Articles
882 Documents
GELANGGANG OLAHRAGA RENANG DI MANADO. Hi-Tech dalam Arsitektur
Kurniawati, Ayu;
Surjono, .;
Anasiru, Mohammad M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21267
Olahraga renang adalah suatu kegiatan yang dilakukan didalam air, yang erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Pada dasarnya olahraga renang dilalukan dengan tujuan untuk meningkatan kesehatan. Disisi lain, dianggap sebagai bentuk kegiatan dengan tujuan rekreasi. Olahraga renang telah terdapat dalam satu betuk, di dalam semua kebudayaan, bahkan didalam kebudayaan tertua sekalipun. “Transformasi konsep high-tech dalam arsitektur†digunakan sebagai konteks tematika dalam proses perancangan. Tema ini dipilih karena di percaya merupakan tema yang memberikan kesan yang kuat pada hasil akhir objek ini. Dengan harapan, melalui tema ini bisa menghasilkan karya arsitektur yang menunjukan kemegahan suatu bangunan yang menunjukan kecangihan teknologi. Juga sekaligus dapat menunjukan program pemerintah dalam upaya mepromosikan daerah Sulawesi Utara ini khususnya Kota Manado baik local, maupun internasional.Kata Kunci : Olahraga renang, high-tech
PERANCANGAN FLOATING HOTEL RESORT DI SELAT LEMBEH. Floating Architecture
Mosesa, Sola G. P.;
Franklin, Papia J. C.;
Rogi, Octavianus H. A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23700
 Keindahan alam bawah laut di Selat Lembeh menjadi primadona pariwisata di Bitung sehingga mengundang wisatawan untuk berkunjung. Jumlah wisatawan dari tahun ke tahun baik dari nusantara maupun mancanegara terus bertambah secara signifikan. Melihat fenomena tersebut, maka perlu wadah dalam hal ini akomodasi yang dapat menampung aktivitas wisatawan yang datang berwisata, berekreasi, dan menikmati keindahan alam, terutama alam bawah lautnya. Tujuan perancangan ini adalah merancang Floating Hotel Resort di Selat Lembeh yang dapat menampung aktivitas wisatawan serta mengintegrasi aktivitas manusia dengan keindahan alam di Selat Lembeh dengan standar kebutuhan dan kenyamanan yang ada.Hotel resort ini dirancang dengan pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik dan pendekatan lokasional dan menggunakan metode glass box. Dalam perancangan konsep menggunakan proses desain dari Horst Rittel yaitu mekanisme pengembangan varietas-reduksi varietas. Proses desain ini berupa gagasan awal yang diolah berdasarkan data dan pertimbangan yang ada, kemudian disajikan menjadi beberapa alternative terbaik yang selanjutnya akan diseleksi atau menggabungkan beberapa alternative untuk mendapatkan satu alternative konsep terbaik.  Tema Floating Architecture diterapkan pada struktur bangunan. Bangunan menjadi setengah tenggelam di permukaan air dan dapat mengeskplor keindahan alam bawah laut di Selat Lembeh tanpa merusak biota lautnya, sehingga dapat dinikmati oleh wisatawan selagi beraktivitas atau beristirahat. Sistem ballast kapal dan sistem tambat diterapkan pada bangunan ini untuk menjaga bangunan tetap stabil dari beban dinamik bangunan maupun arus laut dan angin.   Kata kunci: Hotel Resort, Selat Lembeh, Floating Architecture, Mekanisme Pengembangan Varietas-Reduksi Varietas
TOMOHON HEALTH-SPA & WELLNESS CENTER. Penerapan Arsitektur Organik
Ondang, Ixnando J.;
Mononimbar, Windy;
Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17265
Modernisasi yang terjadi saat ini amat berpengaruh bagi manusia, khususnya warga perkotaan. Perkembangan ini berdampak terhadap gaya hidup perkotaan yang makin lama makin sibuk, serba cepat dan serba instan. Gaya hidup seperti ini berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan fisik, jiwa dan pikiran manusia, sehingga perlu adanya suatu tindakan pencegahan, penyembuhan dan pemulihan terhadap efek-efek negatif dari gaya hidup perkotaan saat ini. Fasilitas health-spa & wellness center menjadi jawaban atas kebutuhan sarana pencegahan dan penanganan terhadap dampak-dampak negatif yang ditimbulkan oleh gaya hidup masyarakat perkotaan modern masa kini. Penyembuhan yang terbaik berasal dari hal-hal yang bersifat alami, penerapan unsur-unsur organik pada rancangan health-spa & wellness center akan memberikan kesan alami dan membantu dalam proses penyembuhan, pemulihan dan relaksasi bagi penggunanya. Penerapan arsitektur organik pada rancangan health-spa & wellness center menghasilkan rancangan bangunan yang bersinergi dan tumbuh dengan alam sekitarnya, lewat penataan massa bangunan, gubahan bentuk dan selubung bangunan diikuti penggunaan material alami, dan pemanfaatan penghawaan alami. Kata Kunci: Health-spa, Wellness, Organik.
PUSDIKLAT BASARNAS DI AMURANG (ARSITEKTUR RESPONSIF)
Umboh, Fenansius;
Van Rate, Johannes;
Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8885
Terdapat 3 lokasi pertemuan lempeng tektonik besar di Indonesia, yaitu Indo-Austria, Eurasia dan Pasificsehingga sangat rentang terhadap terjadinya bencana alam baik gempa bumi maupun tsunami. Semua bencana dan peristiwa kecelakaan yang terjadi tidak bisa diprediksikan kapan dan dimana akan terjadi serta tidak bisa terhindarkan, kita hanya bisa meminimalisir dan mengantisipasinya dengan memberikan pertolongan atau penanggulangan pertama pada saat terjadi bencana. RancanganPUSDIKLAT BASARNAS di Amurang dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam pembangunan dibidang pelayanan sosial dan keselamatan masyarakat serta bertujuan untuk menerapkan suatu konsep arsitektur responsif dan memberikan suatu objek rancangan yang representative sebagai wadah untuk pendidikan dan pelatihan tentang SAR kepada anggota BASARNAS sendiri juga masyarakat di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Untuk mendapatkan konsep desain yang sesuai, maka dipakai pendekatan perancangan yang mengikuti 3 aspek utama yaitu, pendekatan melalui kajian tipologi objek, kajian tapak dan lingkungan, serta kajian tematik. Dari ketiga hasil kajian diatas kemudian masuk pada tahap konsep rancangan dan gagasan awal. Pada proses ini penggunaan metode desain generasi II (image-present-test) dilakukan untuk mendapatkan hasil objek rancangan yang sesuai. Proses ini dilakukan secara terus menerus sampai kepada proses yang terakhir yaitu dimana titik rancangan sudah sampai pada batas maksimal yang dipengaruhi oleh batas berpikir seorang arsitek dan waktu yang diperlukan dalam mengolah secara maksimal hasil kajian tersebut. Melalui tema “Arsitektur Responsif†objeklebih mengoptimalkan suatu rancangan yang mencerminkan aktivitas yang cekatan atau memiliki respon yang tinggi terhadap sesuatu yang terjadi, dalam ini musibah bencana alam atau kecelakaan.Keberadaan objek rancangan ini diharapkan bisa menampung berbagai kegiatan dalam hal pendidikan dan pelatihan tentang pencarian dan pertolongan terhadap musibah bencana alam atau kecelakaan yang terjadi. Kata Kunci : Bencana, PUSDIKLAT BASARNAS, Arsitektur Reponsif
SHOPPING MALL DI TOMOHON “ARSITEKTUR KONTEKSTUALâ€
Pusung, Febrin J. R. A.;
Tinangon, Alvin J.;
Sondakh, Julianus A.R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v6i1.14789
Shopping Mall adalah sebuah pusat perbelanjaan bagi masyarakat umum dimana tersedia fasilitas-fasilitas untuk berbelanja dan fasilitas penunjang lainnya yang dapat memenuhi segala kebutuhan hidup masyarakat. Kota Tomohon adalah salah satu kota di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia dan merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Minahasa yang dikenal sebagai kota wisata, kota religi, dan kota kuliner karena memiliki beragam tempat wisata, jenis bunga yang menarik dan beragam kuliner serta kesenian, juga memiliki bangunan-bangunan yang bersifat religius. Berdasarkan potensi-potensi yang ada di Kota Tomohon , maka dari GMIM sendiri berencana akan merancang suatu kawasan Superblock GMIM yang akan memberikan beberapa pelayanan diantaranya pelayanan dalam bidang perekonomian, pendidikan dan kesehatan. Konsep Arsitektur Kontekstual merupakan salah satu konsep yang digunakan dalam perancangan bangunan Shopping Mall ini Secara keseluruhan, Shopping Mall ini merupakan sebuah perancangan bangunan pusat perbelanjaan yang memiliki konsep yaitu kontekstual dengan bangunan gedung Gereja Sion sebagai pusat orientasi utama dari kawasan superblok ini serta bisa berinteraksi dan beradaptasi dengan bangunan dilingkungan sekitarnya. Kata kunci           : Shopping Mall, Arsitektur Kontekstual, Superblok GMIM
TAMAN BUDAYA KIE RAHA DI KOTA TERNATE. Regionalism Architecture
Fatimah K. Assagaf;
Faizah Mastutie;
Ricky M. S. Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24629
Budaya merupakan kekayaan bangsa yang penting untuk diketahui, dipahami, dikembangkan serta dilestarikan sebagaimana yang tertera dalam Undang – Undang No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, karena budaya mecerminkan identitas dan jati diri masing - masing daerah. Indonesia memiliki beragam seni dan budaya yang berasal dari beragam suku dengan kekhasan serta keunikan masing-masing yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia. Maluku Utara merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang juga kaya akan seni dan budayanya. Maluku Utara masih sangat melekat dengan kesultanan, hal ini dikarenakan istilah Maluku yang merujuk pada keempat pusat kesultanan di Maluku Utara, yaitu Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Bacan yang dikenal dengan sebutan Moloku Kie Raha yang artinya Empat gunung Maluku dengan semboyan Marimoi Ngone Futuru yang artinya Bersatu Kita Teguh. Seiring waktu berjalan, dunia semakin canggih dan keinginan masyarakat untuk mengetahui, mengembangkan serta melestarikan seni dan budaya daerah semakin memudar. Hal ini dikarenakan  belum tersedianya suatu wadah arsitektural yang dapat menampung kegiatan – kegiatan seni dan kebudayaan  yang bersifat edukatif dan rekreatif. Jadi, perancangan Taman Budaya Kie Raha Di Kota Ternate merupakan alternatif dalam pengembangan serta pelestarian seni dan budaya yang bersifat edukatif serta rekreatif. Regionalism Architecture merupakan tema yang diterapkan dalam perancangan Taman Budaya Kie Raha ini, dimana tema ini memadukan teknologi modern dan bahan bangunan yang berkesan masa lampau serta penggunaan ornamen – ornamen khas budaya yang memberi kesan unik pada Taman Budaya Kie Raha ini.  Kata kunci:Moloku Kie Raha, Taman Budaya, Regionalism Architecture.
PERANCANGAN MINAHASA VOLCANO CENTER DI TOMOHON ARCHITECTURE DISASTER RESPONSE
Salelatu, David Y.;
Suryono, Ir.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v2i3.3853
ABSTRAK  Sulawesi Utara khususnya Daerah Minahasa merupakan daerah yang dilalui lingkaran api pasifik (Ring of Fire), oleh sebab itu daerah Minahasa berpotensi dan rawan akan bencana letusan gunung api. Daerah tersebut memiliki gunung api yang aktif dan paling diwaspadai, aktivitas gunung - gunung tersebut merupakan fenomena, karena terkadang aktivitas dan perilaku gunung api tidak terdeteksi oleh alat pendeteksi, oleh sebab itu Pengamatan dan penelitian terhadap gunung api, harus dilakukan sehingga dapat meminimalisasi resiko bencana yang ditimbulkan, dengan adanya pengetahuan tentang gunung api, masyarakat akan lebih tahu dan sadar akan resiko bencana alam. Minahasa Volcano Center adalah fasilitas untuk menampung kegiatan tersebut, dalam merencanakan volcano center, perlu adanya pendekatan konsep “Arsitektur Tanggap Bencana†untuk pendekatan perancangannya. Â
FASILITAS WISATA BUNGA di KOTA TOMOHON. Analogi Biologis Organik
Joni, Tulus J.;
Poluan, Roosje J.;
Lahamendu, Verry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18385
Bunga pada dasarnya merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan, dengan bentuk dan warna yang indah sehingga disukai banyak orang. Namun tidak bagi masyarakat Kota Tomohon. Kota Tomohon disebut kota bunga disebabkan oleh kondisi iklim dan topografi yang baik untuk bercocok tanam. Kota Tomohon bahkan menggelar festival bunga setiap tahun yang bertujuan untuk meningkatkan pariwisata kota Tomohon. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang kurang pengetahuan khususnya tentang bunga. Oleh karena itu, dibutuhkan fasilitas wisata bunga yang bisa menjadi tempat untuk bersenang-senang ataupun belajar tentang bunga.Tujuan Penelitian yaitu untuk merancang Fasilitas Wisata Bunga di Kota Tomohon dengan pendekatan tema Analogi Biologis Organik sebagai sarana untuk pelaksanaan kegiatan dengan fungsi bersenang-senang atau memperluas pengetahuan bunga. Fasilitas wisata bunga dirancang dengan menggunakan tema Analogi Biologis Organik, dengan memperhatikan aspek lingkungan sekitarnya. Sebagai tempat wisata bunga, hendaknya bangunan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan tumbuhan dalam proses perancangannya. Sehingga Analogi Biologis Organik oleh Frank Lloyd Wright, dianggap cocok untuk diterapkan pada bangunan jenis ini. Hasil penelitian yaitu Fasilitas Wisata dengan bentukan yang terinspirasi dari bunga, terpusat di tengah dan menyebar ke luar.Kata kunci : Bunga, Kota Tomohon, Wisata, Analogi Biologis Organik
GEREJA TORAJA DI MANADO “ SIMBOLISME DALAM ARSITEKTURâ€
Srianovita, S;
Betteng, Luther;
Rengkung, Joseph
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v4i2.9662
Kebutuhan manusia terbagi menjadi dua yaitu kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan rohani dapat ditunjang melalui sarana dan prasaran peribadatan keagamaan. Sarana peribadatan agama Kristen Protestan adalah Gereja. Gereja merupakan bangunan religius yang mewadahi kegiatan yang sakral antara umat dengan Tuhan. Selain sebagai tempat peribadatan, gereja juga sebagai sarana interaksi antara manusia dengan sesama. Manado merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yang menjadi salah satu daerah tujuan masyarakat Toraja untuk merantau. Banyak masyarakat Toraja yang bekerja dan menuntut ilmu di daerah ini. Ada juga yang sudah menetap / berdomisili dan berkeluarga di Kota Manado. Dalam perantauan, masyarakat Toraja yang beragama Kristen Protestan akan membutuhkan keberadaan Gereja sebagai tempat untuk menjalankan ibadah dengan suasana yang khusuk dan sakral yang sekaligus memperlihatkan image Gereja Toraja yang sesungguhnya, yaitu gereja yang sesuai dengan budaya (kultural) asal yakni Toraja. Kehadiran Gereja Toraja di Manado ini diharapkan bisa mewadahi peribadatan dan aktifitas kerohanian lainnya bagi masyarakat Toraja di Kota Manado. Perancangan Gereja Toraja di Manado ini menggunakan pendekatan tema perancangan “Simbolisme dalam Arsitekturâ€. Konsep utama perancangan ini adalah diterapkannya konfigurasi antara nilai atau filosofi simbol-simbol budaya Toraja dengan simbol-simbol Kristiani ke dalam bentuk fisik bangunan sehingga menciptakan suatu peribadatan yang religius dan etnis. Dengan itu pesan keagamaan dapat lebih dipahami dan menyatu sebab disampaikan dengan budaya masyarakat Toraja sekaligus menyimbolkan pemersatu keluarga di tengah segala kesibukan di tempat perantauan. Kata kunci      : Simbolisme, Kristiani, Budaya Toraja
NORTH SULAWESI ART GALLERY IN MANADO. Sustainable Architecture
Waleleng, Deofishart Ch.;
Tungka, Aristotulus E.;
Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19213
Pembangunan Galeri Seni rupa di Provisnsi Sulawesi Utara bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan seni rupa di Provinsi Sulawesi Utara yang berlokasi di Kota Manado , Alasan utama dibangunnya galeri di kota Manado ini karena kota Manado belum memiliki galeri seni rupa yang layak untuk mewadahi kegiatan seni di Provinsi Sulawesi Utara mulai dari pameran karya seni, pembuatan karya seni, hingga pendidikan seni itu sendiri, tetapi juga sebagai pusat perkembangan seni rupa di kota Manado. Dengan menerapkan konsep perancangan Sustainable Architecture atau Arsitektur Berkelanjutan, diharapkan memberikan manfaat dalam pemeliharaan lingkungan dan bisa meningkatkan minat seni di Provinsi Sulawesi Utara.Kata kunci : Galeri, Seni Rupa, Manado,Sulawesi Utara Sustainable Architecture