cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 892 Documents
KONSEP TAMAN HIBURAN TEMATIK di KOTA MANADO (Pendekatan Architecture for Fun) Awaeh, Junita; Kumurur, Veronica A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i2.2404

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan akan hiburan dan rekreasi merupakan satu hal yang selalu ingin dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.  Pada kenyataannya, fasilitas rekreasi yang ada di Kota Manado terbilang kurang. Sarana rekreasi seperti tempat wisata tersebar di beberapa tempat dan belum semuanya tertata dengan baik. Secara khusus,  fasilitas permainan berkualitas dengan skala besar, jenis permainan yang banyak dan menarik dengan berbagai macam  jenis permainan dengan fungsi yang berbeda belum tersedia di Manado. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka dirasa perlu untuk menghadirkan suatu wadah yang dapat menampung kebutuhan masyarakat akan hiburan dan rekreasi untuk segala lapisan umur. Wadah yang dianggap cocok dan layak untuk dihadirkan sebagai sarana ini adalah Taman Bertema. Untuk inilah maka diajukan sebuah gagasan perancangan berupa Manado Theme Park yang merupakan jenis sarana hiburan dan rekreasi bersama dengan Architecture for Fun sebagai pengoptimalisasian tema yang diangkat. Diharapkan gagasan perancangan ini bisa menjadi solusi yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat akan sarana hiburan dan rekreasi. Kata kunci: Manado, Theme Park, Fun.
TAMAN BUDAYA BOLAANG MONGONDOW DI KOTAMOBAGU. “ARSITEKTUR SEBAGAI SIMBOL BUDAYA” Kangiden, Teguh K. P.; Sela, Rieneke L.E.; Rengkung, Michael M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17092

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak suku bangsa, adat budaya, yang harus dijaga kelestariannya, seperti tertera dalam undang-undang nomor 5 tahun 1992 yang berisi tentang; bahwa benda cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan sehingga perlu dilindungi dan dilestarikan demi pemupukan kesadaran jati diri bangsa dan kepentingan nasional, untuk itu salah satu yang dilakukan seperti menghadirkan taman budaya di Kotamobagu. Perancangan taman budaya bertujuan sebagai tempat  berbagai macam kegiatan seni dan budaya yang bersifat edukatif, rekreatif dan informatif, dengan metode perancangan seperti pendekatan tematik arsitektur sebagai simbol budaya, pendekatan tipologi objek, pendekatan lingkungan, wawancara, studi komparasi, dan opini. Perancangan taman budaya dengan pendekatan tematik yaitu arsitektur sebagai simbol budaya membuat suatu rancangan yang mencerminkan nilai-nilai budaya, pada rancangan ini yang berlokasi di Kotamobagu sehingga budaya tersebut diangkat atau diterapkan pada perancangan taman budaya yaitu budaya Kotamobagu atau Bolaang Mongondow. Konsep perancangan yang digunakan seperti konsep berbalas pantun atau masyarakat Kotamobagu mengenal dengan sebutan salamat, dimana konsep ini seakan-akan bangunan saling berbalas bentuk. Konsep penerapan kabela dimana mengunakan salah satu gerak dari tari kabela yang melingkar, gerak tersebut diaplikasikan dalam konsep perancangan taman budaya dimana gerak melingkar tersebut akan mencangkup semua aktifitas dalam taman budaya. Kabela dari segi tampilan memiliki motif khas berupa bentuk-bentuk geometri, bentuk bunga dan bentuk lainnya. Motif tersebut diaplikasikan pada bangunan sebagai fasad. Hasil perancangan taman budaya ini adalah salah satu bentuk sarana untuk memfasilitasi kegiatan kesenian dan kebudayaan yang ada di Bolaang Mongondow khususnya di Kota Kotamobagu.Kata Kunci : Taman Budaya, Arsitektur, Simbol Budaya
PUSAT PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN ANAK AUTIS DI MANADO ‘IMPLEMENTASI METODE LOVAAS TERHADAP RUANG DALAM ARSITEKTUR’ Walelang, Rimer P. A.; Andries, Fredrik T.; Mononimbar, Windy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.7744

Abstract

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang, memiliki anak yang sehat tanpa kekurangan merupakan impian setiap pasangan, Namun tidak semua anak terlahir dengan sempurna tetapi ada juga anak yang lahir tidak sempurna yang terkadang sulit di terima oleh orang tua dan lingkungan sekitar, salah satu contohnya adalah anak Autis. Di Manado Autisme sudah sangat dikenal oleh masyarakat luas, tapi masih banyak juga yang belum mengetahui bahwa kelainan ini bisa disembuhkan, itu dibuktikan dengan masih kurangnya sekolah atau yayasan yang menangani / melakukan proses terapi penyembuhan kepada anak – anak autis. Menghadirkan suatu bangunan / fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan pendidikan serta mengembangkan potensi dan prilaku anak autis serta menjadi tempat untuk mendapatkan informasi mengenai autisme bagi masyarakat luas. Menyediakan wadah yang bisa menampung aktivitas – aktivitas  yang berhubungan dengan anak autis itu sendiri, sehingga anak autis dapat berkembang dan dapat diterima oleh masyarakat. Dalam rancangan objek “Pusat Pendidikan Dan Pengembangan Anak Autis Di Manado” ini menggunakan tema “implementasi metode Lovaas terhadap ruang dalam arsitektur”, dimana metode Lovaas merupakan metode yang sering dilakukan para terapis/guru untuk penyembuhan / terapis bagi anak – anak autis dan anak – anak yang berprilaku khusus lainnya, yang kemudian dituangkan dalam perancangan ruang dalam serta sirkulasi dalam bangunan, sehingga arsitektur dapat berperan dalam proses penyembuhan anak autis. Kata Kunci : Pusat Pendidikan, Pengembangan Anak Autis, Metode Lovaas.
RENTAL OFFICE DI KOTA MANADO ‘PENERAPAN KONSEP PAUL RUDOLPH’ Rembet, Gerald N.; Tinangon, Alvin J.; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14090

Abstract

Pada tahun 2012 Kota Manado di juluki kota Ekowisata, tak salah perkembangan kota di bidang ekonomi semakin berkembang, terbukti dengan terciptanya peluang – peluang pekerjaan dan juga perkembangan kota yang dimulai dari reklamasi pantai untuk menciptakan satu kawasan bisnis yang dimana kawasan itu diberi julukan BOB (boulevard on bisnis). Untuk mendukung terciptanya kawasan itu, maka dengan itu penulis mencoba menghadirkan bangunan rental office yang didalamnya terjadi kegiatan bisnis dan sebagainya, dengan tujuan agar menjadi bangunan yang dimana menjadi pencetus bangunan bisnis perkantoran di kota manado. Konsep desain Paul Rudolph merupakan salah satu konsep yang dihadirkan dengan tujuan bangunan rental office ini dapat menjadi ciri khas dari kawasan perekonomian yang nantinya akan dibangun. Tempat yang representatif dan sebuah karya arsitektur yang berkualitas merupakan tujuan utama di bangunnya Rental office di Kota Manado dengan Penerapan Konsep paul Rudolph. Pendekatan yang digunakan dalam merancang bangunan ini adalah pendekatan terhadap tipologi objek, tematik, dan kajian terhadap tapak. Sedangkan untuk proses perancangan diaplikasikan proses perancangan generasi II yang dikemukakan oleh John Seizel. Fasilitas yang tersedia dalam objek rancangan ini terdiri dari fasilitas perkantoran dan penunjang. Terdapat juga fasilitas pengelola, dan fasilitas komersial berupa restoran. Analisa terhadap tapak dilakukan berdasarkan beberapa aspek klimatologi, keunikan lahan, dan topografi lahan. Sedangkan analisa terhadap gubahan bentuk arsitektur ditinjau dari beberapa aspek, seperti bentuk dan ruang, struktur dan utilitas, serta konsep ruang luar dan ruang dalam. Secara keseluruhan, Rental office ini merupakan sebuah perancangan bangunan dengan skala pembangunan sedang yang memfokuskan pada perancangan bangunan yang tidak merusak daerah pesisir pantai dan lingkungan sekitar bangunan. Kata kunci: Rantal office, Paul Rudolph, Kota Manado..
RELOKASI PASAR TRADISIONAL AMURANG. Arsitektur Post Modern Tilaar, Tiovany J.; Supardjo, Surijadi; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23825

Abstract

Di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat  beberapa pasar tradisional, salah satunya adalah Pasar Tradisonal Amurang  yang terletak di pusat perkotaan Amurang, tepatnya di Kelurahan Uwuran Satu. Permasalahan yang dihadapi saat ini antar lain prasarana dan sarana yang sangat minim, ketidaknyamanan berbelanja (kumuh, semrawut, becek, kotor) serta pedagang yang semakin menjamur. Selanjutnya dalam RTRW  Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2014-2034, Pasar Tradisional Amurang ini akan direlokasi ke desa Bitung di area perkebunan yang berbatasan dengan Desa Kilometer Tiga. Oleh karena itulah perlu dibuat rancangan Pasar Tradisional Amurang yang baru. Metode perancangan Pasar Tradisional Amurang ini mengikuti metode desain generasi satu dari Christopher Alexander. Tema yang dipakai dalam merancang  Relokasi Pasar  Tradisional Amurang  ini yaitu Arsitektur  Post Modern bergaya Double CodingDari hasil perancangan yang telah dilakukan , dihasilkan rancangan pasar tradisonal Amurang yang  terdiri dari dua lantai, dimana terdapat dua area belanja yaitu pasar basah dan pasar kering . Sirkulasi dalam bangunan pasar yaitu berpola Grid. Sirkulasi kendaraan di luar bangunan berpola Linier menerus untuk menghindari terjadinya crosing  Area parkir diletakkan di sekeliling bagunan pasar untuk memudahkan pencapaian ke dalam bangunan. Sistem pencahayaan dan penghawaaan sebagian besar menggunakan pencahayaan dan penghawaan alami. Struktur bangunan utama  menggunakan struktur rangka kaku dengan material beton bertulang.  Kata Kunci :   Pasar Tradisional, Relokasi, Post Modern 
SEKOLAH TINGGI ILMU DESAIN DI MANADO. Arsitektur Regionalisme Tuwaidan, Christine N. G.; Rengkung, Joseph; Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23689

Abstract

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi mempermudah para masyarakat untuk mengakses informasi, secara tak langsung, hal ini tentunya mendorong masyarakat khususnya para generasi muda saat ini untuk lebih berkreatifitas lagi dalam mengekspresikan minat, bakat dan talenta mereka, seperti dalam bidang yang berkembang saat ini yaitu seni mendesain sebagai suatu tindakan kreatif. Desain merupakan proses perancangan yang melibatkan kreatifitas manusia yang bertujuan dalam membuat sesuatu benda. Perancangan sebuah desain yang unik juga dapat berperan sebagai image brand dikalangan masyarakat luas.Perkembangan kota Manado saat ini belum terdapat tempat yang mampu menawarkan edukasi khusus Ilmu Desain. Sehingga perancangan Sekolah Tinggi Ilmu Desain di Manado dianggap layak untuk didirikan sebagai salah satu sarana pengembangan pada sektor pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia di Kota Manado. Dengan penerapan tema Arsitektur Regionalisme, maka dirancang objek ini mengikuti perkembangan jaman yang lebih modern tanpa meninggalkan kebudayaan daerah sehingga ada keharmonisan antara nilai seni tradisional dan seni modern. Kata kunci : Sekolah Tinggi Ilmu Desain, Arsitektur Regionalisme, Kota Manado
MUSEUM MUSIK TRADISIONAL DI MANADO. Gesture dalam Arsitektur Namare, Krystyenson; Siregar, Frits O. P.; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17596

Abstract

Dunia musik di Indonesia telah menunjukan pertumbuhan yang sangat pesat terutama dalam musik tradisional. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya berbagai kelompok musik tradisional.musik tradisional mulai masuk di Indonesia sejak jaman hindu – budha dan terus berkembang sampai saat ini. Ironisnya, musik tradisional kurang  dikenal oleh masyarakat terlebih para pemuda penerus bangsa. Karena itu, kehadiran fasilitas rekreasi dan edukatif, dalam bentuk museum musik tradisional, diperlukan untuk lebih memperkenalkan tradisi musik tradisional kepada masyarakat terlebih di kota Manado.Pada objek desain ini menggunakan beberapa pendekatan desain, terutama dalam bentuk studi tentang tipologi objek, tapak dan lingkungannya, dan studi tematik. Secara khusus, pendekatan tematik didasarkan pada studi tentang “ Gesture DalamArsitektur “. Tema ini diterapkan karena memiliki keterkaitan dengan musik tradisional yang mempunyai gesture atau Bahasa non-verbalnya sendiri.Berdasarakan pendekatan, terutama proses tematik, hasil desain merupakan bangunan museum musik tradisional. Nilai signifikan bangunan ini mengarah pada bentukan bangunan dan pola penataan ruang, yang bertujuan menghadirkan sarana edukatif dan rekreasi bagi pengunjung, terutama masyarakat kota Manado.Kata kunci : Museum Musik Tradisional Di Manado, Manado, Gesture Dalam Arsitektur.
Redesain Gedung Pingkan Matindas di Manado “Pluralistik Dalam Arsitektur Post Modern” Runtu, Andri R.; Waani, Judy O.; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8897

Abstract

Perkembangan peradaban dunia terus melaju untuk setiap waktunya. Adapun hal ini berimbas pada tersajinya beragam alternatif hiburan bagi kalangan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat Kota Manado dimana kecenderungan perilaku masyarakatnya lebih menyukai hiburan yang konsumtif. Berbagai macam latar belakang dari masyarakat penghuni Kota Manado ini menandakan ada beragam pula tingkah laku, pola hidup, kesenian, serta kebiasaan-kebiasaan lainnya. Dan salah satu dari ragam latar belakang yang layak diangkat sebagai hiburan yang konsumtif serta edukatif adalah kesenian. Tanggapan atas kebutuhan ini memunculkan gagasan untuk menyediakan tempat yang dapat menampilkan serta membantu proses pelestarian dan perkembangan berbagai kesenian yang ada di Kota Manado. Melihat kurang maksimalnya fungsi yang berjalan pada salah satu gedung kesenian di Manado, dalam hal ini Gedung Kesenian Pingkan Matindas, maka diperlukan penyegaran kembali, dalam bentuk redesain. Redesain Gedung Pingkan Matindas di Manado kali ini dilakukan dengan pendekatan tema Pluralistik Dalam Arsitektur Pos Modern. Pendekatan dengan tema ini diharapkan dapat membantu menata dengan teratur keragaman kesenian yang ada di Kota Manado. Untuk menghadirkan objek desain, maka perancangannya akan melewati tahapan-tahapan analisa hingga transformasi yang melibatkan banyak aspek perancangan. Tujuannya adalah menghadirkan Gedung Kesenian Pingkan Matindas yang baru yang dapat menjalankan fungsi utamanya dengan lebih maksimal lagi dari sebelumnya, sekaligus sebagain pilihan hiburan yang edukatif bagi masyarakat Kota Manado. Kata kunci: Redesain, Gedung Kesenian,Pluralistik danArsitekturPos Modern
SEKOLAH TINGGI MODE DI MANADO. KESAMAAN TEKNIK EKSPLORASI BENTUK ESTETIKA DALAM ARSITEKTUR DAN MODE Siridaeng, Holy V.; Tondobala, Linda; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15361

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan sandang atau busana merupakan kebutuhan primer yang kini memiliki banyak fungsi sehingga memunculkan tren mode berbusana di dunia dan membuka banyak peluang kerja di bidang mode. Perkembangan ini tentunya harus didukung dengan SDM yang berkualitas di bidang mode yaitu sarana pendidikan seperti Sekolah. Manado salah satu kota tujuan masyarakat dari berbagai daerah Sulawesi utara dan sekitarnya untuk merantau dan menuntun ilmu, juga menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki respon baik dalam dunia mode sehingga kota manado memerlukan sarana pendidikan tingkat tinggi (S1) di bidang Mode. Dengan tujuan merencanakan suatu sarana pendidikan tinggi di bidang mode yang dapat mewadahi kebutuhan pendidikan yang lebih edukatif dan atraktif dengan penerapan tema kesamaan teknik eksplorasi bentuk estetika dalam arsitektur dan mode yang tidak hanya mementingkan nilai fungsional namun juga mengedepankan nilai estetika maka diharapkan sekolah tinggi mode di manado dapat menjadi suatu objek arsitektural yang dapat mewadahi kebutuhan masyarakat serta dapat meningkatkan citra kota manado dalam bidang mode. Kata Kunci           : Estetika, Mode, Sekolah Tinggi,
HOTEL HAJI DI MANADO. Arsitektur Modular Riandi A. Supardjo; . Sangkertadi; Linda Tondobala
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25048

Abstract

Kondisi Kota Manado sekarang ini yang semakin membaik dan lebih konduktif dengan terjaminnya keamanan dalam melakukan semua kegiatan termasuk dalam melaksanakan salah satu rukun islam yang kelima yaitu naik haji bagi yang mampu, membuat semakin banyak masyarat yang memiliki keinginan untuk melaksanakan ibadah haji dengan aman dan nyaman. Agar tidak terjadi permasalahan nantinya, maka dibutuhkan sebuah wadah yang mampu menampung para calon jamaah haji sekaligus sebagai tempat untuk para jamaah haji ini belajar mengenai tata cara melaksanakan ibadah haji dengan benar. Untuk membuat para jamaah haji semakin mendalami pembelajarannya maka akan dihadirkan suatu tema perancangan yaitu Arsitektur Modular dengan konsep Islami sehingga dapat dirancangnya sebuah wadah untuk memfasilitasi fasilitas pada musim haji dan diluar musim haji yaitu sebuah Perancangan Hotel Haji di Manado. Kata Kunci : Kota Manado, Hotel Haji, Arsitektur Modular

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025 Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue