cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 935 Documents
Pengolahan Sampah Dari Pasar Rakyat Poopo Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Melalui Pengomposan Sefrida P. Londa; Oktovian B. A. Sompie; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55877

Abstract

Pasar Rakyat Poopo merupakan satu – satunya pasar .yang aktif beroperasi di Kecamatan Ranoyapo. Pengelolaan sampahnya sangat kurang memadai karena sampahnya masih berserakan yang disebabkan oleh tidak adanya tempat pewadahan sampah juga tempat pengolahan sampahnya sangat tidak memadai atau memenuhi syarat, serta tidak ada kesadaran masyarakat (pedagang dan pembeli) tentang pentingnya pengelolaan dan pengolahan sampah. Menurut UU No. 18 tahun 2008, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) adalah tempat pengumpulan, pemilahan, penggunaan Kembali, daur ulang, dan pembuangan akhir sampah. Dalan penelitian ini dalam rangka mencoba mengurangi sampah pengolahan yang digunakan adalah melalui pengomposan untuk penanganan sampah organic karena hasil sampah di Pasar Rakyat Poopo didominasi oleh sampah organic.Hasil dari penelitian ini komposter yang dibutuhkan adalah sebanyak 4 buah, yang di dapatkan berdasarkan jumlah volume timbulan sampah yaitu 1,25 ????3 , dengan volume komposter yang digunakan adalah 50 ????3 dan tempat pengolahan ini dirancang untuk kapasitas 2,344 ????3 per minggu dengan lama proses pengomposan adalah 1 bulan. Kata kunci: pengolahan sampah, pengelolaan sampah, pengomposan, pasar
Analisis Pengaruh Penambahan Struktur Jembatan Penghubung Pada Gedung FMIPA 4 Lantai Tesalonika I. Manglassa; Reky S. Windah; Ronny E. Pandaleke
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55959

Abstract

Keamanan struktur bangunan menjadi suatu aspek penting, terutama di wilayah rawan gempa bumi seperti Indonesia, khususnya Manado yang terletak pada zona gempa. Hal ini menjadikan analisis perilaku struktur menjadi semakin krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan struktur jembatan penghubung pada gedung FMIPA 4 lantai dan mengamati perilaku struktur dengan dan tanpa struktur jembatan penghubung. Penelitian ini menggunakan metode analisis respons spektrum berdasarkan SNI 1726:2019 dengan pendekatan pemodelan struktural dan simulasi menggunakan software. Analisis dilakukan dengan menggunakan dua model bangunan dimana, model pertama tanpa struktur jembatan dan model kedua dengan struktur jembatan. Kedua model struktur memiliki ketidakberaturan horizontal tipe 1a, 2, 5, dan vertikal tipe 3. Penambahan struktur jembatan meningkatkan gaya dalam struktur, terutama pada kolom dan balok di sekitar lokasi jembatan. Simpangan antar lantai pada kedua model masih dalam kategori aman sesuai SNI 1726:2019, dengan simpangan terbesar terjadi pada model 1 arah X dan Y, yaitu 19,804 mm dan 26,646 mm. Penambahan struktur jembatan penghubung pada gedung perkuliahan 4 lantai meningkatkan gaya dalam struktur, namun memperkecil simpangan yang terjadi. Kata kunci: Jembatan penghubung, analisis perilaku struktur, respons spektrum, SNI 1726:2019, software
Studi Arus Retas Di Pantai Mahembang, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa Yosua A. Ratu; Frederiko M. I. Moningka; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55992

Abstract

Pariwisata di Indonesia berkembang sangat pesat. Pesatnya perkembangan wisata pantai diiringi dengan seringnya terjadi beberapa hal bahaya pantai. Diantaranya Arus Retas atau Rip Current. Salah satu wisata alam yang berkembang di Kabupaten Minahasa adalah Pantai Mahembang. Pantai Mahembang terletak di desa Mahembang, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa. Sangat penting untuk melakukan penelitian tentang bahaya arus retas di pantai mengingat bahwa itu merupakan bahaya yang signifikan bagi wisatawan dan bahwa keselamatan wisatawan adalah hal yang paling penting dalam pengelolaan kawasan wisata. Pemodelan dimulai dengan perhitungan fetch efektif yang dari hasil pengambaran hanya arah timur laut, timur, tenggara, selatan dan barat daya yang mempunyai panjang fetch. Tahun 2023 didominasi angin arah timur laut dan selatan sehingga dalam pemodelan diambil pada arah timur laut dan selatan. Tinggi gelombang berada di arah timur laut dengan nilai 0.8066 m dan periode gelombang 4.1458 det. Dengan bantuan perangkat lunak MIKE 21, penelitian ini mensimulasikan kondisi hidrodinamika gelombang. Hasil dari validasi perhitungan serta penggambaran batasan daerah penelitian dimasukan ke dalam MIKE 21 Spectral Wave. Hasil dari pemodelan yang dilakukan oleh MIKE 21 Spectral Wave menunjukan di Pantai Mahembang tidak terdapat arus retas atau rip current, karena pada pemodelan tidak nampak adanya arah gelombang yang berbalik k earah laut. Kata kunci: gelombang, rip current, MIKE 21
Optimalisasi Biaya Dan Waktu Dengan Metode Time Cost Trade Off Pada Proyek Peningkatan Jalan Molompar Utara-Wawali Pasan Heindrik E. B. Raranta; Tisano Tj. Arsjad; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56035

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi pada umumnya memiliki resiko mengalami keterlambatan. Oleh karenanya sebelum pelaksanaan proyek dimulai harus diawali dengan perencanaan dan penjadwalan kegiatan proyek yang tepat dan hati-hati. Pengelolaan proyek dilakukan sedemikian rupa agar dapat memastikan pelaksanaan proyek sesuai kontrak dan tepat waktu. Salah satu alasan dilakukannya penelitian pada proyek “Peningkatan Ruas Jalan Molompar Utara – Wawali Pasan” adalah untuk menghitung percepatan waktu pelaksanaan proyek dan menganalisis berapa besar waktu dan biaya yang dibutuhkan ketika dilakukan percepatan. Metode percepatan yang dilakukan adalah metode Time Cost Trade Off, dimana metode ini merupakan kompresi jadwal untuk mendapatkan proyek yang lebih menguntungkan dari segi waku (durasi), biaya dan pendapatan. Penelitian ini juga menerapkan Crashing Program dengan menggunakan alternatif penambahan jam kerja (lembur). Crashing dilakukan pada lintasan kritis yang dihasilkan dari analisis network planning dengan menggunakan aplikasi Microsoft Project 2016. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa menerapkan metode Time Cost Trade Off dengan alternatif penambahan 2 jam kerja (lembur) menghasilkan biaya optimum Rp. 2.325.238.411,97 dengan waktu optimum 59 hari kerja dari waktu keterlambatan 67 hari kerja. Kata kunci: Time Cost Trade Off, durasi, biaya, Crashing Program, penambahan jam kerja, Microsoft Project
Desain Gradasi Campuran Beton Aspal Menggunakan Desain Kerangka Agregat Untuk Diaplikasikan Sebagai Lapis AC-Base Sinta P. Mulyadefie; Joice E. Waani; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56054

Abstract

Perancangan campuran aspal dengan metode kerangka agregat diusulkan untuk meningkatkan titik kontak antar agregat yang sangat berperan dalam memikul beban lalu lintas. Dalam desain campuran pemilihan gradasi agregat dan penentuan kadar aspal akan dilakukan berdasarkan sifat volumetrik campuran sehingga variabel volumetrik menjadi variabel input dalam desain. Gradasi pada agregat kasar dan agregat halus didesain secara terpisah, Agregat kasar didesain menggunakan metode kerangka agregat sedangkan untuk pengujian agregat halus mengikuti Spesifikasi Bina Marga 2018. Pembuatan sampel berdasarkan hasil rancangan proporsi campuran aspal yang didapat setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode kerangka agregat pada persentase agregat kasar sebesar 74,23%, agregat halus 25,77%, dan kadar aspal 6,03%. Hasil karakteristik Marshall pada campuran AC-Base yang diperoleh nilai stabilitas 1244,9 kg, flow 7,35 mm, VMA 20,08%, VIM 6,95% dan VFB 65,37%. Hasil tersebut menunjukan tidak semua memenuhi persyaratan berdasarkan Spesifikasi Bina Marga 2018. Setelah dilakukan percobaan dengan menambahkan kadar aspal menjadi 6,53% dan 7,03% hasil Stabilitas dan Flow yang diperoleh tidak memenuhi persyaratan berdasarkan Spesifikasi Bina Marga 2018. Hal ini menyebabkan metode desain kerangka agregat yang diusulkan untuk merancang campuran memiliki kelemahan terhadap sifat campuran dan belum mencapai hasil dan tujuan yang diharapkan sehingga perlu diadakan suatu penelitian lanjutan terhadap perbaikan desain metode kerangka agregat Kata kunci: Kerangka agregat, AC-Base, pengujian Marshall
Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja Dengan Menggunakan Metode Resource Levelling Angelina A. K. Legho; Rifanna S. S. I. Kawet; Yessi C. S. Pandeiroth
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan tenaga kerja pada proyek pembangunan RSUD Sam Ratulangi Tondano dengan menggunakan metode resource levelling. Metode ini diterapkan melalui fitur Levelling yang terdapat pada perangkat lunak Microsoft Project. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan metode resource levelling belum maksimal karena terjadi overallocated pada jumlah kebutuhan harian pekerja dan mandor. Dengan jumlah pekerja dan mandor yang ada masing-masing sebanyak 70 pekerja dan 5 mandor, pemerataan menghasilkan kebutuhan sebesar 77,44 pekerja dan 7,74 mandor. Selain itu, proses levelling juga mengakibatkan keterlambatan durasi pekerjaan dari 209 hari kalender menjadi 310,23 hari kalender, mengalami penambahan durasi sebesar 122 hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan pendekatan trial and error dengan mengubah durasi pekerjaan pada item-item yang mengalami overallocated. Hal ini bertujuan agar koefisien jumlah pekerja mendekati jumlah pekerja existing. Setelah dilakukan penyesuaian, diperoleh peningkatan tenaga kerja dari 70 menjadi 75 pekerja dan mandor dari 5 menjadi 6 mandor, dengan total durasi pekerjaan menjadi 205 hari kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode resource levelling dengan penyesuaian manual dapat mengurangi overallocated tenaga kerja dan mengoptimalkan durasi pekerjaan. Kata kunci: Resource Levelling, Microsoft Project, overallocated, durasi pekerjaan, manajemen tenaga kerja
Pemanfaatan Paving Blok Dari Sampah Plastik Meilly Onibala; Arthur H. Thambas; Herawaty Riogilang; Marthin D. J Sumajouw
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56127

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan potensi besar dalam mengurangi dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan dengan memanfaatkannya sebagai material konstruksi yang ramah lingkungan. Hasil eksperimen laboratorium menunjukkan bahwa paving blok dari sampah plastik memiliki kualitas yang cukup baik dibandingkan dengan paving blok dari semen dan pasir. Selain itu, biaya produksinya juga lebih ekonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup penggabungan simulasi pembebanan dalam uji kuat tekan dan lentur paving blok plastik yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan tidak hanya untuk mengurangi dampak negatif sampah plastik, tetapi juga untuk mendorong adopsi lebih lanjut dalam praktik pembuatan material yang ramah lingkungan. Kata kunci: sampah plastik, material konstruksi, ramah lingkungan, kuat tekan
Penggunaan Geopolymer Berbahan Dasar Abu Terbang (Fly Ash) Untuk Meningkatkan Kuat Geser Tanah Gilbert G. G. Sengkey; Roski R. I. Legrans; Alva N. Sarajar
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56158

Abstract

Pemanfaatan abu terbang sebagai bahan dasar geopolymer menjadi material substitusi parsial semen pada konstruksi beton telah banyak diteliti, dalam berbagai komposisi dan perilaku campuran untuk meningkatkan kekuatan beton. Berbagai penelitian telah menyimpulkan bahwa geopolymer telah berhasil meningkatkan kuat tekan beton. Penelitian ini memanfaatkan geopolymer untuk meningkatkan kuat geser niralir (undrained shear strength) tanah, dengan abu terbang sebagai bahan dasar geopolymer dan alkali aktivator yang terdiri dari Sodium Hidroksida (NaOH) 12M dan Sodium Silikat (Na2SiO3), dengan perbandingan 5:2. Perbandingan bahan penyusun geopolymer alkali aktivator dan abu terbang adalah 3:4. Rancangan percobaan penambahan geopolymer pada tanah menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yakni i) tanah asli tanpa penambahan geopolymer (0%); ii) tanah asli dengan penambahan geopolymer 5%; iii) tanah asli dengan penambahan geopolymer 10%; iv) tanah asli dengan penambahan geopolymer 15% dan v) tanah asli dengan penambahan 20% geopolymer. Pengaruh penambahan geopolymer untuk meningkatkan kuat geser dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA). Hasil uji laboratorium untuk menentukan sifat indeks tanah menunjukkan bahwa jenis tanah yang digunakan dalam penelitian adalah tanah non-plastis (NP), memiliki berat jenis sebesar 2.68, kadar air tanah asli sebesar 34% dan berdasarkan klasifikasi USCS adalah tanah pasir bergradasi buruk (SP). Hasil uji tekan bebas menunjukkan peningkatan kuat geser dari 0.045 kg/cm² (0%) menjadi:0.12 kg/cm² (5%), 0.14 kg/cm² (10%), 0.28 kg/cm² (15%) dan 0.48 kg/cm² (20%). Hasil analisis keragaman (ANOVA) menunjukan  bahwa penambahan geopolymer berpengaruh secara sangat signifikan (p<0.01) terhadap peningkatan kuat geser niralir, serta memiliki korelasi yang sangat kuat (r2=0.93). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan geopolymer berbahan dasar abu terbang dengan alkali aktivator dari Sodium Hidroksida (NaOH) 12M dan Sodium Silikat (Na2SiO3), dapat meningkatkan kuat geser niralir pada tanah pasir bergradasi buruk.   Kata kunci: kuat geser, abu terbang, geopolymer, alkali aktivator, tanah pasir bergradasi buruk
Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Rakit Dan Fondasi Sumuran Pada Konstruksi Gedung Kuliah Jurusan Farmasi FMIPA UNSRAT Inggrid A. Ering; Roski R. I. Legrans; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56218

Abstract

Konstruksi gedung kuliah Jurusan Farmasi FMIPA UNSRAT direncanakan menggunakan fondasi sumuran sebagai konstruksi fondasi gedung. Artikel ini berisi analisis kapasitas dukung fondasi sumuran dan fondasi rakit, dimana fondasi rakit dipilih sebagai alternatif konstruksi fondasi. Data yang digunakan dalam analisis adalah data sekunder berupa hasil analisis pembebanan menggunakan perangkat lunak CSi ETABS, data parameter tanah yang diperoleh melalui korelasi terhadap hasil uji sondir dan data gambar konstruksi gedung kuliah. Tahap analisis diawali dengan i) menentukan jenis lapisan tanah dan parameter tanah melalui korelasi; ii) analisis kapasitas dukung fondasi rakit menggunakan metode Meyerhof pada kondisi undrained dan drained; iii) analisis penurunan penurunan fondasi rakit menggunakan metode elastis; iv) analisis kapasitas dukung aksial fondasi sumuran menggunakan metode λ dan metode Coyle-Castello untuk tahanan selimut masing-masing pada lapisan lempung dan lapisan pasir, dan tahanan ujung yang menggunakan metode Meyerhof; v) analisis penurunan fondasi sumuran; dan vi) analisis kapasitas dukung lateral menggunakan metode Brooms dan defleksi menggunakan metode Matlock dan Reese. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, fondasi rakit maupun fondasi sumuran sama-sama memenuhi syarat faktor keamanan terhadap kapasitas dukung fondasi (FK ≥ 3), batas penurunan yang diizinkan (≤ 25 mm) dan batas deformasi lateral fondasi sumuran yang diizinkan (≤ 12 mm). Kata kunci: fondasi rakit, fondasi sumuran, daya dukung, penurunan, deformasi lateral
Profil Kawasan Kumuh Kab. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Ismiati Lembo
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56231

Abstract

Permasalahan permukiman kumuh perkotaan sering kali menjadi salah satu isu utama yang cukup menjadi polemik, sehingga seperti tidak pernah terkejar oleh upaya penanganan yang dari waktu ke waktu sudah dilakukan. Masalah yang sarat muatan sosial, budaya ekonomi dan politik dengan serta merta mengancam kawasan-kawasan permukiman perkotaan yang nyaris menjadi laten dan hampir tak selesai ditangani dalam beberapa dekade. Secara khusus dampak permukiman kumuh juga akan menimbulkan paradigma buruk terhadap penyelenggaraan pemerintah, dengan memberikan dampak citra negatif akan ketidakberdayaan dan ketidakmampuan pemerintah dalam pengaturan pelayanan kehidupan hidup dan penghidupan warganya. Dilain sisi dibidang tatanan sosial budaya kemasyarakatan, komunitas yang bermukim di lingkungan permukiman kumuh secara ekonomi pada umumnya termasuk golongan masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah, yang seringkali menjadi alasan penyebab terjadinya degradasi kedisiplinan dan ketidaktertiban dalam berbagai tatanan sosial masyarakat, terutama bagi Daerah Kab. Kepl Siau Tagulandang Biaro yang masih baru, yang mulai berkembang sehingga perlu dibuat Profil Kawasan Kumuh untuk dapat mengetahui dan memberi gambaran Kondidi Daerah Kekumuhan yang ada. Kata kunci: kawasan, kumuh