cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
EVALUASI JALUR PEDESTRIAN BAGI TUNANETRA TERHADAP PERSYARATAN TEKNIS DI KORIDOR JALAN SAM RATULANGI KOTA MANADO Sembor, Adrian; Egam, Pingkan P.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13484

Abstract

Jalur pedestrian merupakan salah satu ruang terbuka publik perkotaan harus dapat diakses oleh semua orang termasuk tunanetra. Salah satu jalur pedestrian bagi tunanetra terdapat di koridor Jalan Sam Ratulangi Manado, tetapi pada kenyataan tunanetra masih dipandu oleh orang yang dapat melihat dalam berjalan kaki. Jalur pedestrian bagi tunanetra ternyata belum sepenuhnya mengikuti persyaratan perancangan , dimana terdapat empat asas dalam menyediakan fasilitas dan aksesibilitas bagi tunanetra sesuai dengan Peraturan Menteri PU No.30/PRT/M/2006 yaitu keselamatan, kemudahan, kegunaan, dan kemandirian. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif rasionalistik dengan pendekatan metode deduktif. Data di analisis secara kuantitatif berdasarkan skala Likert. Populasi tunanetra di kota Manado tahun 2016 berjumlah 198 yang dipilih 67 orang sampel. Lokasi penelitian dibagi menjadi 14 segmen. Variabel dan indikator penelitian terdiri dari: (1) kriteria keselamatan (indikator permukaan pedestrian, kanstein, pagar pengaman, naik/turun penumpang, shelter, kanopi, pohon/tanaman peneduh) dan (2) kriteria kemudahan  (indikator ukuran dasar, jalur pemandu/(guiding block), jalur penghubung (ramp), tempat duduk/tempat istirahat, tanda/(sign), tempat sampah). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi jalur pedestrian bagi tunanetra terhadap persyaratan teknis di koridor Jalan Sam Ratulangi Kota Manado dari kriteria keselamatan belum sepenuhnya menjamin keselamatan bagi pengguna terutama bagi tunanetra. Demikian pula halnya dari aspek kemudahan, bahwa pelaksanaan beberapa elemen trotoar yang tidak sesuai persyaratan teknis menjadi hambatan bagi pengguna khususnya bagi tunanetra dalam mobilitas. Untuk itu disarankan bagi Pemerintah kota Manado agar  melakukan revitalisasi dengan cara menata kembali keberadaan elemen trotoar supaya sesuai dengan pedoman persyaratan teknis yang berlaku.   Kata Kunci : Evaluasi, Pedesterian, Tunanetra dan Persyaratan Teknis
MIXED-USE BUILDING DI KOTA MANADO. Symbiosis Arsitektur Alfian, Nur; Rengkung, Joseph; Syafriny, Reny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21299

Abstract

Manusia memiliki berbagai kebutuhan hidup, contohnya tempat tinggal, tempat kerja, dan tempat berbelanja. Keanekaragaman kebutuhan tersebut berpengaruh pada kebutuhan ruang untuk beraktivitas. Demi meningkatkan efisiensi kebutuhan-kebutuhan tersebut, dibutuhkan ruang yang mampu mewadahi beberapa fungsi sekaligus. Perancangan mixed-use building menjadi upaya dalam menyatukan beberapa fungsi sekaligus dalam satu bangunan. Perancangan mixed-use building bertujuan untuk menyediakan ruang yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia serta memberi kenyamanan bagi pengguna. Mixed-use building dirancang dalam bentuk perpaduan bangunan vertical dan horizontal yang menyatukan bangunan, kebutuhan manusia, serta ruang luar sebagai upaya mendukung perkembangan suatu kota. Perancangan mixed-use building ini menggunakan bentuk tercluster dimana pola yang di kelompokan berdasarkan persyaratan fungsional seperti ukuran ,bentuk,warna,jarak dan letak,  sebagai  suatu  bentuk  adaptasi  perancangan  terhadap  kondisi  lahan. Bangunan harus memiliki batasan sekaligus hubungan yang terkoordinasi meskipun kurang dalam hal keteraturan geometris dan sifat introvert bentuk-bentuk yanq terpusat, sebuah organisasi tersebar cukup fleksibel dalam menyatukan bentuk-bentuk dengan berbagai macam ukuran, bentuk dasar, dan orientasi ke dalam strukturnyaTema perancangan  mixed-use building ini adalah Symbiosis Arsitektur. Perancangan  mempertimbangkan kebutuhan ruang yang dirancang, lingkungan sekitar, serta pengguna bahan bangunan. Arsitektur simbiosis sebagai analogi biologis dan ekologis memadukan beragam hal kontradiktif, atau keragaman lain, seperti bentuk plastis dengan geometris,alam dengan teknologi, masa lalu dengan masa depan,dll. Simbiosis dalam arsitektur dicapai dengan prinsip ‘dan’, bukan ‘atau’ dalam suatu ruang antara (intermediate space).Fungsi hunian dan komersial pada bangunan menjadi alasan perancangan bangunan dengan luas bersih yang dirancang secara maksimal, demi meningkatkan prospek ekonomi bangunan. Bangunan dirancang dengan ketersediaan infrastruktur utilitas sebagai pendukung kebutuhan manusia dengan desain yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.Kata kunci: Mixed-Use Building, Cluster ,Symbiosis Arsitektur
GRAHA EKSPOSISI BUDAYA ISLAMI DI MANADO (Arsitektur Regionalisme Islam) Basalamah, Faldy; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i3.2931

Abstract

ABSTRAK Dewasa ini penduduk dunia makin padat yang juga berarti makin bertambah pula penduduk Islam di muka bumi termasuk di Indonesia yang sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia. Makin bertambah penduduk Muslim di Indonesia, bertambah pula penduduk Muslim yang ada di Sulawesi Utara khususnya di kota Manado. Penduduk muslim kota Manado merupakan campuran dari beberapa etnik kelompok yang berasal dari dalam maupun luar kota Manado sendiri yang juga membawa budaya mereka masing-masing. Adalah Islam sebagai agama pemersatu dari berbagai etnis dan etnik Muslim yang ada di Sulawesi Utara ini,dimana kebudayaan islam membuat kesatuan tentang aturan yang kemudian dipalikasikan ke dalam budaya mereka masing – masing. Berdasarkan hal tersebut diatas, ide untuk merancang  Graha Eksposisi Budaya Islami Di Manadodiangkat sebagai judul dalam tugas akhir. Graha Eksposisi Budaya Islami Di Manado disini merupakan tempat yang dapat menfasilitasi serta mengakomodasi segala kebudayaan serta kesenian Islami yang ada. Dengan adanya objek ini, kekayaan budaya Islami dapat ditampilkan, dipelajari, serta di identifikasikan untuk pengembangan dan pelestarian. Graha Eksposisi Budaya Islami Di Manado ini pula dapat menjadi tempat tujuan wisata untuk pengenalan budaya Islam. Berangkat dari keterkaitan antara budaya dan agama Islam maka dalam proses perancangan maka tema yang diambil dalam perencanaan ini Regionalime Arsitektur Islam yang dalam perencanaan ini diambil Regional Arsitektur Bolaang Mongondow yang kemudian digabung dengan prinsip – prinsip yang diperoleh dari ajaran agama Islam. Konsep ini berkaitan dengan bentuk serta fungsi objek yang harus sesuai dengan ajaran Islam serta berkaitan dengan arsitektur Bolaang Mongondow. Kota Manado yang mengadopsi kehidupan yang modern membutuhkan Graha Eksposisi Budaya Islami Di Manado untuk dapat mengingat, mempelajari dan menumbuh kembangkan ajaran kebudayaan-kebudayaan yang Islami dari masa lalu. Kata kunci : Islam, Kebudayaan, Arsitektur Bolaang Mongondow
REDESAIN PASAR TRADISONAL BERSEHATI MANADO. Arsitektur Tropis Pesisir Bataha, Danisa W. M.; Kumurur, Veronika A.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17274

Abstract

Pasar tradisional Bersehati merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Manado, dan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, perekonomian masyarakat dan pasar tradisional juga merupakan sumber pendapatan pemerintahan daerah melalui pajak terhadap pedagang. Namun seiring dengan berjalannya waktu, dan pertumbuhan ekonomi di kota Manado, pasar tradisional Bersehati sudah mulai tersaingi oleh keberadaan pasar-pasar modern. Masyarakat lebih memilih untuk berbelanja di pasar modern.Dan setelah dilakukan evaluasi terhadap pasar Bersehati yang menjadi masalah adalah lingkungan pasar tradisional yang  kumuh, kusam, jorok, bau, bangunan yang sudah mulai rapuh serta sistem utilitas yang kurang baik, membuat para pembeli merasa kurang nyaman ketika berbelaja di pasar tradisional Bersehati.Berdasarkan pertimbangan kondisi pasar tersebut, maka perlu dilakukan desain ulang (redesain) terhadap bangunan pasar tradisonal bersehati. Mengingat pasar tradisional Bersehati yang memiliki peranan penting di Kota Manado. Dalam perancangan objek ini menggunakan pendekatan kajian tipologi objek, kajian tematik, kajian tapak serta kajian lingkungan. Proses perancangan objek yang digunakan adalah proses desain yang dikembangkan oleh Jhon Ziesel (1981), dimana proses desain merupakan suatu pengulangan secara terus menerus dari siklus “imajinasi-presentasi-test”. Serta mengaplikasikan tema Arsitektur Tropis Pesisir pada bangunan pasar tradisional Bersehati, yang diharapkan mampu menghasilkan sebuah desain yang memberikan kenyamanan baik bagi para pembeli dan penjual pasar tradisional Bersehati.Kata Kunci: Redesain, Pasar Tradisional, Bersehati, , Arsitektur Tropis Pesisir
AKADEMI KULINER DI MANADO (IMPLEMENTASI KONSEP PRIVASI DALAM PERANCANGAN) Astuty, Kushelmy R.; Mastutie, Faizah; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8889

Abstract

Kegiatan masak-memasak biasanya dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga dan para wanita di dapur yang dijadikan suatu kegiatan sehari-hari di dalam rumah tangga, namun pada zaman globalisasi saat ini masak-memasak bukan lagi suatu kegiatan atau kebutuhan pokok, tetapi juga merupakan suatu karya seni dan gaya hidup. Pentingnya citarasa pada sebuah makanan menjadikan cara mengolah makanan menjadi hal yang penting, pengolahan makanan yang berkualitas tentunnya membutuhkan chef-chef hebat. Adanya Akademi Kuliner diharapkan para lulusan-lulusan SMA ataupun SMK jurusan tata boga bisa mengambil pendidikan dengan jenjang D3 dengan memiliki kualitas dan kuantitas terbaik serta akses kerja bertaraf internasional. Konsep yang digunakan dalam perancangan ini ialah konsep privasi, yang membutuhkan mekanisme personal space dan teritorial agar bisa mendapatkan ketepatan, kecepatan, dan rasa nyaman dalam kegiatan memasak dengan baik dan tepat. Metode yang digunakan ialah proses perancangan lima langkah dalam buku “Pengantar Arsitektur” oleh James C. Snyder dan Anthony J. Catanese, yang dimulai dari permulaan, persiapan, pangajuan usul,  evaluasi, dan tindakan. Dengan menggunakan metode tersebut maka tiap langkah akan melihat proses-proses sebelumnya untuk ditindaklanjuti. Hasil yang didapatkan dari perancangan ini ialah penempatan fasilitas service seperti tempat parkir di tempatkan di setiap massa agar tidak saling menggangu antar massa yang memiliki sifat ruang yang berbeda. Rancangan untuk ruang luar dibuat untuk terciptanya perilaku manusia yang tidak saling menerobos sifat-sifat massa yang berbeda, maka dari itu ruang luar menggunakan pola linear yang langsung mengarah pengguna untuk menuju objek yang diinginkan. Dengan pemilihan warna pada massa yang bisa merasakan adanya kenyamanan, semangat, natural, fokus, tegas, dan eksklusif dalam keprivasian. Dengan nilai-nilai privasi yang didapatkan dari persoal space dan teritorial maka objek perancangan ini akan menghasilkan bangunan yang bertujuan mengubah perilaku para peserta didik untuk lebih partisipasif dalam kegiatan belajar.   kata kunci : akademi kuliner, privasi, personal space, teritorial  
ORTHOPAEDIC DAN TRAUMATOLOGY CENTER DI MANADO “Sustainable Healthcare Architecture” Gontung, Anatasya T.; Egam, Pingkan P.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.14793

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki angka kejadian fraktur terbesar di Asia Tenggara sebanyak 1,3 juta setiap tahunnya dengan jumlah penduduk 238 juta jiwadi Indonesia. Tingginya morbiditas fraktur tulang dan trauma di Indonesia, khususnya Sulawesi Utara secara umum disebabkan beberapa faktor seperti :kelalaian manusia itu sendiri, kendaraan, jalan, maupun lingkungan, serta minimnya jumlah fasilitas khusus kesehatan tulang dan trauma di tengah lingkungan urban kota.Melihat kompleksnya permasalahan di atas dan semakin kuatnya dengan isu global warming, dimana pemakaian listrik di gedung rumah sakit menyumbang 37% total emisi CO2, maka perlu dipertimbangkan perancangan “sustainable”. Transformasi tema pada rancangan objek Orthopaedic dan Traumatology Center di Manado ini bertujuan untuk mewujudkan bangunan pusat sarana rujukan pelayanan kesehatan khusus, lengkap dan terpadu untuk penderita fraktur tulang dan trauma di Kota Manado yang menghadirkan rancangan lingkungan ekologi yang memberikan kesan alami, nyaman dan berkelanjutan secara holistik.Keberlanjutan bukan hanya kewajiban moral untuk penghematan energi, tapi dalam pendekatan desain itu sendiri bermanfaat untuk pasien yang mendorong penyembuhan secara holistik melalui pengelolaan ruang luar yang hijau dan asri, penataan taman untuk terapi physically dan rehabilitasi, penggunaan green roof, daylighting view, double skin facade, penanaman vegetasi alami dan memanfaatkan energi matahari melalui penggunaan solar panel sebagai cadangan energi.   Kata Kunci: Morbiditas, Fraktur, Trauma, Global Warming, Sustainable Heatlhcare.
PUSAT KREATIVITAS ANAK & REMAJA DI KOTA SORONG. Arsitektur Perilaku Januar C. Patetu; Aristotulus E. Tungka; Raymond Ch. Tarore
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24634

Abstract

Kreativitas merupakan suatu cara mengekspresikan, aktualisasi diri seorang individu khususnya kaum muda anak dan remaja di Kota Sorong. Kreativitas bersifat kompleks dapat berupa kesenian, kebudayaan maupun teknologi yang mana jika tidak diwadahi serta diarahkan dengan tepat akan mengakibatkan tidak berkembangnya kreativitas tersebut dan malah akan bersifat merusak. Bercermin dari potret realita dimana tidak tersedianya suatu wadah atau ruang publik bagi kegiatan kreativitas yang ada dikalangan kaum muda anak dan remaja di Kota Sorong, Pusat Kreativitas Anak & Remaja di Kota Sorong didesain untuk mewadahi seluruh aktivitas kegiatan kreativitas yang ada. Pusat Kreativitas sebagai ruang publik didesain dengan penerapan tema Arsitektur Perilaku yang mana dalam penerapannya disesuaikan dengan citra dan fungsi dari objek serta pola perilaku yang ada dikalangan anak & remaja di Kota Sorong. Sebuah ruang publik yang didesain selain memanfaatkan ruang dalam juga menghadirkan ruang luar yang guna mewadahi aktivitas kreatif outdoor serta event-event yang bersifat idealis. Kata kunci : Pusat Kreativitas Anak & Remaja di Kota Sorong, Arsitektur Perilaku
REDESAIN PASAR TRADISIONAL AMURANG “Optimalisasi Penerapan Konsep Pengelolaan Pasar” Wungow, Tesalonika M.; Mononimbar, Windy; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.4877

Abstract

ABSTRAK Kota Amurang merupakan ibukota Kabupaten Minahasa Selatan yang memiliki sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan perekonomian kabupaten. Salah satunya kawasan perdagangan yaitu pasar tradisional Amurang. Setelah dievaluasi dari tahun ke tahun kondisi pasar tradisional Amurang saat ini semakin menurun oleh karena berbagai masalah yang muncul berkaitan dengan pengelolaan pasar. Diantaranya, ketidakefektifan gedung pasar, pengolahan utilitas serta masalah kebersihan. Berdasarkan pertimbangan kondisi tersebut, maka pembangunan kembali (redesain) bangunan pasar tradisional Amurang sangatlah dibutuhkan apalagi mengingat pasar ini adalah satu-satunya pasar terbesar yang mewadahi masyarakat kota Amurang dan sekitarnya. Perancangan objek ini menggunakan pendekatan kajian tipologi objek, kajian tematik, dan kajian tapak dan lingkungan. Proses desain objek ini menggunakan proses desain generasi II yang dikembangkan oleh John Zeizel (1981), dimana proses desain merupakan suatu perulangan secara terus menerus dari siklus “imajinasi-presentasi-test”. Untuk mewujudkan gagasan ini, digunakan tema perancangan “Optimalisasi Penerapan Konsep Pengelolaan Pasar” dengan pengaplikasian strategi perancangan berdasarkan ketentuan pengelolaan pasar tradisional yang baik, sehingga menghasilkan sebuah desain yang memberikan kenyamanan bagi penjual dan pembeli sesuai dengan kegiatan yang berlangsung di dalam pasar.   Kata Kunci :   Pasar Tradisional, Pengelolaan Pasar, Redesain
PANTI ASUHAN BERKONSEP ISLAMI. Arsitektur Kontemporer Husnan, Sri M.; Prijadi, Rachmat; Anasiru, Mardan
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.18937

Abstract

Panti Asuhan atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak selama ini hanya berfungsi sebagai tempat untuk menampung atau memelihara anak-anak yatim, piatu, dan anak terlantar. Di sisi lain pembangunan Panti Asuhan yang bernuansa pendidikan masih jarang ditemukan. Meskipun ada beberapa Panti Asuhan yang sudah menerapkan sifat-sifat keagamaan, hal itu hanya sekedar didikan sehari-hari tanpa ada wadah untuk mengajarkannya dengan lebih spesifik lagi.Rancangan Panti Asuhan yang ada selama ini terkesan monoton, pemilihan Tema Kontemporer dapat menjadi sebuah hal yang bisa merubah persepsi tersebut sehingga terciptanya sebuah Panti Asuhan yang tidak hanya berguna, melainkan juga nyaman. Dengan hadirnya Panti Asuhan berkonsep Islami, anak-anak tersebut selain dibekali pendidikan formal, mereka juga dapat dibentuk kepribadiannya dan menerima pendidikan non-formal dalam suatu lingkup yang sama sehingga pengawasannya pun dapat lebih efektif.Hasil perancangan dibagi atas beberapa jenis, yakni Fasilitas Private, Fasilitas Semi Private, Fasilitas Publik, Fasilitas Service dan Halaman Terbuka dengan luas total  5029 m2.Kata kunci : Panti Asuhan, Islami, Kontemporer.
DISCIPLES HOUSE DI MANADO ‘Arsitektur Sakralisme’ Sumual, Peter N. Y. P.; Kindangen, Jefrey I.; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.10022

Abstract

Kristen adalah salah satu agama yang menganut paham monoteisme yang dilandaskan pada trinitas. Mengakui keesaan Tuhan dalam 3 pribadi, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus. Yesus Kristus adalah Allah Anak yang mengilhami pengikutnya untuk mencontoh cara hidupnya, dan kemudian pengikutnya disebut kristen. Dalam kekristenan terjadi sebuah ikatan hubungan yang dibangun antara Yesus dan murid-muridNya, kemudian ikatan itu diteruskan murid - muridNya untuk membentuk murid yang baru. Pola ini terus berlanjut hingga agama kristen tersebar luas dan tertanam. Pada era masa kini pola hidup kristen mula-mula mulai berangsur punah, dikarenakan kristen bukanlah menjadi pilihan tetapi menjadi budaya dalam turunan. Sehingga banyak nilai – nilai integritas dalam kekristenan tidak lagi muncul. Disciples House menjadi rumah bagi kegiatan pemuridan sebagai peringatan akan kehidupan kekristenan mula – mula, namun kegiatan didalamnya lebih berkembang karena dituntut oleh budaya kontemporer. Demi menonjolkan sifat dari Disciples house ini maka didekatkan Arsitektur Sakralisme sebagai mentor dalam proses perancangan yang bertindak sebagai tema perancangan. Arsitektur Sakralisme dituntut dapat membawa kejayaan bahwa agama adalah sebuah pilihan lewat pengalaman yang akan diberikan melalui bentuk, ruang dan struktur. Kata Kunci : Integritas, Disciples House, Arsitektur Sakralisme.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue