cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
PUSAT REHABILITASI MEDIK DAN EDUKASI PENDERITA AUTIS DI KOTA MANADO. Biophilic Design Kandou, Tiffany B. M.; Kindangen, Jefrey I.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19219

Abstract

Beberapa contoh kasus ketidaknormalan pada anak berupa cacat fisik, cacat mental, gangguan perkembangan otak yang menjadi hambatan dalam tumbuh kembang anak, salah satunya adalah autis.Angka kelahiran anak setiap tahunnya meningkat dan tidak terlepas dari spektrum autistik. Ketersediaan wadah khusus penanganan penderita autis di kota manado masih minim dan tidak terlepas dari beberapa aspek yang yidak memenuhi kebutuhan maupun responsive terhadap perilaku penderita autis. Dibutuhkannya wadah yang memfasilitasi rehabilitasi medik dan edukasi bagi penderita autis yang juga responsive terhadap perilaku autis sehingga membantu proses terapi. Selain itu juga memiliki lokasi yang tepat dalam menunjang objek perancangan dan kolaborasi tema perancangan Biophilic Design yang mengintegrasikan alam.Dalam melakukan kajian perancangan maka dilakukan metode pendekatan perancangan dengan mempelajari kajian tipologi objek, tapak dan lingkungannya serta kajian tema. Adanya proses analisis menuju sintesa melalui proses kerangka pikir yang melahirkan strategi perancangan proses desain yang berulang-ulang sehingga menghasilkan desain yang maksimal.Pusat rehabilitasi medik dan edukasi penderita autis di Kota Manado menghadirkan tiga fasilitas fungsional yang mendukung bagi penderita autis yaitu fungsi pendidikan, fungsi kesehatan, dan fungsi hunian. Perancangan objek yang berkaitan dengan konsep terapi penderita autis memiliki beberapa strategi agar individu autis tidak hanya diberikan wadah begitu saja namun lewat wadah ini juga dapat membantu proses terapi penderita autis. Perancangan objek dengan pendekatan Biophilic Design adalah desain yang berlandaskan teori Biophilia dimana perancangannya berfokus pada hubungan manusia dan alam, selain itu alam juga sangat berpengaruh bagi kondisi fisik dan psikologis manusia. Perancangan ini menyediakan wadah yang khusus menfasilitasi dalam  penanganan terapi dan pendidikan penderita autis. Kolaborasi tema perancangan pada bangunan dapat berpengaruh positif bagi penderita autis dimana dapat merangsang sensorik otak penderita autis dalam  proses terapi maupun pendidikan dengan  menggunakan alam sebagi media. Kata Kunci : Autis, Pusat Rehabilitasi Medik, Edukasi, Alam, Biophilic Design
KAJIAN SEMIOTOKA DALAM ARSITEKTUR TRADISONAL MINAHASA Dariwu, Claudia T.; Rengkung, Joseph
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i1.361

Abstract

ABSTRAK Semiotika sebagai ilmu tentang Tanda, memandang Arsitektur secara lebih utuh lewat komunikasi visual.  Dimana komunikasi ini dapat menginformasikan suatu nilai yang terkandung didalamnya bahkan mendeskripsikan suatu konteks budaya atau zaman Arsitektur itu dijewantahkan.  Semiotika dibagi menjadi Semiotika Signifikasi dan Komunikasi.  Semiotika Signifikasi lebih berorientasi pada ranah Linguistik sedangkan Semiotika Komunikasi meliputi banyak hal yang punya keterkaitan dengan Tanda. Semiotika dalam Arsitektur adalah merupakan Bahasa Simbol yang memberi informasi kepada pengamat lewat bentuk-bentuk tertentu.  Dengan demikian, maka proses pemaknaan sebuah bangunan yang ingin di sampaikan sang arsitek, akan mampu atau setidaknya dihayati oleh setiap individu  pemakai/pengguna bangunan.  Pemaknaan sebuah objek Arsitektural tidak hanya terbatas pada bentuk atau tampak saja tapi diharapkan akan mampu mengartikan hal yang esensial terselubung dalam bentuk yang dapat diidentifikasi melalui pengamatan yang mendalam. Arsitektur Tradisional Minahasa sebagai cermin nilai budaya tergambar dalam perwujutan bentuk, struktur, tata ruang, dan ragam  hias, dimana bentuk fisik rumah tradisional walaupun tidak mengabaikan rasa keindahan (estetika), namun tetap terikat oleh nilai-nilai budaya yang berlaku dalam masyarakat. Hal tersebut dapat di lihat dan terkomunikasi melalui bentuk dan metode perwujudannya. Kata kunci: Semiotika, Signifikasi, Komunikasi, Tradisional, Minahasa
MANADO RACKET SPORTS CENTER (Folding Architecture) Nelwan, Ronald; Makarau, Vicky H.; Van Rate, Johannes
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.5951

