cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 365 Documents
HUBUNGAN ANTARA KOLONISASI KATETER DOUBLE LUMEN DENGAN KEJADIAN BAKTEREMIA PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Restyawan, Arie; Gunawan, Atma; Santosaningsih, Dewi
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Terapi hemodialisis dengan kateter double lumen sebagai akses vaskular utama, dapat meningkatkan risiko bakteremia terkait kateter, yang berdampak pada morbiditas, mortalitas, dan beban ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kolonisasi kateter double lumen hemodialisis dan kejadian bakteremia pada pasien hemodialisis, serta karakteristik pasien di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan sejak April hingga Oktober 2024 di Unit Hemodialisis dan Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Semua pasien dewasa yang menjalani hemodialisis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam penelitian ini. Pasien dilakukan pemeriksaan kultur catheter tip dan kultur darah serta pencatatan data karakteristik pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan 52,4% pasien mengalami bakteremia terkait kolonisasi kateter double lumen, namun tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kolonisasi kateter double lumen dan kejadian bakteremia (p = 0,900). Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang paling banyak ditemukan dari kultur catheter tip double lumen (40,9%) dan kultur darah (63,6%). Karakteristik pasien yang mengalami bakteremia terkait penggunaan kateter double lumen didominasi oleh pasien perempuan (63,7%), usia 36-45 tahun (36,3%), tingkat pendidikan SMA (72,7%), non-lupus nefritis (90,9%), non-diabetes mellitus (63,7%), tidak ada riwayat penggunaan steroid (90,9%), lokasi vena jugularis (90,9%), lama penggunaan kateter double lumen lebih dari 3 bulan (63,6%), dan frekuensi hemodialisis dua kali seminggu (90,9%). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara kolonisasi kateter double lumen dengan kejadian bakteremia. Penelitian dengan skala lebih besar disarankan untuk dilakukan di masa yang akan datang.  
PROFIL FISIOLOGIS PARU PADA PENDAKI GUNUNG DI KOTA MALANG Imowanto, Yuddy; Taufiq Abdullah; Zaelani, Muhammad Azis; Erka Wahyu Kinanda; Muthohari, Thoriq Murtadho; Arie Tejamukti L
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Aktivitas mendaki gunung menuntut adaptasi respiratori terhadap kondisi hipobaria dan aktivitas fisik, sehingga spirometri menjadi alat penting untuk menilai profil fisiologis paru pada pendaki. Penelitian potong lintang ini bertujuan mengetahui gambaran fungsi paru pada 43 anggota komunitas pendaki di Kota Malang berdasarkan pemeriksaan spirometri. Data demografi, status merokok, riwayat pendakian, antropometri, serta parameter spirometri (FVC, FEV1, FEV1/FVC, PEF, FEF25–75, VC, IC) dianalisis. Uji Mann–Whitney digunakan untuk membandingkan hasil berdasarkan jenis kelamin dan status merokok, sedangkan korelasi Spearman digunakan untuk usia, indeks massa tubuh (IMT), dan pengalaman mendaki. Peserta memiliki rerata usia 29,7±12,5 tahun, mayoritas laki-laki (62,8%), dan 37,2% perokok. Interpretasi fungsi paru menunjukkan 51,2% normal, 39,5% restriksi ringan, 7,0% restriksi moderat, dan 2,3% restriksi moderat–berat. Rerata %predicted adalah FVC 80,9±13,6; FEV1 86,7±12,3; FEV1/FVC 111,6±8,9; PEF 89,6±16,3; FEF25–75 93,0±22,8; dan VC 78,4±9,7. Tidak terdapat perbedaan bermakna setelah koreksi multipel, meskipun secara nominal perokok cenderung memiliki kapasitas paru lebih rendah. Korelasi lemah–sedang ditemukan antara usia dengan FEV1 %pred dan FVC %pred (ρ ≈ 0,36–0,38). Sebagai kesimpulan, sebagian besar pendaki memiliki fungsi paru normal meskipun restriksi ringan cukup sering dijumpai, dengan tren kapasitas paru lebih rendah pada perokok serta adanya hubungan dengan usia, sehingga spirometri berpotensi digunakan sebagai alat skrining fungsional sederhana pada komunitas pendaki.
DAMPAK PROGRAM GRAB TBC MENGHADAPI TANTANGAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG ASTA CITA  DI KOTA AMBON TAHUN 2025 Wuritimur, Pollan Versilia; Leunupun, Trixie
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks di Indonesia, termasuk di Kota Ambon. Berbagai tantangan seperti keterlambatan diagnosis, ketidakpatuhan pengobatan serta akses terbatas ke layanan kesehatan masih menjadi hambatan dalam upaya pengendalian TBC. Program Gerakan Ambon Bebas Tuberkulosis (GRAB TBC) merupakan salah satu inovasi lokal yang dikembangkan untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan akses layanan, serta mendukung keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dampak dari program GRAB TBC dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat dalam mendukung Asta Cita di Kota Ambon. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode mixed-methods yang dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian adalah Puskesmas Rijali dan Puskesmas Air Besar. Populasi dalam penelitian deskriptif kuantitatif ini terbagi atas 2 puskesmas, dengan beberapa macam klasifikasi populasi yang diambil, antara lain populasi suspek 1.274 orang, populasi kasus 460 orang. Sampel penelitian diambil secara total sampling. Informan dalam penelitian kualitatif terbagi atas informan kunci, informan utama, dan informan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa program GRAB TBC sangat memberikan kontribusi positif dalam menjangkau kelompok rentan, meskipun masih terdapat hambatan dalam koordinasi lintas sektor dan pendanaan. Program ini dinilai mampu mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat perubahan yang signifikan dalam hal peningkatan jumlah suspek dan kasus setelah intervensi program GRAB TBC, artinya program GRAB TBC memiliki peran strategis dalam penguatan layanan TBC di Kota Ambon. Program GRAB TBC diharapkan dapat dilanjutkan  agar dampaknya konsisten dan berkelanjutan.  
PENDEKATAN BIOINFORMATIKA DALAM STUDI EPITOP PADA S2 PROTEIN SPIKE SARS-CoV-2 DENGAN VARIASI ADJUVAN Fikria Amalia Madani, Jadida; Rahayu Adianingsih, Oktavia; Yurina, Valentina
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Pendekatan bioinformatika saat ini banyak digunakan dalam pengembangan vaksin, terutama terhadap patogen yang mudah bermutasi seperti SARS-CoV-2. Salah satu strategi yang dikembangkan adalah vaksin berbasis epitop dengan tambahan adjuvan untuk meningkatkan respons imun. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas tiga adjuvan, yaitu 50S ribosomal protein L7/L12 (rpLL), β-defensin, dan cholera toxin subunit B (CTB) dalam meningkatkan imunogenisitas vaksin berbasis epitop S2 protein spike SARS-CoV-2. Sekuens protein enam varian SARS-CoV-2 (Wuhan, Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron) dan tiga adjuvan diperoleh dari database NCBI. Epitop sel T dan B diprediksi menggunakan IEDB, kemudian diseleksi berdasarkan sifat imunologis (antigenik, nontoksik, nonalergen), nonhomolog, serta cakupan populasi global (83,57%) dengan wilayah tertinggi di Asia Timur (93,62%). Wilayah konservatif subunit S2 berdasarkan epitop terpilih dikonstruksi menjadi tiga desain vaksin, masing-masing dengan satu adjuvan. Validasi struktur menunjukkan semua model berada dalam rentang kualitas yang baik (ERRAT >90%, Ramachandran >90%). Skor docking HADDOCK terbaik diperoleh pada vaksin dengan rpLL terhadap TLR4 (-95,3), vaksin dengan β-defensin terhadap TLR3 (-38,2) dan MHC-II (-133,6), serta vaksin dengan CTB terhadap MHC-I (-128,0). Profil interaksi tiga vaksin dengan masing-masing reseptor menunjukkan bahwa vaksin dengan CTB memiliki ikatan yang lebih kuat dan konsisten pada sebagian besar reseptor. Simulasi sistem imun melalui C-IMMSIM menunjukkan desain ini menghasilkan kadar IgG dan IgM tertinggi serta aktivasi limfosit T CD4+, CD8+, dan limfosit B yang lebih baik. Hasil ini menunjukkan bahwa CTB merupakan adjuvan paling potensial dalam meningkatkan imunogenisitas vaksin. Penelitian ini mendukung pendekatan in silico dalam pengembangan vaksin yang efisien dan pemilihan adjuvan yang lebih optimal.
ABDOMINAL SACROCERVICOPEXY COMBINED WITH THE MANCHESTER PROCEDURE FOR APICAL PROLAPSE WITH CERVICAL ELONGATION AND MULTIPLE UTERINE MYOMAS Moegni, Fernandi; Prabawati, Nirmala Gina; Syafardi, D. Irsat; Meutia, Alfa Putri; Hidayah, Gita Nurul; Rodiani
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Apical prolapse with cervical elongation is a complex condition that requires correcting both apical support and cervical elongation to achieve optimal anatomical outcomes while preserving vaginal function. We report the case of a 45-year-old woman presenting with a vaginal bulge and abnormal uterine bleeding for more than four years. Examination revealed stage IV apical prolapse with cervical elongation, grade II cystocele and rectocele, and multiple uterine myomas measuring 3–7 cm. The patient had completed childbearing but wished to preserve sexual function. An abdominal subtotal hysterectomy was performed, followed by abdominal sacrocervicopexy (ASC) using mesh fixation from the cervical stump to the sacral promontory. Following apical suspension, intraoperative evaluation demonstrated persistent cervical elongation, with the cervix remaining less than 5 cm above the hymenal ring. Therefore, the Manchester procedure was performed to correct the residual cervical elongation. The combination of ASC and the Manchester procedure corrected both apical support and cervical elongation, with the final cervical position approximately 7 cm above the hymenal ring. At the 3-month follow-up, vaginal length remained well preserved. This case demonstrates that ASC with mesh-based apical suspension combined with the Manchester procedure can be considered when cervical elongation persists after apical suspension, allowing anatomical correction while preserving vaginal length and function.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2026): Majalah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2026): Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue