cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI
ISSN : 25280201     EISSN : 25283278     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI is a scientific media dissemination of research results in agriculture to support agricultural development. This journal is a national journal containing agricultural research results, routinely published by the Faculty of Agriculture - University of Muhammadiyah Jakarta since 2016
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Dampak Aplikasi Pestisida Sipermetrin, Deltametrin, Klorpirifos dan λ-Sihalotrin Terhadap Kandungan Residu Pestisida pada Biji Kakao Bayu Refindra Fitriadi; Ayutia Ciptaningtyas Putri
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.254 KB) | DOI: 10.24853/jat.4.1.10-18

Abstract

The use of various types of active ingredients with high intensity pesticides in dealing with pest disturbances often makes farmers pay less attention to the negative impacts. Deltamethrin, sipermetrin, λ-cyhalothrin and chlorpyrifos are active ingredients of pesticides that are often used by cocoa farmers to control pests Helopeltis sp. spp. which is one of the main pests in cocoa plants. Field tests on pesticide application were carried out on cocoa plants with Helopeltis sp. spp. High. This test was carried out on 4 treatment blocks applied with different active ingredients. Pesticide residue testing was carried out on cocoa beans, before and after pesticide application using the QuEChERS method on GC-ECD. The results of pesticide residue testing showed that the use of λ-cyhalothrin pesticides did not leave pesticide residues, while sipermetrin pesticides left far fewer pesticide residues compared to deltamethrin and chlorpyrifos pesticides. The results of these pesticide residues are compared to the Pesticide Maximum Residual Limit (MRL) according to the European Commission Part A of Annex I to Reg. 396/2005, shows the results of λ-cyhalothrin and cipermethrin pesticide residues test under pesticide MRL, while the results of deltamethrin and chlorpyrifos pesticide residue test are above the specified pesticide MRL.
PENGARUH LIMBAH LAS KARBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI KERITING sularno sularno; Sudirman Sudirman
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.571 KB) | DOI: 10.24853/jat.4.1.19-24

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui fungsi limbah las karbit yang selama ini hanya dibuang tanpa ada yang menghiraukan seolah menjadi sampah yang tidak berguna.  Penelitian ini  dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2018.  Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta yang berada pada ketinggian 25 m di atas permukaan laut (dpl).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah las karbit terhadap pertumbuhan dan produksi cabai keriting.  Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 4 perlakuan, yaitu P0 tanpa limbah las karbit (kontrol), P1 (100 g per tanaman), P2 (200 g per tanaman) dan P3 (300 g per tanaman). Pemberian limbah las karbit berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati P2 (200 g per tanaman) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 5 MST, jumlah cabang umur 6 MST, lingkar batang umur 5 MST. Pemberian limbah las karbit bisa memperbaiki pH tanah akan tetapi tidak bisa menyediakan unsur hara bagi tanaman walaupun limbah las karbit mengandung CaCO3 dan ZPT.ABSTRACTThis research was carried out to determine the function of carbide welding waste which had only been disposed of without being ignored as if it were useless waste. This research was conducted from March to July 2018. The research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University, Jakarta, which was at an altitude of 25 m above sea level (asl). This study aims to determine the effect of carbide weld waste on the growth and production of curly chili. This study was carried out using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 4 treatments, namely P0 without carbide welding (control), P1 (100 g per plant), P2 (200 g per plant) and P3 (300 g per plant). Giving carbide welding wastes significantly affected the parameters observed P2 (200 g per plant) significantly affected plant age 5 WAP, number of branches aged 6 WAP, stem circumference age 5 WAP. Giving carbide welding waste can improve soil pH but cannot provide nutrients for plants even though carbide weld waste contains CaCO3 and growth regulator.
Utilization of coconut water as inducing substance in the cultivation of Pleurotus ostreatus Elfarisna Elfarisna; Iwan Saskiawan
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.093 KB) | DOI: 10.24853/jat.4.1.25-30

Abstract

Cultivation of edible mushrooms has been evaluated as an effective way for increasing income of people in developing countries. Pleurotus ostreatus, well known as an oyster mushroom is the most popular edible mushroom in Indonesia. They usually is cultivated using a sawdust as a main substrate. The aim of this research is to reveal the addition of coconut water, the byproduct of traditionally coconut process as an inducing substance in P. ostreatus cultivation.  The results shown that the addition 25% (v/v) of coconut water in substrate of P. ostreatus induce the growth of mycelium. On the other hand, the addition of 50% (v/v) of coconut water affect in the day of fruit body formation become faster as well as increase the number of pileus (stalk)  and  the weight of fruit body.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH KOPI ARABIKA (Coffea arabica L) Yana Taryana; Lia Sugiarti
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.064 KB) | DOI: 10.24853/jat.4.2.64-69

Abstract

A study to determine the effect of various types of mixed planting media on Arabica coffee seed germination was carried out in April to May 2019, located in the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, University of Winaya Mukti, Tanjungsari, Sumedang. This study used a randomized block design (RBD) consisting of 4 treatments and 5 replications. The planting media used in this study were mixed media consisting of A = soil; B = mixture of soil and manure (1: 1); C = mixture of soil and charcoal (1: 1); D = mixture of soil, manure and husk charcoal (1: 1: 1), The results of the study showed the planting media in the form of soil, a mixture of soil with manure or charcoal husk, and the mixture of the three did not affect the germination of seeds, but the use of in the form of a mixture of soil with manure and husk charcoal can increase the germination index compared to the media in the form of soil without mixture.
PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI PADA BERBAGAI FREKUENSI PENYIRAMAN MOL REBUNG Tri kusumastuti
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.561 KB) | DOI: 10.24853/jat.4.2.88-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi pada berbagai frekuensi penyiraman dengan MOL rebung. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas PGRI Yogyakarta pada bulan Maret – Juli 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas padi yang terdiri dari tiga aras yaitu Ciherang, IR 64 dan Situ Bagendit dan frekuensi penyiraman dengan MOL rebung yang terdiri dari tiga aras yaitu seminggu sekali, 2 minggu sekali dan 3 minggu sekali. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam pada jenjang nyata 5 % dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan menggunakan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Situ Bagendit dengan penyiraman MOL rebung 3 minggu sekali memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.).
Kombinasi Media Tanam dan Penambahan Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabe Helfi Gustia; rosdiana rosdiana
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.876 KB) | DOI: 10.24853/jat.4.2.70-78

Abstract

Pertumbuhan dan produksi cabe dapat  dipengaruhi antara lain oleh teknik budidaya belum optimal dan faktor kesesuaian lahan  kurang mendukung. Salah satu upaya meningkatkan produktivitas dengan  kombinasi media tanam dan penambahan pupuk organik cair (POC) pada tanaman cabe. Pelaksanaan penelitian di Pondok Benda Indah pada bulan Februari  sampai Mei 2018. Tujuan penelitian memperoleh media dan dosis POC yang sesuai serta pengaruh  interaksi   media tanam  dan POC pada tanaman cabe. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola factorial.  Faktor pertama media tanam M1(tanah + pupuk kandang = 1:1) dan M2 (tanah + pupuk kandang + sekam bakar = 1:1:1). Faktor kedua penambahan POC yakni P1 (100% NPK), P2 (70% NPK +  50 ml tanaman-1 POC), P3 (70%  NPK +  100 ml tanaman-1 POC), P4 (70% NPK + 150 ml tanaman-1 POC). Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah cabang, panjang buah, bobot buah buah-1, dan bobot buah tanaman-1. Hasil penelitian memperlihatkan kombinasi media tanam dan penambahan POC berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabe. Kombinasi media tanam M2 menunjukkan tinggi tanaman tertinggi. Perlakuan P4 memperlihatkan  jumlah cabang terbanyak, panjang buah terpanjang,  bobot buah buah-1 dan bobot buah tanaman-1 terberat. Interaksi kombinasi media tanam M2 dan P4 menunjukkan tanaman  tertinggi, jumlah cabang terbanyak, bobot buah buah-1 dan bobot buah tanaman-1 terberat.
EFEKTIFITAS INTERVAL WAKTU PEMBERIAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KARET (Havea brasiliensis) sularno sularno; Yeni Ramadhani Dongoran
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.183 KB) | DOI: 10.24853/jat.4.2.79-87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas interval waktu pemberian air kelapa yang sesuai untuk pertumbuhan bibit tanaman karet.  Karet merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Karet juga salah satu komoditi ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas. Rendahnya produktivitas karet di perkebunan rakyat disebabkan oleh kualitas bibit yang rendah. Air kelapa merupakan salah satu ZPT alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interval waktu pemberian air kelapa yang sesuai untuk bibit tanaman karet. Penelitian dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2019 di Kebun Percobaan Fakultas  Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Metode penelitian yang digunakan Rancangan  Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), dengan perlakuan berbagai interval waktu pemberian air kelapa yang terdiri dari 5 taraf, yaitu P0 = Tanpa penyiraman air kelapa, P1 = Penyiraman air kelapa 2 hari sekali, P2 = Penyiraman air kelapa 3 hari sekali(Rekomendasi), P3 = Penyiraman air kelapa 4 hari sekali, P4 = Penyiraman air kelapa 5 hari sekali. Parameter yang diamati Tinggi Bibit Tanaman Karet, Jumlah Daun Bibit Tanaman Karet, Panjang Daun Bibit Tanaman Karet, Lebar Daun Bibit Tanaman Karet, Diameter Batang Bibit Tanaman Karet, dan Panjang akar Bibit Tanaman Karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 = Penyiraman Air Kelapa 4 Hari sekali menunjukkan waktu yang efektif untuk membantu pertumbuhan bibit tanaman karet. Perlakuan interval pemberian air kelapa memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pengamatan tinggi bibit, jumlah daun, panjang daun, diameter batang, dan panjang akar bibit tanaman karet. Namun tidak berpengaruh nyata pada parameter pengamatan lebar daun.
PENGARUH PEMBERIAN SILIKA TRHADAP HASIL TANAMAN OKRA Eko Apriliyanto
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.434 KB) | DOI: 10.24853/jat.4.2.56-63

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kebuatuhan akan okra saat ini masih tinggi, tetapi belum diiringi dengan peningkatan hasil produksinya. Peningkatan kandungan silika dan lignin pada organ tanaman terkait dengan komponen dinding sel yang memberikan kekuatan fisik, sehingga tanaman tetap tegak, tidak roboh meskipun mengalami cekaman genangan maupun kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan hama okra terhadap pemberian silika dan pengaruhnya terhadap hasil. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL). Perlakuan yang dicobakan yaitu 4 konsentrasi pemberian silika (Tenaz SiO2 1,3%, Mo 10 ppm, Co 5 ppm, N 2,8%, dan K2O 0,6%). Perlakuan yang diberikan yaitu tanpa pemberian silika (S0), silika 1% (S1), silika 2% (S2), dan silika 3% (S3). Analisis data menggunakan Uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Pemberian silika pada tanaman okra belum mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah buah, bobot buah, dan bobot segar tanaman. Intensitas serangan hama kutu daun pada S0, S1, S2, dan S3 berturut-turut 1,43%, 5,71%, 9,29%, dan 3,57%. Intensitas serangan hama ulat pada S0, S1, S2, dan S3 berturut-turut 0,00%, 9,29%, 0,00%, dan 4,64%. Intensitas serangan hama wereng daun tertinggi pada perlakuan S0 yaitu 16,07%, terendah pada perlakuan S1 dan S2 yaitu 0,00%, sedangkan perlakuan S3 yaitu 8,57%.
Pengaruh Ekstrak Buah Mengkudu Terhadap Mortalitas Ulatgrayak (Spodoptera litura F.) endhy Nura Prassetia Mega; Dedi Supriyatdi; Albertus Sudirman
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.616 KB) | DOI: 10.24853/jat.4.2.95-101

Abstract

Ulatgrayak (Spodoptera litura F., Lepidoptera, Noctuidae) adalah hama daun yang menghambat tanaman karena mengandung polifag. Kisaran tanaman yang menyebabkan S. litura sebagai hama utama di berbagai jenis tanaman seperti perkebunan, buah, sayuran, tanaman pangan. Rentang tembakau, kol, ubi jalar, kentang, kedelai, dan lainnya. Serangan S. litura dengan menempelkan daun sampai epidermis tipis keluar pada permukaan daun dan tulang daun. Tumbuhan yang dapat dijadikan bahan baku insektisida nabati adalah buah noni matang (Morinda citrifolia L.). Insektisida adalah campuran kimia atau kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama tanaman (OPT). Insektisida digunakan sebagai cara untuk mengendalikan hama dan menyelamatkan tanaman. Untuk mengatasinya, diperlukan alternatif lain untuk menggunakan insektisida sintetis, dengan mempertimbangkan beberapa efek negatif lingkungan. Salah satu efek negatif lain dari insektisida sintetik adalah bahwa akan ada resistensi terhadap hama S. litura terhadap insektisida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari potensi besar buah noni sebagai insektisida tanaman dalam pergerakan hama S. litura dan alat ukur terbaik dari insektisida nabati ini. Penelitian dilakukan di Laboratorium Tumbuhan, Departemen Budidaya Tanaman, Politeknik Negeri Lampung, pada Oktober 2018 hingga Desember 2018. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Bahan baku yang digunakan adalah buah noni matang. Insektisida nabati dibuat dari ekstrak buah mengkudu dalam mengendalikan hama S. litura dan konsentrasi terbaik terjadi pada P1 dengan konsentrasi ekstrak 100%.
ANALISIS C-ORGANIK, NITROGEN DAN C/N TANAH PADA LAHAN AGROWISATA BEKEN JAYA DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Trinop Sagiarti; Deno Okalia; Gusti Markina
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.726 KB) | DOI: 10.24853/jat.5.1.11-18

Abstract

Soil fertility determined by land management . Land use in the farmers to Beken Jaya in Kuantan Singingi has been going on for seven years to technique fertilizing not recommended, so it is important to knew soil chemical characteristic are now being to sustainable agriculture.This research in the soil samples uses the method purposive random sampling in 15 points gas drilling land as deep as 20 cm.Parameter examined is pH , C-organic , N-total , N-available and ratio C / N. All the data compared to table criteria of the chemical properties the ground by LPT 1993. Based on the results of the soil analysis in Agrowisata Beken Jaya can  be concluded features chemical pH 5,88 -6,41 ( criteria midle acid ) , C-organik 0.25 % - 1,18 % ( criteria very low until low ) , N-total 0,30 -1,16 % ( criteria moderate to very high ), and C/N 0,24-3,97 (criteria very low)

Page 5 of 12 | Total Record : 119