cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
SENTRA PRODUKSI PERIKANAN DI SALIBABU (Penerapan Revolusi Biru Dalam Arsitektur) Laloma, Indriani; Poli, Hanny; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.5576

Abstract

Pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan sangatlah dibutuhkan bagi daerah-daerah yang memiliki sumberdaya ikan yang potensial termasuk Kabupaten Kepulauan Talaud. Hal ini dikarenakan wilayah perairan laut Kabupaten Kepulauan Talaud relatif besar dibandingkan dengan wilayah perairan laut kabupaten/kota yang lain sehingga, luasnya dapat diestimasi sekitar 10% dari luas WPP-RI 716. Diperkirakan potensi lestari sumberdaya ikan di Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar 33.360 ton/tahun. Namun, Kondisi yang memiliki nilai keuntungan tinggi ini belum bisa dimanfaatkan di Kabupaten Kepulauan Talaud, karena hasil tangkapan yang didapat masih dipasarkan keluar daerah. Mengingat pentingnya potensi sumberdaya ikan di Kabupaten Kepulauan Talaud, maka diperlukan adanya pembangunan “Sentra Produksi Perikanan” dimana didalamnya berlangsung kegiatan mengelolah sumberdaya ikan dari bahan baku menjadi bahan jadi berupa ikan kaleng yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud yang berlokasi di Salibabu berdasarkan RTRW Kabupaten Kepulauan Talaud yaitu sebagai pusat pelayanan sekunder untuk pusat perdagangan, jasa, dan industry perikanan. Pembangunan perencanaan menerapkan prinsip “Revolusi Biru dengan konsep Pembangunan Berkelanjutan” yang mempertahankan sumberdaya alam dan lingkungan ekologis manusia. Lewat konsep perancangan ini diharapkan dapat memanfaatkan potensi sumberdaya ikan yang ada untuk kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan masa yang akan datang.   Kata Kunci : Sentra Produksi Perikanan, Revolusi Biru, Pembangunan Berkelanjutan, Salibabu
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FLORIKULTURA DI TOMOHON (PERMACULTURE IN ARCHITECTURE) Nelwan, Richard A.; Mononimbar, Windy; MT, Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10728

Abstract

ABSTRAK   Saat ini florikultura merupakan salah satu komoditas agribisnis yang cukup berarti di Indonesia. Hal tersebut didasari karena jenisnya yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan diterima masyarakat. Florikultura dinikmati konsumen dalam bentuk keindahannya, maka dari itu tuntutan terhadap kualitasnya sangat tinggi. Membudidayakan berbagai jenis florikultura dapat menjadi usaha agrobisnis yang sangat prospektif bagi masyarakat. Masyarakat baik di daerah pedesaan maupun perkotaan mempunyai kecenderungan untuk tinggal di tempat atau lingkungan yang nyaman dan segar. Keadaan ini dapat tercipta dengan adanya kehadiran tanaman florikultura baik di lingkungan rumah tinggal, perkotaan maupun di lingkungan taman- taman rekreasi banyak memberikan pengaruh yang positif. Kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup yang segar, dapat mempengaruhi meningkatnya permintaan akan tanaman florikulura. Untuk menjawab kebutuhan akan permintaan tersebut, maka dirancanglah sebuah Pusat Penelitan dan Penembangan Florikultura di Tomohon, dimana Tomohon merupakan lokasi yang strategis dalam pengembangbiakkan tanaman florikultura yang didukung  iklim, suhu, serta kondisi tanah yang merupakan  syarat dalam pengembangbiakkan florikultura. Objek perancangan kemudian di padukan dengan tema Permaculture. Sebuah tema yang menekankan pengaturan ruang luar, penggunaan unsur alam, dan menggabungkan kebiasaan yang telah membudaya di masyarakat sekitar, dalam hal ini kebiasaan bercocok tanam florikultura. Dengan demikian, sangat diharapkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Florikultura di Tomohon bisa menjadi sebuah objek rancangan yang berfungsi sebagai wadah pengembangbiakkan, pengumpulan informasi, dan edukasi mengenai tanaman florikultura. Menciptakan sebuah wadah arsitektural yang bersinergi dengan alam, dan masyarakar sekitar. Kata Kunci  : Florikultura, Penelitian, Pengembangan, Permaculture, Tomohon
Adaptasi Permukiman Sungai di Kampung Tubir Kota Manado terhadap Resiko Banjir Lempoy, Josia O.; Waani, Judy O.; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16689

Abstract

Memanfaatkan sungai adalah sebuah ciri dari permukiman, hal ini untuk mendekatkan aktifitas masyarakat dengan sumber air sebagai salah satu kebutuhan pokok, seperti memanfaatkan airan sungai sebagai irigasi untukpertanian atau sebagai kegiatan transportasi. Keberadaan setiap sungai tidak sama pada setiap tempat, terkadang sungai memberi manfaat yang besar bagi kehidupan atau memberi kerugian sebagai contoh ketika air sungai meluap dan keluar dari badan sungai yang menyebabkan banjir. Ketika kondisi ini terjadi pada lokasi yang bukan hunian maka tidak akan menimbulkan masalah, tetapi ketika hal ini terjadi pada hunian maka timbulah masalah seperti aktifitas keseharian terganggu dan terjadi kerugian materi bahkan kerugian jiwa. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan deskripsi tentang adaptasi permukiman di lokasi studi dan deskripsi tipologi bangunan yang adaptif di kawasan studi. Sumber data yang akan digunakan diperoleh melalui dua macam sumber data yaitu: data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kegiatan interview, penyebaran kuesioner dan observasi lapangan. Datasekunder diperoleh melalui hasil kompilasi data yang telah dibuat atau yang telah ada se belumnya.Penelitian ini menghasilkan sebuah deskripsi tentang adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat yang tinggal dipermukiman kampung tubir di Kota Manado. Hasil penelitian membawa kepada bentuk adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat, yaitu perubahan perilaku yang mengakibatkan perubahan pada bentuk rumah yang menghasilkan fungsi baru yang digunakan pada saat terjadi banjir. Perubahan bentuk yang sangat signifikan adalah ketika masyarakat merubah bangunan rumah dari satu lantai menjadi dua lantai, untuk menjadikan lantai yang kedua sebagai ruang evakuasi mandiri. Tipologi bangunan yang adaptif di kawasan studi adalah: bangunan permanen yang berfungsi sebagai tempat tinggal, dinding bangun adalah bata dan kayu, pada bangunan dua lantai, lantai kedua digunakan untuk aktifitas keluarga, pada bangunan dua lantai, lantai pertama cenderung tidak digunakan untuk aktifitas sehari-hari, pada bangunan satu lantai, tinggi lantai dibuat lebih tinggi, pada bangunan satu lantai, loteng rumah disiapkan untuk memindahkan barang-barang, klasifikasi bangunan adalah permanen dan ketinggian bangunan adalah rendah.Kata Kunci: Permukiman, Adaptasi, Banjir, Tipologi Bangunan. 
CREATIVE CENTER DI MANADO. Arsitektur Kontemporer Dennis M. Rumangu; Octavianus H. A. Rogi; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25587

Abstract

Dewasa ini di era milenial industri kreatif merupakan industri yang sangat menjanjikan, di mana pemerintah juga turut mendorong industri kreatif dalam rangka memperkuat ekonomi dalam negeri. Salah satu upaya dalam mendukung hal tersebut adalah dengan membina insan-insan milenial lewat pendidikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing. Penyediaan sarana pendidikan yang dapat menampung beberapa bidang industri kreatif, seperti desain, fotografi, musik, seni pertunjukkan dan lain-lain. Di Manado terlihat adanya  antusiasme generasi mudanya terhadap industri kreatif, yang tercermin dari diselenggarakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan industri kreatif dan munculnya komunitas-komunitas yang berhubungan dengan industri kreatif. Dari beberapa hal diatas, perancangan “Creative Center” di Manado dianggap sebagai sarana perlu untuk dihadirkan, di mana sarana ini dapat menanpung bukan saja aktivitas pendidikan/edukasi namun juga kegiatan pendukung lainnya. Adapun tema perancangan yang di angkat adalah “Arsitektur Kontemporer” karena sama halnya dengan industri kreatif yang berkembang seiring zamannya gaya arsitektur kontemporer bersifat dinamis dan secara konstan akan selalu berubah seiring perkembangan arsitektur. Dalam metode perancangan sendiri “Creative Center” di Manado terdiri dari pengumpulan data, analisis data dan sintesa konsep yang berlandaskan pada proses desain generasi kedua demi mendapatkan output desain yang optimal.Kata Kunci :    Industri Kreatif, Creative Center, Arsitektur Kontemporer, Manado
GRAHA PECINTA ALAM (GRAPALA) ‘SIMBIOSIS DALAM ARSITEKTUR, KISHO KUROKAWA’ Wuaten, Leonardy V.; Siregar, Frits O. P.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6018

Abstract

Kegiatan yang berhubungan dengan alam terlebih khusus Pendakian dan Penyelaman akhir-akhir ini nampaknya bukan lagi merupakan suatu kegiatan yang langka, artinya tidak lagi hanya dilakukan oleh orang tertentu yang menamakan diri sebagai kelompok Pencinta Alam, Penjelajah Alam dan semacamnya. Melainkan telah dilakukan oleh orang-orang dari kalangan umum. Dengan banyaknya komunitas- komunitas pecinta alam yang mencakup kegiatan pendakian & penyelaman yang berada khususnya di Sulawasi Utara maka dianggap perlu untuk menyediakan fasilitas yang dapat mewadahi penyediaan perlengkapan serta pengetahuan materi akan kegiatan pecinta alam yang selanjutnya di sebut Graha Pecinta Alam (GRAPALA). Graha Pecinta Alam hadir guna memberi solusi akan kemudahan informasi dan koordinasi antar setiap lapisan masyarakat yang ingin tahu akan kegiatan pecinta alam khususnya pendakian dan penyelaman. Dengan pendekatan tema Simbiosis dalam Arsitektur’ Kisho Kurokawa, sebagai upaya penyatuan beberapa fasilitas guna menambah kelengkapan akan kebutuhan yang diperlukan sebelum memulai kegiatan pendakian dan penyelaman. Kata kunci : Grapala, pendakian dan penyelaman, simbiosis
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT DI MANADO (HOLISTIC MEDICINE) Muslim, Suci R.; Prijadi, Rachmat; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.12267

Abstract

Indonesia adalah salah satu Negara yang sedang berkembang Sulawesi Utara khususnya kota Manado termasuk salah satu di dalammya. Semakin berkembangnya suatu masyarakat akan diiringi dengan hadirnya berbagai aspek masalah diantaranya masalah kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut. Oleh karna itu perlu dibangunnya Rumah Sakit Gigi dan Mulut yang berlokasi di  Jl. Lingkar Ringroad Kec. Wanea Kota Manado. Dalam perencanaan Gedung Rumah Sakit Gigi dan Mulut, harus benar-benar direncanakan secara matang, disesuaikan dengan perkembangan dalam dunia kedokteran saat ini, dimana jenis penanganannya semakin beragam dan telah berkembang dengan pesat, Sehingga fasilitas pelayanannya dituntut semakin lengkap dan terpadu. Bahkan saat ini, perawatan gigi dan mulut bukan hanya ditujukan untuk fungsi kesehatan semata namun juga fungsi estetis, atau yang kini tengah marak dengan sebutan dental cosmetics, yaitu suatu penanganan terhadap gigi dan perawatan sebagai bagian dari kecantikan, serta tetap memperhatikan kualitas pelayanan dan biyaya yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk mewujudkan tujuan di atas, maka proses perancangan Rumah Sakit Gigi dan Mulut dilaksanakan dengan tema Manifestasi “Holistic Medicine” pada Arsitektur, sebagai strategi yang akan diterapkan pada perancangan. “Holistic Medicine” adalah suatu proses perwujudan pengobatan secara menyeluruh, dengan harapan konsep ini teraplikasi ke dalam rancangan arsitektur untuk memenuhi fungsi dari Rumah Sakit Gigi dan Mulut. menghasilkan rancangan Rumah Sakit Gigi dan Mulut yang sehat dan memenuhi segala kebutuhan pasien dalam proses pengobatan sampai penyembuhan dan diharapkan dapat meningkatkan fungsi Rumah Sakit sebagai suatu fasilitas publik untuk kesehatan gigi dan mulut yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kata Kunci : Arsitektur, Holistic Medicine, Rumah Sakit.
GRAHA ANIMASI DI MANADO. Surrealisme dalam Arsitektur Lintong, Lucky A.; Poluan, Roosje J.; Rogi, Oktavianus H. A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20828

Abstract

Perkembangan sains dan teknologi semakin pesat tiap tahunnya. Terlebih dalam bidang multimedia yaitu produksi animasi yang mengalami kemajuan pesat. Maka dibutuhkan sebuah fasilitas yang dapat memfasilitasi hal-hal yang berhubungan dengan animasi tersebut. Perancangan Graha Animasi di Manado yang berfungsi sebagai wadah yang menampung aktifitas-aktifitas yang berhubungan dengan dunia peranimasian di Manado. Bangunan ini memiliki fungsi majemuk yaitu sebagai area hiburan, eksibisi, edukasi, komunitas, dan produksi animasi dengan tema Surrealisme dalam Arsitektur yang merupakan upaya menampilkan suatu visual diluar alam nyata kedalam gaya arsitektur yang diimplementasikan kedalam bangunan Graha Animasi tersebut. Saat ini, tingginya minat masyarakat Sulawesi Utara khususnya kota Manado dalam peranimasian sangat tinggi. Tujuan Penulisan ini untuk merancang bangunan Graha Animasi yang dapat menampung minat-minat akan peranimasian tersebut di kota Manado. Metode yang Digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur, observasi/surveying,studi kasus pada tipologi bangunan, tema arsitektur dan tapak. Hasil yang dicapai, bangunan Graha Animasi memiliki unsur Surrealisme melalui bentuk maupun pada fasade bangunan.Perancangan Graha Animasi di Manado dapat memiliki unsur konservasi, preservasi, edukasi, informasi, relaksasi, eksplorasi dan investasi. Kata kunci      : Graha Animasi, Surrealisme, Manado
RUMAH MODE DI MANADO - Skin and Bones Fashion: Weaving in Architecture Syafriyani, S; Tondobala, Linda
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.593

Abstract

ABSTRAK Dunia mode berkembang sesuai dengan tuntutan zaman, teknologi yang semakin canggih, masyarakat yang moderen sehingga mode merupakan suatu aspek yang penting di seluruh dunia. Kota Manado memiliki potensi dalam dunia mode karena kemampuan masyarakat Manado yang fashionable, kondisi lingkungan sekitar yang kondusif dan dari segi bisnis banyaknya pertokoan mode yang menawarkan produk-produk baik dalam maupun luar negeri, memberikan peluang yang sangat baik pada devisa kota Manado Namun Belum adanya fasilitas mode yang lengkap, menggabungkan kegiatan komersial, pendidikan dan hiburan pagelaran busana. Sehingga memunculkan ide perancangan Rumah Mode Di Manado. Kehadiran Rumah Mode Di Manado ini tidak hanya terbatas dari fungsi kegiatan yang ada melainkan dibutuhkan suatu bangunan yang dapat mencerminkan identitas dunia mode. Berangkat dari keterkaitan antara bangunan dengan fungsi pewadahannya maka tema yang diambil adalah Skin And Bones Fashion: Weaving In Architecture. Dimana, tenun dalam dunia mode yang merupakan teknik dalam menciptakan suatu kain yang kemudian dirubah menjadi sebuah pakaian akan  diterapkan pada perancangan Rumah Mode Di Manado. Rumah Mode dirancang dengan menggunakan teknik tenun dan pola tenun. Sehingga pada akhirnya, hasil perancangan bangunan ini akan berkarakteristik dan memiliki seni yang tinggi.   Kata Kunci : Mode, Rumah Mode, Tenun
MANADO TRANS STUDIO. PRINSIP KOMPOSISI DESAIN Kandow, Varrah N.; Rondonuwu, Dwight M.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17083

Abstract

Kota Manado merupakan kota terbesar di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki perkembangan pesat di berbagai bidang, salah satunya di bidang pariwisata. Pariwisata di Kota Manado semakin mendapat perhatian dari pemerintah karena merupakan sektor yang strategis dalam hal peningkatan devisa daerah. Ada berbagai jenis pariwisata di Kota Manado tetapi didominasi oleh wisata pantai, dengan fenomena seperti ini maka membuka peluang untuk Trans Studio membuka cabang di Kota Manado. Jenis rekreasi yang terdapat pada Trans Studio ialah wahana-wahana permainan yang tidak hanya bersifat menghibur diri dari berbagai aktifitas bermain yang bersifat outdoor maupun indoor tetapi juga dapat menghadirkan suatu fasilitas rekreasi dan hiburan yang bersifat edukatif. Dengan banyaknya aktifitas yang terjadi serta penambahan jumlah pengunjung atau wisatawan di Kota Manado, maka membuat kebutuhan akan  suatu wadah yang dapat memfasilitasi kegiatan rekreasi dan hiburan di Kota Manado semakin meningkat. Sesuai karakteristik objek taman rekreasi dan hiburan tematik atau theme park maka tema perancangan yang dinilai dapat mencerminkan karakteristik objek adalah Komposisi Desain, dimana dengan menggunakan tema komposisi desain maka berbagai bentuk yang ada akan ditata sehingga dapat menghadirkan suatu  paduan atau susunan bentuk-bentuk yang bersifat rekreatif.  Kata kunci : Kota Manado, Rekreasi dan hiburan, Trans Studio, Komposisi Desain
IMPLEMENTASI KONSEP ARSITEKTUR SEBAGAI ANALOGI BIOLOGIS PADA DESAIN PET CENTER DI MANADO Ciputra, Christie L.; Tondobala, Linda
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6662

Abstract

Pet center adalah pusat penjualan hewan dan pelayanan hewan bagi para pecinta/penyayang hewan peliharaan. Pet center menjual berbagai hewan-hewan peliharaan yaitu: anjing, kucing, burung, ikan dan smallpet, Pet center juga menyediakan berbagai fasilitas diantaranya; fasilitas klinik hewan, salon hewan, tempat pelatihan untuk kategori anjing dan kucing dan juga fasilitas rawat inap bagi hewan yang mengalami sakit parah dan harus dirawat lebih intensif. Seperti yang kita ketahui, hewan yang dijadikan kesayangan manusia sudah semakin luas.  Hewan seperti hamster, kura-kura, ular, kelinci dan iguana kini mulai dipelihara. Manado sendiri sebagai kota yang mulai berkembang dan berpotensi besar di Indonesia, tetapi kurangnya fasilitas-fasilitas Pet shop yang ada sekarang di Manado menjadi hambatan untuk memelihara, mendidik dan juga merawat kesehatan  hewan peliharaan. Pet center sangat diperlukan sebagai pusat yang mewadahi fasilitas-fasilitas pelayanan hewan tersebut. Kehadiran Pet center direncanakan untuk membantu layanan perawatan dan kesehatan hewan peliharaan agar kosentrasi pelayanan tidak terpusat  di Pet shop yang ada di kota Manado. Dengan menggunakan pendekatan desain berupa tema perancangan dengan “Arsitektur sebagai Analogi Biologis” yaitu pengaplikasian metode analogi biologis dalam ruang, bentuk, pola sirkulasi dan tatanan ruang luar yang diharapkan memberikan warna tersendiri dalam pelayanan dan penjualan hewan di kota Manado.   Kata Kunci : Hewan, Pecinta, Analogi Biologis

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue