cover
Contact Name
Novian Wely Asmoro
Contact Email
agrisaintifika@gmail.com
Phone
+62271-593156
Journal Mail Official
agrisaintifika@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Jl. Letjend Sujono Humardhani No 1, Jombor, Sukoharjo 57521 Jawatengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 25800345     EISSN : 2580748X     DOI : 10.32585/ags.v3i2.544
Agrisaintifika is a scientific journal that embodies scientific articles for researchers in the field of agricultural sciences (covering the field of agribusiness, agrotechnology, food, and animal husbandry) so that it can be used as a media publication of research results.
Articles 313 Documents
KARAKTERISTIK DAN ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JAMU GENDONG DI DESA KIRINGAN, JETIS, BANTUL, YOGYAKARTA Sumarlin, Beti Rias; Al Arifa, Nur Saudah
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4355

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan atribut yang menjadi keputusan pembelian jamu gendong di Desa Kiringan. Jumlah responden sebanyak 100 orang yang dipilih secara acak. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis fishbein. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumen jamu gendong di dominasi berjenis kelamin perempuan, rata-rata usia 21-30 tahun, berstatus menikah, pendidikan terakhir SMA, dan memiliki pendapatan perbulan < Rp.1.500.000,00. Atribut yang menjadi keputusan pembelian jamu gendong ada 11 atribut yaitu meliputi rasa, khasiat, komposisi, merek, kemasan, harga, keamanan, kemudahan dan ketersediaan. Atribut yang menjadi pertimbangan keputusan pembelian yaitu atribut khasiat, atribut rasa, dan atribut keamanan. Dengan total skor khasiat 8,05, rasa 6,57, keamanan 5,76. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen sebelum membeli memperhatikan manfaat yang ada pada produk dan rasa yang menjadi pertimbangan pembelian ulang. Kata kunci : Karakteristik, Atribut, Jamu, Keputusan Pembelian 
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA FOOD BAR UBI UNGU DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN BANDENG Wulandari, Puji; Kusumasari, Septariawulan; Pamela, Vega Yoesepa
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4356

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan sifat fisikokimia produk food bar ubi jalar ungu yang diperkaya dengan tepung tulang ikan bandeng. Tepung tulang ikan bandeng dicampur dengan bahan lain untuk membuat formulasi adonan food bar (0 % (FB1); 1,2 % (FB2); 2,4 % (FB3); 3,6 % (FB4); 4,8% (FB5) Sifat fisikokimia yang dianalisis meliputi kadar air dan kadar abu, parameter kekerasan, dan browning index produk. Penambahan tepung tulang ikan bandeng (1,2% sampai 4,8%) dalam formulasi food bar dapat meningkatkan kadar abu, dan parameter kekerasan pada produk food bar ubi jalar, namun menurunkan browning index  mulai pada kosentrasi tepung tulang ikan bandeng 3,6%. Penambahan tepung tulang bandeng tidak mempengaruhi kadar air produk. Produk food bar ubi jalar ungu diperkaya dengan tulang ikan bandeng menunjukkan peningkatan kekerasan sebagai parameter tekstur dari 17,87 N menjadi 57,43 N.Kata kunci: tepung tulang ikan bandeng,sifat fisikokimia, food bar ubi jalar
Faktor-Faktor Sosiodemografi Yang Mempengaruhi Konservasi Lahan Petani Ubi Kayu Di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri Noor Zahrani, Adhias Nabilla; Rahayu, Endang Siti; Ulfa, Amalia Nadifta
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4357

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosiodemografi yang mempengaruhi konservasi lahan ubi kayu di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Ngadirojo, Jatiroto, dan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Faktor-faktor sosiodemografi yang mempengaruhi biaya konservasi lahan petani ubi kayu di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri dianalisis menggunakan ekonometrika dengan model regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan rata-rata total biaya usahatani konservasi adalah Rp24.300.451/ha. Rata-rata penerimaan adalah Rp26.855.577/ha. Rata-rata pendapatan adalah Rp20.496.043/ha. Rata-rata keuntungan adalah Rp2.555.126/ha. Rata-rata biaya konservasi lahan adalah Rp5.948.531/ha dengan rincian strip cropping sejumlah Rp221.916/ha, penanaman berganda sejumlah Rp2.403.707/ha, teras sejumlah Rp2.194.085/ha, dan guludan sejumlah Rp1.128.823/ha. Faktor sosiodemografi yang berpengaruh terhadap biaya konservasi lahan petani ubi kayu di DAS Bengawan Solo, Kabupaten Wonogiri adalah Usia, Tingkat Pendidikan, Pengalaman Bertani, Pendapatan Rumah Tangga, dan Jumlah Anggota Keluarga. Faktor sosiodemografi yang paling berpengaruh terhadap biaya konservasi lahan petani ubi kayu di DAS Bengawan Solo, Kabupaten Wonogiri adalah pendapatan rumah tangga. Kemudian faktor sosiodemografi yang tidak berpengaruh terhadap konservasi lahan petani ubi kayu di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri adalah Jenis Kelamin.Kata kunci : Konservasi lahan, Sosiodemografi, Ubi Kayu, Daerah Aliran Sungai
Penentuan Konsentrasi Peg Untuk Seleksi Toleransi Kekeringan Pada Fase Benih Menggunakan 3 Varietas Cabai Lokal Sumatera Barat Budiyanti, Tri; Indriyani, NLP; Kirana, Rinda; Suliansyah, Irfan; Hervani, Dini
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4358

Abstract

Abstrak PEG sering dipergunakan untuk seleksi toleransi cekaman kekeringan pada fase perkecambahan benih. Selain itu PEG juga dapat berguna untuk osmoticum priming karena bersifat inert secara kimiawi dan tidak menimbulkan efek merusak pada embrio benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kritis pemberian poly ethylene glycol (PEG 6000) yang menyebabkan penurunan perkecambahan benih 3 varietas cabai local Sumatera Barat sehingga dapat dipergunakan untk skrening toleransi kekeringan genotipe cabai pada fase perkecambahan. Penelitian  ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor. Faktor pertama adalah 3 varietas cabai yaitu Cabai Lontabar,  Kopay dan Aka. Faktor kedua  terdiri dari 6 perlakuan konsentrasi PEG yaitu 0%, 5%, 10%, 15%,20% dan 25 %. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi PEG 15% menyebabkan penurunan perkecambahan 3 varietas cabai asal Sumatera Barat. Pada konsentrasi 20% benih cabai sudah tidak berkecambah. Oleh karena itu untuk skrining toleransi kekeringan dapat menggunakan konsentrasi PEG 15% sehingga proses seleksi lebih efektif dan efisien. Kata kunci : Cabai, seleksi, PEG, toleran kekeringan
ANALISIS KERAGAMAN GEN PROLAKTIN (PRL) PADA ITIK PITALAH; ITIK LOKAL SUMATERA BARAT Amelia, Riska; Rusfidra, Rusfidra; Subekti, Kusnadidi; Arlina, Firda; Husmaini, Husmaini; Haryati, Stefani Fitri
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4359

Abstract

AbstrakProlaktin merupakan hormon polipeptida yang disekresikan oleh kelenjar pituitary anterior dan secara spesifik kandidat gen yang mengontrol variasi jumlah produksi telur dengan reduksi biosintesis telur dalam beberapa periode mengeram. Tujuan penelitian ini  adalah untuk menganalisis keragaman gen Prolaktin pada itik Pitalah. Ekstraksi yang dilakukan pada sampel darah 45 ekor itik Pitalah dengan menggunakan protocol G-spinTM Total DNA Extraction Mini Kit dari Intron Biotechnology. Selanjutnya diamplifikasi dengan menggunakan sepasang primer forward 5’- CTG CAT CTG TGG ACA TTG CT-3’ dan reverse 5’GAA GCA GGT TTG GGA GTA CG-3’ dengan target fragmen 496 bp dan disekuensing menggunakan jasa 1sr Base Singapore. Data hasil sekuensing dianalisis menggunakan Seqmen DNASTAR dan MEGA 11 dan menunjukkan 14 keragaman pada daerah ekson 4 dan parsial intron 3 dan 4 pada titik mutasi INDEL 3703A, INDEL3939A, C3974A, A4030G, A4038C, T4056C, G4061A, T4091G, T4094A, T4098C, G4102A, C4106A, A4107C dan C4154G. Keragaman gen Prolaktin bersifat polimorfik dengan frekuensi genotype tidak dalam keseimbangan Hardy-Weinberg. Kata Kunci: Prolaktin, Itik Pitalah, Keragaman, Mutasi, Mutasi, Sekuensing
PRODUKSI DAN PEMASARAN “KUFFEA” LULUR HERBAL BERBAHAN DASAR BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.), BUBUK KUNYIT (Curcuma longa L.), DAN BUBUK KOPI (Coffea Arabica L.). Arifin, Zainal; Adi, Raden Kunto; Cahya Berlianti, Aprilia Laili
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4360

Abstract

Abstrak Kuffea merupakan produk lulur herbal tradisional yang terbuat dari tanaman berkhasiat obat yaitu bubuk daun kelor, bubuk kunyit, dan bubuk kopi. Formulasi lulur bentuk krim yaitu 0,25 ml ekstrak daun kelor, 0,1 ml ekstrak kunyit, 1 ml ekstrak kopi, 1 ml ekstrak kulit kopi, 0,3 gram bubuk kopi, 7 gram tepung beras, 7 gram tepung tapioka, 2 gram butiran scrub, 5 gram asam stearat, 3 gram cetyl alkohol, 0,05 gram propyl paraben, 50 ml aquades, 6 ml propylen glikol, 0,05 gram metyl paraben, dan 0,05 ml parfum. Formulasi lulur bentuk bubuk yaitu 0,5 gram bubuk daun kelor, 0,5 gram bubuk kunyit, 3 gram bubuk kopi, 6 gram bubuk kulit kopi, 16 gram tepung beras, 16 gram tepung tapioka, dan 8 gram butiran scrub. Proses pembuatan produk “Kuffea” yaitu pembuatan butiran scrub, pembuatan ekstrak, dan pembuatan produk jadi lulur. Pengujian produk meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, dan uji hedonik. Strategi pemasaran produk menggunakan prinsip 4P (Product, Price, Place, Promotion). Pemasaran dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Harga jual produk lulur bentuk krim Rp 15.500, total penerimaan Rp 232.500, keuntungan Rp 31.330,75, BEP Produksi 8 unit, BEP Harga Rp 13.500, R/C Ratio 1,155 > 1 dan B/C Ratio 0,115 > 0. Harga jual produk lulur bentuk bubuk Rp 12.000, total penerimaan Rp 180.000, keuntungan Rp 28.992, BEP Produksi 7 unit, BEP Harga Rp 10.100, R/C Ratio 1,191 > 1 dan B/C Ratio 0,191 > 0. Maka usaha lulur herbal “Kuffea” dapat dikatakan layak untuk dikembangkan dan menguntungkan.Kata kunci: lulur, daun kelor, kunyit, kopi arabika, pemasaran 
PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DALAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BATANG TANAMAN LADA (Piper Nigrum L.) VARIETAS NATAR Cahyono, Yulius Eko; Widyawati, Nugraheni
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4361

Abstract

Abstrak Kebutuhan lada dunia mencapai 350.000 ton/tahun. Kontribusi Indonesia sebagai pengekspor lada sebesar 29% dari kebutuhan dunia. Produksi lada nasional tahun 2014 mencapai 91.941 ton. Karena produksi lebih sedikit dibandingkan dengan permintaan maka diperlukan cara untuk mengoptimalkan produksi lada. Produksi tanaman dipengaruhi oleh pertumbuhan pada tanaman, ada dua faktor yang memepengaruhi yang pertama dari faktor pembibitan dan faktor ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian berbagai jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan stek tanaman lada varietas natar 1 (Piper nigrum L.).Penelitian ini dilakukan pada bulan februari sampai bulan mei 2023 di kebun percobaan kartini Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Terdapat 4 Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini antara lain: Pupuk kandang Ayam(P1), Pupuk kandang Kambing(P2), Pupuk kandang Sapi (P3) dan Kontrol (P4). Setiap perlakuan diulang sebanyak 7 kali sehinga didapat 28 satuan percobaan, setiap perlakuan terdiri dari dari 5 sampel. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK), hasil dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan uji DMRT dengan taraf nyata 5%.Dari penelitian ini perlakuan P1 mendapatkan hasil terbaik dengan tinggi tunas, Panjang akar dan Kadar krorofil daun berturut-turut 11,45 ,  4,85 dan 33,37.Kata kunci : lada (Piper Nigrum L.), Stek batang lada, pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing, pupuk kandang sapi. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MINAT MASYARAKAT DALAM BETERNAK KAMBING DI DESA PRAIBANA KECAMATAN PABERIWAI Ndapalewa, Bertho Nduka; Sudarma, I Made Adi; Sirappa, Iven Patu
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 6 No 2 (2022): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v6i2.1617

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui minat masyarakat dalam beternak kambing di Desa Praibana Kecamatan Paberiwai Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 04 September sampai pada 04 Desember 2020 di Desa Praibana Kecamatan Paberiwai Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini memakai metode survei dengan jumlah responden sebanyak 29 peternak. Akumulasi data dengan cara wawancara dan observasi. Dengan akumulasi data yang dipakai yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data primer dan data sekunder adalah data yang dipakai dalam penelitian ini. pada penelitian ini memakai alat analisis deskriptif serta mengunakan tabel distribusi frekuensi dalam penyajian tabel. Minat masyarakat diukur menggunakan skala linkert dalam beternak kambing. Hasil yang didapat dalam penelitian ini ialah dari setiap variabel berdasarkan faktor-faktor minat masyarakat yaitu pengalaman beternak, peran pemerintah, pendapatan dan ketersedian pakan berada pada kategori cukup. Dengan ini bahwa beternak kambing cukup mendorong minat masyarakat di Desa Praibana Kecamatan Paberiwai Kabupaten Sumba Timur dengan ini bahwa upaya dalam beternak kambing dapat dijadikan sebagai salah satu pencaharian utama masyarakat.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASHI SLUDGE BIOGAS DAUN GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM) DENGAN LEVEL YANG BERBEDA (0, 250, 500, 750, DAN 1000 GRAM/POLYBAG) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN LAMTORO TARRAMBA Sudarma, I Made Adi
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 7 No 2 (2023): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2.2497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi sludge biogas daun gamal (Gliricidia sepium) dengan level yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman lamtoro tarramba.. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk membuat 20 unit percobaan dengan menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (kontrol) tanpa pemberian pupuk, P1 (250 gram/ polybag), P2 (500 gram/ polybag), P3 (750 gram/ polybag) dan P4 (1000 gram/ polybag). Variabel yang diamati adalah pada pertumbuhan vegetative berupa tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun tanaman lamtoro. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk bokashi sludge biogas daun gamal memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, diameter batang maupun jumlah daun majemuk (helai) pada tanaman lamtoro. Dapat di simpulkan bahwa pemberian pupuk bokashi sludge biogas daun gamal hingga level 750 gram mampu memberikan hasil terbaik pada pertambahan pertumbuhan awal lamtoro tarramba
PERTUMBUHAN LAMTORO TARRAMBA MENGGUNAKAN PUPUK BOKASHI SLUDGE BIOGAS DAUN KALIANDRA DENGAN LEVEL YANG BERBEDA (0, 250, 500, 750, DAN 1000 GRAM/POLYBAG) Kupang, Yuningsih Mura; Sudarma, I Made Adi
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 6 No 2 (2022): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v6i2.2498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan lamtoro tarramba menggunakan pupuk bokashi sludge biogas daun kaliandra dengan level yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga menghasilkan 20 unit percobaan anakan lamtoro tarramba.  Perlakuan yang gunakan yaitu P0 (kontrol), P1 (250) gram, P2 (500) gram, P3(750) gram dan 1000 gram. Variable yang diuji yaitu tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun majemuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan tanaman lamtoro tarramba memberikan pengaruh nyata (P<0,05) pada tinggi tanaman, jumlah daun majemuk kecuali diameter batang. Dimana pada perlakuan level P4 (1000) terbaik pada minggu kesepuluh dengan tinggi tanaman 81,33 cm, dan jumlah daun majemuk 192,67 helai. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk bokashi sludge biogas daun kaliandra hingga dosis 1000gram/polybag mampu memberikan hasil yang baik pada pertumbuhan awal tanaman lamtoro tarramba.