cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
POLITEKNIK GEOTHERMAL DI TOMOHON (Morphogenesis In Architecture) Wolayan, Yeremia F. W.; Kindangen, Jefrey I.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6019

Abstract

Sumber daya alam di Indonesia sangatlah melimpah, namun potensi tersebut tidak dapat dimaksimalkan dengan baik. Salah satunya adalah sumber daya alam pada lingkup Geothermal. Di Indonesia sumber daya alam Geothermal terbilang sangatlah melimpah, bahkan merupakan Negara yang memiliki potensi geothermal terbesar didunia. Di Sulawesi Utara sendiri potensi geothermal sudah bisa dimanfaatkan, tapi itupun hanya sebagian kecil saja.  Ini adalah pengaruh tidak ada sumber daya manusia yang dapat memanfaatkan potensi Geothermal tersebut. Sehingga perlu ada pembuatan fasilitas pendidikan tinggi yang bisa mengembangkan sumber daya manusia yang dapat memaksimalkan potensi sumber daya Geothermal di Indonesia. Pemerintah sendiri sudah berusaha mengajak investor-investor negara asing untuk bekerjasama membangun fasilitas Politeknik Geothermal di Sulawesi Utara. Oleh sebab itu maka penulis mendesain Politeknik Geothermal di Tomohon, yang dapat melatih sumber daya manusia untuk memaksimalkan sumber daya alam Geothermal di Indonesia. Kata kunci: Politeknik, Geothermal, Morphogenesis, Strategi Transformasi, Perancangan.
REDESAIN KANTOR PUSAT GEREJA MASEHI ADVENT HARI KE-TUJUH UNI INDONESIA KAWASAN TIMUR DI MANADO (BANGUNAN HEMAT ENERGI) Kalangi, Fendy; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.12268

Abstract

Konsumsi energi dalam bangunan (penerangan, AC, lift, dsb) tercatat hampir seperempat dari suplai tahunan energi dunia pada akhir tahun 80-an (Flavin, 1980). Celakanya hampir dua pertiganya disuplai dari bahan bakar minyak dan gas yang usia cadangannya tidak lebih dari 100 tahun (30 tahun untuk indonesia) (World Energy, 1991). Keadaan ini semakin memburuk terjadi di negara-negara berkembang terutama di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Perancangan sebuah bangunan yang hemat energi merupakan salah satu aspek dalam mewujudkan arsitektur berkelanjutan. Perancangan bangunan hemat energi menekankan pada kondisi iklim setempat, dengan mempertimbangkan: Konfigurasi bentuk bangunan dan perencanaan tapak, orientasi bentuk bangunan (fasad utama dan bukaan), desain fasade (termasuk jendela, lokasi, ukuran dan detail), perangkat penahan radiasi matahari (misalkan sunshading pada fasade dan jendela), Perangkat pasif siang hari, warna dan bentuk selubung bangunan, tanaman vertikal, serta angin dan ventilasi alami. Bangunan yang tanggap terhadap konservasi energi dalam hal ini akan diterapkan pada bangunan kantor Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Indonesia Kawasan Timur yang ada di Manado. Pendekatan tema “Bangunan Hemat Energi” pada kantor ini kiranya dapat menghadirkan bangunan yang ramah lingkungan mencoba menghadirkan kondisi lingkungan yang hijau, natural dan selaras dengan alam ditengah padatnya polusi di lingkungan perkotaan. Kata Kunci : Energi, Bangunan Hemat Energi, Kantor Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ke-Tujuh Uni Indonesia Kawasan Timur
OCEANARIUM DI MANADO. Waterscape Architecture Paramitha, Indtani; Rondonuwu, Dwight M.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20829

Abstract

Oceanarium merupakan sebuah tempat penangkaran ikan-ikan dan hewan-hewan air laut yang ditempatkan dalam suatu Akuarium raksasa yang dibuat menyerupai habitat aslinya. Kota Manado sebagai kota pariwisata mengalami peningkatan kujungan wisatawan  mancanegara dan domestik tiap tahunnya. Tujuan yang paling banyak diminati yaitu Taman Nasional Bunaken yang  memiliki biodiversitas kelautan  salah satu yang tertinggi di dunia. Namun untuk menikmati keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken wisatawan harus menyelam langsung untuk  menikmati keanekaragaman hayati laut tersebut. Sebuah gedung Oceanarium pada umumnya menuntut sebuah tempat dengan suasana yang berunsur air yang bersifat buatan dan dapat di terapkan dengan tema Waterscape Architecture. Tujuan dari perancangan Oceanarium ini untuk memudahkan wisatawan dalam menikmati kekayaan alam bawah laut Taman Nasional Bunaken tanpa harus menyelam, juga menjadi sarana pendidikan non-formal bagi masyarakat yang ingin mengenal kekayaan alam bawah laut Taman Nasianonal Bunaken lewat rancangan yang representatif sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pilihan sarana rekreasi masyarakat dan menjadi objek utama pariwisata di Kota Manado. Pendekatan dalam proses perancangan ini melalui kajian tipologi objek, konsep tematik, dan pendekatan terhadap analisa tapak dan lingkungan dilakukan dengan metode deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan transformasi konsep. hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, siteplan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya. Dimana tema Waterscape Architecture diterapkan pada site plan kawasan oceanarium yang mengambil bentuk alur air yang mengalir dari satu tempat ke tempat lain. Faktor yang berkontribusi terhadap karakter air seperti pengaturan, perpindahan, penahan, pencahayaan, dan warna diterapkan pada massa bangunan dan ruang luar pada pernacangan oceanarium sebagai penerapan tema waterscape architecture.Kata kunci : Oceanarium, Kota Manado, Waterscape Architecture
KAWASAN AGROWISATA DI RURUKAN - Arsitektur Organik Mandiangan, Marlond; Makainas, Indradjaja
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013.
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i1.892

Abstract

ABSTRAK Pengembangan pariwisata menjadi salah satu sektor yang mendapat prioritas tinggi di berbagai negara. Salah satu sektor pariwisata di Indonesia yang potensial untuk dikembangkan adalah agrowisata. Agrowisata merupakan diversifikasi produk wisata yang menggabungkan aktivitas pertanian (agro) dan rekreasi di sebuah lingkungan pertanian. Agrowisata juga memberi peluang wisatawan untuk terlibat dalam aktivitas rekreasi pedesaan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bidang agro. Tomohon, yang merupakan kota hasil pemekaran dari kabupaten Minahasa, mengalami perkembangan yang pesat dalam sektor pembangunan dan sektor pariwisata. Hal ini ditunjang dengan karakteristik kota Tomohon yang berada di daerah pegunungan yang dikelilingi pemandangan perbukitan dan pertanian. Mengacu pada hal di atas maka munculah gagasan untuk menghadirkan Kawasan Wisata sebagai sarana rekreasi, yang di kembangkan dengan basis konservasi dan penelitian untuk mengintegrasikan aspek wisata, pertanian, perdagangan dengan ilmu pengetahuan, guna mempertahankan dan mengembangkan dunia pariwisata di kota Tomohon. Kawasan Agrowisata di rurukan mengambil tema “Arsitektur Organik” yang mengutamakan unsur alami, ketenangan, kebersihan, dan kenyamanan. Unsur-unsur tersebut tidak hanya dihadirkan pada bangunan saja, melainkan pada ruang luar (lingkungan) dan pada site. Dengan menggunakan tema arsitektur organik, kawasan agrowisata ini tidak hanya sekedar hidup kembali, tapi dapat menjadi tujuan wisata yang unik dan menarik bagi pengunjung di kota Tomohon. Kata kunci : agrowisata, Rurukan, Arsitektur Organik
WEDDING VENUE DI MANADO. OPTIMALISASI KONSEP ENVIRONMENT GAME PADA ARSITEKTUR DAN RUANG LUAR Tacoh, Estephanie C.; Kapugu, Herry; Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17084

Abstract

Dalam kehidupan bermasyarakat di kota Manado, Sulawesi Utara salah satu tradisi yang unik adalah merayakan pesta pernikahan yang besar, mewah dan megah yang berlangsung secara turun-temurun dari beberapa generasi keluarga. Mulanya pesta pernikahan dilaksanakan di rumah antara kedua mempelai, sampai akhirnya perkembangan zaman yang kian berubah, gaya hidup dan pergaulan juga berubah yang, hal ini membuat perayaan pesta pernikahan sudah jarang dilaksanakan dirumah melainkan dilaksanakan di tempat-tempat pernikahan sesuai dengan keinginan pengantin. Kebutuhan untuk pesta pernikahan baik pengantin dan para undangan dipersiapkan dengan matang jauh sebelum hari besar itu tiba. Tempat-tempat pernikahan yang ada di kota Manado kebanyakan tidak menyediakan fasilitas pernikahan yang lengkap, calon pengantin harus mengatur berbagai kebutuhan pernikahan di tempat yang berbeda, sebelum nantinya akan menikah disatu tempat yang ditentukannya Optimalisasi Konsep Environment Game Pada Bangunan dan Ruang Luar adalah sebuah proses dan strategi penataan kawasan untuk menjadikan lingkungan memiliki kualitas yang baik dan indah, yang dapat dinikmati dari segi arsitekturnya dan ruang luar. Sehingga dengan adanya proses dan strategi penataan lingkungan diharapkan dapat menjadikan suatu wedding venue yang memiliki kualitas unggul baik secara arsitektur, ruang luar dan fasilitas pernikahan yang lengkap di kota Manado. Kata Kunci : Kota Manado, Wedding Venue, Konsep Environment Game
COTTAGE RESORT DI PULAU TAGALAYA ‘ARSITEKTUR REGIOALISME’ Oranye, Jhohan B.; Poluan, Roosje; MT, Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6664

Abstract

Cottage Resort: suatu lingkungan hunian yang terdiri atas unit-unit tempat tinggal yang memiliki fasilitas utama kamar tidur, ruang duduk, km/wc, ruang makan dan dapur serta fasilitas rekreasi penunjang lainya, serta didukung oleh suasana alam yang ada disekitarnya. Arsitektur Regionalisme: adalah desain yang konteksnya bersifat region atau kedaerahan tetapi di perbaharui dengan perkembangan arsitekur yang berkembang serta teknologi saat ini sehingga penampilan bangunan  merupakan hasil senyawa dari internasionalisme dengan pola cultural dan teknologi modern. Desain Cottage Resort di Pulau Tagalaya yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, bertujuan untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Halmahera Utara . Masalah yang terkandung dalam Perancangan sangat kontekstual dengan dunia arsitektur sekarang ini,dimana arsitektur sekarang ini mengalami krisis identitias diakibatkan oleh pengaruh dari arsitektur modern. Arsitektur Regionalimse, sebagai salah satu perkembangan Arsitektur Modern yang mempunyai perhatian besar pada ciri kedaerahan, Ciri kedaerahan yang dimaksud berkaitan erat dengan budaya setempat, iklim. dan teknologi pada saatnya. Bangunan selalu ditantang untuk menampilakn ciri tertentu. Ciri fisik merupakan salah satu cri yang sangat dibutuhkan untuk sebuah Bangunan, agar Bangunan menarik, mudah diingat dan mudah dikenal. pada Cottage Resort di Tagalaya ditantang untuk menampilkan rumah adat Hibualamo,merupakan rumah besar untuk tinggal serta melangsungkan upacara-upacara lainya.didesain mengambil pola replikative dan tranformatif, desain pada bangunan Cottage dengan pola menyebar ke seluruh penjuru mata angin. Hal ini merupakan penggambaran "Hibualamo" yang selalu terbuka pada siapapun yang datang.   Kata kunci  : Cottage Resort Regionalisme,Di tagalaya
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BEBAN PENYEJUKAN PADA BANGUNAN YANG MENGGUNAKAN SISTEM PENGKONDISIAN UDARA ( Studi kasus Gedung Kantor Pusat Politeknik Negeri Manado) Budhyowati, M. Y. Noorwahyu; Kindangen, Jefrey I.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13505

Abstract

Indonesia has temperatures 24-32°C, air humidity 60-95% and low wind speeds. Thermally comfortable zone boundary is 24oC<T<26°C, 40% <RH<60%, 0,6<V<1,5m/s. This condition causing the climate of Indonesia becomes uncomfortable. Air conditioning system (AC) is needed to help maintain thermal comfort. The drawback using air conditioning is the wasteful energy use, can reach 60% of total building energy. The amount of electricity used by AC depends on the amount of heat that must be removed to produce cool air. This research aims to analyze the factors that affect the cooling load on the building and get a reference to the way reducing the cooling load, so that the use of electricity more effectively and efficiently. This research conducted by quantitative method with using a case study approach. The focus of research on the orientation of the building as well as the materials and construction techniques used in building walls.  The data field collection in object research of Central Office Building of Manado State Polytechnic. Data processing and analysis using descriptive analysis. Data collection are divided on primary data that used in analysis, and secondary data that used as standards/ guidelines for analysis. The results are cooling load on the object of study largely derived from solar radiation heat that into the building, occurred because the building elongated facade orientation tends to block the paths of the sun. Affect the amount of solar radiation intensity received of the building. Most of the walls of buildings using glass and no horizontal exterior shading to protect the vertical rays, thus allowing direct solar radiation through the glass and into the building. The conclusions are that the biggest influenced on the cooling load in the Central Office Building of Manado State Polytechnic caused by the orientation of the building that allows the large amount of solar radiation  touch  the  surface area of the  glass. Cooling load reduction could be done in a way; make the horizontal exterior shading but it could change the look of the building facade, or  improve the quality of glass within; replacing single glass with double glass or changing the type of glass material, or  paste the window film on glass  that could be rejected infrared rays. Keywords : cooling load,  air conditioning system
RUMAH SAKIT BERSALIN di KOTA MANADO. Arsitektur Perilaku Maabuat, Jeniver G. L.; Makarau, Vicky H.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21300

Abstract

Peranan seorang ibu untuk sebuah Negara sangatlah penting, hal ini dikarenakan seorang ibu akan melahirkan seorang anak  yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Suatu Negara dapat dikatakan Negara maju apabila kasus kematian ibu atau Angka Kematian Ibu (AKI)  saat melahirkan berkurang setiap tahun.oleh karena itu para pemerintah semakin membenah diri dengan memperhatikan kesehatan ibu dan anak yaitu dengan prioritasnya yaitu program pelayanan kesehatan khususnya ibu dan anak. Di kota Manado sendiri ketersediaan rumah sakit bersalin masih sedikit sementara untuk fasilitasnya masih kurang memadai serta design bangunan yang belum sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan anak.Kurangnya ketersediaan fasilitas yang diperuntukan untuk ibu dan anak di kota Manado ini menjadi daya tarik untuk peulis dalam merencanakan pembangunan Rumah Sakit Bersalin di Kota Manado. Perancangan Rumah Sakit Bersalin ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk para ibu dan anak di kota Manado.Dalam perancangan Rumah Sakit Bersalin ini menggunakan  konsep “Arsitektur Perilaku” dimana design bangunan ini menguutamakan keperluan ibu dan anak yang memperhatikan perilaku dari paenggunanya.Kata Kunci : Arsitektur Perilaku, Kota Manado, Rumah Sakit Bersalin
PERPUSTAKAAN PINTAR DI MANADO. Arsitektur High Tech Rondo, Febrina B. C.; Poluan, Roosye J.; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23697

Abstract

Minimnya minat baca masyarakat Indonesia terlebih khususnya kota Manado berhubungan dengan kondisi sarana dan prasarana Perpustakaan Kota Manado. Menurut Visi Manado Kota Cerdas, pemerintah kota Manado terus berupaya untuk mencerdaskan masyarakat dengan menghadirkan perpustakaan umum berbasis elektronik. Dengan demikian dibutuhkan sebuah Perpustakaan Pintar. Perpustakaan Pintar merupakan perpustakaan yang menerapkan konsep pintar, dengan memberi layanan pintar menggunakan teknologi pintar untuk menciptakan pengguna yang pintar. Perpustakaan Pintar memiliki karakteristik intelligence technology, keberagaman budaya dan interaksi sosial. Dengan tujuan untuk menghasilkan suatu Perpustakaan Pintar di Kota Manado yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat kota Manado untuk meningkatkan kualitas sumber daya bangsa Indonesia, dan menciptakan ruang sosial pembaca-perpustakaan yang nyaman sesuai kebutuhan masyarakat dengan penerapan tema Arsitektur High-tech. Metode perancangan digunakan Glass Box Method yang kriterianya berupa sasaran yang telah ditentukan, analisa sebelum memecahan masalah, mensisntesiskan output secara sistematis, kemudian mengevaluasi secara logis suatu rancangan, sehingga menghasilkan gambar-gambar desain perancangan Perpustakaan Pintar seperti, rencana tapak, layout, denah, tampak, detail hingga utilitas bangunan High-tech dengan konsep bangunan pintar.Kata kunci : perpustakaan, pintar, high-tech, manado.
SCIENCE AND TECHNOLOGY CENTER DI MANADO. Arsitektur Hi-Tech Halim, Eka K. A.; Sangkertadi, Prof.; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17278

Abstract

Pendidikan berwawasan IPTEK saat ini merupakan salah satu tolak ukur dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing. Wawasan IPTEK mendorong masyarakatnya untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Pemahaman akan IPTEK hendaknya ditanamkan sejak dini agar membentuk sikap ilmiah pada generasi muda sehingga nantinya dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah bahkan Negara. Untuk menanamkan sikap ilmiah tersebut kepada generasi muda sebaiknya dilakukan dengan cara yang praktis dan interaktif, karena pada umumnya generasi muda memiliki sifat-sifat yang senang mengeksplorasi berdasarkan pengalaman yang mereka dapatkan. Pembangunan Science and Technology Center sebagai wadah edukasi-rekreasi dengan penekanan pada bentuk peragaan langsung (hands-on) dan pameran interaktif serta penggunaan teknik audio-visual dinilai pantas untuk dihadirkan di suatu daerah terlebih khusus di Kota Manado. Sebagai dukungan suatu wadah yang mempresentasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka penerapan tema Arsitektur High Tech sangat tepat diterapkan pada bangunan Science and Technology Center ini. Implementasi tema pada bangunan ini adalah pada penggunaan material-material advanced. Pemilihan tema juga didasari pada salah satu filosofi dari Arsitektur High Tech itu sendiri yaitu pandangan positif terhadap ilmu pengetahuan dan memberikan kemudahan bagi penggunanya, seperti halnya teknologi dan ilmu pengetahuan yang memberikan kemudahan bagi manusia dan diharapkan kedepannya dapat mendorong dan memotivasi masyarakat untuk terus berinovasi dan bersaing dalam IPTEK..Kata Kunci           : Arsitektur High Tech, Ilmu Pengetahuan,  Science Center, Teknologi

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue