cover
Contact Name
Novian Wely Asmoro
Contact Email
agrisaintifika@gmail.com
Phone
+62271-593156
Journal Mail Official
agrisaintifika@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Jl. Letjend Sujono Humardhani No 1, Jombor, Sukoharjo 57521 Jawatengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 25800345     EISSN : 2580748X     DOI : 10.32585/ags.v3i2.544
Agrisaintifika is a scientific journal that embodies scientific articles for researchers in the field of agricultural sciences (covering the field of agribusiness, agrotechnology, food, and animal husbandry) so that it can be used as a media publication of research results.
Articles 313 Documents
ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI AGRIBISNIS KEDELAI DI DESA SUCI KECAMATAN PRACIMANTORO KABUPATEN WONOGIRI Luthfiyana, Tasya; Ariyanti, Yoesti Silvana; Anwar, Muhammad Fathul
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4345

Abstract

Abstrak Jumlah produksi kedelai di Desa Suci Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri mengalami penururnan.  Menurunnya produksi kedelai tersebut, tidak hanya disebabkan oleh menurunnya luas panen saja tetapi juga disebabkan oleh faktor faktor lain yang ada baik dari internal maupun eksternal di Desa Suci. Sehingga dengan adanya permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi agribisnis kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi agribisnis kedelai di Desa Suci Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah matriks IFE-EFE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis matriks IFE diketahui kekuatan utama agribisnis kedelai di Desa Suci yaitu kesesuaian kondisi tanah dan ketersediaan pupuk kandang yang diperlukan oleh tanaman kedelai dengan skor 0,46 sedangkan untuk kelemahan utama agribisnis kedelai di Desa Suci yaitu sedikitnya permintaan akan kedelai lokal dengan skor 0,19. Analisis matriks IFE menghasilkan angka 3,14 sehingga hal ini mengidentifikasikan bahwa agribisnis kedelai yang ada di Desa Suci mampu memanfaatkan kekuatan untuk mengatasi kelemahan. Dan berdasarkan hasil analisis matriks EFE diketahui bahwa peluang utama agribisnis kedelai di Desa Suci yaitu adanya arahan dalam penanaman kedelai dengan skor 0,53 sedangkan untuk ancaman utama agribisnis kedelai di Desa Suci yaitu Daya saing produk yang tinggi dengan skor 0,25. Analisis matriks EFE menghasilkan angka 2,97, hal ini mengidentifikasikan bahwa strategi suatu perusahaan secara efektif mampu menarik keuntungan dari peluang yang ada serta meminimalkan pengaruh negatif potensial dari ancaman eksternal.Kata kunci: Agribisnis; Faktor; IFE; EFE; Kedelai.
RISIKO DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN BANYUMAS Saputro, Wahyu Adhi; Firdauzi, Indrawan; Harahap, Fitri Amalinda; Wulandari, Eka Ratna; Sukowati, Avriliana
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4346

Abstract

Abstrak Jagung merupakan salah satu komoditas yang banyak dikembangkan di Indonesia. Tanaman ini termasuk tanaman pangan yang popular dibudidayakan oleh petani selain padi. Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu penghasil jagung yang baik terutama di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani jagung di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu di Kecamatan Kembaran di Kabupaten Banyumas yang merupakan daerah denga produksi tertinggi di Kabupaten Banyumas. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 40 petani pemilik penggarap jagung. Metode analisis data yang digunakan menggunakan koefisien variasi untuk menjawab risiko produksi jagung sedangkan faktor yang mempengaruhi produksi jagung ditunjukkan dengan metode regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai koefisien variasi sebesar 20,45%. Angka ini menandakan bahwa risiko produksi yang dihadapi petani jagung rendah. Berdasarkan hasil penelitian juga menyatakan terdapat tiga variabel yang berpengaruh terhadap produksi jagung yaitu luas laha, benih dan pupuk. Kata kunci : Banyumas, Jagung, Produksi, Risiko
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN NON FINANSIAL USAHA SAPI POTONG SKALA BESAR DI KABUPATEN BOYOLALI Khotimah, Yunita Khusnul; Isnaini, Nur
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4347

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha sapi potong ditinjau dari aspek finansial dan aspek non finansial. Penelitian ini dilakukan di Kandang Madu Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali pada bulan Januari-Februari 2023. Pemilihan lokasi penelitian dengan pertimbangan usaha Peternakan Sapi Potong Kandang Madu tergolong dalam skala kepemilikan besar. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara dan observasi. Data dianalisis menggunakan analisis finansial dan non finansial. Analisis finansial menggunakan 4 indikator NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), Pay Back Period, dan NBCR (Net Benefit Cost Ratio). Analisis non finansial yang dikaji antara lain aspek pasar, aspek teknis dan teknologi, aspek lingkungan. Hasil penelitian untuk aspek finansial NPV Rp. 3.167.336.642, IRR 29,8%, Pay Back Period 2 tahun 9 bulan, dan BCR 2,19 dengan demikian usaha layak untuk dilanjutkan. Aspek non finansial meliputi aspek pasar, aspek teknis dan teknologi, aspek lingkungan layak untuk dilanjutkan.Kata kunci: kelayakan finansial; kelayakan non finansial, sapi potong. 
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN LADA DI KABUPATEN BANGKA SELATAN Danuartha, David; Santi, Ratna; Pratama, Deni; Setiawan, Fahri
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4348

Abstract

AbstrakLada (Piper ningrum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan salah satu komoditas subsektor perkebunan yang memberikan devisa negara yang cukup besar bagi Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman lada dapat dimulai dengan evaluasi kesesuaian lahan sebelum budidaya lada dimulai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan aktual dan potensial di Kabupaten Bangka Belitung bagian selatan, memberikan peta, serta memberikan rekomendasi perbaikan lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi eksploratif serta penelitian dan analisis lapangan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman lada berdasarkan kondisi sebenarnya memiliki kemiringan lahan 0-3% dan 3-8%. Tekstur tanah sedang dan agak halus, kedalaman efektif 40 cm dan 100 cm. Kondisi kimia tanah memiliki pH < 5,5, kandungan C-organik (Satuan Peta Tanah) tertinggi LMU 5 sebesar 5,76 dan terendah LMU 8 sebesar 1,15. N-total tertinggi sebesar 0,19% pada LMU 2 dan terendah sebesar 0,04 pada LMU 9. P2O5 tertinggi pada LMU 5 sebesar 163,20 mg/kg dan terendah sebesar 33,02 mg/kg. K2O tertinggi adalah 0.13me/100g di LMU 1 dan 2, dan terendah di LMU 12 adalah 0.05. KTK tertinggi adalah 26,55/100g di LMU 8 dan terendah di LMU 9 adalah 6,05 me/100g. Kelas kesesuaian lahan sebenarnya untuk tanaman Lada adalah Sesuai Marjinal (S3). Faktor pembatas kesesuaian lahan aktual tanaman cabai adalah media perakaran, retensi hara, hara tersedia, dan bahaya banjir. Faktor pembatas tersebut dapat diatasi dengan perbaikan optimal menjadi sangat sesuai (S1), media perakaran menjadi masalah karena kedalaman tanah cukup dangkal dan jika dilakukan perbaikan optimal hanya berubah menjadi S2 atau cukup sesuai.Kata Kunci : Lada; Satuan Pemetaan Tanah; Faktor pembatas
STRATEGI PENGEMBANGAN GEMBILI (Dioscorea sp.) KOMODITAS PANGAN LOKAL DI KABUPATEN SUKOHARJO, JAWA TENGAH Helbawanti, Octaviana; Sutrisno, Joko; Nuryaman, Hendar; Marwanti, Sri
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4349

Abstract

AbstrakPengeanekaragaman pangan perlu menjadi perhatian dalam mencapai ketahanan pangan. Pengembangan komoditas lokal dari jenis umbi merupakan salah satu upaya alternatif sumber pangan selain beras. Penelitian strategi pengembangan komoditas gembili (Dioscorea sp.) memiliki tujuan menganalisis kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dari faktor eksternal dan internal budidaya, panen, pasca panen, dan pemasaran gembili dengan metode analisis SWOT. Faktor internal (IFE) pengembangan gembili yaitu 3,015, sedangkan faktor eksternal pengembangan gembili mencapai 2,343. Hasil analisis SWOT usahatani gembili memiliki kekuatan yang tinggi karena sistem budidaya yang sangat adaptif kondisi kering dan kurang air. Area strategi untuk usahatani gembili yaitu area IV maka strategi tumbuh dan berkembang. Gembili memerlukan perbaikan budidaya dalam penentuan benih unggul, pengaturan jarak tanam, dan pemupukan. Peningkatan citra gembili dan inovasi pengolahan diperlukan agar konsumsi gembili menjadi kebiasaan di masyarakat. Kata Kunci: Gembili, Lokal, Pangan, Strategi, SWOT
PEMILIHAN SUPPLIER PADA PT MITRA DESA PAMARICAN (PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) Pebriana, Apdan; Unang, Unang; Darusman, Dedi; Helbawanti, Octaviana; Apriyani, Dwi; Nuraini, Candra
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4350

Abstract

AbstrakSupplier berperan penting dalam sebuah perusahaan karena berperan sebagai penyedia bahan baku. Bahan baku diperlukan untuk melaksanakan kegiatan produksi dengan lancar. Dalam pemilihan supplier harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menyebabkan terganggunya proses produksi dan operasional perusahaan. Ketika mendapatkan pesanan yang mendadak dan dalam jumlah yang besar maka  perusahaan PT Mitra Desa Pamarican mengadakan musyawarah dan belum adanya prioritas supplier, kriteria dan subkriteria dalam menentukan keputusan pembelian bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria, subkriteria dan supplier prioritas dalam sebuah perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan di PT Mitra Desa Pamarican Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat di peroleh 3 responden yaitu Direktur Utama, Manajer Pemasaran dan Manajer Produksi dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel pertimbangan (Judgement Sampling). Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Metode ini dihitung secara manual menggunakan Microsoft Excel 2016. Hasil penelitian menunjukan kriteria kualitas sebagai prioritas kriteria pertama dengan subkriteria memberikan kualitas yang konsisten menjadi prioritas pertama.  Prioritas kedua adalah kriteria kebijakan garansi dan klaim dengan subkriteria memberikan jaminan atau garansi terhadap barang menjadi prioritas pertama. Prioritas ketiga adalah kriteria harga dengan subkriteria cara pembayaran merupakan prioritas pertama. dan untuk supplier prioritas pertama adalah supplier 2 adalah Tengkulak Majenang dengan nilai bobot 2,395069606, supplier prioritas kedua yaitu supplier 3 adalah Tengkulak Karawang dengan nilai bobot 2,331940897, supplier prioritas ketiga yaitu supplier 1 adalah petani yang ada di Kecamatan Pamarican dengan nilai bobot 1,872989497.Kata Kunci : Supplier, Analytical Hierarchy Process, Gabah
Karakteristik Kimia, Fisik dan Organoleptik Yogurt Kulit Pisang Raja Selama Penyimpanan Rahayu, Nunuk Siti; Ernawati, ATD; Nur, Fatkhun; Arumsari, Kusuma
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4351

Abstract

AbstrakKulit pisang (salah satunya kulit pisang raja) merupakan limbah rumah tangga maupun industri buah dengan prosentase limbah paling tinggi dibanding limbah buah berupa biji maupun kulit buah lainnya. Pisang raja memiliki aroma kuat, namun kulitnya sebagai limbah belum termanfaatkan, padahal bagian ini memiliki potensi sebagai media pertumbuhan bakteri sehingga berperan sebagai prebiotik bagi bakteri probiotik yang baik untuk pencernaan di usus, yaitu Bakteri Asam Laktat (BAL). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kimia, fisik dan organoleptik dengan penambahan Ekstrak Kulit Pisang Raja (EKPR) sebesar 0, 5, 10 dan 15% pada susu UHT komersial sebagai prebiotik pada pembuatan yogurt dengan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus sebagai inokulan probiotik komersial merk “Biokult” sebanyak 5% selama penyimpanan (0 dan 10 hari), meningkatkan rasa dan kesukaan yogurt, serta mengetahui konsentrasi kulit pisang raja terbaik pada pembuatan yogurt kulit pisang raja (banana peel yogurt, bapeeeyo). Analisis kadar serat kasar kulit pisang raja diperoleh sebesar 1,419%, dengan kandungan starter probiotik “Biokult” sebesar 9,3x104 cfu/ml. Setelah penyimpanan terjadi perubahan sifat kimia yogurt. Penyimpanan 0 hari menghasilkan yogurt lebih baik, yaitu  makin meningkat penambahan EKPR, makin meningkatkan kadar protein, total padatan, dan total BAL bapeeyo  yang dihasilkan, namun total asam dan pH tidak signifikan, meningkatkan sifat fisik yogurt yaitu viskositas serta meningkatkan sifat organoleptik, khususnya warna, rasa dan kesukaan. Penambahan EKPR sebanyak 10%  (penyimpanan 0 hari) menghasilkan yogurt paling disukai (skor 3,1) dengan rasa khas pisang raja (skor 3,3) dan warna terbaik (skor 3,3), kadar protein 2,48%, total padatan 15,28%, jumlah total BAL 4,10x104 cfu/ml dan viskositas yogurt sebesar 4949,0 %.  Kata kunci: Kulit pisang raja; prebiotik; probiotik; yogurt
OPTIMASI BIO-SLURRY PADAT PADA PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) DI LAHAN MARGINAL Rosida, Anisa; Saputra, Kelvin Andre; Maghfiroh, Laila
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4352

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa dosis bio-slurry optimum yang diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi hijau di lahan marginal. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni – Juli 2022 di Desa Sidorejo, Kab. Tuban. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 6 kali dengan perlakuan P1 = 0 g polybag-1 (kontrol), P2 = 25 g polybag-1, P3 = 50 g polybag-1 dan P4 = 75 g polybag-1. Parameter pertumbuhan yang diamati antara lain rerata tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot konsumsi per polybag. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA),  kemudian dilakukan uji lanjut BNJ pada taraf kepercayaan 5%. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian bio-slurry sebanyak 50 g polybag-1 dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi hijau yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot konsumsi per polybag secara optimum di lahan marginal. Kata kunci : Bio-slurry, Dosis, Marginal, Pupuk, Sawi Hijau
PERSENTASE BOBOT POTONG DAN KARKAS AYAM BROILER SEBELUM PEMOTONGAN DENGAN WAKTU PEMUASAAN YANG BERBEDA Nuha, Muhammad Ulin; Primandini, Yuni; Wahyuni, Sri
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4353

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase bobot potong dan karkas ayam broiler dengan waktu pemuasaan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan selama 28 hari di kandang percobaan Fakultas Peternakan Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Materi yang digunakan adalah Day Old Chick (DOC) ayam broiler strain MB 202 sebanyak 80 ekor, pakan komersil, gula merah, kapur, vitachick, vitastress, formalin, KMNO4. Alat yang digunakan adalah 16 petak kandang percobaan, tempat ransum, tempat minum, brooder, lampu pijar 25 watt, thermometer, timbangan. Parameter yang diamati: persentase bobot potong dan karkas setelah dipuasakan sebelum pemotongan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri perlakuan dengan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri 5 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diterapkan yaitu:  P0 = kontrol (tanpa pemuasaan), P1 = (pemuasaan 4 jam), P2 = (pemuasaan 8 jam), P3 = (pemuasaan 12 jam). Data yang diperoleh dalam penelitian diolah secara statistik dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata (BNT).Hasil penelitian persentase bobot potong dan karkas ayam broiler sebelum pemotongan dengan waktu pemuasaan berbeda menurunkan bobot potong (P?0,05) dan meningkatkan (P?0,05) persentase bobot potong Rata-rata persentase bobot potong turun secara linier dari P0 (kontrol), P1 = 0,98%, P2 = 0,95% dan P3 = 0,93%. Persentase karkas tertinggi yaitu pada P2 (0,87%) dan P3 (0,85%) dengan pemuasaan selama 8 dan 12 jam. Kesimpulan penelitian waktu pemuasaan yang berbeda mengakibatkan menurunnya persentase bobot potong, sedangkan berat karkas mengalami peningkatan pada pemuasaan 8 jam.Kata kunci: Ayam broiler; Pemuasaan; Persentase bobot potong; dan Persentase Karkas
STUDI PEMANFAATAN TEPUNG DAUN INDIGOFERA (Indigofera zollingeriana) SEBAGAI SUBSTITUSI PAKAN TERHADAP PERFORMAN PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR AYAM PETELUR Sukarini, Nur Endang; Sukaryani, Sri; Widharto, Damaryanto
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4354

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daun indigofera (Indigofera zollingeriana) terhadap performan produksi dan kualitas telur ayam ras. Materi penelitian ayam ras petelur strain Hy-line Brown, umur 16 minggu rata-rata bobot badan awal 1,35 kg sebanyak 45 ekor. Penelitian dilaksanakan selama delapan minggu sampai ayam umur 23 minggu. Perlakuan yang diberikan adalah : T0 = pakan basal (100%), T1 = pakan dengan subtitusi tepung daun indigofera sebanyak 2,5% ( pakan basal 97,5%) ; T2 = pakan dengan subtitusi tepung daun indigofera sebanyak 5% ( pakan basal 95%). Pakan basal berupa campuran konsentrat CP-124 (35%), bekatul (15%), jagung (50%). Hasil analisa proksimat  pakan basal : protein kasar (17,86%), serat kasar (4,16%) dan energi metabolisme (3.295,73 kal/kg) dan  tepung daun indigofera : protein kasar (31,54%), serat kasar (6,36%) dan energi metabolisme (3. 483,40%). Kandungan zat gizi masing- masing perlakuan T0, T1 dan T2 masing-masing : protein kasar (17,86, 18,20, 18,54%), serat kasar (4,16, 4,22, 4,27%) dan energi metabolisme (3.295,73; 3.300,42; 3.305,11 kkal/kg). Variable yang diamati meliputi performan produksi (konsumsi pakan, Hen Day Average / HDA,  konversi pakan) sedangkan kualitas telur (Haugh Unit, warna kuning telur, kandungan cholesterol dan beta caroten kuning telur ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi pakan dengan tepung daun indigofera sampai level 5% pada ayam petelur sampai umur 23 minggu tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan, konversi pakan, namun berpengaruh nyata meningkatkan produksi telur telur (Hen Day Average / HDA), Haugh Unit (HU), warna kuning telur serta kandungan beta caroten dan menurunkan kandungan cholesterol kuning telur ayam. Kata kunci : Ayam petelur; Daun indigofera; Kualitas telur; Performan produksi