupaten Kudus Musthofa Musthofa
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narasumber Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan Smart City  Yang Berwawasan Lingkungan Kabupaten Kudus
Analisa Kelayakan Ekonomi Bendungan Randu Gunting Studi Kasus : Kabupaten Blora Lalu Ardian Bagus Nugroho; M Faiqun Ni'am; soedarsono .
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBendungan adalah bangunan yang dibangun untuk menampung air yang selanjutnya untuk kebutuhan masyarakat. Kabupaten Blora sering mengalami kekurangan air pada musim kemarau. Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali- Juana. melakukan Proyek Pembangunan Bendungan Randugunting Kabupaten Blora. untuk menanggulangi masalah kekurangan air yang melanda Kabupaten Blora. Pada penelitian ini,menguji kelayakan proyek bendungan Randugunting.Analisa perhitungan dengan metode NPV, IRR, BCR, untuk mendapatkan nilai kelayakan Bendungan Randugunting   Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pembangunan Bendungan Randugunting layak secara ekonomis dimana dalam keadaan normal NPV=  Rp 255.501.892.069, B/C = 1,58 dan IRR= 17,70% bila terjadi perubahan biaya konstruksi naik 10% NPV=   Rp 211.811.147.589 , B/C = 1,44 dan IRR= 17,29%,dan bila terjadi kemunduran pelaksanaan 1 th penyelesaian proyek NPV= Rp 9.054.721.240    , B/C = 1,02, dan IRR= 17,64%  dari segi ekonomi layak untuk dilaksanakan. Kata kunci: Bendungan , Analisa Ekonomi, IRR, NPV, BCR
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN IDENTITAS KOTA DI KAWASAN KOTA TUA MUARA TEBO KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Moh. Adrian; Bambang Setioko
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeberadaan kota tidak lepas dari identitasnya, bahwa semua kota mempunyai identitas yang berbeda, baik yang positif maupun negatif. Identitas sebuah kota adalah keunikan kondisi dan karakteristik yang membedakannya dengan kota lainya. Kawasan Kota Tua Kabupaten Tebo memiliki suatu identitas dengan sejarah keberadaannya, namun karena adanya perkembangan arahan pembangunan Kota Tebo, kawasan ini mulai mengalami perubahan identitas kotanya yang saat ini secara fisik hanya dikenal sebagai kawasan pasar lama dan secara non fisik hanya menjadi kawasan yang tidak dikenal sebagai awal mula kota Kabupaten Tebo.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif kuantitatif rasionalistik dengan teknik analisis deskriptif empiris dan analisis faktor statistik. Faktor yang mempengaruhi perubahan identitas kota di Kawasan Kota Tua Muara Tebo Kabupaten Tebo dtemukan 2 (dua) faktor, yaitu faktor fisik (organisasi ruang) dan faktor non fisik (aktivitas dan kebijakan ruang), serta 10 (sepuluh) faktor identitas kota. Rekomendasi yang diberikan adalah memperhatikan dan mempertimbangkan setiap kebijakan pembangunan dengan didasarkan kondisi attachment, perhatian pada perkembangan kota di masa depan dan karakter visual  kawasan. Kata Kunci: Faktor-faktor, Perubahan dan Identitas Kota.
PENGARUH AMBLESAN TANAH (LAND SUBSIDENCE) TERHADAP PERUBAHAN LUAS GENANGAN AIR PADA DATARAN ALLUVIAL KOTA SEMARANG UTARA (Studi Kasus : Semarang Bagian Utara) Reqsi .; Soedarsono .
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKota Semarang merupakan salah satu kota besar yang berada di pesisir utara Pulau Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji dan memprediksi besar dan lama amblesan tanah (land subsidence) pada dataran alluvial akibat beban dan sifat mekanis tanah serta mengkaji dan memprediksi perubahan luas genangan pada dataran alluvial akibat amblesan tanah (land subsidence) karena konsolidasi.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Perhitungan dilakukan dengan dua cara, cara pertama menghitung model fisik dengan pendekatan 1D Terzaghi, sedangkan cara kedua memprediksi amblesan menggunakan software PLAXIS hasilnya prediksi berupa besar dan lama amblesan dengan variasi beban dan kondisi mekanik tanah yang berbeda. Selanjutnya membandingkan hasil perhitungan menggunakan model fisik dengan hasil perhitungan menggunakan software PLAXIS untuk mendapatkan hasil akhir berapa besar dan lama amblesan lahan serta kecenderungan amblesan. Sedangkan untuk menghitung luas genangan direncanakan perubahan luasan genangan dengan menggunakan software GIS (Geographic Information System).Hasil dari penelitian ini yang menggunakan pendekatan 1D Terzaghi untuk T90, didapat amblesan terkecil 83,60 cm selama 23,71 tahun dan amblesan terbesar 96,60 cm selama 25,39 tahun. Sedangkan pendekatan menggunakan software PLAXIS amblesan terkecil yaitu 85,72 cm selama 23,71 tahun dan amblesan terbesar 104 cm selama 25,39 tahun tahun. Kecenderungan amblesan semakin ke utara semakin besar dan waktunya semakin lama. Amblesan lahan pada dataran alluvial terus meningkat akibatnya genangan pada pemukiman penduduk yang lokasinya dekat dengan sungai dan pantai terus bertambah luas, antara tahun 2016 sampai 2045 terjadi penambahan genangan seluas 869,28 Ha.Kata kunci: Alluvial, Amblesan, Genangan, GIS, PLAXIS
Analisis Fungsi Dan Kenyamanan Jalur Pedestrian Kawasan Di Kota Pangkalan Bun Riyan Sanjaya; Soedarsono .; Rachmat Mudiyono
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan kota Pangkalan Bun yang sangat cepat yang didorong oleh kegiatan ekonomi, sehingga menyebabkan penataan dan pengelolaan ruang terbuka atau ruang kota semakin sulit. Dengan meningkatnya kebutuhan ruang terbuka pada pusat kegiatan kota Pangkalan Bun yang tidak diimbangi dengan penataan ruang terbuka yang baik sehingga menghasilkan ruang kota yang tidak layak, karena penataan yang mengesampingkan aspek lingkungan yang sehat, nyaman serta aman bagi pengguna terutama bagi pejalan kaki yang merupakan salah satu pengguna fasilitas kawasan ruang terbuka perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penyebab jalur pedestrian di sekitar Kawasan Bundaran Pancasila Pangkalan Bun tidak berfungsi secara maksimal sebagai jalur untuk pejalan kaki serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kenyamanan dan keamanan pada jalur pedestrian di sekitar Kawasan Bundaran Pancasila Pangkalan Bun.Bentuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sebagaimana dikatakan bahwa metode deskriptif memusatkan perhatian terhadap masalah-masalah atau fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan atau bersifat aktual, kemudian menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya diiringi dengan interpretasi rasional yang akurat. Metode analisis yang digunakan menggunakan analisis statistik dengan bantuan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel - variabel yang mempengaruhi kinerja jalur pedestrian adalah variabel fungsi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,181; variabel mobilitas dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,101; variabel fasilitas dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,160; variabel aksesibilitas dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,135; variabel keamanan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,169; variabel kebersihan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,135;  dan variabel keindahan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,115. variabel fungsi, variabel mobilitas, variabel fasilitas, variabel aksesibiltas, variabel keamanan, variabel kebersihan dan variabel keindahan secara serentak berpengaruh signifikan terhadap kinerja jalur pedestrian. Hal ini diketahui dari hasil uji F, dimana nilai F-hitung lebih besar daripada F-Tabel serta nilai signifikansi uji F yang kurang dari nilai taraf keberartian (5 %). Secara parsial masing - masing variabel berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja jalur pedestrian. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja jalur pedestrian adalah variabel fungsi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,181. Kata kunci:Penilaian Kinerja, Jalur Pedestrian, Uji Regresi
Lumbung Air sebagai Alternatif Penyediaan Air Baku Perkotaan (Studi Kasus: Analisis Penentuan Prioritas Lokasi Embung) Hernowo Adrianto
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan air Perkotaan merupakan daerah yang kondisi perekonomian masyarakatnya dalam taraf kemiskinan. Hal ini karena banyak lahan pertanian yang tidak terurus akibat kering, sehingga mengakibatkan lahan yang sudah ada menjadi kering dan tandus. Padahal sebagaimana diketahui, masyarakat Perkotaan. Sebagai contoh kasus dalam penulisan ini yaitu penentuan lokasi embung air di kabupaten Grobogan. Pembangunan embung merupakan salah satu alternatif penyediaan air bersih yang diperlukan dalam rangka peningkatan sumber daya air yang sangat diperlukan oleh masyarakat.  Potensi embung di Kabupaten Grobogan telah diidentifikasi 10 calon embung jangka pendek dari rencana total terdapat 23 lokasi lumbung. Sehubungan dengan banyaknya calon embung yang teridentifikasi, dengan keterbatasan biaya tidak semuanya bisa dibangun dalam 5 (lima) tahun anggaran. Oleh sebab itu perlu disusun skala prioritas pembangunan embung  di Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan untuk menentukan embung prioritas adalah Analysis Cluster, AHP (Analytical Hierarchy Process). Kriteria yang digunakan dalam penentuan prioritas terdiri dari vegetasi area genangan, volume tampungan, luas daerah yang akan dibebaskan, volume tampungan efektif, lama operasi, harga air/ m³, potensi sumber airyang ada, Status lahan di site dan genangan, Biaya konstruksi embung, Biaya OP, Cakupan daerah layanan dan Manfaat air baku. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan: 1) Hasil analisa AHP menunjukkan bahwa kriteria luas daerah yang akan dibebaskan, dianggap sebagai kriteria yang paling penting dalam menentukan embung prioritas. 2) Hasil analisa AHP lembungini layak menjadi embung prioritas karena baik secara teknis maupun non teknis termasuk dalam kondisi yang baik, 3) Hasil analisa menunjukkan bahwa metode AHP lebih detail karena hasil metode AHP lebih mendekati kondisi masing-masing lumbung di lapangan. Kata Kunci : Daerah kering, Kebutuhan air baku, Penentuan lokasi lumbung air dengan metode                          Analytycal Hierarchy Process

Page 3 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2017 2017