cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25496700     EISSN : 25496719     DOI : -
Core Subject : Education,
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September dengan proses peer-review dan open access. Memiliki p-ISSN: 2549-6700 dan e-ISSN:2549-6719 , diterbitkan oleh Program Studi pendidikan matematika STKIP Andi Mattappa Pangkep. HISTOGRAM Berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, praktisi dan pengkaji dalam disiplin ilmu pendidikan matematika terutama pada pengembangan model pembelajaran dan pengembangan perangkat serta istrument pembelajaran matematika
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
PENGARUH IKLIM KELAS DAN KECERDASAN INTERPERSONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Natsir, Irmawaty; Munfarikhatin, Anis
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram (Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.673 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.568

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim kelas, kecerdasan interpersonal dan hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar sebanyak 2818 siswa dengan jumlah sampel 236 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan two-stage proporsional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yakni: Skala iklim kelas, Skala kecerdasan interpersonal, dan Tes hasil belajar matematika. Data dianalisis dengan statistika deskriptif dan analisis SEM (Structure Equation Modelling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel iklim kelas berada dalam kategori ?sedang?, variabel kecerdasan interpersonal berada dalam kategori ?tinggi? dan variabel hasil belajar matematika berada dalam kategori ?sedang?; (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara iklim kelas dengan kecerdasan interpersonal; (3) Iklim kelas secara langsung berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dengan besar pengaruh 19%; (4) Kecerdasan interpersonal secara langsung berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika  dengan besar pengaruh 25%.ABSTRACTThis research is an ex-post facto research that aims to understand the relationship between class climate, interpersonal intelligence and mathematics learning outcomes. The population in this study were all students of class VII State Junior High School in Biringkanaya District Makassar City as many as 2818 students with a sample of 236 students. The sampling technique in this study uses two-stage proportional stratified random sampling. The instruments used are: class sensitive scale, interpersonal intelligence scale, and mathematics learning achievement test. Data were analyzed with descriptive statistics and SEM (Structure Equation Modeling) analysis. The results showed that: (1) Class climate variables are in the "medium" category, interpersonal intelligence variables are in the "high" category and mathematics learning outcome variables are in the "medium" category; (2) There is a positive and significant relationship between class climate influence and interpersonal intelligence;(3) Class climate directly towards learning 19%; (4) Interpersonal intelligence directly directs positive towards mathematics learning outcomes with a large influence of 25%.
PENGEMBANGAN TASK-DESIGN PADA MATA KULIAH ESENSI MATEMATIKA Listiani, Tanti
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram (Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.963 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.517

Abstract

Esensi Matematika merupakan mata kuliah yang diberikan kepada seluruh mahasiswa fakultas ilmu pendidikan di Universitas Pelita Harapan. Mata kuliah ini biasanya diberikan kepada mahasiswa pada tahun pertama memasuki perkuliahan. Tidak seperti matematika di SMA yang berfokuskan pada content atau isi materi pelajaran saja maka pada matakuliah ini kita dapat melihat keunikan serta keagungan Tuhan mengenai karya-karyaNya di dalam matematika. Permasalahan yang seringkali dihadapi oleh mahasiswa yang sudah mengambil matakuliah ini adalah mahasiswa mengaku belum terbiasa dengan materinya. Hal ini yang mengakibatkan nilai UTS nya menjadi rendah. Pada penelitian ini digunakan design penelitian menggunakan Task Design dengan menggunakan kerangka metodologi penelitian Didactic Engineering (DE). Pemilihan design penelitian ini adalah karena esensi matematika tidak hanya menekankan content pembelajaran saja. Maka dari itu, diperlukan suatu design pembelajaran yang didalamnya mencakup soal-soal, tugas-tugas serta materi-materi di dalamnya yang dapat juga mengukur kemampuan pemahaman mahasiswa FIP dalam belajar esensi matematika. Dengan design pembelajaran yang ada, dosen sebagai pengajar dapat memiliki suatu rangkaian pembelajaran yang bermakna selain itu juga mampu membantu mahasiswa dalam mengatasi hasil pembelajaran menjadi lebih baik lagi. Design dalam penelitian ini belum terlaksana sepenuhnya, maka dapat menjadi saran untuk penelitian selanjutnya untuk dapat melengkapinya.ABSTRACTMathematics essence is a course given to all of Teachers College students at UPH. This course is usually given to students in the first year of entering the College. Students problem who have taken this course is the low score of the middle test. The purpose of this article is to describe task design development which used to solve the student learning difficulties in learning mathematics essence. This study used a research design-Task Design within the framework of the Didactic Engineering (DE) research methodology. The selection of this research design is because the mathematics essence is a subject that can invite students to be able to see the beauty of God's creation. Therefore, we need a learning design that includes questions, assignments, and materials which can measure students' understanding ability. The sampling technique is done purposively, namely students who get the essence of mathematics courses. With the existing learning design, lecturers as facilitators can have a meaningful learning sequence while also being able to assist students in overcoming learning outcomes for the better. The results show that task design needs to be developed by referring to learning modules, assignments, practice questions that need to integrate for daily life and to applicate in the middle test using Moodle.
ANALISIS TINGKAT KESULITAN SISWA DALAM KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MATERI PERSAMAAN KUADRAT Komalasari, Lala Intan
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram (Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.143 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan ? kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi Persamaan Kuadrat Dan Fungsi Kuadrat, Teorema Faktor Dan Teorema Sisa Metode yang digunakan adalah menggunakan tes dan wawancara. Tes dilakukan kepada siswa sedangkan wawacara dilakukan kepada guru dan siswa. Sekolah yang merupakan tempat penelitian adalah SMA Advent Purwodadi sekolah ini adalah merupakan sekolah satu atap (SATAP) yang terdiri dari 300 siswa dari berbagai daerah Hasil wawancara guru menyatakan bahwa guru tidak terlalu mengalami kesulitan dalam mengajar materi Persamaan Kuadrat Dan Fungsi Kuadrat, Teorema Faktor Dan Teorema Sisa guru akan mengalami kesulitan apabila sudah masuk pada bentuk akar, sedangkan kesalahan yang dilakukan siswa bervariasi yaitu kesalahan fakta, kesalahan konsep, kesalahan prinsip dan kesalahan operasi. Solusi yang di tawarkan adalah pembelajaran dengan memberikan soal open- ended pada materi persamaan kuadrat dan untuk menentukan grafik fungsi kuadrat yaitu dengan mengkontruksi prinsip.ABSTRACTThis study aims to analyze the difficulties of students in solving mathematical problems in the material Quadratic Equations and Quadratic Functions, Factor Theorem and Time Theorem The method used is to use tests and interviews. Tests are conducted on students while interviews are conducted on teachers and students. The school which is a place of research is Adventist Purwodadi High School. This school is a one-roof school (SATAP) consisting of 300 students from various regions. The teacher's interview results state that the teacher has no difficulty in teaching the material Quadratic Equations and Quadratic Functions, Theorem Factors and Theorems The rest of the teachers will experience difficulties if they have entered the root form, while the mistakes made by students vary, namely fact errors, concept errors, principle errors and operating errors. The solution offered is learning by giving open-ended questions to the material in quadratic equations and to determine the graph of quadratic functions, namely by constructing the principle.
PENERAPAN SIKLUS ACTIVITIES, CLASS DISCUSSION, AND EXERCISE (ACE) PADA MATA KULIAH MATEMATIKA DISKRET Nurlaili, Nurlaili
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram (Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.917 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.541

Abstract

Mata kuliah matematika diskret pada struktur kurikulum Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) menjadi landasan untuk mempelajari mata kuliah yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk m engimplementasikan model pembelajaran activities, class discussion, and exercise (ACE) dalam pembelajaran matematika diskret dengan sasaran peningkatan partisipasi aktif mahasiswa. Desain penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat tahapan (perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refeleksi) dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan di Program Studi RPL Institut Teknologi Telkom Purwokerto dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa kelas RPL A sebanyak 27 orang pada tahun akademik 2018/2019. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan siklus ACE memberikan peningkatan pada hasil pencapaian pembelajaran mahasiswa. Pencapaian aktivitas pembelajaran mahasiswa mengalami peningkatan dari 44,45% pada siklus 1 menjadi 75,94% pada siklus 2. Selain itu juga terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa dilihat dari rata-rata klasikal siklus 1  yaitu 55,8 dan siklus 2 yaitu 72,7. Hal ini menggambarkan bahwa penerapan siklus ACE dalam pembelajaran matematika diskret dapat meningkatkan capaian pembelajaran mata kuliah di kelas RPL A.ABSTRACTThe discrete mathematics subject in the curriculum of the Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Departemen is the fundamental subjects for the freshman, so it has to bring in an attractive approach of  learning process. The aim of this study is to implement the activities, class discussion, and exercise (ACE) cycle for the discrete mathematics learning. This implementation is designed to construct student participation in the class. The research design uses the Kemmis and Taggart classroom action research approach including two cycles that each cycle is consists of four stages (planning, implementation, observation, and reflection). The research was conducted in the RPL Departement of the Institut Teknologi Telkom Purwokerto with 27 RPL A class students in the academic year 2018/2019 as a research subject. The techniques of data collection use class observations and tests. Based on the results, the ACE cycle implementation brings an increase in student learning achievement. The achievement of student learning activities has increased from 44.45% in cycle 1 to 75.94% in cycle 2. In addition, there was also an increase in student learning outcomes seen in the class score. The class score in the cycle 1 was 55.8 and in the cycle 2 was 72.7. These results demonstrate that the ACE cycle implementation in the learning of discrete mathematics can improve the learning outcome in class RPL A  
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA PADA KONTEN SPACE AND SHAPE Munfarikhatin, Anis; Natsir, Irmawaty
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram (Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.521 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.569

Abstract

Kemampuan literasi matematika masih menjadi tren di dunia pendidikan saat ini. PISA merupakan salah satu studi yang mengukur kemampuan siswa dalam proses penalaran, memberikan argumen dan pemecahan masalah. Dari beberapa konten yang diukur, peneliti memfokuskan pada space and shape materi pythagoras. Pertanyaan pada penelitian ini adalah bagiamana kemampuan literasi siswa pada konten space and shape materi pythagoras. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 80% siswa berada pada level di bawah 1 dan 20% berada pada level 1. Dari beberapa indikator yang dinilai pada aspek communication menunjukkan skor rata- rata 3,13; skor komponen mathematising rata- rata 2,13; skor komponen representation rata- rata 2,33; skor komponen reasoning and argument rata- rata 2,13; skor devising strategies and solving problem 2,56; komponen using symbolic, formal and technical language and operation memperoleh skor rata- rata 3,00; dan skor rata- rata kemampuan using mathematics tools memperoleh skor 2,66. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa pada konten space shape masih sangat rendahABSTRACTMathematical literacy is still a trend in the world of education today. PISA is one study that measures the ability of students in the process of reasoning, providing arguments and problem solving. From some of the content measured, researchers focus on the space and shape of pythagorean material. The question in this study is how the literacy ability of students in the content space and shape pythagorean material. In this study, researchers used a qualitative approach with methods of observation, documentation and interviews. The results showed as many as 80% of students were at the level below 1 and 20% were at level 1. Of the several indicators assessed on the communication aspect showed an average score of 3.13; the average score of the mathematising component is 2.13; average component score score of 2.33; the reasoning and argument component score averaged 2.13; score devising strategies and solving problems 2.56; components using symbolic, formal and technical language and operation obtain an average score of 3.00; and the average score of ability to use mathematics tools obtain a score of 2.66. The results showed that the literacy ability of students in space shape content was still very low.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PEMAHAMAN KONSEP KALKULUS BERBASIS KOMPUTER Nasrum, Akbar
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram (Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.008 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.540

Abstract

Tujuan dari peneitian ini adalah membuat suatu alat evaluasi berbasis komputer yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman konsep Kalkulus mahasiswa. Alat evaluasi ini bisa digunakan secara offline maupun online. Untuk mencapai tujuan itu digunakan model Plomp yang terdiri dari empat tahapan yaitu: fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi/konstruksi, fase test, evaluasi dan revisi. Sebelum mengkostruksi instrumen evaluasi dalam bentuk aplikasi, butir-butir soal divalidasi oleh dua orang pakar materi. Butir soal yang valid itulah yang diimport kedalam software Wondershare Quiz Creator untuk menciptakan sebuah prototipe instrumen evaluasi. Prototipe ini kemudian diujicobakan ke mahasiswa secara terbatas untuk melihat kepraktisan penggunaan aplikasi sekaligus menjadi alat evaluasi bagi penelti. Produk terkahir yang dihasilkan merupakan instrumen evaluasi yang valid dan praktis serta dapat digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep Kalkulus Mahasiswa.ABSTRACTThis research aims to create a computer-based evaluation tool that could be used to measure students' understanding of the Calculus concept. This evaluation tool could be used offline or online. We use Plomp's model, which consists of four phases: the initial investigation phase, the design phase, the realization/construction phase, the test phase, evaluation, and revision. Before constructing the evaluation instruments in the application form, the items were validated by two material experts. Those valid items were imported into the Wondershare Quiz Creator software to create a prototype evaluation instrument. This prototype was then trialled to students on a limited basis to see the practicality of using the application as well as being an evaluation tool for researchers. The latest product produced was a valid and reliable evaluation instrument and was appropriate to be used to measure the ability to understand the concept of Student Calculus.
ANALISIS KESALAHAN SISWA SMK KELAS XI DALAM MENYELESAIKAN SOAL TRIGONOMETRI Ayu, Laras Sekar; Zanthy, Luvy Sylviana
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram (Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.382 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.511

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mendapatkan deskripsi analisis kesalahan soal trigonometri yang dianggap sulit oleh siswa Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal trigonometri. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMK Kelas XI IOP B di Kota Cimahi yang sudah mengampu mata pelajaran Trigonometri, dari 33 siswa diambil 3 jawaban siswa sebagai sampel yang dapat dianalisis hasil jawabannya.  Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes yang terdiri atas 5 butir soal. Berdasarkan tes uji soal terhadap siswa kesalahan yang dibuat oleh siswa ketika menjawab soal adalah kesalahan dalam menentukan perbandingan trigonometri, kesalahan dalam menentukan langkah penyelesaian, kesalahan dalam menentukan panjang sisi-sisi segitiga dan tidak membuat kesimpulan jawaban.ABSTRACTThis research aims to obtain the description of error analysis in solving trigonometric problem that is considered difficult by students. The method in this research was descriptive qualitative which aimed to find out and described the causes of student errors in solving trigonometric problems. The subjects of this research were students of Class XI IOP B Vocational School in Cimahi who had mastered Trigonometry, from 33 students taken 3 student answers as samples that could be analyzed the results of the answers. The instruments that used in this research were test instrument consisting of 5 questions. Based on the test of students' questions the mistakes made by students when answering questions are errors in determining trigonometric comparisons, errors in determining the completion step, errors in determining the length of the sides of the triangle and not making conclusions on the answers.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA PROSES PRODUKSI GULA KELAPA DI DESA KLESEM KEBONAGUNG PACITAN Mulyadi, Mulyadi
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram (Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.509 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.582

Abstract

Fenomena penting dalam kajian matematika dan budaya penting untuk di eksplore melalui etnomatematika sebagai sumber pengetahuan yang kontekstual untuk memahami aktivitas matematika dilingkungan dan dikehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) konsep-konsep matematika, (2) nilai-nilai karakter, dan (3) kontribusi etnomatematika pada proses produksi gula kelapa terhadap pendidikan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metodenya adalah deskriptif dengan pendekatan etnografi dan studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah pelaku produksi gula kelapa. Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: (1) Konsep-konsep matematika yang terdapat pada proses produksi gula kelapa di antaranya geometri bidang, geometri ruang, perbandingan, kesebangunan, serta aritmatika sosial; (2) nilai-nilai karakternya yaitu sabar, telaten, terampil, kerja keras, serta semangat yang tinggi; sedangkan (3) kontribusi etnomatematikanya adalah memberikan pemahaman siswa mengenai konsep-konsep matematika teoritis dengan kondisi sosial budaya di masyarakat, memanfaatkan konsep matematika pada proses produksi gula kelapa menjadi materi sebagai bahan pembelajaran matematika, memanfaatan fenomena budaya kearifan lokal dengan tujuan untuk mengenalkan konsep-konsep matematika dan pendidikan karakter. ABSTRACTCritical phenomena in mathematics related to culture are essential to be explored through ethnomathematics as a contextual knowledge to understand mathematical activities in daily life. The research aims to determine mathematical concepts, character values, and the contribution of ethnomathematics to the process of producing coconut sugar for mathematics education. The researcher used qualitative research. The method is descriptive with an ethnographic approach and case studies. The subject was coconut sugar farmers. Data was collected by implementing observation, interviews, literature study, and documentation. The researcher used triangulation techniques and sources as data validity testing. In analyzing the data, the researcher used Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and verification or conclusions. This study resulted in three findings. First, mathematical concepts were found in the process of coconut sugar production, including field geometry, spatial geometry, comparison, congruence, and social arithmetic. Second, the character values are patience, meticulous, skilled, hard work, and high spirits. Third, the contribution of ethnomathematics is providing students with an understanding of theoretical mathematical concepts with socio-cultural conditions, utilizing mathematical concepts in the process of producing palm sugar as the source for learning mathematics, utilizing local wisdom cultural phenomena to introduce mathematics concepts and character education.
DESKRIPSI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN LANGKAH POLYA DITINJAU DARI KEPRIBADIAN SISWA PHLEGMATIS Ahmad Budi Sutrisno; Firdha Razak
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v2i2.228

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan langkah polya pada materi SPLDV ditinjau dari kepribadian siswa tipe phlegmatis (PE). Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kepribadian, tes pemecahan masalah matematika serta pedoman wawancara. Tes kepribadian digunakan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan kepribadiannya, tes pemecahan masalah akan digunakan untuk menunjukkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematis berdasarkan langkah polya, dan pedoman wawancara berisi sejumlah panduan yang bertujuan mengklarifikasi jawaban dan menelusuri proses berpikir siswa secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara dan dianalisis dengan menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Proses penelitian mengikuti tahap-tahap: (a)merumuskan indikator pemecahan masalah matematika berdasarkan langkah polya, (b)merumuskan instrumen pendukung (tes penggolongan tipe kepribadian, tugas pemecahan masalah matematika dan pedoman wawancara) yang valid dan reliabel, (c)melakukan pengambilan subjek penelitian dengan memberikan penggolongan tipe kepribadian, (d)melakukan pengambilan data untuk mengungkap deskripsi pemecahan masalah matematika yang dilakukan oleh siswa, (e)melakukan triangulasi waktu untuk mendapatkan data yang valid, (f)melakukan analisis data pemecahan masalah berdasarkan tipe kepribadian, (g)melakukan pembahasan hasil analisis, (h)melakukan penarikan kesimpulan hasil penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek phlegmatis melakukan pemecahan masalah mengikuti langkah-langkah Polya yakni: (1)memahami masalah, (2)merencanakan penyelesaian, (3)melakukan rencana penyelesaian, (4)memeriksa kembali.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK EKSTROVERT DAN INTROVERT DENGAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF Roudatul Hanana; RR Ettie Rukmigarsari; Abdul Halim Fathani
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.488

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Apakah ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik ekstrovert yang diberi dan yang tidak diberi model pembelajaran generatif; (2) Apakah ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik introvert yang diberi dan yang tidak diberi model pembelajaran generatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan rancangan penelitian true eksperimen dengan jenis pretest-possttest control group design, dalam desain ini terdapat dua kelas yakni kelas eksperimen diberi perlakuan model pembelajaran generatif dan kelas kontrol tidak diberi perlakuan model pembelajaran generatif. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IAI 1 dan XI IAI 2. Teknik analisis data pada penelitian ini diantaranya adalah: (1) Uji Normalitas; (2) Uji  perbandingan data pretest; (3) Uji  perbandingan data posttest. Berdasarkan analisis data kuantitatif dengan menggunakan Software SPSS 23 diperoleh kesimpulan (1) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik ekstrovert yang diberi () dan yang tidak diberi () model pembelajaran generatif; (2) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik introvert yang diberi () dan yang tidak diberi () model pembelajaran generatif.

Page 7 of 41 | Total Record : 403