cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
SEKOLAH TINGGI MUSIK DI MANADO. Arsitektur Ekspresionis Aling, Faleri M.; Sangkertadi, Prof.; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17286

Abstract

Musik merupakan salah satu hal yang banyak digemari atau disukai oleh masyarakat, baik dari anak-anak hingga yang sudah lanjut usia. Dari zaman dahulu hingga zaman sekarang yang semakin modern ini kebutuhan masyarakat dalam bermusik semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan musik yang ada di dunia terlebih di Indonesia. Selain menjadi hoby, musik juga sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat buktinya musik dapat membantu psikologi seseorang dan sekarang sudah digunakan dalam terapi-terapi kesehatan. Oleh karena itu zaman sekarang banyak masyarakat yang ingin mempelajari musik itu secara lebih dalam seperti pendidikan yang mengkhususkan pada musik. Namun pendidikan musik yang terdapat di Indonesia paling banyak hanya berupa tempat-tempat kursus dan untuk pendidikan tinggi musik masih sangatlah kurang.Manado merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yang menjadi salah satu kota tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk merantau dan menuntut ilmu. Masyarakat Manado juga banyak yang menyukai musik dan ingin melanjutkan pendidikan S1 musik. Namun di Manado sendiri pendidikan musik hanyalah berupa tempat-tempat kursus dan sekolah-sekolah formal seperti SD, SMP, SMA/SMK yang hanya mata pelajaran tambahan dalam pelajaran kesenian. Hal ini mengakibatkan banyak masyarakat yang gemar bermusik tidak melanjutkan pendidikanya atau memilih melanjutkan pendidikan musik di luar daerah. Melihat antusias masyarakat akan pendidikan musik maka perlu adanya perancangan Sekolah Tinggi Musik di Manado  yang mampu mewadahi,dan dapat melahirkan sarjana-sarjana musik yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia luar.Kehadiran Sekolah Tinggi Musik di Manado ini diharapkan bisa mewadahi sarana pendidikan tingkat tinggi bagi masyarakat kota manado maupun masyarakat yang berasal dari daerah lain. Perancangan Sekolah Tinggi Musik di Manado ini menggunakan penerapan tema “Arsitektur Ekspresionis”. Konsep utama perancangan ini adalah diterapkannya ekspresi yang dapat mencerminkan fungsi objek sebagai sekolah tinggi musik.Kata Kunci           : Sekolah Tinggi, Musik, Arsitektur Ekspresionis
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara di Manado “Ekspresi Arsitektur Minahasa pada Bangunan Perkantoran” Pandeirot, Capriati C.; Poli, Hanny; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.10737

Abstract

ABSTRAK Sebagai gerbang laut kota tahuna, Pelabuhan Umum Tahuna memiliki andil yang cukup besar, dari survey yang dilakukan didapati luasan terminal sudah tidak mampu menampung jumlah penumpang yang terus meningkat serta sirkulasi ruang dalam dan luar bangunan yang tidak efektif membuat kenyamanan penumpang terganggu, sehingga untuk mengantisipasi terhadap kecenderungan peningkatan kebutuhan pelayanan terminal penumpang pelabuhan tersebut dilakukan upaya penyempurnaan yang diarahkan kepada kualitas system pelayanan. Salah satu upaya pengoptimalan yang ditempuh dari masalah tersebut ialah dengan meredesain dan mengembangkan Terminal Penumpang Pelabuhan Umum Di Tahuna sebagai wadah yang mengakomodasikan kegiatan sirkulasi intermodal kedalam sebuah lokasi. Dari tuntutan fungsional bahwa terminal penumpang pelabuhan merupakan tempat berawal dan berakhirnya suatu perjalanan, sehingga sebagai pintu gerbang dari arah laut hendaknya memperlihatkan bahwa terminal penumpang tersebut bersifat terbuka dan menerima, serta menghadirkan suatu pengalaman dan kesan tersendiri bagi setiap pengguna maupun pengunjung terminal. Berdasarkan aspek tersebut maka perancangan Terminal Penumpang Pelabuhan Umum Di Tahuna dirancang dengan merepresentasikan bentuk-bentuk sebagai suatu tanda, ikon, symbol. Penerapan tematik Sinsign (Semiotika) Oleh Charles Sander Pierce dalam arsitektur memiliki kesesuaian fungsi yang ada pada bangunan terminal penumpang pelabuhan tersebut. Sinsign yang berarti tanda, penanda  berperan sebagai tema perancangan bersadarkan pertimbangan dari beberapa aspek yang akan di transformasikan kedalam bentuk arsitektur modern, sehingga diharapkan bangunan terminal yang dirancang dengan pendekatan Sinsign serta  merepresentasikan komunikasi dan transportasi dalam bentuk, rupa, dan kejadian sekitar nantinya dapat menghasilkan rancangan dengan kriteria kualitas perancangan yang baik. Kata kunci: terminal penumpang pelabuhan umum di tahuna, redesain , sinsign
RESORT DI KECAMATAN KEMA. Arsitektur Bambu Talise, Marchell P. G.; Rengkung, Joseph; Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20670

Abstract

Daerah wisata saat ini banyak di minati oleh wisatawan lokal maupun wisatawan luar untuk mengisi waktu luang dan menginginkan jeda pada padatnya rutinitas sehari-hari. Obyek wisata dapat berupa wisata alam seperti gunung, danau, sungai, pantai, laut atau berupa objek penginapan dengan berbagai fasilitas untuk mendukung objek wisata tersebut salah satu contohnya adalah resort. Metode perancangan yang digunakan adalah metode perancangan lima langkah dengan tahap permulaan, persiapan, pengajuan usul, evaluasi dan tindakan, dengan metode perancangan lima langkah ini maka di lakukanlah analisis tapak, analisis klimatologi, analisis view, dsb untuk hasil desain yang baik demi menciptakan kenyamanan terhadap pengguna resort. Tempat wisata di Kecamatan Kema Minahasa Utara dapat di katakan cukup banyak, kema sebagai daerah wisata. Desa kema memiliki banyak potensi pariwisata budaya diantaranya pantai pasir putih makalisung, pantai lilang, pantai waleo, pantai batu nona, pantai firdaus, pantai asparaga, pantai tasik oki, makam penginjil Lammers dan penjara tua peninggalan Portugis, namun minimnya fasilitas penginapan yang dapat menunjang membuat kurangnya minat pengunjung untuk datang ke kecamatan kema maka dibangunlah resort. Penerapan tema arsitektur bambu untuk menghadirkan suatu desain bangunan resort dengan pemikiran masa mendatang, dan lewat penerapan tema arsitektur bambu pada rancangan menambah kesan unik dan bersatu dengan alam sehingga menambah ciri khas pada resort. Melalui perancangan ini diharapkan dapat menciptakan fasilitas penginapan tambahan yang menjaga stabilitas keberlangsungan pengguna, dengan memberikan kenyamanan, keselamatan dan keamanan.Kata kunci : Objek wisata, Resort, Arsitektur bambu
PRAJAPATI MANDALA DI MINAHASA - Kosmologi dalam Arsitektur Marrendra, Ida Dewa; Suryono, S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.580

Abstract

PRAJAPATI MANDALA DI MINAHASA                                 (KOSMOLOGO ARSITEKTUR) Ida Dewa Marrendra[1] Ir. Suryono[2] ABSTRAK Di Provinsi Sulawesi utara khususnya di Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa Utara dan Minahasa belum terdapat krematorium sehingga umat hindu harus melaksanakan upacara Ngaben di kampung halamannya padahal mereka sudah lama menetap dan menjadi warga disitu. Beberapa hal yang juga sering terjadi ketika dilaksanakannya upacara kedukaan seperti upacara tidak berjalan lancar karena lahan rumah keluarga sebagai rumah duka yang terbatas dan sempit sehingga terjadi kemacetan karena sering pemakaian jalan umum untuk kegiatan upacara duka. Untuk itu dirancang krematorium yang dapat mewadahi kebutuhan masyarakat tersebut berupa Prajapati Mandala. Proyek tugas akhir ini di desain dengan tema Kosmologi Arsitektur sebagai wujud dari krematorium yang berkaitan dengan filosofi Hindu. Berbagai proses dilakukan untuk memaksimalkan desain krematorium ini seperti pencarian data dan survey lokasi serta implementasi arsitektural yang dituang dalam produk gambar kerja dengan menggunakan CAD. Berdasarkan proses di atas maka dihasilkan bangunan krematorium yang lebih kreatif baik dari pembagian fungsi, tata bangunan serta fasade bangunan. Karena itu bangunan krematorium ini memiliki ciri khas Hindu yang unik serta menarik bagi pengguna maupun pengunjungnya. Kata Kunci : Krematorium, Prajapati Mandala, Ngaben, Kedukaan. [1] Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT
PENDEKATAN DESAIN ARSITEKTUR ORGANIK DAN DEKONSTRUKSI PADA PUBLIK BATH SINELEYAN KOTA TOMOHON. Wawointana, Defie R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16765

Abstract

Sektor pariwisata berperan sangat penting bagi pembangunan daerah Kota Tomohon. Salah satu yang  dapat meningkatkan pariwisata, yaitu Telaga Sineleyan sebagai objek wisata yang sangat berpengaruh dalam pendapatan daerah di bidang pariwisata.Tujuan penelitian ini untuk merancang Public Bath Sineleyan yang berlokasi di Kota Tomohon. Dalam penelitian ini dilakukan kajian literature terhadap desain ataupun model dari arsitek Peter Eisenman dan Frank L. Wrigth, yang ditinjau dengan metode pendekatan tipologi geometri sebagai masukan inspiratif untuk karya desain dalam penelitian ini. Pendekatan yang digunakan yaitu aplikasi metode Desain Arsitektur Organik dan Dekonstruksi pada kasus Public Bath Sineleyan Kota Tomohon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan sistem sruktur, konstruksi, dan utilitas dalam bangunan ini tetap beroriantasi pada sistem yang ideal dengan mamperhatikan prinsip kestabilan, kekuatan, fungsional dan ekonomis. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam penampilan bagunan yaitu fungsi objek, sifat objek, sifat kegiatan, pemakai kebudayaan/lingkungan.Konsep tata massa bangunan dalam rancangan Public Bath Sineleyan ini merupakan pola tatanan satu bentuk masa yang diintegrasikan kedalam, yang disesuaikan dengan pola tatanan sirkulasi yang berbentuk radial. Pola cluster digunakan agar massa bangunan dapat menyesuaikan dengan kontur lahan yang tidak beraturan dan dinamis. Meskipun perletakan massa tidak beraturan, namun semua massa bangunan memiliki satu pola yaitu bentukan kurva (menyerupai sabit) yang berorientasi pada sungai eksisting di dalam site. Hasil perencanaan dan perancangan ini dengan membuat zoning, site plan, area hiburan dan rekreasi, area kuliner, area relaksasi private, tampak bangunan, dan perspektif bangunan. Kesimpulan perancangan public bath sineleyan, terlihat pada arsitektur organik dan dekonstruksi yang saling berkaitan. Kata Kunci: Public Bath, Tomohon, Arsitektur-Organik, Dekonstruksi 
SEKOLAH TINGGI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (HYPERSURFACE ARCHITECTURE) Pedah, Jevie P.; Betteng, Luther; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6521

Abstract

Teknologi komputer yang makin canggih membuat perkembangan dunia desain komunikasi visual kian marak. Ide-ide kreatif dapat dituangkan tanpa batas dalam merancang berbagai media komunikasi visual, seperti brosur, iklan, poster, website, kemasan, sign, film animasi, corporate identity, dan lain-lain. Sehingga profesi desainer komunikasi visual/desainer grafis menjadi pilihan bagi mereka yang berjiwa dinamis dan kreatif. Penyediaan sebuah fasilitas baru berupa instansi pendidikan yang bergerak di bidang desain grafis merupakan salah satu agenda yang dapat mewadahi dan melengkapi mutu pendidikan di daerah Manado khususnya pada jenjang strata-1/S-1 desain grafis/komunikasi visual. Sebuah wadah baru yang dapat menjadikan sarana edukasi dan penuangan ide-ide kreatif peminatnya, mulai dari penyediaan kurikulum yang menarik dan lengkap hingga pada nilai-nilai arsitektural yang dapat ditampilkan pada desain bangunan. Desain Komunikasi Visual identik kaitannya pada teknologi komputerisasi, baik secara langsung maupun tidak langsung telah membawa banyak perubahan pada kehidupan manusia. Sebagai implikasi logis dari perkembangan teknologi media massa saat ini, komputer membuka alternatif baru perpanjangan tangan arsitektur dimana ekspansi arsitektur ke dunia cyberspace tidak hanya membawa dampak munculnya ‘dunia’ baru yang dapat dijelajahi arsitektur, yang dalam rancangan ini berupa Hypersuface Architecture.. Kata kunci : Sekolah Tinggi, Hypersurface Architecture, Pendidikan Tinggi, Desain Komunikasi Visual, Desain Grafis
SEKOLAH LUAR BIASA DI MANADO DENGAN TEMA ARSITEKTUR PERILAKU Budiman, Pebry S.; Kapugu, Herry; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23684

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kunci penting dalam menentukan masa depan suatu bangsa. Pengertian pendidikan sendiri ialah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Khusus bagi para penyandang cacat disebutkan bahwa warga Negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Pendidikan luar biasa adalah pendidikan yang khusus diselenggarakan bagi peserta didik yang menyandang kelainan fisik ataupun kelainan mental. Pertumbuhan penduduk, khususnya bagi penyandang disabilitas di Kota Manado mengalami pertumbuhan yang meningkat dari data tahun 2011 hingga tahun 2016, dengan adanya Sekolah Luar Biasa (SLB) ini kiranya dapat mewadahi seluruh klasifikasi disabilitas yang ada di Indonesia, (khususnya di Kota Manado). Penerapan Arsitektur Perilaku juga diharapkan mampu memberikan lingkungan yang nyaman dana aman, dan dari lingkungan sekolah dapat membentuk kepribadian serta karakter bagi para murid penyandang disabilitas. Kata Kunci : Sekolah Luar Biasa, Disabilitas, Manado
PURA KAJA SEGARA NIRMALA. Analogi Semiotik Tumimbang, Trini N. A.; Surjono, .; Rate, Johannes Van
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21248

Abstract

Buildings are inanimate objects, but that doesn’t mean that these inanimate objects have no soul within. The soul of an object reflects through its image. An image designates a certain kind of view, a trace of appreciation that capture a meaning for someone. As a prospective architect, it’s our job to create and deliver an impression; beauty (an image) against a building. It should be natural that we design culturally; with consciousness and responsibility over a good usage of architectural language 3. Architecture that grows from religious appreciation is highly visible; how architecture in its true sense was inspired from the depths of human’s soul that susceptible with cosmological dimension 4. Those architectural practices can be seen in religious buildings such as Pura, a holy place and worship temple of Hindu Dharma in Indonesia. Being the oldest religion in the world, doesn’t mean that Hinduism is a rigid belief. But on the contrary, Hinduism is dynamic and flexible. Like the whelm of water, Hinduism is capable to adapt with environmental changes. In the Province of North Celebes, its Capital City, Manado, has 2.309 Hindustan and 3 praying temples, they are Pura Jagaditha that located in Taas (Tikala District), the Malalayang Hospital’s (at the hospital’s worship area) and the one that located in Karombasan, Wanea District. There are many kinds of Pura in Indonesia, however, the kind of Pura that will be discussed in this project is the one that closely related to water, Pura Segara. Semiotics analogy construe that a building is a sign of communication (to convey an information) about what it really is and what does it do. Architecture is not a meaningless expression, and also it isn’t just one meaning. An expression of architectural language can be found in form, space and order of the design’s particularity. This analogical method is suitable for this object where every aspects of the design such as location, orientation, shape, room and even structure, they all must follow the rules so that everything becomes meaningful.Keywords : Semiotics, Analogy, Pura, Segara, Hindu Dharma
MERENCANAKAN KEMBALI DESIGN PRESIDENT SHOPPING CENTRE DI MANADO (PENERAPAN GAGASAN SUPERIMPOSISI, MENURUT BERNARD TSCHUMI) Patandungan, Julvan; Betteng, Luther
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i2.2021

Abstract

ABSTRAK Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan berbagai latar belakang sosial, budaya, ekonomi, serta memiliki masyarakat yang majemuk. Semakin beragamnya masyarakat Sulawesi Utara, semakin beragam juga kebutuhan yang akan di penuhi. Salah satunya kebutuhan akan perbelanjaan dan hiburan. President Shopping Centre sudah selayaknya di bangun kembali sesuai dengan fungsinya lagi, agar masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya dan kota manado pada khususnya dapat menjangkau setiap kebutuhan mereka, dan tidak merasa bosan dalam melakukan aktifitas di pusat perbelanjaan. Perancangan kembali President Shopping Centre dengan mengangkat tema Superimposisi, Menurut Bernard Stchumi, diharapkan dapat mempunyai nilai yang lebih, Oleh sebab itu dalam perancangannya, direncanakan bangunan yang terdiri dari satu macam bentuk massa, dengan posisi vertikal yang merupakan wujud dari  bangunan pusat perbelanjaan dari tampilan fasadenya. Kata Kunci           :  President Shopping Centre, Superimposisi.
PLAZA OTOMOTIF DI MANADO. “ANALOGI MEKANIK DALAM ARSITEKTUR” Pattipeilohy, Nathania E. P; Makarau, Vicky H.; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17114

Abstract

Kota Manado merupakan ibukota dari Provinsi Sulawesi Utara, kota ini memiliki pertumbuhan penduduk pada 2014 berjumlah 423.257, tahun 2015 berjumlah 425.634 dan pada tahun 2016 berjumlah 427.906. Seiring dengan bertumbuhnya penduduk, maka kebutuhan penduduk pun bertambah seiring berjalan nya waktu, seperti pertumbuhan dan perkembangan ekonomi bagian perdagangan barang dan jasa (termasuk di bidang Otomotif) juga mengalami kenaikan yang di tafsir sebesar 0.5% dari tahun 2015 sampai dengan tahun2016. Bangunan Plaza Otomotif merupakan bangunan komersil yang bertujuan untuk dijadikan sebagai wadah bagi para pelaku bisnis otomotif mobil, kolektor mobil, penyedia lapangan pekerjaan baru dalam bidang otomotif, bengkel otomotif yang menaungi berbagai merk mobil, sebagai pusat untuk melakukan jual belisukucadang dari berbagai merk mobil, dan sebagai wadah bagi para komunitas mobil yang ada di Kota Manado.Penerapan analogi mekanik pada bangunan ini diharapkan mampu menghadirkan ciri khas tersendiri yang mencerminkan mesin apa adanya agar masyarakat mampu menikmati fasilitas yang ada sesuai dengan fungsi utama dari bangunan ini.Kata kunci : Otomotif, Plaza Otomotif, Kota Manado, Analogi Mekanik

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue