cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 893 Documents
EFFECT OF SALT LEACHING ON SEDIMENTATION AND SELF WEIGHT CONSOLIDATION Rondonuwu, Steeva G
TEKNO Vol 15, No 68 (2017): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The soil washing treatment was carried on Ariake washed by cylinder test method, to investigate the sedimentation process and final water content change. A water-soil dilute were allowed to settling under salinity condition ranging from 30 to 2 g/L. We adjust the suspension for each sample in initial water content range from 500% to 6000%. Then let the sedimentation and self weight consolidation process occur for 14 days. After the final process, we measured the final water content and maximum settling rate. Leaching of salt decreases the liquid limit, consequently increasing the normalized water content w* defined as the ratio normal water content over liquid limit (Hong and Tsuchida.2000). They also found that the value of Iw increases lineary with the increases in w*. Key words: salt leaching, sedimentation, self weight consolidation, water quality, settling rate, final water content.
Pengendalian Biaya Dengan Metode Analisis Indeks Pada Proyek Pembangunan Jalan Ulu-Ondong (Lingkar Utara) Segmen Apelawo-Bukide Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Sulawesi Utara Rumboisano, Arnol; Malingkas, Grace; Walangitan, D. R. O.
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolahan anggaran biaya pada pelaksanaan satu proyek konstruksi menuntut adanya suatu sistem dan analisis dimana bisa memberikan hasil dan masukan pada tahap awal mengenai pertumbuhan biaya proyek sehingga dapat memberikan gambaran apakah proyek dapat menguntungkan pihak pelaksana atau sebaliknya. Pengendalian proyek bertujuan untuk mengendalikan proses pelaksanaan proyek sejak awal dimulainya pembangunan hingga selesainya proyek terlaksana sesuai waktu, mutu dan biaya yang telah direncanakan. Penerapan metode analisis indeks digunakan sebagai salah satu alat kendali untuk pengendalian biaya dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Tolak ukur atau acuan pengukuran analisis indeks adalah Rencana Anggaran Biaya (RAB). Studi kasus dilakukan pada pembangunan Jalan Ulu Ondong (Lingkar Utara) Segmen Apelawo Bukide Kabupaten Kepulawan Siau Tagulandang Biaro Sulawesi Utara. Berdasarkan hasil evaluasi pekerjaan pada minggu ke-18 dimana total pemakaian biaya atau fakta biaya dari tiap pekerjaan yang telah terlaksana sebesar Rp. 4,690,157,583.30 dari rencana biaya sebesar Rp. 9,015,604,911.29 sehingga terjadi perbedaan biaya sebesar Rp. 4,325,447,328.00
Analisis Kestabilan Lereng Di Ruas Jalan Raya Manado – Tomohon Km 15 Nggebu, Yemima Yosica; Ticoh, Jack H.; Legrans, Roski Rolans Izack
TEKNO Vol 17, No 71 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Raya Manado – Tomohon adalah jalan yang ramai dilalui oleh kendaraan, sehingga tergolong jalan dengan tingkat lalu lintas yang cukup tinggi. Lereng disekitar lokasi penelitian pernah terjadi longsor yang mengakibatkan kerugian material dan kemacetan lalu lintas yang berdampak pada perekonomian. Oleh karena itu lereng tersebut dianalisis agar kekuatan geser dari lereng dan faktor keamanannya dapat diketahui. Analisis kestabilan dilakukan dengan menggunakan metode keseimbangan batas (Fellenius dan Bishop) yang diaplikasikan pada program komputer Rocscience Slide v6.0. Berdasarkan hasil analisis lereng di lokasi tinjauan penelitian didapat nilai faktor kemanan dengan 3 kondisi, adalah: adanya pengaruh muka air tanah (FK = 1.394), akibat gempa (FK = 1.381), dan kombinasi keduanya (FK = 1.157). Hasil analisis kestabilan dari pemodelan lereng di Jalan Raya Manado - Tomohon Km 15 menunjukkan bahwa lereng dalam keadaan kritis pada kondisi dengan adanya pengaruh gempa dan muka air tanah pada elevasi tertinggi di lereng dengan kemiringan 75°.
Pemutakhiran Sertifikasi Uji Laik Fungsi Jalan Pada Ruas Jalan Nasional Lingkar Kakorotan Kabupaten Kepulauan Talaud Adwang, Jimmy
TEKNO Vol 18, No 74 (2020): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Nasional Lingkar Kakorotan Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan salah satu akses jalan utama yang menghubungkan kedua kota tersebut dan daerah sekitarnya. Tujuan penelitian ini  adalah untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor.11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengukur penyimpangan (deviasi) terhadap kondisi lapangan terhadap standar teknis setiap komponen teknis, meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan Lingkar Kakorotan Kabupaten Kepulauan Talaud termasuk dalam kategori laik fungsi dengan perbaikan teknis yang harus dipenuhi (LS). Perbaikan teknis yang harus dipenuhi pada ruas jalan tersebut berupa pemeliharaan rutin dan pengadaan komponen jalan yang belum ada, agar supaya ruas jalan Lingkar Kakorotan Kabupaten Kepulauan Talaud dapat menjadi laik fungsi.
Analisa Hubungan Antara Beban Lalu Lintas Dan CBR Subgrade Terhadap Desain Tebal Perkerasan Lentur Jalan Baru Adwang, Jimmy
TEKNO Vol 18, No 74 (2020): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menghitung desain tebal perkerasan lentur adalah faktor kondisi lingkungan, dalam hal ini menyangkut iklim dan curah hujan. Pada beberapa tahun terakhir kita sering mendengar bahkan membahas tentang perubahan iklim atau yang dikenal dengan climate change. Menurut penelitian dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang dimuat dalam situsnya, salah satu dampak dari climate change adalah perubahan pola curah hujan dalam skala global. Hal ini menyebabkan terjadinya peralihan, dimana daerah yang awalnya memiliki tingkat curah hujan rendah akan mengalami perubahan tingkat curah hujan menjadi tinggi. Perhitungan desain tebal perkerasan lentur jalan baru dengan metode AASHTO 1972 mempertimbangkan faktor regional dalam hal ini iklim & curah hujan. Dimana untuk daerah iklim I dengan tingkat curah hujan < 900 mm/thn digunakan FR = 1 sedangkan daerah iklim II dengan tingkat curah hujan > 900 mm/thn digunakan FR = 1.5. Untuk perhitungan dengan metode AASHTO 1986 diperkenalkan konsep koefisien drainase untuk mengakomodasi kualitas sistem drainase yang dimiliki perkerasan jalan. Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data-data yang akan digunakan seperti CBR tanah dasar, beban lalu lintas, ZR, S0, ∆Psi, koefisien drainase, material lapis perkerasan, Mr, dll. Dimana data yang digunakan bersifat asumsi untuk menggambarkan beberapa kondisi dilapangan yang mungkin terjadi pada waktu yang akan datang. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa tebal total perkerasan menggunakan metode AASHTO 1972 untuk daerah iklim I, dengan variasi CBR tanah dasar dan variasi beban lalu lintas adalah berkisar 32 ~ 73.5 cm sedangkan untuk daerah iklim II, dengan variasi CBR tanah dasar dan variasi beban lalu lintas adalah berkisar 32.5 ~ 78 cm. Kemudian menggunakan metode AASHTO 1986, dengan variasi CBR tanah dasar dan variasi beban lalu lintas didapatkan tebal perkerasan total,untuk tipe Granular Roadbase – Structrual Surface adalah berkisar 33.5  ~ 60 cm sedangkan untuk tipe Cement Treated Base – Structrual Surface, adalah berkisar 28 ~ 55 cm.. Dari hasil analisa data maka didapatkan perbandingan tebal total perkerasan dengan variasi nilai CBR tanah dasar dan beban lalu lintas. Serta didapatkan model matematis yang dapat digunakan untuk memperkirakan tebal total dengan nilai CBR tanah dasar yang lain.
Penerapan Teknologi Pada Sistem Informasi Manajemen Proyek Sistem Informasi Kontraktor Dan Konsultan (Studi Kasus Kota Manado) Rompas, Leidy Magrid
TEKNO Vol 18, No 74 (2020): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu kegiatan dan pelaksanaan proyek terdiri dari bermacam proses dan prosedur yang harus diselenggarakan bersama antara pihak kontraktor, konsultan dan stakeholder selaku pemegang modal. Penerapan teknologi informasi pada kegiatan ini bertujuan untuk membantu serta memudahkan  pengelolaan  proses anggaran belanja, inovasi, perubahan dan kebijakan-kebijakan lainnya yang bersifat strategis. Perancangan  omput informasi manajemen proyek diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dan sumber solusi untuk permasalahan tersebut.
Evaluasi Kinerja Pelayanan Terminal Angkutan Umum di Terminal Malalayang Manado Pangalila, Wiranda Maria; Jansen, Freddy; Rompis, Semuel Y.R.
TEKNO Vol 16, No 70 (2018)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal angkutan umum Malalayang merupakan salah satu terminal tipe A yang ada di Kota Manado, dimana terminal Malalayang Manado melayani Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota (ANGKOT), dan Angkutan Pedesaan. Pada saat ini terminal Malalayang menjadi fasilitas utama dalam hal prasarana transportasi. Baik tidaknya terminal Malalayang Manado sangat mempengaruhi kelancaran proses transportasi dan juga sangat mempengaruhi masyarakat yang menggunakan terminal. Sehingga diperlukan evaluasi kinerja pelayanan terminal angkutan umum khususnya Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Perintis (DAMRI). Studi ini menggunakan metode yaitu pengambilan data dengan metode survey kendaraan dilapangan selama 5 hari dimulai dari jam 06:00-18:00. Untuk analisis menggunakan metode Antrian, menghitung Time Headway Masuk, dan Time Headway Keluar, dan mengevaluasi terminal tipe A Malalayang berdasarkan standar terminal terminal tipe A. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh tingkat kedatangan angkutan pada jam-jam sibuk dan jumlah kedatangan angkutan paling tinggi terjadi pada pagi hari jam 07:00-08:00 dan siang hari pada jam 12:00-13:00, dan sore hari pada jam 15:00-18:00. Berdasarkan hasil survey selama 5 hari, Time Headway masuk terendah terjadi pada pagi hari, sedangkan Time Headway keluar terendah terjadi pada sore hari, dan mengevaluasi terminal Malalayang berdasarkan Standar Terminal tipe A, diketahui bahwa Terminal Malalayang Manado untuk fasilitas utama telah memenuhi standar dan untuk fasilitas penunjang terdapat 4 fasilitas yang tidak dimiliki terminal ini, berdasarkan peraturan Direktorat Jendaral Perhubungan Darat. Diperoleh hasil luas lahan di Terminal Malalayang Manado sebesar 15.000 m2 lebih kecil dari luasan standar terminal tipe A, yaitu 3 ha atau 30.000 m2, dengan hasil ini disimpulkan bahwa Terminal Malalayang Manado belum memenuhi syarat sebagai terminal tipe A baik dari segi fasilitas maupun berdasarkan luasan standar terminal tipe A.
Pemodelan Hubungan Nilai CBR Dan Nilai Persentase Penambahan Semen Pada Material Tras Untuk Lapis Pondasi Perkerasan Jalan Adwang, Jimmy
TEKNO Vol 18, No 74 (2020): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material tras yang tersedia cukup banyak dan belumdimanfaatkan secara maksimal sebagai bahancampuran perkerasan Jalan di Provinsi Sulawesiutara, maka menarik perhatian bagi peneliti untukmelakukan penelitian dengan judul PemodelanHubungan Antara Nilai CBR dan Nilai PresentasePenambahan Semen Pada Material Tras Untuk LapisPondasi Perkerasan Jalan. Tras yang digunakanadalah tras yang terdapat di daerah Ruas jalanManado Bay Pass Tahap I, Kelurahan Bumi NyiurKecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utarasebagai bahan campuran perkerasan jalan.Meningkatnya presentase semen pada tras dapatmenaikan nilai CBR dan kekuatan benda uji, dimanapada benda uji 0% semen mendapat nilai CBR 46,00 %naik menjadi 186 % pada benda uji 2% semenkemudian nilai CBR terus meningkat seiringpeningkatan presentase semen, tapi sangatdisayangkan karna pada benda uji dengan presentasesemen 6 % dan 8 % pembacaan tak dapat dilakukankarna terbatasnya kemampuan alat untuk menguji CBRyang dimiliki laboratorium mekanika tanah FakultasTeknik Universitas Sam Ratulangi, demikian juga hasilyang diperoleh pada pengujian UCS memberi indikasiyang sama yakni kakuatan benda uji meningkat seiringbertambahnya presentase semen pada beda uji, dimanakekuatan benda uji 0% semen 1,5474 kg/cm2 menjadi7,562 kg/cm2 pada benda uji 2% semen hingga 57,974kg/cm2 pada benda uji 8% semen. Nilai CBRmaksimum yang disyaratkan Bina Marga untuk lapispondasi dan lapis pondasi bawah ialah 80% dan 30%.Untuk lapis pondasi, benda uji dengan 2% sampai 8%semen dengan nilai CBR 186 % - 396,75 % masukdalam kreteria sebagai material lapis pondasi.Sedangkan untuk material lapis pondasi bawah semuabenda uji yakni benda uji 0% - 8% semen dengan nilaiCBR 46 % - 396,75 % masuk dalam kreterian materiallapis pondasi bawah. Model Hubungan %Penambahan Semen dengan CBR (%) adalah y = -1.4938x2 + 56.549x + 51.367 dengan nilai R² = 0.941.Model Hubungan % Penambahan Semen dengan NilaiKuat Tekan Bebas Kuat Tekan Bebas qu (Kg/cm^2)adalah y = 0.3703x2 + 4.3184x + 0.3623dengan nilai R² = 0.9937.
Studi Pengaruh Beban Gandar Dan Drainase Terhadap Indeks Kondisi Perkerasan Jalan Pada Ruas Jalan Manado-Amurang Sanggor, Priscilia Ester; Waani, Joice E.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol 16, No 70 (2018)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana penting dalam kegiatan transportasi karena sebagian besar pergerakan barang maupun jasa di Indonesia menggunakan moda angkutan darat. Ruas Jalan Manado -Amurang merupakan Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten/Kota sehingga banyak dilewati oleh berbagai jenis kendaraan, dan 36,84% merupakan kendaraan berdimensi besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan nilai indeks kondisi perkerasan jalan pada Titik Pengamatan I STA 16+400 s/d 17+400 (Desa Ranowangko) dan Titik Pengamatan II STA 34+500 s/d 35+500 (Desa Popontolen), dengan kumulatif beban sumbu standar yang sama namun kondisi sistem drainase yang berbeda pada kedua titik pengamatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini guna menilai kondisi perkerasan jalan yaitu dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). PCI ini merupakan indeks numerik yang nilainya berkisar diantara 0 sampai 100. Nilai 0 menunjukkan perkerasan dalam kondisi sangat rusak dan nilai 100 menunjukkan perkerasan dalam kondisi sempurna, sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan kadar kerusakan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan secara visual dengan panjang pengamatan 1.0 km untuk setiap titik pengamatan, yang kemudian dibagi menjadi beberapa segmen dengan ukuran 50 x 6 m per segmen untuk titik pengamatan I, dan 50 x 6,5 m per segmen untuk titik pengamatan II. Untuk Analisa data beban gandar berdasarkan metode Bina Marga 2013. Ruas jalan Manado -Amurang terakhir dioverlay pada tahun 2008, setelah 10 tahun ruas jalan dioverlay dihitung kumulatif beban sumbu standar dan diperoleh 25.706.604 ESAL.Untuk kondisi sistem drainase titik pengamatan I tidak meiliki sistem drainase, dan untuk titik pengamatan II memilki sistem drainase yang baik. Hasil analisa menunjukkan kerusakan yang terjadi pada kedua titik pengamatan antara lain Lubang (potholes), Retak Buaya (alligator cracking), Tambalan Galian Utilitas (utility cut patching), Pelapukan dan Pelepasan Butir (weathering and raveling), Retak Tepi (edge cracking), Penurunan Bahu Jalan (lane/shoulder drop off), Alur (rutting) , dan Amblas (depressions). Nilai PCI rata-rata untuk ruas jalan desa Ranowangko adalah 64,26 dikategorikan dalam kondisi Baik(Good), namun pada beberapa segmen yaitu segmen 1,8,10,18, dan 20 mengalami kerusakan yang perlu suatu penanganan serius. Sedangkan untuk ruas jalan desa Popontolen diperoleh nilai PCI rata-rata adalah 73,08 yang dikategorikan dalam kondisi Sangat Baik (Very Good), dan setiap segmen dalam kondisi baik sampai sempurna. Untuk rekomendasi penangananan perbaikan kerusakan jalan yang sesuai untuk kedua titik pengamatan adalah program tambalan (patching), dilapisi ulang (overlay) dan selanjutnya dilakukan pemeliharaan rutin.
Tinjauan Sistem Drainase Di Daerah Kolam Buaya Kelurahan Matamalagi Kecamatan Sorong Utara Kota Sorong Sahetapy, Justi Edgar; Sumarauw, Jeffry S.F.; Tangkudung, Hanny
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Kolam Buaya Kelurahan Matamalagi Kecamatan Sorong Utara Kota Sorong adalah daerah yang sering mengalami genangan pada saat terjadi hujan. Genangan tersebut mengakibatkan terganggunya aktifitas masyarakat sekitar dan masyarakat pengguna jalan. Hal ini dikarenakan sebagian daerah tersebut belum memiliki saluran dan gorong-gorong. Untuk itu dilakukan pengembangan dan penataan kembali sistem drainase agar menjadi solusi penanganan genangan yang terjadi. Analisis hidrologi dilakukan untuk mendapatkan debit rencana (Qrenc). Perkiraan hujan rencana dilakukan dengan analisa frekuensi terhadap data curah hujan dengan kala ulang 10 tahun menggunakan metode log Pearson III dan perhitungan intensitas hujan menggunakan rumus Mononobe. Debit rencana dihitung menggunakan metode rasional. Untuk menghitung debit kapasitas (Qkaps) dari saluran dan gorong-gorong, dilakukan analisis hidraulika. Dari perbandingan antara debit rencana dan debit kapasitas (Qrenc ≤ Qkaps), diketahui kemampuan dari setiap saluran dan gorong-gorong dalam menampung debit rencana. Berdasarkan hasil analisis di lokasi tersebut perlu dilakukan perbaikan agar saluran mampu menampung debit yang ada, diantaranya dilakukan perubahan dimensi 3 ruas saluran dari 35 ruas saluran eksisting serta penambahan 61 ruas saluran baru dan 20 gorong-gorong baru.