cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
REDESAIN SARANA DAN FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BITUNG Mantiri, Yohanes Y.; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6022

Abstract

Ocean Fishing Port of Bitung has a great influence for the local economy of Bitung and also to the North Sulawesi province. Included in one of the 6 largest fishing ports of Indonesia, because it has not only to the scope of services to domestic but to international as welll. But in terms of management and the procurement of port facilities, Ocean Fishing Port of Bitung is still lacking. Systems and facilities management of ocean fishing port is still not comply as ocean fishing port, both in terms of the circulation system, wherein the circulation for  production’s vehicles,publics and administration is narrow, in terms of total area, total area of ​​the port is still not comply the Ocean Fishing Port standards. From terms of the facility it still not well organized and optimal. This several aspects causes the performance and functionality of the ocean fishing port of Bitung not optimal. The chosen theme is "Application of Interlocking Concepts in Architecture" in the Redesign of  infrastructure and facilities Ocean Fishing Port of Bitung. Interlocking concept applied at macro(site) and the micro (building mass), to produce a new design with infrastructure and facilities of  Ocean Fishing Port that well organized, so that the performance and functionality of the ocean fishing port of Bitung can be optimal. Keywords: fishing port, bitung, interlocking
EXTREME RESORT HOTEL & DIVING CENTRE DI SIAU (NEW ORGANIC ARCHITECTURE) Laheba, Cherryl N.; Erdiono, Deddy; Makainas, Indradjaja
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.12271

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan alam bahari yang sangat berpotensi bagi sektor pariwisata. Secara mikro, hal ini pun dimiliki oleh Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro yang terletak di bagian utara Indonesia. Kabupaten ini beribukota di Pulau Siau. Pulau Siau sendiri memiliki keunikan secara topografi darat maupun alam bawah lautnya. Namun potensi ini masih kurang dimanfaatkan sehingga masih sedikit wisatawan yang datang. Dengan demikian, perlu adanya suatu objek yang dapat membantu dan berkontribusi dalam mengeksplorasi keunikan alam yang ada di Pulau Siau. Maka dihadirkanlah Extreme Resort Hotel & Diving Centre dengan implementasi tema New Organic Architecture. Tema ini mengedepankan keselarasan bangunan dengan alamnya, salah satu prinsip dari arsitektur organik yaitu “grow out of the site and be unique” yang berarti bangunan harus lahir dari tapak dan menjadi unik. Kata kunci : Extreme, Resort Hotel, Diving Centre, Arsitektur Organik, Siau
PERANCANGAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DI KOTA MANADO. Arsitektur Dekonstruksi Matualage, Greis; Tungka, Aristotulus E.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20833

Abstract

Dekonstruksi dalam Arsitektur muncul dan berkembang tidak lepas dari proses panjang perkembangan arsitektur itu sendiri, yang juga dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, ekonomi dan teknologi  Selain itu,  kebutuhan akan fasilitas-fasilitas penunjang dalam perpustakaan di Kota Manado, menyebabkan perlunya sesuatu perpustakaan yang dapat menunjang kegiatan yang berbasis teknologi.Permasalahannya, di Kota Manado yaitu belum diadakan perpustakaan yang berbasis teknologi, baik dari segi fasilitas, bentuk bangunan, segi fungsi, bahkan perpustkaan di Kota Manado masih kurang menarik perhatian masyarakat sehingga perpustakaan kurang diminati dan menimbulkan kejenuhan pada obyek tersebut. Tujuan dari perancangan ini ialah dengan menggunakan metode perancangan yang menganalisis ide-ide yang kontekstual terhadap site, konfigurasi massa, dan pada elemen fasad. Serta metode dekontruksi digunakan pada objek perpustakaan digital dengan hasil akhir memenuhi Far,Bcr,Tll,Tls serta Kdh.Kata kunci : Arsitektur, Dekonstruksi, Perpustakaan Digital, Kota Manado
KAWASAN PROMOSI KEBUDAYAAN SULAWESI UTARA DI MANADO - Kajian Semiotika Dalam Arsitektur Dariwu, Claudia; Rengkung, Joseph
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013.
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i1.915

Abstract

ABSTRAK Dinamika kebudayaan Sulawesi Utara dirasakan tidak hanya mengalami perubahan, tapi juga mengalami penurunan. Terancam sistem tradisi, memudar bahasa lokal, tidak tumbuh kreativitas ilmu pengetahuan dan teknologi, hilang ruang-ruang kebudayaan, sepi penyelenggaraan festival budaya adalah bagian-bagian dari gejala perubahan kebudayaan Sulawesi Utara zaman ini. Meninjau  dan mengantisipasi gejala kebudayaan tersebut maka penulis mengangkat objek Kawasan Promosi Kebudayaan Sulawesi Utara di Manado sebagai sarana dalam mengembangkan, memelihara serta mempromosikan kebudayaan Sulawesi Utara. Tema yang diangkat dalam objek yaitu Kajian Semiotika Dalam Arsitektur, Semiotika dalam arsitektur merupakan bahasa simbol yang memberi informasi kepada pengamat lewat bentuk-bentuk tertentu. Dimana komunikasi ini dapat menginformasikan suatu nilai yang terkandung didalamnya bahkan menjelaskan suatu konteks budaya. Kata kunci : kawasan promosi, kebudayaan, semiotika
PERPUSTAKAAN DI MANADO. MIMESIS DALAM ARSITEKTUR Turyanto, Ceryn V.; Franklin, Papia J. C.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17087

Abstract

Perpustakaan merupakan suatu wadah yang berfungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Gedung perpustakaan saat ini tersingkir akibat hadirnya teknologi semakin canggih yang berdampak pada menurunnya animo masyarakat keperpustakaan. Oleh sebab itu, di Indonesia, khususnya di Kota Manado, perancangan diperlukan inovasi suatu sarana baca yang tidak hanya bersifat edukatif dan informatif, tetapi juga bersifat rekreatif. Perancangan Perpustakaan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif. Dari data yang telah terkumpul, dilakukan identifikasi dan analisa untuk memperoleh gambaran yang cukup lengkap mengenai kondisi yang ada, sehingga dapat tersusun suatu landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur bangunan perpustakaan. Perancangan perpustakaan ini terletak di Kota Manado, ibukota dari provinsi Sulawesi Utara, dimana masyarakatnya mudah tertarik terhadap suatu hal yang baru dan menarik. Untuk memaksimalkan, maka diterapkan ruang akan keperpustakaan dalam tema mimesis dalam arsitektur. Mimesis merupakan salah satu wacana yang ditinggalkan plato dan Aristoteles sejak masa keemasan filsafat Yunani Kuno, hingga pada akhirnya Abrams memasukannya menjadi salah satu pendekatan utama menganalisa seni selain pendekatan ekspresif, pragmatic, dan objektif. Penerapan Arsitektur Mimesis dituntut bukan hanya sekedar meniru saja melainkan merupakan suatu proses pemikiran peniruan yang membutuhkan imajinasi dan fantasi seseorang, namun juga memerhatikan perancangan arsitektur yang dapat beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Kata Kunci : Arsitektur, Mimesis, Perpustakaan
GRAHA KOMUNITAS LANSIA (Pembaharuan Konsep Perilaku Lansia) Sajangbati, Pingkan L.; Franklin, Papia J. C.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6661

Abstract

Proses Penuaan tidak dapat dihindari setiap manusia .Dewasa ini tahun ke tahun harapan hidup manusia mulai meningkat, oleh karenanya perhatian untuk lanjut usia harus semakin diperhatikan karena meningkatnya jumlah lanjut usia yang hampir menyamai angka kelahiran setiap tahunnya kedepannya itu dapat berpengaruh dalam bidang dunia politik,ekonomi dan kesehatan suatu negara. Oleh karenanya perhatian khusus untuk warga lansia harus di tingkatkan dengan memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan lansia. Penyediaan wadah untuk komunitas lansia sangat dibutuhkan agar meningkatkan kualitas hidup lansia yang pada saat ini paradigma masyarakat bahwa lansia adalah beban .  Graha Komunitas Lansia adalah wadah yang di sediakan untuk menjawab kebutuhan lansia.  agar dapat mewadahi setiap kegiatan dengan fasilitas yang menunjang untuk membangun kemandirian dan meningkatan keproduktifisian  lansia sesuai dengan usia mereka yang cenderung ingin berkumpul dengan komunitasnya karena sebagian besar lansia terkadang merasa sendiri karena kesibukan orang-orang disekitarnya . mempelajari perilaku lansia sangat diperlukan agar setiap kebutuhan lansia dalam bangunan dapat terjawab. Karena kebutuhan lansia dalam bangunan berbeda dengan yang lain .cenderung lansia lebih sensitif seperti bentuk bangunan , warna, dapat berpengaruh dalam psikologis lansia oleh karenanya standart yang sesuai untuk lansia harus diaplikasiakan dalam Graha Komunitas Lansia. Kata Kunci : Graha , Komunitas , Lansia
MUSEUM BAHARI KOTA MANADO . Waterscape Architecture Poluakan, Gloria M.; Punuh, Claudia S.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23701

Abstract

Manado adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Utara dan terletak di Teluk Manado sehingga masuk dalam kategori waterfront city dengan garis pantai sepanjang 18,7 km. Hal ini membuat letak Kota Manado sangat strategis akan kebaharian. Museum bahari adalah suatu bangunan/lembaga yang mengoleksi hal-hal yang berkenaan dengan kelautan, baik itu benda-benda bersejarah, tokoh-tokoh bahari maupun biodiversitas (keanekaragaman hayati) laut. Pada era modern ini, angka jumlah pengunjung museum di Indonesia terjadi penurunan hingga sebesar 8,5% sejak tahun 2006 (Sumber Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan, Depbudpar,2009) dan setelah dilakukan evaluasi ditemukan bahwa teknik penyajian koleksi museum yang terkesan tidak menarik. Waterscape Architecture adalah perancangan dengan menerapkan unsur air didalam merancang suatu objek. Unsur air menjadi pokok dalam melakukan konsep bahkan desain tentang objek yang dimaksud. Konsep ini akan dapat menarik pengunjung karena kadang dijumpai di museum-museum lainnya. Dalam penerapannya, konsep ini haruslah ada sentuhan air baik dari landscape, eksterior dan bahkan interior dari museum bahari ini. Kata kunci: Manado, Museum Bahari, Waterscape Architecture
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 DI MANADO. Teori Gestalt dalam Arsitektur Kolondam, Januar; Franklin, Papia J. C.; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17261

Abstract

Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila membuka pemikiran- pemikiran baru mengenai fungsi pembinaan yang tidak lagi sekedar penjaraan tetapi juga merupakan suatu usaha rehabilitasi dan reintegrasi sosial Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Beberapa fenomena yang menjadi kendala bagi sistem pembinaan dan pembimbingan di lembaga pemasyarakatan sampai saat ini belum mendapat titik penyelesaian, sehingga penilaian masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan tidak ada bedanya dengan penjara membuat mantan narapidana sulit diterima oleh masyarakat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau dalam bahasa masyarakat awam disebut penjara,merupakan tempa/kediaman bagi orang-orang yang bermasalah dngan hukum.Penerapan teori gestalt terhadap bangunan dapat menghasilkan konsep baru bagi desain lapasLuas site yang akan di bangun 38.417 m2,BCR bangunan 26,443.9m2  dalam kawasan terdapat 11 masa bangunan,terdiri dari masa perkantoran ,rg.kunjungan,dapur,poliklinik,workshop,aula,hunian umum,narkoba dan tipikor.Dengan ketinggian lantai berfariasi tergantung kebutuhan.Untuk mencapai bangunan tujuan bangunan lapas yang dapat memanusiakan manusia di terapkan 2 hukum gestalt yaitu hukum similarity atau kelarasan pada fasade bangunan dan hukum ketertutupan pada konsep layout.Kata kunci : Lembaga Pemasyarakatan, Gestalt 
RESORT NUSA INDAH DI LOBBO (BAMBU SEBAGAI ELEMEN GUBAHAN BENTUK DAN RUANG ARSITEKTURAL) Sumallea, Yakobus; Sondakh, Julianus A. R.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8884

Abstract

Pulau Nusa Indah merupakan salah satu obyek wisata bahari yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud, yang menjadi obyek utama bagi para wisatawan ketika berlibur di kabupaten ini. potensi yang di miliki  oleh pulau tersebut yaitu perairan yang jernih, pantai berpasir putih, serta terdapat beberapa spot indah untuk diving dan snortkling yang memamerkan akan keindahan terumbu karang dan keindahan biota laut lainya. Melihat potensi dan kekuatan nusa indah yang sangat luar biasa sehingga mendorong adanya perancangan sebuah Resort untuk menjadi salah satu akomodasi di pulau nusa indah, sehingga dapat menampung semua aktifitas yang ada di dalamnya serta dapat memperkenalkan pada dunia potensi wisata bahari yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud. Dalam perancangan ini bambu sendiri menjadi material utama dalam perancangan resort, karna bambu sendiri merupakan material yang ramah lingkungan, harganya murah dan muda didapat di daerah ini, sehingga  sangat cocok untuk di hadirkan di Resort Nusa Indah. Bambu ini akan di desain sedemikian rupa agar dapat menghadirkan nilai esteika yang tinggi dalam rancangan resort, sehingga resort ini memiliki daya tarik tersendiri. Kata Kunci : Resort Nusa Indah, Bambu, Ruang Arsitektural.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BETHESDA DI TOMOHON “ARSITEKTUR KONTEKSTUAL” Kolibu, Eunike T.; Rondonuwu, Dwight M.; Rogi, Oktavianus H.A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.14788

Abstract

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bethesda terletak di Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya di pusat Kota Tomohon. STIKes Bethesda merupakan perguruan tinggi swasta milik Yayasan GMIM Ds. A.Z.R. Wenas yang merupakan konversi dari Akademi Keperawatan Bethesda. STIKes Bethesda berada pada kawasan GMIM yang disebut Superblok GMIM, dimana latar belakang utama dari Superblok GMIM ini yaitu sebagai aset GMIM yang bersifat gerejawi yang kontekstual dimana melayani dalam bidang kesehatan, pendidikan dan perekonomian yang ada di Kota Tomohon. Selain itu, STIKes Bethesda barada dalam suatu kawasan bersejarah, dimana berada dekat dengan sebuah bangunan gereja yaitu ‘Gereja Tua Sion’ yang sudah berdiri sejak tahun 1878 dan bangunan rumah peninggalan Ds. A.Z.R.Wenas. Sehingga dalam perancangan ini menggunakan pendekatan tema ‘Arsitektur Kontekstual’ dimana memperhatikan permasalahan kontinuitas visual antar bangunan baru dengan nuansa lingkungan yang ada disekitarnya dengan konsep harmoni/selaras dan konsep kontras antara bangunan dengan perbedaan zaman dan gaya. Tujuan perancangan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda yaitu sebagai wadah fisik pelayanan fasilitas pendidikan yang representatif yang beradaptasi dengan lingkungan dan bangunan sekitar dalam kawasan Superblock GMIM. STIKes Bethesda diharapkan dapat mewadahi serta memfasilitasi berbagai aktivitas pengguna didalamnya khususnya bagi masyarakat Kota Tomohon. Dalam perancangan ini menggunakan metode pendekatan tipologi bentuk, tipologi fungsi dan tipologi kultural historik. Adapun hasil perancangan yang diterapkan teraplikasi dalam konsep aplikasi tematik, konsep gubahan bentuk dan ruang, konsep zoning, konsep entrance, parkir dan sirkulasi pada tapak, konsep struktur dan konstruksi serta utilitas bangunan, konsep selubung bangunan dan konsep ruang luar. Dimana tervisualisasi melalui gambar hasil perancangan. Kata kunci       : Arsitektur Kontekstual, STIKes, Superblock GMIM

Page 8 of 89 | Total Record : 882


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue