cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
REDESAIN TERMINAL TIPE A MALALAYANG DI MANADO - Linkage sebagai Pendekatan Desain Meloke, Frisylia; Makainas, Indradjaja
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.571

Abstract

REDESAIN TERMINAL TIPE A MALALAYANG DI MANADO (LINKAGE SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN) Frisylia Meloke[1] Indradjaja Makainas[2] ABSTRAK Transportasi memiliki posisi yang penting dalam menunjang aktifitas sehari-hari serta mobilitas yang tinggi dari masyarakat. Karena  pentingnya keberadaan transportasi maka perencanaan dan pengembangannya pun perlu ditata dalam satu kesatuan sistem yang terpadu, yaitu perlu dibangun dan diselenggarakan terminal. Eksistensi sebuah terminal menempati posisi penting sebagai bagian dari konsep transportasi, khususnya transportasi darat. Di Kota Manado sendiri terdapat beberapa terminal, salah satunya Terminal AKAP Malalayang, yang juga merupakan satu-satunya terminal tipe A yang ada di Sulawesi Utara. Kondisi terminal AKAP Malalayang ini sudah tidak sejalan lagi dengan perkembangan Kota Manado, dimana tidak adanya langkah antisipatif pada awal perencanaan dan perancangan terminal ini, sehingga menimbulkan masalah baik masalah sirkulasi, fungsi maupun pelayanannya. Dengan melihat kondisi ini, maka sudah sepatutnya untuk meredesain terminal ini. Dalam perencanaan ini, dilakukan pendekatan desain tematik dengan konsep "Linkage sebagai Pendekatan Desain", konsep ini menegaskan hubungan-hubungan dan gerakan-gerakan (dinamika) sebuah tata ruang kawasan yang dapat menyatukan bagian-bagian dalam kawasan terminal menjadi satu kesatuan, serta dapat menciptakan keteraturan dalam satu kawasan. Kata kunci : Transportasi, Terminal Tipe A, Linkage. [1] Mahasiswa Program Studi  S1 Teknik Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Teknik Arsitektur UNSRAT
ECO-HORTICULTURAL CONSERVATORY DI MINAHASA. Biomimichry in Architecture. Tumbelaka, Isabella S.; Rogi, Octavianus H. A.; Kapugu, Herry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16710

Abstract

Sulawesi Utara terkenal dengan tanahnya yang subur dan hasil pertaniannya yang beragam. Tanah Minahasa adalah rumah bagi berbagai industri tanaman yang salah satunya merupakan tanaman hortikultura yang perannya sangat penting bagi masyarakat. Kehadiran sarana konservasi tanaman hortikultura yang memadai di daerah Minahasa sangatlah dibutuhkan untuk kemudahan masyarakat menjangkau dan memperoleh edukasi tentang pentingnya keberadaan tanaman-tanaman ini. Dan dengan ditunjang fasilitas rekreasi bagi semua kalangan agar tercipta suasana yang tidak membosankan dan masyarakat dapat menikmati alam terbuka dengan cara yang lain dari biasanya. Perancangan Eco-Horticultural Conservatory di Minahasa bertujuan untuk memberikan sarana konservasi dalam skala kecil bagi tanaman hortikultura dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya budidaya tanaman yang eksistensinya dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari ini. Penerapan tema pada rancangan adalah berupa salah satu filosofi kontemporer dalam arsitektur yang mencari solusi sustainable dalam alam, yang disebut Biomimicry. Biomimicry dalam penerapannya bukan hanya sekedar meniru bentuk alam tetapi dengan memahami peraturan yang mengatur bentuk-bentuknya maupun sistem yang berlangsung dalam alam. Dari tema ini diharapkan dapat membawa manusia ke dalam komunikasi yang lebih intens dengan alam sekitar atau dengan isi dari objek rancangan.Kata Kunci : Biomimicry, Conservatory, Ekologi, Hortikultura
RESORT TAMAN BUNGA DI TOMOHON. Arsitektur Ekologis Florensi V. Punuindoong; Ingerid L. Moniaga; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27551

Abstract

Pengembangan potensi alam sebagai karakteristik suatu daerah merupakan faktor penting guna meningkatkan kualitas daerahnya. Kota Tomohon adalah salah satu kota di Sulawesi Utara yang mempunyai potensi alam dari bentuk wilayah, iklim serta hasil – hasil alam menjadi daya tarik kalangan masyarakat luas untuk mengenal wilayah tersebut. Sebagai daerah yang memiliki beragam kekayaan alam pemerintah kota Tomohon berupaya untuk mengadakan pengembangan di bidang pariwisata. Sebagai agenda tahunan kota Tomohon telah menghadirkan iven bertaraf internasional TIFF yaitu Tomohon International Flower Festival. TIFF adalah rangkaian acara seni budaya dengan parade kendaraan hias bunga yang memperkenalkan bunga-bunga hias yang ada di Tomohon. Hadirnya iven TIFF mempertegas citra kota sebagai Tomohon Kota Bunga dan menambah nilai atraktif bagi wisatawan. Pengadaan wadah wisata yang representatif  dapat menjadi salah satu alternatif guna merespon kunjungan para wisatawan di Tomohon.Resort Taman Bunga merupakan konsep penginapan yang memadukan hiasan taman bunga sebagai karakter resort dengan mempertegas ikon kota Tomohon sebagai Kota Bunga. Taman bunga disajikan pada tiap fasilitas sebagai visualisasi yang selaras dengan alam sekitar sehingga mampu mengambarkan suasana kota Tomohon yang asri dan ramah lingkungan. Arsitektur Ekologis sebagai ilmu pembangunan berwawasan lingkungan, yang memanfaatkan potensi alam menjadi tema yang dipilih pada objek Resort Taman Bunga di Tomohon. Pengaplikasian tema Arsitektur Ekologis pada desain ini menekankan pada aspek-aspek penghawaan, pencahayaan, penggunaan material, serta menciptakan suatu bentuk- bentuk  yang harmonis dengan lingkungan sekitar.Kata Kunci : Resort Taman Bunga, Arsitektur Ekologis, Kota Tomohon
GELANGGANG REMAJA DI KOTA AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN. Bahaviour Architecture Purukan, Meldrick A. G.; Egam, Pingkan P.; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17285

Abstract

Remaja merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita, perjuangan dan pembangunan bangsa. Pendidikan para remaja sangat berpengaruh atas kualitas edukasi para remaja, yang berdampak pada pembentukan karakter suatu daerah dalam pengembanganya. Kota Amurang sebagai pusat kegiatan wilayah di daerah Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai permasalahan tersendiri atas pengembangan dan pembentukan karakter para remaja. Maraknya kasus tawuran antar pelajar, penggunaan senjata tajam, narkoba dan minuman keras, menjadi hal yang tidak lasim lagi dalam lingkungan pergaulan muda mudi di Kota Amurang. Kurangnya perhatian pada remaja menjadi dampak permasalahan tersebut. Untuk meminimalisir berkembangnya hal – hal negatif yang dilakukan para remaja, kiranya perlu di hadirkan suatu sarana sebagai penyaluran aktivitas minat dan bakat dan mampu mengalihkan kegiatan remaja pada hal-hal yang lebih positif.Fasilitas dan sarana yang bergerak di bidang olahraga, seni, iptek dan pengembang diri atau mutu bagi remaja  sebagai wadah yang merupakan fasilitas pembinaan dan pengembangan fisik dan mental para remaja dalam bentuk edukatif kreatif, dan rekreatif. Rancangan Gelanggang remaja di Amurang ini menerapkan pendekatan tematik Behavior Architecture yang penerapannya selalu menyertakan pertimbangan - pertimbangan perilaku pengguna dan lingkungan sekitar dalam perancangan. Diharapkan dengan penerapan tema ini pada objek rancangan, dapat menghadirkan suatu ruang yang bisa menampung remaja dalam beraktifitas, bersosialisai dan berkreasi dalam perbedaan pada karakter remaja, dan ditunjang dengan berbagai fasilitas pendukung yang terpadu dan terarah, sebagai wadah yang menjadi solusi bagi permasalahan remaja di Kota Amurang. Kata Kunci : Penyalur Minat Bakat, Gelanggang Remaja, Amurang, Behavior Architecture
PUSAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI MANADO ‘MANIFESTASI METODE MONTESSORI DALAM ARSITEKTUR’ Pandensolang, Yulia S.; Waani, Judy O.; Siregar, Frits O.P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13024

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 8 tahun. Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada perletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio-emosional (sikap, perilaku, dan agama), bahasa, dan komunikasi. Sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Seorang ahli pendidikan yang bernama Maria Montessori yang berasal dari Italia yang dikenal melalui metode pendidikannya dalam sebuah buku The Montessori Method menjelaskan bahwa, salah satu cara yang mudah untuk membuat anak menyukai belajar adalah dengan cara membuat anak belajar sambil bermain karena anak-anak sangat menyukai permainan. Dia menerapkan belajar sambil bermain agar anak-anak lebih dapat mengerti bahan yang dibahas. Setiap anak memiliki tahap-tahap perkembangan tertentu sesuai dengan perkembangan umurnya. Faktor lingkungan serta perlakuan orang dewasa (pendidikan) hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan mereka. Oleh karena itu, Montessori percaya bahwa lingkungan haruslah merupakan tempat yang menyenangkan (loving area), tempat yang kondusif (nourishing) untuk membantu perkembangan, tempat dimana orang dewasa dapat mengobservasi perkembangan anak dan membuat perubahan-perubahan sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka. Adapun tujuan dari perancangan ini adalah merancang bangunan pusat pendidikan anak usia dini dengan menggunakan metode Montessori sebagai tema yang sesuai dengan karakter dan perilaku anak untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan kreativitas. Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Montessori, Anak
PELABUHAN WISATA DI MANADO. Biomimetik Arsitektur Sayun, Wayan S.; Sondakh, Julianus A. R.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20840

Abstract

Kota Manado merupakan salah satu kota yang dikenal sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) di kawasan Timur Indonesia. Sejak dilaksanakannya program MEA atau Masyarakat Ekonomi Asean, Kota Manado menjadi Pintu Gerbang program tersebut di kawasan pasifik. Dalam merespon hal tersebut, pemerintah Kota Manado hendak mengembangkan sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan peningkatan perekonomian, diantaranya sektor pariwisata. Salah satu potensi wisata yang berpeluang meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan wisatawan baik mancannegara maupun domestik, yaitu dengan Pelabuhan Wisata di Manado. Dengan demikian, perlu adanya suatu objek yang dapat membantu dan berkontribusi dalam mengembangkan pariwisata Kota Manado. Maka dihadirkanlah “Pelabuhan Wisata di Manado” dengan implementasi tema “Arsitektur Biomimetik”. Tema ini adalah seni dalam menciptakan atau membentuk suatu bangunan dengan mengemulsasi bentukan dari makhluk hidup dan juga melihat alam sebagai : model, measure (ukuran)  dan mentor untuk menciptakan suatu karya arsitektur, arsitektur biomimetik juga menekankan pada perencanaan bangunan dan perancangan ruang yang hemat energi dan futuristik.Kata kunci : Pelabuhan Wisata, Arsitektur Biomimetik.
KLINIK ORTOPEDI DAN FISIOTERAPI DI MANADO (REFLEKSI METODE FISIOTERAPI DALAM ARSITEKTUR) Hakim, Teguh R; Tondobala, Linda
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i2.2103

Abstract

ABSTRAK Klinik Ortopedi dan Fisioterapi adalah sebuah fasilitas kesehatan khusus yang lebih menekankan pelayanan masalah kesehatan tulang serta rehabilitasi penyembuhan gangguan tulang dengan metode fisioterapi ortodentik. Beberapa tahun belakangan ini isu tentang gangguan tulang khususnya osteoporosis mulai hangat diperbincangan mengingat osteoporosis merupakan ganguan pada tulang yang tidak bisa diobati. Manado sendiri sebagai kota yang mulai berkembang sangat pesat dengan masalah-masalah yang bermunculan dan berdampak buruk bagi aspek kesehatan. Masalah pola hidup yang tidak sehat, kesadaran akan baiknya jalan kaki, tingkat kecelakaan yang meningkat, serta kebiasaan olahraga yang masih kurang memberikan peluang terjadinya masalah-masalah tulang yang lambat laun akan berakibat fatal. Klinik ortopedi dan fisioterapi sangat diperlukan sebagai fasilitas kesehatan yang mewadahi penyembuhan khusus tulang dan penanganan rehabilitasinya. Kehadiran klinik ortopedi dan fisioterapi direncanakan untuk membantu pembagian layanan kesehatan di Kota Manado agar konsentrasi pelayanan tidak terpusat di Rumah Sakit Pusat Kandou Manado. Dengan menggunakan pendekatan desain berupa tema perancangan dengan “Refleksi Metode Fisioterapi Dalam Arsitektur” yaitu pengaplikasian metode Fisioterapi dalam ruang, bentuk, pola sirkulasi dan tatanan ruang luar yang diharapkan dapat membeikan warna tersendiri dalam pelayanan  kesehatan di Manado.   Kata kunci : Ortopedi, Fisioterapi, Refleksi
REDESAIN TEMPAT REKREASI PANTAI TAMBIO’E DI BEO (Penerapan Proksemik Dalam Arsitektur) Laloma, Natalia; Waani, Judy O.; Supardjo, Surijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17093

Abstract

Pulau Karakelang menyimpan sejumlah destinasi wisata yang sungguh mempesona, salah satunya yaitu pantai Tambio’e, sebuah pantai indah di tepi jalan Beo yang mempesona di Pulau Karakelang. Namun di pantai Tambio’e ini fasilitas yang ada masih kurang, sehingga maksud dari perancangan ini yaitu ingin me-Redesain Tempat Rekreasi Pantai Tambio’e dengan menghadirkan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Hadirnya fasilitas ini dalam desain menggunakan tema Penerapan Proksemik Dalam Arsitektur.  Proksemik berkaitan dengan personal space yang diartikan sebagai studi yang mempelajari tentang posisi tubuh dan jarak tubuh (jarak antar tubuh ketika seseorang berkomunikasi antar personal) atau cara seseorang menggunakan ruang dalam berkomunikasi (dalam Altman, 1975). Istilah lain dari proksemik juga adalah komunikasi non verbal yang ditunjukkan dengan ruang dan jarak antar individu dengan orang lain. Proksemik dibagi atas dua yaitu proksemik jarak dan proksemik ruang.Pada perancangan tata/ruang, biasanya akan mengidentifikasikan fungsi atau peruntukan ruang, apakah sebagai ruang publik, servis, atau personal. Ruang personal tidak selamanya untuk satu individu, namun juga dapat bersifat kumpulan. Dalam penataan suatu ruang terdapat dua pola yaitu pola kesosiopetalan dan pola kesosiofugalan. Konsep-konsep inilah yang akan diterapkan pada Redesain Tempat Rekreasi Pantai Tambio’e Di Beo. Diharapkan dengan adanya penerapan Proksemik dalam arsitektur dapat terciptanya aktifitas dalam bentuk perilaku dalam ruang memberikan gambaran bahwa ruang mengakomodasi banyak ke-pentingan masyarakat misalnya sosial, budaya, lingkungan serta sosial politik baik yang bersifat publik maupun privat.  Kata Kunci : Tempat Rekreasi Pantai Tambio’e, Personal Space, Proksemik 
MUSEUM BAHARI DI MAKASSAR ‘EKSPRESI BUDAYA MASYARAKAT BUGIS-MAKASSAR DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR’ Kuta, Mirza A. P.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.8116

Abstract

ABSTRAK Indonesia adalah negara kepulauan terbesar didunia berupa hamparan laut sepanjang 3.000 mil yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan jumlah pulau lebih dari 17.500 meliputi wilayah laut yurisdiksi nasional lebih kurang 5,8 juta km2. Indonesia terletak pada posisi yang sangat strategis, yaitu pada persilangan dua benua dan dua samudera, serta memiliki wilayah laut yang memiliki kekayaan laut yang besar, sekaligus sebagai urat nadi perdagangan dunia. Posisi geografis Indonesia yang sangat bersifat kelautan membuat Bangsa Indonesia terus mengembangkan tradisi, budaya, dan kesadaran bahari serta menjadikan laut sebagai tali kehidupannya dengan kata lain mempunyai hak dan kewajiban dalam mengatur, mengelola, dan memanfaatkan kekayaan laut tradisional yang merupakan salah satu kebudayaan Bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim untuk kepentingan rakyat. Untuk mewujudkan gagasan ini, diterapkan model proses desain generasi II yang terdiri dari dua fase. Fase pertama yaitu pengembangan wawasan komprehensif dengan pendekatan konvensional berupa kajian tipologi objek serta kajian tapak dan lingkungan. Fase kedua yaitu berupa Execute Image-Present-Test Cycle. Ekspresi Budaya masyarakat Bugis-Makassar dalam perancangan arsitektur ” dipakai sebagai acuan untuk merancang objek arsitektural Museum Bahari di Makassar. Tema ini mengacu kepada pengekspresian serta menggali segala unsur-unsur kebudayaan suku Bugis-Makassar, maupun sisi sejarahnya, kemudian di implementasikan kedalam objek rancangan museum bahari. Unsur-unsur kebudayaan yang dimaksud yaitu terdiri dari : Bahasa, Ilmu Pengetahuan, Sistem Ekonomi (Mata Pencaharian), Sistem Politik (Organisasi Kemasyarakatan), Sistem teknologi dan peralatan, Sistem Religi serta kesenian. Hasil desain yang berupa penyajian gambar - gambar arsitektural, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang kualitas perancangan museum bahari di Makassar dengan implementasi tema konsep ada.   Kata Kunci: Museum Bahari, Ekspresi Budaya Masyarakat Bugis-Makassar.
Akademi Fashion Di Manado Arsitektur Futuristik Gogani, Ranny P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14091

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak potensi, baik potensi alam, budaya, hingga sumber dayanya. Fashion adalah salah satu kekayaan di Indonesia yang dewasa ini sudah semakin berkembang dan mampu merambah pasar dunia. Namun industri fashion di Indonesia masih terus berkembang untuk dapat sejajar dengan kualitas-kualitas dunia seperti Paris, Italia, dan negara-negara Eropa lainnya yang memang telah jauh diakui dunia dalam bidang tersebut. Indonesia justru dapat bersaing di bidang tekstil dengan menjadi tiga produsen utama di dunia, pada hal diketahui bahwa tekstil merupakan komponen penting dalam sebuah industri fashion, oleh karena itu Akademi Fashion di Manado ini bertujuan dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional di bidang fashion sehingga kedepannya dapat menambah nilai jual dari suatu produksi tektil dan dapat diakui oleh dunia. Konsep umum dalam Akademi Fashion di Manado ini adalah mampu menciptakan bangunan pendidikan yang harmoni antara fungsi utama bangunan pendidikan, karakter- karakterseni fashion, dan potensi local budaya Indonesia. Kreatifitas yang menjadi bahan utama bagi penggunanya dapat diimplementasikan kedalam tata ruang bangunan, sehingga harapannya desain Akademi Fashion di Manado ini dengan tema perancangan Arsitektur Futuristik, selain mewadahi fungsi utama dari suatu kegiatan belajar mengajar juga menjadi tempat untuk mengembangkan ide-ide di bidang fashion khususnya dan dapat terus memajukan fashion di Indonesia. Kata kunci :Akademi, fashion, desain, arsitektur,

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue