cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Didaktika Biologi (Biology Didactics, in english) is a journal that contains scientific articles of research results in the field of biological education. Didaktika Biologi is for teachers, lecturers, students, researchers, and practitioners who concentrate and contribute in the field of biological education.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
PENGEMBANGAN BUKU AJAR PERUBAHAN LINGKUNGAN BERBASIS MODEL SEARCH, SOLVE, CREATE, SHARE (SSCS) UNTUK MEMBERDAYAKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Carolina, Hifni Septina; Sutanto, Agus; Suseno, Nyoto
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v1i2.661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan buku ajar berbasis model Search, Solve, Create dan Share (SSCS) pada materi perubahan lingkungan, (2) mengetahui kelayakan buku ajar, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan buku ajar untuk memberdayakan kemampuan berpikir kritis. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yakni analysis, design, development, implementation dan evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi ahli, angket respon peserta didik dan soal pretest-posttest, yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kemampuan berpikir kritis dianalisis dengan sampel paired t-test dan dihitung dengan N-gain ternormalisasi. Hasil pengembangan buku ajar menunjukkan rata-rata hasil validasi ahli sebesar 93% dan berada pada kategori sangat layak digunakan untuk bahan ajar peserta didik. Hasil angket mengenai respon penilaian dari peserta didik sebesar 82,2% peserta didik memberikan respon positif terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Didapatkan hasil nilai postest sebesar 78,9 (kelas eksperimen) dan 68,6 (kelas kontrol). Diketahui bahwa dari uji t (kesamaan dua rata-rata) diperoleh thit(5,26) > ttab (2,02), yang berarti rata-rata N-gain peserta didik pada kelas eksperimen memiliki perbedaan yang signifikan dengan rata-rata N-gain peserta didik pada kelas kontrol. Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan buku ajar berbasis SSCS terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. The aims of this research were 1) to develop a textbook-based SSCS model on environmental change material, 2) to test the feasibility of a textbook-based SSCS model, and 3) to test the effectiveness of a textbook-based SSCS model to improve the critical thinking skill of students at class XI of State Senior High School (SMAN) 2 of Metro. The development model used in this research was ADDIE model consisted of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data were collected by using the validated questionnaire and the pretest-posttest test and were analyzed quantitatively and qualitatively. The data of the critical thinking skill were analyzed by sample paired t-test and calculated by normalized N-gain. The result of the development of a textbook showed the average results of the expert validation was 93% (very feasible for use as students teaching material). The result of respond of the students was 82.2%, it meant that the students gave the positive responses to the developed textbook. The scores of posttest were 78.9 (experimental class) and 68.6 (control class). The result of paired t-test was tcalculated (5.26) > ttab (2.02), it showed that mean of students' N-gain in experiment class had the significant difference to the control class. Therefore, there was significant effect of the use of a textbook-based SSCS model to improve the the critical thinking skill of students.
PROFIL PEMAHAMAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI TENTANG KURIKULUM 2013 DI KECAMATAN ILIR BARAT 1 KOTA PALEMBANG Apriyani, Yeyen; Susanti, Rahmi; Huzaifah, Siti
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v1i2.678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pemahaman guru biologi di Kecamatan Ilir Barat 1 Kota Palembang tentang kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan persentase. Sampel dalam penelitian adalah semua guru biologi SMA Negeri di Kecamatan Ilir Barat 1 Kota Palembang dengan jumlah 20 orang. Secara umum hasil tes pemahaman kurikulum 2013 diperoleh nilai rata-rata 67 dan termasuk dalam kategori baik. Hasil analisis RPP guru konsep pendekatan saintifik nilai rata-rata 96,6 (kategori sangat baik). Konsep penilaian autentik nilai rata-rata 64 (kategori cukup). Konsep model pembelajaran nilai rata-rata 24 (kategori sangat kurang). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemahaman Guru Biologi SMA Negeri di Kecamatan Ilir Barat 1 Kota Palembang masuk dalam kategori baik. This research purpose was to get the understanding of biology teachers’ understanding at SMA Negeri about curriculum 2013 in Ilir Barat 1 District of Palembang City. The method used was descriptive qualitative. The data analysis technique used was descriptive percentation. The samples of this research were 20 biology teachers at SMA Negeri in Ilir Barat 1 District of Palembang City. In general, the average value of the understanding test results about curriculum 2013 was 67 and was in good category. The result of the analysis of teachers’ lesson plan with scientific approach concept had an average value at 96.6 (very good category). The concept of authentic assessment has an average at 64 (category enough). The concept of learning model evalution had an average value at 24 (very poor category). Based on the research result, it could be concluded that the understanding of iology teachers’ understanding at SMA Negeri about curriculum 2013 in Ilir Barat 1 District of Palembang City was in good category.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PSIKOMOTOR PADA OUTDOOR PRACTICUM BIOLOGI SMA Hidayah, Miftahul
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v1i2.785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian psikomotor pada outdoor practicum biologi. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Instrumen penilaian dikembangkan untuk praktikum pada materi Ekosistem. Pelaksanaan penelitian pengembangan instrumen diawali dengan studi pendahuluan, dan dilanjutkan dengan pengembangan awal yang divalidasi oleh ahli yang relevan dan diujicobakan di kelas X di SMA Negeri 2 Metro untuk melihat tingkat kelayakan penggunaan penilaian psikomotor. Tahap selanjutnya adalah penggandaan instrumen untuk dilakukan uji coba skala besar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil akhir dari penelitian ini memenuhi kriteria untuk didiseminasikan. Hasil penelitian diharapkan dapat berguna bagi guru dalam penilaian psikomotor pada outdoor practicum.This study aimed to develop the instrument of psychomotor assessment in biological outdoor practicum. The development method in this research was ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The instrument of psychomotor assessment was for practicum on ecosystem material. The execution of research and development of this instrument was begun with a preliminary study, and continued with initial development that was validated by relevant experts and tested on class X in SMA Negeri 2 Metro to find out the feasibility of using psychomotor assessment. The next stage was the multiplication of instrument for large-scale test. Based on the research conducted, the final result of this study fulfilled the criteria for dissemination. The result of study (the instrument) was expected to be useful for teachers in psychomotor assessment biological outdoor practicum.
Halaman Belakang Didaktika Biologi Vol 1 No 2 2017 Biologi, Didaktika
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v1i2.791

Abstract

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS BOUNDED INQUIRY LAB UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI KONTEN PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN KELAS XI Sanjaya, Renny Widya Kusuma; Maridi, Maridi; Suciati, Suciati
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v1i1.959

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik; 2) menguji kelayakan dan; 3) menguji keefektifan penggunaan, pada modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi sistem pencernaan kelas XI. Penelitian dan pengembangan modul menggunakan prosedur Borg & Gall (1983) yang telah dimodifikasi. Data kemampuan literasi sains dimensi konten dianalisis dengan N-Gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektifan modul berbasis bounded inquiry lab. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi sistem pencernaan dikembangkan sesuai dengan tahapan bounded inquiry lab; 2) kelayakan modul berbasis bounded inquiry lab dikategorikan sangat baik; 3) keefektifan modul yang dikembangkan dibuktikan dengan uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan dalam literasi sains dimensi konten sebelum dan sesudah perlakuan dengan memiliki probabilitas (p) sebesar 0,000 (p<0,05), Ho ditolak.  This research aimed: 1) to find out the characteristics; 2) to test the feasibility and; 3) to investigate the effectiveness of module based on bounded inquiry lab to improve students’ scientific literacy of content dimension on digestive system material of grade XI. This research used procedure of research and development (R&D) by Borg & Gall (1983) that was modified. Data of students’ scientific literacy of content dimension were analyzed by using normalized N- Gain to investigate the effectiveness of module-based on bounded inquiry lab. The research results showed: 1) the module-based on bounded inquiry lab to improve students’ scientific literacy of content dimension on digestive system material was developed in accordance with the syntax of bounded inquiry lab; 2) the feasibility of module-based on bounded inquiry lab was at very good category; 3) the effectiveness of the developed module-based on bounded inquiry lab was proved by Wilcoxon test that showed the differences in students’s scientific literacy of content dimension between before and after learning by using module-based on bounded inquiry lab with probability (p) of 0.000 (p <0.05), Ho was rejected.
ANALISIS KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS X IPA PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Hanifa, Nur Isnaini; Akbar, Budhi; Abdullah, Sahami; Susilo, Susilo
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 2, No 2 (2018): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v2i2.1895

Abstract

Kemampuan memecahkan masalah secara kompleks merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa pada tingkat SMA/MA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan memecahkan masalah siswa pada materi perubahan lingkungan dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan memecahkan masalah. Penelitian ini dilakukan di MAN 9 Jakarta pada bulan Mei 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dalam persentase. Populasi penelitian ini berjumlah 105 orang siswa dengan sampel sebanyak 35 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen penelitian ini adalah tes berupa pilihan ganda yang digunakan untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah siswa, dan non tes berupa kuesioner untuk menggali faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan memecahkan masalah, lembar observasi dan daftar wawancara untuk menguatkan hasil kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas X IPA di MAN 9 Jakarta tergolong cukup dengan persentase 69,56%. Faktor yang menunjang kemampuan siswa memecahkan masalah adalah model/metode, media dan lingkungan belajar yang diciptakan oleh guru. Sedangkan faktor yang menjadi penghambat adalah pemberian motivasi dari guru, minat siswa dan kemampuan kognitif siswa yang rendah. The problem solving ability complexly is one of the competencies that students must have it at senior high school (SMA/MA) level. This study aimed to determine students’ problem solving ability on environmental change material and to describe the factors that affect the problem solving ability. This study was conducted at MAN 9 Jakarta on May 2017. The used study method was descriptive quantitative as a percentage. The population of this study was 105 students with a sample of 35 students. The used sampling technique used was cluster random sampling. The study instruments were a multiple-choice test that was used to measure students' problem solving ability, and non-tests in the form of a questionnaire to explore the factors that affect the the problem solving ability, observation sheet and interview list to strengthen the questionnaire results. The results showed students’ problem solving ability of class X IPA at MAN 9 Jakarta was sufficient with a percentage of 69.56%. The factors that support students' problem solving ability were learning model/method, learning media, and learning environment created by teacher. While the inhibiting factor were low motivation of teacher, student interest and cognitive abilities of students.
PROFIL GAYA BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH ILMU LINGKUNGAN BERBASIS BLENDED LEARNING Ma'rifah, Destri Ratna; Hanafi, Yahya; Rizki, Galuh Alif Fahmi
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 3, No 1 (2019): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v3i1.1198

Abstract

Mahasiswa memiliki gaya belajar yang berbeda antara satu dengan yang lain meskipun kemungkinan ada yang memiliki gaya belajar sama. Mahasiswa termasuk sebagai peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi. Mata kuliah Ilmu Lingkungan membutuhkan banyak pembelajaran secara kontekstual, pengayaan, diskusi dan studi kasus di lingkungan sehingga diselenggarakan secara blended learning. Blended learning akan efektif jika pengajar mengetahui gaya belajar mahasiswa. Oleh karena itu, perlu diketahui gaya belajar mahasiswa untuk keefektifan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Responden adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah Ilmu Lingkungan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup. Data dianalisis menggunakan persentase. Hasil studi menunjukkan mahasiswa peserta mata kuliah Ilmu Lingkungan memiliki gaya belajar auditif-visual sebanyak 61,1%, kemudian diikuti oleh gaya belajar visual, visual-kinestetik, auditif-kinestetik, auditif, dan kinestetik. Pembelajaran secara blended (blended learning) dapat menjadi salah satu alternatif guna memfasilitasi gaya belajar mahasiswa yang beragam. Sebanyak 71,1% dari mahasiswa menggunakan internet sebagai sumber belajarnya dan sebanyak 91,2% mahasiswa mengakses internet melalui smartphone. Kebiasaan mahasiswa menggunakan internet melalui smartphone mendukung dalam kegiatan pembelajaran secara blended yang dilakukan.Students have different learning styles from one another even though there may be those who have the same learning style. Environmental Science Subject require a lot of contextual learning, enrichment, discussion and case studies in the environment so that blended learning is held. Blended learning will be effective if the teacher knows the students learning style. Therefore, it is necessary to know the learning styles of students for the effectiveness of learning activities undertaken. The study method was a survey. Respondents were students who take Environmental Science Subject. The data obtained was quantitative data. The instrument used was a closed questionnaire. Data were analyzed using percentages. The study results showed that students participating in the Environmental Sciences Subject had the auditive-visual learning style with a percentage of 61.1%, then followed by the visual, visual-kinesthetic, auditive-kinesthetic, auditive, and kinesthetic learning styles. Blended learning can be one alternative to facilitate the diverse student learning styles. As many as 71.1% of students used the internet as a source of learning and as many as 91.2% of students accessed the internet through smartphones. The students' habit of using the internet through smartphones supported the blended learning activities.
PEMBERDAYAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PREDICT OBSERVE AND EXPLAIN (POE) Ulpa, Sah Ulya; Hidayat, Saleh; Nuraini, Nita
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 3, No 1 (2019): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v3i1.1187

Abstract

Pembelajaran IPA di kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang belum melibatkan siswa sepenuhnya karena pembelajaran masih bersifat konvensional, sehingga siswa kurang aktif dan kurang memaksimalkan kemampuan berpikir kritis siswa. Diperlukan pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran yang bersifat faktual sehingga siswa mampu menggali pengetahuan yang didapat dan mampu berpikir dengan kritis, seperti model POE (Predict Observe and Explain). Tujuan penelitian adalah memberdayakan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang menggunakan model pembelajaran POE. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian quasi experiment dengan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pembelajaran dengan model POE dilakukan sebanyak dua pertemuan pada pembelajaran IPA materi sistem pernapasan. Instrumen untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa adalah soal pilihan ganda, mengacu pada kriteria berpikir kritis Facione (2013): interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan, penjelasan, dan pengaturan diri. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pemberdayaan berpikir kritis melalui model POE dalam pembelajaran IPA materi sistem pernapasan di SMP Negeri 13 Palembang. Secara keseluruhan (dari 6 indikator berpikir kritis) kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran POE termasuk kritis, sedangkan kemampuan kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran tanpa model POE berada pada kategori tidak kritis. Natural science learning in class VIII of State Junior High School (SMP Negeri) 13 Palembang has not fully involved students because learning was still conventional, so students were less active and did not maximize students' critical thinking ability. Learning model that applies a factual learning was needed so that students were able to explore the knowledge gained and to think critically, such as POE (Predict Observe and Explain) model. The research purpose was to empower students’ critical thinking ability of class VIII SMP Negeri 13 Palembang using the POE learning model. The method used in this research was a quasi experiment research with the control class and the experimental class. Learning by the POE model was done by two meetings on the natural science learning of respiratory system material. The instrument to determine students' critical thinking ability was the multiple choice test, referring to Facione's critical thinking criteria (2013): interpretation, analysis, evaluation, conclusions, explanations, and self-regulation. Data were analyzed descriptively quantitatively using percentages. The results showed that the existence of empowerment of critical thinking through POE model on the natural science learning of respiratory system material in SMP Negeri 13 Palembang. Overall (out of the 6 indicators of critical thinking) students' critical thinking ability using POE learning model were critical, while students' critical thinking ability without POE model learning were in the uncritical category.
PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AKADEMIK (STUDI KASUS DI SALAH SATU UNIVERSITAS DI SURAKARTA) Mutmainnah, Shofia Nur; Padmawati, Kusnia; Puspitasari, Nella; Prayitno, Baskoro Adi
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 3, No 1 (2019): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v3i1.1687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui profil keterampilan proses sains (KPS) mahasiswa pendidikan biologi di salah satu universitas di Surakarta, (2) mengetahui perbedaan keterampilan proses sains (KPS) antara mahasiswa berkemampuan akademik tinggi dan rendah. Penelitian yang dilakukan termasuk studi kasus dengan mahasiswa semester 2 di salah satu universitas di Surakarta yang berjumlah 52 mahasiswa. KPS diukur menggunakan tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda sejumlah 20 soal yang dikembangkan oleh Sutanto (2015). Indikator KPS yang diukur meliputi KPS dasar dan KPS terintegrasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase untuk mengetahui profil KPS mahasiswa dan uji t independen untuk mengetahui perbedaan KPS mahasiswa akademik tinggi dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan: 1)  profil  KPS mahasiswa secara umum dapat dinyatakan sedang dengan angka 67%. Indikator menggunakan alat dan mengkomunikasikan memperoleh kategori sangat baik (90,74%), sedangkan indikator menafsirkan memperoleh kategori sangat kurang (29,62%), 2) tidak ada perbedaan yang siginifikan antara rata-rata hasil belajar mahasiswa dengan KPS pada kelompok mahasiswa dengan kemampuan akademik tinggi dan rendah (nilai sig. 2-tailed 0,567 > ? 0,05). This study aimed: 1) to determine the profile of science process skills in biology education students at a university in Surakarta, 2) to determine the differences of science process skills between students with upper and lower academic ability. This study was a case study with 52 second semester students at a university in Surakarta. Science process skills was measured using a written test in the form of multiple choice questions of 20 questions developed by Sutanto (2015). The measured indicators of science process skills included basic and integrated science process skills. Data analysis of the this study used the quantitative descriptive analysis in percentage to determine the profile of students’ scientific process and the independent t-test to determine the difference of science process skills between students with upper and lower academic ability. The results showed: 1) in general, the profile of students’ science process skills was in moderate with 67%. Using tools and communicating as indicators of science process skills obtained very good categories (90.74%), while interpreting indicator obtained very poor categoriy (29.62%), 2) no significant difference of average of  learning outcomes using science process skills between students with upper and lower academic ability (sig. 0.567 > ? 0.05).
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER (GQGA) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS XI UPT SMAN 4 PAREPARE Hafsa, Nur; Amri, Amri
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 3, No 2 (2019): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v3i2.2240

Abstract

Keterampilan berpikir kritis peserta didik adalah bagian dari berbagai aspek yang harus memerlukan perhatian lebih dalam proses pembelajaran. Hasil observasi di kelas XI MIPA UPT SMAN 4 Parepare menunjukkan permasalahan keterampilan berpikir kritis (daya interprestasi, analisis, dan evaluasi) peserta didik rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui signifikansi pengaruh penggunaan strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA) terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI UPT SMAN 4 Parepare. Desain penelitian menggunakan pre-experimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 32 orang peserta didik kelas XI MIPA.5. Instrumen penelitian menggunakan tes uraian jenis esai dengan indikator keterampilan berpikir kritis, yaitu interprestasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi dan regulasi diri. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran GQGA berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA UPT SMAN 4 Parepare (sig. 0,000 ? ? 0,05). Tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didik Kelas XI MIPA UPT SMAN 4 Parepare sebelum dan setelah diterapkan strategi pembelajaran GQGA mengalami peningkatan dari kategori rendah (100%) menjadi kategori tinggi (50%), kategori sedang (37,5%) dan kategori rendah (12,5%). Students' critical thinking skills are part of various aspects that must require more attention in the learning process. The results of observations in class XI MIPA UPT SMAN 4 Parepare showed problems of critical thinking skills (power of interpretation, analysis, and evaluation) of low students. The purpose of this study was to determine the significance of the influence of the use of the Giving Question and Getting Answer (GQGA) learning strategy on the critical thinking skills of students in class XI UPT SMAN 4 Parepare. The study design uses a pre-experimental one-group pretest-posttest. The research sample consisted of 32 students of class XI MIPA.5. The research instrument used essay type description tests with indicators of critical thinking skills, namely interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation and self regulation. Data analysis uses paired t-test. The results showed that the use of the GQGA learning strategy had a significant effect on the critical thinking skills of students of class XI MIPA UPT SMAN 4 Parepare (sig. 0,000 ? ? 0.05). The level of critical thinking skills of students in Class XI MIPA UPT SMAN 4 Parepare before and after the GQGA learning strategy was implemented increased from the low category (100%) to the high category (50%), the medium category (37.5%) and the low category (12,5%).

Page 10 of 15 | Total Record : 150