cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25496700     EISSN : 25496719     DOI : -
Core Subject : Education,
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September dengan proses peer-review dan open access. Memiliki p-ISSN: 2549-6700 dan e-ISSN:2549-6719 , diterbitkan oleh Program Studi pendidikan matematika STKIP Andi Mattappa Pangkep. HISTOGRAM Berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, praktisi dan pengkaji dalam disiplin ilmu pendidikan matematika terutama pada pengembangan model pembelajaran dan pengembangan perangkat serta istrument pembelajaran matematika
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
Pengembangan Sistem Blended-Adaptive Learning Berbasis Google Workspace pada Materi SPLSV dan SPtLSV Alfian Bayani; Sunismi Sunismi; Zainal Abidin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v8i1.3447

Abstract

In the VUCA era, education becomes increasingly crucial in preparing students to face future challenges. Mathematics, as a key subject, plays a vital role in developing critical thinking and problem-solving skills. One challenge for Mathematics teachers is that students in the same class may have varying levels of understanding. Therefore, this research aims to develop and test a blended-adaptive learning system based on Google Workspace as a solution for junior high school mathematics education, with a focus on the topics of SPLSV and SPtLSV. This research utilizes the Research and Development (R&D) methodology with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Implementation was carried out with 7th-grade students, and the evaluation method employed a single independent t-test while measuring effectiveness with the N-Gain formula. The results indicate a probability of effectiveness at 0.39, with positive feedback from students regarding the system, reflecting its potential in enhancing students' understanding of mathematics. This research is expected to contribute addressing challenges in mathematics education in the VUCA era, providing better opportunities for students, and promoting innovation in mathematics education.In the VUCA era, education becomes increasingly crucial in preparing students to face future challenges. Mathematics, as a key subject, plays a vital role in developing critical thinking and problem-solving skills. One challenge for Mathematics teachers is that students in the same class may have varying levels of understanding. Therefore, this research aims to develop and test a blended-adaptive learning system based on Google Workspace as a solution for junior high school mathematics education, with a focus on the topics of SPLSV and SPtLSV. This research utilizes the Research and Development (R&D) methodology with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Implementation was carried out with 7th-grade students, and the evaluation method employed a single independent t-test while measuring effectiveness with the N-Gain formula. The results indicate a probability of effectiveness at 0.39, with positive feedback from students regarding the system, reflecting its potential in enhancing students' understanding of mathematics. This research is expected to contribute addressing challenges in mathematics education in the VUCA era, providing better opportunities for students, and promoting innovation in mathematics education.
PEMAHAMAN KONSEP SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KUBUS DITINJAU DARI LEVEL VAN HIELE Putri Vasra Handayani; Sukayasa Sukayasa; Dasa Ismaimuza; Welli Meinarni
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v8i1.3448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai pemahaman konsep siswa kelas IX SMP Negeri 3 Dampelas dalam menyelesaikan soal kubus ditinjau dari level berpikir Van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 3 Dampelas sebanyak 3 siswa. Pemilihan subjek berdasarkan level berpikir Van Hiele. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa hasil tes geometri siswa. Hasil tes siswa dalam menyelesaikan soal kubus. Instrumen penelitian ini terdiri dari Van Hiele Geometry Test (VHGT) untuk mengetahui level berpikir geometri siswa, soal tes pemahaman konsep dalam menyelesaikan soal kubus dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang berada pada level 0 berpikir Van Hiele hanya memenuhi satu indikator yaitu mengidentifikasi contoh dan bukan contoh. Kemudian siswa yang berada pada level 1 berpikir Van Hiele mampu memenuhi dua indikator yaitu menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari dan mengidentifikasi contoh dan bukan contoh. Sedangkan siswa yang berada pada level 2 berpikir Van Hiele telah memenuhi semua indikator yaitu menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari, mengidentifikasi contoh dan bukan contoh dan mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ARITMATIKA SOSIAL MENURUT TEORI KASTOLAN Safira Seftianingsih Lamalaka; Sukayasa Sukayasa; Dasa Ismaimuza; Welli Meinarni
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v8i1.3449

Abstract

This study aims to analyze student errors and factors causing errors of cognitive style field independent (FI) and field dependent (FD) students. This study used a qualitative method with a descriptive approach to describe the errors of FI and FD students in solving social arithmetic story problems. The research was conducted at SMP Negeri 3 Dampelas with the research subjects amounted to 2 students each representing FI and FD cognitive styles. Data obtained by giving written tests and interviews. FD students and FI students made conceptual, procedural and technical errors. However, FD made more mistakes when compared to FI. This is intended from the errors made by FD students containing all error indicators, while FI students made errors in indicator 1 for conceptual errors, indicator 2 for procedural errors, and indicator 2 in technical errors. The factors causing the occurrence are not understanding the material taught, not being able to solve the problem according to the procedure properly, not being careful in calculations, and not checking back.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MODUL PEMBELAJARAN Anis Shihafiyatal Abida; Amin Suyitno; Iqbal Kharisudin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2023): histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i2.3456

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran creative problem solving berbantuan modul pembelajaran efektif mengatasi masalah kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII di MTs NU 20 Kangkung pada kondisi awal pembelajaran. Adapun hasil penelitian ini adalah rata-rata kemampuan pemecahan masalah mencapai Batas Tuntas Aktual (BTA). Selanjutnya proporsi ketuntasan kemampuan pemecahan masalah siswa mencapai BTA 70 secara klasikal yaitu lebih dari 75%. Sedangkan hasil rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model pembelajaran creative problem solving lebih baik dari rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model discovery learning, sehingga proporsi ketuntasan kemampuan pemecahan masalah siswa lebih dari proporsi kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model discovery learning. Terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa yang diberi pembelajaran menggunakan model pembelajaran creative problem solving berbantuan modul pembelajaran. Model pembelajaran creative problem solving berbantuan modul pembelajaran dapat menjadi alternatif guru untuk mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN Rizka Suci Haryudita; Sri Hastuti Noer
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v8i1.3468

Abstract

Di Indonesia kemampuan representasi matematis dan motivasi siswa masih rendah. Rendahnya kemampuan representasi matematis dan motivasi siswa cenderung disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang tidak tepat. Penelitian ini akan mengkaji tentang pengaruh sebuah media pembelajaran berbasis articulate storyline 3 terhadap kemampuan representasi matematis dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif melalui metode Quasy Eksperimental Desain . Penelitti melakukan penelitian di SMP Negeri 3 Jati Agung, dengan jumlah populasi sebanayak 232 siswa di kelas VIII. Sampel penelitian diambil dengan cara cluster random sampling sehingga diperoleh kelas VIII. A dan VIII.C sebagai sampel.Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara, penyebaran angket, tes, serta dokumentasi. Instrumen penelitian berupa tes esai dan angket, serta menguji hipotesis dengan menggunakan uji manova ( Multivariate Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil kemampuan representasi matematis antara siswa berdasarkan media pembelajaran. Kemampuan representasi matematis siswa yang menggunakan media pembelajaran Articulate Storyline 3 lebih baik dibandingkan kemampuan representasi matematis siswa menggunakan media keterampilan dasar.
HUBUNGAN METODE TUTOR SEBAYA DAN PENIDIKAN KARAKTER DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMPN 1 KOTA PANGKAJENE Rahmat Kamaruddin; Hastuty Musa; Ahmad Budi Sutrisno
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v8i1.3478

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis kuantitafif dengan metode survey dan teknik korelasional. Metode yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antar variabel yang diteliti dan hubungan antar variabel yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi. Koefisien korelasi merupakan suatu alat statistik yang digunakan untuk membantu peneliti dalam memahami tingkat hubungan tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui hubungan antara metode tutor sebaya dan pendidikan karakter secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa. Dari hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara metode tutor sebaya dan pendidikan karakter secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa di SMP Negeri 1 Kota Pangkajene. Pendidikan karakter dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Metode Tutor Sebaya, Pendidikan Karakter, Hasil Belajar Matematika
PENGARUH KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS DAN MODEL PEMBELAJARAN (KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION DAN PROBLEM BASED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SELF AFFICACY SISWA DI MTSN 1 SINGKIL Ninda Safira; Zul Amry; Mariani
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v8i1.3505

Abstract

Tujuan riset ini yaitu: (1) Jika nilai probabilitas (sig) hipotesis pertama 0,001 < 0,05 maka H0 ditolak; atau jika Ftabel memuat df1 = k-1 = 4-1 = 3 dan Fhitung ? Ftabel, dimana 79.027 ?2.816 maka H0 ditolak. Hasil penelitian menemukan maka kemahiran komunikasi matematis peserta didik mendapatkan hasil secara signifikan oleh kemampuan awal matematika yang dapat tergolong tinggi, sedang, atau rendah, dengan pengaruh yang cukup besar 67,5%; (2) Hipotesis kedua yang menghasilkan nilai probabilitas (sig) dengan 0,000 adapun tepat dibawah nilai signifikansi 0,05, menolak H0; atau Fhitung?Ftabel, dimana 30.182?2.816, menolak H0. Dengan besar pengaruh sebesar 70,5%, hasil tersebut menunjukkan bahwa efikasi diri siswa dipengaruhi secara signifikan oleh kemampuan awal matematikanya (tinggi, sedang, buruk). Selanjutnya hipotesis ketiga juga ditolak karena adanya kemungkinan (sig) 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau fakta bahwa Fhitung?Ftabel (80,134?2,816). Lalu model pembelajaran (STAD dan PBL) mengahdirkan pengaruh cukup besar sebesar 60,9% terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa; (4) Hipotesis keempat ditolak karena probabilitas (sig) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau Fhitung?Ftabel, dimana 36,521?2,816; oleh karena itu, H0 ditolak. Dalam hal ini terdapat pengaruh yang cukup besar sebesar 67,2% model pembelajaran (STAD dan PBL) terhadap efikasi diri siswa; (5) Dari hipotesis kelima terbukti bahwa probabilitas (sig)  sebesar 1,000 lebih besar dari 0,05 atau  Fhitung?Ftabel dimana  0,000?2,816 maka H0 diterima. Karena kemampuan komunikasi matematis siswa tidak dipengaruhi oleh kemampuan awal matematika dan metodologi pembelajaran yang digunakan (STAD dan PBL), maka tes post hoc dihentikan. Model pembelajaran (STAD dan PBL) dikenakan pengaruh kumulatif (interaksi) sebesar 0,1% dari KAM (rendah, sedang, dan tinggi). (6) Pada hipotesis keenam terlihat bahwa nilai probabilitas (sig)  sebesar 2,020  lebih besar dari 0,05 atau Fhitung?Ftabel Jika 1.013?2.816, H0 disetujui. Kemudian tes post hoc ditiadakan karena kemampuan matematika awal (tinggi, sedang, dan rendah) dan mode pembelajaran (STAD dan PBL) tidak berinteraksi secara signifikan terhadap self-eficacy siswa. Sebesar 0,6%, gabungan pengaruh (interaksi) KAM rendah, sedang, dan tinggi pada model pembelajaran STAD dan PBL inilah yang berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan self-eficacy siswa.
ANALISIS META ARTIKEL BERTEMA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA PADA IMPLEMENTASI MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING Wahyu Nur Annisa; Iwan Junaedi; Iqbal Kharisudin; Scolastika Mariani; Arief Agoestanto
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v8i1.3546

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang perlu dimiliki oleh setiap orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis artikel bertema kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada implementasi pembelajaran Guided Discovery Learning. Penelitian ini menggunakan metode meta-analysis. Hasil analisis delapan artikel diperoleh dua artikel dalam kategori effect size besar dan enam artikel dalam kategori effect size sangat besar. Nilai rata-rata effect size dari delapan artikel yang digunakan yakni sebesar 1,966. Berdasarkan tabel interpretasi effect size, rata-rata effect size dari delapan artikel jurnal menunjukkan bahwa model Guided Dicovery Learning memiliki pengaruh yang sangat besar pada kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Selain itu, hasil uji-t memperoleh t_hitung=19,215>t_tabel=1,96. Hal tersebut menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada pembelajaran Guided Dicovery Learning lebih baik daripada siswa kelas kontrol. Implikasi yang didapat adalah bahwa model Guided Dicovery Learning dapat dijadikan referensi bagi guru dalam kegiatan pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis. Kata Kunci: kemampuan berpikir kritis matematis, guided discovery learning
LEARNING OBSTACLES MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PADA MATA KULIAH KALKULUS Muh Rizal; Nurhayadi; Rifka
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v8i1.3564

Abstract

Research with the aim of uncovering students' learning obstacles in calculus courses by applying the case method. To achieve this goal, learning obstacles were explored in calculus material after being taught by applying the case method. These learning obstacles were explored through Brousseau's (2002) categories using observation, think aloud and in depth interviewing methods. The results obtained were that students in the Mathematics Education Study Program generally experienced epistemological obstacles in the calculus course, especially in the material on inequalities and operations on functions. Students have a very limited concept of the problem, so that when faced with a problem with a different editorial team, it is difficult for them to solve it. Apart from that, students also experience ontogenic obstacles in this material, they are not able to understand because the level of material being studied is too high, it is not connected to the knowledge they already have, students also experience didactical obstacles because the learning process during the Covid-19 pandemic is based online while the model This learning is not yet familiar to them.
OPTIMALISASI EKSISTENSI BUDAYA LOKAL MELALUI PENDEKATAN ETHNOMATHEMATICS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Firdha Razak; Suradi Tahmir; Ahmad Thalib
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v8i1.3593

Abstract

Learning mathematics that is relevant to local culture is an important factor in creating meaningful connections for students. Ethnomathematics, as an approach that integrates cultural values in mathematics learning, is the basis for efforts to increase students' understanding of mathematical concepts. In conducting literature analysis, the analytical descriptive method in the form of a review is used to review scientific sources about ethnomathematics and its application in mathematics education. These sources include journals, books and research articles. The review results show that the application of ethnomathematics allows students to relate mathematical concepts to their local cultural experiences. Cultural integration in mathematics learning also encourages students' interest in learning, increases motivation, and strengthens their sense of cultural identity. In conclusion, ethnomathematics is a tool for respecting and understanding cultural diversity, while enriching students' learning processes. The practical implications of this approach demonstrate the importance of considering cultural values in designing a more inclusive and diverse mathematics curriculum. Kata Kunci: Learning, Ethnomathematics, Local Culture