cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
REVITALISASI PASAR TRADISIONAL SARIMALAHA DI TIDORE “RETROFITTING ARCHITECTURE” Humairah, Siti; Rengkung, Michael M.; Tondobala, Linda
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6660

Abstract

Pasar Tradisional seringkali dianggap sebagai salah satu prasarana yang membawa citra buruk bagi estetika kota. Begitu pula kondisi Pasar Sarimalaha di Kota Tidore saat ini, hal ini juga terjadi karena pasca kebakaran pasar Sarimalaha pada tanggal 28 Maret 2010. Pengelolaan pasar yang buruk , prasarana dan sarana yang sangat minim serta jumlah pedagang yang semakin meningkat disetiap tahun menyebabkan pergerakan dalam pasar bertambah sesak,kumuh dan tidak teratur, hal ini merupakan permasalahan klasik yang menyebabkan ketidaknyamanan dalam berbelanja. Oleh karena citra pasar tradisional yang buruk dalam perkembangan perekonomian kota, maka perlu dilakukan Revitalisasi Pasar Tradisional Sarimalaha  di Tidore dengan tema Retrofitting Architecture. Dengan tidak menghilangkan bagian-bagian yang menjadi ciri khas dari objek, tema Retrofitting Architecture diharapkan dapat mengatasi hal-hal yang menjadi permasalahan pada objek dan dapat mengangkat kembali citra pasar tradisional menjadi positif, serta memberikan kemajuan perekonomian di KotaTidore Kepulauan.   Kata kunci: revitalisasi, pasar tradisional, retrofitting
PERANCANGAN RUMAH SUSUN KAUM BURUH DI BITUNG (Pendekatan Arsitektur Tropis) Pontoan, Richard; MT, Suryono; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.5573

Abstract

Rumah susun khusus bagi buruh adalah solusi untuk mengatasi masalah kebutuhan tempat tinggal yang sering dihadapi oleh kaum buruh, karena pendapatan buruh yang relatif rendah sering kali menyulitkan bagi buruh untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak, apalagi bagi buruh pendatang yang berasal dari luar kota maupun luar daerah. Adanya rumah susun bagi kaum buruh ini juga, dapat mencegah munculnya perkembangan permukiman - permukiman kumuh. Bitung adalah salah satu kota yang dikenal dengan kota industri, banyak industri tersebar dihampir semua penjuru di Kota Bitung, kemudian perkembangan industri juga tergolong cukup pesat, dibeberapa tahun terakhir ini, sebagai implikasinya jumlah buruh di Kota Bitung juga ikut meningkat jumlahnya, Tema "Pendekatan Arsitektur Tropis" diambil agar tercipta suatu hunian yang murah dan nyaman bagi penghuninya karena memanfaatkan potensi alam dan juga cocok dengan keadaan iklim Indonesia secara khusus iklim di Kota Bitung.   Kata Kunci :Rumah susun kaum buruh, Bitung, Arsitektur tropis.
SPORT MALL DI MANADO ‘HYBRID ARSITEKTUR’ Lapuna, Wahyudi S.; Van Rate, Johannes; Malik, Andy A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6015

Abstract

Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan berbagai latar belakang sosial, budaya, ekonomi, serta memiliki masyarakat yang majemuk. Semakin beragamnya masyarakat Sulawesi Utara, semakin beragam juga kebutuhan yang akan dipenuhi. Salah satunya kebutuhan akan perbelanjaan dan hiburan. Kota Manado merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, dimana Kota Manado memiliki masyarakat yang sebagian adalah peminat dan penikmat olahraga akan tetapi tidak memiliki pusat perbelanjaan alat-alat olahraga yang lengkap sehingga sebagaian orang memilih untuk memesan alat-alat olahraga diluar daerah Kota Manado. Melalui perancangan Sport Mall ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakan akan tempat perbelanjaan dengan fasilitas-fasilitas yang menyediakan alat-alat pendukung kegiatan olahraga. Sport Mall di Kota Manado ini mengangkat tema Hybrid Arsitektur, konsep Hybrid penggabungan menjadi langka dalam pengolahan bentuk yang diharapkan dapat mempunyai nilai lebih dan bisa memberikan warna untuk bangunan-bangunan yang ada di Kota Manado. Kata kunci : Sport, Mall, Hybrid
GRAHA KOMUNITAS FOTOGRAFI - Implementasi Konsep Disjuntion menurut Bernard Tschumi melalui Eksplorasi Ruang, Gerak dan Peristiwa Paluruan, Raynold H.; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.590

Abstract

GRAHA KOMUNITAS FOTOGRAFI ‘IMPLEMENTASI KONSEP DISJUNCTION MENURUT BERNARD TSCHUMI MELALUI EKSPLORASI RUANG, GERAK, DAN PERISTIWA’ Raynold Hakim Paluruan[1] Deddy Erdiono[2] ABSTRAK Fotografi sudah dikenal luas, karena fotografi ada di berbagai aspek kehidupan, terutama dalam hal – hal yang menyangkut informasi visual, surat kabar, majalah dan sebagainya sehingga fotografi merupakan salah satu kebutuhan dalam kehidupan manusia. Perkembangan fotografi di Indonesia dapat dilihat dari berkembangnya jumlah fotografer, makin majunya teknologi peralatan dan perlengkapan fotografi dan makin meningkatnya seni fotografi karya – karya fotografer Indonesia. Demikian pula  dengan perkembangan fotografi di Manado, dimana telah banyak komunitas – komunitas fotografer yang terbentuk, untuk saling berbagi info dan bertukar pikiran. Untuk mewujudkan gagasan ini, diterapkan model proses desain generasi II yang terdiri dari dua fase. Fase pertama yaitu pengembangan wawasan komprehensif dengan pendekatan konvensional berupa kajian tipologi objek serta kajian tapak dan lingkungan. Fase kedua yaitu berupa Execute Image-Present-Test Cycle. Implementasi Konsep Disjunction Menurut Bernard Tschumi Melalui Eksplorasi Ruang, Gerak, dan Peristiwa adalah tema yang digunakan pada desain Graha Komunitas Fotografi di Manado. Karakteristik dari tema ini adalah penerapan konsep pemisahan antara ruang, gerak, dan peristiwa yang dalam artian berdiri sendiri sebagai satu kesatuan. Hasil desain yang berupa penyajian gambar - gambar arsitektural, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang kualitas perancangan Graha Komunitas Fotografi di Manado dengan implementasi tema konsep disjunction.   Kata kunci :    Graha Komunitas Fotografi, implementasi konsep disjunction, ruang, gerak, dan peristiwa. [1] Mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur Universitas Sam Ratulangi [2]Staf Pengajar Arsitektur Universitas Sam Ratulangi
MALL OTOMOTIF MANADO (High Tech Architecture) Watung, Georgy S. V.; Makarau, Vicky H.; Van Rate, Johannes
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6657

Abstract

Pada desain Mall Otomotif di Manado menggunakan tema Arsitektur High Tech. Mall yang  awalnya merupakan suatu pusat perbelanjaan di tempat terbuka berubah menjadi pusat perbelanjaan pada bangunan  tertutup dengan mengutamakan kenyamanan pengunjung. Arsitektur High Tech adalah konsep desain yang diartikan sebagai suatu aliran gaya arsitektur yang bermuara pada ide gerakan arsitektur modern yang membesar-besarkan struktur dan teknologi pada suatu bangunan. Dengan ciri khasnya, Arsitektur High Tech menjadi pilihan untuk menjawab tantangan perancangan Mall Otomotif ini dengan transparansi, fleksibilitas perletakan unsur utilitas, dan ekspresi teknologi dapat memberikan identitas unik pada suatu bangunan. Oleh karena itu, masalah dalam desain Mall ini adalah belum tersedianya bangunan khusus untuk mewadahi berbagai macam kegiatan yang mewadai minat masyarakat Manado terhadap bidang Otomotif serta bagaimana menghadirkan suatu bangunan  yang dapat menarik minat masyarakat agar datang berkunjung. Tujuannya adalah menghadirkan  suatu bangunan dalam memfasilitasi minat masyarakat pada bidang otomotif selain dapat mengekspresikan bidang otomotif melalui bentuk dan penerapan tema juga dapat menarik pengunjung serta mendukung fungsi komersial bangunan. Untuk menghasilkan objek desain Mall ini maka  dilakukan pendekatan perancangan dengan pendekatan tipologis bentuk bangunan mall, pendekatan tematik High Tech Architecture, serta pendekatan lokasi dan tapak dengan tujuan menghadirkan suatu objek mall di manado untuk menampung kegiatan jual beli dan pameran. Kata kunci: Arsitektur High Tech, Otomotif
PUSAT PENGEMBANGAN KESENIAN KABUPETEN MINAHASA TENGGARA. Arsitektur Tropis Kawahe, Imanuel H. A.; Takumansang, Esli D.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23699

Abstract

Pusat Pengembangan Kesenian marupakan tempat atau wadah dimana dimana seluruh kesenian itu dikembangkan. Begitu banyak orang suka dengan kesenian, tidak terkecuali di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara..  Masalah yang timbul adalah tidak adanya tempat untuk mengembangkan potensi kesenian tersebut. Selain itu juga masalah yang timbul adalah merancang bangunan yang baik untuk masyarakat Minahasa Tenggara dan penerapan tema Arsitektur Tropis pada perancangan. Kesenian bukannya hanya sekedar menghibur sesama, tapi juga dapat menghibur diri sendiri sebagai pelaku seni. Tujuan dan sasaran perancangan terciptanya Pusat Pengembangan Kesenian di Minahasa Tenggara dimana objek ini nantinya menjadi sarana masyarakat Minahasa Tenggara mengembangkan kesenian daerah agar kesenian terus diperkenalkan dari generasi ke generasi sehingga tidak ditelan zaman yang penerapan bangunannya berdasarkan tema Arsitektur Tropis. Metode perancangan menggunakan metode Glass Box berdasarkan pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik, dan pendekatan tapak dan lingkungan yang kemudian dilakukan pengambilan data, kemudian dianalisis, konsep, hasil perancangan.Hasil perancangan berupa desain Site Plan, Lay Out, Tampak Tapak, Potongan Tapak, Tampak Bangunan, Potongan Bangunan, Utilitas Bangunan, Utilitas Tapak, Perspektif, Interior dan eksterior bangunan, Struktur bangunan, detail Struktur dan Utilitas yang mengacu pada tema perancangan Arsitektur tropis.Kata kunci: Pusat pengembangan Kesenian Kabupaten Minahasa Tenggara, Arsitektur tropis
FLAT MAHASISWA DI MANADO (PENGEMBANGAN PERSONAL SPACE DALAM KONTEKS TEORI TERITORIALITAS) Kansil, Evander G.; Sondakh, Julianus A. R.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.4820

Abstract

ABSTRAK Upaya menghadirkan hunian representatif bagi mahasiswa merupakan sasaran utama yang hendak dicapai dalam penulisan ilmiah ini. Kebutuhan tersebut menjadi persoalan setiap perguruan tinggi di seluruh indonesia. Dalam merancang suatu bangunan, seorang Arsitek tentunya tidak hanya berdasarkan pada imajinasinya sendiri. Hasil kreasi seorang arsitek membentuk suatu kesatuan yang harmonis dalam berbagai dimensi, terutama dimensi kenyamanan dan keamanan. Ketika merancang, seorang arsitek harus memperhitungkan secara rinci seberapa besar kebutuhan manusia, memperkirakan bagaimana mereka berperlaku, bergerak dalam lingkungannya, kemudian memutuskan bagaimana bangunan tersebut dapat menjadi lingkungan yang sehat  terhadap manusia pemakainya. Sebagian mahasiswa dinilai lebih suka privasi atau ingin menjaga kenyamanannya  dalam belajar sehingga bentuk flat merupakan wadah yang cocok untuk mengakomodir kebutuhan tersebut. Sesuai dengan fungsi dan karakteristiknya, maka wadah ini dinamakan “Flat Mahasiswa Di Manado” kemudian, kajian perancangan terhadap objek dibatasi secara ilmu arsitektural dan penyesuain dengan perilaku manusia. Persyaratan fisik dan psikis serta faktor-faktor lainnya perlu di perhatikan, agar fungsi bangunan menjadi optimal. Hasil yang diperoleh yaitu bangunan Flat, lengkap dengan perabotan interior dan fasilitas umum, memiliki tiga tipe hunian (T-Small, T-medium, T-Large) serta kapasitas daya tampung diasumsikan 5% dari jumlah mahasiswa yang ada ditiap-tiap universitas di Manado. Berikut juga sarana dan prasarana utilitas bangunan. Berdasarkan hasil wawancara dan pengmatan, kebutuhan mahasiswa semakin kompleks, hal itu seiring dengan perkembangan zaman. Mahasiswa bukan hanya membutuhkan tempat tinggal semata tapi juga kebutuhan yang menunjang aktivitas lainnya. Sebab itu itu perlu juga dibangun fasilitas penunjang yang memadai. Dalam hal ini ruang personal yang berkembang dari konteks teritorialitas menjadi titik acuan dalam perancangan objek bangunan. Dengan kata lain perilaku manusia dapat diarahkan kearah yang lebih baik bila nilai – nilai positif dari lingkungan atau bentuk arsitektur dapat membentuk kepribadian serta perilaku yang memiliki nilai positif.   Kata kunci : Merancang, Kebutuhan, Mahasiswa, Perilaku.
FLOATING PARK SEBAGAI PENUNJANG WATERFRONT CITY DAN SOLUSI TERHADAP KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM WILAYAH PERKOTAAN Fransz, Jerry M.; Tondobala, Linda
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i1.358

Abstract

ABSTRAK Karya tulis ini bertujuan untuk mempelajari mengenai Floating Park dalam fungsinya sebagai lahan tambahan untuk taman publik. Penyajian masalah berkaitan dengan konsep waterfront, penyediaan Ruang Terbuka Hijau, serta solusinya berupa taman publik pada struktur terapung. Dalam pembahasannya menyajikan mengenai sistem struktur, persyaratan berkaitan dengan lingkungan dan berbagai fasilitas yang direncanakan. Penyajian data diperoleh dari hasil studi literatur. Dari keseluruhan penulisan diperoleh hasil bahwa Floating Park dapat menjadi sebuah solusi alternatif bagi penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk area perkotaan. Solusi tersebut khusus memperhatikan aspek struktural dan lingkungan air sebagai konteks, sesuai dengan kondisi yang beragam di lapangan. Selain itu juga memperhatikan ketersediaan fasilitas penunjang mengingat fungsinya sebagai taman publik. Kata Kunci: RTH Publik, Floating Park, Waterfront
REDEVELOPMENT KAWASAN NIAGA TRIKORA - Arsitektur sebagai Landmark Sindua, Fernando B.; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.581

Abstract

REDEVELOPMENT KAWASAN NIAGA TRIKORA DI TAHUNA (ARSITEKTUR SEBAGAI LANDMARK) Fernando Bielly Sindua[1] Frits O. P. Siregar[2]   ABSTRAK Pengembangan Kota Tahuna, sebagai ibukota kabupaten Kepulauan Sangihe, diarahkan sebagai pusat pelayanan administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai tujuan pemasaran untuk wilayah Kepulauan Sangihe dan sekitarnya, maka harus ada peningkatan khususnya fasilitas perbelanjaan komersial dan jasa. Pada kenyataannya, sekarang fasilitas komersial yang tersebar di pusat kota ini, mengalami penurunan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Berdasarkan kenyataan ini, sebuah gagasan untuk membangun kembali daerah ini diperlukan. Strategi redevelopment ini digunakan untuk bisa memvitalkan kembali potensi Kawasan Niaga sebagai pusat perbelanjaan komersil dan fasilitas rekreasi di Tahuna. Dengan penerapan strategi ini, diharapkan potensi kawasan serta bangunan yang ada disekitarnya dapat dioptimalkan. Untuk mendapatkan konsep disain yang sesuai, konsep tematik digunakan dalam proses disain, yaitu Arsitektur Sebagai Landmark. Tema ini menerapkan prinsip optimalisasi disain objek arsitektur, yakni suatu bangunan, untuk menjadi pusat orientasi dalam satu area, atau dalam artian umum, sebagai imej yang mengidentifikasikan atau menghubungkan pada daerah tertentu. Sebagai hasilnya, pusat perpelanjaan seperti Mall ditetapkan untuk menempati kawasan tersebut sesuai dengan tema disain perancangan. Diharapkan bahwa kawasan ini akan  bisa membenuk imej baru terhadap wajah kota serta menjadi landmark baru bagi kota Tahuna Kata Kunci : Redevelopment,Kawasan Niaga, Landmark [1]Mahasiswa PS1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT
RUMAH SAKIT BERSALIN DI MANADO (Therapeutic Environment) Junan, Venesia; Kumurur, Veronica A.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6524

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak merupakan salah satu unsur penting pembangunan, hal ini mengandung pengertian bahwa dari seorang ibu akan dilahirkan calon – calon penerus bangsa yaitu anak. Tetapi dalam menjalani proses mengandung dan melahirkan tersebut tidak selalu berlangsung baik dan lancar, seringkali mengakibatkan kematian bagi sang ibu maupun bayi yang dilahirkannya. Aktivitas pasien ibu hamil memerlukan lingkungan fisik yang sesuai untuk mendukung kesehatannya. Rumah Sakit Bersalin adalah tempat yang memberikan fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat membantu para ibu hamil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal pada masa antepartum, intrapartum, postpartum. Konsep therapeutic environment pada rancangan arsitektural bisa menciptakan lingkungan terapi yang membantu pengguna objek khususnya pasien ibu hamil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal sehingga tidak hanya nyaman secara fisik tapi juga nyaman secara psikis. Dimana dalam kajian tema ini arsitektur atau bangunan harus berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan pengguna secara fisik dan psikis. Kata kunci : Rumah Sakit Bersalin, therapeutic environment.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue