cover
Contact Name
Agus Eka Aprianta
Contact Email
penerbitan@isi-dps.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isi-dps.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni
ISSN : 23547154     EISSN : 27988678     DOI : -
Core Subject : Art,
The journal presents as a medium to share knowledge and understanding art, culture, and design in the area of regional, national, and international levels. The journal accommodates articles from research, creation, and study of art, culture, and design without limiting authors from a variety of disciplinary/interdisciplinary approaches such as art criticism, art anthropology, history, aesthetics, sociology, art education, and other contextual approaches.
Articles 219 Documents
Panca Pesona Desa Wisata Ayunan Renata Dianitasari; Nyoman Lia Susanthi
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2018): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.082 KB) | DOI: 10.31091/sw.v6i2.555

Abstract

Berdasarkan rencana program kerja yang dicanangkan perbekel desa Ayunan, bahwa salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah menjadi desa wisata pada tahun 2020, maka diharapkan adanya kerjasama antara mahasiswa KKN ISI Denpasar dengan pemerintah serta masyarakat desa setempat untuk mewujudkan program tersebut. Dengan adanya wacana desa Ayunan menjadi desa wisata pada tahun 2020, serta dilandasi tema KKN ISI Denpasar 2018 yang ingin membangkitkan desa melalui keunggulan seni dan budaya, maka mahasiswa peserta KKN ISI Denpasar di desa Ayunan menuangkan sejumlah ide guna mendukung terlaksananya keinginan pemerintah dan masyarakat desa setempat, melalui kolaborasi keahlian masing-masing mahasiswa dari program studi yang berbeda-beda. Program ini dikelompokkan menjadi lima program kerja utama, namun memiliki satu konsep yang sama. Yaitu penciptaan tari maskot desa Ayunan, yang juga meliputi penciptaan musik pengiring tari maskot dan perancangan kostum tari maskot tersebut; penciptaan lagu desa Ayunan; perancangan merchandise desa Ayunan; perancangan monumen desa wisata Ayunan; serta penciptaan video dokumentasi yang menampilkan potensi desa Ayunan. Lima program ini berjudul “Panca Pesona Desa Wisata Ayunan”, lima program kerja dengan harapan hasil yang mempesona, sebagai upaya mendukung desa Ayunan mencapai salah satu visinya. Program kerja ini juga sekaligus sebagai program unggulan yang merupakan salah satu luaran wajib KKN ISI Denpasar tahun 2018. Penciptaan program Panca Pesona Desa Wisata Ayunan ini tidak lepas dari riset, permintaan dan persetujuan aparat desa setempat, serta bimbingan dan arahan dari dosen pembimbing. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data berdasarkan wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan analisis foto dan video. Adanya relevansi antara program desa Ayunan dan program kerja Panca Pesona Desa Wisata Ayunan, memunculkan hubungan timbal balik yang saling membutuhkan dan menguntungkan antara pihak desa dan mahasiswa KKN. Sehingga program dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan.Base on work plan program by the head of community Ayunan village which is proclaimed to achieve as a tourist village on 2020, hence cooperation between ISI Community Outreach Program (COP) with local government and social community is needed. Refer to mentioned program and base on ISI COP theme who wants to approve the region through superiority of art and culture, hence ISI COP participants raise creative ideas to support the purpose of community Ayunan village with collaboration between local government, social community and ISI COP. This program is divided into five main groups with the same concept. Namely Ayunan village dance mascot creation, theme song creation, merchandise designing, design of tourist village monument, video documentary creation that showing the potential of Ayunan village. These five programs are titled “Panca Pesona Desa Wisata Ayunan” five work programs in hopes of stunning result as an effort to support and improve Ayunan village to achieve one of their vision. This program is also as the leading program that was one of the mandatory contribution by ISI COP Denpasar 2018.  Panca Pesona Desa Wisata Ayunan could not be separated from research, request and approval from local government, and leading lecture. 
Biografi Ni Nyoman Sani ; Perupa Wanita Dengan Lukisan Bergaya Ilustrasi Fashion Dewa Ayu Putu Leliana Sari; I Gusti Ngurah Gumana Putra
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.346 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep berkarya dan tahapan proses kreatif seniman perempuan Ni Nyoman Sani serta dijabarkan secara deskriptif intepretatif. Penggunaan data primer pada penelitian ini memiliki fungsi dan kedudukan sebagai data utama dalam sumber analisis. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah 1) data tulis dan foto dokumentasi lukisan Ni Nyoman Sani baik dokumen pribadi seniman maupun dokumentasi peneliti, 2) data audio/ rekaman video serta naskah wawancara dengan seniman perupa Ni Nyoman Sani, 3) catatan lapangan ketika observasi ke rumah dan studio seniman. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian studi tokoh/biografi. Pengumpulan data melalui metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan pencatatan. Peneliti berperan sebagai instrumen penelitian. Sampel ditentukan dengan purposive sampling. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang Sani yang mayoritas anggota keluarganya adalah perempuan, menggugah perasaannya sebagai seniman untuk mengangkatnya dalam karya rupa. Hingga akhirnya Sani menetapkan dunia mode sebagai dasar konsep berkarya. Dalam dunia mode kecenderungan obyek perempuan yang menjadi pedoman atau tolak ukur. Namun selain melukis ilutrasi fashion, Sani pun terkadang melukis sesuatu hal yang terakumulasi dari endapan perasaan, baik itu senang, sedih dan perasaan lainnya. Ide pemantik melahirkan karya seni yang dituangkan dalam konsep karya Sani didapat dari melihat pameran, pagelaran/fashion show, membaca majalah seni rupa serta fashion, namun yang terutama yaitu pengalaman pribadi melihat dunia sekitar serta memperhatikan peristiwa, alam ataupun sosial. Dalam wawancara Sani mengatakan bahwa, tahapan proses kreatif yang dilakukannya beragam. Berawal dari penyerapan, penerapan, serta global visual. Lalu untuk proses penuangan ide ke kanvas tergantung situasi/mood, biasanya global teknik dulu, ataupun bias sketsa, namun komposisinya dapat pula terbalik. Sani berupaya untuk merombak dan mengaplikasikan apapun yang terbersit, serta tidak bergantung pada satu hal saja. Begitu halnya pada desain mode yang beragam cabang seni, medium dapat dijadikan sebagai media di dalamnya. Selain melukis pada kanvas, Sani biasa melukis pada kertas, kain, kayu serta kulit.
Studi Penataan Ruang Sociopetal Dan Sociofugal Pada Ruang Publik Di Kota Denpasar Toddy Hendrawan Yupardhi; I Putu Udiyana Wasista
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.13 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.673

Abstract

Penelitian ini berupaya menganalisis mengenai bentukan pola penataan ruang yang dikaji dari lima lokasi ruang publik terbuka, khususnya di wilayah Kota Denpasar. Berdasarkan identifikasi pola tersebut, dapat diketahui kecenderungan pola penataan ruang publik yang menjadi objek studi lebih mengarah pada penataan ruang dan fasilitas yang mendorong individu untuk saling berinteraksi (sociopetal), atau lebih mengarah pada minimalisasi interaksi (sociofugal). Penelitian kualitatif ini disajikan secara deskriptif, yang dimulai dengan merumuskan pemahaman mengenai pola penataan ruang sociopetal dan sociofugal sebagai rujukan dalam mengidentifikasi dan mengintepretasi bentuk pola penataan ruang pada lokasi kasus yang sudah ditentukan. Langkah selanjutnya, dilakukan pendataan lapangan dengan mengumpulkan bentuk pola penataan ruang dan fasilitas publik pada lima lokasi objek studi. Tahap identifikasi data dan analisis interpretatif dilakukan kemudian dengan pendekatan keilmuan proxemics. Melalui hasil analisis, dapat dilihat kecenderungan pola penataan ruang publik pada objek kasus secara kuantitas masih dominan menggunakan pola sociofugal.
Pengaruh Pola Ruang Terbuka Hijau Terhadap Sirkulasi Udara Pada Rumah Tinggal I Made Jayadi Waisnawa; I Made Bayu Pramana
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.906 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.675

Abstract

Kini, penataan lingkungan dan interior rumah tinggal kurang mempertimbangkan ekologi. Ruang pada rumah tinggal, hanya difungsikan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas. Penelitian ini berorientasi pada pengaruh pola ruang terbuka hijau, terhadap interior rumah tinggal dengan lahan terbatas. Tujuan dari penelitian ini, adalah untuk mendapatkan bentuk pola ruang terbuka yang mampu memberikan kenyamanan termal terhadap interior rumah tinggal. Penelitian ini menggunakan metoda purposive sampling dengan kriteria utama yaitu keluasan lahan rumah tinggal. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, kuesioner dan data pustaka. Populasi penelitian ini, difokuskan pada lingkungan perumahan Taman Tirta dan Tegal Luwih. Pemilihan objek penelitian, didasari oleh hasil observasi yang menunjukkan bahwa perumahan Taman Tirta dan Tegal Luwih memiliki kesesuaian dengan peraturan Ruang Terbuka Hijau dan Koefisien Dasar Bangunan. Hasil penelitian ini berupa data kenyamanan termal, berdasarkan kondisi fisik dan non fisik elemen pelengkap pembentuk ruang pada rumah tinggal yang dijelaskan melalui tabulasi jawaban kuesioner.
Budaya Perlindungan Hak Cipta Pada Ciptaan Seni Di Institut Seni Indonesia Denpasar Ni Wayan Masyuni Sujayanthi
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.166 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.676

Abstract

Budaya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual yang kemudian disebut dengan HKI bidang Hak Cipta pada ciptaan seni sebagai bentuk kesadaran akan nilai moral dan ekonomis yang perlu diselamatkan oleh seniman akademik di Institut Seni Indonesia Denpasar. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa seniman akademik ( dosen ) telah melindungi karya ciptaan seni seperti dalam bentuk video tarian, e-book, dan seni lukis dengan Hak Cipta. Namun dalam proses pendaftaran masih banyak yang mengalami kesulitan dalam perlindungan karya ciptaannya. Fokus pembahasan adalah bagaimana mengoptimalisasikan dan membangun kesadaran untuk melindungi ciptaan para seniman akademik di Institut Seni Indonesia Denpasar ?. Tujuan penelitian: mengoptimalisasikan dan membangun kesadaran menjadi sebuah budaya untuk melindungi ciptaan para seniman akademik di Institut Seni Indonesia Denpasar. Metode penelitian deskriptif kualitatif, yuridis empiris dengan sumber data dari Undang - undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 dan jurnal. Pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan: perlu adanya sosialisasi, seminar workshop terkait dengan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI ) bidang Hak Cipta.
Tari Kreasi Genitri: Sebuah Tarian Bernuansa Pendidikan I Gede Gunadi Putra; Ni Made Haryati
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.21 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.677

Abstract

Tari kreasi Genitri merupakan sebuah tari kreasi baru yang mempresentasikan makna filosofi dari genitri (salah satu atribut yang dibawa oleh Dewi Saraswati), sebagai lambang konsentrasi, fokus dan juga sifat ilmu pengetahuan yang tetap berkesinambungan (tidak terputus) serta dinamis (berkembang). Tema dari tarian ini adalah kependidikan. Tarian ini disajikan dengan diiringi instrumen gamelan Gong Kebyar dan dibawakan oleh 5 orang penari wanita sebagai representasi dari panca indera manusia yang harus dikendalikan agar dapat mencapai fokus itu sendiri. Keberadaan tarian ini masih tergolong baru dan diciptakan melalui proses eksplorasi, improvisasi hingga pembentukan baru dimulai pada bulan Juni sampai Agustus 2018. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan bertujuan untuk mengetahui elemen estetis dan makna tari kreasi Genitri
Rumah Kreatif Desa Musi Gerokgak Nyoman Lia Susanthi; Ni Kadek Dwiyani; I Kadek Puriartha
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4285.117 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.679

Abstract

Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, Bali memiliki permasalahan ketenagakerjaan khususnya pengangguran atau disebut juga tuna karya. Hal tersebut berdapak pada tingginya angka kemiskinan di Kecamatan Gerokgak dibandingkan kecamatan lainnya. Salah satu desa di Kecamatan Gerokgak yang memiliki tingkat kemiskinan dan pengangguran tinggi adalah Desa Musi. Guna menampung aktivitas pemuda desa, maka Desa Musi memiliki Skaa Truna Truni (STT) Desa Musi yang bernama STT Budhi Adnyana. Namun organisasi kepemudaan desa tersebut tidak mampu secara maksimal menampung kegiatan kepemudaan. Untuk itu dilakukan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan: (1) Membantu membuka lapangan pekerjaan baru di Desa Musi dengan nama Rumah Kreatif; (2) Menambah keterampilan foto dan video bagi pemuda Desa Musi; (3) Mendukung program Kecamatan Gerokgak sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata. Metode pengabdian dilakukan dengan sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Dua aspek pengabdian yang dilakukan yaitu aspek keterampilan dan manajemen rumah kreatif. Hasil dari aspek keterampilan mereka memiliki kemampuan tambahan sebagai fotografer dan videographer. Dengan bantuan berupa kamera Canon 1300D mereka mampu membuat video profil Desa Musi sebagai media promosi desa. Pada aspek manajemen rumah kreatif, STT Desa Musi berhasil membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Musi dan proposal desain destinasi wisata di Desa Musi yang diberi nama Peken Bajang-Bajang.
Kampanye Sosial Memilah dan Mengolah Sampah Organik maupun Anorganik di Dusun Pucukan Aileena Solicitor C.R.E.C; Danang Mahardika Putra; Ronaa Huwaidaa Hapsari; Mitha Karima Dewi; Gita Ady Rahmanzah; Aswin Adiguna P; Faisal Fathqurrahman J
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2491.538 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.680

Abstract

Permasalah lingkungan yang terdapat di Dusun Pucukan merupakan masalah yang kompleks. Masalah ini adalah masalah sampah. Kondisi geografis yang menyebabkan kurangnya tempat pembuangan sampah menjadi salah satu penyebab sampah menumpuk dan tersebar, apalagi kesadaran warga dan pengetahuan dalam mengelola sampah juga kurang. Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, masalah sampah ini dapat menyebabkan masalah lain seperti masalah kesehatan. Kampanye sosial ini dilakukan berdasarkan riset dengan metode kualitatif dan kuantitatif berupa kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam, sehingga ditemukan data bahwa Dusun Pucukan membutuhkan tempat sampah. Tetapi pembuatan tempat sampah saja tidak cukup, sampah perlu dipilah-pilah berdasarkan jenisnya. Dengan membuat gerakan “Milah Milih” memudahkan warga dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan sampah anorganik dan organik, sehingga akan memudahkan warga dalam mengolah sampah.
Kartun Sebagai Elemen Visual Pada Desain Kemasan Oleh-Oleh Makanan Khas Bali Eldiana Tri Narulita; Ni Ketut Pande Sarjani
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.948 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.683

Abstract

Desain kemasan oleh-oleh makanan khas Bali umumnya diwujudkan menggunakan ilustrasi fotografi agar wujud makanan yang dikemas dapat lebih tampak menggugah selera calon konsumen. Fenomena yang terjadi di lapangan, mulai muncul banyak desain kemasan oleh-oleh makanan khas Bali yang ilustrasinya menggunakan gambar kartun. Hal inilah yang menarik diteliti, mengapa kartun dipakai sebagai daya tarik pada kemasan oleh-oleh makanan khas Bali. Masalah yang menarik untuk dikaji adalah mengapa kartun dijadikan sebagai daya tarik pada desain kemasan oleh-oleh makanan khas Bali dan bagaimana aplikasi kartun sebagai elemen visual pada desain kemasan oleh-oleh makanan khas Bali?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi & wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil yang dicapai yakni kartun digunakan sebagai ilustrasi dalam desain kemasan makanan khas Bali sebab perusahaan ingin sesuatu yang berbeda dalam membentuk branding, selain itu dengan desain kemasan bergaya kartun akan lebih menarik dan membantu penjualan sebab terlihat unik dan menonjol. Aplikasi kartun sebagai elemen visual kemasan terlihat jelas pada ilustrasi pada kacang disko original. Sedangkan pada kemasan pie susu cening ayu, kacang bomboe rempah tjap jago ngemil, kopi nini premium wild luwak coffee peaberry lebih mengarah pada ilustrasi yang bergaya kartun.
Strategi Desain Dari Visual Branding The 6Th International Seminar on Nusantara Heritage (ISoNH) 2017 I Kadek Dwi Noorwatha; I Gusti Ngurah Wirawan
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1610.75 KB) | DOI: 10.31091/sw.v8i1.720

Abstract

This research is a qualitative descriptive study that examines the process of visual branding conceptualization from the 2017 ISoNH Seminar, whose significance is cross-cultural with a multidisciplinary approach. The stage of visual branding conceptualization can be divided into the stages of formulating a brand strategy, the stage of creative execution and the creative implementation stage. The results of the study indicate that ISoNh 2017's branding is an attempt to formulate the meaning of 'archipelago' as a regional identity as part of the creative design strategy of branding of an international seminar.