cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
DESAIN RUSUNAWA DENGAN KONSEP BANGUNAN HEMAT ENERGI DI MANADO Rauf, Edwinsyah R.; Sangkertadi, Prof.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i3.2573

Abstract

ABSTRAK RUSUNAWA (Rumah Susun Sederhana Sewa) adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pemukiman padat di perkotaan. Tipe konstruksi bangunan bertingkat banyak pada Rusunawa, memberi peluang penggunaan lahan yang efektif untuk tempat tinggal bagi banyak manusia/keluarga. Sebagai bangunan bertingkat banyak dan padat penghuni berumah tangga, maka beresiko mengkonsumsi energy yang cukup besar. Karena itu diperlukan strategi desain hemat energy pada tipe bangunan tersebut. Tulisan ini memaparkan suatu konsep atau gagasan rancangan Rusunawa yang terletak di Kota Manado dengan menerapkan konsep arsitektur hemat energy. Rancangan orientasi, bukaan, material façade, dan atap-hijau, menjadi prioritas rancangan untuk mencapai tujuan hemat energy. Energi terbesar dipakai untuk memenuhi daya listrik bagi sistim penghawaan dan penerangan buatan. Selain itu, dalam konsep ini juga diintegrasikan dengan konsep konversi energy matahari menjadi listrik, yakni melalui penggunaan sel-surya yang diterapkan di bagian atap bangunan.   Kata Kunci: Urbanisasi, Pemukiman, Rusunawa, Hemat Energi
RESORT di Area HUTAN BAKAU MANADO “Natural Issue” dalam Arsitektur Laoli, Agus I.; Rengkung, Joseph; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8882

Abstract

Wisata merupakan suatu kebutuhan mendasar manusia di zaman yang serba modern ini sebagai suatu hiburan dari kepenatan dan aktivitas manusia. Manado merupakan salah satu tujuan wisata yang sangat baik di Indonesia, hal ini ditujang oleh adanya Taman Laut Bunaken yang terletak diarea perairan kota Manado. Selain itu juga kondisi alam kota Manado yang memiliki garis pantai panjang dan ditumbuhi oleh berbagai vegetasi pantai salah satunya bakau, merupakan suatu kekayaan alam dimiliki kota Manado. Kondisi alam seperti ini harus dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu cara pemanfaatan kondisi alam yang dimiliki kota Manado yaitu pengembangan dibidang parawisata dengan pendekatan alam sebagai strategi desainnya. Resort merupakan sarana akomodasi bagi wisatawan untuk dapat menikmati suasana alam kota Manado. Perancangan resort itu sendiri dengan mengedepankan pemanfaatan keindahan ekosistem hutan bakau yang dimiliki kota Manado  dalam penataan tapak. Selain itu kualitas view yang baik perlu juga diperhatikan, sehingga menjadi daya dukung dari resort tersebut.  Penerapan tema “Natural Issue” dalam arsitektur merupakan sebuah solusi yang ditawarkan dalam membangun resort tersebut agar mampu memberikan suatu fasilitas dan akomodasi wisata alam. Penggunaan tema tersebut juga dimaksudkan agar dalam desainnya, objek memiliki ketergantungan terhadap alam sekitar, sehingga hal ini menyebabkan pengelolaan objek haus memperhatikan kelestarian alam. Kata kunci : Hutan Bakau,  Natural Issue, Wisata Alam
BEN BEN RESORT DI WAWONTULAP MINAHASA SELATAN - Pendekatan Hospitality Syahbudi, Ratna Pradipta; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.577

Abstract

BEN-BEN RESORT DI WAWONTULAP MINAHASA SELATAN (PENDEKATAN HOSPITALITY) Ratna Pradipta Syahbudi[1] Judy O. Waani[2]   ABSTRAK Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan daerah otonom sejak tahun 2003 dan Amurang sebagai ibu kota menjadikan Kabupaten Minahasa Selatan menjadi salah satu Kabupaten di SULUT yang patut dibilang maju. Hal tersebut dapat dilihat dari berkembang pesatnya tempat-tempat pariwisata yang setiap tahunnya mampu memberikan nilai tambah bagi devisa daerah. Pantai Ben-ben merupakan salah satu contohnya, dimana pantai yang terletak di Desa Wawontulap, Kecamatan Tatapaan ini memiliki potensi alam yang sangat indah, namun aksesbilitas dan infrastruktur yang belum optimal serta fasilitas yang belum memadai menjadi salah satu kendalanya. Oleh karena itu, perlu dihadirkan resort sebagai fasilitas penunjang. Pendekatan Hospitality merupakan tema dalam perencanaan  resort di Pantai Ben-ben tersebut. Konsep ini menekankan pada kualitas pelayanan tamu wisatawan sehingga siapapun yang berkunjung akan mendapatkan pelayanan dan kenyamanan melalui fasilitas-fasilitas yang ada. Melalui perencanaan resort ini diharapkan bisa menjadi contoh untuk pengembangan fasilitas-fasilitas pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan. Kata kunci: Pantai Ben-ben, Wawontulap, resort, hospitality. [1] Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT
PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN BERKORIDOR TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PENCAHAYAAN TABUNG HORIZONTAL Anasiru, Mardan
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13200

Abstract

Pencahayaan alami adalah salah satu sistem pencahayan dalam suatu bangunan guna membantu manusia dalam melakukan aktivitasnya. Pada bangunan bervolume besar dan berdenah rumit,, ruang-ruang di bagian tengah bangunan sulit dijangkau oleh pencahayaan alami. Tabung cahaya horizontal digunakan sebagai sarana untuk mendistribusikan cahaya alami ke ruang-ruang di bagian tengah bangunan, di antaranya ke koridor di tengah bangunan. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode experimental dengan menggunakan tabung cahaya, dan simulasi software dengan menggunakan Velux Daylighting Visualizer 2. Pengukuran dilakukan pada tabung cahaya untuk mendapatkan pola distribusi illuminasi cahaya di dalam tabung. Simulasi dilakukan pada software Velux Daylighting Visualizer 2 dengan langkah-langkah yang sama dengan yang dilakukan pada tabung experiment, dengan membuat geometri model tabung virtual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya alami dapat didistribusikan secara horizontal. Pola distribusi cahaya di dalam tabung merupakan fungsi non linier. Semakin jauh jangkaun tabung dari bukaan, kuat cahayanya semakin melemah. Hasil simulasi dan pengukuran menunjukkan cahaya alami yang didistribusikan secara horizontal dapat mengkontribusikan cahaya alami ke koridor di bagian tengah bangunan, meskipun nilai illuminasinya kecil. Kata kunci: Cahaya alami, Tabung Horizontal, Koridor
SEKOLAH TINGGI JURNALISTIK DI MANADO (PENERAPAN CYBERSPACE PADA ARSITEKTUR) Wagey, Ireene Ester; Waani, Judy O
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i2.2097

Abstract

ABSTRAK Sekolah Tinggi Jurnalistik adalah suatu wadah arsitektural untuk penyelenggaraan pendidikan tinggi khusus bidang disiplin ilmu jurnalistik. Keberadaan wadah ini di Indonesia masih sangat jarang terutama untuk wilayah Indonesia bagian tengah dan timur padahal jumlah wartawan dan peminat bidang jurnalistik semakin bertambah setiap hari. Selain itu media informasi dan komunikasi yang adalah bagian dari bidang ini semakin hari semakin berkembang pesat, cepat, dan tak berhenti. Untuk itu dirasakan perlu adanya rancangan objek Sekolah Tinggi Jurnalistik di Manado yang dapat menampung dan memfasilitasi aktivitas pendidikan dan kegiatan belajar mengajar  khusus ilmu jurnalistik. Sebagai jembatan dalam merancang objek tersebut “Penerapan Cyberspace pada Arsitektur” dianggap cocok menjadi tema perancangan objek dengan pertimbangan bahwa cyberspace sendiri merupakan suatu ruang virtual yang tercipta akibat dari kecepatan pertukaran informasi berupa bahasa,pesan,dan tanda yang semakin tak terbatas dan berkelanjutan di media-media jurnalistik. Selain itu cyberspace sendiri memiliki karakteristik yang dapat diterjemahkan dalam bahasa Arsitektur, seperti ciri khas dari tanda dalam cyberspace yang bersifat representatement  yang diaplikasikan pada desain bangunan berupa tower atau menara sebagai tanda yang menunjuk pada diri sendiri bukan lagi menunjuk pada objek lain di luar tanda tersebu. Contoh lainnya adalah  ciri khas tanda sebagai exchange yang diaplikasikan pada desain skybridge yang menghubungkan dua massa pada objek rancangan arsitektur. Kata Kunci : Sekolah Tinggi, Jurnalistik, Cyberspace, Arsitektur
HOTEL SYARIAH DI MANADO. Simbolisme Arsitektur Islam Bima C. P. Morodjojo; Surijadi Supardjo; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30168

Abstract

Hotel dipandang masyarakat awam khususnya masyarakat kota manado bahwa hotel hanya menjadi tujuan atau tempat maksiat baik itu perzinahan, narkoba dan perbutan negatif lainnya. Dengan perkembangan hotel berbasis syariah mampu menjadi suatu bisnis yang cukup populer namun diyakinkan bahwa perkembangan hotel berbasis syariah ini akan mengalami perkembangan peningkatan yang cukup drastis dikarenakan tingkat kesadaran terhadap syariah tersebut. Hotel syariah yang dimaksud disini adalah Hotel dengan konsep syariah Islam, yaitu menerapkan syariah dalam Agama Islam ke dalam operasional Hotel. Akan tetapi label syariah tidak hanya untuk umat Muslim saja namun terbuka untuk umum.Maka hotel syariah dengan tema simbolisme arsitektur islam diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan yang halal dan bersyariah dengan seperti itu maka fasilitas hotel akan lebih ditingkatkan, para wisatawan asing maupun lokal akan merasa lebih aman, nyaman, dan tidak merasa asing dengan fasilitas-fasilitas yang menerapkan aspek-aspek syariah, serta visualisasi bangunan  yang akan terlihat pada pola bangunan, cahaya, warna, dan pernak-pernik di dalamnya benar-benar mentahbiskan kedalaman makna esoterik didalam Islam yang lebih mengacu pada seni untuk memfokuskan perhatian bagi pengguna bangunan sehingga hotel ini dapat turut serta dalam mengembangkan industri pariwisata. Kata kunci: Hotel Syariah, Simbolisme Arsitektur Islam
Taman Rekreasi Pantai Mangga Tasik di Minahasa “Eksplorasi Bentang Alam di Kawasan Pesisir” Bare, Rilya O. E.; Makarau, Vecky H.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.8122

Abstract

ABSTRAK Pada masa sekarang ini semakin kompleksnya kebutuhan manusia, maka kebutuhan berwisata dan rekreasi pun meningkat. Oleh karena itu menimbulkan semakin banyak di bangunnya area-area wisata yang dapat memberikan hiburan bagi masyarakat. Namun terkadang area wisata tersebut kurang memperhatikan potensi alam akan lingkungan atau lokasi yang terpilih, kelestarian bahkan kurang ramah terhadap alam sehingga hanya aspek estetis saja yang di utamakan. Lokasi wisata pantai Mangga Tasik yang sudah ada ini perlu di desain menjadi Tempat Rekreasi Pantai Mangga Tasik yang lebih menarik dan memanfaatkan segala potensi alam di sekitar lokasi. Dengan tambahan fasilitas seperti tempat parkir, tempat-tempat makanan yang lebih layak dan bersih, tempat souvenir, dll. Dengan mengangkat tema “Eksplorasi Bentang Alam di Kawasan Pesisir” desain Taman Rekreasi Pantai Manggatasik di Minahasa memiliki karakter yang ramah terhadap alam dan memanfaatkan potensi alam sekitar. Dari tema tersebut diperoleh bentukan desain yang mencoba mengangkat sebuah bentukan yang sesuai dengan karakter lingkungan. Dikarenakan sifat taman rekreasi yang non-formal, lebih dinamis dan memberikan kesan santai maka bentuk bulat akan mendominasi. Objek rancangan ini juga sebagai bentuk implementasi dari beberapa faktor-faktor dalam studi kasus.   Kata kunci : Wisata, Rekreasi, Eksplorasi, Bentang Alam, Kawasan, Pesisir
GEDUNG PEMUDA DI MANADO (ART AND DESTRUCTION) Manorek, Heski; Tinangon, Alvin J.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14098

Abstract

Meskipun sudah ada beberapa bangunan yang diperuntukan untuk generasi muda di kota Manado, namun pada kenyataannya bangunan yang sudah ada belum bisa menarik perhatian para pemuda untuk datang dan melakukan kegiatan positif di tempat tersebut. Sehingga karena keadaan, banyak dari generasi muda yang lebih memilih untuk berkumpul dan berekreasi di mall atau bahkan mabuk-mabukan di lorong-lorong. Situasi ini adalah suatu bentuk penyaluran hasrat kaum muda dalam pergaulan dan bagian dari proses pencarian jati diri. Melalui pembangunan Gedung Pemuda yang memiliki konsep kekinian dengan menerapkan tema “Art And Destruction” serta didukung oleh lokasi yang berada di dekat tempat berkumpulnya para pemuda, secara tidak langsung kita dapat menggiring para generasi muda dalam pembentukan karakter mereka ke arah yang lebih baik. Kata Kunci : Pemuda, Seni, Kehancuran, Karakter
MALL KECANTIKAN DI MANADO (Building As Capital Investment) Lumantouw, Julita A.; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i3.3584

Abstract

Abstrak Mall adalah kata serapan dari bahasa Inggris “Mall” yang diterjemahkan menjadi gedung atau kelompok gedung yang berisi macam-macam toko yang dihubungkan oleh lorong/koridor (jalan penghubung). Istilah Mall kemudian digunakan untuk suatu kawasan belanja yang terdapat dalam suatu gedung/kompleks yang dinaungi oleh atap. Mall dihadirkan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, juga dapat menjadi sarana interaksi sosial. Pengunjung yang datang di mall sebagian besar adalah wanita dengan tujuan untuk perawatan kecantikan, berbelanja dan refreshing. Mall ini dirancang khusus untuk menggabungkan semua hal tentang kecantikan juga sebagai tempat hiburan dan rekreasi yang tersedia dalam satu bangunan. Dengan adanya Mall Kecantikan ini masyarakat dimudahkan untuk menjangkau kebutuhan mereka dalam hal kecantikan dalam satu bangunan. Dalam perancangan Mall Kecantikan Di Manado ini, menggunakan tema “Building as Capital Investment” yakni dengan menerapkan prinsip-prinsip Capital Investment sehingga diharapkan dari hasil penerapan tersebut bangunan dapat menjadi suatu investasi modal, sehingga akan muncul suatu desain yang dapat memberikan keuntungan bagi pemilik bangunan. Untuk menghadirkan objek desain ini, perancangan melewati proses seperti pendekatan tema Building as Capital Investment,pendekatan tipologi objek, pendekatan analisis tapak,  kerangka pikir serta metode pengumpulan data. Hasil rancangan Mall Kecantikan Di Manado mengacu pada tema desain Building as Capital Investment dengan konsep aplikasi tematik yakni berada pada lokasi yang strategis, memiliki visibilitas yang baik, kemudahan akses menuju objek rancangan, memiliki karakter / Citra (Brand Image) sebagai mall terspesialisasi/khusus yang menangani layanan dan produk tentang kecantikan, menerapkan prinsip kenyamanan bangunan yaitu kenyamanan termal, kenyamanan pencahayaan kenyamanan audio, dan kenyamanan sirkulasi didalam maupun diluar bangunan. Menyediakan semua kebutuhan tentang kecantikan yang tersedia dalam satu bangunan, juga menyediakan fasilitas lainnya seperti fasilitas entertainment (restoran dan cafe) dan fasilitas penunjang guna mendukung aktifitas di dalam bangunan. Kata Kunci           : Mall, Kecantikan, capital Investment
KAMPUNG SUSUN NELAYAN DI TUMINTING (EKSPRESI PERILAKU PADA GUBAHAN BENTUK DAN RUANG ARSITEKTUR) Kiroh, Christian I.; Mononimbar, Windy; Makainas, Indradjaja
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.5574

Abstract

Dengan melihat wajah Kota Manado saat ini bisa dikatan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, itu dikarnakan banyak terjadi pembenahan di bagian-bagian yang merupakan pusat-pusat dari Kota Manado,  dapat dikatakan sebagai bentuk keindahan dari Kota yang sering sekali dilalui oleh masyarakat ataupun turis-turis lokal dan asing. Tetapi ada hal yang di lupakan oleh pemerintah Kota, bahwa ada pula bagian lain dari waja Kota yang perlu di tata serta di benahi agar dapat mendukung dan memberikan keuntungan bagi masyarakat pinggiran pesisiri pantai tuminting yang dimana kurang sekali di perhatikan, oleh karna itu timbulah satu ide pembangunan atau penataan ulang kawasan perkampungan secara bertahap dalam bentuk “ Kampung Susun Nelayan Di Tuminting “ Proses perancangan ini mengunakan tema yaitu: ”EKSPRESI PERILAKU PADA GUBAHAN BENTUK DAN RUANG ARSITEKTUR”. Kenapa Tema ini yang di angkat/di gunakan karna melihat dua hal yaitu dari segi prinsib sebuah perkampungan pada umunya adalah Kebersamaannya, serta Kebudayaan yang takpernah lepas dari perilaku masyarakat kampung tersebut. Oleh karna itu dari sisi Arsitektur yang menampung masalah-masalah serta menganalisa sebuah kawasan sehingga dapat menghasilkan sebuang ide perancangan yang dapat memberikan wajah yang baru pada satu perkampungan yang ada pada umumnya. Lokasi pembangunan “Kampung Susun Nelayan” ini terletak di Kota Manado. Terdapat beberapa lokasi yang dimana masyarakat di dalamnya berprofesi sebagai seorang nelayan, namun dengan melihat daerah tuminting terutama di Kec. Sindulang yang sedang di persiapkan sebagai daerah yang terbuka area pesisirnya, yang nantinya akan di lewati banyak kendaraan pribadi dan angkutan umum itu di karnakan posisi daerah site ini sangat dekat dengan jembatan Soekarno yang sedang dibangun. Karna itu, lokasi yang ada di Sindulang ini sangat cocok digunankan untuk ide perancangan.   Kata Kunci : Kampung, Penataan, Nelayan.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue