cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 893 Documents
KAJIAN EXPERIMENTAL SIFAT KAREKTERISTIK MORTAR YANG MENGGUNAKAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Pandeleke, Ronny E.
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu Ampas Tebu umumnya belum dimanfaatkan secara optimal sehingga hanya menjadi limbah.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan Abu AmpasTebu sebagai bahan campuran beton. Kandungan Silika Abu Ampas Tebu yang tinggi, memberikan kemungkinan yang besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pengganti (substitusi parsial) semen, dengan cara mencampurkan Abu Ampas Tebu kedalam campuran mortar. Dalam penelitian ini diselidiki pengaruh pemanfaatan Abu Ampas Tebu terhadap sifat mekanik mortar yaitu kuat tekan mortar dengan variasi campuran presentasi berat semen diganti dengan Abu AmpasTebu 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Pengujian kuat tekan yang dilakukan menggunakan benda uji berbentuk kubus 50x50x50 mm³ yang dilakukan pada umur 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji yang tidak menggunakan abu ampas tebu (AT 0%) dari prosentase 5 sampai dengan 20 % abu ampas tebu melebihi nilai kuat tekannya. Pada umur 7 hari kuat tekan yang didapat untuk 5 %, 10%, 15%, 20%  abu ampas tebu melebihi nilai kuat tekan pada campuran 0% abu ampas tebu. Begitu pula dengan umur 21 dan umur 28 hari semuanya melewati nilai kuat tekan yang dihasilkan oleh AT1 0 % abu ampas tebu. Untuk campuran dengan menggunakan abu ampas tebu sebanyak 25 % lebih kecil nilainya dibandingkan dengan abu ampas tebu dengan kandungan 0 % abu ampas tebu ( AT1). Kata Kunci : Mortar, Abu Ampas Tebu, Kuat Tekan
Analisis Kelelahan Struktur Pada Tiang Pancang Di Dermaga Belang Dengan Metode Fracture Mechanics Nelwan, Koinonia Septrosha Vera; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan struktur adalah salah satu jenis kerusakan atau kegagalan yang bisa berakibat keruntuhan yang sering dialami oleh suatu struktur seperti dermaga, yang menerima beban berulang. Pondasi yang merupakan struktur bawah dari suatu konstruksi pun bisa mengalami masalah kelelahan struktur akibat menerima beban berulang yang ada. Jika pondasi telah mencapai proses fatigue akhir, yakni kegagalan (failure) maka keseluruhan konstruksi tersebut bisa runtuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan yang terjadi pada struktur dermaga di Belang khususnya bagian pondasi dari dermaga tersebut. Analisis kelelahan dilakukan dengan metode Fracture Mechanics (FM) atau mekanika retakan yang hasilnya digunakan untuk menghitung umur kelelahan akibat beban berulang yang terjadi. Dan diperoleh umur kelelahan untuk tinggi gelombang Hz = 0,79 m, 1,13 m, 1,47 m, 1,81 m, 2,15 dan 3,0 m umur bangunan adalah 146052,3 tahun, 26856,6 tahun, 5905,1 tahun, 1405,1 tahun, 373,9 tahun dan 21,99 tahun. Kata kunci: fatigue, pondasi, gelombang
PENGARUH BAHAN TAMBAHAN TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK BETON TAILING Tamboto, Winny J.; Sumajouw, Marthin D. J.; Wallah, Steenie E.
TEKNO Vol 9, No 55 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran beton dengan menggunakan tailing sebagai bahan bangunan merupakan suatu langkah maju dalam industri konstruksi. Limbah (tailing) yang dihasilkan dari pengolahan tambang emas berpengaruh buruk terhadap lingkung-an. Pemakaian tailing dalam campuran beton dapat mengurangi limbah tambang. Tailing terdiri butiran halus sehingga pada penelitian ini tailing dipakai sebagai bahan substitusi semen. Sesuai hasil analisis, komposisi kimia tailing terdiri dari 55% silica, 15% alumina, 8% kapur. Maksud penelitian untuk mendapatkan campuran beton tailing dengan bahan tambahan superplasticizer sehingga meng-hasilkan beton dengan kuat tekan rencana 25 MPa. Campuran beton dibuat dengan variasi tailing 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat semen. Untuk setiap persentase tailing diberi variasi superplasticizer 0.5%, 1%, 1.5% dan 2% dari berat semen. Ditinjau sifat mekanik beton tailing dengan superplasticizer pada pengujian kuat tekan, kuat tarik lentur dan modulus elastisitas. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14 dan 28 hari, pengujian kuat tarik lentur dan modulus elastisitas dilakukan pada 28 hari. Pemakaian tailing pada campuran beton mengurangi nilai kuat tekan dibandingkan dengan nilai kuat tekan beton tanpa tailing, demikian pu-la pada pengujian kuat tarik lentur untuk setiap penambahan tailing kuat tarik lentur beton berkurang.Hasil penelitian menunjukkan campuran beton dengan tailing 5% dan superplasticizer 2%, kuat tekannya melebihi kuat tekan rencana.Kata kunci : tailing, bahan tambahan, kuat tekan
EVALUASI PANJANG PENYALURAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN VARIASI MUTU BETON Manossoh, Gevin Brave; Pangouw, Jorry D.; Wallah, Steenie E.
TEKNO Vol 14, No 66 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang merupakan gabungan dari dua jenis bahan : beton polos, yang memiliki kekuatan tekan yang tinggi namun kuat tarik yang rendah , dan batangan batangan baja yang ditanamkan didalam beton dapat memberikan kekuatan tarik yang diperlukan. Kuat tarik beton biasanya 8%-15% dari kuat tekan beton,  kekuatan tarik didalam tarik adalah suatu sifat yang penting yang mempengaruhi perambatan dan ukuran dari retak didalam struktur. Sebuah balok yang diberi beban akan mengalami deformasi, dan oleh sebab itu timbul momen-momen lentur sebagai perlawanan dari material yang membentuk balok tersebut terhadap beban luar. Sedangkan Panjang penyaluran dapat didefinisikan sebagai panjang minimum dari tulangan  terbenam yang diperlukan sehingga tulangan dapat diberikan tegangan mencapai titik leleh ditambah jarak ekstra untuk menjamin kekuatan dari batang. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang penyaluran terhadap kuat lentur balok beton bertulang. Dalam penelitian ini  perawatan dilakukan selama 7 hari dengan menggunakan benda uji balok 150x150x800 m. Variasi mutu beton yang diambil adalah 20 MPa, 25 MPa, 30 MPa. Variasi panjang penyaluran terhadap mutu beton yaitu bengkokan/kait 135o pada tulangan tanpa kait (dengan lewatan 10d), dan tulangan utuh. Diameter  tulangan tetap untuk semua benda uji.Total benda uji sebanyak 9 benda uji. Hasil pengujian menyatakan bahwa perbandingan antara variasi panjang penyaluran terhadap mutu beton yaitu variasi panjang penyaluran terhadap mutu beton dengan bengkokan/kait 135ᵒ memiliki nilai lebih besar dari tulangan tanpa kait (dengan lewatan 10d) dan tulangan utuh. Kata kunci : beton bertulang, panjang penyaluran, kuat tarik lentur
MODEL BANGKITAN PERGERAKAN PENDUDUK PADA KAWASAN PEMUKIMAN Putra, Adris A.
TEKNO Vol 11, No 58 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata guna lahan merupakan salah satu penentu utama timbulnya pergerakan dan aktivitas. Aktivitas yang dikenal dengan bangkitan perjalanan akan menentukan fasilitas transportasi apa saja yang akan dibutuhkan untuk melakukan pergerakan. Ketersediaan fasilitas akan meningkatkan aksesibilitas, yang pada akhirnya akan mempengaruhi guna lahan, dengan demikian, setiap perubahan guna lahan pada suatu daerah akan berpengaruh pada sistem transportasi. Pola perubahan dan besaran pergerakan serta pemilihan moda merupakan fungsi dari adanya pola perubahan guna lahan di atasnya. Sedangkan untuk setiap perubahan tata guna lahan akan membutuhkan peningkatan sistem transportasi dari suatu kawasan perkotaanPenelitian ini menggunakan data berbasis zona untuk memodelkan besarnya bangkitan pergerakan yang terjadi, diantaranya: tata guna lahan, pemilikan kendaraan, populasi, jumlah pekerja, kepadatan penduduk, pendapat, dan juga model transportasi yang digunakan. Bangkitan atau tarikan pergerakan biasanya dianalisis berdasarkan zona. Data tata guna lahan (peubah X), data bangkitan pergerakan (P) dan data tarikan pergerakan (A) yang didapatkan dari hasil survey. Hasil penelitian menunjukan bahwa Bangkitan perjalanan pusat kegiatan pemukiman dipengaruhi oleh pemilikan mobil (X5), jenis moda (X6) dan tujuan meninggalkan rumah (X8) namun bila ditinjau dari model yang didapat maka yang paling berpengaruh terhadap pusat kegiatan ( Perumahan ) adalah jenis moda yang digunakan (X7)Kata kunci : Tata Guna Lahan, Pergerakan, Bangkitan.
Percepatan Konsolidasi Dengan Menggunakan Vertical Drain Kindangen, Kevin; Rondonuwu, Steev G.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 17, No 71 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan konsolidasi pada tanah lempung lunak tidak dapat dihindari, jenis tanah lempung lunak memiliki koefisien rembesan yang rendah sehingga proses konsolidasi pada tanah ini akan memakan waktu yang lama. Teknologi perbaikan tanah yang semakin berkembang dapat mengatasi permasalahan ini, salah satunya dengan mempercepat waktu konsolidasi dengan menggunakan vertical drain. Penggunaan vertical drain dapat mempercepat terjadinya konsolidasi pada tanah lempung lunak. Dalam penelitian ini, penggunan vertical drain pada tanah lempung lunak diuji dalam model 1 sel vertical drain pada alat uji konsolidasi yaitu, odometer. Uji konsolidasi dengan odometer dilakukan di laboratorium, dengan mengambil material kerukan Danau Tondano sebagai sampel. Pengujian ini dilakukan dengan dan tanpa vertical drain. Perbandingan percepatan konsolidasi, digunakan 2 paremeter konsolidasi yaitu koefisien konsolidasi (Cv) dan indeks pemampatan (Cc). Dari hasil tes diperoleh nilai Cv sebesar 0,0123 cm2/menit dengan vertical drain dan sebesar 0,0091 cm2/menit tanpa vertical drain. Sedangkan nilai Cc sebesar 0,658 dengan vertical drain, dan 0,598 tanpa vertical drain. Penelitian ini membuktikan teori bahwa dengan menggunakan vertical drain proses konsolidasi pada tanah lunak yang memakan waktu lama dapat dipersingkat. Ini memberikan referensi dan manfaat bagi pekerjaan perbaikan t
DESAIN BENTUK SUDUT SUDUT ARAH RADIAL PADA POMPA SENTRIFUGAL Lempoy, Kennie A.
TEKNO Vol 8, No 53 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada ketidakpuasan konsumen pada penggunaan pompa air khususnya yang digunakan di rumah tangga, pada saat ini banyak dijumpai, dimana pada umumnya didapat kapasitas dan head pompa air yang berbeda dengan data spesifikasi yang terdapat pada name plate dari pompa. Perbedaan tersebut dapat menyebabkan pemborosan dalam penggunaan energi listrik , dimana energi listrik yang digunakan tidak sesuai dengan hasil yang didapat dari pompa. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui hubungan antara bentuk sudu suatu impeller dan headserta kapasitas suatu pompa, dengan mengetahui hubungan tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalah tersebut.Pada tulisan ini, diberikan variasi tiga jenis bentuk sudu impeller, dimana bentuk-bentuk sudunya adalah:  2 > 900 ,  2 = 900 dan  2 < 900. Pengaruh bentuk sudu dari suatu impeller akan menyebabkan sudut  dan  akan berubah, yang selanjutnya akan mempengaruhi head teoritis pompa yang dihasilkan.Kata kunci : head pompa, sudut sudu  dan segitiga kecepatan
Analisis Kapasitas Penampang Sungai Pompang Desa Tambelang Kabupaten Minahasa Selatan Terhadap Berbagai Kala Ulang Banjir Topah, Renaldo F.; Sumarauw, Jeffry S.F.; Hendratta, Lianny A.
TEKNO Vol 18, No 74 (2020): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Pompang merupakan salah satu sungai di Kecamatan Maesaan yang pernah meluap dan membanjiri beberapa daerah yang dilewati oleh sungai Pompang yang sebagian besar merupakan pemukiman masyarakat dan lahan persawahan. Oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir dan tinggi muka air yang dapat terjadi.  Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Tompaso Baru. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2009 s/d 2018. Setelah didapat besar hujan, dilakukan simulasi hujan aliran dengan HSS SCS menggunakan program computer HEC-HMS. Setelah itu debit puncak hasil simulasi dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur.  Hasil simulasi menunjukkan bahwa hampir semua penampang sungai Pompang yang ditinjau, sudah tidak mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kecuali penampang sta 0 dan sta 150 yang tidak terjadi luapan di setiap kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Dan juga untuk sta 175 yang tidak terjadi luapan hanya pada kala ulang 5 tahun dan 10 tahun.
ANALISA DINAMIK PORTAL BETON BERTULANG BERTINGKAT SATU AKIBAT BEBAN MESIN Windah, Reky Stenly
TEKNO Vol 9, No 56 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getaran yang disebabkan oleh mesin disel yang ditempatkan pada lantai sebuah portal beton bertulang dapat dimodelkan sebagai sebuah beban harmonik dengan frekwensi tertentu yang bekerja horisontal. Berdasarkan hasil perhitungan untuk mesin generator disel dengan tipe IT 119 yang ditempatkan pada lantai satu sebuah portal balok beton bertulang dengan dimensi kolom yang bervariasi memberikan simpangan maksimum yang masih dalam batas yang diizinkan.Kata kunci : beton bertulang, portal
ANALISIS NERACA AIR SUNGAI RANOWANGKO Dengo, Dzul Firmansah; Sumarauw, Jeffry S. F.; Tangkudung, Hanny
TEKNO Vol 14, No 65 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Ranowangko merupakan sungai yang menjadi sumber utama dalam memenuhi kebutuhan air di daerah sekitarnya. Potensi air sungai ini banyak digunakan untuk mengairi kawasan irigasi di daerah tersebut. Sementara itu ketersediaan air di sungai Ranowangko cenderung akan mengalami penurunan, sehingga dibutuhkan adanya suatu studi neraca air untuk melihat bagaimana keseimbangan antara ketersediaan air di sungai Ranowangko dan kemungkinan penggunaan serta kebutuhan air di daerah layanannya. Analisis ketersediaan dan kebutuhan air dilakukan pada dua titik tinjauan berdasarkan data-data yang tersedia, yaitu ; peta topografi, data hujan setengah bulanan, data klimatologi, data luas lahan irigasi, dan data debit. Ketersediaan air dihitung pada dua titik tinjauan menggunakan model NRECA sedangkan kalibrasi dilakukan pada data tahun 2013 dengan tingkat keakuratan yang dihitung menggunakan model Coefficition of Determination (R2) sebesar 0,75. Kebutuhan air dihitung dengan membuat sistem pola tanam dimana terdapat 3 musim tanam dalam satu tahun dan dilakukan sistem pengairan secara terus menerus. Hasil analisis neraca air menunjukkan bahwa terjadi kekurangan air di beberapa periode, diantaranya pada periode Juli II, Agustus I, September I, September II, Oktober II, November I, November II, dan Desember I pada titik tinjauan A serta periode September II, Oktober II, November I dan Desember I pada titik tinjauan B. Kata kunci : sungai Ranowangko, NRECA, kebutuhan air irigasi, neraca air

Page 10 of 90 | Total Record : 893