cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
HUBUNGAN KADAR TIMBAL, ARSEN, DAN MERKURI DENGAN STATUS GIZI ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER DI KABUPATEN BANYUMAS Andani, Raden Roro Scundria Ayu Kusuma; Laksana, Agung Saprasetya Dwi; Kuncoro, Prasetyo Tri
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.4

Abstract

Di Indonesia, penderita autism spectrum disorder  meningkat sekitar 500 kasus per tahun. Autism spectrum disorder  disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan berupa paparan timbal (Pb), arsen (As), dan merkuri (Hg) yang dapat pula memengaruhi status gizi anak dengan cara menurunkan penyerapan nutrisi dan menghambat sekresi hormon pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar timbal, arsen, dan merkuri dengan status gizi anak autism spectrum disorder  di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel diambil dengan purposive sampling. Kriteria inklusi sampel adalah anak autism spectrum disorder  dengan usia 1-12 tahun dan orang tua anak mengizinkan anaknya berperan serta dalam penelitian. Sampel rambut diambil sebanyak 3 g dan diperiksa kadar timbal, arsen, dan merkuri dengan metode AAS. Status gizi dinyatakan dengan Z-score untuk anak usia <5 tahun dan untuk anak usia 5-12 tahun dinyatakan dengan IMT/U kemudian dikategorikan menurut grafik CDC 2000. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang tidak signifikan kecuali pada uji kadar timbal yang signifikan (r = 0,613; p = 0,045) dengan status gizi (IMT/U) di kelompok usia <5 tahun. Kadar arsen dan merkuri masing-masing nilai r = 0,175, p = 0,606, dan r = 0,296, p = 0,377. Kesimpulan penelitian adalah kadar timbal rambut berhubungan dengan status gizi pada anak autism spectrum disorder usia <5 tahun, dan tidak ada hubungan antara arsen dan merkuri dengan status gizi anak autism spectrum disorder  di Kabupaten Banyumas pada semua kelompok usia anak.
PERBANDINGAN TEKANAN INTRAOKULAR ANAK DENGAN DOWN SYNDROME DAN ANAK TANPA DOWN SYNDROME DI KOTA MALANG Putra, Dani Haritsah; Dewi, Nadia Artha; Anandita, Nanda Wahyu; Wulandari, Lely Retno
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.5

Abstract

Pengukuran tekanan intraokular (TIO) merupakan pemeriksaan untuk menilai kondisi dinamika aqueous humor. TIO dikatakan normal apabila terjadi keseimbangan antara produksi dan outflow dari aqueous humor. Adapun peningkatan TIO dapat merusak struktur bola mata, terutama saraf optik dan sel ganglion retina, serta menjadi faktor risiko penting untuk perkembangan glaukoma. Anak-anak dengan Down syndrome (ADS) memiliki kedalaman bilik mata depan yang lebih dangkal dibandingkan anak-anak tanpa Down syndrome (ATDS) sehingga dapat menyebabkan peningkatan TIO. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan analisis hasil pengukuran TIO terhadap ATDS dengan ADS. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data secara cross-sectional terhadap 22 subjek ADS dan 44 subjek ATDS berusia 0-18 tahun yang didapat dari hasil pemeriksaan mata di RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang dan beberapa panti asuhan yang tersebar di Kota Malang. Pada penelitian ini didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan TIO yang signifikan antara ATDS dan ADS pada okuli dekstra (p = 0,065) dan okuli sinistra (p = 0,153). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan TIO yang signifikan antara ATDS dan ADS, serta tidak didapatkan perbedaan TIO berdasarkan perbandingan intraokular, usia, dan jenis kelamin pada masing-masing kelompok ATDS dan ADS sebagai secondary outcome pada penelitian ini.
MUTASI GEN β-GLOBIN PASIEN THALASSEMIA DI RSUD Dr. SOEDARSO KALIMANTAN BARAT Fitrianingrum, Iit; Windarti, Wiwik; Lestari, Desriani; Nevita
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.3

Abstract

Thalassemia beta (β) merupakan kelainan yang disebabkan oleh mutasi pada gen beta globin sehingga menyebabkan gangguan produksi hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (RBC). Frekuensi pembawa sifat thalassemia beta di Indonesia diperkirakan mencapai 3–10%, dengan variasi karakteristik alel yang berbeda pada setiap wilayah geografis. Pemeriksaan mutasi gen untuk diagnosis klinis thalassemia β di RSUD Dr. Soedarso Kalimantan Barat belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutasi gen thalassemia β di RSUD Dr. Soedarso Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik. Ekstraksi DNA dilakukan dari sampel darah, kemudian dilakukan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi mutasi pada ekson 1–3 gen hemoglobin sub unit beta (HBB), yang umum ditemukan di Indonesia. Produk PCR selanjutnya disekuensing menggunakan metode Sanger untuk menentukan urutan basa nukleotida, sehingga dapat dilihat jenis dan letak mutasi yang terjadi. Sebanyak 13 pasien dengan rentang usia 2–17 tahun dilibatkan, terdiri dari 8 laki-laki dan 5 perempuan. Hasil menunjukkan ada enam tipe mutasi dengan frekuensi: CD26 (G>A)/IVS-1-5 (G>C) 5 (38.4%), IVS-2-654 (C>T)/-28 A>G (c.78A>G) 4 (30 .7%) CD123/124/125 (-TTCT)/CD41/42 2 (15.4%) dan  homozigot IVS1-5 (G>C) 1 (7.6%). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi enam jenis mutasi gen β-globin pada pasien thalassemia dengan mutasi yang dominan ditemukan adalah IVS-1-nt5 (G>C) dan kodon 26 (G>A). Kombinasi mutasi langka seperti -28 A>G/IVS-2-nt654 (C>T) juga ditemukan. Pola mutasi yang bersifat heterogen kemungkinan dipengaruhi oleh latar belakang etnis yang beragam dan perkawinan antar suku. Studi ini memberikan bukti awal bahwa variasi mutasi gen β-globin  bersifat regional.  
Laporan Kasus: LESI BULOSA ATIPIKAL PADA PSORIASIS PUSTULAR GENERALISATA: SEBUAH KASUS JARANG Yosephine, Septina; Prawitasari, Suci; Yuniaswan, Anggun Putri; Retnani, Diah Prabawati
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.9

Abstract

Psoriasis Pustular Generalisata (PPG) merupakan varian psoriasis yang cukup jarang terjadi. Karakteristik penyakit ini berupa lesi pustular generalisata. Lesi bulosa merupakan lesi atipikal pada kasus PPG dan belum pernah dilaporkan sebelumnya. Tujuan laporan kasus ini untuk melaporkan kasus PPG dengan atipikal lesi bulosa. Seorang laki-laki usia 33 tahun dengan keluhan bintil berisi nanah di seluruh tubuh disertai demam yang muncul sejak 5 hari sebelumnya. Awalnya muncul bercak kemerahan pada seluruh tubuh setelah 2 hari mengonsumsi cefadroxil terkait keluhan sinusitisnya. Keluhan tersebut disertai gatal dengan VAS 6/10 dan nyeri VAS 7/10. Pemeriksaan status dermatologis di seluruh tubuh: pustul multipel di atas plak eritematosa, sebagian berkonfluens membentuk lake of pus dengan body surface area (BSA)  eritema 68%. Pada  regio scalp, alis, dan area retroauricula : skuama putih tipis kekuningan. Pada pemeriksaan mikroskopis didapatkan pustul steril dan laboratorium: leukositosis, eosinophenia, hipoalbuminemia, peningkatan C-reactive Protein (CRP). Perawatan hari ke 3 muncul lesi atipikal bula tegang pada beberapa area tubuh. Hasil histopatologi menunjukkan reaksi psoriasiform dengan microabses monroe dengan kesimpulan psoriasis vulgaris overlapping dengan PPG. Lesi atipikal bulosa yang muncul pada kasus ini menyulitkan dalam penegakkan diagnosis, sehingga pemeriksaan histopatologi sangat penting dilakukan. Hal ini dikarenakan PPG bersifat mengancam nyawa dan perbedaan dalam penatalaksanaannya dibandingkan dengan penyakit bulosa lainnya.
Tinjauan Literatur: POTRET ARAH KAJIAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI INDONESIA: STUDI LITERATUR Sejati, Amanda Puspanditaning; Lindasari, Sri Wulan; Dedah Ningrum
Majalah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2026): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2026.013.01.10

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang krusial dalam pemberian layanan kesehatan karena dapat memengaruhi efektivitas intervensi medis dan kepuasan pasien. Hal ini berlaku pula pada konteks pemberian layanan kesehatan di wilayah yang masyarakatnya beragam seperti Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren arah kajian komunikasi terapeutik di Indonesia dalam satu dekade. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan sumber data base Google Scholar dalam rentang waktu 2013-2023, dengan menggunakan kata kunci “komunikasi terapeutik” dan “Indonesia”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tren kajian komunikasi terapeutik kerap dihubungkan dengan hal berupa kecemasan dan kepuasan pasien, gambaran pengimplementasian komunikasi terapeutik juga banyak disoroti pada profesi perawat, dan popularitas kajian komunikasi terapeutik semakin meningkat sejak dimulainya pandemi COVID-19. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam penerapan, pengoptimalan, dan pembelajaran komunikasi terapeutik dalam bidang pelayanan kesehatan.
PENDIDIKAN KARAKTER PADA SEKOLAH SEPAK BOLA ALUBINTA SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN JIWA SPORTIVITAS PADA ANAK DAN REMAJA Putri, Frilya Rachma; Dearisa Surya Yudhantara; Zuhrotun Ulya; Kresna Septiandy Runtuk; Elvira Irene Tjahyadi; Maharani Dwi Utari; Monica Sari Devy; Fryzka Amalia; Mohammad Salman Farizi; Dewi Ratih Muslimah Samudra Putri
Majalah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2026): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2026.013.01.6

Abstract

Tragedi Kanjuruhan  menelan banyak korban termasuk anak dan remaja. Antusiasme kerumunan massa  disertai dengan psikologi perilaku massa dapat sangat sensitif, emosional, dan mudah terprovokasi dapat berdampak destruktif. Hal tersebut bertentangan dengan semangat olahraga yang berdasarkan sportivitas dan solidaritas. Oleh karena itu, diperlukan penanaman nilai sportivitas kepada seluruh elemen olahraga, termasuk pemain, pelatih, suporter, dan ofisial. Pendidikan karakter sejak dini menjadi langkah penting untuk membentuk sikap dan perilaku sportif pada anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan karakter serta menanamkan dasar pendidikan karakter sportif pada anak dan remaja di sekolah sepak bola. Intervensi dalam penelitian ini berupa program pendidikan karakter yang dilakukan dengan metode seminar yang menyasar tiga kelompok, yaitu peserta didik sekolah sepak bola, orang tua, serta pelatih dan manajemen sekolah sepak bola. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah seminar menggunakan pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anak dalam pengelolaan emosi, penanganan tekanan dan konflik teman sebaya, serta penerapan prinsip fairplay dalam olahraga (rerata nilai 64,57 menjadi 67,89). Ada peningkatan pengetahuan orang tua dalam teknik pengasuhan dan lingkungan keluarga yang mendukung pertumbuhan sportivitas peningkatan rerata nilai dari 70,96 menjadi 73,10. Selain itu, diketahui pelatih dan manajemen mengalami peningkatan rerata nilai dari 78,33 menjadi 80,00 dalam penerapan nilai sportivitas dan peran pelatih dalam pembentukan karakter. Sebagai kesimpulan, program pendidikan karakter dapat meningkatkan pengetahuan anak dan remaja, orang tua, serta pelatih dan manajemen mengenai sportivitas sehingga diharapkan dapat membentuk karakter sportif pada generasi atlet dan penggemar sepak bola masa depan.
Laporan Kasus: PENDEKATAN TATA LAKSANA HIV PUTUS OBAT DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK PADA PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK Gadys Rosandy, Milanitalia; Rahmi Priyanto, Tia
Majalah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2026): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2026.013.01.9

Abstract

Laporan nasional pada tahun 2023 menunjukkan jumlah kumulatif orang dengan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Indonesia mengidentifikasi 57.299 individu. Manifestasi klinis HIV dapat tumpang tindih dengan manifestasi penyakit autoimun. Laporan kasus ini mengevaluasi pendekatan tata laksana pasien HIV yang mengalami loss to follow-up (LTFU) dengan koinfeksi Lupus Eritematosus Sistemik (LES), suatu kombinasi yang jarang dilaporkan. Pendekatan multi-disipliner yang diterapkan meliputi deteksi dini infeksi oportunistik, inisiasi ulang ARV, pemberian profi-laksis, serta dukungan psikososial untuk meningkatkan kepatuhan dan mencegah LTFU berulang. Pendekatan ini menghasilkan kondisi stabil pada pasien. Hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi layanan medis dan pemantauan laboratorium berkala pada kasus HIV-LES dengan riwayat putus obat. Pada laporan ini dibahas mengenai berbagai implikasi klinis dan terapeutik yang kompleks serta pendekatan tata laksana peristiwa putus obat (LTFU) yang bertujuan untuk memaparkan pendekatan tata laksana pada pasien HIV putus pengobatan dengan infeksi oportunistik pada pasien Lupus Eritematosus Sistemik.    
RASIO EOSINOFIL-MONOSIT TIDAK BERKORELASI DENGAN MARKER DERAJAT PENYAKIT INFEKSI VIRUS DENGUE PADA ANAK Jatmiko, Safari Wahyu; Puspitasari, Metana; Widyastuti, Noor Hafida; Aisyah, Riandini
Majalah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2026): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2026.013.01.4

Abstract

Rasio Eosinofil-Monosit (REM) telah digunakan sebagai marker inflamasi yang berhubungan dengan derajat penyakit seperti stroke iskemik akut, gagal jantung, dan Grave’s disease, namun belum pernah dilakukan pada infeksi virus dengue (IVD). Eosinofil dan monosit berperan dalam patogenesis IVD dan terdapat laporan bahwa jumlah monosit berbanding terbalik dengan jumlah eosinofil pada kondisi inflamasi. Di sisi lain, platelet dan hematokrit merupakan bagian dari marker derajat penyakit pada IVD. Semakin berat derajat IVD semakin tinggi hematokrit dan semakin rendah platelet. Maka, penelitian mengenai REM dan penyusun REM yang dikaitkan dengan platelet dan hematokrit perlu dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi antara monosit dengan hematokrit, sel esoinofil dengan hematokrit dan platelet, dan REM dengan hematokrit dan platelet pada IVD anak. Metode penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta dari Desember 2023-2024 terhadap populasi pasien IVD di bawah 15 tahun, sesuai kriteria IVD WHO 2009, dan terkonfirmasi melalui tes antibodi anti-dengue. Pasien dengan riwayat gangguan homeostasis, komorbid, riwayat vaksinasi dengue, alergi, malignansi, kecacingan, atau sedang mengalami infeksi lainnya dikecualikan dari penelitian. Berdasarkan rumus besar sampel untuk uji korelasi Pearson  menggunakan transfor-masi Fisher’s Z didapatkan jumlah sampel sebanyak 50. Analisis monosit, eosinofil, REM, hematokrit, dan platelet dilakukan menggunakan Hematology Analyzer. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat korelasi antara monosit dengan Hct (r = 0,361, p = 0,001), namun tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara eosinofil dan REM dengan platelet dan hematokrit. Kesimpulan menunjukkan monosit berpotensi sebagai indikator derajat keparahan IVD, namun tidak dengan eosinofil dan REM.  
KORELASI ANTARA VOLUME DAN LOKASI PERDARAHAN, GLASGOW COMA SCALE, SERTA NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO DENGAN MORTALITAS PASIEN INTRACEREBRAL HEMORRHAGE Ariyanto, Zalzabila; Hairrudin; Putri, Komang
Majalah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2026): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2026.013.01.3

Abstract

Intracerebral hemorrhage (ICH) menjadi salah satu jenis stroke perdarahan dengan tingkat mortalitas yang terus meningkat sebesar 37% sejak tiga dekade terakhir. ICHidefinisikan sebagai cedera otak akibat ekstravasasi darah ke parenkim otak karena ruptur pembuluh darah otak. Mortalitas pasien ICH masih tinggi sehingga perlu diidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan mortalitas pasien ICH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan volume dan lokasi perdarahan, GCS, dan nilai NLR dengan mortalitas pasien stroke ICH di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2024. Data diperoleh melalui data sekunder rekam medis. Terdapat 132 subjek penelitian yang memenuhi kriteria. Sebagian besar mortalitas terjadi pada pasien ICH dengan volume perdarahan ≥30ml (65,7%) dan GCS 3-4 (45,7%). Hasil analisis multivariat menunjukkan ada korelasi antara volume perdarahan (p = 0,001) dan skor GCS (p = 0,001) dengan mortalitas pasien stroke ICH. Pasien dengan volume perdarahan ≥30ml memiliki risiko 5 kali lebih besar (OR 5,762) terhadap mortalitas pasien stroke ICH, sedangkan pasien dengan skor GCS 3-4 mempunyai risiko hampir 4 kali lebih besar (OR 3,964). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara volume dan skor GCS saat pertama kali datang ke rumah sakit dengan mortalitas pasien stroke ICH di RSD dr. Soebandi Jember. Melalui hasil penelitian ini, diharapkan tim medis dapat memberikan perhatian khusus terhadap pasien ICH dengan volume perdarahan ≥30ml dan atau memiliki skor GCS yang rendah.  
MEDICATION ADHERENCE, SELF-MOTIVATION, AND FAMILY PERSPECTIVES: A QUALITATIVE STUDY ON PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS CHALLENGES Ahmad, Verousson; Issaray, Disa Yuni Shabrina; Nilta Manzila; Kayla Amabel Lavina Pieter; Imanuel Yuerrico Subianto; Ahmad Azhar Marzuqi; Sri Soenarti; Aulia Rahmi Pawestri
Majalah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2026): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2026.013.01.7

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic illness that must be effectively managed to prevent complications. Medication adherence, self-motivation, and family support all influence the success of disease management. This qualitative study explored T2DM patients' experiences of medication adherence, self-motivation, and family perspectives on illness management. Data were collected through in-depth interviews with ten purposefully selected T2DM patients. Data analysis was conducted using the Colaizzi    method to identify emerging themes. The study found varying levels of medication adherence, with some patients strictly following medical instructions, while others were inconsistent due to boredom or a fear of medication side effects. Both intrinsic and extrinsic motivations play crucial roles in patient self-management. Family support, both emotional and instrumental, is crucial in helping patients maintain their medication routine and stabilize blood glucose levels. Medication adherence, self-motivation, and family support all play a crucial role in achieving successful diabetes control. Interventions that increase patient motivation and strengthen family support can enhance adherence and improve health outcomes in patients with T2DM.  

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2026): Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue