cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel tentang hasil penelitian dan kajian mengenai Pendidikan Bahasa atau serumpunnya yang terbit setiap Juni dan Desember
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Just Running Away: The English Literature’s Perceptions of Being a Global Worker Alamsyah, Aam; Santosa, Santosa; Mutaat, Mutaat; Try Gustary, Devian; Cheda Asniati, Andina
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amid Indonesia's vulnerable economic situation, the idea of finding jobs overseas has evoked numerous responses. The present study scrutinized the English literature students’ perceptions regarding potential migration abroad, the countries where they want to work, and the language they need. The study was driven by the hypothesis that English language skill might be needed more abroad than in the Indonesian context. Up to this time, the government has strived to solve Indonesian unemployment, which continuously increases annually. Finding a job overseas can be an alternative to alleviating the government's economic burden and reducing the number of unemployed in Indonesia simultaneously. The present study employed a mixed method involving seventy-five English literature students. The participants were recruited conveniently from the English classes where the researchers teach. The instrument used was a written questionnaire followed by interviews with selected participants. The findings indicated that the participants had more ideas about visiting Asian countries. Furthermore, Europe, Arabia, Canada, and North America are the following countries that have the most potential to visit. The participants were also convinced that using English in Asian countries would be helpful, even though other Asian languages might be more suitable for use in the Asian continent than English. Other languages that the participants perceived essential to learn are Mandarin, Japanese, Arabic, Korean, and German. The study highlights the potential migration among educated Indonesians (i.e., English literature/English students), which would incur multiple benefits if substantial changes were enacted by authority.
PESAN EKOLOGIS DALAM NOVEL NGAYAU (MISTERI MANUSIA KEPALA MERAH CHEU FUNG THEU) KARYA MASRI SAREB PUTRA DAN M.S GUMELAR PENDEKATAN EKOKRITIK Sulastriana, Elva; Yuniarti, Netti; Kusnita, Sri
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i1.9115

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pesan ekologis dalam novel Ngayau (Misteri Manusia Kepala Merah Cheu Fung Theu) Karya Masri Sareb Putra dan M.S. Gamelar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi (content analisis) ekokritik. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah kutipan teks yang terdapat dalam novel Ngayau karya Cheu Fung Theu yang diterbitkan di Tanggerang, Banten pada tahun 2014 oleh Entertainment Essence Center yang terdiri dari 368 halaman. Hasil penelitian yaitu berupa penggambaran lanskap alam yang kontras antara keindahan dan kerusakan, interaksi kompleks antara manusia dan lingkungan, serta peringatan mendalam tentang degradasi lingkungan dan hilangnya kearifan lokal. Novel ini berfungsi sebagai alat kritik sosial terhadap eksploitasi alam yang merajalela di Kalimantan Barat. Dengan demikian, Ngayau dapat dianggap sebagai ekokritis yang mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hubungan mereka dengan alam dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Analisis Perbandingan Cerita Rakyat Si Beru Dayang Etnik Batak Karo dan Page Pulut Etnik Batak Pakpak: Kajian Sastra Bandingan dalam Konteks Pembelajaran Bahasa dan Budaya Lokal Sinulingga, Jekmen; Simamora, Devina C; Batubara, Monika Uli; Manullang, Doan Yohannes
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i1.9125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dua cerita rakyat dari dua sub-etnis Batak, yaitu Si Beru Dayang dari etnik Karo dan Page Pulut dari etnik Pakpak, melalui pendekatan sastra bandingan. Cerita rakyat merupakan bagian penting dari tradisi lisan yang merefleksikan nilai-nilai moral, norma sosial, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini memanfaatkan analisis struktural dan intertekstual untuk mengkaji unsur tema, tokoh, alur, latar, serta pesan budaya dan pendidikan yang terkandung dalam kedua teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita mengandung pesan-pesan moral seperti pengorbanan, kerja keras, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Selain itu, simbol-simbol budaya dalam cerita juga merepresentasikan identitas dan pandangan hidup masyarakat Batak Karo dan Pakpak. Perbandingan ini mengungkapkan bagaimana nilai-nilai lokal direpresentasikan dalam narasi yang khas dan kontekstual. Oleh karena itu, kedua cerita rakyat ini sangat relevan untuk dijadikan sumber pembelajaran dalam pendidikan bahasa dan sastra, terutama dalam konteks penguatan pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal berbasis kearifan tradisional.
Representasi Makna Umpasa pada Ritual Sayur Matua Etnik Simalungun Saragih, Risdo; Napitupulu, Frengki
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i1.9246

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi makna umpasa dalam upacara kematian Sayur Matua masyarakat Batak Simalungun. Umpasa, sebagai puisi lisan tradisional, berfungsi menyampaikan nilai moral, spiritual, dan sosial dalam ritus adat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure dan teori representasi Stuart Hall. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa umpasa memiliki makna denotatif dan konotatif yang membentuk konstruksi budaya terkait kematian dan relasi sosial. Simbol seperti tiang rumah, daun gugur, dan gondrang mengandung nilai penghormatan, persatuan, serta harapan akan regenerasi nilai leluhur. Dalam kerangka Hall, makna umpasa dikonstruksi melalui praktik simbolik, bukan sekadar refleksi realitas. Oleh karena itu, umpasa dipandang sebagai alat representasi budaya yang menghubungkan tradisi dengan struktur sosial. Penelitian ini merekomendasikan pelestarian umpasa sebagai warisan budaya takbenda.
Pengelolaan Program Bipa di Uin Sunan Kalijaga dan Universitas Sanata Dharma Tri Yuliawan
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v10i1.2408

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis penerapan pengelolaan program BIPA antara lain; perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan program BIPA di Yogyakarta. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah pimpinan, pengajar serta staf BIPA di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan rancangan dalam bentuk penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil angket dan wawancara pengelola BIPA di UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Sanata Dharma, didapatkan hasil penelitian yakni; (1) Pelaksanaan pembelajaran BIPA dilakukan dalam satu tahun yakni pada semester ganjil dan genap, (2) pembelajaran disajikan berdasarkan kebutuhan siswa, (3) konten pembelajaran menekankan pada pembudayaan dan peradaban, (4) pengelola BIPA jeli melihat perkembangan ekonomi bertujuan untuk mencari peserta didik, (5) pemasaran yang efektif dan efisien menggunakan media sosial seperti; instagram, facebook, whatsapp, dan website.
Penerapan Metode Brainstorming untuk Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa pada Mata Kuliah Entrepreneurship Elly syahadati; Ageung Darajat
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v15i1.11002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kreativitas mahasiswa sebelum dan sesudah diterapkannya metode Brainstorming pada mata kuliah Entrepreneurship serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas mahasiswa dalam pembelajaran Entrepreneurship. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan planning, acting, observing, dan reflecting. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Pontianak sebanyak 24 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kreativitas, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Brainstorming dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa. Hal tersebut terlihat dari peningkatan rata-rata nilai kreativitas mahasiswa pada pra siklus sebesar 61,25 menjadi 73,50 pada siklus I dan meningkat kembali menjadi 82,42 pada siklus II. Selain itu, mahasiswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan mampu menghasilkan ide-ide kreatif dalam pembelajaran Entrepreneurship. Dengan demikian, metode Brainstorming efektif digunakan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa pada mata kuliah Entrepreneurship.
Transformasi Pembelajaran Sastra melalui Model Make a Match: Meningkatkan Hasil Belajar Unsur Karya Fiksi di SMPN 1 Sungai Kakap Theresia Fransiska Br. Nainggolan; Eti Ramaniyar; Siti Zubaidah Zubaidah
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i2.9714

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menemukan unsur karya fiksi melalui penerapan model pembelajaran Make a Match pada peserta didik kelas VIII SMPN 1 Sungai Kakap. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Make a Match efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik. Nilai rata-rata meningkat dari 71 pada pra-siklus menjadi 82 pada siklus II, dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 20% menjadi 80%. Selain itu, partisipasi dan motivasi belajar peserta didik juga mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, model Make a Match layak diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi menemukan unsur karya fiksi.
Analisis Kesalahan Bentuk Morfologis pada Caption atau Komentar di Platform Facebook Generasi Z: Kesalahan Bentuk morfologi Mai Yuliastri Simarmata; Rini Agustina
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i2.9961

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis kesalahan bentuk morfologi pada caption atau komentar di platfrom  facebook . latarbelakang penelitian ini didasarkan penggunaan teknoplogi yang canggih, dan penggunaan komunikasi generasi Z yang tidak memerhatikan kaidah dalam penggunaan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan 10 sampel percakapan dari facebook. Hasil penelitian menunjukkan ada empat kesalahan berbahasa yang sering terjadi digunakan generasi Z, yaitu kesalhan afiksasi, kesalhan reduplikasi, kesalahan yang menimbulkan ambiguitas dan pleonasme, pengggunaan bentuk kata yang tidak baku.  Dalam kontek komunikasi digital bahasa non baku berfungsi untuk efesiensi komunikasi serta menciptakan ekspresi yang autentik. Namun jika implikasinya negative maka perlu diwaspadai karena berisiko terjadi miskomunikasi dan ambiguitas, serta kesulitan dalam berkomunikasi era lintas genarasi.  
Pemaknaan Ruang dan Simbol Arsitektural dalam Puisi Monumen Tanpa Bayang di Khatulistiwa Karya Alfarid Rahman Hakim untuk Pembelajaran Apresiasi Sastra: Kajian Ruang dan Simbol Arsitektural Ramadhan Kusuma Yuda; Andrian Andrianaan
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i2.10007

