cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
EVALUASI JALUR PEDESTRIAN JALAN MOROSENENG DI KAMPUNG ANGGREK KOTA SURABAYA Siti Muzaiyana; Suko Istijanto; Retno Hastijanti
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v13i3.57272

Abstract

Jalur Pedestrian memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sebuah Kota dan sebagai sistem transportasi serta memperlancar mobilitas penduduk. Pada masyarakat Kota Surabaya terutama para wisatawan yang akan hendak bertujuan maupun pergi dari Kampung Anggrek tentunya membutuhkan pergerakan yaitu berjalan kaki. Sebagai salah satu ruang publik, jalur pedestrian berupa trotar adalah ruang khusus bagi para pejalan kaki. Namun seiring berjalannya waktu, daya tariknya menurun dan membuat ketidaknyamanan sehingga mulai ditinggalkan aktivitas tersebut. Fungsi dan hak ruang pejalan kaki kemudian menjadi terbaikan. Untuk itu desain jalur pedestrian dibuat dengan berdasarkan SE Menteri PUPR Nomor 02/SE/M/2018 Tahun 2018 Tentang Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan indikator, desain ini menjadi awal langkah memberikan hak ruang bagi pejalan kaki. Kata Kunci: Jalur Pedestrian/Trotoar, Pejalan Kaki, Ruang Publik, Kampung Anggrek, Kota Surabaya
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA PERANCANGAN BANGUNAN RUSUNAMI Clisnandya A. Azzahra; Andarita Rolalisasi; Darmansjah Tj. Prakasa
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v13i3.57390

Abstract

A flat is a building built by the government in collaboration with the private sector. The construction of flats is based on population growth which continues to increase and is not balanced with the construction of adequate housing and limited land for residential needs is also one of the problems that arise in urban areas. Therefore, the government built a Rusunami to overcome the problem of population growth that was not commensurate with the houses occupied. Rusunami is one of the government facilities to address housing needs. Apart from that, the flat design that applies the Bioclimatic architectural approach can be a solution to environmental problems that occur, especially in areas so that they do not always depend on artificial energy in buildings. This study analyzes the concept of bioclimatic architecture in Rusunami design which will be discussed. This research aims to find out whether the application of Bioclimatic in flats is appropriate. Keyword: Bioclimatic, Tropic, Flat Rumah susun merupakan sebuah bangunan yang dibangun oleh pemerintah yang bekerja sama dengan pihak swasta. Pembangunan rumah susun didasari oleh pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan tidak diimbangi dengan pembangunan rumah tinggal yang layak serta keterbatasan lahan untuk kebutuhan rumah tinggal juga tidak luput menjadi salah satu masalah yang timbul di perkotaan. Maka dengan itu pemerintah membangun sebuah Rusunami guna mengatasi permasalahan pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak sepadan dengan rumah tinggal yang ditempati. Rusunami merupakan salah satu fasilitas pemerintah dalam mengatasi kebutuhan hunian selain itu juga dengan rancangan rusun yang menerapkan pendekatan arsitektur Bioklimatik dapat menjadi solusi terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi terutama pada daerah agar tidak selalu bergantung terhadap energi buatan pada bangunan. Kajian ini menganalisis tentang konsep Arsitektur bioklimatik pada perancangan Rusunami yang akan di bahas. Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui apakah penerapan Bioklimatik pada rusunami sudah tepat. Kata Kunci: Bioklimatik, Iklim Tropis, Rusunami
ANALISA PEMILIHAN TAPAK SEBAGAI PERANCANGAN WISATA AIR PADA WADUK MANGUNAN DI JOMBANG Mochamad Ilham; Ibrahim Tohar; Tigor W. S. Panjaitan
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v13i3.57393

Abstract

Wisata air adalah jenis rekreasi di mana air digunakan sebagai komponen utama. Permainan dan aktivitas yang dirancang untuk memberikan hiburan dan kesenangan kepada pengunjung di lingkungan yang berhubungan dengan air.Wisata alam Jombang, seperti wisata air dan religi, dapat meningkatkan pariwisata kota dan menarik wisatawan asing dan lokal. Untuk mencapai program peningkatan sektor pariwisata dalam skala kota, diperlukan pembangunan fasilitas. Demikian mengenai wisata alam tersebut, terdapat akses dari pemerintah mengenai peningkatan, serta pengadaan fasilitas pariwisata. Oleh karena itu, penulis merujuk pada identifikasi mengenai potensi yang terdapat di waduk Mangunan sebagai potensi pengembangan pariwisata alam di Kabupaten Jombang. Kata kunci : Wisata Air, Pariwisata, Jombang
PENERAPAN TIPOLOGI CITYWALK PADA FASILITAS PERBELANJAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA GUMUL KABUPATEN KEDIRI Ghanas G. B. Prayogi; R.A. Retno Hastijanti; Joko Santoso
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v13i3.57398

Abstract

The Citywalk Typology of Shopping Facility Buildings in the Simpang Lima Gumul CBD Area, Kediri Regency applies various elements that form a citywalk and is integrated with the function of the Shopping Facility itself. The concept of building mass is divided into two, namely secondary tenants (retail shopping and cafes/restaurants) and anchor tenants (department stores). The mass arrangement is created using a combination of linear and centralized configuration patterns to produce various circulation patterns. Apart from that, the Citywalk concept is implemented with retail, pedestrian paths and open spaces that are integrated with each other. The pedestrian paths are made wide enough in accordance with the provisions for pedestrian paths for Citywalks and form a winding and curved pattern to give a flowing and dynamic impression. This concept is intended so that visitors can experience a different experience so that they don't just focus on shopping in a building, but can also take a walk on the pedestrian path, there is a plaza area that can be used as a performance area which is equipped with various facilities and infrastructure by applying natural elements (vegetation, water, etc.), lighting, dynamic, exploratory and several other elements. Keywords: Citywalk; Shopping Facilities; Kediri Regency Tipologi Citywalk pada Bangunan Fasilitas Perbelanjaan di Kawasan CBD Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri menerapkan berbagai elemen pembentuk citywalk dan diintegrasian dengan fungsi Fasilitas Perbelanjaan itu sendiri. Konsep massa bangunan dibagi menjadi dua yakni untuk secondary tenat (shopping retail dan cafe/restoran) dan anchor tenant (departemen store). Tata massa dibuat dengan kombinasi pola konfigurasi linear dan memusat untuk menghasilkan pola sirkulasi yang beragam. Selain itu konsep Citywalk diterapkan dengan adanya retail, jalur pedestrian dan open space yang saling terintegrasi satu dengan yang lain. Pada jalur pedestrian dibuat cukup lebar sesuai ketentuan jalur pedestrian untuk Citywalk dan membentuk pola berkelok serta melengkung untuk memberi kesan mengalir dan dinamis. Konsep ini ditujukan agar pengunjung dapat merasakan pengalaman yang berbeda agar tidak hanya berfokus berbelanja dalam suatu gedung, tapi juga dapat berjalan - jalan di jalur pedestrian, adanya area plaza yang dapat digunakan sebagai area pertunjukan yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana dengan menerapkan unsur alam (vegetasi, air, dll), pencahayaan, bersifat dinamis, eksploratif dan beberapa unsur lain. Kata Kunci: Citywalk; Fasilitas Perbelanjaan; Kabupaten Kediri.
PERANCANGAN BANDAR UDARA PERAIRAN DI KABUPATEN SAMOSIR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS Roihan Ikmaludin; Andarita Rolalisasi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v13i3.57400

Abstract

Samosir Island is an island located in the middle of Lake Toba where Lake Toba is currently included in the Super Priority National Tourism Strategic Area (KSPN). Samosir Regency has quite a lot of potential tourist attractions, with this tourism potential, the tourism sector in Samosir Regency can significantly influence the economy. The problem currently occurring is weak accessibility to reach Samosir Island/tourism activity centers, so that additional new modes of transportation are needed, namely seaplanes with waterbase airports in order to increase the attraction for tourists, increase competitiveness between regions in the field of development, encourage accelerated investment growth. The design aims to provide a reference for how an environmentally friendly airport design can respond well to the climate so that it becomes a comfortable airport for visitors. The method used is descriptive qualitative by means of literature studies and comparative studies. The result of this design is several design elements that have ecological architectural principles and are shown in several design drawings. Key Words : Ecological Architecture, Airports, Eco-Friendly, Transportation. Pulau Samosir merupakan pulau yang terletak ditengah-tengah Danau Toba dimana Danau Toba saat ini masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas. Kabupaten Samosir memiliki potensi objek wisata yang cukup banyak, dengan potensi pariwisata yang tersebut, maka sektor pariwisata di Kabupaten Samosir secara signifikan dapat mempengaruhi ekonomi. Permasalahan yang saat ini terjadi adalah lemahnya aksesbilitas untuk mencapai pulau Samosir/pusat-pusat kegiatan pariwisata, sehingga diperlukan tambahan moda transportasi baru yaitu pesawat amfibi dengan bandar udara perairan agar dapat menambah daya tarik bagi wisatawan, meningkatkan daya saing antar wilayah di bidang Pembangunan, mendorong percepatan pertumbuhan investasi. Perancangan bertujuan memberikan acuan bagaimana desain Bandar Udara yang ramah lingkungan, dapat merespon iklim dengan baik sehingga menjadi bandara yang nyaman untuk pengunjung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan cara studi literatur dan studi banding. Hasil dari perancangan ini adalah beberapa unsur-unsur desain yang berprinsip arsitektur ekologis dan ditunjukan dengan beberapa gambar perancangan. Kata Kunci : Arsitektur Ekologis, Bandar Udara, Ramah Lingkungan, Transportasi.
PUSAT RISET DAN PENGEMBANGAN BISNIS AGRICULTURE di MINASAHA : Arsitektur Biomimikri Wokas, Efraim N.; Lakat, Ricky M.S.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu yang hangat akhir-akhir ini. faktor ketidakstabilan produksi pangan dibeberapa negara akibat berbagai factor, terutama pandemi covid-19, perubahan iklim, serta konfik geopilitik. Menjadikan kerentanan pangan di banyak tempat di dunia. Negara Indonesia yang dikenal memiliki potensi pertanian yang besar karena di dukung oleh kondisi geografis dan iklim terbaik, nyatannya masih memiliki tantangan dalam mempertahankan ketahanan pangan nasional yang kuat. Olehnya untuk merespon isu yang ada, maka muncullah gagasan untuk merancang suatu sarana tempat yang mampu memfasilitasi kegiatan-kegiatan penelitian dan pengembangan dibidang bisnis agriculture, yang terpusat dan berskala besar dalam wujud Pusat Riset dan Pengembangan Bisnis Agriculture yang berlokasi di Minahasa. Minahasa adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki potensi dan sumber daya bidang pertanian yang besar meliputi lahan dan basis petani yang besar. Selanjutnya Arsitektur Biomimikri sebagai tema rancangan diharapkan dapat mengambil ide-ide berupa bentuk atau sistem kerja, ataupun strategi yang terjadi di alam untuk kemudian disintesikan menjadi sebuah konsep peracangan untuk diadaptasikan ke dalam desain arsitektur. Metode perancangan yang digunakan adalah yakni five-stage design process oleh J Christoper Jones. Dengan merumuskan gagasan awal berupa objek, lokasi, tema, lalu mengumpulkan data dan dianalisis untuk menghasilkan konsep awal perancangan, dimana transformasi bentuk bangunan pusat riset ini terinspirasi dari tanaman padi, konsep itu, kemudian dievalusi menjadi rancangan final. Akhirnya diharapkan dengan hadirnya rancangan pusat riset dan pengembangan bisnis agriculture di Minahasa ini, dapat berkontribusi memberikan contoh penerapan konsep arsitektur biomimikri serta memberikan inspirasi dan ide dalam pengembangan pusat riset dan pengembangan bisnis agriculture di daerah lain. Dan lebih jauh dengan menghaadirkan pusat riset inii mampu meningkatkan nilai ketahanan pangan, serta memberikan peningkatan pengetahuan dan nilai bisnis agriculture bagi masyarakat Minahasa. Karena agriculture atau pertanian menyimpan potensi bisnis besar yang belum diolah secara maksimal dan optimal. Kata Kunci: Pusat Riset dan Pemgembangan, Pertanian, Biomimikri, Minahasa
RESORT PANTAI DI KECAMATAN NANUSA KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD: Arsitektur Ekologi Lua, Hendrianto M.; Wuisang, Cynthia E. V.; Lintong, Steven
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Nanusa, Kabupaten kepulauan Talaud yang secara geografis terletak di area tropis dan kawasan pariwisata merupakan wilayah yang berpotensi tinggi akan kemajuan suatu daerah kepulauan. Dalam menghadirkan sarana ekowista terutama Resort Pantai di suatu daerah kepualauan, maka perlu dibangun suatu wadah baru tanpa adanya retribusi dalam merawat lingkungan sekitarnya dengan penerapan desain Ekologis yaitu memanfaatkan potensi alam yang ada. Arsitektur Ekologi merupakan suatu tema dalam gaya arsitektur yang mampu menerapkan suatu ide desain dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar dalam membangun objek arsitektur ini “Arsitektur Ekologi” cocok menjadi tema perancangan, sehingga desain Resort Pantai ini diharapkan dapat meningkatkan perkembangan wisata di Kabupaten Kepulauan Talaud di Pulau Intata Kecamatan Nanusa, dan dapat memberikan keuntungan bagi pengelolah Resort, wisatawan mancanegara maupun lokal,pemerintah dan masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud. Untuk memenuhi suatu fasilitas yang memadai, penulis berinisiatif untuk menghadirkan kompleks Kawasan Resort Pantai di Kecamatan Nanusa Kabupaten Kepulauan Talaud. Perencanaannya diharapkan memberi solusi terhadap permintaan masyarkat serta pemerintah daerah dan memenuhi kondisi tapak eksisting, serta dengan menggunakan metode yang dikemukakan oleh John Zeisel yakni mengikuti proses desain yang terdiri dari tiga elementer; imajinasi,presentasi dan tes. Serta konteksnya yang berubah dengan mengembangkan beragam variabel yang di tindaklanjuti dengan pengembangan sebuah objek atau massa bangunan. Kata Kunci:Arsitektur, ekologi, resort, intata
GELANGGANG REMAJA DI MINAHASA: Arsitektur Perilaku Sambeka, Gabriela; Sela, Rieneke L. E.; Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelanggang remaja adalah ruang atau tempat yang digunakan para remaja untuk melakukan berbagai kegiatan yang berguna bagi aktualisasi remaja yang positif. Remaja merupakan kelompok yang memiliki potensi besar sebagai generasi penerus dalam mewujudkan cita-cita, perjuangan dan membangun masa depan bangsa. Masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya. Dengan demikian remaja tersebut dapat dengan mudah untuk meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain. Di Kabupaten Minahasa sendiri terdapat banyak sekali komunitas, club-club bahkan even-even yang diadakan oleh kalangan remaja. Hal ini merupakan tanda bahwa anak muda mempunyai tekat untuk menunjukan kekreativitasan maupun keeksistensiannya. Saat ini di Minahasa sendiri objek yang serupa masih jarang ditemui. Oleh karena itu dirancang sebuah fasilitas gelanggang remaja dengan pendekatan arsitektur dan perilaku. Tujuan perancangannya yaitu menghadirkan sebuah wadah yang dapat menunjang berbagai kegiatan positif kalangan remaja sesuai minat dan bakat masing-masing. Dalam proses perancangan ini metode yang digunakan yaitu proses desain rasional atau metode merancang berdasarkan analisis dan sintesis. Gelanggang remaja ini didesain agar dapat menjadi wadah utama dalam mengakomodasi kebutuhan para remaja atau pengunjung untuk melakukan kegiatan baik dalam bidang kesenian, sosial, maupun olahraga. Kata Kunci : Gelanggang Remaja, Arsitektur, Perilaku, Kabupaten Minahasa
WISATA EDUKASI ALAM di LIKUPANG: Design With Nature Jacobus, Axel D.; Egam, Pingkan P.; Tarore, Raymond D. Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata edukasi adalah bentuk aktivitas yang bertujuan untuk memberikan pengalaman pembelajaran secara langsung kepada pengunjung melalui kunjungan ke lokasi-lokasi wisata tertentu. Selain berfungsi sebagai sarana hiburan dan rekreasi, wisata edukasi dirancang untuk mengedepankan aspek edukatif, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam atau fasilitas yang ada, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai topik, seperti sejarah, ilmu pengetahuan, budaya, dan lingkungan. Dengan adanya wisata edukasi, sektor pariwisata daerah bisa berkembang, sekaligus menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Dalam konteks ini, desain objek wisata edukasi alam diharapkan bisa menggabungkan elemen rekreasi dan hiburan dengan pembelajaran dan peningkatan kesadaran lingkungan. Konsep "design with nature" menjadi pedoman utama dalam perancangan, yang berupaya menciptakan harmoni antara bangunan dan alam sekitarnya. Prinsip ini menekankan pada penggunaan material alami, meminimalkan dampak terhadap ekosistem, dan mengintegrasikan fitur-fitur yang mendukung keberlanjutan. Desain dengan pendekatan ini mendorong interaksi yang lebih dekat antara pengunjung dan alam, memungkinkan mereka untuk belajar tentang keanekaragaman hayati, konservasi, dan cara hidup yang ramah lingkungan. Dengan demikian, objek wisata edukasi alam dapat menjadi katalisator bagi kesadaran lingkungan dan memiliki dampak positif terhadap pelestarian alam. Kata Kunci : Likupang, Wisata edukasi, Design with Nature
SAMPAH DAN WISATA KEC. MAPANGET KOTA MANADO: Ekologi Arsitektur Alma’mun, Alfitrah H.; Supardjo, Surijadi; Prijadi, Rahmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu material sisa yang sudah tidak di butuhkan, namun beberapa sampah bisa di gunakan kembali untuk di daur ulang tergantung keinginan dan kegunaan sampah itu sendiri. Perencanaan pengolahan sampah merupakan Langkah awal dalam melaksanakan pembangunan bidang persampahan sebagai dasar pengelolaan adalah melakukan praparasi atau persiapan. Pengurangan jumlah sampah bisa dicapai melalui pendekatan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle), yang kemudian dikenal sebagai konsep Tempat Pengelolaan Sampah 3R atau TPS 3R. Kunjungan wisata edukasi menjadi salah satu program yang menggabungkan kegiatan wisata dengan muatan pendidikan sehingga tercipta pembelajaran rekreatif. Di Kota Manado tepatnya kecamatan mapanget sudah di dirikan TPS 3R yang di kelola oleh masyarakat dalam perhaian pemerintah dan bantuan dari swasta. Kata Kunci: Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, Wisata Edukasi

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue