cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
ANALISIS WAKTU DAN TEMPERATUR TERHADAP VIABILITAS PRESERVASI JAMUR Aspergillus niger Rahayu, Siwipeni Irmawanti; Sangging, Dewi Pradnya Paramita; Aisha, Andi Rahmania
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.1

Abstract

Jamur atau fungi semakin diperhatikan saat ini seiring naiknya kasus immunocompromised di masyarakat, contohnya Aspergillus niger. Kendala terbesar dalam kendali infeksi jamur adalah identifikasi dan preservasi yang lebih sulit dibandingkan bakteri. Preservasi menjadi kunci penting dalam identifikasi lanjut di tingkat genetik dan proteomik, namun sering tidak dapat dilakukan karena diperlukan fasilitas modern, seperti deep freezer. Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi efek suhu dan kaitannya dengan viabilitas isolat A. niger yang disimpan pada suhu -20 oC dan 4 oC. Isolat induk dikultur pada Sabouroud Dextrose Agar dan diinkubasi selama 10 hari, lalu dibagi dalam cryotube gliserol 10%, untuk disimpan pada -20 oC dan 4 oC selama 12 bulan. Revival dilakukan setiap dua bulan untuk menilai viabiltas selama 10 hari pada medium SDA. Setelah 12 bulan, kemampuan revival A. niger menurun pada kedua suhu, dengan penurunan signifikan pada -20 oC dimulai pada bulan keenam. Setelah 12 bulan, isolat yang disimpan pada suhu -20 oC dan 4 oC hanya mencapai 49,31 mm dan 79,94 mm (dibandingkan dengan 90 mm pada isolat induk). Hal ini dapat diakibatkan karena pada suhu di bawah 0 oC terjadi pembentukan ice spike yang menginduksi kerusakan sel jamur. Penambahan gliserol 10% kemungkinan tidak cukup untuk menahan pembentukan ice spike. Kesimpulannya, bahwa penyimpanan isolat A. niger pada kondisi tidak ada deep freezer lebih baik dilakukan pada suhu 4 oC dibandingkan pada suhu -20 oC. Hasil ini bisa menjadi dasar untuk eksplorasi cara preservasi jamur lebih luas, utamanya pada kondisi tidak adanya deep freezer, sebagai upaya lanjut optimasi preservasi jamur.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KANKER DENGAN BEHAVIORAL MEDICINE YANG DIMODERASI USIA PADA MASYARAKAT KABUPATEN JOMBANG: ANALISIS DENGAN STRUCTURAL EQUATION MODELING Budianto, Aries; Setyawan, Agung; Aslam, Ahmad Bayhaqi Nasir; Vitraludyono, Rudi; Fadhlurrahman, Ahmad Feza
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.5

Abstract

Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan angka kejadian dan kematian yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang kanker dan behavioral medicine yang dimoderasi oleh usia di masyarakat Kabupaten Jombang. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan sampel 96 responden, yang diambil melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan tentang kanker memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku kesehatan (koefisien jalur 0,18; p = 0,03), sedangkan moderasi usia terhadap hubungan ini tidak signifikan (koefisien jalur 0,13; p = 0,10). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pengetahuan tentang kanker penting, faktor lain seperti stigma dan akses layanan kesehatan juga berkontribusi terhadap perilaku kesehatan. Oleh karena itu, intervensi kesehatan perlu mempertimbangkan berbagai aspek di luar pengetahuan untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan yang efektif. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan berkelanjutan tentang kanker untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di masyarakat.
PENGARUH NANO KURKUMIN TERHADAP TEKANAN DARAH PADA MODEL TIKUS PREEKLAMSIA Subandi; Syamsiatul Akhyar Riyadz; Nurdiana
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.1

Abstract

Preeklamsia adalah kelainan hipertensi serius pada ibu hamil yang menjadi kontributor terbesar jumlah kematian ibu di Indonesia pada tahun 2023. Munculnya hipertensi pada preeklamsia berhubungan dengan gangguan fungsi endotel, berupa penurunan bioviabilitas nitric oxide akibat stres oksidatif. Nano kurkumin sebagai antioksidan dapat mengurangi stres oksidatif dan memperbaiki fungsi endotel, tetapi efektivitasnya dalam memengaruhi tekanan darah pada preeklamsia perlu ditinjau lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nano kurkumin terhadap tekanan darah pada model tikus preeklamsia (dengan pemberian L-NAME). Jenis penelitian eksperimental murni digunakan melalui pendekatan post test only control group design. Sampel yang diambil sebanyak 24 tikus bunting, terbagi ke dalam kelompok kontrol negatif dan positif, serta 4 kelompok perlakuan (P1, P2, P3, dan P4) dengan pemberian 4 dosis nano kurkumin berbeda (25 mg/KgBB, 50 mg/KgBB, 100 mg/KgBB, dan 200 mg/KgBB). L-NAME dan nano kurukumin diberikan mulai usia kehamilan hari ke-13 hingga ke-18. Data tekanan darah diambil saat usia kehamilan hari ke-19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nano kurkumin berpengaruh terhadap tekanan darah pada model tikus preeklamsia (one-way ANOVA, p = 0,000 < 0,05). Hasil uji post hoc LSD menunjukkan bahwa nano kurkumin 25 mg/KgBB (P1) secara signifikan mencegah peningkatan tekanan darah dibandingkan kelompok preeklamsia tanpa nano kurkumin (K+), yaitu pada variabel tekanan darah sistolik (p = 0,001) dan tekanan darah diastolik (p = 0,000). Penelitian menyimpulkan bahwa nano kurkumin dapat mencegah peningkatan tekanan darah pada preeklamsia. Nano kurkumin 25 mg/KgBB adalah dosis paling efektif.
INFORMASI CITRA MRCP CORONAL T2 SSFSE DENGAN TEKNIK BREATH-HOLD DAN RESPIRATORY TRIGGERING PADA KASUS CHOLELITHIASIS Nurbaiti; Mutiara Azzah Inayah
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.4

Abstract

Penggunaan teknik breath-hold dan respiratory triggering dapat mencegah pergerakan pernapasan yang menyebabkan artefak pada hasil citra pemeriksaan Magnetic Resonance Cholangio Pancreatography (MRCP) saat mengevaluasi informasi anatomi cabang bilier, kandung empedu serta  patologinya seperti cholelithiasis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan informasi citra hasil pemeriksaan MRCP pada potongan coronal T2 SSFSE dengan teknik breath-hold dan respiratory triggering pada kasus cholelithiasis. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif memanfaatkan data primer hasil pemeriksaan MRCP dari 10 pasien dengan kasus cholelithiasis di tahun 2023. Hasilnya memperlihatkan informasi citra MRCP yang berbeda secara keseluruhan pada citra anatomi potongan coronal T2 SSFSE di antara teknik breath-hold dan respiratory triggering. Teknik respiratory triggering menampilkan citra MRCP potongan coronal T2 SSFSE lebih baik dengan nilai mean pada setiap anatomi lebih besar dibandingkan teknik breath-hold. Kedua teknik ini memunculkan jenis artefak motion dan ghosting.  Kesimpulannya adalah teknik respiratory triggering memberikan informasi citra MRCP kasus cholelithiasis lebih baik daripada teknik breath-hold. Ada perbedaan informasi citra anatomi potongan coronal T2 SSFSE di antara kedua teknik tersebut dan keduanya memiliki artefak motion dan ghosting.  
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN, ASUPAN ZAT GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS REMAJA USIA 16-18 TAHUN DI KOTA SEMARANG Hanum Huwaida; Mardiana
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.8

Abstract

Obesitas merupakan kondisi terjadinya penumpukan lemak tubuh yang berlebih. Masalah gizi remaja terutama obesitas dapat timbul karena perilaku gizi yang salah seperti kebiasaan melewatkan makan dan mengkonsumsi makanan yang kurang tepat serta tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan, asupan zat gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas remaja SMA. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 97 responden usia 16-18 tahun dipilih menggunakan purposive sampling di Kota Semarang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, formulir food recall 2x24 jam dan kuesioner International Physical Activity Questionnaires (IPAQ). Analisis data menggunakan uji Chi-square atau uji Fisher sebagai alternatifnya jika syarat uji Chi-square tidak terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan (p = 0,653), asupan energi (p = 0,582), asupan protein (p = 1,00), asupan lemak (p = 0,31), asupan karbohidrat (p = 1,00) dan aktivitas fisik (p = 1,00) dengan kejadian obesitas. Hasil di atas menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan, asupan zat gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja SMA. Disarankan untuk meneliti lebih lanjut mengenai faktor lainnya yang memungkinkan mempengaruhi obesitas.  
Tinjauan Literatur: KEPERAWATAN PERIOPERATIF PADA PASIEN OPERASI BARIATRIK: LITERATURE REVIEW Sassanti, Suci Wulandari
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.10

Abstract

Operasi bariatrik merupakan salah satu prosedur alternatif bagi penderita obesitas yang telah gagal melakukan segala upaya untuk menurunkan berat badan. Prosedur ini berfungsi untuk membatasi asupan makanan, mengurangi penyerapan makanan, atau mengubah produksi ghrelin (hunger hormone). Perawat perioperatif bersama dengan tenaga kesehatan lainnya berperan penting dalam mengawal pasien dari tahapan pra operasi awal, pra operatif, intra operatif, dan pasca operatif sesuai dengan guideline yang berlaku untuk hasil klinis yang optimal dan berkelanjutan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk memastikan guideline yang berfokus pada peran perawat secara holistik dalam keperawatan perioperatif pada pasien operasi bariatrik. Tinjauan literatur menggunakan database Google Scholar menggunakan kata kunci dan boolean “intitle: bariatric AND nurse”. Kriteria inklusi merupakan artikel berupa guideline free access dalam rentang tahun 2015 hingga 2022, berbahasa inggris atau indonesia, serta sesuai dengan kriteria inklusi. Pencarian dan pemilihan artikel menggunakan metode PRISMA. Kesimpulan dari tinjauan literatur ini adalah pelaksanaan keperawatan perioperatif pada operasi bariatrik, yang terdiri dari fase pre-intra-post operatif memiliki keunikan dalam hal penekanan khusus pada modifikasi pola hidup pasien yang mencakup diet dan aktivitas. American Society for Metabolic and Bariatric Surgery Guideline dan Association of periOperative Registered Nurses Guideline menawarkan panduan yang paling komprehensif dengan pendekatan yang mencakup aspek klinis, program pengembangan kualitas, dan monitoring post-operatif yang terperinci.
KECUKUPAN ASUPAN ZAT GIZI DAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI PADA BALITA WAST (WASTING– STUNTING) DI KOTA SEMARANG Purwanti, Rachma; Ginting, Ignasia Agatha Br; Aulia, Nurhanna Putri; Wijayanti, Hartanti Sandi; Rahadiyanti, Ayu; Kurniawati, Dewi Marfu'ah
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.7

Abstract

Asupan zat gizi dan penyakit infeksi merupakan faktor yang berhubungan secara langsung dengan stunting dan wasting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kecukupan asupan zat gizi makro dan kejadian penyakit infeksi pada balita dengan dan tanpa WaSt (Wasting-Stunting) di Kota Semarang. Studi analitik observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Subjek dipilih dengan metode consecutive sampling sebanyak 72 subjek yang terbagi dalam 4 kelompok yaitu normal, stunting, wasting, dan WaSt (Wasting-Stunting). Analisis perbedaan dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis (data tidak berdistribusi normal) dengan uji lanjutan Mann-Whitney, tingkat kepercayaan 95% dan hasil signifikan dengan nilai p < 0,05. Terdapat perbedaan kecukupan asupan zat gizi meliputi energi, protein, lemak, dan karbohidrat (p < 0,001) dan kejadian penyakit infeksi (p = 0,007) antara kelompok balita dengan dan tanpa WaSt (Wasting-Stunting). Kecukupan asupan energi kelompok WaSt (Wasting-Stunting) berbeda dengan kelompok stunting dan normal. Kecukupan asupan protein kelompok WaSt (Wasting-Stunting) berbeda dengan kelompok wasting. Kejadian penyakit infeksi pada kelompok WaSt lebih tinggi dibandingkan kelompok wasting, stunting dan normal (secara berturut-turut sebesar 38,9%; 16,7%; 5,6%; dan 0%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelompok WaSt mempunyai riwayat kejadian penyakit infeksi dan kecukupan asupan zat gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak, dan karbohidrat) yang berbeda dengan kelompok lainnya.  
PERBANDINGAN pH SALIVA PADA PENGGUNA ROKOK ELEKTRIK, ROKOK KONVENSIONAL, DAN NON PEROKOK Mutia Rochmawati; Riski Amalia Hidayah; Ratih Wijayanti
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.6

Abstract

Perubahan pH saliva dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk aktivitas merokok, oleh karena rongga mulut menjadi tempat utama penyerapan asap rokok. Perbedaan kandungan zat antara rokok elektrik dan konvensional dapat mempengaruhi perubahan pH saliva. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pH saliva pengguna rokok elektrik, perokok konvensional, dan non perokok. Penelitian yang dilakukan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 108 mahasiswa yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu pengguna rokok elektrik, pengguna rokok konvensional, dan non perokok. Subjek diminta untuk mengisi formulir persetujuan informasi, data pribadi dan kuesioner. Data kebiasaan subjek dan variabel lainnya dikumpulkan melalui wawancara. Selanjutnya subjek diminta untuk mengumpulkan saliva dengan metode passive drooling selama 5 menit, dan kemudian pH saliva diukur segera menggunakan pH indikator strips untuk saliva dan pH meter. Data dianalisis secara statistik dengan uji Kruskal Wallis. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata pH saliva pengguna rokok elektrik sebesar 6,772±0,3918, pengguna rokok konvensional sebesar 6,506±0,6229 dan non perokok sebesar 7,022±0,5150. Berdasarkan uji Kruskal Wallis terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok pengguna rokok elektrik, rokok konvensional, dan non perokok (p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pH saliva pada pengguna rokok lebih rendah dibandingkan non perokok dan pH saliva pengguna rokok konvensional lebih rendah dibandingkan pengguna rokok elektrik. Penurunan pH saliva dapat mempengaruhi fungsi saliva untuk melindungi mukosa mulut sehingga bakteri akan menjadi lebih mudah melekat pada mukosa mulut  
PENERAPAN PHBS SEBAGAI MANAJEMEN STRATEGI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Dhelya Widasmara; Henggar Sulistiarto; I Wayan Agung Indrawan; Siti Umi Ernawati; Suparno Adi Santika
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.8

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya preventif yang dilaksanakan secara sadar untuk meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga, maupun masyarakat. Implementasi PHBS di fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran strategis dalam meminimalisasi risiko penularan penyakit sekaligus mendukung pencapaian standar mutu layanan serta akreditasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan PHBS di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara yang melibatkan 41 informan kunci, dan studi literatur. Pengumpulan data dilaksanakan pada periode Januari-Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PHBS di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang telah mengacu pada kriteria akreditasi rumah sakit dan pedoman pelayanan kesehatan. Namun, ditemukan sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan sumber daya, kepatuhan tenaga kesehatan, serta konsistensi pengawasan terhadap pengunjung dan pasien. Faktor-faktor tersebut berpotensi menurunkan efektivitas PHBS dalam mendukung mutu pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem monitoring dan evaluasi, serta internalisasi budaya PHBS di seluruh lapisan rumah sakit. Kesimpulannya, penerapan PHBS yang konsisten dan terstandar berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan rumah sakit. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya PHBS sebagai manajemen strategi yang berkelanjutan dalam mendukung akreditasi dan pencapaian pelayanan kesehatan yang unggul.
PERBEDAAN EFEK ANTIBIOFILM EKSTRAK METANOLIK DAUN SIRIH HIJAU DENGAN DAUN SIRIH MERAH TERHADAP Acinetobacter baumannii PADA ENDOTRACHEAL TUBE Martin, Amandus Michael; Kristi, Brenda; Ratridewi, Irene; Santosaningsih, Dewi
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.2

Abstract

Kemampuan pembentukan biofilm Acinetobacter baumannii pada endotracheal tube (ETT) meningkatkan resistensi antibiotik dan risiko ventilator-associated pneumonia. Penanganan biofilm bakteri saat ini menunjukkan hasil yang belum optimal dan efek samping. Daun sirih hijau (Piper betle) dan sirih merah (Piper crocatum) berpotensi menghambat pembentukan biofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efek anti-biofilm ekstrak metanolik daun sirih hijau dan sirih merah terhadap A. baumannii pada ETT. Identifikasi pembentukan biofilm dari A. baumannii pada ETT dilakukan dengan metode tissue culture plate. Penentuan nilai optical density (OD) dari ekstrak metanolik daun sirih hijau serta sirih merah berbagai dosis (25 mg/mL, 50 mg/mL, 75 mg/mL, 100 mg/mL, 125 mg/mL, dan 150 mg/mL), dilakukan menggunakan micro-ELISA auto reader dengan panjang gelombang 570 nm. Hasil cut-off value dari OD570 pada kelompok kontrol negatif sebesar 0,944 pada sirih hijau serta 1,103 pada sirih merah. Kelompok kontrol positif menunjukkan formasi biofilm lemah pada sirih hijau dan formasi biofilm dan sedang pada sirih merah. Kelompok intervensi memiliki minimum biofilm inhibitory concentration (MBIC) yaitu dosis 125 mg/mL ada sirih hijau dan 75 mg/mL pada sirih merah. Peningkatan dosis ekstrak metanolik daun sirih memiliki korelasi yang kuat dan signifikan dengan nilai OD, baik pada sirih hijau (r = 0,986, p = 0,000) maupun sirih merah (r = 0,880, p = 0,002). Ekstrak metanolik daun sirih merah memiliki efek antibiofilm yang lebih tinggi terhadap A. baumannii pada ETT dibandingkan dengan sirih hijau.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue