cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
AdBispreneur
ISSN : 25032700     EISSN : 25499912     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal AdBispreneur adalah jurnal ilmiah di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan yang terbit tiga kali setahun. Diterbitkan oleh Departemen Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Berisi tulisan hasil pemikiran dan penelitian di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
GAYA BELANJA: PERBANDINGAN KONSUMEN INDONESIA DAN MALAYSIA Helmi, R. Arief; Arifianti, Ria; Nugraeni, Wijayanti
AdBispreneur Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.625 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i1.16523

Abstract

ABSTRAKBerbelanja adalah aktifitas yang menjadi pilihan wisatawan, peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara terutama  dari Malaysia ke kota Bandung, mengisyaratkan perlunya pemahaman kecenderungan perilaku wisatawan sebagai konsumen dalam membeli produk atau berbelanja yang disebut gaya belanja. Dengan menggunakan sembilan gaya belanja yang dicetuskan Sproles dan Kendall (1986) studi komparasi antara kedua kelompok dilakukan, studi ini juga dapat disebut penelitian cross-culture. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa konsumen Indonesia dan Malaysia memiliki gaya belanja yang sama yaitu : perfectionistic, brand conscious,  dan impulsive. Perbedaanya adalah konsumen Indonesia cenderung lebih bergaya belanja: price conscious, habitual, dan confused by over choice. Sedangkan konsumen Malaysia cenderung lebih bergaya belanja novelty conscious dan recreational. Pemahaman ini dapat dimanfaatkan pada pemasaran internasional terutama pada industri retail. Kata kunci : Konsumen, Gaya belanja, Studi Komparasi  ABSTRACTShopping is one of most popular tourist activities.  There is an increasing number of domestic and foreign tourists, especially from Malaysia visiting Bandung. It is valuable to understand the tourist’s behavior especially in their buying behavior which called shopping style. This study employed nine shopping styles from Sproles and Kendall (1986) which comparing domestic Indonesian and Malaysian tourist, this study can also be categorized as cross-culture research. The results show that Indonesian and Malaysian consumers have the same shopping style: perfectionistic, brand conscious, and impulsive. The difference is that Indonesian consumers tend to have shopping style: price conscious, habitual, and confused by over choice. While Malaysian consumers indicated to have shopping style: novelty conscious and recreational. This understanding can be utilized in international marketing, especially in the retail industry. Keywords: Customer, Shopping-style, Comparaive Study
ANALISIS EMPLOYEE EMPOWERMENT DAN KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN DI SEKTOR PARIWISATA Pragiwani, Meita; Alexandri, Mohammad Benny; P, Chandra
AdBispreneur Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.299 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i1.18176

Abstract

ABSTRACT Employee empowerment can spur to increase creativity, motivation, and innovative power of employees in carrying out their duties and responsibilities. Applicability of Employee Empowerment program or employee empowerment will improve employee performance, so that companys goal will be achieved well, fast and flexible. Based on the background of the problems described earlier, it can be identified the problem (a) Employee Empowerment gives influence to the performance of hotel employees (b) Management Knowledge gives influence to the performance of hotel employees. Hypothesis testing results that prove that the Employee Empowerment in the hotel to provide support to the performance of its employees. Another result is that the Management Knowledge that is in the hotel does not give influence to employee performance. Keyword : Employee Empowerment, Management Knowledge, Employee PerformanceABSTRAKPemberdayaan karyawan dapat memacu untuk meningkatkan kreativitas, motivasi, dan kekuatan inovatif karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Penerapan program Pemberdayaan Pegawai atau pemberdayaan karyawan akan meningkatkan kinerja karyawan, sehingga tujuan perusahaan akan tercapai dengan baik, cepat dan fleksibel. Berdasarkan latar belakang masalah yang dijelaskan sebelumnya, dapat diidentifikasi masalah (a) Pemberdayaan Karyawan memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan hotel (b) Manajemen Pengetahuan memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan hotel. Hasil pengujian hipotesis yang membuktikan bahwa Pemberdayaan Karyawan di hotel memberikan dukungan terhadap kinerja karyawannya. Hasil lain adalah bahwa Manajemen Pengetahuan yang ada di hotel tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci : Employee Empowerment, Management Knowledge, Kinerja Karyawan 
PENGARUH KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP LOYALITAS MEREK (STUDI PADA PENGGUNA KARTU As DI STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA) Widodo, Teguh Heri; Tresna, Pratami Wulan
AdBispreneur Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.772 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i1.16615

Abstract

ABSTRACTResearch on the Influence of Brand Trust on Brand Loyalty conducted on As Sim Card User in civitas academic student of STIA YPPT Priatim Tasikmalaya conducted to answer the question about the influence of trust on the loyalty of citizens of Yppt Priatim College of Tasikmalaya As Sim card users. This is a type of quantitative research using descriptive method for analytical method. The data collection techniques that used in this research are questionnaires, interviews and observations. From the research result obtained by brand trust of citizen STIA YPPT Tasikmalaya influenced brand loyalty. Brand trust variable (X) is 0,000 (sig value <0,05) so H1 is accepted and it can be concluded that customers trust toward a brand will influence customers loyalty level to the brand. The results are statistically significant. The value of determination can also describe the level of total independent variable contribution to the dependent variable changes. Therefore, it can be said that brand trust contributes a total effect of 57% to changes in customer loyalty to a brand on Kartu As users at STIA YPPT Tasikmalaya. Key word: Brand Trust, Brand Loyalty ABSTRAKPenelitian Pengaruh Kepercayaan Merek terhadap Loyalitas Merek  yang dilakukan pada pengguna kartu AS civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yppt Priatim Tasikmalaya dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai pengaruh kepercayaan terhadap loyalitas civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yppt Priatim Tasikmalaya pengguna kartu AS. Penelitan ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan  menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian diperoleh kepercayaan merek civitas akademika STIA YPPT TASIKMALAYA berpengaruh pada loyalitas merek tersebut. Variabel kepercayaan merek (X) sebesar 0,000 (nilai sig<0,05) sehingga H1 diterima dan dapat disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan pelanggan terhadap suatu merek akan mempengaruhi tingkat loyalitas pelanggan terhadap merek tersebut. Hasil tersebut signifikan secara statistic. Nilai determinasi juga dapat menggambarkan tingkat kontribusi variabel bebas secara total terhadap perubahan variabel terikat. Oleh karena itu, dapat dikatakan pula bahwa kepercayaan merek memberikan kontribusi pengaruh secara total sebesar 57% terhadap perubahan tingkat loyalitas pelanggan terhadap suatu merek pada civitas akademika STIA YPPT TASIKMALAYA.
ANALISIS PENERAPAN E-RECRUITMENT PADA PT. X Gracia, Anggita; Chan, Arianis; Adinegara, Rivani
AdBispreneur Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.909 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i1.16515

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze e-recruitment or electronic recruitment applied by X, Ltd. In addition, this study also aims to determine the benefits and impacts that companies felt after using e-recruitment method. The research method used in this research is qualitative-descriptive method to describe a state of e-recruitment. The data obtained in this study using the instrument of observation, interview and documentation study. The results of this study indicate that the presence of e-recruitment has contributed to provide positive benefits for X, Ltd. especially in terms of administrative efficiency and cost. Although the utilization is not too often, but the use of e-recruitment has provided many facilities, especially for the recruiters. This is an example of real implementation of effective and efficient technology utilization to support HR function in company. The conclusion that can be taken in this research is that the automation of human resource management function into internet based system requires strategic integration of human resource management with company strategy, structure and corporate culture. To support it X, Ltd. prioritize the implementation of knowledge management in the form of training and coaching to prepare a quality organization and ready to change management. Keywords: E-recruitment, Recruitment, Human Resources. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis e-recruitment atau rekrutmen elektronik yang diterapkan oleh       PT. X. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui manfaat serta dampak yang dirasakan perusahaan setelah menggunakan metode e-recruitment. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif untuk menggambarkan sebuah keadaan e-recruitment. Data yang didapatkan pada penelitian ini menggunakan instrumen observasi, wawancara dan studi dokumentasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hadirnya e-recruitment telah berkontribusi dalam memberikan manfaat positif bagi PT X terutama dari sisi efisiensi administratif dan biaya. Meskipun penggunaannya belum terlalu tinggi, namun penggunaan e-recruitment telah memberikan banyak kemudahan khususnya bagi para rekruter. Hal ini merupakan sebuah contoh implementasi nyata pemanfaatan teknologi yang efektif dan efisien untuk mendukung fungsi SDM pada perusahaan.Kesimpulan yang dapat diambil pada penelitian ini bahwa, otomatisasi manajemen fungsi sumber daya manusia menjadi sistem berbasis internet membutuhkan integrasi strategis manajemen sumber daya manusia dengan strategi perusahaan, struktur dan budaya perusahaan. Untuk mendukung hal tersebut PT. X mengedepankan implementasi knowledge management dalam bentuk training dan coaching guna menyiapkan organisasi yang berkualitas serta siap akan perubahan manajemen (change management).Kata Kunci: E-recruitment, Rekrutmen, Sumber Daya Manusia  
PEMETAAN UMKM INDUSTRI KREATIF DI WILAYAH PRIANGAN TIMUR: IDENTIFIKASI KEUNGGULAN DAYA SAING LOKAL Purbasari, Ratih; Chandra, Wijaya; Rahayu, Ning; Maulina, Erna
AdBispreneur Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.175 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i1.16083

Abstract

ABSTRACT This research tries to improve local competitive advantage through of creative industry potentials development. The research method used is qualitative approach and contextual technique of local competitive advantage development in East Priangan region with the following stages (1) Collecting secondary data through literature review and related intitutions (2) Understanding of local competitive advantage and creative industries concept (3) Mapping creative industries potential (4) Identifying the most potentialy creative industries and analysis. The results showed that the sub-sectors of the most potential creative industry in each region are the Mendong Handicraft Industry (Tasikmalaya City), the Akar Wangi Handicraft Industry (Garut Regency), the Coconut Handicraft Industry (Ciamis Regency) according to the competitive advantage concept. They also have local resources and supported by government protection policies. Moreover they have both domestic and foreign markets. In order to have competitive advantage sustainability, required collaboration and cooperation of all related parties in an entrepreneurial ecosystem of each creative industry regions.  Keywords : Local Competitive Advantage, Creative Industry, East Priangan, ABSTRAKPenelitian ini berupaya untuk membantu meningkatkan keunggulan daya saing lokal melalui pengembangan potensi industri kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan teknik kontekstual mengenai pengembangan keunggulan daya saing lokal di wilayah Priangan Timur dengan tahapan (1) Mengumpulkan data sekunder melalui tinjauan pustaka dan institusi terkait (2) Pemahaman konteks keunggulan daya saing lokal dan industri kreatif (3) Pemetaan potensi industri kreatif (4) Identifikasi industri kreatif yang paling berpotensi dan analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsektor dari industri kreatif yang paling berpontensi di masing-masing daerah adalah Industri Kerajinan Anyaman Mendong (Kota Tasikmalaya), Industri Kerajinan Akar Wangi (Kab. Garut), Kerajinan Lidi Kelapa (Kab. Ciamis) berdasarkan konsep keunggulan daya saing, memiliki sumber daya lokal dan dukungan kebijakan perlidungan dari pemerintah, serta telah memiliki pasar domestik dan luar negeri. Untuk memiliki keunggulan daya saing berkelanjutan, dibutuhkan kolaborasi dan kerjasama dari semua pihak yang terlibat di dalam ekosistem kewirausahaan di setiap wilayah industri kreatif tersebut.Kata kunci : Keunggulan Daya Saing Lokal, Industri Kreatif, Priangan Tim
PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PADA KOPERASI “X” BANDUNG Kostini, Nenden; Dai, Ratna Meisa; Andriani, Evi
AdBispreneur Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.254 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i1.16919

Abstract

ABSTRACTFinancial services cooperatives are classified as Non-bank Microfinance Institutions (MFIs) and become alternative funding for micro, small and medium enterprises (MSMEs). Non-bank MFIs are believed to play a strategic role in meeting the capital needs of MSMEs. However, the role of non-bank MFIs is still low so that the potential of MSME as a supporter of economic growth can’t be realized. Cooperative "X" is a savings and loan cooperative with its own capital comes from the principal savings and compulsory savings of members, donations or grants in the form of long-term debt and short-term from the Center for Credit Cooperatives of West Java and some funds of remaining business results. Loan disbursement by Cooperative "X" continues to increase but not accompanied by an increase in own capital thus increasing the amount of debt and interest costs to be paid. This disrupts the circulation of working capital of "X" Cooperatives because most of the capital is used to cover the cost of loan interest so that remaining business results becomes lessened. This study aims to determine the effect of working capital on profitability in Cooperative "X". The research method used is descriptive-associative with quantitative approach, and simple linear regression analysis. Cash Conversion Cycle is used to measure working capital while profitability is measured by ROA. The result of the research shows that Cooperative "X" Bandung has used its working capital efficiently and profit from the use of all its assets fluctuating every year in relatively small amount, besides it is also known that working capital negatively affect profitability. Key words: Working Capital, Profitability, Cooperative, Cash Conversion Cycle, ROA ABSTRAKKoperasi jasa keuangan digolongkan sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Non-bank dan menjadi alternatif pendanaan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). LKM Non-bank dipercaya dapat berperan strategis dalam memenuhi kebutuhan modal UMKM. Namun kenyataannya peran LKM Non-bank tersebut masih rendah sehingga potensi UMKM sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi belum dapat direalisasikan. Koperasi  “X” merupakan koperasi simpan pinjam dengan modal sendiri berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota, donasi atau bantuan dana berupa utang jangka panjang maupun jangka pendek dari Pusat Koperasi Kredit Jawa Barat dan sebagian dana SHU. Penyaluran kredit oleh Koperasi “X” terus meningkat namun tidak diiringi oleh peningkatan modal sendiri sehingga meningkatkan jumlah utang dan biaya bunga yang harus dibayar. Hal ini mengganggu sirkulasi modal kerja Koperasi “X” karena sebagian besar modal digunakan untuk menutupi biaya bunga pinjaman sehingga SHU menjadi berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas pada Koperasi “X”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-asosiatif dengan pendekatan kuantitatif, dan analisis regresi linear sederhana. Cash Conversion Cycle digunakan untuk mengukur modal kerja sedangkan profitabilitas diukur dengan ROA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi “X” Bandung telah menggunakan modal kerjanya secara efisien dan memperoleh keuntungan dari penggunan seluruh asetnya secara fluktuatif setiap tahunnya dalam jumlah relatif kecil, selain itu diketahui juga bahwa modal kerja berpengaruh negatif terhadap profitabilitasKata kunci: Modal Kerja, Profitabilitas, Koperasi, Cash Conversion Cycle, ROA
MEMAHAMI MODEL BISNIS PRAKTEK INOVASI SOSIAL : KAJIAN DESA WISATA BISNIS TEGAL WARU Retno Kusumastuti; Eko Sakapurnama; Achmad Fauzi; Prima Nurita
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.415 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i2.18667

Abstract

 ABSTRACTSocial innovation studies are unique studies and are still relatively rare. The study contains that business models from among those who are often marginalized can also be a source of income. In addition, the importance is also that the utilization of resources owned by a region can be a source of competitive advantage when properly managed considering that each region has a different context. This study analyzes the social innovation model in Tegal Waru Village which was originally a poor and underdeveloped village in 2010 but later it can transform into an economically independent village. This study uses a qualitative approach with data collection methods through in-depth interviews and also observations. The selection of informants is based on the criteria that the person understands the business processes carried out and is also a stakeholder of Tegal Waru Tourism Village. The results showed that the Tegal Waru Tourism Village was a village that managed to enhance its natural and human resources so that it became a source of competitive advantage through the establishment of a Business Tourism Village which is still rare in Indonesia. A unique business model is offering entrepreneurship education with a value proposition to educate everyone to become entrepreneurs by relying on the core competencies and resources they have with philosophy hence provide benefits to many people. ABSTRAKKajian social innovation merupakan kajian yang unik dan masih relatif jarang. Kajiannya berisi bahwa model bisnis dari kalangan yang seringkali termajinalkan juga dapat menjadi sumber penghasilan. Selain itu, pentingnya juga adalah bahwa pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh suatu daerah dapat menjadi sumber keunggulan bersaing manakala dikelola dengan baik mengingat masing-masing daerah memiliki konteks yang berbeda-beda. Penelitian ini menganalisis tentang model inovasi sosial di Desa Tegal Waru yang awalnya merupakan desa miskin dan tertinggal di tahun 2010an tetapi kemudian dapat menjelma menjadi Desa yang mandiri secara ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan juga observasi. Pemilihan informan berdasarkan kriteria bahwa yang bersangkutan memahami proses bisnis yang dijalankan dan sekaligus merupakan stakeholder Desa Wisata Tegal Waru. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Tegal Waru merupakan desa yang berhasil mengelola sumber daya alam dan manusia yang dimilikinya sehingga menjadi sumber keunggulan bersaing melalui pembentukan Desa Wisata Bisnis yang masih langka di Indonesia. Bussiness model yang unik yaitu menawarkan pendidikan entrepeneruship dengan value proposition mendidik setiap orang agar dapat menjadi entrepreneur dengan mengandalkan core competence dan sumber daya yang dimilikinya dengan falsafah agar dapat memberikan manfaat untuk banyak orang. 
FINTECH SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI PEMBIAYAAN BAGI UMKM Muhamad Rizal; Erna Maulina; Nenden Kostini
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.809 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i2.17836

Abstract

ABSTRACTIn 2017, more than 40 new fintech businesses is born, this financial business have emerged that have tried their luck in the Indonesian financial landscape along with the other 140s of startup that have stood before. Indonesia's fintech industry has become one of the prima donna that attracted so much attention from the financial industry actors. Investment on startup fintech began to attract a lot of interest, even some startup managed to get series A of investment this year. The fintech sectors are beginning to develop and many new products are launched.Meanwhile, the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises (Ministry of Small and Medium Enterprises) launched 3.79 million micro, small and medium enterprises (SMEs) already utilizing online platform in marketing their products. This number is around 8 percent of the total perpetrators of SMEs in Indonesia, which is 59.2 million.The problem of sources of financing is a classic problem that is a barrier to the growth of SMEs who do not get financing facilities from the banking sector. Lack of financial resources makes SMEs unable to develop innovations to increase production. However, the rapid growth of financing business of fintech, such as peer-to-peer lending can now be another alternative for loan fund raisers. peer-to-peer lending is a financing business that targets the middle to lower market sectors  ABSTRAKSepanjang tahun 2017, setidaknya muncul lebih dari 40 bisnis fintech baru yang mencoba peruntungan di lanskap keuangan Indonesia bersama dengan 140-an startup lain yang telah berdiri sebelumnya. Industri fintech Indonesia memang menjadi salah satu primadona yang menarik perhatian begitu besar dari para pelaku industri keuangan. Investasi pada startup fintech mulai banyak diminati, bahkan beberapa startup berhasil mendapatkan investasi seri A di tahun ini. Sektor-sektor fintech mulai berkembang dan produk-produk baru banyak diluncurkan.Sementara itu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melansir sebanyak 3,79 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta.Masalah sumber pembiayaan merupakan masalah klasik yang menjadi penghambat pertumbuhan UMKM yang tidak mendapat fasilitas pembiayaan dari sektor perbankan. Kurangnya sumber dana menjadikan UMKM tidak dapat mengembangkan inovasi untuk meningkatkan produksinya. Namun demikian pesatnya pertumbuhan bisnis pembiayaan FinTech seperti peer-to-peer lending  sekarang ini bisa menjadi alternatif lain bagi para pencari dana pinjaman. peer-to-peer lending merupakan bisnis pembiayaan yang menyasar sektor  pasar menengah ke bawah.
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI PADA LEVEL MANAJEMEN PUNCAK DI PT X MEDAN SUMATERA UTARA Iwan Sukoco; Rosana Dewi
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.206 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i2.18733

Abstract

ABSTRACTBased on the objective in this research, the autor deeply want to know is the organizational culture that existed at PT X  Medan North Sumatra. This research use quantitative methods with survey type. Author collected data using The Denison Organizational Survey (DOCS) and  interviews. The Denison Organizational Survey (DOCS) is derived from Denison Model that emphasizes the four dimensions of culture. Data collection and interviews carried out by the top management. The results of research identified PT X  has a weak culture. The results of the questionnaire revealed an imbalance between the four dimensions of Denison Model. Involvement dimension have the highest value while adaptability dimension with the lowest score. In top level managemen  perceptions of organizational cultur has good category.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya organisasi pada level manajemen puncak PT X Medan Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis survey. Penulis mengumpulkan data menggunakan kuesioner The Denison Organizational Survey (DOCS) dan wawancara.  DOCS  berasal dari Model Denison yang menekankan pada empat dimensi budaya dalam organisasi yang harus dikuasai agar organisasi dapat berjalan secara efektif. Pengumpulan data dan wawancara dilakukan pada jenjang manajemen puncak. Hasil penelitian mengidentifikasikan bahwa PT X memiliki budaya yang lemah. Sebab, keempat dimensi Model Denison yaitu adaptability, consistency, involvement, dan mission menunjukkan  ketidakseimbangan. Dimensi involvement memiliki nilai paling tinggi sedangkan dimensi adaptability dengan nilai paling rendah. Persepsi mengenai budaya organisasi pada level manajemen puncak pada kategori baik. 
BAURAN ECERAN PADA MINIMARKET DI BANDUNG DALAM PERSPEKTIF KONSUMEN Ria Arifianti; Sam&#039;un Jaja Raharja
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.544 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i2.18467

Abstract

ABSTRACTIn line with the increasing competition among retail companies and retail companies with large companies, a retail mix is needed. One strategy that can be applied is a retail sales mix. Retail sales mix is all variables that can be used as a marketing strategy to compete in selected marketsThis study aims to analyze the retail mix from a consumer perspective on three minimarkets in the city of Bandung, namely Alfamart, Indomart and Yomart. Research uses descriptive research methods. Data collection techniques consist of literature reviews and field studies in the form of observation, interviews and questionnaires to consumers as samples using a systematic random sampling technique. The findings show that the retail sales mix has been applied to minimarket companies. The retail mix element that consumers like is the location that can be accessed easily. While the mix that is less preferred is the design and layout of the shop related to unclear goods instructions and promotional mix with regard to the unavailability of goods when exchanging promotional coupons. ABSTRAKSejalan dengan meningkatknya persaingan antar perusahaan ritel dan perusahaan ritel dengan perusahaan besar dibutuhkan bauran ritel. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah bauran penjualan eceran Bauran penjualan eceran adalah semua variabel yang dapat digunakan sebagai strategi pemasaran untuk berkompetisi pada pasar yang dipilihPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bauran ritel dari perspektif konsumen pada tiga minimarket di Kota Bandung yaitu Alfamart, Indomart dan Yomart. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif.  Teknik pengumpulan data terdiri dari tinjauan pustaka dan studi lapangan berupa observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner kepada para konsumen sebagai sampel dengan menggunakan teknik sistematik random sampling. Hasil temuan menunjukkan bauran penjualan eceran telah diterapkan pada perusahaan minimarket. Elemen bauran eceran yang disukai konsumen adalah lokasi yang dapat diakses dengan mudah. Sementara bauran yang kurang disukai adalah adalah desain dan tata letak toko berkaitan dengan petunjuk barang yang tidak jelas dan bauran promosi berkaitan dengan ketidaktersediaan barang saat penukaran kupon promosi. 

Page 6 of 26 | Total Record : 256


Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2024): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 2 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 3 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 2 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 1 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 3 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 2 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 3 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 2 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 1 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 3 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 1 (2019): Adbispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur Vol 1, No 3 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 3 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 2 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 2 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 1 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 1 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa More Issue