Abstract

Manado Racket Sports Center merupakan suatu pusat olahraga raket yang terletak di kota Manado yang berfungsi sebagai tempat latihan dan pertandingan olahraga raket seperti Bulu Tangkis, Tenis Lapangan, dan Squash. Menggabungkan ketiga olahraga raket ini merupakan objek utama dalam perancangan tugas akhir ini. Wilayah Kecamatan Mapanget merupakan kawasan pengembangan. Posisinya yang strategis karena berada pada kawasan perbatasan dengan wilayah Kabupaten Minahasa Utara menjadikan kawasan Mapanget memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan kawasan sekitarnya. Dengan menggunakan tema Folding Architecture maka diharapkan tempat olahraga raket ini dapat menghasilkan suatu bentuk yang exploratif. Penerapannya ke dalam perancangan arsitektur menggunakan metode “borrowing” yakni meminjam karakter kertas dan mentransformasikannya kedalam sebuah bentuk melalui proses lipat, potong, tekan dll. Peminjaman karakter kertas dipakai sebagai media dalam membuat bentukan, karena sifat kertas yang mudah dilipat dan ditekuk. Setiap proses lipatan itu bertransformasi menjadi sebuah bentuk yang hasilnya tidak terduga sebelumnya. Itu disebabkan karena Folding bersifat spontan dan tidak memiliki cara yang terikat dalam memproses sebuah bentuk. Setiap bentukan yang dihasilkan pasti akan berbeda walaupun prosesnya sama. Dari bentukan inilah yang nantinya akan diolah menjadi suatu desain arsitektur.   Kata Kunci : Racket Sports Center, Folding Architecture
RE DESAIN TAMAN SATWA TANDURUSA DI BITUNG “SERIAL VISION IN ARCHITECTURE” Makarau, Judistia S.; Tilaar, Sonny; Sela, Rieneke L. E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.10745

Abstract

ABSTRAK Pada dasarnya salah satu alternativ peunjang untuk kehidupan manusia pada zaman modern ini, dalam mengurangi kepenatan kegiatan sehai-hari adalah dengan berwisata. Dalam hal ini Kota Bitung merupakan salah satu tujuan para wisatawan lokal maupun interlokal, bahkan internasional, dalam hal ini ditunjang dengan adanya berbagai tempat wisata yang ada di Kota Bitung seperti, Selat Lembeh yang menjadi tujuan wisatan untuk Diving serta taman lautnya, Monumen Trikora, Cagar Alam Tangkoko, dan Taman Satwa Tandurusa. Taman Satwa Tandurusa merupakan satu-satunya taman satwa yang ada di Propinsi Sulawesi Utara, yang sangat digemari para wisatawan lokal dan sekitarnya. Seiring dengan berjalannya waktu Taman Satwa Tandurusa pun mengalami penurunan pengunjung diakabatkan karena taman satwa tersebut tidak lagi terurus. Untuk itu dengan meRedesain Taman Satwa Tandurusa diharapkan dapat menarik perhatian pengunjung dan Taman Satwa tersebut dapat menjadi Taman Satwa yang mearanik, dari segi wisata, pendidikan, serta aritekturalnnya. Dengan menggunakan penerapan tema “Sense of Serial Vision in Architecture” merupakan salah satu solusi yang ditawarkan dalam meRedesain Taman Satwa Tandurusa, agar dapat memeberikan fasilitas yang layak untuk para wisata alam. Penggunaan tema juga dimaksudkan, agar dalam mendesainya objek Taman Satwa dapat memeberikan kepuasan tersendiri bagi para wisatawan atau pengunjung lewat skenario cerita yang ada di dalam Taman Satwa Tandurusa. Kata Kunci : Sense, Serial Vision, Taman Satwa, Kota Bitung
PUSAT PENELETIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI LAUT DI KEPUALAUAN SANGIHE. Architecture New Organic Udang, Chesneyglen; Prijadi, Rachmat; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20698

Abstract

Pusat Penelitian adalah suatu tempat yang melalukan kegiatan pengumpulan ,pengolahan, analisis, penyajian data,dan serta pemelihara serta pengembangan pembudidayaan laut yang ada di Kepulauan Sangihe.Keadaan saat ini memaksa bagi para dinas dan universitas  untuk melakukan aktivitas riset sekaligus pemeliharaan biota laut yang di tunjang dengan teknologi-teknologi tertentu sekaligus  pemeliharaan keanekaragaman hayati laut. Padahal keanekaragaman hayati laut yang ada di sangihe sangat memiliki  pontesi yang sangat besar.Untuk memenuhi tujuan di atas, dibutukan sebuah Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati laut, sebagai pendukung aktivitas objek untuk itu didalamnya menggunakan  Tema Arsitektur New Organik yang akan selalu mempesona menginspirasi dan bereinkarnasi sebagai sebuah gerakan internasional yang baru yang menggabungkan respek terhadap alam, keindahan dan keharmonisan bentuk alami.Selian itu Dengan menghasilkan rancangan yang memiliki representatif keuntungan yang ganda. Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Laut yang bertemakan architecture New Organic ini dapat memberikan tidak hanya tempat penelitian bagi para peneliti, tapi juga dapat memberikan pendidikan dan edukasi tentang kelautan dan perikanan sendiri bagi setiap pengunjung yang datang. Sehingga yang datang baik sebagai wisatawan ataupun pelajar bisa sama-sama melestarikan lingkungan yang ada tanpa harus merusak ekosistem yang sudah ada dan tetap memberikan keuntungan bagi manusia.Kata Kunci : Pusat penelitian,architecture New Organic
MANADO CITY WALK - Underground Architecture Dirks, Aldrin; Kindangen, Jefrey I.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.584

Abstract

MANADO CITY WALK (UNDERGROUND ARCHITECTURE) Aldrin Dirks[1] Jefrey I. Kindangen[2]   ABSTRAK Peningkatan pembangunan di Kota Manado dapat dilihat dari mulai padatnya pembangunan yang ada di pusat kota Manado. Peningkatan kebutuhan masyarakat menuntut pembangunan yang berkelanjutan khususnya pembangunan pusat perbelanjaan atau mall. Hal ini berkaitan dengan gaya hidup masyarakat Manado yang selalu cepat meng-update barang – barang terbaru yang sedang trend di pasaran. Mall yang ada di Kota Manado didesain tertutup dalam satu massa dan tidak memperhatikan ruang terbuka hijau agar dapat menghasilkan keuntungan ekonomi mulai dari eksterior maupun interiornya, seperti  pada bagian eksterior fasade mall dibuat dinding massive agar dapat digunakan untuk papan reklame dan pada sirkulasi interiornya disewakan untuk retail sementara dan membuat sirkulasi menjadi lebih sempit. Untuk itu didesain wadah yang dapat memberikan solusi bagi kebutuhan belanja masyarakat yang tetap menyatu dengan alam dan membuat pengguna merasa nyaman disana. Wadah tersebut adalah Manado City Walk yang merupakan sebuah mall dengan konsep desain sirkulasi berupa pedestrian di taman sehingga terdapat unsur – unsur alam didalam bangunan dan segar. Selain itu objek ini juga dirancang khusus dengan tema Underground Architecture, dimana hampir keseluruhan permukaan bangunan akan ditimbun dengan tanah agar tercipta ruang terbuka hijau yang cukup besar. Dari proses eksploratif desain objek dengan menggunakan proses desain generasi II menurut John Zeisel dimana dilakukan tahap pengembangan wawasan komprehensif dan tahap pengembangan konsep rancangan, maka dihasilkan olahan bangunan yang ditimbun oleh tanah sehingga yang tampak adalah ruang terbuka hijau yang sangat besar. Ruang terbuka hijau tidak hanya terdapat pada bagian permukaan bangunan saja tapi juga terdapat pada bagian sirkulasi interior. Penempatan ruang di dalam bangunan hingga penataan permukaan bangunan yang ditimbun tanah ditata dengan sangat memperhatikan teknik dan prinsip bangunan bawah tanah sehingga menghasilkan bangunan mall yang terkesan sederhana namun telihat elegan sebagai wujud mall yang lebih kreatif, unik dan inovatif. Kata Kunci : citywalk, arsitektur bawah tanah, ruang terbuka hijau. [1] Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT
MENGUKUR APRESIASI KONSULTAN ARSITEKTUR MENGENAI KRITERIA RANCANGAN GREEN BUILDING. Tiagas, Doly H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16769

Abstract

Green Building adalah bangunan ramah lingkungan yang memenuhi prinsip kriteria rancangan bangunan ramah lingkungan dalam proses penerapannya. Agar dapat dikategorikan sebagai bangunan ramah lingkungan, maka dalam proses penerapannya harus dilakukan mulai tahap desain (Design Recognition), sebagai wujud apresiasi dan pengakuan atas penerapan prinsip Green Building tahap desain sebelum tahap konstruksi dilakukan. Sektor konstruksi khususnya konsultan arsitektur yang berdomisili di Provinsi Sulawesi Utara merasa turutbertanggung jawab dalam proses penerapannya dalam praktek profesi. Pada dasarnya GBC Indonesia telah mengeluarkan perangkat penilaian terbaru, mengenai prinsip kriteria dan tolok ukur Greenship untuk bangunan baru versi 1.2 selama gedung masih dalam tahap perencanaan/tahap desain (Design Recognition) dalam bentuk rating. Namun perangkat penilaian tersebut dapatlah dikatakan masih terlalu umum, sehingga perlu adanya penjabaran indikator ke tingkat pengembangan yang lebih mendalam dan spesiftk untuk lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh pelaku jasa konstruksi di Indonesia, khususnya konsultan arsitektur yang berdomisili di Provinsi Sulawesi Utara, saat tahap perencanaan. Tujuan penelitian yang pertama terkait dengan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi terhadap tingkat pemahaman dan tahap kedua dilakukan untuk mengukur tingkat persetujuan dan penerapan prinsip kriteriarancangan Green Building dalam praktek profesi oleh konsultan arsitektur khususnya konsultan arsitektur yang berdomisili di Provinsi Sulawesi Utara, untuk dapat dijadikan alat atau protype yang dapat divalidasi ke tingkatpersetujuan dan penerapan prinsip kriteria rancangan Green Building dalam praktek profesi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa kuisioner dengan cakupan konsultan arsitektur yang berdomisili di Provinsi Sulawesi Utara dengan uji instrumen dua tahap dan menggunakanmetode penelitian kualitatif dan kuantitatif (mixed methods) atau metode kombinasi, dengan pendekatan metode evaluasi. Analisis data dan uji hipotesis digunakan adalah analisis dan uji deskriptif. Hasil uji didapatkan melalui proses analisis data tahap satu terhadap tingkat pemahaman konsultan arsitekturmengenai kriteria rancangan Green Building dan hasil uji tahap dua diperoleh melalui hasil analisis data terhadap tingkat persetujuan dan penerapan mengenai kriteria rancangan Green Building.Dari proses penelitian yang dilakukan didapakan kesimpulan bahwa tingkat persetujuan dan tingkat penerapan sangat tergantung pada tingkat pemahaman kriteria rancangan Green Building dalam praktek profesi, untuk mewujudkanya dibutuhkan sosialisasi dan peningkatan kompetensi tenaga ahli konsultan arsitektur terhadap tolok ukur kriteria rancangan Green Building tahap desain (Design Recognition).Kata Kunci: Apresiasi, Konsultan Arsitektur, Greenship, Kriteria Rancangan Green Building 
KAWASAN WISATA KULINER KUALA JENGKI DI MANADO (PENERAPAN KONSEP PLACE) Pua, Elisabet S.; Rondonuwu, Dwight M.; Mononimbar, Windy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6651

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan mancanegara. Banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan di Indonesia seperti wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, dan wisata kuliner. Wisata kuliner adalah salah satu sektor pariwisata yang tak kalah menarik dengan sektor lainnya. Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khas masing-masing, oleh karena pengaruh dari setiap budaya yang ada di daerah masing-masing tersebut, salah satunya kota Manado. Pada saat ini kota Manado telah memiliki sejumlah tempat yang menjual makanan-makanan khas sayangnya tempat-tempat tersebut kurang presentatif dan kurang menarik. Berangkat dari potensi dan permasalahan di atas maka dibutuhkankan perancanaan dan peracangan Kawasan Wisata Kuliner Kuala Jengki di Manado dengan penerapan konsep Place yang mengekspresikan dan menonjolkan keunikan potensi landscape yang berada di pinggiran sungai sehingga tempat ini mampu menampung kebutuhan kuliner khas yang lengkap bagi wisatawan serta tempat yang disertai dengan fasilitas hiburan dan rekreasi bagi masyarakat. Kata Kunci: Kawasan Wisata, Kuliner, Kuala Jengki, Manado, Place
MUSEUM SEJARAH di MALUKU UTARA. Arsitektur Nusantara Papehaseng, Ervi R.; Sondakh, Julianus A. R.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23681

Abstract

Maluku utara merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan peninggalan sejarah yang tinggi, dalam hal ini peninggalan-peninggalan bangsa asing kolonialis yang melakukan monopoli hak perdagangan rempah-rempah dan juga peniggalan-peninggalan tentang empat kerajaan yang eksis pada saat itu, yaitu sering disebut Moloku Kie Raha. Adapun tujuan pemerintah untuk melestarikan peninggalan sejarah sehingga dapat mewujudkan Kota Ternate sebagai Kota Pusaka Dunia yang merupakan salah satu kota di provinsi maluku utara. Upaya untuk melakukan pelestarian terhadap peninggalan sejarah, nantinya akan diwadahi dalam suatu bangunan agar terjaga keamanan, keawetan, dan kelestariannya. Museum Sejarah di Maluku Utara ini diwujudkan sebagai sarana rekreasi sekaligus edukasi dan sebagai wadah konservasi benda peninggalan bersejarah.Kota Ternate merupakan lokasi terpilih dalam perancangan objek Museum Sejarah di Maluku Utara. Selain itu penerapan perancangan dengan pendekatan Arsitektur Nusantara sebagai tema perancangan, kiranya museum ini dapat menjadi salah satu objek yang mampu menarik apresiasi masyarakat lokal maupun wisatawan asing untuk lebih mengenal sejarah maluku utara. Kata kunci : Arsitektur Nusantara, Museum Sejarah, Maluku Utara
PSYCHIATRIC HOSPITAL. Spiritual Architecture Majore, Christopher S.; Franklin, Papia J. C.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21253

Abstract

Arti kata “spritual” telah berkembang dari waktu ke waktu dan saat ini memiliki banyak arti dan konotasi. Dulu ia dikaitkan dengan agama, perasaan religius dan Roh Kudus. Namun di era yang modern ini, kata tersebut kini memiliki makna yang bersifat duniawi dan lebih luas serta tertuju pada rasa yang tidak ada pada/tidak berasal dari dunia ini. Ia telah menjadi kata yang biasa digunakan sebagai cara untuk mendefinisikan hal-hal yang tidak memiliki wujud dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.Pada saat ini banyak arsitektur yang telah kehilangan maknanya, hanya sekedar seni retina mata. Alih-alih membuat kita merasakan keberadaan kita sebagai manusia yang ada di dunia, kita seperti ditempatkan untuk melihat dunia dari luar, layaknya bayangan penonton yang diproyeksikan di depan permukaan retina .Spiritual Architecture adalah sesuatu yang dengan sederhananya menggugah diri kita dengan mempengaruhi indra-indra kita dalam cara tertentu untuk membangkitkan perasaan batin kita pada tingkat yang lebih dalam.Manusia adalah suatu kesatuan dari jasmani dan rohani sehingga begitulah juga kita dalam ber-arsitektur yakni bukan hanya sekedar wadah jasmani manusia saja tetapi juga (terlebih lagi) aspek rohaninya (spiritual; jiwa). Kesehatan jiwa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan manusia dan merupakan bagian integral dalam menunjang kualitas hidup manusia yang utuh. Terganggunya kesehatan jiwa seseorang menandakan adanya ketidakseimbangan dalam dirinya. Spiritual Architecture yang dimaksud di sini adalah pendekatan perancangan yang mengangkat kembali unsur arsitektur yang mampu menyentuh ke dalam perasaan, menimbulkan reaksi dan sikap kejiwaan, arsitektur yang mendidik untuk menghayati ruang serta suasana secara manusia yang mulia dan utuh dalam arti menyeimbangkan, mengawinkan dimensi guna dan citra, yang telah lama timpang dalam dunia arsitektur modern.Kata Kunci : Psychiatric, Hospital, Spiritual, Architecture

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue