cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
PUSAT WISATA KULINER DI MANADO. Arsitektur Organik Frigia M. Langi; . Sangkertadi; Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30153

Abstract

Wisata Kuliner saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup pada hampir seluruh lapisan masyarakat. Kota Manado sendiri sudah di kenal sebagai salah satu p usat kuliner nusantara, hal ini dikarenakan Kota Manado memiliki sangat banyak tempat makan. Pusat Wisata Kuliner di Manado dapat di definisikan sebagai suatu kawasan kuliner dengan sarana edukasi, rekreasi, dan informasi tentang kuliner. Dimana  pengunjung dan wisatawan  dapat memenuhi dan  menikmati berbagai wisata kuliner yang mampu mencerminkan budaya dan ciri khas Kota Manado. Maka penulis terinspirasi untuk merencanakan pembangungan Pusat Wisata Kuliner di Manado ini di rancang untuk mewadahi, menyempurnakan dan melengkapi berbagai kekurangan dari kawasan wisata kuliner yang sudah ada sebelumnya seperti kurangnya perancangan pada ruang luar dan tidak menerapkan tema arsitektur untuk menunjang perancangan lebih baik.Dengan menggunakan tema Arsitektur Organik, perancangan Pusat Wisata Kuliner di Manado ini sebagai suatu proses kemajuan dalam hal keindahan tidak hanya menekankan pada bentuk, struktur, dan segi ekonomis saja, tetapi keselarasan dengan lingkungan dan alam sekitarnya merupakan bagian yang menjadi pertimbangan dalam merancang bangunan. Arsirektur organik juga sebuah konsep arsitektur yang memadukan antara ruang dan bentuk dan juga konsep bangunan dimana manusia bisa tetap menyatu dengan alam tanpa kehilangan unsur modern-nya.Kata Kunci: Kota Manado, Pusat Wisata Kuliner, Arsitektur Organik
TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN DARAT KELAPA DUA DI JAYAPURA. Arsitektur Simbolisme Chintia R. Koagouw; Frits O. P. Siregar; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29641

Abstract

Terminal merupakan wadah bagi sarana transportasi darat yang merupakan salah satu faktor penting bagi derah-daerah khususnya di papua. Terminal  juga berperan untuk menentukan perkembangan ekonomi di daerah tersebut, oleh karena itu penting bagi setiap daerah di Papua di lengkapi dengan infrastruktur yang menyediakan sarana transportasi darat. Selain untuk menunjang perekonomian daerah, ketersediaanya sarana pra sarana transportasi darat juga penting untuk menunjang kebutuhan masyarakan sehari-hari. Selain untuk menunjang dari segi ekonomi, Terminal juga sangat berperan untuk menunjang kelancaran transportasi antar kota dan kabupaten, dan merupakan pintu masuk darat bagi suatu daerah dan menjadi icon daerah tersebut. Dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Simbolisme diharapkan dapat menghadirkan terminal dengan perpaduan fungsi, visual yang kreatif dan fasilitas yang baik sehingga memberikan kenyamanan dalam penggunannya. Kata kunci : Terminal, Jayapura, Arsitektur Simbolisme.
TALAUD BEACH RESORT. Eko Arsitektur Chesar Rumegang; Linda Tondobala; Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25056

Abstract

Resort merupakan fasilitas akomodasi yang dibangun di tempat-tempat wisata. Tujuan pembagunan hotel semacam ini tentunya adalah sebagai fasilitas akomodasi dari suatu aktifitas wisata.  Beach Resort merupakan resort yang terletak di daerah pantai, mengutamakan potensi alam dan laut sebagai daya tariknya. Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan daerah yang terletak di Provinsi Suawesi Utara yang saat ini sedang dalam proses perkembangan dalam sektor pariwisata. Akomodasi penginapan dengan jumlah yang masih sedikit dalam menujang para wisatawan yang datang menjadikan sebuah masalah bagi pemerintah setempat.                        Tujuan perancangan Talaud Beach Resort ini adalah untuk menanggapi pertumbuhan perkembangan parawisata Kabupaten Kepulauan Talaud dengan cara mendesain suatu sarana akomodasi yang dapat mendukung perkembangan parawisata di Kabupaten Kepulauan Talaud. Proses perancangan Talaud Beach Resort dimulai dari metode pengumpulan data, studi literatur serta studi komparasi kemudian di analisis. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Resort, tipe dan syarat hotel, pedoman perencanaan hotel resort kemudian  tinjauan eko-arsitektur dalam mengkaji prinsip-prinsip eko-arsitektur yang diangkat dalam tema ini, dilanjutkan dengan analisis. Analisis-analisis sebagai berikut: analisis pengguna, analisis aktivitas, analisis kebutuhan ruang, analisis besaran ruang, dan analisis tapak. Seluruh hasil kajian dituangkan dalam bentuk program ruang dan konsep-konsep perancangan yang diaplikasikan ke dalam desain yang dipresentasikan ke dalam bentuk gambar-gambar arsitektur.Dengan demikian perancangan Talaud Beach Resort menjadi sebagai suatu solusi perancangan dalam menanggapi permasalahan yang ada di sektor parawisata Kabupaten Kepulauan Talaud  dengan hasil akhir penerapan tematik pada konsep dan menghasilkan gambar gambaran perancangan berupa rencana tapak, lay out, denah bangunan, tampak bangunan, interior bangunan, exterior bangunan, yang menerapkan tema Eko-Arsitektur.Kata Kunci: Resort, Beach Resort, Kab.Kep.Talaud, Eko-Arsitektur
PONDOK PESANTREN KONTEMPORER DI MANADO. Geometri Islami Antai, Muhammad I. T.; Prijadi, Rachmat; Supardjo, Surijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17288

Abstract

Warga negara Indonesia memiliki hak untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang layak, setiap warga negara Indonesia menginginkan terpenuhi kebutuhan akan pendidikan agama dan pendidkan umum secara seimbang. Pondok pesantren Kontemporer modern merupakan wadah yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain ilmu keagamaan pondok pesantren Kontemporer modern juga memasukkan pendidikan-pendidikan ilmu umum pada kurikulumnya.Pendidikan agama memang merupakan pendidikan yang sangat penting, bahkan pendidikan agama adalah hal yang wajib bagi setiap umat beragama terutama agama Islam. Kota Manado, adalah sebuah kota di Provinsi Sulawesi Utara. Di Manado belum ada sebuah pondok pesantren yang memiliki konsep Pondok Pesantren Modern. Sehingga, di perlukan sebuah pondok pesantren yang mengadopsi sistem pendidikan modern dalam kurikulum pendidikannya.Geometri Islam merupakan penerapan konsep-konsep Islam dalam arsitektur dalam melahirkan suatu produk budaya fisik dan moral yang merupakan ekspresi dan aktualisasi nilai-nilai Islam yang telah terinternalisasi dalam diri seorang Muslim. Konsep-konsep yang dimaksud adalah suatu pesan yang tersirat dalam Al-Qur`an dan hadits karena sesungguhnya di dalam Al-Qur`an dan hadits namun lebih kepada aturan dan pola hidup yang di antaranya memiliki keterkaitan dengan suatu wadah yang dapat dihubungkan dengan arsitektur.Kata Kunci: Gaya hidup, Geometri Islami, pendidikan agama
MUSEUM KEBUDAYAAN DI KOTA TERNATE. The Marriage of Old and New Van Den Bokshouw, Andry A.; Rondonuwu, Dwight M.; Poluan, Roosje J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20459

Abstract

Di Kota Ternate terdapat sebuah kota tua yang sekarang telah di jadikan sebuah Kawasan Konservasi Kebudayaan, lebih tepatnya di kawasan Kedaton Kesultanan Ternate di Kelurahan Soa Sio Kecamatan Ternate Utara. Di kawasan tersebut dulunya menjadi titik central Kerajaan Kesultanan Ternate. Terdapat banyak sekali peninggalan sejarah Kesultanan Ternate di daerah tersebut, ditetapkanlah oleh Pemerintah Kota Ternate sebagai Kawasan Konservasi. Seiring berjalannya waktu timbulnya masalah - masalah seperti kurang diminati pengunjung yang datang dari luar Kota Ternate maupun dari dalam Kota Ternate, eksistensi Kawasan Konservasi sekarang kurang memberikan pengaruh terhadap tujuan pemerintah Kota Ternate “World Herritage City” dan berkurangnya unsur Kesultanan Ternate  dalam kawasan Konservasi.Tujuan dari perancangan Museum Kebudayaan di Kota Ternate adalah dengan Merancang Museum Kebudayaan dengan pendekatan tema The Marriage of Old and New agar bisa menghadirkan sebuah desain perancangan yang Unik dalam Kawasan Konservasi Daerah Kedaton Kesultanan Ternate agar dapat mendukung Pemerintah Kota Ternate untuk bisa mewujudkan Kota Ternate sebagai “World  Heritage City” dan juga Merancang Museum Kebudayaan yang berada dalam Kawasan Konservasi Daerah Kedaton Kesultanan Ternate di Kota Ternate dengan pendekatan The Marriage of Old and New. Perancangan Museum Kebudayaan di Kota Ternate menggunakan metode Proses Desain Generasi II dengan 3 aspek pendekatan yaitu Pendekatan Tematik, Pendekatan Tipologi Objek serta Pendekatan Analisa Tapak dan Lingkungan. The Marriage of Old and New adalah jenis desain perancangan yang mengkombinasikan intervensi arsitektural yang berasal dari arsitektural yang tua dengan intervensi arsitektural yang modern.Penerapan Konsep Perancangan menghasilkan dua unsur perancangan yaitu Ruang Dalam dan Ruang Luar yang di desain dengan transformasi dari kata “Kebudayaan” yaitu ‘bersahabat’ dengan alam dan ‘terbuka’ kepada sesama, yang merupakan ciri utama dari sifat Kebudayaan. Untuk bentuk bangunan sendiri di rancang dengan mengawinkan bentuk arsitektural lama yaitu Kedaton Kesultanan Ternate dengan bentuk arsitektural modern yaitu pengkajian-pengkajian tentang bentuk arsitektural modern serta pengguanan material-material. Ruang Dalam meliputi Lay Out Plan, Denah Bangunan, Utilitas Bangunan, Potongan Bangunan dan Spot Interior. Sedangkan Ruang Luar meliputi Site Plan, Tampak Bangunan, Tampak Site, Spot Eksterior serta Perspektif.Kata Kunci : Kota Ternate, Museum Kebudayaan, The Marriage of Old and New
PENGADILAN TINGGI SULAWESI UTARA DI MANADO - Simbolisasi Nilai-Nilai Keadilan dalam Arsitektur Sinadia, Stendri
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.578

Abstract

PENGADILAN TINGGI SULAWESI UTARA DI MANADO (SIMBOLISASI NILAI-NILAI KEADILAN DALAM ARSITEKTURAL) Stendri Sinadia[1]   ABSTRAK . Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara di Manado lewat kehadiran dan perjalanannya sebagai satu wadah yang mengemban tugas dan fungsi sebagai lembaga peradilan yang berkedudukan di Provinsi Sulawesi Utara Ibukota Manado ini, lewat keberadaannya yang sudah tidak memadai lagi, maka satu terobosan yang baru dalam perancangan arsitektur mencoba menghadirkan kembali perancangan yang baru  dan memindah tempatkan Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara di Manado dengan tema desain “Simbolisasi Nilai-nilai Keadilan dalam Arsitektural’’ yang adalah sebagai strategi pendekatan perancangan yang baru dengan maksud dapat menghasilkan sebuah desain rancangan arsitektur yang representatif dan tereksplorasi dengan baik, yang ditinjau dari segi bentuk maupun fungsinya serta mempunyai ciri khas tertentu sebagai suatu rancangan arsitektur yang bergaya “Simbolisasi Nilai-nilai Keadilan dalam Arsitektural’’ itu sendiri, sehingga dapat juga menjadi salah satu identitas yang menarik ketika “Simbolisasi Nilai-nilai Keadilan dalam Arsitektural’’ menyampaikan pesan lewat karyanya. Kiasan dari “Simbolisasi Nilai-nilai Keadilan dalam Arsitektural’’ yang diambil ini adalah sebuah karya rancangan yang memaparkan tentang nilai-nilai keadilan kedalam bentuk/simbol sebuah rancangan arsitektur yang secara filosofis memiliki titik temu dengan objek perancangan Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara di Manado, Kata Kunci : Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara di Manado, Simbolisasi Nilai-nilai Keadilan dalam Arsitektural.
ANALISIS VISUAL KAWASAN PESISIR PANTAI. Studi Kasus Permukiman Masyarakat LOS di Pesisir Pantai Malalayang. Egam, Peggy P.; Rengkung, Michael M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16763

Abstract

Permukiman masyarakat Kampung LOS di Malalayang merupakan permukiman pesisir yang mengalami tekanan keruangan dan tekanan social. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakter kawasan permukiman masyarakat LOS berdasarkan tipologi hunian dan pemanfaatan ruang bersama.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui survey lapangan, meliputi data hunian masyarakat, dimana hunian ini dijadikan sampel penelitian serta data fisik kawasan permukiman. Selanjutnya dilakukan analisis meliputi analisis tipologi hunian dan analisis morfologi kawasan permukiman.Hasil analisis menunjukan bahwa visualisasi kawasan permukiman pesisir yang tertangkap dalam permukiman Kampung LOS berdasarkan analisa tipologi, morfologi kawasan melalui penataan hunian dan analisa interaksi social, ditemukan melalui beberapa aspek yaitu: 1) Aspek kekerabatan, 2) Aspek kebersamaan, dan 3) Aspek ekonomi. Tipologi hunian permukiman masyarakat Kampung LOS di Malalayang tidak memiliki tipologi yang spesifik dari segi fisik hunian meliputi jenis ruang, hubungan ruang dan bentuk hunian. Dengan demikian Visualisasi kawasan pesisir diimplementasikan pada ruang bersama sebagai ruang interaksi social. Elemen visual yang ditampilkan memiliki hubungan dengan aktivitas nelayan ditandai dengan adanya perahu serta ruang tambatan perahu sebagai kebanggaan budaya sekaligus ruang ekonomi. Neighborhood unit place merupakan visualisasi yg ditemukan dalam penataan kawasan permukiman. Hal ini sesuai dengan eksistensi dan karakter permukiman masyarakat, dengan system kekerabatan yang tidak saja terimplementasi dalam unit hunian secara personal, tetapi tergambarkan dalam interaksi social dalam skala sesama tetangga dan membesar pada skala permukiman secara keseluruhan.Kata-kunci : Visualisasi, Kawasan Permukiman, Pesisir Pantai, Tipologi Hunian
DESAIN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN AMURANG. Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure) Pangaila, Andro A.; Rondonuwu, Dwight M.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21155

Abstract

Terminal Penumpang Pelabuhan adalah fasilitas Pelabuhan didaratan. Terminal Penumpang Pelabuhan mewadahi aktifitas penumpang baik itu keberangakatan maupun kedatangan serta pengguna sebagai penjemput maupun pengantar. Kota Amurang sebagai Daerah Berkembang membutuhkan pengembangan dari segala sisi untuk kemajuan Daerah, salah satunya pengembangan Pelabuhan, pengembangan pelabuhan yang dimaksud yaitu  pengembangan Terminal Penumpang. Namun dalam Pengembangan Terminal Penumpang saat ini masih terdapat kukurangan dalam pengembangan fasilitas yang mampu menunjang aktivitas penumpang dan pengguna. Sehingga dibutuhkan Rancangan Desain Terminal Penumpang Amurang yang baru. Dengan menerapakan tema “Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure)”. Optimalisasi Sistem struktur rangka ruang merupakan konsep dengan penekanan dan manipulasi pada element struktur sehingga menarik pengguna dan juga memberikan rasa aman dan nyaman. Tujuan dari perancangan Desain Terminal Penumpang Pelabuhan Amurang adalah untuk mewadahi aktifitas penumpang baik yang akan datang maupun berangkat dan pengguna antar – jemput dengan melengkapi fasilitas Terminal Penumpang pelabuhan Amurang, juga menarik minat kapal – kapal untuk bersandar Dan mimiliki prospek beberapa tahun kedepan. Pendekatan dalam perancangan melalui kajian tipologi objek, konsep tematik dan pendekatan pada analisa tapak dilakukan dengan metode perancangan proses desain generasi II. Dari hasil evaluasi ini diperoleh bentukan baru (Reimaging Representating) dan dievaluasi kembali sesuai dengan kriteria yang ingin dicapai. Proses dilakukan berulang – ulang secara terus menerus (cylical/spiral) sampai pada keputusan untuk berhenti dalam perancangan (Decision To Stop Design). Penerapan konsep peracangan menghasilkan Implemetasi tema Struktur Rangka Ruang (Space Frame) diterapkan pada struktur atas (Upper Structure) dengan bentukan yang dinamis dan mengekspose Struktur Space Frame untuk menambah kesan kokoh, kuat dan bernilai estetika. Ruang Dalam Meliputi Layout Plan, Site plan, Denah Bangunan, Utilitas Bangunan, Potongan Bangaunan Dan Interior. Untuk Ruang Luar Meliputi Site Plan, Tampak Bangunan, Tampak Site, Eksterior Dan Perspektif.Kata Kunci : Terminal Penumpang Pelabuhan, Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure)
MANADO BACKPACKER HOSTEL (URBAN OASIS) Gosal, Andry; Kindangen, Jefrey I.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i2.2075

Abstract

Pariwisata merupakan industri yang terus berkembang di dunia. Sejak lama pariwisata bagi Negara maju telah merupakan suatu baguan dari kebutuhan hidup. Dengan berkembangnya waktu, kini kegiatan berwisata bukan merupakan hal yang mahal lagi. Salah satu cara yang dilakukan untuk dapat berwisata adalah dengan backpacking. Backpacking adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mencerminkan sebuah bentuk dari perjalanan berwisata dengan biasa murah. Meskipun wisata ala backpacker sekarang sudah cukup berkembang, akan tetapi pada kenyataannya backpacking masih belum dijadikan prioritas dalam perencanaan pariwisata terutama di Negara-negara Asia Tenggara. Hostel adalah tempat menginap dengan fasilitas yang digunakan secara bersama oleh penghuninya, misalnya kamar mandi, ruang duduk dan dapur. Karena itu, penghuni hostel punya kesempatan lebih besar untuk bersoalisasi dengan tamu yang lain. Kota Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia memberikan penulis sebuah gagasan perancangan dengan judul Manado Backpacker Hostel, penulis melihat seiring dengan meningkatnya bidang pariwisata maka semakin banyak pula wisatawan yang melirik kota ini sebagai sasaran berwisata dan gagasan judul perancangan ini juga memberikan fasilitas bagi wisawatan-wisatawan backpacker yang semakin banyak berdatangan ke kota Manado. Berdasarkan masalah yang telah didapatkan diatas, dapat dirumuskan masalah-masalah yang akan dicari solusinya, yaitu: Bagaimana menghadirkan sebuah rancangan arsitektur berupa Backpacker Hostel yang fungsional dan estetis di kota Manado, dan juga disertai dengan sarana penunjang yang memadai serta mempertimbangkan keadaan lingkungan yang berhubungan dengan fungsi objek. Pendukung kegiatan didalamnnya menggunakan tema “Urban Oasis”. Kata kunci : Manado, Backpacker Hostel, Urban Oasis.
EDUTAINMENT SCIENCE CENTER DI MANADO. “ PENDEKATAN ECO TECHNOLOGY ” Lohonauman, Olivia; Kindangen, Jefrey I.; Rengkung, Joseph
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17112

Abstract

Edutainment Science Center di Manado adalah pusat rekreasi dan ilmu pengetahuan science yang dalam perancangannya didasari pada teknologi yang ramah lingkungan. Edutainment Science Center memberikan pengetahuan science yang disajikan dalam bentuk yang menarik dan menghibur bagi pengunjung.Perancangan edutainment science center bertujuan untuk memberikan ilmu science dan sebagai wadah untuk melepas penat pada masyarakat Sulawesi Utara terlebih masyarakat Kota Manado, serta menjadi icon science di kota Manado untuk menarik turis. Program ruang inti dalam menarik perhatian adalah program ruang yang berhubungan dengan alam yang didasari pada kekayaan alam di Sulawesi Utara seperti taman laut bunaken, gunung berapi yang aktif, hutan yang luas, dan beragam jenis flora dan fauna. Bentuk bangunan inti menyerupai hexagonal.Penerapan tema pada bangunan dimaksimalkan dengan penghawaan dan pencahayaan alami di beberapa titik perancangan dan material-material yang terapkan pada bagunan.Kata Kunci : Edutainment, Science Center, Manado, Eco Technology 

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue