cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
DISAIN PABRIK MINYAK GORENG DI BITUNG - Eko Arsitektur Mudeng, Janny; Nangoy, Welly
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013.
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i1.891

Abstract

ABSTRAK Kota bitung merupakan kota dengan kawasan ekonomi terpadu, dengan jumlah perusahaan industri yang cukup tinggi. Dalam rangka meningkatkan perekonomian wilayah sekaligus meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat, maka diadakan pembangunan pabrik minyak goreng untuk mengolah hasil alam yang berlimpah berupa tanaman kelapa. Di Kota Bitung telah terdapat tiga perusahaan pabrik minyak goreng yaitu PT Bimoli, PT Multi Nabati Sulawesi dan PT Agro Makmur Raya yang letak lokasinya hanya terkonsentrasi di kawasan pusat kota bitung. Guna untuk memperluas lokasi industri dan agar tidak terkonsentrasi di suatu kawasan saja maka dilakukan pembangunan pabrik minyak goreng di kecamatan matuari. Rencana letak lokasi yang akan di pakai dekat dengan kawasan hutan serta perumahan penduduk. Dalam perancangan Pabrik Minyak Goreng di Bitung, tema yang diangkat yaitu Eko Arsitektur atau Arsitektur pemerhati lingkungan yang di mana setiap perancangan bangunannya tidak akan menimbulkan dampak-dampak negatif bagi lingkungan maupun makhluk hidup sekitarnya. Kata Kunci : Bitung, Pabrik Minyak Goreng, Ekologi Arsitektur [1] Mahasiswa PS1 Arsitektur UNSRAT [2] Staff Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT
PUSAT SENI & BUDAYA MINAHASA DI TOMOHON. Semiotika dalam Arsitektur Hizkia D. D. Tumiwa; Julianus A. R. Sondakh; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.26202

Abstract

Kebangkitan kebudayaan di Sulawesi Utara dalam 20 tahun terakhir sangat pesat terlebih khusus dalam suku Minahasa. Hal ini terlihat diberbagai kegiatan seni dan budaya yang sangat masif yang dilakukan diseluruh wilayah suku Minahasa. Kebangkitan kebudayaan di suku Minahasa ini merangsang munculnya kelompok – kelompok serta sanggar – sanggar seni yang berlatar belakang budaya diberbagai daerah di suku Minahasa. Perancangan pusat seni dan budaya Minahasa merupakan sebuah respon dari fenomena kebangkitan kebudayaan yang terjadi di Sulawesi Utara terlebih khusus suku Minahasa. Arsitektur merupakan sebuah benda mati namun memiliki jiwa yang terpancar dari citra. Citra menunjukan pada sebuah gambaran sehingga meninggalkan suatu kesan penghayatan arti bagi seseorang. Sudah sewajarnya kita berarsitektur dengan hati nurani dan tanggung jawab penggunaan bahasa arsitektur yang baik[1].Pendekatan dengan semiotika dalam perancangan pusat seni dan budaya Minahasa merupakan metode yang sesuai dengan perancangan ini. Dimana semiotika merupakan pendekatan yang menafsirkan bangunan dalam sebuah tanda untuk menyampaikan informasi hingga bangunan tersebut memiliki makna. Metode pendekatan dengan semiotika sesuai dengan maksud dari perancangan pusat seni dan budaya Minahasa yaitu menyampaikan sebuah makna kebudayaan Minahasa yang dihadirkan lewat bentuk, ruang, serta tata atur yang ada dalam perancangan ini.  Kata kunci : Semiotika, seni, kebudayaan, Minahasa[1]  Wastu Citra, 2013 : hal.20
RUMAH SAKIT BERSALIN DI TOMOHON ( PENDEKATAN UTILITAS DALAM DESAIN ) Suot, Riza S. E.; Tilaar, Sonny; Gosal, Pierre H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6025

Abstract

Tomohon merupakan salah satu kota di Sulawesi Utara yang sedang berkembang dengan tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi dan belum memiliki fasilitas yang khusus melayani ibu hamil (pranatal), pada waktu melahirkan (Ante Natal) dan sesudah melahirkan (Pasca Portum). Fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia harus ditingkatkan dengan membangun sebuah Rumah Sakit Bersalin yang dapat menampung semua aktivitas ibu hamil, melahirkan, dan pasca melahirkan. Rumah Sakit Bersalin di Tomohon adalah objek desain yang dapat menampung semua kegiatan yang berhubungan dengan ibu hamil dan melahirkan dengan mengacu pada tema yang dipilih yaitu Pendekatan Utilitas Dalam Desain. Utilitas yang direncanakan dalam desain bertujuan untuk mendukung rumah sakit bersalin agar dapat berfungsi dengan baik berdasarkan faktor kebutuhan ruang dan kenyamanan bagi pengguna bangunannya. Kata kunci : Pendekatan Utilitas Dalam Desain
PERHITUNGAN DAN RANCANGAN PENERANGAN BUATAN PADA RUANG DUBBING SUATU STUDIO PRODUKSI FILM (Calculation and Design of Artificial Lighting System of a Dubbing Room) N, Ningsar; Sangkertadi, Prof.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013.
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i1.1600

Abstract

ABSTRAKMetode perhitungan penerangan merata diterapkan dalam perencanaan ruang dubbing dari suatu konseprancangan studio produksi film. Ruang dubbing memiliki fungsi strategis dalam proses produksi film, sehinggamemerlukan tata cahaya yang baik. Para artis, dubber dan operator dubbing, memerlukan cahaya di ruangdubbing dengan kuat penerangan yang mencukupi, nyaman, merata serta tidak menyilaukan, agar dapatmelaksanakan tugas produksi film secara optimal. Karena itu, diperlukan perhitungan yang tepat untukmenghasilkan keputusan tentang jumlah dan jenis lampu serta tata letaknya dalam ruang. Metode perhitunganyang diterapkan dalam kasus ini meliputi dua cara yakni dengan cara manual berdasarkan standar tata caraperhitungan menurut SNI dan dengan menggunakan software Dialux v 14. Dengan software dapat dihasilkankeluaran sampai pada gambar contour kuat penerangan pada posisi bidang kerja, sedangkan dengan cara manualhanya dapat dihasilkan konsep penempatan titik lampu berikut informasi daya dan spesifikasinya..Kata kunci: penerangan merata, ruang dubbing, kuat cahaya
KANTOR SEWA DI KOTA MANADO. Arsitektur Tropis Rommy E. Korompu; . Suryono; Papia J. C. Franklin
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30151

Abstract

Kantor sewa dengan konsep open plan atau zaman sekarang lebih dikenal dengan co-working space hadir sebagai salah satu pemecahan masalah dari peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui industry kreatif 4.0 yang dimana perusahaan kecil yang baru berdiri namun tidak mempunyai biaya untuk mendirikan bangunan kantor sendiri ditambah lagi mahalnya biaya tanah pada pusat perkotaan dimana hal ini bisa menjadi salah satu solusi pengurangan angka pengangguran di kota Manado. Dengan penerapan konsep arsitektur diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang diakibatkan kondisi iklim dalam tapak. Dalam perancangan Kantor Sewa di Kota Manado ini, metode yang digunakan adalah pendekatan tipologi, pendekatan tematik, pendekatan lokasional, analisa, konsep dan desain final.Hasil rancangan Kantor Sewa ini diharapkan mampu memberikan pandangan baru dalam perancangan bangunan dengan konsep arsitektur tropis kedepan serta memperkenalkan system berkantor yang lebih kekinian untuk para pelaku industry kreatif yang ada di kota Manado guna menunjang kolaborasi antar sesama pengusaha.Kata kunci:Ekonomi Sulawesi Utara, Kantor Sewa, Co-working Space,Arsitektur Tropis
GERBANG SEBAGAI PEMBENTUK IDENTITAS KOTA Studi Kasus Koridor Jalan Trans Sulawesi di Malalayang Manado Pattymahu, Derby R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14088

Abstract

xxx
REDESAIN TERMINAL BANDAR UDARA SAM RATULANGI DI MANADO. Metamorfosis dalam Arsitektur Irina, Putri D.; Kindangen, Jefrey I.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23691

Abstract

Arus penumpang pesawat di Bandar Udara Sam Ratulangi yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun , dimana arus penumpang domestik dengan total keberangkatan dan kedatangan pada tahun 2017 mencapai 2.085.862 penumpang, serta arus penumpang internasional dengan total keberangkatan dan kedatangan pada tahun yang sama mencapai 157.086 penumpang akan berdampak pada kebutuhan kapasitas dan fasilitas dalam terminal , dimana untuk terminal domestik dengan luas saat ini 14.126 m2 yang hanya dapat menampung 1,3 juta penumpang/tahun dan terminal internasional seluas 4.044 m2 yang hanya dapat menampung 138.000 penumpang/tahun. Selain itu , proses check-in penerbangan domestik maupun internasional masih berada di tempat yang sama . Letak terminal internasional yang berada dalam satu bangunan dengan area terminal domestik yang dapat menimbulkan terjadinya alur sirkulasi yang tidak teratur. Berangkat dari permasalahan ini , Redesain Terminal Bandar Udara Sam Ratulangi diusulkan sebagai solusi untuk memfasilitasi lonjakan penumpang yang terjadi dengan cara melakukan pengembangan terminal internasional . Redesain Terminal Bandar Udara Sam Ratulangi di Manado menggunakan tema “Metamorfosis Dalam Arsitektur” yaitu sebuah strategi desain perubahan bentuk. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan tampilan , struktur dan fungsi maupun fasilitas dan kapasitas pada bangunan terminal. Diharapkan dengan penggunaan strategi ini objek, objek rancangan dapat memiliki keunikan tersendiri yang ditampilkan melalui bentukan massa , struktur dan fungsinya.Kata kunci : Terminal internasional,  Metamorfosis Dalam Arsitektur.
PUSAT SENI DAN BUDAYA MINAHASA DI TONDANO. Architecture Regionalism Chelsea E. Sundah; Alvin J. Tinangon; Raymond C. H. Tarore
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30147

Abstract

Seni merupakan suatu bentuk ekspresi manusia yang memiliki sifat-sifat kreatif, emosional dan universal. Indonesia memiliki keragaman suku, Bahasa dan juga kebudayaan yang menarik dan wajib untuk di perkenalkan ke masyarakat luas bahkan ke jenjang Internasional. Selain itu Seni juga merupakan kebutuhan yang takbisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Seni dan Kebudayaan yang ada di Minahasa memiliki perhatian khusus terlebih untuk para pelaku seni yang ada di Minahasa yang memerlukan wadah untuk mengembangkan dan juga melestarikan Seni dan juga kebudayaan yang ada di Minahasa serta memberikan Edukasi bagi masyarakat yang ada untuk dapat melestarikan dan menjaga Seni dan Kebudayaan yang ada di Minahasa. Metode yang di gunakan mengarah pada model desain generasi II yang di kembangkan oleh John Ziezel. Dimana proses desain merupakan suatu proses yang berulang-ulang secara terus menerus (Cyclical/spiral). Sehingga menghasilkan gambar-gambar desain perancangan Pusat Seni dan Budaya Minahasa di Tondano seperti, rencana tapak, layout, denah tampak, dan dengan konsep bangunan sesuai implementasi tema Arsitektur Regionalisme. Pusat Seni dan Budaya Minahasa di Tondano dengan penerapan Arsitektur Regionalisme ini hadir untuk mewadahi setiap kegiatan dan kebutuhan para pelaku dan penikmat seni tanpa mengesampingkan unsur estetika  dalam pembangunan Pusat Seni dan Budaya Minahasa dengan menyesuaikan akan Iklim yang ada di Indonesia terlebih khusus di Tondano. Kata kunci : Minahasa, Pusat Seni dan Budaya, Arsitektur Regionalisme.
MUSEUM MUSIK DI MANADO. Arsitektur Metafora Brandon W. Lumi; . Suryono; Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29489

Abstract

Perancangan museum musik, dilatarbelakangi dengan merespon sebuah fenomena untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap Museum Musik. Museum Musik tersebut sebagai salah satu fasilitas yang menyediakan informasi untuk mendukung budaya belajar masyarakat terhadap musik dalam negeri maupun luar negeri terutama musik tradisional. Sebuah Museum Musik dapat menjadi tempat menarik bagi semua kalangan masyarakat, khususnya anak-anak muda. Perancangan Museum Musik ini bertujuan mewadahi minat masyarakat yang mencari informasi dan pengetahuan di sekitar mereka. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah Arsitektur Metafora, diharapkan perancangan Museum Musik tersebut akan mengubah pola pikir masyarakat terhadap museum serta musik Indonesia, menarik minat masyarakat untuk berkunjung dan lebih meminati akan musik dalam negeri. Dengan prinsip-prinsip diambil dari pendekatan Arsitektur Metafora nantinya akan digunakan dalam proses merancang sehingga menemukan rumusan konsep rancangan yang berbeda dan menghadirkan makna museum yang dapat menaarik minat masyarakat untuk berkunjung.Kata Kunci : Museum Musik , Arsitektur Metafora, Musik Indonesia
GEDUNG PARKIR VERTIKAL DI MANADO. High Technology Architecture Sherli C. T. Polii; Herry Kapugu; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30170

Abstract

Saat ini salah satu permasalahan di Kota Manado adalah kemacetan. Kemacetan merupakan situasi tersedatnya atau bahkan terhentinya lalulintas yang disebabkan oleh banyaknya kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan di Kota Manado tidak hanya disebabkan oleh  faktor kendaraan yang melebihi kapasitas jalan, tetapi juga disebabkan oleh kendaraan-kendaraan yang menggunakan bahu jalan sebagai tempat parkir karena tidak adanya ketersediaan lahan parkir pada pusat-pusat perkantoran, pertokoan ataupun bangunan publik.Salah satu bentuk solusi dalam masalah kekurangan lahan parkir adalah pembuatan Gedung Parkir Vertikal di Manado. Karena dalam realisasinya gedung parkir vertikal dapat dibangun pada lahan yang kecil sehingga sangat cocok dihadirkan pada daerah-daerah pusat kota yang padat penduduk. Dengan mengaplikasikan tema High Technology Architecture pada objek perancangan Gedung Parkir Vertikal di Manado, dapat mempermudah pengguna objek untuk memarkirkan kendaraan mereka pada gedung parkir karena dalam penerapannya Gedung Parkir Vertikal menggunakan sistem parkir otomatis disesaikan dengan tema yang diangkat pada perancangan ini, sehingga pengguna objek tidak perlu bersusah payah untuk memarkirkan kendaraan mereka didalam gedung parkir. Kata Kunci: Gedung Parkir Vertikal, High Tecnology Architecture

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue