cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
CONCERT HALL DI MANADO. Sinkronisasi Akustik dalam Arsitektur. Wauran, Vici G.; Sondakh, Julianus A. R.; Kapugu, Herry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16759

Abstract

Kota Manado sebagai salah satu daerah yang berada di lingkungan besar, wilayah kepulauan Indonesia sudah selayaknya kota Manado terkenal dengan potensi yang ada khususnya di bidang seni musik, Di era perkembangan dunia entertaiment saat ini seni musik menjadi salah satu pilihan yang di gemari masyarakat, selain itu seni musik bukan hanya menjadi hobi dari masyarakat tetapi juga menjadi mata pencaharian dari masyarakat. Kota Manado tertinggal dalam pengadaan fasilitas apresiasi seni. Dengan adanya fasilitas tersebut ikut mendukung dalam perkembangan kegiatan apresiasi seni khususnya dibidang musik.Dalam skala kota concert hall dapat menjadi investasi pemerintah dalam bidang ekonomi dan pariwisata serta hiburan, sebagai penghasilan daerah dari wisatawan. Adanya concert hall di kota Manado di harapkan bisa mewadahi pecinta-pecinta musik lokal yang ada di kota Manado, dan memberi tempat yang layak untuk melaksanakan sebuah konser dengan fasilitas akustik yang tepat dan tetap menghadirkan kenyamanan. Kata kunci: Concert  Hall, gedung pertunjukan, akustik arsitektur.
PUSAT REKREASI DAN OLAHRAGA AIR DI KOTA MANADO. Sustainable Architecture Rangga Papodi; Claudia S. Punuh; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27806

Abstract

Rekreasi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting bagi perkembangan fisik maupun mental masyarakat. Memadukan kegiatan rekreasi dan olahraga atau komersial merupakan suatu yang positif untuk mendukung perkembangan kehidupan seseorang yang modern. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang terus berkembang, banyak kegiatan rekreasi  yang disempurnakan dan sebagai kegiatan pemersatu masyarakat baik lokal maupun internasional, salah satunya rekreasi air, Oleh karena itu perlu dihadirkannya Pusat Rekreasi Air dan  Olahraga Air di Manado, Yang bisa memadukan kegiatan, rekreasi dan olahraga serta komersial.Dalam perencanaan sebuah Pusat Rekreasi Air dan  Olahraga Air, harus benar-benar direncanakan secara matang, dan disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat modern sekarang ini. Berangkat dari keterkaitan antara bangunan/objek rancangan  dengan media penghubung alaminya (Air) maka tema yang diambil untuk bangunan ini yaitu Sustainable Architecture, Konsep ini menerapkan segala sesuatu tentang lingkungan baik itu dari segi bentuk, fisik maupun prinsip lingkungan dan alam kedalam bangunan. Konsep ini menunjukkan bagaimana air dapat berintegrasi dengan arsitektur. Dengan imajinasi yang tepat serta keterampilan, air dapat memperkuat bentuk arsitektur. Konsep ini berkaitan erat dengan penerapan high tech dan ramah lingkungan serta mengeksplorasikan prinsip prinsip air sebagai estetika, utilitas, struktur, dan bentuk ke dalam bangunan. Manado sebagai sebuah  Kota  dengan kebutuhan rekreasi yang cukup baik dan menjadi tolak ukur serta acuan kemajuan perkembangan mental khususnya rekreasi air di belahan timur Indonesia. Untuk itu demi meningkatkan kebutuhan masyarakat akan rekreasi air, maka Tuntutan untuk penyediaan fasilitas rekreasi air dan olahraga air yang representative dan modern sangatlah diperlukan. Kata Kunci : Rekreasi Air, Olahraga Air, Sustainable Architecture
OCEANARIUM MANADO (Dekonstruksi Sebagai Strategi Desain) Anter, Revin; Sangkertadi, Prof.; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6433

Abstract

Pesona keindahan lautan Sulawesi Utara memiliki banyak sumber daya dan pesona keindahan alam lautan yang mengundang banyak kekaguman pencinta alam perairan dan wisatawan untuk mengeksplorasi keindahan alam ini, seperti Taman Nasional Laut Buneken dan Selat Lembeh dan masih banyak lagi. Diperlukan suatu objek wisata yang dapat mewadahi sarana edukasi, ekowisata serta memperlajari kekayaan alam Laut Sulawesi Utara yaitu Oceanarium sebagai salah satu sarana yang memungkinkan untuk menikmati keindahan bawah laut tanpa harus menyelam, dimana kesan umum untuk menikmati keindahan bawah laut harus memilki kemampuan untuk menyelam. Maka dengan Oceanarium yang merupakan alam lautan buatan dimana manusia dapat menjelajahi dan menikmati alam lautan tanpa terbatasnya wilayah serta rasa aman dan terlindungi dari kondisi alam lautan maupun hewan berbahaya di laut. Serta penjelajahan di alam alami lautan memiliki batasan waktu namun dengan oceanarium orang orang tidak memilki batasan waktu untuk menikmatinya. Untuk menghadirkan objek desain ini maka perancangannya melewati proses analisa hingga transformasi desain yang melibatkan banyak aspek perancangan  dengan tujuan dapat menghadirkan objek Oceanarium di Manado agar dapat menampung kegiatasan ekowisata ,edukasi dan konservasi alam lautan. Pendekatan melalui tema dekonstruksi akan mampu menghadirkan makna dan eksepresi bangunan yang unik dengan metoda metodanya.. Kata kunci : Oceanarium, Metode Dekonstruksi.
PENTECOSTAL CENTER DI MANADO ‘SACRED SPACE IN ARCHITECTURE’ Bela, Elisabet; Tungka, Aristotulus E.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13031

Abstract

Kebutuhan orang kristen akan fasilitas kerohanian  merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan vital. Kebutuhan rohani dapat ditunjang melalui sarana dan prasarana peribadatan dan kegiatan-kegiatan keagamaan yang bukan hanya terbatas pada gedung gereja saja. Bangunan religius mewadahi kegiatan Jemaat dan Tuhan serta antar sesama Jemaat.Manado merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yang menjadi salah satu daerah dengan jemaat GPdI terbanyak di Indonesia. Banyaknya jumlah Jemaat ini memberi gambaran bahwa pertumbuhan Jemaat terus meningkat. Bertumbuh dan berkembangnyanya Jemaat GPdI di Sulawesi Utara menggambarkan bahwa pelayanan yang dilakukan dalam kesehariannya  tertuang dalam kegiatan-kegiatan kerohanian yang kreatif dan inovatif. Dalam menunjang kegiatan-kegiatan tersebut dibutuhkan sebuah bangunan bahkan kompleks yang dapat mejadi pusat dari kegiatan kerohanian tersebut. Oleh sebab itu Pentecostal Center menjadi karya arsitektur religi yang dapat memberi kesan sakral yang mampu  meningkatkan hubungan baik antar sesama jemaat GPdI se-Sulawesi Utara maupun hubungan jemaat GPdI Sulut dengan Tuhan menjadi lebih maksimal.Perancangan  Pentecostal Center di Manado ini menggunakan pendekatan tema perancangan “Sacred  Space in Architecture”. Konsep utama perancangan ini adalah diterapkannya Ruang Sakral dengan nilai atau filosofi simbol-simbol Kristiani yang didalamnya mengenai Pentecostal khususnya yang ada dalam cerita-alkitab ke dalam bentuk fisik bangunan, sehingga menciptakan suasana yang religius. Dengan itu pesan keagamaan dapat lebih dipahami dan menyatu dengan penggunanya. Kata kunci: Sacred Space, Kristiani, Pentecostal
MANADO MAKERSPACE. Transformasi Wale sebagai Strategi Desain Mangusuhe, Gratia G.; Kapugu, Herry; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20843

Abstract

Dalam proses kehidupan masyrakat Minahasa, konsep Wale memiliki hubungan erat dengan manusia dalam sebuah ruang hidup yang berbentuk “pendidikan” sehingga menciptakan manusia yang mengenal dirinya, budayannya dan kemampuannya, alamnya dan tanah tempat dia berpijak. Industri kreatif tidak lepas dari inovasi, di mana inovasi adalah sebuah proses  menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada atau mengembangkan sesuatu yang telah ada menjadi produk terbarukan seperti proses hidup manusia yakni “hidup, bertumbuh dan menemukan jalannya“  di mulai dari sebuah rumah yang dalam Bahasa Minahasa disebut Wale. Presiden RI Joko Widodo pernah berkata “ Saya meyakini bahwa masa depan Indonesia akan ada di Industri Kreatif, Ini saya yakini”. Kota Manado dengan beragam industri kreatif yang berkembang secara pesat serta banyak pelaku industri kreatif yang berada didalamnya, tidak hanya disektor kuliner saja perkembangan industri kreatif dikota manado juga berkembang pada sektor kriya dimana hal ini didukung pula oleh ketersedian bahan baku yang melimpah. Akan tetapi dibalik perkembangan industri kreatif yang sangat pesat, masih banyak para pelaku industri kreatif yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan tempat pelatihan atau workshop sebagai sarana pengembangan ide dan produk yang dibuat. Manado Makerspace hadir sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Dengan konsep wale sebagai dasar pemikiran di mana Manado Makerspace ini diharapakan dapat menjadi wadah tumbuh dan berkembangnya produk-produk kreatif dimanado dengan pendekatan transformasi wale sebagai konsep tematik dapat menampilkan konsep wale itu sendiri secara nyata melalui bentuk bangunan secara arsitektural. Kata Kunci : Idustri Kreatif, Manado, Makerspace, Wale
RESORT SPA & TERAPI di PANTAI MOINIT AMURANG Katihokang, Dreity N; Rengkung, Joseph
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i2.2100

Abstract

ABSTRAK Pantai Moinit merupakan salah satu pantai yang memiliki sumber air panas terletak di Kabupaten Minahasa Selatan. Pantai ini terletak di antara desa Teep dan desa Tawaang kecamatan Amurang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai salah salah satu kawasan wisata karena sumber air panas yang dimilikinya. Akan tetapi permasalahannya  yaitu pada kawasan yang diunggulkan pemerintah sebagai salah satu kawasan wisata andalan ini belum memiliki fasilitas memadai yang dapat mengakomodir kebutuhan wisatawan berkunjung ke tempat tersebut. Melihat kondisi yang ada,  maka dinilai perlu merencanakan untuk suatu fasilitas yang dapat mengoptimalkan potensi Pantai Moinit ini. Fasilitas direncanakan yaitu Resort Spa & Terapi. Dalam proses perancangan Resort Spa & Terapi di Pantai Moinit,Amurang dilakukan dengan pendekatan konsep strategi simbiosis arsitektur yang  mengekspresikan suatu hubungan simbiosis antara satu bagian pada arsitektur dengan bagian lain yang  berbeda, dan mengkombinasikannya secara simbiotik. Simbiosis sebagai proses perancangan digunakan untuk mendeskripsikan hubungan yang kita buat antara dua elemen penting secara timbal balik yang bisa saja hal itu saling menguntungkan, saling merugikan maupun netral bagi kedua belah pihak. Demikian diharapkan dengan hadir Resort Spa dan Terapi di kawasan wisata Pantai Moinit Amurang dapat memberikan solusi kebutuhan dan kesehatan (penyegaran) juga dapat memberikan keuntungan bagi Kawasan Wisata Pantai Moinit Amurang tersebut. Kata kunci : Amurang, Resort Spa dan Terapi, Strategi Simbiosis.
CHRISTIAN COMMUNITY CENTER DI MANADO. BIOMIMICRY ARCHITECTURE Pasla, Vincent D. J.; Tinangon, Alvin J.; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17096

Abstract

Kehidupan antara umat beragama di Manado sangatlah kondusif dan memiliki toleransi yang tinggi. Khususnya pada umat beragama Kristen pusat informasi dan pelayanan kekristenan di Manado tergolong tidak optimal dan tidak diketahui secara jelas informasi yang didapat dari mana sumbernya, serta pusat kegiatan kerohanian khususnya agama Kristen sangatlah tidak memadai dan tidak optimal, sehingga perlu adanya suatu wadah kegiatan pelayanan sekaligus pusat informasi kekristenan di Manado untuk lebih mempererat hubungan horizontal antara masyarakat manado khususnya agama Kristen.                Penerapan tema pada rancangan adalah berupa konsep desain arsitektural yang memerhatikan kondisi lingkungan sekitar dan desain yang mengikuti alam yaitu Biomimicry Architecture. Dalam penerapan Biomimicry Architecture diharapkan memberikan dampak positif bagi manusia maupun lingkungan sekitar yang semakin hari semakin tidak bersahabat lagi. Sehingga dengan desain Biomimicry Architecture yang fleksibel dan representatif dapat membuat kondisi lingkungan dan bangunan dapat stabil dan pengguna memiliki kesan santai tenang dan nyaman. Dari tema ini diharapkan dapat mempengaruhi manusia untuk tidak merusak alam melainkan menjaga dan melestarikan sebagai warisan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di masa mendatang, dan menjadi inspirasi untuk perancangan-perancangan bangunan di masa depan.Kata Kunci : Kristen, Manado, Christian Community Center, Biomimicry Architecture
PENDEKATAN LINGKUNGAN PADA PERANCANGAN REVITALISASI PESISIR DAS TONDANO DI KECAMATAN SINGKIL Wardono, Surakanti S.; Tondobala, Linda; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14085

Abstract

Pesisir sungai Tondano di kecamatan Singkil merupakan kawasan yang sangat padat dan rawan terhadap bencana banjir. Selain itu, di beberapa lokasi di pesisir sungai Tondano ini banyak rumah-rumah yang sudah ditinggalkan penghuninya pasca banjir besar Januari 2014, dan RTRW Kota Manado  juga mensyaratkan sempadan sungai di kawasan ini minimal 13 meter di kiri kanan dari bibir sungai.Sudah sepantasnyalah bila pada kawasan ini dilakukan revitalisasi guna memvitalkan kembali kualitas kawasan. Selama ini revitalisasi kawasan umumnya lebih banyak dilakukan pada upaya “mempercantik” kawasan, sehingga seringkali tujuannya tidak tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan revitalisasi kawasan dengan menggunakan pendekatan lingkungan, sehingga permasalahan yang ada selama ini dapat diatasi dan tidak akan terulang kembali. Penelitian ini adalah penelitian by design dengan menggunakan teknik penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Kasus dan Lapangan (Case Study and Field Research). Pendekatan lingkungan pada perancangan revitalisasi pesisir DAS Tondano menghasilkan peningkatan vitalitas kawasan dengan memanfaatkan sungai seperti menyediakan sarana transportasi air, membuat tanggul sungai, membuat kanal dan kolam retensi, membuat saluran drainase berhierarki, membuat sumur-sumur resapan dan lubang-lubang biopori, membuat penampungan air hujan, menggunakan tenaga surya, menyediakan kios dan tempat pertemuan, menanam vegetasi sebanyak mungkin, serta menggunakan material ramah lingkungan,  dimana hasil revitalisasi ini dapat berfungsi sebagai tujuan wisata baru di kota Manado, yang kesemuanya diharapkan akan bermanfaat secara fisik, ekonomi dan sosial, sesuai dengan prinsip-prinsip revitalisasi.   Kata kunci: banjir, revitalisasi, lingkungan.
KANTOR GUBERNUR SULAWESI TIMUR. Arsitektur Regionalisme Pengan, Ardanny; Egam, Pingkan P.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21303

Abstract

Indonesia terdiri atas 34 provinsi yang telah ada saat ini. Tumbuh beberapa wacana dan aspirasi masyarakat untuk pemekaran provinsi-provinsi baru di Indonesia. Saat ini Provinsi terkahir di Indonesia yang ke 34 adalah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diresmikan oleh DPR RI menjadi provinsi termuda di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 pada tanggal 25 Oktober 2012. Setelah empat tahun berlalu, kini muncul calon provinsi ke-35 di Indonesia, yaitu provinsi Sulawesi Timur, yang berasal dari pemekaran wilayah Sulawesi Tengah. Pembentukan Provinsi Sulawesi Timur (Sultim) tidak lagi dalam wacana setelah sidang rapat paripurna DPRD Sulawesi Tengah memutuskan Sultim sebagai daerah otonomi baru.Perlu di ciptakan suatu pusat pemerintahan daerah berskala kantor gubernur pemangkasan pelayanan administrasi dan pemangkasan birokrasi dari ibukota provinsi Sulawesi tengah menjadi ibu kota provinsi Sulawesi timur.Tujuan dari “Perancangan Kantor Gubernur Sulawesi Timur” adalah merancang kantor gubernur dengan pendekatan tema ”arsitektur regionalisme” yang dimana mampu bertahan terhadap budaya luar, dan orientasi yang menunjukan pandangan hidup dan system nilai masyarakat. berdasarkan pada standar-standar sarana dan prasarana kerja, yang diharapkan dapat menjadi lingkungan kerja yang baik sebagai upaya peningkatan motivasi kerja dan menciptakan suatu bentuk kinerja yang efisien dan terpadu serta dapat menjadi lambang kebanggaan atau kesejahteraan daerah Sulawesi timur. Kata kunci : Sulawesi Timur, Kantor Gubernur, Regionalisme
REVITALISASI TERMINAL MALALAYANG. High Tech Architecture Manumpil, Greifanny G. E.; Lakat, Ricky S. M.; Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23694

Abstract

Perkembangan teknologi semakin pesat, membuat kehidupan masyarakat juga ikut terpengaruh oleh kecanggihannya. Serba praktis dan instan menjadi karakter yang sudah biasa ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Terutama dalam bidang infrastruktur, kehadiran kendaraan beriringan dengan tingginya kelancaran ilmu komunikasi dan teknologi, membuat masyarakat semakin mudah dalam mengaksesnya. Terminal mulai mengalami degradasi fungsi akibat mudahnya masyarakat mengakses kebutuhan akan transportasi dengan teknologi yang ada saat ini. Dengan menerapkan tema High-Tech Architecture pada proses revitalisasi Terminal Malalayang, bisa membantu terminal menjadi lebih hidup kembali dan berfungsi selayaknya fungsi terminal itu sendiri. Dengan kemudahan dan kecanggihan dari teknologi, maka terminal malalayang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara praktis dan efisiensi, baik pengaturan pola ruang, penggunan teknologi pada system dalam bangunan, serta pemanfaatan material ciri khas high-tech architecture pada terminal itu sendiri.            Kata kunci : Revitalisasi, Terminal, High-Tech Architecture, Malalayang 

Page 6 of 89 | Total Record : 882


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue