cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
TAMAN WISATA RELIGIUS ‘INTIMACY DESIGN’ Kandoli, Conny; Rogi, Octavianus H. A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i2.2406

Abstract

ABSTRAK Kota manado merupakan salah satu  kota dengan eksistensi mayoritas pemeluk agama Kristen. Pada tahun 2010 tempat peribadatan umat Kristen tercatat sebanyak 544 gereja. mencermati perkembangan tersebut maka dihadirkan suatu sarana ekskursi yaitu Taman Wisata Religi Gunung Tumpa di Manado. Objek ini bersifat pelengkap bagi objek wisata lainnya, Objek yang pernah direncanakan oleh pemerintah dan belum sempat terealisasi ini berlokasi di kawasan Gunung Tumpa sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Bukit Doa dan Hutan Kota Gunung Tumpa tahun 2008. Dalam  realitas proses berpikir khususnya dalam menganalisa dan mengambil keputusan, tidak saja secara kaku terikat, namun terstruktur dan terurut rapi secara kronologis. Pada desain ini perancang menggunakan dua fase penggembangan. Fase penggembangan pertama yaitu perancang melakukan pendekatan lewat kajian tematik, kajian tipologi, dan kajian lokasi. Selanjutnya menghasilkan konsep-konsep arsitektural yang akan diterapkan pada fase ke dua. Fase ke dua adalah fase kreatifitas dan produksi desain. Dalam produksi desain perancang menggunakan metode desain Horst Rittle lewat aktivitas “Variety Generation - Variety Reduction”. dalam aktifitas ini perancang akan menghasilkan beragam problem statement serta melakukan sebuah prediksi tentang solusi yang dikembangkannya, mengevaluasinya dan memilih alternatif yang dipandang paling optimal dan nantinya mampu menghasilkan suatu produk desain konseptual. Objek perancangan dengan massa majemuk ini memiliki pola sirkulasi linier dan pola penataan di desain menyesuaikan dengan topografi dari kawasan gunung tumpa. Adapun tiga unsur Intimacy Design yang hadir dalam desain yaitu Intim dengan Tuhan lewat menghadirkan sacred zone sebagai pusat kegiatan , Intim dengan sesama manusia dimana ibadah sebagai ruang untuk interaksi (sharing and caring)  dan Intim dengan lingkungan yang nantinya elemen-elemen alam sebagai pembentuk pola perilaku interaksi. Kata kunci : Taman Wisata Religi, Intimacy Design, Varietas Generation
MANADO CHRISTIAN COMMUNITY CENTER. Arsitektur Simbolisme Manaroinsong, Keren E.; Makainas, Idradjaja; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17257

Abstract

Kota Manado adalah sebuah kota yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat. Kota Manado kini berkembang menjadi sebuah kota maju dan  semakin berkembang. Hal ini ditandai dengan makin banyaknya investor menanam modalnya di wilayah Kota Manado. Dengan demikian tentu saja hal tersebut memacu roda industri didaerah ini yang ujungnya bermuara kepada pembukuan lapangan pekerjaan baik sektor formal maupun informal. Hal ini tentu saja mengundang banyak kaum urbanis yang berbondong-bondong tiap tahunnya untuk datang ke Kota Manado. Jumlah penduduk yang  meningkat tiap tahunnya tentu saja membutuhkan fasilitas umum, antara lain adalah fasilitas kesehatan, fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan, fasilitas transportasi dan fasilitas institusi Pendidikan (TK, SD, SLTP, SLTA, Perguruan Tinggi). Namum belum adanya suatu fasilitas umum yang berkaitan dengan aspek sosial-spiritual. Manado Christian Community Center merupakan sebuah tempat/wadah yang menampung aktifitas masyarakat Kristen dalam aspek sosial, rohani-edukatif, dan juga rekreatif. Sebuah community center didalamnya terdiri dari perpustakaan umum, museum rohani mini, studio music, internet caffe, convention hall, amphitheater dan mungkin beberapa fasilitas publik lainnya yang terangkum dalam suatu kawasan yang dilengkapi oleh penataan ruang luar yang baik. Dengan mengambil tema Arsitektur Simbolisme, akan dibuat Christian Community Center yang cukup berbeda dengan Christian Community Center yang lainnya,  dimana bangunan ini akan mengacuh pada simbol-simbol kekristenan dengan estetika interior dan strukturnya akan sangat menarik dan memperjelas fungsi dari bangunan tersebut. Begitu pula dengan karya-karya arsitektural yang juga merupakan kumpulan dari elemen-elemen pembentuk yang memiliki suatu makna/arti dapat menjadikan Manado Christian Community Center sebagai tempat yang mewadahi aktifitas pertemuan, berkomunikasi, dan bertukar pikiran, saling memberikan informasi dan  pengetahuan kekristenan, serta saling menunjang dengan fungsi lainnya untuk menjadikan Manado Christian Community Center sebagai sarana yang menunjang ifrastruktur perkembangan Kota Manado.Kata Kunci : Chritian Community Center, Masyarakat, Architecture Symbolisme,   Manado.
APARTEMEN DI MANADO (BIOCLIMATIC ARCHITECTURE) Suawa, Archie I. M.; Kindangen, Jefrey; Betteng, Luther
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8880

Abstract

Kota Manado memiliki perkembangan dan kemajuan yang pesat di berbagai bidang, sehingga Kota Manado diserbu oleh pendatang dari berbagai daerah untuk mencari kerja. Kebutuhan dan permintaan tempat tinggal semakin meningkat akan tetapi lahan untuk membangun perumahan hanya tersisa di pinggiran Kota saja. Apartemen menjadi jawaban akan kebutuhan tempat tinggal bagi warga Kota Manado dan sekitar, karena apartemen di Kota Manado masih sedikit,Penerapan konsep Bioclimatic Architecture pada apartemen diharapkan dapat menghemat energi dalam operasional dan kenyamanan penghuni dapat tercapai.Dengan menggunakan metode perancangan yang meliputi 3 aspek pendekatan dan proses desain generasi II. Unit yang tersedia pada apartemen ini ada 3 jenis, yaitu tipe studio, tipe 2 bedroom dan tipe 3 bedroom. Terdapat juga fasilitas penunjang seperti restaurant, café, fitness center, ATM gallery, swimming pool dan juga tempat parkir. Beberapa analisa yang digunakan adalah analisa klimatologi, sirkulasi, finansial dan juga analisa terhadap bentuk. Secara keseluruhan perancangan Apartemen di Manado dengan tema Bioclimatic Architecture ini merupakan sebuah perancangan skala besar. Dalam konsep apartemen ini memiliki sekitar 20 lantai dan berlokasi di pusat kota, sehingga memiliki beberapa dampak terhadap lingkungan sekitar, baik segi ekonomi, social maupun lingkungan. Kata kunci: Apartemen, Bioclimatic Architecture, Kota Manado.
STADION SEPAKBOLA INTERNASIONAL DI MANADO. Hi Tech Architecture Sepang, Riesto Y.; Rate, Johannes Van; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21304

Abstract

Olahraga sepakbola berkembang menjadi olahraga yang sangat popular serta menjadi sebuah hiburan/entertainment yang biasa dinikmati siapa saja didunia.Perkembangan sepakbola didunia tidak lepas dari dukungan klub-klub yang ada, melalui kompetisi yang diadakan setiap tahunya. Melalui kompetisi inilah klub-klub tersebut mengasah kemampuan timnya agar terus berprestasi. Indonesia sebagai salah satu Negara yang berkembang, terutama mengenai sepakbola mencoba terus berusaha meningkatkan mutu persebakbolaan yang sudah ada. Keterlinbatan pemerintah dan masyarakat yang peduli terhadap kemajuan persepakbolaan di Indonesia,menjadikan sepak bola terus berkembang sampai saat ini.Di kota Manado mempunyai stadion sepakbola yaitu stadion Klabat yang menjadion tuan rumah klub sepakbola PRESMA. Namun apabila melihat animo yang besar pada sepakbola dikota Manado, maka perlu adanya stadion baru yang mampu memenuhi kebutuhan animo yang besar dan persyaratan sebagai stadion yang memiliki skala pelayanan baik nasional maupun internasional. Mengingat di Manado hanya stadion klabat yang mewadahi kompetisi sepakbola yang ada dimanado serta sudah tidak layaknya stadion klabat karna bangunan yang sudah tua dan tidak sesuai standart serta lokasinya berada tepat ditengah pemukiman warga sehingga sudah tidak ada lagi lahan parkir untuk para supporter yang ingin menyaksikan pertadingan sepakbola.Oleh sebab itulah pembangunan stadion baru adalah alternative untuk memecahkan masalah tersebut.Stadion sepakbola di Manado ini nantinya merupakan upaya memenuhi kebutuhan sepakbola pada wilayah Manado khususnya dan juga dan juga dapat menunjang wilayah lain disekitar kota Manado maupun provinsi Sulawesi Utara Kata kunci       : Kota Manado, Stadion ,Internasional,sepakbola , High –Tech
LIBRARY AND LEARNING CENTRE DI MANADO. Arsitektur Organik Timporok, Hanna V.; Mononimbar, Windy J.; Gosal, Pierre H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23693

Abstract

Perkembangan teknologi dan Fenomena gaya hidup masyarakat saat ini yang dengan kemunculan berbagai pusat belanja dan komersil tampak lebih menarik dibandingkan dengan sarana edukasi seperti fasilitas membaca dan membawa dampak pada minat baca masyarakat yang perlahan-lahan berkurang. Persaingan di era globalisasi membuat kebutuhan pendidikan harus terus berkembang. Untuk mendukung kegiatan pendidikan, siswa mencari tambahan pengetahuan dengan mengikuti pendidikan non formal, seperti bimbingan belajar dan kursus-kursus. Sehingga lewat perancangan Library and Learning Centre ini menjadikan objek ini sebagai wadah Pembelajaran yang berisi perpustakaan dengan konsep pustaka sebagai wisata baca serta menyediakan pusat sumber belajar berupa tempat bimbingan belajar dan kursus sebagai fasilitas alternatif belajar bagi masyarakat Kota Manado guna membuat siswa lebih berprestasi yang saling terintegrasi dengan fasilitas penunjang. Dalam perancangan Library and Learning Centre di Manado, Penerapan arsitektur organik pada rancangan menghasilkan rancangan arsitektural sesuai fungsi dari objek perancangan yang selaras dengan alam sekitarnya melalui penataan massa, ruang luar dan dalam serta penggunaan material-material alami dan pemanfaatan energi-energi alam. Kata kunci: Library, Learning Centre, Arsitektur Organik
PERPUSTAKAAN YAYASAN KRISTEN EBEN HAEZAR MANADO. Space as Language Muaya, Richie; Rogi, Octavianus H. A.; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17472

Abstract

Perkembangan teknologi yang cukup pesat saat ini menyajikan beragam pilihan hiburan bagi pelajar di Kota Manado dan sekitarnya terlebih bagi siswa siswi Yayasan Eben Haezar. Dimana kecenderungan hiburan saat ini adalah pilihan hiburan yang konsumtif. Maka diperlukan perancangan suatu sarana yang tidak hanya bisa menghibur tapi sekaligus bersifat edukatif dan informative, yaitu Perpustakaan. Perpustakaan didesain dengan konsep yang fleksibel dan adaptif terhadap gaya hidup pelajar yang diaplikasikan dalam waktu dan fasilitas-fasilitasnya. perpustakaan dirancang dengan suasana yang menyenangkan, betah, dan privat sehingga pengunjung dapat membaca dengan suasana akrab seperti di rumah sendiri. Pemilihan site didasarkan pada pertimbangan karakteristik area dengan tingkat aktifitas yang tinggi. Berdasarkan tema Space as Language memungkinkan pengunjung untuk memperoleh pengalaman meruang yang berbeda saat melakukan aktifitas. Aplikasi tema ini terdapat pada pengolahan ruang dan bentuk arsitektural. Setiap  bagian dari tahap ini memiliki fungsi ruang dengan suasana yang membawa pengalaman berbeda-beda bagi pengunjung. Akhirnya tujuan dari perancangan Perpustakaan Yayasan Eben Haezar ini adalah untuk menyebarkan kesenangan akan membaca, menumbuh-kembangkan kebiasaan membaca dan mencari informasi yang menyenangkan, dengan menawarkan pengalaman baru dengan konsep yang nyaman seperti dirumah. Keywords : Membaca, Perpustakaan, Pengalaman Ruang, Gaya Hidup
MERAUKE SHOPPING CENTER “METAFORA MUSAMUS” A, Andriyawan; Siregar, Frits O. P.; Gosal, Pierre H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8894

Abstract

Kabupaten Merauke merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Papua yang terletak di bagian Selatan Provinsi Papua. Dengan luas wilayah dan  kepadatan penduduk yang semakin meningkat dari tahun ketahun memiliki tantangan terbesar pada pembangunan ekonomi yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sangat mendukung apabila kota Merauke mempunyai shopping center komunitas  yaitu shopping center berskala pelayanan kota dalam radius 4 mil untuk melayani 40.000-150.000 penduduk dengan luas area sekitar 9.290 – 23.225 m2 (Joseph de Chiara and John Hancock Callender,1973) sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin bertambah. Perancangan Merauke Shopping Center dengan tema Metafora Musamus merupakan rancangan pusat perbelanjaan dengan mengimplementasikan bentuk, sifat, dan karakteristik Musamus pada suatu rancangan arsitektural, yang berdasarkan pada konsep perancangan tapak, bangunan, sirkulasi, sistem struktur, utilitas dan ruang luar, sehingga menghasilkan suatu rancangan arsitektur shopping center yang berorientasi pada kebutuhan akan pusat perbelanjaan dimasa sekarang maupun yang akan datang. Dengan menghadirkan suatu rancangan Shopping Center dapat menjadi sarana dan fasilitas yang menunjang kegiatan perekonomian di Kabupaten Merauke. Hal ini membuat Merauke Shopping Center bukan hanya sebagai wadah untuk sekedar berbelanja, akan tetapi juga bisa untuk tempat rekreasi, hiburan, bermain, dan melakukan kegiatan lainnya, untuk mewadahi interaksi sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat secara umum melalui pendekatan desain bangunan yang mampu mengangkat dan melestarikan budaya masyarakat sekitar dengan menerapkan konsep metafora Musamus pada bangunan. Kata kunci: Merauke, Ekonomi, Shopping Center.
SEKOLAH ALAM TERPADU DI MINAHASA UTARA “ADAPTASI KONSEP INTERSECTION MULTICUTURAL PADA ARSITEKTUR” Tatundu, Alfina R.; E., Surjono; Sembel, Amanda
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.14844

Abstract

Minahasa Utara merupakan daerah yang subur dan berpotensi besar di masa mendatang untuk pengembangan sentra-sentra produksi seperti, pertanian, perkebunan, dan perikanan guna perkembangan kemajuan daerah kedepannya. Untuk mendukung hal tersebut, maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang dapat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas tidak hanya ke satu arah saja yaitu, kepribadian, ketrampilan dan  ilmu pengetahuan. Sekolah Alam Terpadu dibangun untuk mendukung pengembangan potensi daerah melalui pendidikan pada tiga arah yaitu, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Adaptasi Konsep Intersetion multicultural pada Arsitektur menjadi konsep yang akan mendukung pengembangan sekolah  ini bagi anak usia SMA yang beragam karakternya. Tempat yang edukatif, dan sebuah karya arsitektur yang asri dan berkualitas  merupakan tujuan di bangunan Sekolah Alam Terpadu di Minahasa Utara ini dengan konsep Adaptasi Konsep Intersection Multicultural pada Arsitektur. Fasilitas yang tersedia dalam objek perancangan ini terdiri dari Fasilitas Kognitif, Afektif yang merupakan Fasilitas intersection, dan Psikomotorik. Secara keseluruhan, Sekolah Alam Terpadu ini merupakan perancangan bangunan yang memberi kesan menyatu dengan alam dengan menggunakan sebagian besar materialnya adalah bambu dan ditambahkan dengan beton.   Keyword: intersection multicultural, Sekolah Alam Terpadu.
SLOW MAR SLAK SPORT CENTER DI MANADO. Futuristic Architecture Samuel T. Rengkung; Raymond Ch. Tarore; Mohammad M. Anasiru
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25044

Abstract

Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani. Kegiatan olahraga sudah ada sejak dulu, dewa dalam pandangan orang Yunani dipandang mau menghargai prestasi dan kompetisi serta memiliki sikap heroisme. Olahraga yang dihargai adalah mereka yang mampu mencapai prestasi tertinggi dengan cara-cara ksatria. Olimpiade pertama musim panas dilaksanakan pada tahun 1896, sedangkan olimpiade pertama musim dingin dilaksanakan pada tahun 1924.  Ada banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan, dan seiring berkembangnya waktu, sudah mulai banya olahraga – olahraga baru yang mulai di kembangkan sampai di perlombakan. Di Indonesia ada begitu banyak atlet terutama di kota Manado, Sulawesi Utara. Yang sudah membuahkan hasil prestasi yang tinggi, namun dalam pelatihan mereka tidak bisa di lakukan dengan secara cepat dan maksimal karena masih kurangnya fasilitas – fasilitas yang dapat menunjang kegiatan olahraga di Manado, terutama untuk olahraga yang sedang banyak di geluti oleh anak muda, antara lain Dance Modern, Skate Board, Futsal, Basket, Capoeira, Break Dance, dan lain sebagainya. Perancangan Slow Mar Slak Sport Center merupakan alternatif untuk menyediakan fasilitas dan sarana kepada para aktivis olahraga terutama di bidang-bidang olahraga yang sedang berkembang di kota Manado, terutama di kalangan anak muda. Dengan tema futuristic architecture, di mana tema ini memadukan teknologi bahan bangunan dengan bentuk – bentuk yang baru, unik, kreatif, dan inovatif. Yang tidak terikat dengan masa lalu, bangunan yang di persiapkan untuk masa yang akan datang. Slogan untuk Slow Mar Slak di gunakan sebagai ear catching pada masyarakat, agar bisa menjadi pemacu untuk mereka yang ingin menjadi atlet, karena untuk mencapai hasil yang memuaskan, di perlukan kesabaran, niat, dan tekat.
Taman Doa Di Tondano “Ekspresi Doa Dalam Arsitektur” Pratasik, Alan; Poluan, Roosje J.; Rengkung, Michael M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.5572

Abstract

Taman Doa Di Tondano adalah sebuah objek wisata rohani yang menyediakan fasilitas kegiatan Ibadah alam terbuka dan fasilitas Retreat indoor serta hiburan rekreasi alam Danau Tondano. Sebagai Ibukota dari daerah pekabaran injil Minahasa, Tondano adalah kota dengan penduduk Kristen yang besar. Banyak kegiatan-kegiatan Kristen yang dilaksanakan di Tondano, seiring berkembangan aktifitas yang ada sehari-hari, banyak anggota jemaat yang melaksanakan kegiatan ibadah tamasya atau kegiatan ibadah padang di hari-hari libur sebagai wujud untuk menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan. Kegiatan ini sering dilaksanakan diluar kota atau tempat yang jauh dari suasana yang sibuk. Tondano sebagai ibukota kabupaten Minahasa sebenarnya merupakan daerah yang memiliki kriteria yang cocok sebagai tempat palaksanaan ibadah padang karena memiliki kaeindahan alam Danau Tondano yang luar biasa, selain itu tingkat kepadatan kendaraan juga masih sangat kurang dan belum adanya fasilitas yang mewadahi kegiatan ibadah padang dan retreat dengan pemanfaatan alam Danau Tondano. Dari profil inilah kota Tondano layak untuk dipilih sebagai lokasi hadirnya objek rancangan “Taman Doa”. Dengan Menggunakan Suatu pendekatan tematik yaitu “Ekspresi Doa Dalam Arsitektur” Objek rancangan dapat mengaplikasikan tampat berdoa dan beribadah yang bersifat privasi, aman, dan nyaman dengan acuan dalam ayat Alkitab Matius 6:6-7 “(6) Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (7) Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan”. Maksud kamar dalam ayat ini diaplikasikan pada objek Taman Doa yang Terpisah dari aktifitas diluar site dengan cara pengorganisasian tapak dengan acuan teori Landscape Architecture. Kata Kunci : Rekreasi, Ibadah Padang, Danau Tondano, Ekspresi Doa.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue