Articles
882 Documents
RESOR WISATA HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN BUNAKEN, KOTA MANADO. Manifestasi Form Follows Flow dalam Arsitektur
Canaya J. Riady;
Octavianus H. A. Rogi;
Alvin J. Tinangon
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30169
Kota Manado merupakan kota yang memiliki pesona lingkungan alam, sosial dan budaya yang menarik dan sangat menjanjikan. Namun, nilai ekonomi industri pariwisata yang begitu tinggi hanya mampu dimanfaatkan secara efisien oleh sebagian daerah atau oleh sebagian penggiat pariwisata untuk dikelola secara profesional sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Dengan deretan pantai yang panjang dan berhadapan langsung dengan Taman Laut Bunaken, maka sarana akomodasi berupa resor merupakan hal yang diperlukan untuk menunjang industri pariwisata tersebut. Perancangan Resor Wisata Hutan Mangrove di Kecamatan Bunaken dapat menjadi suatu daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Manado. Dengan mengangkat tema Form Follows Flow, maka perancangan Resor Wisata Hutan Mangrove ini akan memperhatikan aspek genius loci pada tapak dengan memanfaatkan kondisi alam eksisting yang dikelilingi oleh tanaman mangrove. Dengan potensi alamiah yang ada, maka konsep resor yang masih tergolong baru ini dapat menerapkan keseimbangan sempurna antara manusia, alam, dan desain. Kata Kunci: Resor, Form Follows Flow
CHRISTIAN CENTER DI MANADO (METAFORA TADAO ANDO)
Wuri, Ongki F.;
Waani, Judy O.;
Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14099
Tidak ada makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan Tuhan, dalam senang, maupun susah, atau apapun keadaan manusia pastinya membutuhkan Tuhan yang adalah sumber kehidupan. Setiap pribadi bisa bertemu Tuhan kapan saja karena Ia memang selalu ada. dipikiran, perasaan, bahkan roh dalam setiap individu. Namun terlepas dari itu, bagaimanapun juga pasti manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan wadah agar bisa bersama-sama beribadah kepada Tuhan. Adanya wadah yang dapat menampung umat Kristen untuk beribadah dengan berbagai denominasi gereja juga diperlukan agar pemahaman, pengetahuan dan pengalaman pribadi dengan Tuhan semakin erat, mengingat banyaknya gereja berlomba-lomba medesain gedung yang mewah tetapi seringkali lupa dengan pertimbangan akan pembangunan sarana yang menunjang kegiatan kerohanian umat Kristen lainnya. Kehadiran Christian Center ini diharapkan bisa menampung berbagai aktifitas-aktifitas kerohanian bagi masyarakat Kota Manado untuk meningkatkan kualitas dan hubungan antar sesama manusia, terlebih hubungan dengan Sang pencipta. Metafora Tadao Ando-lah yang digunakan untuk tema perancangan kali ini. Yaitu konsep perancangan dengan berfokus pada kesederhanaan dalam bentukannya serta menonjolkan nilai-nilai kekristenan yang secara tidak langsung penikmat objek bisa langsung menyimpulkan dan bisa merasakan kehadiran Tuhan melalui desain yang dirancang. Kata kunci: Christian Center, Metafora, Tadao Ando, Manado.
MUSEUM SENI RUPA KONTEMPORER DI MANADO . Ambiguitas
Christy E. Nelwan;
Judy O. Waani;
Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24065
Bercermin dari potret realita tidak adanya wadah profesional berskala nasional dan internasional untuk memfasilitasi kegiatan konservasian eksebisi karya-karya seni Indonesia maupun dunia khususnya seni kontemporer yang kian berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan kurangnya apresiasi masyarakat Manado terhadap urgenitas seni dan museum sebagai “Gudangnya ilmu, budaya, dan fasilitas publik yang merupakan pilot project majunya perkembangan dan image sebuah kota†Museum Seni Rupa Kontemporer di Manado didesain menggunakan pendekatan ambiguitas dimana, akan mengubah image sebuah museum yang dipandang dari dulu oleh masyrakat sebagai tempat yang kramat dan meningkatkan ketertarikan masyarakat khususnya Manado terhadap seni, dengan menghadirkan bentuk yang baru dan unik dari lingkungan sekitar. Kata kunci : Museum Seni Rupa Kontemporer di Manado, Ambiguitas
GRAHA WISATA ADAT PELA GANDONG di MALUKU (Simbiosis Mutualisme)
Piris, Sammy;
Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v2i3.3626
Abstrak Perkembangan Kota Ambon kini membaik karena pembangunana terjadi dimana-mana khususnya di Kota Ambon, pembangunanan Kota mulai terhenti karena beberapa tahun lalu terjadi konflik sosisal sehingga perkembangan kota semakin memburuk. Dengan adanya pembangunan maka mempermudah masyarakat Kota Ambon dengan kehadiran berbagai fasilitas baru. Namun selain manfaat yang dihadirkan, perkembangan ini juga membawa dampak positif terhadap masyarakat pusat kota yaitu karna adanya fasilitas penunjang bagi mereka. Fasilitas yang tersedia dalam kota tidak menjamin untuk mempererat tali persaudaraan (Pela Gandong), yang akan memgembalikan hidup rukun dan damai di Kota Ambon sehingga masyarakat masih cenderung dan gengsi hidup berdampingan. Kota Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku, memiliki komoditas wisata yang mencukupi namun hanya berperioritas pada ciri khas modern yang di tampilkan dan budaya tradisioanal daerah jarang di tonjolkan pada tempat wisata tersebut, padahal banyak budaya adat Maluku yang bisa menjual bagi para wisatawan dan bisa membawa kerukunan bagi masyarakat Pela Gandong di Kota Ambon, Propinsi Maluku. Komoditas ini sudah cukup dikembangkan masyarakat kota Ambon sebagai tempat berkunjungnya para wisatwan namun belum secara berciri adanya unsur atau Budaya Adat Pela Gandong yang di tampilkan Sebagai tanggapan terhadap hal ini dan juga untuk memenuhi kebutuhan wisata masyarakat Kota Ambon, maka direncanakan perancangan objek Graha Wisata Adat Pela Gandong di Maluku. Perancangan Graha Wisata Adat Pela Gandong di Maluku khusunya Kota Ambon dengan dasar tema Arsitektur Simbiosis Mutualisme. Arsitektur Simbiosis Mutualisme dalam desain berupa pemaknaan yakni saling mengguntungkan atau saling megikat dalam rancangan arsitektural. Lewat pemaknaan tema serta berbagai analisa aspek perancangan diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi Graha Wisatada Adat Pela Gandong bagi pengguna objek serta dapat mempromosikan budaya adat Maluku. Kata kunci : Graha Wisata, Pela Gandong, Simbiosis Mutualisme
PUSAT REHABILITASI PECANDU NARKOBA DI MINAHASA. Teori Gestalt dalam Arsitektur
Tambajong, Leonie A.;
Waani, Judy O.;
Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17627
Penyalahgunaan Narkoba merupakan salah satu dari kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Kejahatan luar biasa merupakan suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghilangkan hak asasi umat manusia lain, telah disepakati sacara internasional sebagai pelanggaran HAM berat yang berada dalam yuridiksi International Criminal Court dan Statuta Roma, mendapatkan hukuman seberat- beratnya termasuk hukuman mati bagi pelaku kejahatan tersebut. Berada di daerah perbatasan membuat Sulawesi Utara menjadi sasaran para pengedar narkoba. Saat ini Sulawesi Utara tercatat sebagai salah satu daerah penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Menurut data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut, terdapat 36.700 pengguna narkoba dan jika dilihat dari jenis pekerjaan, pelajar tingkat SMP menduduki peringkat pertama. Provinsi Sulawesi Utara membutuhkan wadah yang dengan tepat dan benar merehabilitasi para penyalahguna narkoba agar dapat mengurangi angka penyalahgunaan narkoba. Dengan menerapkan pendekatan tema, yaitu Teori Gestalt pada bangunan Pusat Rehabilitasi diharapkan mampu menonjolkan kesan aman, nyaman dan ‘diterima’ hingga mengubah cara pandang para pecandu narkoba. Pengaturan dan penataan lahan serta bangunan yang mendukung interaksi social, adanya elemen yang menstimulasi visual seperti pemandangan dan pengaplikasian warna pada bangunan. Berdasarkan tinjauan wilayah, Kabupaten Minahasa memiliki potensi besar dari sumber daya alam dan lingkungan. Kondisi lingkungan yang sebagian besar masih berupa ruang terbuka hijau dan jauh dari keramaian cocok menjadi lokasi pusat rehabilitasi.Kata Kunci : Pusat, Rehabilitasi, Pecandu Narkoba, Gestalt
BALAI PENELITIAN KELAUTAN DI MANADO. (ECO – TECH ARCHITECTURE)
Rosang, Agnes G. P.;
Kumurur, Veronika A.;
Rengkung, Michael M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15371
Laut dan segala potensinya memberikan konstribusi besar bagi kehidupan masyarakat. Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi kepulauan yang memiliki potensi laut yang kaya dan beragam. Disana terdapat taman laut yang sangat terkenal karena keindahan terumbu karang dan keanekaragaman biota bawah lautnya. Itu adalah Taman Laut Bunaken yang memiliki kehidupan bawah laut yang sagat beragam. Potensi laut yang dimiliki Sulawesi Utara ini menjadi nilai lebih bahkan identitas daerah yang patut untuk diperkenalkan, karena masih begitu banyak potensi laut yang berharga yang belum dilestarikan secara optimal. Seiring dengan hal itu, pengenalan lebih dalam akan dunia kelautan sangat diperlukan dalam memanfaatkan dan melestarikan potensi yang ada. Untuk memenuhi tujuan tersebut maka Sulawesi Utara patut memiliki sebuah wadah yang memfasilitasi aktivitas riset sekaligus pemeliharaan perikanan yang ditunjang dengan teknologi-teknologi tertentu. Dalam hal ini, kehadiran sebuah Balai Penelitian Kelautan menjawab apa yang dibutuhkan Sulawesi Utara bahkan dunia internasional. Dalam perancangan Balai Penelitian Kelautan di Manado, tema yang diangkat yaitu “Eco-Tech Architectureâ€. Istilah Eco-Tech atau ramah lingkungan digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang baik untuk lingkungan. Arsitektur Ramah Lingkungan dengan penggunaaan teknologi yang tidak merugikan lingkungan mempunyai konstribusi dalam pengembangan dan salah satu cara alternatif agar mengurangi ataupun memproteksi bertambahnya dampak penyalahgunaan teknologi riset terhadap global warming saat ini. Pendekatan desain Arsitektur Ramah lingkungan tetapi tanggap terhadap teknologi mengacu kepada pendekatan desain Sustainable Arsitektur dan tech Arsitektur Hal ini dilihat karena keduanya adalah konsep yang juga mempertimbangkan keberadaan dan kelestarian alam terutama alam Marines Science. Kata Kunci : Balai Penelitian, Kelautan, Eco-tech Architecture
MUSEUM OF ART DI KOTA MANADO. Architecture of Light
Bulo, Priscilia E. V.;
Tinangon, Alvin J.;
Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19310
Seni merupakan sebuah ekspresi dari kreatifitas dan imajinasi manusia. Seni yang terus mengalami perkembangan, selalu bertumpu pada seni-seni sebelumnya. Walau begitu seiring perkembangan zaman, tidak terdapat sarana bagi artefak-artefak seni untuk bernaung. Artefak-artefak seni tersebut nantinya akan  digunakan sebagai tumpuan bagi para seniman muda di kota Manado untuk berkembang. Museum memiliki fungsi Observasi, Preservasi, Koleksi dan Eksebisi merupakan wadah yang tepat untuk mewadahi seni-seni tersebut. Dengan lokasi yang tepat akan saling menunjang dengan kegunaan objek bangunan serta perpaduan dengan tema perancangan Architecture of Light yang memanfaatkan cahaya sebagai faktor utama dalam mendesain.Kajian perancangan akan dilakukan lewat metode pendekatan perancangan dengan mempelajari kajian tipologi objek, tapak dan lingkungan serta tema. Kerangka pikir akan bertindak sebagai strategi dalam proses perancangan desain. Yang nantinya akan menghasilkan konsep perancangan yang berujung dengan transformasi hasil desain.Museum of Art di Kota Manado menampilkan 4 seni utama pada pameran tetapnya yaitu, seni lukis, seni patung, seni fotografi dan yang terakhir seni kain. Terbagi akan dua lantai, ruang pamer tetap menggunakan dua lantai untuk menjalankan aktivitas pameran koleksi tetap, sedangkan untuk pameran sementara menggunakan 1 lantai berdekatan dengan pameran tetap. Museum juga akan menyediakan sarana kegiatan pendukung berupa workshop, perpustakaan dan convention hall. Penunjang. Museum ini dirancang dengan pendekatan tema Architecture of Light. Penggunaan daylight architecture yang merupakan bagian dari Architecture of light, bisa dirasakan pada ruang pameran maupun ruang observasi. Sedangkan penggunaan artificial light secara optimal bisa digunakan pada ruang kegiatan pendukung kegiatan service. Architecture of Light yang merupakan permainan cahaya baik cahaya alami maupun buatan, akan berkolaborasi dengan pengunaan warna yang akan menghasilkan permainan emosi bagi pada pengunjung. Kata Kunci : Museum, Seni, Architecture of Light
KAMPUNG WISATA MINAHASA DI TONDANO - Eksplorasi Kebudayaan Tradisional di Minahasa
Tangkuman, Dwi Junita;
Mononimbar, Windy J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v1i2.569
KAMPUNG WISATA MINAHASA DI TONDANO (EKSPLORASI KEBUDAYAAN TRADISIONAL MINAHASA) Dwi Juwita Tangkuman[1] Windy J. Mononimbar,ST.,MT[2] Â ABSTRAK Minahasa merupakan daerah berbudaya. Kehidupan yang harmonis antar sub suku dan kearifan lokal masyarakat mengidentifikasikan bahwa masih adanya nilai-nilai kebudayaan tradisional yang melekat dalam kehidupan masyarakat Minahasa. Kenyataan lain mengungkapkan bahwa telah terjadi pergeseran nilai-nilai kebudayaan tradisional ke nilai-nilai yang muncul akibat perubahan gaya hidup dan pola pikir masyarakat modern. Hal ini patut diantisipasi lewat upaya penggalian, pelestarian, pengembangan serta pembinaan dengan menghadirkan suatu wadah yang dapat mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan tradisional Minahasa. Untuk itu dihadirkanlah objek Kampung Wisata Minahasa yang berlokasi di kota Tondano, sebagai suatu kawasan di ibukota Kabupaten Minahasa yang dapat merepresentasikan dan merekam kembali pola hidup masyarakat tradisional Minahasa dengan segala produk hasil karya kebudayaannya. Tema Eksplorasi Kebudayaan Tradisional Minahasa diangkat untuk mengoptimalkan perancangan objek Kampung Wisata Minahasa, dalam pengaplikasiannya menggali lebih dalam lagi unsur-unsur kebudayaan Minahasa, serta mengkolaborasikannya dengan lokasi yang berada dalam lingkungan masyarakat yang masih lekat dengan budaya Minahasa. Dengan dihadirkannya objek Kampung Wisata Minahasa diharapkan dapat berimplikasi positif terhadap masyarakat Minahasa guna meningkatkan kesadaran berbudaya, selain itu diharapkan juga dapat memiliki prospek yang baik terhadap pendapatan daerah dalam sektor pariwisata, dengan berkembangnya objek ini sebagai tujuan para wisatawan baik domestik maupun Internasional. Kata kunci : Kampung wisata, Minahasa, Eksplorasi kebudayaan [1] Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT
MULTIMEDIA TECHNO PARK DI MANADO. Optimalisasi Ilusi Audio Visual dalam Arsitektur.
Kaligis, Sharon D.;
Makaianas, Idradjaja;
Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16708
Perkembangan teknologi multimedia di era digital ini semakin pesat. Disadari bahwa perkembangan teknologi menjadi salah satu indikator penentu meningkatnya daya saing daerah, namun harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusianya sehingga dibutuhkan fasilitas yang dapat mewadahi pengembangan teknologi sekaligus sumber daya manusia yang ada. Hal tersebut sejalan dengan arahan pemerintah RI untuk membangun 100 Science dan techno park di daerah-daerah di Indonesia. Techno park merupakan suatu wadah pengembangan technology dan sumber daya manusia dengan focus pengembangan bidang teknologi tertentu. Objek techno park dengan basis teknologi multimedia sangat potensial untuk dihadirkan di suatu daerah melihat permintaan akan produknya yang semakin pesat dan mencakup berbagai bidang. Lokasi objek yang dipilih adalah di Kota Manado. Sebagai kota yang telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi kota digital (cyber city), Keberadaan Multimedia Techno Park dapat memperkuat identitas kota manado untuk menjadi cyber city sekaligus dapat membuka lapangan kerja baru bagi para lulusan IT dari perguruan-perguruan Tinggi di Sulawesi Utara serta mempermudah pemenuhan kebutuhan akan produk multimedia yang semakin meningkat. Untuk mendukung objek rancangan dipilih tema yang mengoptimalkan teknik ilusi audio dan visual untuk diimplementasikan dalam perancangan karena dianggap mampu merepresentasikan fungsi serta karakteristik objek. Penyajian Ilusi Audio menggunakan teknik Ilusi Audio yang difokuskan pada teori psychoacoustic tricks (Trik Psikologi Akustik), sedangkan untuk Ilusi visual menggunakan teknik visualisasi yang diadaptasi dari teori Ilusi Optis. Â Kata Kunci : Multimedia, Techno Park, Ilusi Audio, Ilusi Visual, Manado
REDESAIN BANGUNAN PENDIDIKAN YPKM, DI KOTA MANADO. Arsitektur Ekologi
Farry D. Rompas;
Aristotulus E. Tungka;
Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30152
Salah satu sarana dalam meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui pendidikan. Karena pendidikan setiap individu dapat memiliki pengetahuan, berkarakter, kompeten, dan memiliki mental persaingan yang positif. Memberikan tempat yang layak juga membuat siswa lebih nyaman dan semangat untuk melakukan proses belajar dan mengajar. Sebaliknya, bangunan Yayasan Pendidikan Kriten Manado (YPKM) belum bisa memberikan kenyaman dalam proses belajar dan mengajar, baik itu di dalam kelas maupun di luar ruang kelasDikarenakan yayasan ini belum bisa memberikan tempat belajar dan mengajar, maka perlu adanya me-redesain bangunan untuk memberikan kenyamanan dalam proses belajar dan mengajar.Sebgai proses atau metode Pada perancangan Yayasan Pendidikan Kristen Manado (YPKM) akan berfukus pada pengunakan tema Arsitektur Ekologi. Hal ini di lakukan sebagai bentuk edukasi kepada siswa dan mengajak siswa akan peduli terhadap lingkungan.Kata kunci: Yayasan Pendidikan Kristen Mando (YPKM), Arsitektur Ekologi, Redesain