cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI
ISSN : 25280201     EISSN : 25283278     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI is a scientific media dissemination of research results in agriculture to support agricultural development. This journal is a national journal containing agricultural research results, routinely published by the Faculty of Agriculture - University of Muhammadiyah Jakarta since 2016
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
EFEKTIFITAS MOLUKISIDA MINYAK SIRIH SIRIH DAN LEMONGGRAS TERHADAP HAMA KEONG MAS PADA TANAMAN PADI Herwita Idris; Nurmansyah Nurmansyah
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.5.2.57-64

Abstract

ABSTRAKMinat masyarakat Indonesia dalam menggunakan pestisida nabati terus meningkatsehingga perkembangan penelitian mengenai pestisida nabati sangat prospektif, walaupun dayakerja pestisida nabati agak lambat dan memerlukan frekuensi pemberian lebih banyak, namunefeknya lebih baik bagi lingkungan, karena mudah terurai di alam. Untuk itu telah dilakukanpenelitian efektifitas molukisida nabati berbahan minyak sirih sirihan dan lemongrass terhadaphama keong mas tanaman padi. Penelitian disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompokdengan 7 perlakuan dan 8 ulangan masing-masing perlakuan terdiri dari 15 ekor keong mas denganberat relatif sama. Perlakuan tersebut adalah 1). minyak sirih-sirihan kosentrasi 165 ppm, 2).minyak sirih-sirihan kosentrasi 325 ppm, 3). minyak sirih-sirihan kosentrasi 625 ppm, 4). minyaklemongrass kosentrasi 165 ppm 5). minyak lemongrass kosentrasi 325 ppm, 6). minyaklemongrass kosentrasi 625 ppm dan 7). Sebagai pembanding minyak kayu manis kosentrasi 625ppm, dengan lama waktu perendaman 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa molukisidanabati minyak sirih sirihan pada kosentrasi 325 ppm mampu menghambat makan keong mas danmenyebabkan kematian mencapai 100%, dan juga dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif daritanaman padi. Dari hasil penelitian ini diharapkan dengan menggunakan molukisida nabati, tidaksaja dapat mengendalikan serangan hama keong mas akan tetapi juga dapat meningkatkanproduksi dari tanaman padi, serta menambah nilai tanaman liar menjadi tanaman yang bernilaiekonomis.ABSTRACTThe interest of Indonesian people in using plant pesticides continues to increase so that thedevelopment of research on plant pesticides is very prospective, although the working power ofplant pesticides is rather slow and requires more frequent administration intervals, but the effect isbetter for the environment. Besides botanical pesticides also have the advantage of being easilydecomposed. For this reason, tests have been carried out on botanical molucicide made fromspiked piper oil and lemongrass against golden apple snail pest with a randomized block designthat is 7 treatments with 8 replications each treatment of 15 golden apple snails with the samerelative weight. The treatment is 1). spiked piper oil concentration of 165 ppm, 2). spiked piper oilconcentration 325 ppm, 3). spiked piper oil, concentration 625 ppm, 4). concentrated lemongrassoil 165 ppm 5). concentration of 325 ppm lemongrass oil, 6). Lemongrass oil concentration of 625ppm and 7). As a comparison of cinnamon oil concentration of 625 ppm, with a soaking time of 24hours. The results showed that botanical spiked piper oil molucides at a concentration of 325 ppmwere able to inhibit the eating of golden apple snails and cause mortality to reach 100%, and alsocould increase the vegetative growth of rice plants. golden apple snail pests, but can also increaseproduction from rice plants, and increase the value of wild plants into economically valuableplants.
strategi pemasaran cengkeh (syzygium aromaticum) produksi desa langda kecamatan buntu batu kabupaten enrekang Irmayani Irmayani; Kusnady Tabsir; mustawakkal akkal
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.5.2.109-122

Abstract

STRATEGI PEMASARAN CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) PRODUKSI DESA LANGDA KECAMATAN BUNTU BATUKABUPATEN ENREKANGIrmayaniE-mail : irmaumpar@yahoo.co.idKusnady TabsirE-Mail : kusnady78@outlook.co.idMustawakkalE-mail : mustawakkal16@gmail.com  Program Studi AgribisnisFakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare 2020 RINGKASANPenelitian ini dilaksanakan di Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang pada bulan Maret sampai April. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor inernal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran cengkeh serta menentukan strategi pemasaran cengkeh yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pemasaran cengkeh petani Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman kegiatan usahatani budidaya cengkeh. Hasil penelitian ini berdasarkan dari analisis faktor internal dikemukakan bahwa kekuatan memliki skor 2.03 lebih tinggi dibandingkan kelemahan yang hanya memiliki skor 0.51, sedangkan pada faktor eksternal peluang memiliki skor 1.89 lebih tinggi dari ancaman yang hanya memiliki skor 0.58. Posisi internal cukup kuat dalam memanfaatkan kekuatan untuk mengatasi kelemahan. Strategi SO sebagai pengambilan keputusan merupakan metode yang menggunakan kekuatan untuk memeanfaatkan peluang dalam peningkatan produksi guna meraut keuntungan yang optimal. Kata kunci: Analisis SWOT, Cengkeh, Strategi Pemasaran    PENDAHULUAN Cengkeh memegang peranan penting dalam pembangunan perkebunan khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya (Nur Djanna, 2007). Cengkeh sebagai bahan baku rokok kretek, obat-obatan dan kebutuhan industri makanan, tidak bisa dipungkiri memiliki peran besar dalam perekonomian nasional seperti lahan kerja, peningkatan devisa negara, peningkatan pendapatan bagi para petani dan kegiatan lainnya yang bersentuhan dengan komoditi cengkeh.Pada tingkat nasional cengkeh memiliki kondisi pasang surut yang disebabkanbkan oleh besarnya fluktuasi harga cengkeh, biaya panen dan tingginya biaya pengolahan, sedangkan tanaman cengkeh memiliki karakteristik yang khas yaitu panen besar kemudian panen kecil di tahun berikutnya dan pada periode tertentu panen (Siregar, 2011). Panen raya atau panen besar biasanya harga turun yang mengakibatakan petani rugi karena tingginya biaya operasional. Hal ini mempengaruhi semangat para petani untuk memlihara tanamannya dan berfikir untuk beralih kekomoditi lain yang di anggap brpotensi mendatangkan keuntungan yang besar, sehingga mengakibatakan tanaman kurang baik dan produksi rendah. Ditengah perjuangan pemerintah untuk mencapai keberhasilan pembangunan pertanian yang tangguh sebagai dasar pembangunan industri, diharapkan peran aktif dari seluruh komponen yang ada termasuk seluruh generasi muda yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam bidang pertanian (Anonim, 2007). Tabel 1. Luas Lahan Dan Produksi Cengkeh perKecamatan di Kabupaten EnrekangNoKecamatanCengkehLuas lahan (ha)Produksi (ton)1Enrekang6819.82Anggeraja122.23Baraka562121.94Malua377149.35Buntu batu6061066Bungin173377Alla506.28Curio1,543260.59Baroko602210Masalle9924.211Cendana91.312Maiwa11011Jumlah1.321583,9Sumber Data : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Enrekang (2019)Produksi tanaman perkebunan khususnya tanaman cengkeh di tiap Kecamatan di Kabupaten Enrekang berbeda-beda, untuk Kecamatan Baraka yang merupakan salah satu Kecamatan memiliki jumlah produksi cengkeh tertinggi sebanyak 121,9 ton setelah Kecamatan Curio dengan produksi 260,5 ton yang ada di Kabupaten Enrekang (Dinas Pertanian, 2019). Tabel 2. Perkembangan Luas Areal dan Produksi Cengkeh Kabupaten Enrekang Dalam Lima Tahun Terakhir Sebagai Berikut : TahunLuas Areal(Ha)Produksi(Ton)20142.66254020153.28554020163.66957220173.66963120183.669661Sumber Data : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Enrekang (2019)Cengkeh di Kabupaten Enrekang merupakan sektor yang sangat menunjang pendapatan para petani itu sendiri.Perkembangan komoditi cengkeh di Kabupaten Enrekang berlangsung sesuai dengan laju luas tanaman dan produksi. Pada tahun 2014 luas areal panen 2.662 Ha dengan produksi sebesar 540 ton, dan pada tahun 2018 produksi cengkeh sebesar 661 dengan luas panen 3.669 (Dinas Pertanian, 2019).Tabel 3. Perkembangan Produksi Cengkeh Desa Langda Dalam Lima Tahun Terakhir Sebagai Berikut : TahunLuas Areal(Ha)Produksi(Ton)2014531720155316,620166719,820176423,920186125,4  Sumber Data : Balai Pelatihan Pertanian Kecamatan Buntu Batu (2019)Desa Langda merupakan salah satu sentral penghasil cengkeh di Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang, rata-rata masyarakat di Desa ini umumnya berprofesi sebagai petani cengkeh dengan jumlah Petani 550 Orang, komoditi inilah yang merupakan penyambung pendapatan terbesar bagi petani yang mengusahakannya. Dengan adanya tanaman cengkeh para petani di Desa Langda mampu membiayai keluarga mereka dari penghasilan penjualan cengkeh.Usaha pertanian cengkeh ini kebanyakan para petani menggarap tanamannya sendiri kecuali petani yang memiliki lahan yang cukup luas dimana mereka mampu menyewa tenaga kerja untuk mengolah tanaman cengkehnya. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman perkebunan yang telah lama diusahakan sebagai salah satu tanaman sumber kehidupan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Perkebunan cengkeh di Desa Langda mencapai 87 Ha.Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas maka penulis  melaksanakan penelitian dengan judul “Strategi Pemasaran Cengkeh (Syzgium Aromaticum) Produksi Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang” untuk meningkatkan pendapatan Petani cengkeh. Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas maka dapat disimpulkan yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, bagaimana faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran cengkeh? dan bagaimana strategi pemasaran cengkeh produksi Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran cengkeh dan menentukan strategi yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pemasaran cengkeh Petani cengkeh Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang.METODE PENELITIANWaktu dan Tempat Penelitian          Penelitian dilaksanakan selama dua bulan pada bulan Maret sampai April 2020 di Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Alasan penulis memilih lokasi penelitian dikarenakan di Desa Langda merupakan salah satu penghasil Cengkeh terbesar di Kecamatan Buntu Batu dan merupakan salah satu Desa yang bergerak dalam bidang Perkebunan dengan Usaha Tani budidaya Cengkeh.Populasi       Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani cengkeh berdasarkan Kepala Keluarga dengan jumlah 550 Orang yang berada di Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang.Sampel       Penentuan  sampel yang digunakan adalah random sampling dimana dalam penentuan responden dilakukan dengan cara memilih secara acak dari Petani cengkehsebagai sampel dalam penelitian. Menurut Arikunto (2006), apabila kurang dari 100 lebih baik diambil semuanya sehingga penilitiannya merupakan penelitian populasi, jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antar 10-15% atau 20-55%. Responden sebanyak 55 Orang dari 550 jumlah populasi yang terletak di Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang adalah jumlah keseluruhan responden dalam penelitian ini.Jenis-jenis dan Sumber Data       Data yang diperoleh terdiri dari dua macam, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden dengan wawancara dan menggunakan kuisioner sebagai alatnya. Mencatat langsung data yang bersumber dari dokumentasi setelah mengumpulkan data yang berkaitan dengan penelitian pada suatu instansi atau lembaga merupakan Data sekunder. Monografi daerah penelitian, daftar masyarakat yang menjadi responden dan data-data yang berkaitan dengan masyarakat di Desa Langda merupakan jenis-jenis data sekunder yang diambil . Metode Analisis Data            Matriks SWOT digunakan sebagai alternatif yang tepat untuk mengolah data. Data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dikelola dalam tiga tahapan sebagai berikut :Tahap pengumpulan input (the input stage)Tahap pemanduan (the matcing stage)Tahap penetapan strategi (the decision stage)            Tabel analisis IFAS dan EFAS digunakan sebagai cara identifikasi dan pengumpulan data, kemudian matriks I-E dan matriks SWOT dugunakan untuk menganalisis masalah. Berikut adalah pengolahan data yang dimasukkan kedalam tabel 4: IFASEFASStrenght (S)Faktor-faktor kekuatan :1. .................................2. .................................Weakness (W)Faktor-faktor kelemahan internal :1. .....................................2. ......................................Opportunities (O)Faktor-faktor peluang eksternal :1. ...............................2. ............................... Strategi S-OStrategi pemanfaatan peluang dengan menggunakan keuatanStrategi W-OStrategi  pemanfaatkan peluang untuk meminimalisir kelemahanThreats (T)Faktor-faktor ancaman eksternal :1. ................................2. .................................Strategi S-TStrategi mengatasi ancaman dengan menggunakan peluangStrategi W-TStrategi  menghindari ancaman dengan meminimalisir kelemahanSumber : Matrik SWOT (Rangkuti 2010)            Rangkuti (2010), berpendapat bahwa membuat matrik dengan menggabungkan SWOT menjadi suatu matriks dan kemudian diidentifikasikan semua aspek dalam SWOT. Kuadran tempat bertemunya SWOT tersebut kemudian dibuat strategi yang sesuai dengan aspek-aspek  SWOT. Adapun Strategi-strategi yang dimaksud di atas  ada 4 strategi adalah sebagai berikut:Strategi S-O yaitu memaksimalkan potensi kekuatan untuk meraih peluang semaksimal mungkin atau menggunakan kekuatan untuk menangkap peluang.Strategi S-T yaitu memaksimalkan potensi/kekuatan untuk mengurrangi seminimal mungkin ancaman yang ada.Strategi W-O yaitu meminimalkan kelemahan untuk meraih peluang semaksimal mungkin atau mengatasi kelemahan dengan mengambil kesempatan.Strategi W-T yaitu meminimalkan kelemahan untuk meminimalkan ancaman yang ada atau menghindarkan ancaman.Matriks Internal-Eksternal (I-E)            Matriks IE adalah alat analisis yang digunakan untuk mengukur posisi suatu unit bisnis dalam suatu perusahaan yang disusun berdasarkan total nilai matriks IFAS dan EFAS setelah melakukan perhitungan dari semua faktor-faktor yang diteliti. Penentuan strategi yang tepat untuk diaplikasikan oleh suatu perusahaan digambarkan dalam matriks I-E dalam tampilan sembilan sel penilaian, seperti pada gambar berikut :  NILAI TOTAL SKOR IFASTinggi 4,0   4,0 Tinggi             3,0 Sedang                  2,0 Rendah         1,0 LemahI  IIIIINILAI  TOTAL SKOR EFASSedang 3,0 IV  VVIRendah 2,0 VIILemah 1,0   VIIIIX                  Sumber : Ilustrasi Matriks I-E (David 2006)            Dijelaskan bahwa bagaimana posisi perusahaan setelah memperoleh total skor IFAS dan EFAS serta mengidentifikasikan sembilan sel strategi perusahaan dalam matriks I-E, tetapi pada prinsipnya kesembilan sel itu dapat dikelompokkan menjadi strategi utama yaitu:Strategi tumbuh dan bina (Growth and build), yang berada pada sel I, II, dan IV. Strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi intensif (penetrasi pasar, peningkatan pasar dan peningkatan produk) atau strategi integrative (integrasi ke depan, ke belakang dan horizontal).Strategi mempertahankan dan memelihara (Hold and maintain), yang berada pada sel III, V dan VII. Strategi penetrasi pasar dan peningkatan produk adalah dua strategi yang terbanyak dilakukan  untuk jenis-jenis divisi ini.Strategi panen atau divestasi (Harvest ot divest), yang berada pada sel VI, VIII, dan IX. Strategi yang umum diapakai adalah strategi pengurangan modal dan strategi pembubaran perusahaan.            Kesuksesan suatu perusahaan digambarkan dalam matrik I-E disekitar posisi sel I. Nilai-nilai IFAS dikelompokkan kuat apabila berada pada nilai (3,0-4,0), sedang (2,0-2,99), dan lemah (1,0-1,99). Sedangkan nilai-nilai EFAS dapat dikelompokkan tinggi apabila berada pada kisaran nilai (3,0-4,0), sedang (2,0-2,99) dan rendah (1,0-1,99) (Wijayanti,2009).            Selanjutnya pada tahapan ini rekomendsi strategi yang diperoleh adalah strategi tumbuh dan bina (Growt and Build).HASIL DAN PEMBAHASAN            Identifikasi faktor internal dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pemasaran cengkeh produksi Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Sejumlah kekuatan dan kelemehan  dari hasil analisis yang dilakukan oleh penulis, secara ringkas dapat dilihat pada tabel 5 berikut:Faktor-faktor InternalKekuatanProduksi tinggiBudidaya mudahLokasi perkebunan mudah terjangkauProduksi tahan lama untuk disimpanBisa tumbuh dengan pola tanam tumpangsariKelemahanKurangnya pemahaman tentang rantai pasarTidak ada pengolahan pascapanenKurangnya penggunaan teknologiKurangnya promosi produksiProses budidaya tanaman sampai berbuah terbilang lamaIdentifikasi faktor eksternal dilakukan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi Petani cengkeh di yang berada di Desa Langda Kecamatan Buntu Kabupaten Enrekang. Berdasarkan hal tersebut, maka peluang dan ancaman yang dihadapi Petani cengkeh pada tempat tersebut, dapat dilihat pada tabel 6.  Faktor-Faktor Strategis EksternalPeluangAkses jalan mudahDukungan pemerintah Pemasaran yang fleksibelTingginya permintaan pasarPemasaran digitalAncamanCuaca buruk Persaingan komoditi yang samaHarga cengkeh yang tidak stabilRegulasi pemerintahPedagang caloSumber: Data Primer Setelah Diolah (2020)Pemberian Bobot dan Peringkat            Rata-rata dari faktor internal dan eksternal yang diperoleh atas pendapat responden/petani yang ada di Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada tabel 7.Intarnal Strategic Factors Analysis Summary (IFAS)Faktor internal                                    bobot            rating           skorkekuatanProduksi tinggi                                            0,13                 3                 0,39 Budidaya mudah                                        0,12                 4                 0,48Lokasi perkebunan mudah terjangkau   0,11                 4                 0,44Produksi tahan lama untuk disimpan                 0,09                 4                 0,36Bisa tumbuh dengan pola tanam            0,09                 4                 0,36tumpangsari                                                      Total                                                         0,54                                    2,03kelemahanKurangnya pemahaman tentang            0,14                1                  0,14rantai pasarTidak ada pengolahan pascapanen       0,11                1                  0,11Kurangnya penggunaan teknologi         0,10                1                  0,10Kurangnya promosi produksi                   0,06                1                  0,06Proses budidaya sampai berbuah           0,05                2                  0,10terbilang lamaTotal                                                         0,46                                    0,51Total IFAS                                                             1,00                                   2,54Sumber : Data Primer Setelah Diolah (2020)Tabel  tersebut menunjukkan bahwa hasil perhitungan dari Internal Strategic Factors Analysis Summary (IFAS) memiliki bobot sebesar 2,54. Bobot tersebut menunjukan bahwa tingkat keberhasilan petani dalam kegiatan usaha taninya ada pada level standar/sedang, karena kemampuan petani untuk meminimalisir kelemahan usaha tani dengan memanfaatkan kekuatan tergolong sedang. Hal ini berdasar pada pendapat Wijayanti (2009) yang menyatakan bahwa jika total skor IFAS (3,0-4,0) berarti kondisi internal perusahaan tinggi/kuat, jika (2,0-2,99) berarti kondisi internal suatu perusahaan rata-rata/sedang dan jika (1,0-1,99) berarti kondisi internal perusahaan rendah/lemah. Kekuatan terbesar dan paling berpengaruh dalam produksi cengkeh ini adalah budidaya mudah dengan skor 0,48 sedangkan kelemahan utama dalam strategi pemasaran cengkeh adalah kurangnya pemahaman tentang rantai pasar dengan skor 0,14 sehingga mempengaruhi keuntungan yang diraut petani.Tabel 8. External Strategic Factors Analysis Summary (EFAS)FAKTOR EKSTERNAL                                     BOBOT      RATING   SKORPELUANGPemasaran digital                                             0,09                3            0,27Akses jalan mudah                                           0.14                3            0,42Dukungan pemerintah                                                0,12                3            0,36Pemasaran yang fleksibel                              0,12                4            0,48Tingginya permintaan pasar                           0,12                3            0,36Total                                                                           0,59                              1,89ANCAMANRegulasi pemerintah                                       0,05                1            0,05Harga cengkeh             yang tidak stabil                   0,11                2            0,22Cuaca buruk                                                      0,11                1            0,11Persaingan komoditi yang sama                   0,06                2            0,12Pedagang calo                                                  0,08                1            0,08Total                                                                          0,41                              0,58 TOTAL EFAS                                                           1,00                              2,47Sumber : Data Primer Setelah Diolah (2020)     Tabel tersenut menunjukkan bahwa hasil analisis External Strategic Factors Analysis Summary (EFAS) memiliki jumlah total skor 2,47. Hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa kemampuan petani dalam memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman untuk memproduksi cengkeh tergolong sedang. Pernyataan tersebut berdasar pada pendapat Wijayanti (2009) yang mengatakan bahwa jika jumlah total skor berada pada kisaran (3,0-4,0) berarti perusahaan merespon kuat terhadap peluang dan ancaman yang mempengaruhi perusahaan, jika (2,0-2,99) berarti perusahaan merespon sedang terhadap peluang dan ancaman yang ada dan jika (1,0-1,99) berarti perusahaan tidak dapat merespon  peluang dan ancaman yang ada. Peluang terbesar dan paling berpengaruh dalam produksi cengkeh adalah Pemasaran yang fleksibel dengan skor 0,48. Sedangkan ancaman utama dalam produksi cengkeh adalah harga cengkeh yang tidak stabil dengan skor 0,22 yang mengakibatkan pendapatan petani sedikit/rugi, hal ini disebabkan karena harga cengkeh yang tidak stabil dan kurangnya pemahan tentang rantai pasar sehingga berpengaruh pada pendapatan petani.Hasil analisis dengan berdasar pada tabel IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa rata-rata skor IFAS adalah 2,54, jumlah skor tersebut menggambarkan kondisi internal usahatani cengkeh tergolong sedang. Sedangkan tabel EFAS menunjukkan bahwa rata-rata jumlah skor adalah 2,47, skor tersebut menggambarkan bahwa kondisi eksternal usahatani cengkeh juga tergolong sedang. Berikut ini adalah total nilai yang di bobot pada tabel IFAS dan EFAS yang akan disusun pada matriks Internal-External (IE), Kemudian akan dirumuskan strategi pemasaran cengkeh di Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang yang sesuai dengan posisi produksi cengkeh, seperti pada gambar berikut :NILAI TOTAL SKOR IFASTinggi 4,0     4,0 Tinggi                 3,0 Sedang                            2,0 Rendah         1,0 LemahI  IIIIINILAI  TOTAL SKOR EFASSedang 3,0 IV            2,54 2,47 VVIRendah 2,0 VIILemah 1,0   VIIIIX                  Sumber : David (2006)Gambar diatas menunjukkan bahwa posisi produksi cengkeh di Desa Langda berada pada masing-masing kotak sel IV dengan skor 2,54 dan 2,47. Total skor yang dihhitung menggunakan matriks IFAS dan EFAS menggambarkan kondisi internal usahatani cengkeh di Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang tergolong sedang, yang perlu dipelihara dan dipertahankan, kondisi ini dengan menggunakan alat ukur matriks I-E menunjukkan hasil bahwa petani merespon sedang.Alternatif StrategiBerikut ini akan dikemukakan alternatif strategi pemasaran cengkeh yang disajikan pada matriks SWOT                   IFAS  EFASKekuatan/Strenght (S)Produksi tinggiBudidaya mudahLokasi perkebunan mudah terjangkauProduksi tahan lama untuk disimpanBisa tumbuh dengan pola tanam tumpangsariKelemahan/Weakness (W)Kurangnya pemahaman tentang rantai pasarTidak ada pengolahan pascapanenKurangnya penggunaan teknologiKurangnya promosi produksiProses budidaya tanaman sampai berbuah terbilang lamaPeluang/Opportunities (O)Pemasaran digitalAkses jalan mudahDukungan pemerintahPemasaran yang fleksibelTingginya permintaan pasarStrategi S-OMenggunakan metode pemasaran berbasis onlineMemperluas lapangan kerja atau lahan pertanianMeningkatkan kerjasama dengan pemerintahMeningkatkan nilai jual produksiMeningkatkan kualitas produksiStrategi W-OMemanfaatkan digital sebagai salah satu sumber informasi tentang pemasaranMemperluas lapangan kerja atau lahan pertanianMengikuti pelatihan yang dilakukan oleh pihak pemerintah dan swastaMelakukan pengolahan pascapanenMeningkatkan kualitas produksi AncamanThreats (T)Regulasi pemerintahHarga cengkeh yang tidak stabilCuaca burukPedagang caloPersaingan komoditi yang sama Strategi S-TMembentuk komunitas cengkehMenningkatkan nilai jual produksiMenigkatkan teknik budidayaMengatur penyimpanan dengan baik dan melakukan pengolahan pascapanenMeksimalkan lahan dengan pola tanam tumpang sari Strategi W-TMenggunakan metode pemasaran berbasis onlineMengikuti pelatihan yang dilakukan oleh pihak pemerintah dan swastaMelengkapi sarana dan prasaranaMengatur penyimpanan dengan baik dan melakukan pengolahan pascapanenMeningkatkan kualitas produksiSumber . Data Primer Setelah Diolah (2020)  Penetapan Keputusan            Pengambilan Keputusan merupakan metode salanjutnya dengan menggunakan rumus matriks SWOT sebagai alat ukur analisis kuantitatif pada masing-masing jumlah nilai skor S-O, W-O, S-T dan W-T. Perumusan strategi dapat dilihat pada gambar matriks IFAS dan EFAS sebagai berikut :                 IFAS EFAS Strenght (S)  Weakness (W)  Opportunities (O) Strategi SO     2,03+1,89 = 3,92 Strategi WO0,51+1,89 = 2,40 THREATS (T) Strategi st2,03+0,58 = 2,61 Strategi WT0,51+0,58 = 1,09Sumber : Data Primer Setelah Diolah (2020)Gambar 6. Penjumlahan Skor Matriks IFAS dan EFAS            Gambar 6 menunjukkan bahwa strategi S-O merupakan strategi yang dapat digunakan karena memiliki nilai tertinggi dari kesuluruhan strategi yang ada, dengan nilai skor 3,92. Hsil tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi S-O yang tepat untuk Desa Langda Kecamatan Buntu Kabupaten Enrekang adalah sebagai berikut :Menggunakan metode pemasaran berbasis onlineMemperluas lapangan kerja atau lahan pertanianMeningkatkan kerjasaam dengan pemerintahMeningkatkan nilai jual produksiMeningkatkan kualitas produksiPENUTUPKesimpulan             Hasil penelitian mengenai Strategi Pemasaran Cengkeh (Syzgium Aromaticum) Produksi  Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang, dapat disimpulkan bahwa penentuan strategi yang tepat dari hasil analisis SWOT berdasarkan matriks kuadran SWOT adalah Strategi SO (Strenghts-opportunities) yaitu sebagai berikut: Menggunakan metode pemasaran berbasis online            Pemasaran berbasis online merupakan suatu metode yang digunakan untuk memanfaatkan alat teknologi  dalam bertataniaga yang berfungsi untuk memperluas pangsa pasar dan mempromosikan produksi. Selain mudah dan terjangkau metode ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap pelaku tataniaga, untuk menghadapi pemasaran global yang hampir setiap waktu memiliki perubahan sistem yang moderen karena alat teknologi semakin canggih atau yang kita kenal dengan istilah revolusi industri.Memperluas lapangan kerja atau lahan pertanian            Memperluas lapangan kerja merupakan salah satu metode yang strategis dalam kegiatan usaha tani ini untuk meningkatkan produksi. Selain karena tanaman cengkeh mudah dibudiya, kondisi geografis perkebunan para petani juga sangat mendukung dengan akses jalan yang mudah terjangkau.Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah            Pemerintah dan Petani merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah dalam sebuah kegiatan usaha karena keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi satu sama lain. Dengan meningkatkan kerjasama petani akan mudah menjalankan kegiatan usaha melalu regulasi pemerintah yang sesuai dengan kebutuhan petani seperti bantuan sarana produksi, mengontrol harga produk, pelatihan yang konstruktif dan lain-lain.Meningkatkan nilai jual produksi            Strategi ini merupakan salah satu metode yang menjadi buah dari kerjasama antara pemerintah dan petani melalui pelatihan seperti pengolahan pascapanen, untuk memanfaatkan bahan baku yang dapat disimpan lama dan pemasaran yang fleksibel dalam upaya meningkatkan pendapatan.Meningkatkan kualitas produksi            Produksi yang dimaksud di sini adalah produk cengkeh kering, dimana pengelolaan mulai dari sarana dan prasarana  sampai pada pengeringan akan menentukan kualitas produk cengkeh kering dan nilai jualnya, sedangkan sebagian besar petani di Desa Langda menerapkan teknik budidaya yang masih tergolong sederhana karena sarana dan prasarana yang tidak memadai sehingga kualitas produksi masih tergolong kuarang efektif. Dalam upaya meningkatkan kualitas produksi untuk memanfaatkan pola tanam tumpang sari dengan memaksimalkan permintaan pasar yang tinggi maka petani harus menerapkan metode yang strategis yaitu melengkapi sarana prasarana dan menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah.    Saran              Peneliti menyarankan kepada pihak terkait dalam penelitian ini sebagai berikut :Dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani cengkeh dengan memfasilitasi sarana dan prasaran produksi, melakukan pelatihan tentang penggunaan teknologi dan meningkatkan kerjasama dengan petani dalam pengoptimalan pemasaran untuk meningkatkan pendapatan petani.Responden diharapkan berinovasi untuk mebuat pengolahan produksi pascapanen guna meningkatkan pendapatan sekaligus meminimalisir kerugian.DAFTAR PUSTAKAArikunto S, 2006. “Metodologi Penelitian”. Yogyakarta. Bina AksaraAlbar.M.A dan Latif.H, 2020. “Profil Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang.Amstrong, Gary dan Kolter, Philip, 2008.Prinsip-prinsip Pemasaran, Edisi                          12 Erlangga: JakartaDavid, Fred R, 2006. Manajemen Strategi. Buku 1, Edisi  Kesepuluh.                     Jakarta: Salemba Empat.Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Enrekang Tahun 2018.Enrekang dalam angka 2018. Enrekang.Dinar.A.M, 2019. Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Agribisnis “Bauran Pemasaran Lettuce Fresh Cut di PT SCV”Djanna.N, 2007. Divertifikasi Penggunaan Cengkeh, Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian Indonesian Center For Agricultural Postharvest Research and Develoment.Fahmi M, Baihaqi A dan Kadir I.A,  2013. “Analisi Strategi Pemasaran Arabika ‘Bergandel Coffiee’ di Kabupaten Bener Merah”. Jurnal Agrisep Vol (14) No.1, 2013Desa Langda, 2019. “Profil Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang”. Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang.Lekatompessy M, Girsang W dan Timisile N.R, 2019. “Anilisis Nilai Tambah dan Strategi Pemasaran Minyak Cengkeh di Pulau Ambon”.Jurnal Sekolah Pertanian Pembangunann (SPP) Provinsi Maluku dan Program Pascasarjan Universitas Pattimura.Muhaeming, 2010. “Strategi Pemasaran Jagung di Kabupaten Bantaeng (Strategy of Maize Marketing in Bantaeng Regency)” Unhas.Pratiwi E, 2009. “Strategi Pemasaran Industri Madu pada PT Madu Pramuka di Kabupaten Batang”. Skripsi Fakultas Pertanian.            Universitas Sebelas Maret Surakarta.Purnomo, 2008. “Pengembangan Agribisnis Stroberi di Kabupaten Purbalingga”. Skripsi Program Studi Sosial Ekonomi        Pertanian/Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Negeri            Surakarta. Surakarta.Setianti.E.S, 2009. “Strategi Pemasaran Produk Susu Nutrisi Enteral Klinikal”.Jurnal PT. Nestle Indonesia. 2009.Siregar.A.R, 2011. “Analisis Disparitas Harga dan Potensi Persaingan tidak Sehat pada Distribusi Cengkeh” Jurnal Agribisnis Vol 10 No.3 : 32-24Tjiptono, 2008.Strategi Pemasaran, Edisi 3, ANDI: Yogyakarta. 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR KULIT PISANG KEPOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCOY Idah Handayani; Elfarisna Elfarisna
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.6.1.25-34

Abstract

Sawi Pakcoy merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia.  Produksi Pakcoy yang terus mengalami peningkatan perlu didukung dengan salah satu usaha seperti pemupukan.  Pupuk organik cair (POC) kulit pisang kepok merupakan salah satu pupuk hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan untuk pemupukan pada tanaman Pakcoy.  Tujuan penelitian  untuk mengetahui efektivitas penggunaan pupuk organik cair kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Pakcoy.  Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2019 sampai dengan Januari 2020,  di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak    (RKLT) dengan lima perlakuan yaitu, P0 (NPK /Kontrol), P1 (POC Kulit Pisang Kepok 30 mL/tanaman), P2 (POC Kulit Pisang Kepok 40 mL/tanaman), P3 (POC Kulit Pisang Kepok 50 mL/tanaman), P4 (POC Kulit Pisang Kepok 60 mL/tanaman).   Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan Pupuk NPK 0,75 g/tanaman (kontrol) memberikan hasil yang efektif pada semua pengamatan. Penggunaan POC kulit pisang kepok 40 mL/tanaman memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan dibandingkan dengan penggunaan dosis POC kulit pisang kepok lainnya.  Penggunaan berbagai dosis POC kulit pisang kepok  belum mampu memberikan pengaruh yang nyata  terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Pakcoy.
REKAYASA MEDIA TANAM BERBASIS LIMBAH SERAT BUAH SAWIT UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L) Rosdiana Rosdiana; Enggar Apriyanto; Dirgahani Putri; Naswandi Nur
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.5.2.65-76

Abstract

Keberadaan limbah pada industri kelapa sawit dalam jumal yang banyak mencapai  lebih 4 ton per tahun menjadi permasalahan tersendiri. Limbah tersebut memiliki potensi sebagi media tanam. Perbaikan kualitas media diharapkan dapat menstimulasi sistem peraakaran dan pertumbuhan tanaman dengan tetap menjaga kuantitas dan kualitas selada. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan kombinasi media tanam berbasis limbah serat buah sawit yang baik untuk pertumbuhan tanaman selada, menganalisis pengaruh rekayasa media tanam berbasis limbah serat buah sawit terhadap pertumbuhan dan hasil, dan menganalisis pengaruh rekayasa media tanam berbasis limbah serat buah sawit terhadap kualitas tanaman selada. Penelitian in dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2020 di BBI Lebak Bulus. Rancangan percobaan yang digunakan adalah metode Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan sekaligus sebagai blok. Lima perlakuan tersebut yaitu : komposit Tanah dan pupuk Kandang Sapi (Kontrol), Serat Buah  Sawit 100 %, Limbah Serat Buah Sawit 75 % + Pupuk Kandang Sapi 25%, Limbah Serat Buah Sawit 50% + Pupuk Kandang Sapi 50 %, dan Limbah Serat Buah Sawit 25% + Pupuk Kandang Sapi 75 %. Media komposit limbah serat buah sawit 75% dan pupuk kandang sapi 25% memberikan hasil terbaik pada variable jumlah daun, lebar daun, khlorofil, berat basah daun konsumsi, dan berat kering daun konsumsi.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK CAIR DAUN KELOR DAN CANGKANG TELUR TERHADAP PERTUMBUHAN SAWI SAMHONG (Brassica juncea L.) arum asriyanti suhastyo; Fanny Tri Raditya
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.6.1.1-6

Abstract

Growth in mustard greens is greatly influenced by the availability of macro nutrients and micro nutrients, where if the availability of nutrients in the soil is not optimal, fertilization must be carried out. This study aims to examine the effect of the application of liquid organic fertilizer, moringa leaves and eggshells with different concentrations and intervals of fertilizer on the growth of mustard greens. The research design used was a factorial Randomized Block Design, with two factors being tried namely fertilizer application and fertilizer time intervals. First factor: without administration of POC (K0), Moringa leaf POC: eggshell POC 25: 75 ml / l (K1), Moringa leaf POC: eggshell POC 50: 50 ml / l (K2), moringa leaf POC: eggshell POC eggs 75: 25 ml / l (K3). The second factor: the interval of giving F1 fertilizer = 5 days, F2 = 6 days, F3 = 7 days. Each treatment was repeated 3 times to obtain 36 experimental plots. Analysis of the data used to determine the observed response to the treatment given was done by the Analysis of Variance Analysis (ANOVA) and if it showed a real difference followed by Duncan's Multiple Range Test. The conclusion of this study shows that the application of Daunkelor liquid fertilizers and eggshell to the growth of mustard Samhong has not been able to increase plant height, number of leaves and fresh weight of the plan
PENGARUH DOSIS ARANG SEKAM DAN PUPUK KANDANG TERHADAP KEPADATAN POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN Spodoptera exigua PADA TANAMAN BAWANG MERAH jefri ando sembiring; Andre Prasetya
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.6.1.47-56

Abstract

ABSTRAKTanaman bawang merah memiliki permasalahan yang cukup kompleks dalam mempertahankan jumlah produksi. Organisme penggangu tanaman (OPT) merupakan salah satu masalah penting dalam mempertahankan hasil tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis arang sekam dan pupuk kandang terhadap kepadatan populasi dan intensitas serangan S. exigua pada tanaman bawang merah. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK-F) dua faktor dengan faktor pertama yaitu dosis arang sekam (A) dan faktor kedua dosis pupuk kandang sapi (P). Hasilnya menunjukkan bahwa kepadatan populasi dan intensitas serangan larva S. exigua tertinggi pada tanaman bawang merah terdapat pada penggunaan dosis arang sekam 60 ton/ha dan pupuk kandang 40 ton/ha. Sedangkan kepadatan populasi dan intensitas serangan terendah terdapat pada perlakuan tanpa arang sekam dan pupuk kandang 20 ton/ha. ABSTRACTOnion plants have a quite complex problems in maintaining production quality caused by plant pests. Plant disturbing organisms is one of the important problems in maintaining the agricultural production. The purpose of this study was to determine the effect of husk charcoal and cow manure dose on the density and intensity of S. exigua attacks. The design used in this study was a factorial randomized block design (RAK-F) two factors with the first factor being the dose of husk charcoal (A) and the second factor was the dose of cow manure (P). The highest population density of S. exigua larvae in shallot plants was when 60 ton/Ha husk charcoal and 40 ton/Ha of cow manure was used. Meanwhile the lowest population density of S. exigua larvae in shallot plants when no husk charcoal was used and 20 ton/Ha of cow manure.
KOMPARASI EFEKTIVITAS METODE PENGENDALIAN RAYAP Macrotermes gilvus DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Muhammad Ali Rafli; Sylvia Madusari; Jojon Soesatrijo
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.5.2.77-86

Abstract

Macrotermes gilvus merupakan rayap tanah yang berperan sebagai dekomposer bahan organik namun dapat memberikan dampak negatif pada tanaman kelapa sawit karena mengganggu perakaran dan mengakibatkan tanaman tumbang. Tujuan penelitian ini mendapatkan metode pengendalian Macrotermes gilvus yang sesuai dengan indikator efektivitas, di antaranya kondisi sarang setelah pengendalian, keberadaan rayap pada tanaman kelapa sawit di sekitar sarang, waktu pengendalian, dan kebutuhan biaya, melalui komparasi metode pengendalian manual, kimia, dan biologi. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit PT XYZ. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 3 sampel, yaitu pengendalian dengan metode manual, kimia, dan biologi. Metode manual dilakukan dengan cara menghancurkan sarang rayap dengan alat cados. Metode kimia dilakukan dengan menghancurkan sarang dan aplikasi termitisida berbahan aktif Fipronil 50 SC. Metode biologi dilakukan dengan melubangi sarang kemudian menginfeksi koloni dengan jamur Metarhizium anisopliae. Hasil pengendalian metode manual, sarang setelah dikendalikan tetap mengalami pertumbuhan volume, biaya Rp 19.413,-/sarang, dan waktu 14 menit/sarang. Pengendalian metode kimia, sarang setelah dikendalikan tidak mengalamai pertumbuhan volume, biaya Rp 36.331,-/sarang, dan waktu 28 menit/sarang. Pengendalian metode biologi, volume sarang tetap mengalami pertumbuhan, biaya Rp 28.505,-/sarang, dan waktu pengendalian 25 menit/sarang.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI POC URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMANGKA (CITRULLUS LANATUS) Sukrianto Sukrianto; Munawaroh Munawaroh
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.6.2.89-98

Abstract

ABSTRAKPupuk organik cair (POC) urin kelinci mempunyai kandungan unsur hara yang baik bagi tanaman. Semangka merupakan salah satu buah yang mempunyai potensi besar untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair urin kelinci yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi tanaman semangka, dengan pengurangan pupuk anorganik sebanyak 50%. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2018, di Curug Serpong Tangerang Selatan, pada ketinggian ± 25 meter di atas permukaan laut dengan jenis tanah Latosol.  Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan konsentrasi POC urin dan diulang sebanyak empat kali.  Perlakuan terdiri dari pupuk anorganik 100%, pengurangan pupuk anorganik sebesar 50% ditambah POC urin dengan konsentrasi 5, 10, 15, 20 dan 25ml/Liter di aplikasikan sebanyak 250 ml air / tanaman.  Parameter yang diamati adalah jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, bobot buah dan diameter buah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bermacam  – macam konsentrasi POC urin kelinci memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang, dan jumlah bunga jantan tanaman semangka tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga betina, diameter buah dan bobot buah semangka. ABSTRACT Liquid organic fertilizer (LOF) rabbit urine has good nutrient content for plants. Watermelon is one of the fruits that has great potential to be cultivated. This study aims to determine the concentration of liquid organic fertilizer of rabbit urine which is appropriate for the growth and product of watermelon plants, with a reduction of inorganic fertilizers by 50%. This research was conducted from January to April 2018, at Curug Serpong, South Tangerang, at an altitude of ± 25 meters above sea level with Latosol soil types. The research method used a Randomized Block Design (RBD) with six treatments for urine LOF concentrations and repeated four times. The treatment consisted of 100% inorganic fertilizer, 50% reduction in inorganic fertilizer plus urine LOF with concentrations of 5, 10, 15, 20 and 25ml / Liter applied as much as 250 ml of water / plant. The parameters observed were the number of leaves, number of branches, number of male flowers, number of female flowers, fruit weight and diameter of fruit. The results showed that the addition of various kinds of rabbit urine LOF concentrations had a significant influence on the number of leaves, number of branches, and the number of male flowers of watermelon plants but did not significantly affect the number of female flowers, fruit diameter and watermelon weight.
PENGARUH INPUT PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN MELALUI PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA SITANGGOR, KECAMATAN MUARA, KABUPATEN TAPANULI UTARA emalia manulang; Rahmanta Rahmanta; Tavi Supriana
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.6.2.77-88

Abstract

Padi sawah merupakan komoditas unggulan yang dijadikan ikon ketahanan pangan serta menjadi salah satu target produksi pangan strategis nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh luas lahan, alsintan, benih, pupuk, tenaga kerja terhadap produksi, untuk menganalisis bagaimana pengaruh luas lahan, alsintan, benih, pupuk, tenaga kerja terhadap pendapatan dan untuk menganalisis bagaimana pengaruh luas lahan, alsintan, benih, pupuk, tenaga kerja terhadap pendapatan melalui produksi. Sampel ditentukan menggunakan rumus slovin dengan teknik accidental sampling. Data yang digunakan yaitu analisis jalur. Hasil analisis menunjukan bahwa luas lahan, alsintan, benih, pupuk secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata. Benih, tenaga kerja dan produksi berpengaruh nyata terhadap pendapatan padi sawah di Desa Sitanggor, namun luas lahan, alsintan dan pupuk tidak berpengaruh nyata.
POTENSI LIMBAH SERAT BUAH SAWIT SEBAGAI MEDIA TANAM UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Barassica rapa L.) Rosdiana Rosdiana; Enggar Apriyanto; Arya Santika
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.6.2.107-116

Abstract

Limbah serat buah sawit memiliki potensi sebagai media tanam sayuran. Kandungan unsur hara limbah serat buah sawit yang rendah mengharuskan penambahan bahan lain yang memiliki kandungan unsur hara yang baik. Pupuk kandang sapi merupakan salah satu bahan organik yang memenuhi persyaratan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh media kombinasi limbah serat buah sawit dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan, produksi, dan biomassa tanaman pakcoy. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 5 pelakuan dan 4 ulangan. Lima perlakuan adalah kombinasi tanah (50%) dan pupuk kandang (50%), limbah serat buah sawit (100%), limbah serat buah sawit (25%) dan pupuk kandang (75%), limbah serat buah sawit (75%) dan pupuk kandang (25%), dan pupuk kandang sapi (100%). Hasil analisis menunjukkan bahwa media kombinasi limbah serat buah sawit (25%) dan pupuk kandang (25%) memberikan jumlah daun (21,67 helai/tanaman) dan volume akar ( 22,17ml/tanaman) tertinggi serta berat basah akar (20,37 g/tanaman) kedua tertinggi. Perlakuan tersebut menghasilkan produksi tertinggi ke-dua yaitu161.95 g/tanaman dengan biomassa total seberat 21,32g/tanaman, yang terdiri biomassa daun dan akar seberat 14,05, dan 7,27 g/tanaman

Page 7 of 12 | Total Record : 119