cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Kondisi Kerusakan Jalan Pada Lapisan Permukaan Perkerasan Lentur Berdasarkan Metode Pavement Condition Index (PCI) (Studi Kasus: Ruas Jalan Desa Lansa-Lantung) Faya L. S. Kono; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55380

Abstract

Jalan merupakan sarana transportasi yang tidak luput dari keseharian manusia dalam beraktivitas. Dengan adanya sarana transportasi tersebut, maka mempermudah manusia dalam melakukan kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Kinerja perkerasan jalan tentunya akan mengalami penyusutan seiring dengan bertambahnya umur dari jalan tersebut. Agar jalan dapat tetap menunjang manusia dalam beraktivitas maka diperlukan penanganan yang tepat sehingga kondisi jalan tetap terjaga kualitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerusakan pada lapis permukaan ruas jalan desa Lansa-Lantung dengan Metode Pavement Condition Index dan menetapkan penanganan kondisi kerusakan jalan yang tepat. Metode yang digunakan adalah metode Pavement Condition Index. Hasil penelitian menjunjukkan Kondisi perkerasan pada ruas jalan Lansa-Lantung sebagian besar tergolong dalam kondisi sempurna (excellent) dengan total segmen sebanyak 17 segmen, sisanya 8 segmen tergolong sangat baik (very good), 2 segmen tergolong baik (good), 4 segmen cukup (fair), 8 segmen tergolong jelek (poor), dan 1 segmen tergolong sangat jelek (very poor). Nilai PCI ada pada segmen 35 dengan STA yaitu dengan nilai 19,5 kondisi perkerasan sangat jelek (very poor). Kata kunci : kerusakan jalan, Lansa-Lantung, Pavement Condition Index
Analisis Neraca Air Sungai Nuay Di Titik Bendung Nuay Desa Tounelet Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa Wirando T. Wilar; Jeffry S. F. Sumarauw; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55393

Abstract

Bendung Nuay memanfaatkan air dari Sungai Nuay untuk mengairi lahan irigasi yang ada di Daerah Irigasi Nuay. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan studi mengenai analisis neraca air untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Nuay. Analisis neraca air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Nuay agar dapat diketahui apakah jumlah air mengalami kelebihan ataupun kekurangan. Ketersediaan air dihitung menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) dengan masukan data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS untuk mencari debit andalan Q80% dan ketersediaan air untuk pemeliharaan sungai Q95%. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan air untuk lahan irigasi dan peternakan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah dihitung juga kebutuhan air untuk aliran pemeliharaan sungai atau Q95% yang adalah aliran minimum yang harus tersedia di sungai untuk menjaga kehidupan ekosistem sungai. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan air Q95% tidak selalu terpenuhi pada bulan Juni hingga Desember karena debit yang kecil sehingga membuat ketersediaan air tidak mencukupi. Ketersediaan air Q80% juga hanya mencukupi untuk mengairi seluruh lahan irigasi pada masa tanam pertama. Kata kunci: Sungai Nuay, DAS Nuay, Metode NRECA, neraca air
Studi Kinerja Campuran AC-BC Menggunakan LGA Asbuton Dimodifikasi Dengan Aspal Keras Raymond Ch. Suciawan; Steve Ch. N. Palenewen; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55412

Abstract

Indonesia memiliki aspal alam sekitar 650 juta ton yang dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan aspal keras, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Pulau Buton (Sulawesi Tenggara) merupakan tempat dimana aspal alam yang dapat meningkatkan ketahanan campuran itu ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar aspal optimum pada campuran AC-BC tanpa asbuton dan mencari penggunaan maksimum asbuton pada campuran AC-BC. Dari hasil penelitian kadar aspal yang terkandung dalam asbuton hasil ekstrasi sebesar 22,97%. Kadar aspal optimum pada campiran AC-BC tanpa asbuton sebesar 6% dengan nilai stabilitas 1192,94 kg/mm, flow 3,89 mm, VMA 16,865%, VIM 4,646% dan VFB 72,482%. Dan presentase kadar maksimum penggunaan asbuton pada campuran AC-BC terdapat pada variasi 10,048% dengan nilai stabilitas 1249,12 kg/mm, flow 3,81mm, VMA 17,205%, VIM 5%, VFB 71,025%. Disimpulkan penambahan kadar asbuton dalam campuran AC-BC dapat meningkatkan kinarja campuran dan sesuai dengan spesifikasi DPU Bina Marga 2018, namun sudah tidak efektif jika penambahan melebihi batas maksimum, yaitu pada kadar 10,048 %. Kata kunci: AC-BC, Asbuton, LGA, Marshall Test
Analisis Kinerja Simpang Tidak Bersinyal (Studi Kasus: Jl. Raya Tomohon – Jl. Sam Ratulangi, Bundaran Tugu Tololiu, Tomohon) Natasha S. F. Pangalila; Lucia I. R. Lefrandt; Sisca V. Pandey
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55491

Abstract

Simpang tak bersinyal merupakan bagian vital dari jaringan transportasi di kota – kota besar salah satunya di kota Tomohon, Sulawesi Utara. Terletak di pusat kota yang padat aktivitas, simpang lengan tiga tak bersinyal dengan bundaran di Jl. Raya Tomohon – Jl. Sam Ratulangi, Tugu Tololiu Tomohon menghadapi tantangan serius dalam mengelola arus lalu lintas yang semakin kompleks. Masalah utama yang dihadapi adalah kemacetan pada jam-jam sibuk, terutama saat dimulainya aktivitas sekolah dan di sore hingga malam hari karena kunjungan ke tempat hiburan dan pertokoan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tersebut dengan menggunakan Metode Perhitungan Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 dan simulasi menggunakan aplikasi PTV VISSIM. Data yang digunakan mencakup data geometrik simpang, data lalu lintas, dan data kapasitas jalan. Survei lapangan dilakukan selama tiga hari pada bulan Desember 2022 untuk memperoleh data lalu lintas dengan interval waktu 15 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi ada pada hari Sabtu, 3 Desember 2022 pukul 14.00 – 15.00 WITA dengan jumlah volume lalu lintas (Q) sebesar 2943,3 skr/jam, nilai kapasitas (C) sebesar 5783,4 skr/jam, Derajat Kejenuhan (DJ) sebesar 0,508 det/skr, nilai tundaan yang (T) simpang sebesar 13,95 det/skr, nilai peluang antrian (PA) sebesar 11,28 % - 25,27 %, dan tingkat pelayanan simpang (LOS) C. Kata kunci : Simpang Tiga Tak Bersinyal, PKJI 2014, PTV VISSIM
Analisis Pemanfaatan Pasir Pantai Pulau Salibabu Sebagai Bahan Tambah Pada Agregat Halus Dalam Campuran Asphalt Conrete – Wearing Course (AC-WC) Tyasning P. Pebila; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pasir Pantai dalam agregat halus pada campuran AC-WC terhadap nilai karakteristik Marshall. Pada penelitian ini menggunakan Pasir Pantai yang berasal dari Pantai Pulau Salibabu Kab. Kepulauan Talaud yang akan digunakan sebagai bahan tambah pada agregat halus. Metode yang digunakan yaitu, metode eksperimental dengan variasi pasir Pantai Pulau Salibabu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pada variasi kombinasi campuran AC-WC dengan variasi 0% dan 25% pasir Pantai berada didalam batas spesifikasi yang disyaratkan sedangkan pada variasi penambahan pasir yang ke 50% dan 75% sudah tidak memenuhi spesifikasi, kemudian dilakukan pengujian dengan pada variasi 50% yang dihilangkan kadar garam yang terkandung didalam pasir Pantai untuk melihat apakah terjadi perbedaan dan perubahan dalam nilai-nilai pada pengujian Marshall. Hal ini juga menghasilkan hasil yang sama, yaitu tidak memenuhi spesifikasi.. Dari spesifikasi sehingga penelitian sudah tidak dilanjutkan pada variasi kadar pasir Pantai berikutnya. Dari hasil perhitungan dengan Kadar Aspal Optimum diperoleh penambahan kadar pasir Pantai 0% dengan nilai stabilitas 897,62 kg, flow 3,372 mm, VMA 15,786 %, VIM 3,004 %, VFB 81,480 %, kadar aspal efektif 0,932, kepadatan 2,049 gr/cc. Untuk penambahan kadar pasir Pantai 25% adalah stabilitas 808,41 kg, flow 3,705 mm, VMA 17,294 %, VIM 4,696 %, VFB 73,061 %, kadar aspal efektif 0,922, kepadatan 2,002 gr/cc. Hasil pengujian di atas menjelakan bahwa penambahan kadar pasir Pantai 0% - 25% untuk campuran AC-WC memenuhi syarat ketetapan dalam kriteria Marshall pada spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 dengan rentang kadar aspal yang dapat digunakan berkisaran pada 7,5% - 8%. Kata kunci: pasir pantai, AC-WC, uji Marshall
Analisa Dampak Pasar Tradisional Terhadap Kinerja Jalan (Studi Kasus: Jalan Robert Wolter Mongisidi Di Depan Pasar Bahu) Jennifer R. Mait; Lucia I. R. Lefrandt; Semuel Y. R. Rompis
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55514

Abstract

Adapun masalah yang terjadi pada Jalan Robert Wolter Monginsisdi yaitu kemacetan yang sering terjadi pada pagi hari, malam hari dan pada jam sibuk (peak hour). Hambatan samping juga sangat berpengaruh penting juga dalam kasus Jalan Robert Wolter Mongisidi dimana terjadinya kemacetan, mobil berhenti, penyeberangan jalan, dan kendaraan masuk pada segmen jalan. Untuk menganalisis data pada Jalan Robert Wolter Mongisisdi menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014). Survey dilakukan selama tiga hari yaitu Selasa 17 Oktober 2023, Rabu 18 oktober2023, dan Sabtu 21 Oktober 2023. Hasil analisis yang diperoleh pada hari Selasa 17 Oktober 2023 Arah Bahu Malalayang nilai volume lalu lintas (Q) tertiinggi pada periode waktu 06.45 – 07.00 sebesar 1126 smp/jam, nilai kapasitas dasar (C) untuk hambatan samping rendah adalah sebesar 1651 smp/jam dan hambatan samping tinggi sebesar 2219 smp/jam, dengan kepadatan (D) terjadi pada waktu pukul 18.15-18.30 WITA sebesar 178,017 smp/jam, dengan nilai derajat kejenuhan (DS) tinggi pada arah Bahu Malalayang Selasa 17 Oktober 2023 sebesar 1,231 sedangan derajat kejenuhan rendah sebesar 1,076 sehingga didapat LOS Kelas F yang berarti terjadi kemacetan dan memiliki banyak haambatan. Besar Pengaruh Hambatan Samping adalah 495 smp/jam. Kata kunci: hambatan samping, kinerja ruas jalan, PKJI 2014
Analisis Gelombang Kejut (Shockwave) Akibat U-Turn Pada Jalan Perkotaan (Studi Kasus: Jl. R E Martadinata – Jl. Yos Sudarso, Paal Dua, Manado) Injillia Christy Moningka; Semuel Y. R. Rompis; Lucia I. R. Lefrandt
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55517

Abstract

Ruas jalan Paal Dua, Kota Manado terutama arus lalu lintas dari Jalan R E Martadinata menuju Jalan Yos Sudarso, menjadi salah satu titik padat di Kota Manado, terutama selama jam sibuk atau pada waktu puncak. Gelombang Kejut (Shockwave) pada Jl. R E Martadinata – Jl. Yos Sudarso disebabkan oleh adanya aktivitas kendaraan yang melakukan putaran balik (U-Turn) sehingga mengganggu aliran lalu lintas yang sedang berlangsung dan dapat menyebabkan peningkatan kepadatan kendaraan, bahkan membentuk antrian. Berdasarkan hasil analisis untuk model terbaik yang diperoleh dari hubungan antara volume, kecepatan, dan kepadatan lalu lintas yaitu model Greenshields pada hari Jumat, 17 November 2023 ditunjukkan dengan nilai Koefisien Determinasi (R² = 0,780914452) dan persamaan hubungan Volume – Kepadatan yaitu V = 24,8506635 D – 0,110026 D² dengan volume maksimum (Vc) sebesar 1403,202638 smp/jam, kepadatan maksimum (Dc) sebesar 112,9308 smp/jam, dan kecepatan saat macet total (DB) sebesar 225,862 smp/km. Karakteristik Gelombang Kejut yang terjadi untuk arus VA = 1363,515 smp/jam adalah Gelombang Kejut maju bentukan (ωDA = 14,514 km/jam), Gelombang Kejut diam depan (ωDB = 3,106 km/jam), Gelombang Kejut mundur bentukan (ωAB = -5,018 km/jam), Gelombang Kejut maju pemulihan (ωDC = 12,425 km/jam), Gelombang Kejut mundur pemulihan (ωCB = -6,213 km/jam), Gelombang Kejut bergerak maju searah pergerakan lalu lintas (ωAC = 2,090 km/jam). Pengaruh kendaraan yang melakukan U-Turn selama 60 detik membuat panjang antrian maksimum (QM = 434,79 meter). Kata kunci: Gelombang Kejut (Shockwave), U-Turn, lalu lintas
Pemanfaatan Agregat Batu Gunung Awu Kabupaten Kepulauan Sangihe Pada Campuran Aspal AC-WC Mutiara A. P. Lahinda; Lucia G. J. Lalamentik; Joice E. Waani
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik campuran aspal AC-WC yang menggunakan batu gunung yang berasal dari lahar gunung Awu sebagai sumber daya alam yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode yang digunakan dalam penelititan ini adalah metode Experimental dengan melakukan serangkaian percobaan Marshall untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO). Hasil percobaan menunjukkan variasi dalam karakteristik campuran AC-WC berdasarkan kombinasi gradasi agregat, dengan nilai-nilai seperti stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB dan paramenter penentu lainnya. Untuk nilai karakteristik Marshall yang memenuhi spesifikasi didapatkan Kombinasi Variasi Gradasi Agregat Campuran I; Nilai stabilitas: 1232,39 kg; Nilai Flow: 3,77 mm; Nilai VMA: 15,250%; Nilai VIM: 4,070%; Nilai VFB: 73,318%; Nilai FF/Kadar Aspal Efektif: 0,978; Kepadatan: 2,205gr/cc, pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 7%. Kombinasi Variasi Gradasi Agregat Campuran II; Nilai stabilitas: 1270,24 kg; Nilai Flow: 3,58 mm; Nilai VMA: 15,027%; Nilai VIM: 4,890%; Nilai VFB: 67,486%; Nilai FF/Kadar Aspal Efektif: 0,936; Kepadatan: 2,183gr/cc, pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,55%. Kombinasi Variasi Gradasi Agregat Nilai Tengah; Nilai stabilitas: 1116,41 kg; Nilai Flow: 3,81 mm; Nilai VMA: 15,963%; Nilai VIM: 4,761%; Nilai VFB: 70,195%; Nilai FF/Kadar Aspal Efektif: 1,140; Kepadatan: 2,180gr/cc, pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,95%. Kata kunci: AC-WC, batu gunung, pengujian Marshall
Analisis Kapasitas Penampang Terhadap Debit Banjir Anak Sungai Tikala Di Kompleks Jalan Manguni 17, Kelurahan Perkamil Shawn D. Kairupan; Jeffry S. F. Sumarauw; Liany A. Hendratta
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55533

Abstract

Sungai Tikala merupakan salah satu anak sungai Tikala yang sering menguap dan menyebabkan banjir di Kota Manado, terutama di beberapa ruas jalan dan kecamatan yang dilalui anak sungai tersebut. Jalan Manguni 17 Kecamatan Perkamil yang menjadi salah satu kawasan yang dilalui anak sungai ini terkena dampak langsung dari meluapnya anak sungai Tikala yang menyebabkan jalan dan beberapa rumah di kecamatan ini terendam banjir dan rusak. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi banjir yang mungkin terjadi di kemudian hari, perlu dilakukan analisis besaran debit banjir dan tinggi muka air Sungai Tikala. Analisis diawali dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan merupakan data hujan harian maksimum yang diambil dari Pos Hujan Sawangan. Data curah hujan yang digunakan merupakan data curah hujan harian maksimum pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2022. Setelah diperoleh besaran hujan maka pemodelan aliran curah hujan pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air menggunakan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar digunakan metode resesi. Kalibrasi parameter HSS SCS dilakukan sebelum melakukan simulasi debit banjir. Pada kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, angka kurva, konstanta resesi, baseflow dan rasio terhadap puncak. Analisis debit banjir dilakukan dengan parameter terkalibrasi menggunakan program HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi pada setiap periode ulang dimasukkan ke dalam program HEC-RAS untuk mensimulasikan elevasi muka air pada penampang yang diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penampang STA 0+25 mampu menampung banjir pada kala ulang 2 tahun sampai 5 tahun dan pada kala ulang 10 tahun sampai 100 tahun tidak mampu menampung banjir. Pada STA 0+50 hingga STA 0+150 tidak mampu menampung debit banjir untuk seluruh periode ulang yang direncanakan. Kata kunci: anak Sungai Tikala, debit banjir, elevasi tinggi muka air
Hubungan Arus Lalu Lintas dengan Waktu Tempuh Kendaraan (Studi Kasus: Jl. 14 Februari) Astri L. Patiro; Semuel Y. R. Rompis; Lucia I. R. Lefrandt
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55619

Abstract

Volume Arus lalu lintas pada ruas jalan 14 februari mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan perkembangan daerah ini. Untuk mengatasi masalah kemacetan lalulintas pada ruas jalan ini diperlukan pengetahuan mengenai karakteristik lalu lintas dan model hubungan antar karakteristik tersebut. Kajian ini bertujuan menganalisis model hubungan antar karakteristik volume (V), kecepatan (S) dan kepadatan (D) lalu lintas, sesuai dengan kondisi yang ada. Survei data meliputi volume dan kecepatan lalu lintas dengan metode manual count, sedang analisis model meliputi model Greenshield, Greenberg, dan Underwood. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data volume/arus lalulintas, waktu tempuh, serta geometrik jalan (lebar dan panjang jalan). Lokasi penelitian yaitu di Ruas jalan 14 Februari depan Kantor Veteran Sampai depan POMDAM XIII/MERDEKA. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu pada hari Minggu - Selasa. Untuk survei volume dilakukan dengan cara manual yaitu dengan mencatat setiap kendaraan yang lewat pada pos pengamatan sesuai dengan klasifikasi masing-masing kendaraan. Sedangkan untuk mengukur geometrik jalan (lebar jalan dan panjang jalan) dilakukan dengan menggunakan meteran. Dalam penelitian ini diteliti menegenai hubungan anatara arus lalu lintas dengan waktu tempuh, sehingga dengan mengetahui hubungan tersebut para perencana dapat meramalkan kinerja lalu lintas yang akan terjadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa model hubungan V-S-D yang sesuai untuk ruas jalan 14 Februari adalah Model Underwood dengan nilai r = 0,8857. Kata kunci: Jalan 14 Februari, waktu tempuh, Underwood