Abstract

Penelitian ini umumnya menggunakan pendekatan semiotik dan/atau strukturalisme genetik untuk membongkar makna tersembunyi, terutama yang berkaitan dengan konteks sosial dan budaya di balik simbol-simbol arsitektural.Fokus:Analisis Fokus utama adalah pada bagaimana elemen arsitektur (seperti monumen, bayang-bayang, khatulistiwa, dll.) tidak hanya berfungsi sebagai latar fisik, tetapi juga sebagai simbol yang merefleksikan isu-isu sosial, politik, atau eksistensial. Konsep ruang dianalisis sebagai wadah makna yang berinteraksi dengan subjek (manusia) dan sejarah.. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi ini kaya akan metafora arsitektural yang menyiratkan tema-tema seperti kehilangan identitas, krisis spiritual, pengabaian sejarah, atau kontradiksi antara janji ideal (monumen) dan realitas tanpa makna (tanpa bayang). Monumen di sini sering dimaknai bukan sebagai struktur kejayaan, melainkan sebagai pengingat akan kehampaan atau ironi..Analisis mendalam ini sangat relevan untuk pembelajaran apresiasi sastra.Puisi ini dapat digunakan untuk mengajarkan siswa:Analisis Simbol:Mengidentifikasi dan menafsirkan simbol-simbol kompleks di luar makna literal.Pemahaman Konteks: Menghubungkan karya sastra dengan konteks sejarah, budaya, dan geografisnya (dalam hal ini, konsep Khatulistiwa).Keterampilan Menafsirkan Ruang: Memahami bagaimana elemen fisik seperti ruang dan bangunan diolah menjadi tema dan pesan oleh penyair. Kata Kunci:Puisi, Monumen Tanpa Bayang di Khatulistiwa, Alfarid Rahman Hakim, Semiotika, Simbol Arsitektural, Apresiasi Sastra. This research generally uses a semiotic and/or genetic structuralism approach to uncover hidden meanings, particularly those related to the social and cultural context behind architectural symbols.Analysis Focus: The primary focus is on how architectural elements (such as monuments, shadows, the equator, etc.) function not only as physical settings but also as symbols reflecting social, political, or existential issues. The concept of space is analyzed as a container of meaning that interacts with the subject (human) and history. The analysis shows that this poem is rich in architectural metaphors that imply themes such as: loss of identity, spiritual crisis, historical neglect, or the contradiction between an ideal promise (the monument) and a meaningless reality (without shadows). The monument here is often interpreted not as a structure of glory, but as a reminder of emptiness or irony. This in-depth analysis is highly relevant to learning literary appreciation. This poem can be used to teach students:Symbol Analysis: Identifying and interpreting complex symbols beyond their literal meaning.Understanding Context: Connecting a literary work to its historical, cultural, and geographical context (in this case, the concept of the Equator).Interpreting Space: Understanding how physical elements such as space and buildings are transformed into themes and messages by the poet.Keywords: Poetry, Monument Without Shadows on the Equator, Alfarid Rahman Hakim, Semiotics, Architectural Symbols, Literary Appreciation
Efektivitas ice breaking berbasis aplikasi Teachy untuk mengembangkan literasi digital dan aktivitas belajar mahasiswa Fitri Wulansari; Muhammad Zikri Wiguna; Titi Fera; Rollik Rosoneri; Nafa Urbach Sari; Siti Ananda Saptiandini; Mohd Hafizan Bin Hashim
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i2.10031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas ice breaking berbasis aplikasi Teachy dalam meningkatkan literasi digital dan aktivitas belajar mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data 21 mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPGRI Pontianak. Data dikumpulkan melalui angket daring dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Teachy dinilai efektif, interaktif, dan mampu meningkatkan motivasi, konsentrasi, serta partisipasi mahasiswa. Selain itu, Teachy berkontribusi pada pengembangan literasi digital melalui fitur-fitur yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran modern.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Bahasa More Issue