cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI
ISSN : 25280201     EISSN : 25283278     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI is a scientific media dissemination of research results in agriculture to support agricultural development. This journal is a national journal containing agricultural research results, routinely published by the Faculty of Agriculture - University of Muhammadiyah Jakarta since 2016
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
PRODUKSI TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea L.) DAN TOMAT (Solanum lycopersicum) PADA SISTEM TUMPANG SARI DENGAN PEMBERIAN POC URINE SAPI Rahmat Dwi Septiawan; Chairil Ezward; A. Haitami Haitami
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.7.2.89-98

Abstract

Kubis dan tomat merupakan komoditas yang memiliki nilai komersial dan prospek yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  Pengaruh Pemberian POC Urine Sapi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kubis dan Tomat pada Sistem Tumpangsari. Penelitian ini telah dilaksanakan di Petapahan Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yaitu perlakuan POC urine sapi, terdiri dari : P0 :  Tanpa Pemberian POC Urine Sapi (Kontrol), P1 : Pemberian POC Urine Sapi 25 ml/L air , P2 : Pemberian POC Urine Sapi 50 ml/L air dan P3 : Pemberian POC Urine Sapi 75 ml/L air. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter pengamatan. Hasil terbaik pada perlakuan P3 (Pemberian POC Urine Sapi 75 ml/L air) pada tinggi tanaman kubis yaitu 63,00 cm, jumlah daun tanaman kubis yaitu 22,34 helai, diameter krop tanaman kubis yaitu 12,30 cm, berat krop tanaman kubis yaitu 581,38 gram dan berat buah tanaman tomat yaitu 84,03 gram perbuah.
INDUKSI MUTASI IRADIASI SINAR GAMMA PADA TANAMAN ROSELLA (hibiscus sabdariffa L) Yukarie Ayu Wulandari; Gustia Helfi; Rosdiana Rosdiana; Sudirman Sudirman
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.7.2.99-108

Abstract

Rosella ungu (H. sabdariffa L) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat karena mengandung antosianin yang tinggi. Pengembangan tanaman rosella ungu dapat dilakukan dengan program pemuliaan tanaman melalui induksi mutasi. Induksi mutasi iradiasi sinar gamma diharapkan dapat memunculkan genotipe baru rosella ungu yang dapat dimanfaatkan untuk perakitan varietas unggul baru. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta pada Bulan Februari sampai Juli 2020 dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak. Penelitian dilaksanakan dengan iradiasi benih rosella ungu pada dosis 0, 400. 500, 600, 700 dan 800 Gy di PAIR BATAN. Karakter yang diamati meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LD50 tanaman rosella ungu adalah 785.27 Gy. Induksi mutasi iradisai sinar gamma pada dosis 500 Gy menghasilkan keragaman pada warna batang, bentuk bunga dan warna bunga rosella ungu. Induksi mutasi iradiasi sinar gamma dapat meningkatkan keragaman karakter kuantitatif kecuali pada karakter lebar daun tanaman rosella ungu. Analisis kekerabatan menunjukkan bahwa tanaman rosella ungu hasil iradisasi berkelompok terpisah dengan tanaman yang tidak diradiasi.
PENGARUH BAP DENGAN CAHAYA LED MERAH-BIRU DAN PUTIH TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS STEVIA (Stevia rebaudiana B.) SECARA IN VITRO Sepdian Luri Asmono; Dela Alfinia Rahma
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.7.2.65-74

Abstract

Tujuan dari kegiatan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi BAP optimal, pengaruh pencahayaan lampu LED merah-biru dan putih, pengaruh kombinasi konsentrasi BAP dan pencahayaan lampu LED merah-biru dan putih terhadap multiplikasi tunas stevia secara in vitro. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2019 sampai bulan Februari 2020 di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 perlakuan. Perlakuan pertama pemberian BAP yang terdiri dari 3 level (B1 = 2 ppm; B2 = 3 ppm; B3 = 4 ppm). Perlakuan kedua pencahayaan lampu LED (L1= Merah biru; L2 = putih). Analisis data menggunakan Analisis of Varience (ANOVA) dilanjutkan uji DMRT (Ducan Multiple Range Test) dengan taraf 5% apabila terdapat beda nyata antar perlakuan. Hasil dari kegiatan penelitian ini adalah pada parameter saat tumbuh tunas berbeda sangat nyata di faktor tunggal BAP dan faktor tunggal cahaya LED Merah-biru dan putih. Pada parameter jumlah tunas berbeda sangat nyata hanya di faktor tunggal BAP sedangkan pada parameter tinggi tunas berbeda nyata pada faktor tunggal BAP dan kombinasi  BAP dan cahaya LED Merah-biru dan Putih. Pada parameter jumlah daun berbeda sangat nyata pada faktor tunggal cahaya LED merah-biru dan putih dan kombinasi BAP serta cahaya LED.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI EDAMAME TERHADAP PEMBERIAN LIMBAH LAS KARBIT Sularno Sularno; Sudirman Sudirman; Dirgahani Putri; Yukarie Ayu Wulandari
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.7.2.109-114

Abstract

Edamame merupakan tanaman potensial yang perlu dikembangkan karena memiliki rata-rata produksi lebih tinggi daripada produksi tanaman kedelai biasa. Merupakan sumber protein nabati yang mempunyai ukuran biji lebih besar, rasa lebih manis dan tekstur lebih lembut sehingga banyak diminati masyarakat dan kebutuhan semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan edamame tidak diiringi dengan peningkatan produksi, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan produksi salah satunya adalah dengan pengapuran tanah. Pengapuran tanah dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah las karbit kareba mengandung Kalsium yang tinggi. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah las karbit sebagai substitusi dolomit terhadap pertumbuhan dan produksi edamame. Penelitian dilaksanakan di bulan Januari – Maret 2020 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UMJ Sukabumi dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan enam perlakuan yaitu kontrol, 100 g/m2, 200 g/m2, 300 g/m2, 400 g/m2 dan 500 g/m2 dan diulang empat kali.  Peubah yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanama          n, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong/tanaman, bobot polong/tanaman dan persentase polong isi/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah las karbit sebagai kapur tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi edamame.
HUBUNGAN ANTAR BEBERAPA UNSUR IKLIM MIKRO PADA PRODUKSI TANAMAN KARET ( Hevea brasiliensis) KLON PB260 Kresna Shifa Usodri; Dimas Prakoswo Widiyani; Dedi Supriyatdi
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.7.2.75-80

Abstract

This study aims to examine the relationship between microclimate and production of rubber plants at planting age in 2004, 2005, 2006, and 2007 at PTPN 7 Way Berulu Business Unit. The research was conducted from September 2019 to March 2020 at PTPN 7 Way Berulu Business Unit, Afdeling 1. The study was conducted from September 2019 to March 2020. The research location was at PTPN 7 Way Brulu Business Unit in Afdeling 1, Negeri Katon, Pesawaran. The tools and materials used in this research are stationery, camera, raffia, meter, thermohygrometer, and Lux meter. This study uses the basic method of quantitative and qualitative descriptive analysis (descriptive analysis). Data were collected, compiled, explained, then analyzed by correlation analysis and multiple linear regression which were described descriptively. Multiple linear regression analysis technique was used to determine the functional effect between the dependent variable and the independent variable. The dependent variable is influenced by the independent variable and is denoted by Y. The dependent variable in this study is rubber production (tonnes), while the independent variable is the variable that affects or causes the change in the dependent variable and is denoted by X. The results show that in each of the observed microclimates have a positive correlation with each other ; Light, temperature, and humidity are interrelated with each other in influencing the level of latex production of rubber clones Pb260.
Potensi Ekstrak Serai Wangi dan Daun Mengkudu dalam Pengendalian Hama Penghisap Buah Kakao (Helopeltis spp.) Dedi Supriyatdi; Dona Rizky Lovantineya; Bambang Utoyo
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.11-19

Abstract

Hama penghisap buah kakao (Helopeltis spp.) merupakan salah satu hama pada tanaman kakao. Serangan Helopeltis spp. menjadi penyebab utama dalam turunnya poduktivitas kakao. Petani dalam mengendalikan hama Helopeltis spp. masih menggunakan insektisida sintetik yang dapat berdampak negatif bagi lingkungan. Serai wangi dan daun mengkudu memiliki kandungan senyawa aktif yang dapat dijadikan sebagai insektisida nabati dan bersifat ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ekstrak yang paling efektif diantara ekstrak serai wangi, ekstrak daun mengkudu, dan kombinasi ekstrak keduanya dalam pengendalian hama penghisap buah kakao. Penelitian dilaksanakan pada November 2020 sampai dengan Februari 2021, di laboratorium Tanaman Politeknik Negeri Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah mortalitas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak serai wangi, ekstrak daun mengkudu, kombinasi ekstrak serai wangi dan daun mengkudu berpotensi untuk mengendalikan hama Helopeltis spp. 
Analisis Daya Saing Kakao Olahan Indonesia di Negara Tujuan Utama Dunia Lola Rahmadona; Dahlia Nauly; Dessy Iriani Putri
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.39-46

Abstract

Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan mengenai Bea Keluar ekspor biji kakao untuk meningkatkan ketersediaan bahan baku industri pengolahan kakao dalam negeri. Penerapan kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi industri pengolahan kakao. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing ekspor kakao olahan Indonesia dan spesialisasi perdagangan Indonesia dalam ekspor atau impor kakao olahan di negara tujuan utama dunia. Ruang lingkup penelitian ini meliputi kakao olahan dengan kode HS 1803 (cocoa paste), HS 1804 (cocoa butter), dan HS 1805 (cocoa powder). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Hasil perhitungan RCA menunjukan bahwa kakao olahan Indonesia memiliki keunggulan komparatif dengan nilai RCA seluruhnya lebih besar dari 1. Penelitian ini menunjukkan bahwa kakao olahan Indonesia memiliki daya saing yang tinggi. Posisi perdagangan cocoa paste, cocoa butter dan cocoa powder berada pada tahap kematangan di Amerika Serikat, China, Brazil, dan German), produk cocoa paste dan cocoa butter pada tahap pertumbuhan di Malaysia serta produk cocoa powder pada tahap substitusi impor di Malaysia.
Pemilahan Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) serta Hubungan Ukuran Benih dengan Mutu Benih Hielga Bariq Rosyadita; Ahmad Zamzami; Ridwan Diaguna
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.1-10

Abstract

Kedelai merupakan komoditas penting di Indonesia yang produksi nasionalnya masih tergolong rendah sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Produksi nasional dapat ditingkatkan dengan penggunaan benih bermutu. Mutu benih berkaitan dengan ukuran benih. Penelitian ini menguji pengaruh ukuran benih terhadap mutu benih kedelai. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal berupa ukuran benih. Taraf ukuran benih yang diuji adalah ukuran besar, sedang, kecil, dan campuran, diulang sebanyak tiga ulangan. Penelitian secara terpisah dilakukan terhadap varietas Grobogan dan Demas 1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran benih berpengaruh secara beragam terhadap beberapa peubah mutu benih. Ukuran benih Grobogan hanya berpengaruh terhadap bobot kering kecambah normal dengan ukuran benih besar merupakan yang terbaik. Sementara itu, ukuran kecil dan campuran pada Demas 1 menghasilkan indeks vigor, bobot kering kecambah normal, dan daya hantar listrik yang terbaik daripada ukuran lainnya. Benih Demas 1 ukuran kecil menunjukkan kemunduran vigor yang relatif lebih rendah setelah pengusangan cepat dibanding ukuran lain. Laju imbibisi dipengaruhi oleh luas penampang yang dibuktikan dengan varietas Grobogan yang memiliki ukuran lebih besar memiliki laju imbibisi yang juga lebih besar dibandingkan benih kedelai Demas 1. Pemilahan benih kedelai sebaiknya memperhatikan ukuran optimal pada masing-masing varietas karena akan berpengaruh terhadap mutu benihnya.
Karakter Daun Buncis Tegak sebagai Respon Adaptasi Intensitas Cahaya Rendah Dian Diani Tanjung; Heni Purnamawati; Anas Dinurrohman Susila
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.47-53

Abstract

Buncis tegak (Phaseolus vulgaris L.) memiliki potensi dibudidayakan pada dataran rendah dengan kondisi suhu yang lebih tinggi. Pemberian naungan diharapkan dapat menurunkan suhu lingkungan tetapi informasi dampak morfo-anatomi pada daun buncis ternaungi masih terbatas. Tujuan penelitian adalah memperoleh informasi karakter daun buncis tegak sebagai respon adaptasi intensitas cahaya rendah. Lokasi Penelitian di Kebun Percobaan Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB, ketinggian lokasi 250 m dpl, dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai dengan Januari 2020. Desain percobaan Rancangan Petak Tersarang dua faktor empat ulangan. Faktor pertama net dengan intensitas menahan cahaya 25%, dan 50%, serta tanpa naungan (0%) sebagai kontrol. Faktor kedua yaitu buncis tegak varietas Balitsa 2, Balitsa 3, dan buncis rambat Lebat 3 sebagai pembanding. Hasil menunjukkan bahwa dengan menurunnya intensitas cahaya, maka luas daun meningkat, tebal daun dan tebal palisade menurun, jumlah stomata dan kerapatan stomata menurun. Hasil analisis pigmen menunjukkan daun buncis yang mendapat intensitas cahaya rendah cenderung beradaptasi untuk mengefisiensikan penangkapan cahaya dengan meningkatkan jumlah klorofil a, klorofil b, total kloroil, dan menurunkan nisbah klorofil a/b daun. Sedangkan pembentukan antosianin di bawah naungan menurunkan kemampuan efisiensi penangkapan cahaya.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Keong Maja terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine Max (L) Merrill) Putri Mailinda Sari; Chairil Ezward; A. Haitami
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.20-28

Abstract

Kedelai merupakan sumber protein nabati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pupuk organik (POC) cair keong maja terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan perlakuan POC Keong Maja (P) yang terdiri dari 4 taraf. Antara lain : P0 (Tanpa pemberian POC Keong Maja), P1 (Pemberian POC Keong Maja konsentrasi 1:5), P2 (Pemberian POC Keong Maja konsentrasi 1:10) dan P3 (Pemberian POC Keong Maja konsentrasi 1:15). Hasil penelitian menunjukan pengaruh yang nyata terhadap parameter umur muncul bunga 29,41 hari, umur panen yaitu 74 hari pada perlakuan P2 (1:10) dan pada perlakuan P1 (1:5) memberikan hasil terbaik pada parameter berat basah biji pertanaman yaitu 30,66 g dan berat kering biji yaitu 26,64 g.

Page 9 of 12 | Total Record : 119