cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel tentang hasil penelitian dan kajian mengenai Pendidikan Bahasa atau serumpunnya yang terbit setiap Juni dan Desember
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM PERCAKAPAN HUMOR Netti Yuniarti
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i2.168

Abstract

Pragmatik merupakan cabang ilmu bahasa yang masih tergolong baru.  Pragmatik dapat diartikan sebagai suatu cabang ilmu bahasa yang mempelajari makna yang dikehendaki oleh penutur atau yang lebih sering disebut mengkaji bahasa ditinjau dari pemakai bahasa. Pragmatik memiliki banyak kajian, di antaranya deiksis, praanggapan, implikatur percakapan, tindak bahasa, dan analisis wacana. Implikatur dapat diartikan sebagai maksud yang tersembunyi di balik tuturan. Sementara itu, implikatur percakapan adalah implikatur yang hanya diketahui oleh sebagian orang yang mengetahui konteks tuturannya saja. Implikatur percakapan berusaha untuk menganalisis suatu percakapan sehingga diperoleh makna yang benar. Humor merupakan kemampuan mental dalam menemukan, mengekspresikan atau mengapresiasikan seseuatu yang lucu atau sesuatu yang benar-benar tidak lazim. Lucu adalah kata sifat yang berarti membuat orang tertawa atau terbahak-bahak melalui kemustahilan, keanehan, sesuatu yang berlebihan atau eksentrisitas yang nyata.                                              Kata Kunci: Pragmatik, Konteks, Implikatur, dan Percakapan Humor
PRONOMINA DAN KOHESI LEKSIKAL DALAM CERITA “BATU BALLAH BATU BETANGKUP” (CERITA RAKYAT KABUPATENSAMBAS) KALIMANTAN BARAT Sri Kusnita
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i2.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pronomina dan kohesi leksikal dalam cerita “ Batu Ballah Batu Betangkup”. Penelitian ini adalah penelitian  kualitatif merupakan penelitian yang memberikan penjelasan paling rendahmengenai gejala yang diteliti jika dibandingkan dengan penelitian-penelitian jenis lain karena penelitian ini tidak berusaha untuk mengetahui sebab akibat, melainkan hanya menghasilkan keterangan yang menggambarkan ciri-ciri gejala saja.Hasil (spasi)penelitian ini yaitu mendeskripsikan jenispronomina dan kohesi leksikal  yang digunakan dalam cerita “Batu Ballah Batu Betangkup”adalah sebagai berikut: (1) jenis pronomina  yang terdapat dalam cerita “Batu Ballah Batu Betangkup” , yaitu (a) (cekselanjutnya) pronomina persona pertama yang ditandai dengan pemakaian kata ganti aku, dan -ku, b) Pronomina persona pertama jamak yang ditandai dengan kata ganti kamu,c) pronomina ketiga tunggal ditandai dengan pemakian kata ganti ia, dia,-nya, d) pronomina ketiga jamak menggunakan kata ganti mereka. (2) Pronomina petunjuk umum ditandai dengan kata ganti ini dan itu, b) pronomina ikhwal ditandai dengan kata demikian. 2)Jenis kohesi leksikal yang digunakan dalam cerita “Batu Ballah Batu Betangkup” yaitu repetisi atau pengulangan. Kata Kunci: Pronomina, Kohesi Leksikal, Batu Ballah Batu Betangkup
PENGGUNAAN BAHASA DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI WARUNG ”BUDE SARMI” JALAN SURYA UTAMA JEBRES SURAKARTA (Sebuah Kajian Sosiolinguistik Lisan di Luar Kelas) Try Hariadi
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i2.170

Abstract

Penelitian ini merupakan studi sosiolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa yang digunakan dalam transaksi jual-beli, fungsi-fungsi bahasa yang muncul dalam transaksi jual-beli, dan hubungan di antara keduanya, yaitu bentuk-bentuk bahasa dan fungsi-fungsi bahasa yang ada. Sosiolinguistik membahas hubungan bahasa dengan penutur bahasa sebagai anggota masyarakat. Variasi bahasa yang merupakan topik utama dalam kajian sosiolinguistik, mengacu pada perbedaan manifestasi bahasa seperti bunyi,  kosa kata,  kategori gramatika, dan struktur lahir. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, baik pembeli maupun penjual cenderung menggunakan bahasa informal. Kedua, fungsi-fungsi bahasa yang muncul dalam transaksi adalah bertanya (mengajukan pertanyaan), menjawab pertanyaan, meminta untuk mengerjakan sesuatu, membuat perjanjian (kesepakatan), dan memberi informasi atau  penjelasan/keterangan. Ketiga, terdapat  banyak hubungan antara bentuk-bentuk bahasa dan fungsi-fungsi bahasa yang digunakan dalam treansaksi jual-beli tersebut yang bersifat langsung, antara bentuk dan fungsi bahasa bersifat sebandin (sesuai). Kata Kunci:  Bentuk Bahasa, Fungsi Bahasa, Sosiolinguistik, Ragam Baha­sa, Transaksi Jual Beli. 
INCREASING THE STUDENTS’ READING COMPREHENSION BY USING RECIPROCAL TEACHING STRATEGY Abdul Arif
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i1.171

Abstract

This research was aimed at finding out: (1) whether or not Reciprocal Teaching Strategy significantly increased the students’ achievement in reading comprehension; (2) the effect size of the strategy in increasing the students’ achievement. This research was a pre- experimental study using one group pretest-posttest design carried out at the eleventh grade students of SMA Muhammadiyah 1 Pontianak in the Academic Year of 2011/2012. The data were collected by using measurement technique. Data analysis showed that t-value was higher than t-table (2.1272.021) at 0.05 level of significance. It means that the alternative hypothesis is accepted and the null hypothesis is rejected. The mean score of pre-test was 51.5 and the mean score of post-test was 80.8. Thus, it can be concluded that the use of Reciprocal Teaching Strategy significantly increases the students’ reading comprehension. The analysis of effect size showed that the effect size was categorized as high category. Thus, it can be concluded that the use of reciprocal teaching strategy highly influenced the students’ reading comprehension and was considered as effective teaching strategy in increasing the students’ reading comprehension.                 Keyword: Increasing, Reciprocal, Reading Comprehension
THE IMPLEMENTATION OF TEACHING WRITING AND ERROR ANALYSIS OF ENGLISH WRITING OF HEARING – IMPAIR STUDENTS Ageung Darajat
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i1.172

Abstract

The objectives of research are describing the implementation of writing to hearing – impair students writing, error analysis, and the improvement needed in teaching and learning writing to hearing – impair students. The research was conducted at a senior high school with special needs program in Pontianak, West Kalimantan Province. It is qualitative research in form of case study. The data of this thesis were collected through observation, interview, document analysis, and audio and visual material or photograph. Data analyzing are based on qualitative analysis, and quantitative analysis. This research result shows that: (1) the implementation of teaching and learning writing to hearing – impair students comprises of five dimensions: the documents of teaching and learning available to writing lesson, the procedure of teaching and learning writing, the evaluation used in writing class, the class climate during teaching and learning writing, and difficulties in teaching and learning writing; (2) the errors analysis in writing are categorized into: misspelling word, missing word and incomplete word structure; and (3) improvement offered to the teacher in the writing class was providing more feedback to the students writing.    Keyword: writing, hearing – impair students, error analysis, case study.
ANALISIS WACANA LIRIK LAGU BUJANG NADI, LAGU DAERAH MELAYU SAMBAS, KALIMANTAN BARAT A A Alimin
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i1.173

Abstract

Artikel ini memuat analisis wacana kajian internal bahasa dalam lirik lagu daerah Bujang Nadi, lagu daerah Melayu Sambas. Analisis dipusatkan pada aspek kohesi gramatikal dan leksikal yang   dapat memperjelas keutuhan sebuah wacana. Masalah umum penelitian ini terfokus pada penggunaan aspek gramatikal dan aspek leksikal yang membangun bahasa pada teks lirik lagu dengan sub masalah: 1) bagaimanakah aspek gramatikal dalam lirik lagu Bujang Nadi lagu daerah Melayu Sambas? 2) bagaimanakah aspek leksikal dalam lirik lagu Bujang Nadi lagu daerah Melayu Sambas? Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif- kualitatif, objek penelitian berupa lirik  lagu Bujang Nadi, data penelitian ini berupa kata-kata, frasa, klausa, dan kalimat, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah Album Sambas Terigas. Hasil penelitian ditemukan  bahwa  wacana  lirik  daerah  Bujang  Nadi  merupakan  wacana  yang  utuh  dan  padu  karena didalamnya terdapat piranti kohesi yang membangun wacana tersebut. Disarankan kepada peneliti selanjutnya supaya melakukan penelitian tentang aspek gramatikal, leksikal dan konteks yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada satu lirik lagu saja. Kata Kunci: wacana, lirik lagu bujang nadi, gramatikal, leksikal
VARIASI ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM MASYARAKAT DWIBAHASA KAJIAN SOSIOLINGUISTIK PADA MASYARAKAT MADURA DI KOTA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Arni Arni
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i1.174

Abstract

Sasaran perhatian penelitian pada peristiwa alih kode dan campur kode adalah pada bahasa-bahasa yang digunakan oleh dwibahasawan secara berselang-seling. Beberapa ahli bahasa membedakan antara alih kode dan campur kode, namun beberapa ahli bahasa yang lain hanya mengenal satu istilah saja untuk menyebut dua gejala kebahasaan tersebut, yaitu alih kode. Kedua istilah tersebut sama-sama merujuk pada hal yang sama, yakni masuknya unsur-unsur bahasa lain pada tuturan seorang dwibahasawan. Walaupun merujuk pada hal yang sama, namun sebenarnya terdapat perbedaan yang jelas antara alih kode dan campur kode. Objek penutur dalam penelitian ini adalah penutur yang merupakan pendatang dari pulau Madura dan menggunakan bahasa Madura yang tinggal di kota Pontianak provinsi Kalimantan Barat dan berusia antara 20-60 tahun. Pembatasan penutur dari luar daerah Kalimantan Barat didasarkan pada alasan bahwa bahasa ibu/bahasa pertama (B1) yang mereka miliki bukanlah bahasa lokal yang ada di kota Pontianak. Ketika para pendatang dari pulau Madura tersebut datang ke kota Pontianak, maka terjadilah kontak bahasa yang memungkinkan munculnya alih kode dan campur kode. Kata Kunci: Alih kode, campur kode, masyarakat bahasa, bahasa Madura, sosiolinguistik 
FAKTOR PENGGANGGU MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI KELAS Aunurrahman, Citra Kusumaningsih, Diah Astriyanti Muhammad Ismail Kasim
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i1.175

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan faktor yang mengganggu mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Untuk mendapatkan jawaban tersebut, kuesioner dengan bentuk pertanyaan terbuka. Kuesioner diisi oleh 124 mahasiswa STKIP-PGRI Pontianak yang telah dipilih secara purposif. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisa isi yang melibatkan dua rater agar analisa data objektif. Untuk membantu analisa tersebut, disediakanlah panduan koding agar hasil pengolahan data sesuai dengan tujuan dari penelitian ini.Data analisis menunjukkan ada 28 pernyataan yang ditemukan sebagai gangguan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Dari 28 pernyataan tersebut, 17 pernyataan diantaranya dikategorikan sebagai faktor eksternal dan 11 pernyataan lainnya dikategorikan sebagai faktor internal. Lebih jauh, faktor eksternal yang paling banyak ditemui dipenelitian ini adalah berasal dari lingkungan belajar diikuti oleh faktor manusia. Sementara gangguan internal banyak dipengaruhi oleh kesehatan fisik manusia yang diikuti dengan gangguan yang bersifat psikologis. Sebagai tambahan, pengguna teknologi juga tercatat baik sebagai gangguan eksternal ataupun internal walaupun frekuensi pernyataan yang muncul hanya satu.Faktor eksternal dan internal ini memiliki pengaruh negatif terhadap proses belajar mengajar. Oleh karena itu, dosen harus menerapkan manajemen kelas yang efektif agar gangguan yang muncul dalam pembelajaran Bahasa Inggris dapat diminimalisir. Kata kunci: Bahasa Inggris, Pembelajaran di kelas, Faktor gangguan, Proses belajar, Sumber gangguan
THE EFFECTIVENESS OF COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) METHOD IN TEACHING READING SKILL VIEWED FROM STUDENTS’ INTEREST Desi Sri Astuti
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i1.176

Abstract

This research aims at finding out whether: (1)Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Method is more effective than Direct Instruction Method to teach reading skill ; (2) the students who have high interest  have better reading skill  than those who have low interest; and (3) there is an interaction between teaching methods and students’ interest for teaching reading skill.This experimental study was conducted at SMAN 8 to the tenth grade students in the Academic Year of 2012/2013. Data analysis revealsresearch findingsas follows: (1) CIRC Method is significantly different from Direct Instruction Method to teach reading  skill; (2) The students who have high interest have better reading skill than those who have low interest; and (3) There is an interaction between teaching methods and students’ interest for teaching reading skill. Based on the findings, it can be concluded that in general CIRC Method is more effective than Direct Instruction Method to teach reading skill. For the students who have high interest, CIRC Method is more effective than Direct Instruction Method to teach reading skill but for the students who have low interest, Direct Instruction Method is more effective than CIRC Method to teach reading skill. The effectiveness of the method depends on the degree of the students’ interest. Keyword :CIRC Method, Direct Instruction, Reading Skill, Students’ Interest 
PEMILIHAN KODE DALAM MASYARAKAT BILINGUAL PADA MASYARAKAT MELAYU SAMBAS DI KOTA PONTIANAK DALAM LINGKUNGAN PENDIDIKAN (Studi Kasus dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Al-Madani Pontianak, Kalimantan Barat) Eti Ramaniyar
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i1.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan variasi alih kode dan campur kode, faktor penyebab yang menjadi penentu alih kode dan campur kode, serta dampak penggunaan kode terhadap pengajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunnakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif menggunakan pendekatan sosiolingiustik dan merupakan sebuah penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dasar penggunaan bahasa diperoleh dua variasi, yaitu (1) alih kode dan campur kode dengan kode dasar BI, (2) alih kode dan campur kode dengan kode dasar BMS. Faktor-faktor penentu alih kode pada masyarakat tutur MMS di Kota Pontianak. Pertama berdasarkan situational code-switching, kedua metaphorical code-switching. Kata Kunci: Pemilihan Kode, bilingual, Masyarakat Melayu Sambas.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Bahasa More Issue