cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
TAMAN EDUKASI DI MANADO. Arsitektur Organik Maasawet, Bayu; Siregar, Frits O. P.; Sela, Rieneke L. E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23958

Abstract

Manado merupakan ibukota provinsi Sulawesi Utara dengan penduduk yang cukup banyak yang menjadikan kota Manado sebagai pusat kegiatan dan  juga sebagai tolak ukur atas kemajuan provinsi Sulawesi Utara dan negara Indonesia baik di bidang ekonomi, fasilitas, kekayaan alam, pendidikan dan sebagainya. Dalam tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dan menghadirkan suatu fasilitas edukasi yang menarik, rekreatif, yang dapat memberikan pengalaman edukasi dengan hubungan langsung dengan alam. Maka suatu fasilitas wahana wisata edukasi dengan tema organik yang mengoptimalkan hubungan serta keharmonisan antara manusia, bangunan, dan alam, merupakan suatu cara untuk menarik masyarakat untuk dapat menikmati edukasi non formal dengan cara berbeda dan lebih menarik. Metode yang digunakan merupakan metode perancangan dengan pendekatan Arsitektur Organik untuk dapat mengoptimalkan hubungan objek rancangan dengan  alam yang berada disekitar objek rancangan tersebut. Tujuan dari perancangan ini adalah agar dapat menghadirkan suatu fasilitas edukasi yang memiliki daya tarik bagi masyarakat luas dan secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan terlebih khusus di daerah yang akan dibangun fasilitas tersebut yaitu kota Manado.  Kata Kunci: Taman Edukasi, Arsitektur Organik, Manado
PERANCANGAN MANADO CULINARY CENTER. Arsitektur Lansekap Kolompoy, Gracia J. P.; Syafriny, Reny; Rondonuwu, Dwight M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23688

Abstract

Manado Culinary Center adalah sebuah tempat dimana semua kegiatan kuliner dilakukan yang dipusatkan dalam suatu kawasan. Kota Manado sebagai kota pariwisata memiliki peningkatan wisatawan yang sangat pesat tiap tahunnya. Wisata kuliner tidak kalah menarik dengan sektor wisata lainnya karena kuliner pasti menjadi sebuah kebutuhan primer manusia sehingga kemanapun tujuan mereka berwisata, kuliner tetap menjadi bagian dari perjalanan wisata.Pada saat ini Kota Manado telah memiliki sejumlah tempat yang menjual makanan-makanan khas, sayangnya tempat-tempat tersebut kurang representatif. Maka dari itu dibutuhkan perencanaan dan perancangan Manado Culinary Center dengan penerapan konsep tema Arsitektur Lansekap yang diharapkan dapat menjadi sarana untuk pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi.Metode dalam proses perancangan ini melalui pendekatan tipologi fungsi , tematik, dan lokasi. Proses perancangannya berdasarkan dari pengumpulan data, analisis, dan pengkonsepan rancangan.Hasil dari perancangan ini merupakan layout, site plan, denah, tampak bangunan, tampak site, potongan (bangunan, site, orthogonal), perspektif, spot interior, spot eksterior, layout utilitas, detail utilitas, dan detail struktur. Dengan penerapan tema Arsitektur Lansekap yang mengambil dan mengangkat potensi-potensi lansekap pesisir pantai. Kata kunci: Manado Culinary Center, Arsitektur Lansekap
MANADO INTERNATIONAL CIRCUIT RACE. Hi-Tech Architecture Tumbol, Marcello J.; Sangkertadi, Prof.; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17597

Abstract

               Sirkuit adalah tempat dimana untuk menyediakan para pembalap serta tim untuk memperlihatkan perkembangan kendaraan mereka untuk berkompetisi dalam dan baraduh kecepatan yang mengadopsi teknologi untuk di uji coba. Dalam perancangan objek ini mempunyai fungsi merancang sirkuit balap yang bertaraf internasional dengan lisensi agar dapat digunakan untuk menggelar kompetisi paling bergengsi yaitu Formula 1 & Motogp dengan sirkuit dapat digunakan ajan balapan berkategori internasional atau di bawahnya kecuali Rally dan Motorcross.                Sirkuit ini tidak digunakan hanya untuk arena balap saja namun juga di gunakan untuk tempat berekreasi dan tempat dijadiknnya sebagai tempat konser musik. Dengan adanya perancangan objek ini karena Sulawesi utara khususunya kota manado sebagai kota ekowisata maka perlu tambahan sarana dan fasilitas pariwisata dan menghasilkan sumber devisa setiap tahunnya.                  Dengan pembangunan sirkuit balap internasional dan pemilihan lokasi yang strategis. Dalam penerapan tema High Tech Archittecture karrena dalam objek tersebut tempat untuk mengadu teknologi antara tim di setiap negara.. dengan diterpkannya tema tersebut kiranya menghasilkan rancangan yang yang berteknolgi tinggi sebagai terekspos dari bangunan dan lingkungan sekitar kawasan dalam perancangan arena sirkuit.Kata Kunci : Manado International Circuit Race, High-Tech Architecture
GEDUNG PEMUDA DI MANADO “ARSITEKTUR PERILAKU LINGKUNGAN” Tome, Abdul H.; Betteng, Luther; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.9174

Abstract

Pemuda merupakan konsep-konsep yang selalu di kaitkan dengan masalah nilai. Di dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan dan pembangunan bangsanya karena pemuda dapat diartikan sebagai harapan Bangsa dan Negara. Melihat kondisi Kota Manado saat ini begitu memprihatinkan, stabilitas keamanan mulai di pertanyakan dan merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat kota manado untuk menjaganya. Banyaknya kasus pembunuhan, penggunaan senjata tajam, dan tawuran antar kampung menjadi faktor yang meresahakan masyarakat kota manado. Setelah diidentifikasi diantara berbagai kasus tersebut ternyata sebagian besar palakunya adalah pemuda yang dibawah pengaruh minum-minuman keras. Untuk meminimalisir berkembangnya kasus-kasus ini kiranya perlu di hadirkan suatu wadah/bangunan yang mampu mengakomodasi pemuda dalam penyaluran bakatnya agar mampu mengalihkan kegiatan pemuda pada hal-hal yang lebih positif. Gedung Pemuda di Kota Manado hadir sebagai salah satu solusi bagi para pemuda untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Gedung Pemuda merupakan sarana pembinaan mental terhadap pemuda dalam bentuk edukatif rekreatif. Sarana ini merupakan wadah bagi pemuda untuk mengembangkan potensi yang dimiliki pemuda baik dari segi olahraga, seni, iptek maupun kegiatan berorganisasi. Sarana ini juga mampu menjawab tantangan zaman dalam mengarahkan pemuda pada hal-hal yang lebih positif karena pemuda merupakan generasi emas bagi Bangsa dan Negara. Rancangan Gedung Pemuda di Manado ini menerapkan pendekatan tematik Arsitektur Perilaku Lingkungan. Pendekatan ini diterapkan untuk menyempurnakan rancangan objek, dengan memberikan terapi mental terhadap pengguna bangunan dan juga membantu dan menganalisa kebutuhan ruang bagi pemuda terhadap objek rancangan. Pendekatan tematik ini menyempurnakan fungsi dari objek rancangan sebagai saran pembinaan mental bagi pemuda. Kata Kunci  : Gedung, Pemuda, Perilaku, Lingkungan.
ISLAMIC HOTEL DI KOTAMOBAGU. “KONTEKSTUAL REVIVE” Supardjo, Rinda H.; Prijadi, Rachmat; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15363

Abstract

Hotel dengan Konsep syariah Islam, yaitu Hotel yang menerapkan Syariah dalam Agama Islam ke dalam operasional Hotel. Kehadiran Hotel dengan Konsep Syariah ini mengurangi image masyarakat bahwa Hotel menjadi tujuan atau tempat maksiat, karena dengan Hotel Konsep Syariah, maka peraturan-peraturan yang dijadikan acuan untuk menjalankan operasionalnya adalah Hukum Syariah Islam. Kota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2007 pada tanggal 2 Januari 2007. Tema yang dipilih ialah “Arsitektur Kontekstual Revive” karena dengan menggunakan tema ini diharapakan objek hotel yang nantinya di desain dapat menciptakan lingkungan yang lebih menarik, dan objek rancangan mengangkat tema Revive yaitu menghidupkan kembali atau menyadarkan kembali, aplikasinya kedalam objek rancangan adalah membuat bentukan islami yg lampau kedalam bentukan modern tanpa mengurangi esensi dari bentukan islam. Kata Kunci : Arsitektur Kontekstual Revive, Hotel syariah, Kota Kotamobagu
PUSAT KEGIATAN LANSIA. Arsitektur Perilaku Candle D. P. Lang; Fela Warouw; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25049

Abstract

Pusat Kegiatan Lansia merupakan sebuah tempat yang mewadahi berbagai kegiatan yang dikhususkan bagi para lansia. Di kota Manado sangat jarang ditemui fasilitas yang dikhususkan untuk lansia. Hal ini tidak seimbang dengan terus bertambahnya jumlah penduduk lansia dari tahun 2011 – 2016. Inilah yang melatar belakangi perancangan Pusat Kegiatan Lansia di Manado. Persoalan desain dari perancangan ini adalah bagaimana merancang sebuah fasilitas yang dikhususkan untuk para lansia dengan mempertimbangkan perilaku dari lansia. Dan tujuan perancangan adalah untuk merancang sebuah objek (Pusat Kegiatan Lansia) yang bisa memfasilitasi berbagai kegiatan para lansia dengan mempertimbangkan perilaku dari lansia. Metode perancangan yang digunakan merupakan metode perancangan Glass box dari J. Christopher Jones. Melaui metode desain ini dapat di ketahui bagaimana proses pengumpulan data, analisis, sintesa, sampai pada hasil dari desain itu sendiri. Kemudian digabungkan pendekatan Arsitektur Perilaku. Hasil yang diperoleh yaitu desain Pusat Kegiatan Lansia dengan pendekatan Arsitektur Perilaku yang di aplikasikan pada rancangan bangunan itu sendiri. Penerapan tema berdasarkan aspek fisiologis dan psikologis dari lansia. Kata Kunci: Pusat Kegiatan Lansia, Fasilitas Lansia, Arsitektur Perilaku, Aspek Fisiologis, Aspek Psikologis
ARENA FESTIVAL DANAU TONDANO (KONSERVASI DALAM KONTEKS PENGELOLAAN TERPADU) Lapian, Amanda G.; Poli, Hanny; Poluan, Roosje J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.5577

Abstract

Masyarakat Minahasa hidup dalam keberagaman budaya. Namun, seiring waktu ciri khas Budaya Minahasa mulai luntur karena belum adanya fasilitas yang menunjuang continiunitas kegiatan-kegiatan yang memupuk berkembangnya budaya masyarakat Minahasa sehingga menghadirkan objek Arena Festival Danau Tondano merupakan salah satu langkah untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata di Minahasa yang sempat menjadi perhatian dunia. Namun dalam perancangan Arena Festival Danau Tondano tentunya perlu memperhatikan kondisi danau Tondano yang mulai memprihatinkan karena terjadinya sendimentasi yang mengancam danau Tondano serta ekosistemnya sehingga perlu adanya konservasi terhadap danau yaitu berupa pengelolaan air dan tanah sekitar danau serta pegelolaan sistem dalam objek untuk menjaga keberlangsungan aktivitas di dalamnya. Oleh karena itu Arena Festival Danau Tondano di rancang dengan memperhatikan dan mengimplementasikan tema ekologis dimana perancangan bangunan tidak menambah tingkat pencemaran pada Danau Tondano namun menjadi solusi dalam permasalahan lingkungan sekitarnya. Kata kunci : Arena, Festival, Danau Tondano, Konservasi
PENERAPAN PRINSIP PRINSIP SENI EKSPRESIONISME DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR Mudeng, Janny; Siswanto, Wahyudi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i1.362

Abstract

ABSTRAK Karya tulis ini bertujuan untuk  untuk mengingatkan kembali tentang prinsip dan ciri-ciri Arsitektur Ekspresionis yang benar, yang di mana akan dapat kita terapkan kembali ke dalam suatu perancangan Arsitektural, atau Regionalisme yang diakui dalam Arsitektur Post Modern. Pembahasan ini ditempuh melalui studi literatur disertai analisis terhadap teori-teori yang diperoleh dalam karya-karya Arsitektur yang mewakilinya, hasil pembahasan ini kemudian dipresentasikan secara deskriptif untuk memperoleh kesimpulan yang relevan. Dari keseluruhan penulisan diperoleh hasil bahwa ekspresionis dalam Arsitektur yaitu adalah usaha untuk menghargai kebebasan berimajinasi dan kebebasan mencipta yang merupakan Seni dalam Arsitektur. Kebebasan yang dimaksud ini adalah Seni yang tidak hanya dibatasi oleh modul yang akan menjadikan bentuk bangunan terlihat kaku dan monoton. Bentuk ekspresinya biasa terdapat pada emosi kemarahan dan depresi serta emosi bahagia. Kata Kunci: Ekspresionisme, Arsitektur
Analisis Kenyamanan Termal Ruang Luar di Kawasan Kampus Unsrat Muhaling, Jefri; Kumurur, Veronika A.; Wuisang, Cynthia
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16690

Abstract

Kenyamanan termal merupakan suatu kebutuhan bagi pelaku aktifitas pada ruang luar. Sebagai suatu wadah aktifitas, ruang luar pada kawasan kampus unsrat tentunya harus mampu menciptakan situasi nyaman secaratermal bagi pelaku aktifitas. Untuk itu perlu adanya identifikasi serta kajian tentang kawasan luar ruang yang nyaman maupun tidak nyaman secara termal.Salah satu cara mengidentifikasi kenyamanan termal pada suatu kawasan/lahan melalui pemetaan adalah dengan metode Geographic Information System (GIS). Berdasarkan pengukuran di 108 titik yang dipetakan dengan menggunakan Metode GIS, kenyamanan termal ruang luar pada kawasan Kampus Unsrat Manado, berada pada tingkat kenyamanan kategori agak panas (70,192%), panas (28,152%) dan sangat panas (1,656%).Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa nilai persentase perbandingan luas tutupan lahan berupa pohon dan bangunan mempengaruhi nilai kenyamanan termal. Semakin tinggi angka persentase tutupan pohon akan semakin besar tingkat kenyamanan termal ruang luar. Sebaliknya seakin tinggi tutupan bangunan pada lahan akan semakin rendah tingkat kenyamanan termal. Faktor lain yang mempengaruhi kenyamanan termal pada ruang luar yaitu tinggi bangunan dan material dinding serta jendela pada bangunan.Kata Kunci: Kenyamanan Termal, Ruang Luar, Kampus Unsrat, Geografi Information System
ASRAMA HAJI DI LUWUK. Arsitektur Simbolis Ahmad Safei; Rachmat Prijadi; Mohammad M. Anasiru
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25588

Abstract

Asrama Haji di Luwuk merupakan kompleks kegiatan keagamaan di mana di tempat ini adalah tempat embarkasi dan debarkasi bagi para calon haji sebelum di berangkatkan ke tanah suci, selain itu kawasan asrama haji ini terbuka untuk masyarakat umum baik untuk kegiatan pelatihan maupun kegiatan wisata religi. Dimana didalamnya terdapat kegiatan pendidikan berbasis agama Islam. Sedangkan konsep perancangan bentuk bangunan pada asrama haji di Luwuk. akan dibuat nantinya berdasarkan dari transformasi sebuah bentuk dasar persegi yang akan diolah sesederhana mungkin. Dengan mengambil tema Arsitektur Simbolisme, akan dibuat Asrama Haji di Luwuk yang cukup berbeda dengan Asrama Haji yang lainnya,  dimana bangunan ini akan mengacuh pada simbol-simbol keislaman dengan estetika interior dan strukturnya akan sangat menarik dan memperjelas fungsi dari bangunan tersebut. Begitu pula dengan karya-karya arsitektural yang juga merupakan kumpulan dari elemen-elemen pembentuk yang memiliki suatu makna/arti dapat menjadikan Asrama Haji di Luwuk sebagai tempat yang mewadahi aktifitas pertemuan, berkomunikasi, dan bertukar pikiran, saling memberikan informasi dan  pengetahuan tentang keislaman, serta saling menunjang dengan fungsi lainnya untuk menjadikan Asrama Haji di Luwuk sebagai sarana yang menunjang ifrastruktur perkembangan Kabupaten Luwuk Banggai.Kata Kunci : Asrama Haji di Luwuk, Arsitektur Simbolis, Kabupaten Luwuk Banggai

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue