cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
Re-desain Terminal Tipe A Malalayang Di Manado “Complexity and Contradiction” Takahindangen, Heriyanto; MT, Surjono; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15644

Abstract

Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, transportasi memiliki peranan yang penting dalam strategi pembangunan serta mempunyai hubungan yang erat dan saling ketergantungan dengan laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Melihat pentingnya transportasi maka perencanaan  dan pembangunanya perlu ditata dalam satu kesatuan sistem yang terpadu, untuk terlaksananya keterpaduan intra dan antar moda secara lancar dan tertib maka, ditempat-tempat tertentu perlu dibangun atau diselenggarakan terminal, dengan demikian lalu lintas dan angkutan jalan dapat dikelola dan ditata secara baik untuk kepentingan masyarakat umum         Menjawab masalah transportasi yang terjadi di kota Manado, maka penulisan ini berisi konsep-konsep perancangan Terminal Tipe A Malalayang di Manado pada lokasi yang sama yang sesuai peruntukan lahan dengan mengangkat tema “Complexity and Contradiction”, yang prosesnya dimulai dari memahami objek perancangan lebih dalam, mempelajari serta menganalisis lokasi/ site, serta membahas tema yang digunakan dalam perancangan terminal yang akan menghasilkan konsep-konsep perancangan berupa konsep programatik, konsep site development dan konsep desain/ konsep bentukan awal rancangan. Kata kunci            : Transportasi, Terminal, Manado, Complexity and Contradiction.
Kajian Kualitas Visual terhadap Eksistensi Street Furniture di Kotidor Piere Tendean Boulevard Manado Tumangkeng, Richy F.; Egam, Pingkan P.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16687

Abstract

Pembangunan perekonomian di Kota Manado saat ini telah meningkat pesat. Hal ini sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang menuntut semakin meningkatnya kebutuhan akan lahan/ruang, kenyataan menunjukkan ruang yang tersedia semakin terbatas. Kebutuhan ruang terkait aktivitas ekonomi di Kota Manado, salah satunya adalah pemanfaatan ruang kota untukpemasangan media luar ruang (papan reklame) yang secara tidak langsung mampu mempengaruhi bentuk fisik Kota Manado. Pemerintah Kota Manado dapat memanfaatkan ketersediaan ruang atau keterbatasan ruang yang ada saat ini dengan mengkaji secara optimal agar ruang tersebut mampu mengakomodasi seluruh kegiatan spasial yang ada. Penelitian ini menganalisis kualitas visual dari koridor Jalan Pierre Tendean lewat keberadaan papan reklame lewat aspek-aspek dari kualitas litas visual menyangkut bentuk, warna, proporsi, skala dan garis. Untuk mempermudah dalam analisis, digunakan metode segmentasi terhadap visualisasi kawasan yang didapatkan, dimana data – data visual diurutkan dan dibagi dalam beberapa segment. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan statistik deskriptif.Dari hasil penelitian dapat diketahui papan reklame tidak memiliki tatanan yang baik, dari segi perletakan, dimensi dan orientasi dari papan reklame itu sendiri. Ditinjau dari aspek warna dari keempat segmen yang ada, warna papan reklame tidak menyatu dengan bangunan yang ada disekitarnya. Warna papan reklame cenderung lebih terlihat dominan terhadap bangunan atau kawasan yang ada di sekitar. Dari aspek proporsi dan skala, responden menilai banyaknya papan reklame yang tidak sesuai skala karena dimensi papan reklame yang cenderung menghalangi bangunan yang ada di sekitar kawasan.Kata Kunci: Papan reklame,kualitas visual,Manado
KANTOR GUBERNUR PAPUA BARAT DAYA DI KOTA SORONG. Arsitektur Neo Vernacular Basna, Cach V. V.; Surjono, E.; Franklin, Papia J. C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16701

Abstract

Secara geografis, Kota Sorong berada pada koordinat 131°51' Bujur Timur dan 0° 54' Lintang Selatan. Kota Sorong adalah daerah Yang Berkembang pesat dan merupakan jalur pintu masuk utama ke Papua dan juga sebagai jalur kota penghubung ke palosok-pelosok daerah sekitarnya. Namun sangat disayangkan  dengan kemajuan daerah dari segala bidang industry, wisata, dan sebagainya, Sorong masih berstatus Kota Administratif dan berada dibawa naungan pemerintahan tertinggi yaitu Provinsi Papua Barat yang terletak di Kota Manokwari beserta Bangunan Negara (kantor Gubernur) yang tertampak megah dari segi arsitektural yang mengadopsi nilai kebudayaan serta kepercyaan daerah setempat dan di integrasikan bersama tema neo vernakula – nya yang modern. Desain besar penataan daerah di Indonesia 2010-2025 menunjukkan bahwa Provinsi Papua Barat bisa dikembangkan lagi menjadi Provinsi Papua Barat Daya (Provinsi Sorong Raya). Dua provinsi baru lagi adalah pemekaran dari Provinsi Papua yaitu Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Selatan. Penataan daerah yang dimaksudkan dalam studi ini bertujuan untuk; peningkatan pelayanan publik, percepatan demokratisasi, percepatan pembangunan perekonomian daerah, pengembangan potensi daerah, peningkatan keamanan, keterbiban, dan memperpendek rentang kendali pemerintahan (Kementerian Dalam Negeri dan Kemitraan, 2011: vi).Kata kunci: Kantor Gubernur, Arsitektur Neo-Vernakular,Provinsi Papua Barat Daya.
KONSERVATORIUM DI MANADO. Architecture in Music. Manege, Fransisca G.; Makainas, Idradjaja; Lahamendu, Verry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16758

Abstract

Konservatorium merupakan suatu wadah atau tempat yang setara dengan perguruan tinggi untuk menyalurkan dan mengembangkan keahlian dalam bermusik baik dalam hal pendidikan, pemeliharaan hingga pengembangan musikal.Tema perancangan yang digunakan ialah Architecture In Music dimana dalam dunia musikal irama dan harmonisasi yang seimbang sangat penting begitu juga dengan karya arsitektur, agar tidak menghasilkan karya yang tidak sesuai dengan prinsip arsitektural tentunya irama dan harmonisasi menjadi sangat penting dicermati oleh para pelaku seni musik dan arsitektur.Sesuai dengan RTRW kota Manado, lokasi pengembangan pendidikan khusus perguruan tinggi diarahkan ke kecamatan Mapanget untuk itu lokasi berada di kecamatan Mapanget.  Dan fungsi ruang dalam bangunan mulai dari fasililitas pendidikan, tempat penjualan alat musik hingga ruang konser untuk menyalurkan ilmu dan bakat mahasiswanya. Konsep bangunan menggunakan bentuk not balok ½ ketuk yang bentukannya disesuaikan dengan kondisi site yang ada.Dengan adanya konservatorium ini diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era moderenisasi ini khususnya dalam bidang musik. Kata Kunci : Konservatorium, Sekolah Tinggi Musik, Musik dan Arsitektur
DESAIN TAMAN KOTA DI MANADO MENGGUNAKAN KONSEP VISIBLE LANDSCAPE. Narande, John A. O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16767

Abstract

Kota Manado sebagai kota yang secara dinamis terus berkembang sehingga berdampak pada pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk ini membutuhkan ruang hunian, sehingga berkurangnya ruang terbuka publik kota dan menurunnya kualitas lingkungan hidup. Pengembangan kawasan yang ada khususnya di kota Manado terjadi karena ketidaktepatan rencana akanpembangunan, sehingga lingkungan menjadi berkembang secara ekonomi, namun menurun secara ekologi. Sehingga menuntut peran dari perancang kota untuk dapat merencanakan dan mendesain suatu kawasan yang tidak hanya berkualitas sesuai dengan ciri khas masyarakat kota. Tujuan perancangan ini yaitu mengkaji dan menerapkan konsep visible landscape yang berperan sebagai ide konsep acuan dalam perancangan Taman Kota di Manado. Konsep visiblelandscape tersebut saling mendukung satu sama lainnya, dimana masing-masing elemen ruang luar memiliki konsep, sehingga konsep visible landscape tersebut menjadi sebuah kesatuan di dalam desain taman kota, maka akan membentuk karakter lansekap yang berbeda.Metode yang digunakan dalam perancangan ini yaitu dilakukan dengan metode procedural dalam menghasilkan desain arsitektur. kajian pustaka, survey, studi preseden, metode simultanitas dan eksperimen digunakan untuk menghasilkan implementasi desain. Pendekatan tapak dan konsep visible landscape di gunakanmenghasilkan bentuk dasar untuk mendapatkan pola bentuk desain taman kota di Manado.Hasil perancangan yang hasilnya yaitu jenis ruang terbuka publik yang akan dihadirkan merupakan desain taman kota di manado dengan menggunakan konsep visible landscape, yang akan mengarahkan perancangan Taman Kota untuk mencapai tujuan yang diharapkan, baik dari segi estetika bangunannya maupun dari segi fungsionalnya. Lansekap seperti taman kota menjadi salahsatu ruang yang dibutuhkan dan diminati karena sifatnya yang terbuka. Konsep visible landscape yaitu the view, the vista, the axis, the symmetrical plan dan the asymmetrical plan ini dapat dipakai sebagai elemen – elemen ruang luar pada perancangan taman kota di Manado.Kata Kunci: Ruang Terbuka Publik, Taman Kota, Visible Lansekap, Manado
PUSAT EDUKASI BIOTANIKAL DI SULAWESI UTARA. Implementasi Eko Arsitektur dalam Desain. Melo, Rizania M. T.; Wuisang, Cynthia E. V.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16806

Abstract

Sulawesi Utara adalah salah satu daerah yang memiliki kekayaan Keanekaragaman Hayati Ekosistem Flora di kawasan Wallacea. Ekosistem Terestial hutan di Sulawesi Utara saat ini berada dalam kondisi baik, dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Indonesia, namun seiring dengan semakin bertambahanya usia tumbuhan dan  perubahaan iklim yang sangat drastis dapat mengancam keberadaan sebuah ekosistem hayati dalam suatu daerah, kekayaan flora tersebut diperkenalkan kepada masyarakat secara luas guna menanggulangi pengrusakan lingkungan. Oleh karena itu maka pusat edukasi botanical merupakan wadah pengenalan flora Sulawesi Utara dengan ditunjang oleh sarana edukasi di dalamnya, sehingga pengenalan ekosistem hutan kepada masyarakat dapat menumbuhakan rasa penghargaan terhadap peran tanaman dalam kehidupan.Perancangan Pusat Edukasi botanikal di Sulawesi Utara ditujukan untuk masyarakat umum  peneliti khususnya di Sulawesi Utara agar kehidupan flora dapat memiliki kesempatan bertumbuh dan berkembang biak lebih baik dan bagaimana mengkomunikasikan manusia dengan tanaman secara intim dalam membentuk sebuah hubungan agar timbulnya rasa kesadaran akan pentingnya pelestarian keanekagaraman hayati. Besarnya suatu habitat sangat berpengaruh pada keterbatasan identifikasi, ekplorasi juga pengembangbiakkan tanaman untuk itu perlu dihairkannya ekosistem buatan yang dapat wadah penghasil informasi bagi setiap spesies tumbuhan dari berbagai daerah dan dunia. Kemudian bagaimana sistem kontrol terhadap iklim yang berperan sebagai kelangsungan hidup tumbuhan, dalah satu di dalamnya adalah respon tapak terhadap sirkulasi udara dan cahaya. Dari permasalahan yang ada tema Eko-Arsitektur adalah yang menjadi solusi karena tema merupakan bagian dari arsitektur lingkungan dengan permasalahan dari setiap dampak negatif yang di timbulkan dari perubahan Iklim. Dengan menggunakan media komunikasi berupa dome conservatory yang menyediakan display tanaman dari berbagai daerah di Indonesia, juga dari berbagai iklim di dunia, display rumah kaca dengan display tanaman hpengembangbiakkan secara hidroponik, juga untuk mempercepat penyerbukan dalam tanaman. Sistem ini juga dapat menjadi sarana komunikasi antar manusia dan tumbuhan karena adanya wahana edukasi habitat tumbuhan secara langsung.Kata Kunci : Botanikal, Lingkungan, Pusat Edukasi 
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MINIMALIS ZEN TADAO ANDO PADA BANGUNAN CHURCH OF THE LIGHT Kapugu, Herry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.17167

Abstract

Konsep Minimalis dalam Arsitektur merupakan sebuah konsep dasar perancangan yang sedang menjadi tren pada zaman sekarang ini. Konsep Arsitektur Minimalis ini adalah sebuah konsep perancangan dalam Arsitektur yang sederhana dengan orientasi bentuk primer dan eliminasi unsur ornamen sehingga menghasilkan suatu keadaan yang murni.Sedangkan Zen merupakan salah satu tradisi Buddhism yang muncul diChina dan berkembang pesat diJepang. Konsep dasar Zen merupakan pengaplikasian konsep kekosongan dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu yang paling menonjol adalah pengaplikasiannya dalam ruang interior.Tadao Ando merupakan salah satu dari para arsitek yang menggunakan konsep minimalis pada objek perancangannya. Tadao Ando memadukan konsep dasar arsitektur minimalis dengan konsep filosofi Zen. Bangunan Church of The Light merupakan salah satu bangunan karya Tadao Ando yang mengadaptasi konsep Minimalis Zen.Kata kunci: minimalis, zen, tadao ando, church of the light.
VIRTUAL OFFICE DI MANADO: Arsitektur Futuristik Syawie, Mahmud; Syafriny, Reny; Supardjo, Suryadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i1.66162

Abstract

Mengingat kebutuhan akan fasilitas pendukung ekonomi kreatif di Sulawesi Utara yang semakin meningkat, maka dibutuhkan suatu tempat yang dapat mengakomodasi, mengelola, dan mengembangkan aktivitas bisnis dan perkantoran di Kota Manado. Selain itu, sedikitnya ruang terbuka hijau di pusat kota, menjadikan Kota Manado membutuhkan fasilitas yang mampu mengelola aktivitas perkantoran. Dalam hal ini, virtual office hadir sebagai alternatif ruang kerja bagi perusahaan startup, pekerja lepas, dan profesional. Virtual office dirancang untuk memberikan fleksibilitas kerja kepada pekerja, yang memungkinkan para pekerja dapat bekerja sesuai preferensi individu. Di samping itu, tujuan dari perancangan ini yaitu untuk memfasilitasi kolaborasi, perluasan jaringan, dan pertukaran ide antar perusahaan startup. Dalam proses perancangannya, metode desain yang diterapkan meliputi analisis dan sintesis data untuk menghasilkan pilihan desain yang optimal. Tema Arsitektur Futuristik dipilih sebagai landasan utama dan strategi perancangan. Dengan menampilkan bentuk dinamis pada objek, desain ini memberikan daya tarik tersendiri yang membedakannya dengan desain konvensional, serta mengoptimalkan aktivitas dan pergerakan dalam sebuah virtual office. Kata kunci: Virtual Office, Futuristik, Ekonomi Kreatif.
RELOKASI KANTOR BUPATI KABUPATEN MINAHASA: Arsitektur Perilaku Kumaseh, Martalita M.; Tilaar, Sonny; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i1.66164

Abstract

Kabupaten Minahasa merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat di Provinsi Sulawesi Utara dengan Ibu Kota Kabupaten yaitu Kota Tondano dan memiliki luas wilayah kabupaten 1.025,85 km². Pada pertengahan 2024, jumlah penduduk Minahasa sebanyak 329.391 jiwa. Dengan Kantor Bupati yang terletak pada pusat kota Tondano yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Minahasa ini sehingga mengharuskan Kabupaten Minahasa memiliki Kantor Bupati yang menunjang serta sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku di Kabupaten tersebut. Dengan menunjang beberapa perturan dan standar yang berlaku diantaranya RTRW Kabupaten Minahasa dan Perbup Minahasa didapati bahwa letak Kantor Bupati Minahasa saat ini sudah tidak sesuai dengan RTRW Kabupaten Minahasa dimana menurut RTRW Kabupaten Minahasa kompleks perkantoran berlokasi di Kelurahan Sasaran, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, sedangkan Lokasi Kantor Bupati Minahasa saat ini berada di Kelurahan Wawalintouan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, yang merupakan kompleks pertokoan menurut RTRW yang berlaku sehingga perlu dilakukan relokasi untuk Kantor Bupati Minahasa ini untuk membangun Kantor Bupati yang mewadahi dan menunjang aktivitas pemerintahan serta pelayanan masyarakat yang sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku dengan penggunaan tema Arsitektur Perilaku yang mengutamakan kenyamanan pengguna gedung untuk menunjang aktivitas yang akan dilakukan di dalamnya. Kata Kunci: Relokasi Kantor, Kabupaten Minahasa, Arsitektur Perilaku.
RUMAH SAKIT JIWA DI MANADO: Manifestasi Pendekatan Psikoneuroimonologi pada Ruang dan Bentuk Arsitektur Rumajar, Lidya S. H.; Tinangon, Alvin J.; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i3.66173

Abstract

Masalah pada kesehatan mental menjadi salah satu isu yang kompleks di Indonesia. Gangguan jiwa sangat mudah memicu gangguan fisik begitu juga sebaliknya, gangguan fisik menjadi alasan besar munculnya gangguan jiwa. Akan tetapi, stigma buruk terhadap gangguan jiwa menyebabkan banyak masyarakat tidak mau mencari bantuan sehingga menyebabkan banyaknya masalah kesehatan fisik dan mental. Di Kota Manado, sebagai kota terpadat di Sulawesi Utara, tekanan hidup meningkatkan kebutuhan akan layanan kesehatan jiwa yang ramah dan mudah diakses. Perancangan Rumah Sakit Jiwa di Manado dengan pendekatan Psikoneuroimunologi (PNI)—pendekatan yang mengintegrasikan psikologi, sistem saraf, dan sistem imun—dapat menjadi solusi yaitu menciptakan lingkungan RSJ yang dapat menyelesaikan masalah mental dan biologis sekaligus, sehingga lebih efisien dan fungsional untuk isu kesehatan mental. Dengan pendekatan tematik, tipologi, dan tapak, serta metode glass box, konsep perancangan dengan memanifestasikan prinsip-prinsip PNI ke dalam perancangan Arsitektural seperti elemen multisensorial, ruang fleksibel, sirkulasi sehat, dan manipulasi suasana, diharapkan dapat memicu hubungan positif antara psikologis dan imunitas, yaitu membantu menurunkan stres dan meningkatkan imunitas. Kata kunci: Gangguan Jiwa, Rumah Sakit Jiwa, Psikoneuroimunologi, Manado.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue