cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
PUSAT REHABILLITASI NARKOBA DI MANADO. Biophilic Architecture Meylita, Watuseke M.; Takumansang, Esli D.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23683

Abstract

Peringkat penggunaan narkoba di Sulawesi Utara pada tahun 2017 sudah masuk di posisi 15 dari 34. Hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan dari berbagai pihak. Bantuan rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia merujuk pada Peraturan Bersama tentang Penanganan Korban Penyalahgunaan Narkoba ke dalam Lembaga Rehabilitasi yang diterbitkan pada tahun 2014. Bantuan rehabilitasi juga merujuk pada UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2011. Arsitektur Biophilia adalah arsitektur ramah lingkungan yang bertujuan untuk menyembuhkan menentramkan psikologis penghuni bangunan dengan melibatkan alam, baik dalam ruang maupun luar ruang. Sementara Rehabilitasi Narkoba merupakan tempat pemulihan untuk pengguna narkoba yang psikologisnya terganggu, sehingga para pengguna narkoba dapat sembuh dengan cepat baik secara fisik maupun mental.Dengan pendekatan tema tidak hanya memperhatikan estetika dan fungsional ruang namun juga dapat membantu proses rehabilitasi atau pemulihan terhadap pengguna narkoba. Biophilic Architecture merupakan konektor dalam interaksi timbal balik antara manusia dengan alam dan sistem kehidupan untuk meningkatkan kualitas hubungan manusia fisiologis maupun psikologis dalam sebuah perancangan arsitektural. Kata kunci: Narkoba, Pusat Rehabilitasi, Biophilic Architecture, Manado
MUSIC PARK CENTRE DI MANADO ( Ekspresi Warna Pada Arsitektur Taman ) Napu, Sutrisni; Makainas, Indradjaja; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.9652

Abstract

Musik merupakan salah satu seni yang banyak diminati oleh semua manusia dimanapun. Musik adalah seni yang mengekspresikan dan membangkitkan emosi tertentu melalui media suara dan bunyi. Dengan musik seseorang bisa mengekspresikan kreativitas mereka melalui bunyi yang didengarkan. Seseorang akan lebih menikmati keindahan suara music bila berada disuatu tempat alam tebuka dengan lansekap yang teratur seperti taman. Arsitektur taman(park) merupakan sebuah tempat yang terencana atau sengaja direncanakan di buat oleh manusia, biasanya di luar ruangan, di buat untuk menampilkan keindahan ekspresi dari berbagai tanaman dan bentuk alami. Taman dapat di bagi dalam taman alami dan taman buatan. Taman yang sering di jumpai adalah taman botani. Di manado sendiri belum memiliki fasilitas seperti gedung music yang sudah dilengkapi dengan berbagai macam kegiatan seni music, dan juga dilengkapi dengan sebuah tempat seperti taman yang dapat memberikan suatu ekspresi atau penunjang yang melengkapi suatu area gedung music. Dan dengan taman yang diperankan oleh berbagai macam bentuk, warna, yang dapat menciptakan suatu ekspresi yang akan timbul dengan sendirinya sesuai dengan kriteria bentuk warna pada suatu gedung atau taman, sehinga warna memiliki peran penting pad ataman, selain memberikan keindahan tapi memberikan ekspresi yang berdampak positif. Kata kunci :Musik, Arsitektur, Taman(park), Manado
RUSUNAWA UNTUK NELAYAN DI KABUPATEN TALAUD. Arsitektur Lanskap Yogli Nangaro; Papia J. C. Franklin; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27805

Abstract

Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) diperuntukan dalam penyediaan hunian atau tempat tinggal layak huni dengan tariff sewa yang murah bagi para nelayan Dari sebagaian masyarakat nelayan yang ada di Kabupaten Talaud masih ada yang belum memiliki tempat tinggal atau hanya tinggal di tempat kumuh yang berada di pinggiran pantai dengan rumah seadannya dengan hadirnya Rusunawa Nelayan di Talaud bisa memberikan fasilitas hunian yang layak bagi masyarakat nelayan yang berpenghasilan rendah, dan bisa mewadahi, meningkatkan perekonomian social dan budaya masyarakat nelayan yan ada di Kabupaten Talaud. Dalam perancangan Rusunawa Nelayan dengan penerapan tema Arsitektur Lanskap merupakan suatu seni yang berfungsi untuk menciptakan suatu ruang dan melestarikan keindahan lingkungan di sekitar bangunan, manusia, guna mencapai kenyamanan dan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat nelayan yang tinggal di Rusunawa tersebut.Kata Kunci :    Rusunawa Untuk Nelayan,  Talaud,  Arsitektur  Lanskap
SIRKUIT BALAP MOTOR DI MANADO. Arsitektur Organik Pasomba, Rexy P.; Punuh, Claudia S.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20842

Abstract

Kota Manado yang merupakan ibukota provinsi Sulawesi Utara merupakan kota yang perkembangannya sangat menjanjikan, terbukti banyak pembangunan dan pengembangan kawasan yang dilakukan dikota ini, sebagai kota yang sedang berkembang, tentunya harus diimbangi dengan menghadirkan fasilitas-fasilitas untuk Masyarakat sebagai pelengkap ataupun sebagai sarana bagi masyarakatnya untuk bisa mengembangkan potensi diri serta berkreasi dan sebagai fasilitas-fasilitas yang di banggakan.             Dalam bidang olahraga, hkususnya olahraga otomotif tentunya juga harus ditingkatkan kualitas dan mutu dari sarana dan prasarana dari olahraga itu sendiri, salah satunya adalah sirkuit balap beraspal atau “on road” yang harus ada untuk menjadi sarana yang dapat mengembangkan potensi di bidang otomotif masyarakat di kota Manado. Meningkatnya kebutuhan masyarakat kota akan fasilitas olahraga otomotif yang baik dan aman serta dapat menyelenggarakan event skala Asia harus disesuaikan dengan standar-standar yang ada yang ditetapkan oleh federasi internasional. Dengan mengangkat tema ”Arsitektur Organik”, pendekatan terhadap alam diharapkan kawasan ini menjadi icon di kota Manado yang memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara dan dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi dari segi pariwisata di kota Manado.Kata kunci : Kota Manado, sirkuit balap motor.
FOREST RESORT KAWASAN AIR TERJUN TUNAN DI TALAWAAN MINAHASA UTARA ( EARTH SHELTER DESIGN) Ontorael, Giska D.; Egam, Pingkan P.; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17095

Abstract

Minahasa Utara sebagai salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara dan sedang berkembang dari segi pariwisata. Banyaknya objek wisata baik wisata pantai, wisata pegunungan, agrowisata, waruga dan lain sebagainya, menjadi daya tarik tersendiri yang dimiliki Kabupaten Minahasa Utara, salah satunya objek wisata Air Terjun Tunan yang berada di Desa Talawaan Kecamatan Talawaan. Air terjun yang berada di kawasan hutan dengan pemandangan dan pepohonan yang masih sangat alami menjadi karakteristik objek wisata Air Terjun Tunan. Forest Resort Kawasan Air Terjun Tunan menjadi fasilitas pendukung yang diharapkan mampu menunjang objek wisata Air Terjun Tunan dan menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Dengan tema perancangan Earth Shelter Design yang berkonsep ramah lingkungan dan mengadaptasi keadaan tapak serta memperlajari objek-objek rancangan yang sudah ada sebelumnya, menjadi titik tolak dan hal mendasar terhadap klasifikasi Resort yang ditawarkan serta berpengaruh terhadap bentuk, sirkulasi, material bangunan, pola penataan ruang luar dan elemen-elemen ruang luar yang digunakan. Rancangan Forest Resort Kawasan Air Terjun Tunan dengan tema perancangan Earth Shelter Design berkonsep ramah lingkungan dihasilkan melalui kajian-kajian dan analisa secara arsitektural yang dituangkan melalui hasil desain arsitektur.Kata Kunci: Minahasa Utara, Forest Resort, Earth Shelter Design 
SEKOLAH LUAR BIASA ANAK DI MANADO. Arsitektur Neurosains Mawei, Andrew Z.; Poli, Hanny; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23698

Abstract

Pendidikan bagi anak-anak pengidap disabilitas di Sulawesi Utara, terutama Kota Manado, kurang memadai dengan apa yang dibutuhkan oleh murid-murid dengan disabilitas mental. Lemahnya kualitas pendidikan yang mereka dapatkan salah satunya dikarenakan fasilitas sekolah luar biasa yang tidak mendukung dan malah menghambat perkembangan dari anak-anak disabilitas. Untuk mengadakan fasilitas sekolah luar biasa perlu diperhatikan tingkat kenyamanan dan kemudahan akses bagi anak-anak dengan disabilitas mental, apalagi kebutuhan khusus yang mereka punya memerlukan penanganan berbeda dari anak biasanya. Untuk bisa memenuhi kebutuhan khusus yang diperlukan anak disabilitas maka penulis mendasarkan konsep bangunan dengan tema arsitektur neurosains; yakni cabang arsitektur yang menerapkan studi ilmu saraf dalam rancangannya. Arsitektur neurosains, dalam penerapannya pada desain sekolah luar biasa untuk murid-murid tuna-grahita (pengidap disabilitas mental) menggunakan triad estetika. Triad estetika terdiri dari sistem sensorimotor yakni pengalaman visual, pengalaman non-visual dan respons motorik, sistem knowledge-meaning (pengetahuan-arti) berupa ekspektasi kontrol dan konteks atau arti, sistem emotion-valuation (emosi-valuasi) tepatnya sensori emosional. Prinsip-prinsip pengalaman arsitektural ini diaplikasikan dalam konsep desain sekolah luar biasa dalam bentuk sirkulasi ruang yang mengutamakan aksesibilitas, selubung yang warna-warni dan menyenangkan, tekstur yang merangsang indera dan tataruang, luar maupun dalam, yang edukasional, terbuka dan tidak berkesan kaku serta kelas-kelas yang memungkinkan terpenuhinya beberapa fungsi. Dengan menggunakan prinsip-prinsip pengalaman arsitektural dari neurosains dalam suatu desain sekolah luar biasa, menghasilkan sebuah fasilitas pendidikan yang bisa menjamin kenyamanan dan keamanan murid-murid disabilitas mental dalam situasi belajar mengajar, namun juga menciptakan lingkungan terbaik agar mereka bisa mengembangkan kemandirian dan rasa percaya diri agar bisa lebih mudah mengintegrasikan diri dalam masyarakat luas. Kata kunci: Manado, Sekolah Luar Biasa, Arsitektur Neurosains, Disabilitas Mental
RENTAL OFFICE DI MANADO (STRATEGI DESAIN “FROEBEL BLOCK” FRANK LIOYD WRIGHT) Khomara, David B.; Poli, Hanny; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.4821

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi yang pesat sehingga mendorong timbulnya Rental Office sebagai wadah interaksi bisnis dan pelayanan jasa akibat tuntutan ruang yang besar dengan lokasi yang strategis. Di lain pihak tuntutan terhadap efisiensi, efektifitas dan flesibilitas menjadi patokan terhadap perancangan objek ini dan harus bisa meningkatkan daya tarik pengunjung. Selain itu, sebagai bangunan komersial Rental Office harus selalu mempunyai penampilan yang menarik sesuai tuntutan pasar dengan dinamika perubahan yang terus meningkat. Untuk itu perlu suatu strategi khusus agar dapat mendamaikan seluruh tuntutan terhadap perancangan Rental Office ini. Maka dari itu, penulis mengangkat tema “Strategi Desain Froebel Block Frank Lioyd Wright” untuk menjadi acuan dan kendaraan perancangan untuk pengambilan keputusan desain. Penulis mengangkat tema ini karena Frank Lioyd Wright adalah arsitek idola penulis dan strategi yang dipakai menurut John Rattenbury pada telaah karya Wright adalah kolaborasi yang tepat menurut perancang karena tema ini mempunyai strategi khusus yaitu strategi The Earth Line/Horizontalisme, Interpenetrasi Bidang, The Destruction Of A Box, Continuity Space, Room Within Space To Be Lived In, Pola Hirarki dan Unitarian. Proses perancangan objek ini menggunakan proses desain generasi II menurut John Zeisel yang terdiri dua fase. Fase pertama, yaitu pengkajian terhadap tipologi objek, tapak dan lingkungan serta tema yang diangkat. Ketiga data tersebut dianalisa dan menciptakan sinkronisasi yang baik antara objek, tema dan tapak dan dilanjutkan Fase kedua yaitu siklus Image-Present-Test dimana siklus yang keluar dievaluasi berdasarkan kriteria perancangan dari teori Geofrey Broadbent kemudian berlanjut ke siklus II dan seterusnya sebagai upaya untuk menutupi kekurangan kualitas desain siklus sebelumnya. Gubahan bentuk Rental Office ini mengambil model dan prinsip Rubikal Mirrol Cube sebagai bagian dari permainan Froebel Block. Sistem modul volumetric Rubikal dicoba diterapkan pada objek ini yang juga terdiri dari organisasi modul sewa. Desain bangunan yang dibuat dinamis dan berputar secara horizontal untuk meningkatkan daya tarik terutama closed vista dari Jl. Sudirman. Kata Kunci : Rental Office, John Zeisel, Froebel Block
KOMPARASI KONSEP ARSITEKTUR HIBRID DAN ARSITEKTUR SIMBIOSIS Ningsar, _; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i1.359

Abstract

ABSTRAK Postmodern merupakan suatu gaya desain yang kompleks dan kontradiktif dalam Arsitektur, yang menghargai adanya prulal atau keberagaman dan perbedaan sehingga muncullah tema-tema yang merupakan konsep atau metode penggabungan keberagaman atau perbedaan tersebut dalam perancangan. Diantaranya konsep Hibrid yang dikemukakan oleh Charles Jenkcs dan Simbiosis oleh Kisho Kurokawa. Hibrid merupakan percampuran atau pekawinan elemen-elemen yang saling bertentangan. Sedangkan Simbiosis merupakan perpaduan antara dua unsur yang berbeda dalam satu entitas, yang di dalamnya kedua unsur tersebut masih independen. Dengan demikian kedua metode ini, yakni Hibrid dan Simbiosis merupakan metode penggabungan dari pluralitas atau perbedaan dari suatu rangkaian kehidupan atau budaya yang beragam di era-posmodern. Kata kunci: Komparasi, Hibrid, Simbiosis
POLITEKNIK PERTANIAN DAN AGROINDUSTRI DI AMURANG (Penerapan Simbol Budaya Dengan Pendekatan Semiotika) Tunas, Sgerlen M.; Rengkung, Joseph; Rogi, Octavianus H. A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6016

Abstract

Kabupaten Minahasa Selatan memiliki berbagai  macam potensi, namun belum terkelolah dengan baik karena kurang sumber daya manusia yang terampil dan siap pakai dalam mengelolah potensi tersebut. Seperti dalam bidang pendidikan, pertanian dan agroindustri. Sektor Pertanian merupakan salah satu mata pencarian bagi sebagian besar masyarakat yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan, namun sumber daya yang berkompeten dalam melakukan penyuluhan dan pengembangan di bidang pertanian, Sedangkan dalam bidang Agroindustri masih tergolong industri kecil dan belum terkelolah dangan baik, namun berpotensi untuk menjadi lebih besar, sehingga membutuhkan fasilitas banguanan Pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidup sumber daya manusia yang ada, dengan demikian potensi yang ada dapat terkelolah lebih baik lagi. Di Kabupaten Minahasa Selatan belum memiliki fasilitas pendidikan tinggi seperti Politeknik, Sekolah tinggi, dan Universitas, karena itu penulis merencanakan untuk merancang bangunan Politeknik Pertanian dan Agroindustri di Amurang, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pendidikan bagi masyarakat  di Kabupaten Minahasa Selatan. Kata Kunci : Politeknik, Pertanian,Agroindustri, Merancang.
GRAHA KOMUNITAS PENGGEMAR SEPEDA DI MANADO - Analogi Mekanik sebagai Strategi Desain Rawung, Joanita C.; Andries, F. T.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.591

Abstract

GRAHA KOMUNITAS PENGGEMAR SEPEDA DI MANADO (ANALOGI MEKANIK SEBAGAI STRATEGI DESAIN) Joanita C. Rawung[1] Ir. F.T. Andries, M.Si[2]   ABSTRAK Pemanasan global, tingkat polusi dan kemacetan merupakan beberapa masalah yang terjadi dalam bidang transportasi masyarakat yang ada di Kota Manado. Sepeda adalah salah satu alternatif sarana transportasi yang mendayagunakan energi manusia serta bisa menjadi moda transportasi masa depan  yang ramah lingkungan sehingga dapat memberikan  berbagai keuntungan bagi manusia sendiri sebagai pengguna. Para pengguna dan penggemar sepeda biasanya tergabung dalam komunitas-komunitasnya sendiri. Komunitas-komunitas penggemar sepeda di Manado sudah cukup banyak terbentuk sedangkan fasilitas pendukung belum tersedia. Dengan melihat fenomena dan kebutuhan yang ada maka perlu adanya pemecahan masalah, diantaranya penyediaan suatu wadah atau lingkungan yang mendukung bagi komunitas-komunitas penggemar sepeda dengan segala aktivitasnya. Perancangan Graha Komunitas Penggemar Sepeda di Manado diharapkan dapat mewadahi dan memfasilitasi kegiatan dari para penggemar sepeda. Tema Analogi Mekanik sebagai Strategi desain dipilih sebagai tema perancangan karena dianggap dapat memberikan solusi dalam permasalahan perancangan. Kata Kunci : global warming, sepeda, graha komunitas, analogi mekanik [1] Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue